Meta tags:
description= Pressure can change coal into diamond;
Headings (most frequently used words):
love, geology, transisi, cul, de, sac, kantin, salman, about, him, that, cerpen, maaf, kata, mereka, kapan, itu, penting, jangan, lupakan, sejarah, sisi, lain, usaha, terus, blogroll, bagian, dalam,
Text of the page (most frequently used words):
aku (198), yang (114), tidak (72), dan (62), itu (54), untuk (46), ini (42), dengan (39), kita (35), akan (33), tapi (29), bisa (27), juga (26), dia (25), ada (23), karena (22), dalam (21), apa (21), mungkin (20), kamu (20), tak (20), lagi (19), menjadi (19), benar (19), masih (19), saja (18), seperti (17), pada (17), adalah (17), orang (17), suamiku (16), lebih (16), mau (16), sudah (15), ingin (15), rasa (15), makan (15), dulu (14), lain (13), harus (13), ketika (13), dari (13), bukan (12), waktu (12), hidup (12), dunia (12), oleh (12), jalan (12), atau (11), tersebut (11), depan (11), kembali (11), semua (11), bila (11), dapat (11), tetap (11), banyak (11), sampai (11), hari (11), kantin (10), hanya (10), kalau (10), bandung (10), telah (10), membuat (10), laki (10), kami (10), sangat (10), salman (9), pernah (9), saat (9), berjalan (9), hal (8), sebuah (8), tahu (8), kota (8), tahun (8), masa (8), tinggal (8), memang (8), sebenarnya (8), sekarang (7), komentar (7), transisi (7), 2009 (7), tempat (7), baru (7), baik (7), bahwa (7), sedang (7), sedangkan (7), bersama (7), tentang (7), sendiri (7), jauh (7), makanan (7), buntu (7), wordpress (6), com (6), masuk (6), blog (6), kata (6), sisi (6), jangan (6), sekali (6), kenangan (6), sesuatu (6), memilih (6), rasanya (6), berada (6), daripada (6), rumah (6), nggak (6), belum (6), senang (6), dekat (6), ternyata (6), jiwa (6), lima (6), astrid (6), tiba (6), pun (6), gunung (6), kehidupan (6), mewah (6), merasakan (6), love (5), oktober (5), ditulis (5), sama (5), membuatku (5), betapa (5), menikah (5), pergi (5), kurang (5), kan (5), suka (5), teman (5), cewek (5), berapa (5), setelah (5), mudah (5), tanpa (5), memutuskan (5), bagiku (5), kost (5), berubah (5), lama (5), makhluk (5), nyata (5), kuliahku (5), membagi (5), mahal (5), enak (5), setiap (5), mahasiswa (5), lidahku (5), jarang (5), bekerja (5), opsi (5), mulai (4), situs (4), geology (4), punya (4), indah (4), tadi (4), andai (4), lalu (4), mengatakan (4), apapun (4), demi (4), komitmen (4), menyenangkan (4), berarti (4), dengannya (4), hura (4), kenapa (4), bertemu (4), boleh (4), cowok (4), akhirnya (4), iya (4), beberapa (4), sih (4), disana (4), pagi (4), terlalu (4), sebagai (4), jam (4), jakarta (4), mana (4), selama (4), dahulu (4), cinta (4), melalui (4), kadang (4), miliki (4), berteman (4), paling (4), anakku (4), sehingga (4), restoran (4), segala (4), maka (4), pengalaman (4), rambu (4), titik (4), diri (4), sayap (4), langganan (3), buat (3), perjalanan (3), usaha (3), kapan (3), mereka (3), cerpen (3), kesamaan (3), janji (3), sepanjang (3), berharap (3), ketemu (3), atas (3), kemewahan (3), sepertinya (3), bagus (3), cukup (3), memiliki (3), membuka (3), cocok (3), jawabku (3), sambil (3), tanyanya (3), terdiam (3), padanya (3), hingga (3), meninggalkannya (3), pacaran (3), entah (3), kali (3), datang (3), hidupku (3), memberiku (3), cita (3), angin (3), kemana (3), diriku (3), disini (3), kuliah (3), kangen (3), mengurus (3), kampusku (3), menemuinya (3), merasa (3), besar (3), sempat (3), walaupun (3), simpang (3), dago (3), kemudian (3), temanku (3), selalu (3), menulis (3), menghadapi (3), kepala (3), takut (3), butuh (3), manusia (3), seseorang (3), tiap (3), puncak (3), turun (3), tingkat (3), pasti (3), tinggi (3), persen (3), kesederhanaan (3), semoga (3), kafe (3), warung (3), kopi (3), nongkrong (3), urusan (3), para (3), amat (3), cuma (3), menikmati (3), murah (3), makanannya (3), peringatan (3), siap (3), keputusan (3), perumahan (3), gila (3), pertama (3), menerobos (3), tikus (3), blogger (3), tulisan (3), jadi (3), uang (3), internet (3), raga (3), berlangganan (2), akun (2), saya (2), web (2), gratis (2), feed (2), bagian (2), cul (2), sac (2), terus (2), agustus (2), lupakan (2), penting (2), luar (2), for (2), tetapi (2), bulan (2), pertemuan (2), rasakan (2), terjadi (2), bukankah (2), memegang (2), cepat (2), hatiku (2), terasa (2), dekatnya (2), pertanyaan (2), perjalananku (2), usah (2), terima (2), kasih (2), menemuiku (2), sudahlah (2), meminta (2), toh (2), jodoh (2), tolong (2), suruh (2), pilihanku (2), persoalan (2), bagaimana (2), peristiwa (2), ngomong (2), mengerti (2), bersamanya (2), buruk (2), non (2), melihat (2), lanjutku (2), padaku (2), menyayanginya (2), mencintaimu (2), padamu (2), membebaskan (2), bilang (2), sebelum (2), meninggalkan (2), kesunyian (2), agak (2), keinginan (2), layang (2), lulus (2), ijazah (2), mendapat (2), semuanya (2), anak (2), maaf (2), sejenak (2), pikiran (2), masing (2), duduk (2), ijazahku (2), tujuan (2), perbedaan (2), berkata (2), sore (2), halus (2), norman (2), tidur (2), penuh (2), selanjutnya (2), kaki (2), menuju (2), pikiranku (2), bangunan (2), seorang (2), memanggil (2), keluar (2), jiwaku (2), sebelumnya (2), serta (2), pula (2), soalnya (2), bermimpi (2), ruang (2), luas (2), kepada (2), bagi (2), sulit (2), mensyukuri (2), malah (2), malaikat (2), biasa (2), melakukan (2), suatu (2), tertarik (2), denganku (2), vital (2), dipenuhi (2), bahkan (2), masalah (2), menemui (2), that (2), mendaki (2), barat (2), mencapai (2), mabuk (2), buku (2), berbagai (2), belajar (2), aneh (2), segalanya (2), termasuk (2), seratus (2), walau (2), apakah (2), dibandingkan (2), minum (2), nya (2), sering (2), sekedar (2), hanyalah (2), gandhi (2), sewaktu (2), perkara (2), dibilang (2), salah (2), satu (2), habiskan (2), siangku (2), terlintas (2), benakku (2), bersahabat (2), mampir (2), pilihan (2), muka (2), kok (2), asyik (2), selain (2), setidaknya (2), kebetulan (2), ngopi (2), merokok (2), rokok (2), biar (2), kelihatan (2), berani (2), perlu (2), boulevard (2), ketiga (2), pencapaian (2), kedua (2), berbalik (2), arah (2), mengubah (2), waras (2), keinginannya (2), menyesuaikan (2), kemajuan (2), dijalani (2), buntunya (2), dipasang (2), kemungkinan (2), punggungku (2), film (2), layak (2), energi (2), bawah (2), menyiapkan (2), bulu (2), alam (2), butuhkan (2), menyusuri (2), tentu (2), deh (2), secara (2), kimia (2), pura (2), keajaiban (2), virtual (2), biaya (2), karl (2), marx (2), pressure (2), can (2), change (2), coal (2), into (2), diamond (2), rancang, ciutkan, bilah, kelola, lihat, pembaca, laporkan, isi, daftar, privasi, login, daftarkan, entri, org, rita, susanti, blogroll, sejarah, okt, juli, 2026, andyan, izar, mudz069, mase, mungil, musafir, tag, cerita, rekayasa, berdasarkan, imajinasi, nama, tokoh, kesengajaan, juni, 2003, all, ever, had, thank, you, much, kau, beri, seharusnya, justru, tragis, hadir, tepat, mengunjungi, murung, memeluknya, mencintainya, menghindari, kenyataan, perasaanku, mempertahankan, pernikahanku, mengajariku, berjanji, selamanya, pegang, darinya, berantakan, benarkah, mengkhianatinya, terngiang, telingaku, memburuku, makasih, selamat, kesediaanmu, maafkan, kataku, antar, stasiun, bertengkar, ketinggalan, kereta, pertanggungjawabanmu, lagipula, terbukti, berhasil, memberimu, mobil, terjebak, idealismeku, wirausahawan, alasan, menjelaskan, ketidakbersamaan, pengkhianatanmu, laporan, pertanggungjawaban, sederhana, memperumit, lantas, mengalami, manis, pahit, sembarangan, alami, maupun, hubunganku, melulu, sense, mata, hatimu, sayang, menghela, nafas, panjang, sepasang, kekasih, pacarku, bersikap, kurasakan, ajal, menjemputku, janjiku, memegangnya, mengikatmu, kerelaanmu, memaksamu, mengancammu, kalaupun, menuduhku, percaya, niken, memintaku, mengikatku, terikat, bebas, sebebas, menyangkal, hubungan, istimewa, antara, hidupmu, menghancurkan, siapapun, menyelimuti, memecah, susah, toleransi, melelahkan, capek, cuti, pernikahan, turut, berduka, keguguranmu, suamimu, keguguran, kesibukanku, anginan, kejar, putus, talinya, bertiup, kesanalah, bicara, lancar, pasar, memulainya, sesungguhnya, dimulai, pikir, itb, pekerjaan, semudah, gimana, kesibukanmu, udah, kudengar, bikin, mataram, jawabnya, lanjutnya, jadinya, tenggelam, undang, saling, diam, tanyaku, mengejutkannya, sambutnya, duduklah, hai, sapaku, selesai, mengelilingi, kampus, melewati, kolam, ditengah, gelisah, sebagian, melarangku, melakukannya, bersalah, mengukir, sanggup, berkomitmen, rumit, pahami, pasangan, nyaman, merencanakan, rencana, menjalani, menutup, teleponnya, terserahlah, menunggumu, lapangan, basket, enam, yakin, menemuimu, menolak, ajakan, semalam, pulang, handphoneku, berbunyi, menelponku, obrolan, pendek, basa, basi, mengisi, percakapan, melayang, tersibak, seluruhnya, terkecuali, dimana, sendirian, singkat, terperangkap, keterkejutanku, kini, donald, udara, dimalam, dingin, menusuk, memutar, ulang, kenanganku, malam, sate, ponorogo, namaku, depanku, menyangka, sosok, begitu, kehidupanku, untukku, pengambilan, hampir, mengenalinya, menyarankanku, hotel, agar, merepotkan, sekalian, melepas, rinduku, temannya, cafetaria, salut, semangat, wirausahanya, kemandiriannya, sekian, tinggalkan, membangkitkan, lamaku, sejak, motivasi, ketigaku, muramnya, hilangnya, makna, keluh, kesah, resah, mengubur, kecemasan, kegundahan, dua, blogku, skeptic, galau, membangun, sehat, positif, untungnya, bermuram, durja, senyuman, berguna, menerapkannya, menatap, menghadap, belakang, nabrak, bismillah, bercengeng, cengeng, meratapi, kehampaan, begitulah, jatuh, kesekian, kalinya, syukurku, tuhan, yme, menurunkan, labil, dominan, egois, terbawa, emosi, lelaki, terbaikku, dipilihkan, terbaik, allah, sibuk, mencari, but, manusiawi, diciptakan, cela, berpeluang, kesalahan, kusangka, mirip, note, kepribadian, sisinya, berpotongan, sekitar, setengah, berinteraksi, kesimpulan, menjamahnya, berhadapan, sehari, kemacetan, kejahatan, angkutan, umum, penghinaan, peremehan, rekan, kerja, life, real, doesn, leave, space, unrested, soul, menaklukkan, tertinggi, jawa, ciremai, bahagianya, angkatan, sastra, filsafat, terlantar, giat, giatnya, mengikuti, aktifitas, kegiatan, mengajar, ilmu, menyelesaikan, umurku, rahasia, batin, keluarga, bagaikan, asing, terpisahkan, komunitas, kenal, berpacaran, jujur, berbeda, persamaan, about, him, memilikinya, masakanku, masakan, dong, picky, eater, selera, makannya, maruk, hehe, nikmat, tenda, pinggir, beli, prestise, notabene, diidentikkan, kenyamanan, fasiltas, meja, ruangan, ber, memudahkan, klien, ngobrol, resmi, fasilitas, sebanyak, vegetarian, terletak, lidah, artinya, mengontrolnya, pernyataan, ditolak, chef, pemilik, entahlah, spirit, kebendaan, dibanding, melupakan, pengalamanku, seringkali, buta, ekonomiku, akibatnya, pas, menyesali, jangankan, fastfood, kantong, masyarakat, menengah, mentraktir, burger, turunannya, pdkt, kesempatanku, mencicipi, ala, kesian, mubadzir, ataukah, mungkinkah, malang, melintang, jenis, disertai, kemarin, siang, berkantong, cekak, kelihatannya, menu, beda, jaman, pelayannya, akrab, kukenali, memenuhi, piringku, nasi, lauk, pauk, kasir, bayar, kuduga, harganya, harga, kursi, kaget, membatin, mengamati, terlihat, lokasinya, menurutku, kalah, borju, jurusan, pondok, kapau, tempatnya, bersih, blur, ujung, ujungnya, sementara, mild, kretek, bias, gender, imut, aja, hehehe, ajah, menit, maut, meniupkan, terompet, sangkakalanya, sang, kiamat, menghampiri, bangkrut, developernya, kecuali, arsitek, menata, diselesaikan, ditempat, tertentu, aman, bodoh, disebut, menyerah, berdalih, lanjut, gampang, pepatah, karenanya, ditangan, hhmmm, menyisakan, peluang, pemikiran, dilakukan, kebuntuan, ditentukan, nanti, namanya, bebal, diabaikan, diatas, berikan, muncul, realistis, maksudku, tumbuh, tembok, macam, horror, didunia, lho, kemungkinannya, dicoba, perhitungan, survey, mendetil, menghabiskan, takutkan, saking, banyaknya, tersita, perhitungannya, kuat, melanjutkan, takdir, tertawa, terpingkal, pingkal, terakhir, terowongan, tanah, terselesaikan, ibarat, kecurangan, mencurangi, seberat, kekuatanku, dinding, penghalang, berusaha, menumbuhkan, saranku, pakai, obat, penumbuh, jenggot, ngefek, bicarakan, ringkih, dijadikan, bergantungnya, bidadari, sana, kokoh, membawaku, terbang, melintasi, perintang, utama, cerah, mendung, menyengat, lokasi, berudara, sejuk, bogor, meter, posisiku, memberitahuku, jarak, terpaku, berpikir, wow, tho, pilih, putuskan, berkah, sesadar, sadarnya, pihak, resiko, amin, postingan, persembahkan, dimanapun, komentarnya, menginspirasiku, dewasa, gitu, mengambil, apalagi, maya, egoku, tanggalkan, terwujud, postingannya, berkunjung, mampu, menanggapi, topik, dibicarakan, tuan, korbankan, keputusanku, persembunyian, mayaku, update, walking, nongol, pertemanan, baikku, kulihat, bentuk, world, wide, kehilangan, menggantinya, setara, rumus, duh, pokoknya, hukum, kesetimbangan, reaksi, ingat, pinter, lupa, ngeles, terjun, disuruh, dimaki, seenak, hati, bos, panas, matahari, membakar, kulitku, cacian, kenek, metromini, lambat, bisnya, yah, sewajarnya, dirasakan, kebanyakan, menerima, hasil, keringat, berwujud, tampak, semilirnya, sekalipun, mengenali, karakternya, tulisannya, sungguh, akalku, belakangan, memakai, jasa, ketujuh, gaptek, euy, terbengong, bengong, teknologi, semacam, fungsikan, pelarianku, kejam, semakin, kusadari, penjara, terbesar, mengutip, dekatku, dituntut, padahal, fana, kekal, dipuaskan, sedikit, pengembaraan, imajinasiku, sepeserpun, dollar, negeri, nun, kakiku, bawa, ragaku, ongkosnya, lipat, bulanan, keluargaku, boros, gagasan, memanusiakan, utopia, tafsirkan, begini, wajib, sesuai, keahliannya, digaji, baju, kebutuhan, fisik, lainnya, diurus, negara, dibagi, rata, hak, milik, pribadi, kepuasan, eksistensi, belaka, kelemahannya, ide, diperhitungkan, menyediakan, modifikasinya, menerjemahkan, mimpi, beliau, terakhirku, bermalas, malasan, minggu, mudahan, penundaan, menjual, recehan, berselancar, nongkrongin, laptop, beserta, modemnya, menyaksikan, berangkat, sekolah, dinilai, rupiah, kinda, ironic, human, being, haha, est, vie,
Text of the page (random words):
yang belum sekalipun bertemu denganku mengenali karakternya hanya melalui tulisan tulisannya sungguh hal yang tidak dapat masuk akalku dulu tapi sekarang aku mau belajar terjun di dunia nyata merasakan benar benar rasanya disuruh suruh sambil dimaki seenak hati oleh bos besar rasanya panas matahari membakar kulitku ketika aku harus turun ke jalan merasakan cacian kenek metromini karena aku lambat turun dari bisnya yah merasakan semua yang sewajarnya dirasakan oleh manusia kebanyakan dan merasakan juga menerima uang dari hasil keringat sendiri ada yang aku korbankan dari keputusanku untuk keluar dari persembunyian mayaku ini aku akan jarang update blog jarang blog walking juga dan jarang nongol di situs pertemanan seperti kata teman baikku yang belum pernah kulihat bentuk 3d nya karena aku hanya berteman melalui world wide web setiap kita kehilangan sesuatu alam akan menggantinya dengan yang setara seperti rumus kimia yang duh yang mana ya pokoknya hukum kesetimbangan reaksi kimia deh sebenarnya aku ingat sih cuma takut dibilang pinter jadi pura pura lupa ngeles com postingan ini aku persembahkan untuk para blogger dimanapun berada yang tulisan tulisan dan komentar komentarnya telah menginspirasiku membuatku menjadi dewasa iya gitu membuatku berani mengambil keputusan dan segalanya deh ternyata berteman itu menyenangkan apalagi berteman dengan para blogger di dunia maya karena ketika aku masuk ke blog seseorang maka semua egoku aku tanggalkan dan aku benar benar siap membuka pikiranku untuk masuk ke dunia blogger tersebut yang terwujud dalam postingannya sedangkan bila kita berkunjung secara nyata ke rumah orang belum tentu kita mau dan mampu menanggapi topik yang sedang ingin dibicarakan oleh tuan rumah semoga apa yang aku pilih dan putuskan dapat menjadi berkah bagi semuanya walaupun dengan sesadar sadarnya aku tahu bahwa setiap keputusan dalam hidup tidak dapat menyenangkan semua pihak tapi hidup adalah perkara memilih semoga juga aku siap menghadapi segala resiko pilihanku amin ditulis dalam kehidupan cul de sac 12 oktober 2009 11 komentar pada suatu hari yang cerah tidak mendung pun tidak menyengat lokasi tentu saja bukan jakarta karena jakarta sulit untuk berudara sejuk mungkin di bogor atau di bandung aku berjalan menyusuri boulevard sebuah perumahan mewah sendiri lima meter di depan posisiku aku melihat sebuah rambu peringatan yang memberitahuku bahwa jalan tersebut akan buntu pada jarak 10 km dari rambu tersebut dipasang aku terpaku di tempat dan mulai berpikir wow jalan buntu tho ada 3 opsi utama yang terlintas di benakku pertama tetap menyusuri jalan tersebut hingga ketemu titik buntunya kedua berbalik arah ketiga berjalan di tempat saja opsi pertama bila aku memutuskan untuk tetap melalui jalan tersebut maka aku harus menyiapkan segala kekuatanku untuk menerobos dinding penghalang jalan tersebut atau bisa juga aku berusaha menumbuhkan sayap di punggungku saranku jangan pakai obat penumbuh jenggot ga ngefek ini sayap yang kita bicarakan bukan sekedar bulu bulu ringkih yang hanya bisa dijadikan tempat bergantungnya bidadari di alam sana yang aku butuhkan adalah sayap yang kokoh yang dapat membawaku terbang tinggi melintasi perintang jalan dan kemungkinan terakhir adalah aku mengubah diriku menjadi tikus sehingga aku dapat membuat terowongan bawah tanah dan persoalan jalan buntu pun terselesaikan tapi aku kurang suka menjadi tikus karena jalan tikus itu bagiku ibarat sebuah kecurangan kebetulan aku tak ingin mencurangi hidup seberat apapun itu harus dijalani diatas semua kemungkinan yang aku berikan itu akan muncul sebuah pertanyaan realistis apa itu mungkin maksudku apa mungkin akan tumbuh sayap di punggungku atau aku bisa menerobos tembok macam makhluk halus di film film horror itu ya benar tidak ada yang tidak mungkin didunia ini selain makan kepala sendiri berarti makan kepala orang masih mungkin lho tapi berapa persen kemungkinannya itu apakah cukup layak untuk dicoba butuh perhitungan dan survey yang lebih mendetil tentang itu dan sangat mungkin akan menghabiskan energi hidupku yang aku takutkan malah saking banyaknya energi yang tersita untuk membuat perhitungannya sampai sampai aku tak kuat lagi untuk melanjutkan perjalananku si takdir akan tertawa terpingkal pingkal kalau sampai ini yang terjadi opsi pertama ini masih menyisakan satu peluang pemikiran lagi kenapa tidak dijalani saja toh titik buntunya masih berada 10 km di depan apa yang akan dilakukan menghadapi kebuntuan ditentukan nanti saja kalau sudah benar benar berada di depan titik buntu tersebut ini namanya makhluk paling bebal di dunia buat apa dipasang rambu peringatan kalau hanya untuk diabaikan lanjut ke opsi kedua berbalik arah dan mengubah tujuan perjalanan gampang kan sebenarnya ada pepatah mengatakan orang waras membuat keinginannya menyesuaikan diri dengan kehidupan orang gila membuat kehidupan menyesuaikan diri dengan keinginannya oleh karenanya kemajuan tingkat kehidupan ada ditangan orang orang gila hhmmm mau waras apa gila ya opsi ketiga berjalan di tempat dengan berjalan di tempat aku tidak akan pernah sampai pada titik buntu tersebut sehingga tidak ada masalah yang harus diselesaikan berjalan ditempat juga membuat aku merasa telah mendapat pencapaian pencapaian tertentu tanpa aku perlu pergi kemana mana pilihan yang aman walaupun bodoh karena setidaknya aku tidak akan disebut menyerah karena aku bisa berdalih bahwa aku kan masih tetap berjalan ujung ujungnya untuk sementara aku akan memilih untuk mampir ke warung kopi yang kebetulan ada di dekat rambu peringatan jalan buntu tersebut ngopi ngopi dulu merokok merokok dulu rokok mild untuk cewek rokok kretek untuk cowok bukan bias gender cuma biar yang cewek kelihatan imut tapi berani sedangkan yang cowok biar kelihatan ga seperti cewek aja hehehe nongkrong nongkrong dulu ajah sambil berharap lima menit kemudian malaikat maut meniupkan terompet sangkakalanya untuk memanggil sang kiamat yang memang sudah siap menghampiri sehingga aku tak perlu membuat keputusan apapun lagi lagi pula ga mungkin kok boulevard perumahan mewah itu buntu bisa bangkrut developernya kecuali arsitek yang menata perumahan tersebut lagi mabuk karena cinta d ditulis dalam blur kantin salman 5 oktober 2009 6 komentar sewaktu aku masih menjadi mahasiswa di bandung aku sering makan di kantin salman selain karena lokasinya yang dekat kampusku makanannya juga enak dan murah menurutku ketika itu ya tidak enak enak amat sih masih kalah bila dibandingkan kantin borju di jurusan if atau pondok kapau di simpang dago tapi setidaknya tempatnya cukup bersih kemarin ketika aku kembali ke bandung aku mampir ke kantin salman untuk makan siang penuh seperti biasa oleh mahasiswa berkantong cekak kelihatannya pilihan menu masih tak jauh beda dengan jaman dahulu pelayannya pun muka muka lama yang masih akrab kukenali setelah memenuhi piringku dengan nasi dan lauk pauk aku menuju kasir untuk bayar sudah kuduga harganya benar benar harga mahasiswa selanjutnya aku memilih kursi untuk menikmati makan siangku agak kaget aku dengan rasanya kok seperti ada yang berubah ya aku membatin kemudian aku mengamati orang orang lain yang sedang makan disana mereka terlihat asyik asyik saja dengan makanannya karena takut mubadzir aku habiskan juga makan siangku terlintas dalam benakku sebenarnya yang berubah rasa makanannya ataukah lidahku mungkinkah pengalaman lidahku malang melintang di berbagai jenis rasa makanan enak yang disertai mahal membuat lidahku menjadi tidak bersahabat lagi dengan rasa makanan kantin salman rasa itu memang urusan pengalaman rasa apapun itu ketika aku masih mahasiswa boleh dibilang aku sangat jarang makan di restoran mahal jangankan restoran mahal makan di restoran fastfood yang untuk kantong masyarakat menengah termasuk murah saja aku jarang paling bila ada teman kost yang sudah bekerja sedang ingin mentraktir baru aku bisa merasakan burger dan segala turunannya itu atau kadang bila ada cowok yang lagi pdkt menjadi salah satu kesempatanku mencicipi makanan ala barat itu kesian amat ya sekarang kehidupan ekonomiku sudah jauh lebih baik daripada sewaktu masih menjadi mahasiswa dahulu akibatnya rasa makanan di kantin salman pun menjadi kurang pas di lidahku kalau rasa itu adalah perkara pengalaman maka aku akan menyesali semua pengalaman lidahku bila pada akhirnya aku tidak dapat menikmati rasa yang murah di kantin salman lebih jauh lagi bila semua kemewahan kebendaan ga mewah mewah amat sih cuma lebih mewah dibanding dahulu saja membuatku tak bisa lagi merasakan kesederhanaan maka aku akan lebih suka melupakan saja semua pengalamanku itu dalam banyak hal kemewahan rasa itu seringkali membuat kita buta akan kesederhanaan seorang gandhi yang vegetarian pernah berkata rasa makanan itu tidak terletak di lidah tapi pada pikiran kita artinya kita bisa mengontrolnya pernyataan ini mungkin akan ditolak oleh para chef dan pemilik restoran mahal entahlah yang aku rasakan hanya spirit gandhi untuk mensyukuri setiap makanan yang di dapat setiap hari dan segala hal yang kita dapat dalam hidup kita apakah benar makan di sebuah kafe di puncak gunung jauh lebih nikmat dibandingkan makan di warung tenda di puncak gunung yang sama bagiku minum kopi di st ck tidak lebih menyenangkan daripada minum kopi di warung pinggir jalan kadang yang kita beli hanya prestise nya saja yang notabene sering diidentikkan dengan kenyamanan beberapa fasiltas memang akan dipenuhi oleh kafe kafe itu seperti wi fi meja dan ruangan yang luas ber ac sehingga memudahkan kita menemui klien tetapi bila sekedar ngobrol tidak resmi dan nongkrong saja sepertinya kita tidak butuh fasilitas sebanyak itu semua itu hanyalah urusan rasa kembali ke kantin salman bahkan anakku pun tidak mau makan makanan disana berarti boleh aku bilang masakanku di rumah lebih enak daripada masakan kantin salman dong p aku tak mau anakku menjadi picky eater menjadi anak yang selera makannya tingkat tinggi aku ingin anakku bisa makan apa saja seperti aku semoga bukan berarti maruk hehe kesederhanaan itu mewah walau tidak mahal dan aku ingin selalu memilikinya ditulis dalam kehidupan about him that i love 4 oktober 2009 3 komentar 8 tahun yang lalu aku menikah itu adalah saat saat yang aneh bagiku umurku ketika itu 23 tahun sedangkan suamiku 25 tahun aneh karena tiba tiba aku harus membagi segalanya dengan orang lain membagi rahasia batin membagi tempat tidur membagi masa depan dan termasuk juga ketika aku harus masuk dalam keluarga besar suamiku aku bagaikan orang asing yang tiba tiba harus menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah komunitas suamiku bukan orang yang baru aku kenal sebenarnya aku berpacaran selama 3 tahun sebelum aku memutuskan menikah dengannya dia adalah orang yang baik jujur dan memegang tinggi komitmen mungkin kami berbeda tapi itu tidak seratus persen bukankah di dunia ini memang tidak ada perbedaan atau persamaan seratus persen dari tiap tiap orang suamiku senang mendaki gunung dan aku juga senang mendaki gunung kami pernah bersama sama menaklukkan gunung tertinggi di jawa barat gunung ciremai betapa bahagianya aku ketika itu karena aku tak mungkin bisa mencapai puncak itu kalau bukan bersama suamiku ketika aku memutuskan dekat dengannya saat itu adalah masa masa paling buruk kuliahku aku turun angkatan sampai 2 tingkat aku sedang mabuk dengan buku buku sastra dan filsafat sampai sampai kuliahku terlantar aku juga sedang giat giatnya mengikuti berbagai aktifitas di luar kegiatan belajar mengajar dan aku tidak bisa membagi waktu dengan kuliahku mungkin juga karena aku sebenarnya kurang tertarik dengan ilmu kuliahku yang pasti kalau bukan karena suamiku mungkin aku tidak akan bisa menyelesaikan kuliahku suatu ketika yang tidak kusangka aku pernah tertarik untuk berteman dekat dengan seseorang yang pada sisi yang lain mirip denganku note aku memiliki banyak sisi kepribadian dan tiap sisinya akan selalu berpotongan dengan orang lain setelah sekitar setengah tahun aku berinteraksi akhirnya aku sampai pada kesimpulan bahwa aku memang paling cocok dengan suamiku memang ada sisi vital dari diriku yang tidak dapat dipenuhi oleh suamiku bahkan menjamahnya pun mungkin dia tidak bisa tapi aku rasa sisi itu adalah vital tapi tidak penting karena kita ini hidup di dunia nyata berhadapan dengan masalah sehari hari yang juga nyata menemui kemacetan di jalan kejahatan di angkutan umum penghinaan dan peremehan oleh rekan kerja dan lain lain life is so real that it doesn t leave space for unrested soul tidak butuh ruang yang terlalu luas untuk bercengeng cengeng tentang cinta atau meratapi kehampaan hidup dan begitulah aku jatuh cinta kembali kepada suamiku untuk kesekian kalinya dan rasa syukurku yang dalam kepada tuhan yme karena dia menurunkan makhluk seperti suamiku untuk menjadi teman hidupku bagi aku yang labil dominan egois dan mudah terbawa emosi dia adalah lelaki terbaikku kadang kita sulit mensyukuri sesuatu yang kita miliki dan telah dipilihkan yang terbaik oleh allah kita malah sibuk mencari apa yang tidak kita miliki merasa bahwa sesuatu yang tidak kita miliki adalah lebih baik daripada sesuatu yang kita miliki but it s ok semua itu manusiawi aku diciptakan bukan sebagai malaikat tanpa cela aku manusia biasa yang sangat berpeluang melakukan kesalahan ini adalah blog ketigaku di blog ku sebelumnya aku selalu menulis tentang muramnya cinta hilangnya makna hidup dan keluh kesah jiwa yang resah aku ingin mengubur semua kecemasan dan kegundahan jiwaku pada dua blogku sebelumnya sekarang aku ingin mulai menulis sesuatu yang tidak skeptic dan galau lagi aku ingin membangun jiwa yang sehat melalui menulis hal hal yang positif dalam hidup tidak ada untungnya bermuram durja menghadapi hidup sedangkan senyuman jauh lebih berguna serta mudah menerapkannya pula menatap ke depan tidak berjalan dengan kepala menghadap ke belakang bisa nabrak soalnya berada disini saat ini tapi tetap tidak takut bermimpi bismillah ditulis dalam motivasi cerpen maaf 9 agustus 2009 1 komentar kembali ke kota bandung setelah sekian lama aku tinggalkan membangkitkan kenangan lamaku akan kota ini sebenarnya aku tidak tinggal jauh dari bandung aku tinggal di jakarta tapi sejak aku menikah 2 tahun yang lalu aku seperti tak punya waktu lagi untuk pergi keluar kota baru sekarang aku bisa kembali ke kota ini itu juga tidak untuk waktu yang lama suamiku hanya memberiku waktu 2 hari untukku mengurus pengambilan ijazah ternyata sudah banyak yang berubah dari kota ini kampusku juga sudah berubah banyak aku hampir tidak mengenalinya selama disini aku tinggal di kost temanku astrid suamiku menyarankanku untuk tinggal di hotel agar tidak merepotkan temanku tapi aku lebih suka tinggal di kost astrid sekalian melepas rinduku pada temanku itu sudah lama juga kami tidak bertemu setelah lulus astrid memutuskan untuk tetap di bandung bersama beberapa temannya dia membuka usaha cafetaria aku salut dengan semangat wirausahanya dan juga kemandiriannya walaupun kini telah ada mc donald dan bangunan bangunan baru lain di simpan...
|