Meta tags:
description= kumpulan kata-kata mutiara motivasi
kumpulan kata-kata mutiara islami
kumpulan kata-kata mutiara mario teguh
kumpulan status fb lucu
kumpulan dongeng;
DESCRIPTION= blog lucu tentang status fb dan dongeng terbaru 2014;
KEYWORDS= kata-kata lucu,status fb lucu,gambar lucu,dongeng lucu,terbaru ;
keywords= ;
Headings (most frequently used words):
kisah, abu, nawas, lucu, yang, lembu, kata, mengajar, mengaji, al, qur, an, enam, ekor, pandai, bicara, pengemis, kedinginan, dalam, kolam, air, susu, pemalu, hamil, dan, hendak, melahirkan, nazar, seorang, saudagar, menteri, zalim, advertisement, menarik, label, artikel, favorit,
Text of the page (most frequently used words):
itu (205), abu (158), nawas (158), yang (143), dan (115), kata (94), tidak (87), menteri (79), dengan (74), sultan (67), aku (60), baginda (60), orang (58), rumah (55), hamba (55), lembu (48), #saudagar (48), ini (47), pun (43), akan (42), kamu (38), untuk (36), kepada (36), karena (36), kemudian (33), lagi (30), seorang (30), atau (30), tuanku (29), lucu (28), setelah (28), sampai (28), istana (27), hai (27), sudah (26), dalam (25), hari (25), mati (25), pengemis (25), ada (24), jawab (24), datang (24), anak (23), tanya (23), dari (22), kumpulan (21), juga (21), apa (21), maka (20), mereka (20), jika (20), begitu (19), bisa (19), pulang (18), pemuda (18), dukun (18), tahu (17), benar (17), tuan (17), kambing (17), syah (17), alam (17), kolam (17), ucapan (16), dapat (16), malam (15), hati (15), sedang (15), sambil (15), kemari (15), pelayan (15), mau (15), nazar (15), pagi (14), kisah (14), besar (14), istri (14), mutiara (13), lain (13), para (13), namun (13), melihat (13), air (13), muda (13), ketika (13), ternyata (13), kembali (12), oleh (12), ingin (12), tetapi (12), negeri (12), patik (12), saat (11), sebuah (11), lama (11), zalim (11), memang (11), allah (11), engkau (11), bukan (11), sekarang (11), pada (11), sehingga (11), telah (11), boleh (11), selamat (10), sangat (10), punya (10), membayar (10), lalu (10), keluar (10), duduk (10), tali (10), perempuan (10), adinda (10), mohon (10), api (10), sang (9), dongeng (9), semua (9), demikian (9), baik (9), sakit (9), bicara (9), menyuruh (9), banyak (9), jalan (9), mendengar (9), kalau (9), menghadap (9), berendam (9), romantis (8), sebelum (8), paling (8), harun (8), rasyid (8), berjalan (8), bahwa (8), dia (8), seperti (8), tadi (8), harinya (8), setuju (8), membuat (8), jam (8), mana (8), masuk (8), jangan (8), menjawab (8), kepala (8), atas (8), tiba (8), titah (8), sepuluh (8), pembesar (8), mengaji (8), hatinya (7), agar (7), hanya (7), heran (7), pemilik (7), itulah (7), tak (7), pergi (7), berkata (7), mencari (7), harga (7), diri (7), kita (7), sebentar (7), baiklah (7), uang (7), seekor (7), salah (7), balairung (7), ekor (7), kopiah (7), kedinginan (7), status (6), sms (6), motivasi (6), cerita (6), tidur (6), siapa (6), senang (6), berbuat (6), masalah (6), saja (6), pura (6), tetap (6), anda (6), bayar (6), masih (6), rencana (6), kira (6), badan (6), kosong (6), katanya (6), silahkan (6), kau (6), pasti (6), binatang (6), beberapa (6), penghulu (6), memanggil (6), hendak (6), melahirkan (6), susu (6), ringgit (6), tahan (6), enam (6), pandai (6), tahun (5), baru (5), bahasa (5), sunda (5), cinta (5), terbaru (5), pantun (5), sedih (5), ibu (5), buat (5), hidup (5), berjenggot (5), segera (5), rumahnya (5), pula (5), sebab (5), jadi (5), darah (5), malu (5), berteriak (5), adalah (5), joki (5), halnya (5), tanpa (5), hal (5), seluruh (5), rupanya (5), harus (5), hingga (5), muncul (5), esok (5), cepat (5), tapi (5), bersama (5), satu (5), belum (5), pikir (5), tolong (5), tengah (5), kabar (5), mengapa (5), gantungan (5), tempat (5), kaki (5), bawah (5), minta (5), pernah (5), menunggu (5), depan (5), apakah (5), suatu (5), ampun (5), sejengkal (5), tersebut (5), selama (5), lelaki (5), hamil (5), punggawa (5), hakim (5), nasi (5), setengah (5), qur (5), mantan (4), inggris (4), maaf (4), cara (4), pikirnya (4), barangkali (4), beliau (4), kenapa (4), sebabnya (4), masing (4), menjadi (4), keranda (4), badannya (4), bernafas (4), akulah (4), alim (4), tinggi (4), hidung (4), pesan (4), panggil (4), batang (4), putih (4), suaminya (4), khawatir (4), lainnya (4), moga (4), datanglah (4), langkah (4), bagaimana (4), buru (4), matanya (4), mendapat (4), gerangan (4), barang (4), lembuku (4), tujuh (4), tampak (4), kakinya (4), perkataan (4), kepadaku (4), tunggulah (4), sana (4), perasaan (4), pertemuan (4), kepadanya (4), hadiah (4), tanduk (4), hadir (4), jawaban (4), bagdad (4), kadi (4), memberi (4), mengadukan (4), kedatangan (4), raja (4), sesampai (4), laki (4), geleng (4), bersalin (4), bulan (4), menyembah (4), jauh (4), boro (4), airnya (4), dingin (4), pohon (4), tunggu (4), tamu (4), semalam (4), mengajari (4), rasa (3), tebak (3), tebakan (3), puisi (3), jenaka (3), persahabatan (3), pacar (3), bijak (3), 2017 (3), hewan (3), menarik (3), termasuk (3), bapaknya (3), bapakku (3), kecil (3), bapakmu (3), terlalu (3), rasanya (3), lebih (3), suruh (3), sebagai (3), menganiaya (3), bertanya (3), dibawa (3), kerumahnya (3), kuburan (3), pelayat (3), tipu (3), suasana (3), sementara (3), sebenarnya (3), lengkap (3), liang (3), keras (3), sendiri (3), istriku (3), nanti (3), kapan (3), bila (3), tangan (3), palsu (3), mengeluarkan (3), telinga (3), tiga (3), daun (3), disuruh (3), sulit (3), hilang (3), sebaiknya (3), supaya (3), kakanda (3), nasib (3), kanda (3), begini (3), barulah (3), menggantung (3), pegang (3), kuat (3), bergantung (3), mengikuti (3), diceritakan (3), takut (3), suami (3), sudut (3), wajah (3), cantik (3), insya (3), melaksanakan (3), nada (3), ujar (3), coba (3), beli (3), lembumu (3), cuma (3), berikan (3), keduanya (3), diam (3), kebun (3), melainkan (3), berusaha (3), betul (3), berpikir (3), sejenak (3), dijual (3), dengar (3), tentang (3), yaitu (3), sekali (3), baghdad (3), panas (3), pamit (3), lebar (3), jari (3), inilah (3), memikirkan (3), diberi (3), sesuai (3), maksud (3), kali (3), keputusan (3), ringan (3), apalagi (3), manusia (3), bertanduk (3), besok (3), menemui (3), duli (3), berani (3), memberikan (3), kemana (3), kan (3), dulu (3), tuhan (3), junjung (3), masak (3), beranak (3), konon (3), sejak (3), menyampaikan (3), marah (3), berwarna (3), mukanya (3), tanah (3), pinggir (3), apinya (3), mampu (3), sikap (3), periuk (3), waktu (3), hampir (3), habis (3), senin (3), rumahmu (3), lantas (3), kolamku (3), cambuk (3), sahaya (3), mengajar (3), menikah (2), puasa (2), idul (2), fitri (2), valentine (2), tips (2), menghindari (2), kantuk (2), berkendara (2), galau (2), sahur (2), gokil (2), singkat (2), kabayan (2), menyentuh (2), postingan (2), sedangkan (2), menanti (2), warga (2), merasa (2), takdir (2), usah (2), mengaku (2), kami (2), tiada (2), mengupah (2), diupah (2), masygul (2), akhirnya (2), upacara (2), lunas (2), badanmu (2), sekuat (2), tenaga (2), ditinggal (2), jenazah (2), berangkat (2), lahat (2), maukah (2), kuda (2), uangnya (2), rencananya (2), kelak (2), dikerjakan (2), berhasil (2), mencium (2), busuk (2), sadar (2), badanku (2), pisang (2), terakhir (2), mawar (2), pingsan (2), puas (2), pentungan (2), sekujur (2), permintaan (2), kayu (2), bisakah (2), suka (2), kelamaan (2), jawabnya (2), tua (2), selanjutnya (2), caranya (2), kalah (2), demi (2), tinggal (2), tambah (2), mulai (2), menangis (2), dilihatnya (2), harta (2), rumahku (2), masuklah (2), sesudah (2), melepaskan (2), posisi (2), memukul (2), mampuslah (2), mencoba (2), menolak (2), kesana (2), kehendak (2), sini (2), desa (2), duri (2), berhenti (2), penuh (2), suara (2), keesokan (2), membantu (2), bersedia (2), membunuh (2), diceritakanlah (2), jual (2), melayang (2), sudahkah (2), nasibku (2), mesti (2), bayarannya (2), ditarik (2), melepas (2), lima (2), dinar (2), ditawar (2), warisan (2), bapak (2), berapa (2), harganya (2), tertarik (2), membelinya (2), menjual (2), gemuk (2), mari (2), membeli (2), bertemu (2), otak (2), berdagang (2), digunakan (2), bahkan (2), dilakukan (2), menaruh (2), sama (2), apabila (2), pasang (2), niat (2), meninggalkan (2), main (2), nazarnya (2), dirham (2), pendapat (2), mengatakan (2), selesaikan (2), terlambat (2), kereta (2), berangkatlah (2), dua (2), janjinya (2), membawa (2), langsung (2), menyatakan (2), serta (2), bubar (2), terheran (2), dipenuhi (2), anakmu (2), menyelesaikan (2), perkara (2), diutuslah (2), perihal (2), usaha (2), pendapatmu (2), mata (2), diajak (2), selain (2), memicingkan (2), tertua (2), hukumnya (2), diganti (2), sunyi (2), senyap (2), siang (2), berjanji (2), maksudmu (2), adapun (2), berasal (2), semakin (2), berat (2), adil (2), mengganti (2), semula (2), mempunyai (2), gagal (2), memperoleh (2), selebar (2), empat (2), akibatnya (2), bertahun (2), istrinya (2), miskin (2), sembah (2), sungguh (2), ibarat (2), tanda (2), alasan (2), dipersilahkan (2), laporan (2), keinginan (2), perutnya (2), buncit (2), mungkin (2), bersih (2), merah (2), keheranan (2), botol (2), pemalu (2), keroncongan (2), lapar (2), ambil (2), hukum (2), anaknya (2), mengharap (2), upah (2), semuanya (2), membenarkan (2), memasak (2), bangkit (2), sabar (2), menyusul (2), belakang (2), sesungguhnya (2), ubun (2), terima (2), kasih (2), niscaya (2), tiap (2), doanya (2), upahmu (2), saya (2), tepi (2), sesampainya (2), mencobanya (2), beri (2), seorangpun (2), seminggu (2), bertitah (2), pekerjaan (2), sedikit (2), rotan (2), mengamuk (2), diajarkan (2), erat (2), www, statusfb, com, 2014, spesial, ulang, berbuka, 2018, seuntai, kutipan, novel, update, ultah, sayang, minggu, kerja, perpisahan, penyejuk, islam, penyemangat, gambar, humor, remaja, najwa, shihab, pepatah, kocak, rayuan, gombal, label, campuran, terindah, artikel, favorit, tepat, menangkap, harimau, burung, gagak, kendi, mengubah, berfikirmu, tersayang, advertisement, langganan, atom, niatku, terlaksana, khalifah, kedatanganku, rindu, kota, tenang, terdiam, perbuatan, senyum, ditakdirkan, penipu, penganiaya, pengisap, sebagainya, diperpanjang, membuatmu, doakan, diampuni, kejar, menyebabkan, balik, bertanyalah, menemukan, terkejar, tertangkap, pemakaman, tadinya, sungguhan, diusung, hancur, diketahui, pelakunya, mengagetkan, ikut, barisan, saatnya, utangmu, kubiarkan, nyawamu, bersarang, pukulnya, kacau, berlarian, mengejar, lacur, dikejar, kabur, kudanya, terurus, iring, iringan, sanak, keluarga, sahabat, almarhum, dekat, terdengar, teriakan, saudara, menaiki, larinya, berbadan, tegap, dekatilah, kubur, berteriaklah, paculah, kudamu, sekencang, kencangnya, nah, pergilah, diceritakannya, menjamin, nasibmu, bergerak, telinganya, dasar, akal, ditemuinya, pukul, kabarkan, masukkan, sekerat, dibungkus, kain, sebagaimana, mayat, laiknya, dimasukkan, sembuh, kucari, perhitungan, hampa, diikuti, cemas, tuannya, tergeletak, menyiram, diminumkan, seteguk, mulutnya, dikiranya, hatiku, yakin, diambil, dipukulnya, babak, belur, mulunya, bayaranmu, memenuhi, lupa, adalagi, butuhkan, sabelumnya, luar, mengobati, akarnya, dicari, gunanya, penyembuhan, perlu, obatilah, samping, pembaringannya, suaranya, menyapa, sopan, siapakah, kakek, bertongkat, memakai, jubah, panjang, serban, terbungkuk, bungkuk, berpura, puralah, usahakan, caramu, pukulilah, tinggalkan, ditemui, matikan, bukankah, penyakit, pertanyaan, lambat, laun, kesadarannya, pulih, menceritakan, dialaminya, jatuh, ucap, meratapi, setiba, menjerit, jerit, histeris, lantaran, tergantung, berdarah, bendanya, ludes, dilepas, meski, terengah, engah, dipercikkan, tubuhnya, siuman, membuka, firasat, buruk, berebar, debar, bergegas, pulanglah, mengira, menjarah, menggondol, kekayaan, memasukkan, kedalam, gadungan, dipegangnya, berujar, terimalah, pembalasanku, ayo, bak, bik, buk, segar, mengalir, mulut, sadarkan, teriak, terdorong, nafsu, syahwat, menggelora, dituruti, dilepaskan, cobalah, rayunya, seumur, ditali, mendorong, kamar, mengajak, merajuk, ibunya, tergopoh, gopoh, mampir, tertusuk, terpaksa, iba, asalmu, gelap, milik, amat, girang, wanita, membuang, sesuatu, dicabut, disusunnya, kejadian, mendongkol, sialan, ceritakan, lancar, urusan, diperdaya, nelangsa, menerima, pembayaran, menggubris, sementar, keluhnya, kerjamu, menipu, makan, kubayar, kukembalikan, kilah, nih, ambillah, butuh, berbantah, bantahan, sengitnya, kembalikan, lembunya, masa, talinya, sudi, kebayar, disodorkan, ujung, pengikat, disepakati, meminta, puluh, pantas, mahal, giringlah, menemuimu, bagus, perjanjian, melaksanakannnya, menteriku, bagianmu, geram, memeras, memanfaatkan, ketampanan, menjualnya, berkonsultasi, merayu, laku, tampan, menggiring, terjadi, berita, berta, nantikanlah, membalas, tiang, bersalah, menggantungnya, sadis, dipukuli, sengaja, menyewa, berdekatan, melakukan, investigasi, bergaul, penduduk, situ, kenal, bersahabat, baiknya, pendekatan, bebas, curiga, dahulu, kala, dikenal, jahat, perangainya, ditakuti, warganya, terutama, diambilnya, ihwal, daerah, menghembuskan, nafas, alias, diberikanlah, berupa, seratur, negerinya, meyakinkan, ingat, dinazarkan, jengkalkan, pas, disembelih, serahkan, keputusannya, disini, kiri, dijengkalkan, panjangnya, ulah, mengetahui, jemput, memaksa, bawa, kerajaan, mengendarai, kencana, kumpulkan, rakyat, kesediaaannya, melanjutkan, tidurnya, memerintahkan, memecahkan, bawalah, janganlah, bersusah, percaya, bangun, penggawa, dihadapannya, mengutarakan, ditempuhnya, didapatnya, sorot, kompromi, terfokus, dihadapinya, menjelang, subuh, teringat, memutuskan, cita, pulas, antara, menurut, kitab, maupun, logika, persatu, hening, berkepanjangan, termenung, terpekur, sultannya, ditemukan, keluarnya, alkisah, bingung, sepanjang, haram, mengumpulkan, ulama, istananya, keresahan, sehubungan, pertimbangan, terlanjur, menerimanya, berbunga, bunga, ketempat, penginapannya, baikah, katakan, kudengar, niatnya, petuah, nasehat, sempurna, tutur, menghiba, dipertuan, beribu, kenyataan, bertambah, beban, arif, bijaksana, namanya, disana, kebetulan, rekomendasi, terus, dimanapun, menggantinya, dipecahkan, diutarakan, kendala, dihadapi, penggantiannya, total, susah, tidurpun, nyenyak, terpikir, olehnya, sekaligus, penting, dikonsultasikan, merindukan, lahirnya, berumah, tangga, kunjung, momongan, jengkal, berapapun, bernazar, memotong, tanduknya, dagingnya, sedekahkan, fakir, segala, takdzim, seberapa, bercampur, geli, melarang, bergurau, denganmu, lagipula, hilanglah, cahaya, balairungku, mencabut, perintahnya, menjilat, ludah, pengecut, bertindak, tamsil, ditumggu, berarti, dimaksud, hilangnya, berceritalah, mengusir, berlalu, jelas, hubungan, tentu, melanggar, adat, agama, menggegerkan, jelaskan, perkataanmu, beranaknya, tersenyum, keadaanmu, dikabarkan, zaman, nenek, moyangku, mengandung, terhormat, bersila, bawahnya, bertahta, berlari, lari, menyambut, seraya, berkenan, hina, dina, ajaib, setianya, aneh, timbul, menengok, diiringi, sejumlah, sampaikan, mengelurkan, bayiku, mengelus, elus, penyebabnya, lengang, dilarang, tertawa, meninggalkannya, gagah, rupawan, tersipu, sipu, merona, biasanya, mengambil, gugup, pasar, memergoki, memegang, berisi, anggur, menegur, penyair, wahai, kehausan, hormat, salam, riangnya, memerintah, mentrinya, memenjarakan, keadaan, dahaga, seratus, menyalahkan, pucat, membantah, hangat, matang, bakal, menjelaskan, perbuatannya, bertahan, gilakah, beras, bakalan, beginda, mendongakkan, gerak, mengangkat, menanak, periuknya, pernyataan, tanga, dzuhur, hidangan, dibagian, ikuti, mengipa, ngipas, tungkunya, sahut, matahari, dihadapan, perut, masakanmu, gerutuan, hidungnya, masakkah, nasinya, gerutu, ditunggu, diundang, permadani, sebelumnya, gelar, pangkat, kedudukan, terkumpul, kebelakang, menjerangnya, dihubungi, undangan, jawa, keberatan, kerumah, hajat, menolongku, berpisah, sapa, insyaallah, masalahmu, lihatlah, caraku, menang, izin, dirundung, malang, musibah, menimpa, nasibnya, kelihatan, murung, padahal, udara, sedemikian, cerah, dongkol, putus, asa, jugalah, mudah, mudahan, menangkan, gondok, penipuan, pengaduannya, malahan, disalahkan, ngotot, terserah, melapor, berkelahi, denganku, masakan, upahnya, waktunya, ditahannya, berdoa, dikabulkan, gembira, dilihat, menyalakan, delapan, menguatkan, datangnya, mengenai, disitu, kucoba, dicelupkannya, kedua, ajakan, mengundang, sepertiga, terkenal, didalamnya, berlama, separuh, ancaman, hukuman, 000, berbeda, beda, berujarlah, tentunya, menanyakan, pusinglah, kah, tanyalah, tunjukkan, menunjuk, keenam, dibawanya, menghaturkan, khidmat, masyarakat, kesanggupan, mambawa, lepaskan, ayal, kok, nggak, kebenaran, menuju, kerumunan, ujarnya, bermohon, berdiam, merenungkan, seharian, tetangga, persis, batas, diberikan, menguji, kecerdikan, hadapan, menginginkan, mendatangkan, penggal, lehermu, kepalanya, baca, terperanjat, duduknya, sepatah, katapun, tercenung, sate, arti, umurnya, sekalipun, selesai, paduka, kalimat, artinya, lihat, pengikatnya, pastilah, lepas, hanyalah, patah, disaksikan, cambukan, dilancarkan, kesakitan, dilaporkanlah, mengucapkan, mengayunkan, cambukannya, henti, lakukan, setiap, dhuhur, maghrib, terpikirkan, menghela, dirumah, diikat, sebatang, kurma, tahukah, kepadamu, berjarak, hambanya, home,
Text of the page (random words):
olam sehingga air kolam jadi hangat saudagar itu pucat mukanya ia tidak dapat membantah kata kata abu nawas begitu pula para pembesar itu karena memang demikian halnya sekarang aku ambil keputusan begini kata sultan saudagar itu harus membayar si pengemis seratus dirham dan di hukum selama satu bulan karena telah berbuat salah kepada orang miskin hakim dan orang orang pembesar di hukum empat hari karena berbuat tidak adil dan menyalahkan orang yang benar saat itu juga si pengemis memperoleh uangnya dari si saudagar setelah menyampaikan hormat kepada sultan dan memberi salam kepada abu nawas ia pun pulang dengan riangnya sultan kemudian memerintah mentrinya untuk memenjarakan saudagar dan para pembesar sebelum akhirnya kembali ke istana dalam keadaan lapar dan dahaga akan halnya abu nawas ia pun sebenarnya perutnya keroncongan dan kehausan kisah lucu abu nawas air susu yang pemalu air susu yang pemalu suatu hari sultan harun al rasyid berjalan jalan di pasar tiba tiba ia memergoki abu nawas tengah memegang botol berisi anggur sultan pun menegur sang penyair wahai abu nawas apa yang tengah kau pegang itu dengan gugup abu nawas menjawab ini susu baginda bagaimana mungkin air susu ini berwarna merah biasanya susu kan berwarna putih bersih kata sultan keheranan sambil mengambil botol yang di pegang abu nawas betul baginda semula air susu ini berwarna putih bersih saat melihat baginda yang gagah rupawan ia tersipu sipu malu dan merona merah mendengar jawaban abu nawas baginda pun tertawa dan meninggalkannya sambil geleng geleng kepala kisah lucu abu nawas abu nawas hamil dan hendak melahirkan abu nawas hamil dan hendak melahirkan sultan harun al rasyid masygul berat konon penyebabnya sudah tujuh bulan abu nawas tidak menghadap ke istana akibatnya suasana balairung jadi lengang sunyi senyap sejak dilarang datang ke istana abu nawas memang benar benar tidak pernah muncul di istana mungkin abu nawas marah kepadaku pikir sultan maka diutuslah seorang punggawa ke rumah abu nawas tolong sampaikan kepada sultan aku sakit hendak bersalin jawab abu nawas kepada punggawa yang datang ke rumah abu nawas menyampaikan pesan sultan aku sedang menunggu dukun beranak untuk mengelurkan bayiku ini kata abu nawas lagi sambil mengelus elus perutnya yang buncit ajaib benar kata baginda dalam hati setelah mendengar laporan punggawa setianya baru hari ini aku mendengar kabar seorang lelaki bisa hamil dan sekarang hendak bersalin dulu mana ada lelaki melahirkan aneh maka timbul keinginan sultan untuk menengok abu nawas maka berangkatlah dia diiringi sejumlah menteri dan para punggawa ke rumah abu nawas begitu melihat sultan datang abu nawas pun berlari lari menyambut dan menyembah kakinya seraya berkata ya tuanku syah alam berkenan juga rupanya tuanku datang ke rumah hamba yang hina dina ini sultan dipersilahkan duduk di tempat yang paling terhormat sementara abu nawas duduk bersila di bawahnya ya tuanku syah alam apakah kehendak duli syah alam datang ke rumah hamba ini rasanya bertahta selama bertahun tahun baru kali ini tuanku datang ke rumah hamba tanya abu nawas aku kemari karena ingin tahu keadaanmu jawab sultan engkau dikabarkan sakit hendak melahirkan dan sedang menunggu dukun beranak sejak zaman nenek moyangku hingga sekarang aku belum pernah mendengar ada seorang lelaki mengandung dan melahirkan itu sebabnya aku datang kemari abu nawas tidak menjawab ia hanya tersenyum coba jelaskan perkataanmu siapa lelaki yang hamil dan siapa dukun beranaknya tanya sultan lagi maka dengan senang hati berceritalah abu nawas konon ada seorang raja mengusir seorang pembesar istana tetapi setelah lima bulan berlalu tanpa alasan yang jelas sang raja memanggil kembali pembesar tersebut ke istana ini ibarat hubungan laki laki dan perempuan yang kemudian hamil tanpa menikah tentu saja itu melanggar adat dan agama menggegerkan seluruh negeri lagi pula apabila seorang mengeluarkan titah tidak boleh mencabut perintahnya lagi jika itu dilakukan ibarat menjilat air ludah sendiri itulah tanda tanda pengecut oleh karena itu harus berpikir masak masak sebelum bertindak itulah tamsil seorang lelaki yang hendak bersalin adapun dukun beranak yang ditumggu adalah kedatangan baginda kemari kata abu nawas dengan kedatangan baginda kemari berarti hamba sudah melahirkan yang dimaksud dengan bersalin adalah hilangnya rasa sakit atau takut hamba kepada baginda bukan begitu kata sultan ketika aku melarang kamu datang lagi ke istana itu tidak sungguh sungguh melainkan hanya bergurau besok datanglah engkau ke istana aku ingin bicara denganmu memang di sana banyak menteri tetapi tidak seperti kamu lagipula selama engkau tidak hadir di istana selama itu pula hilanglah cahaya balairungku segala titah baginda patik junjung tinggi tuanku sembah abu nawas dengan takdzim tetapi sultan cuma geleng geleng kepala dan tidak seberapa lama kemudian sultan pun kembali ke istana dengan perasaan heran bercampur geli kisah lucu abu nawas nazar seorang saudagar nazar seorang saudagar hai istriku sebaiknya kita bernazar kepada allah kata seorang saudagar kepada istrinya jika kita diberi anak laki laki aku akan memotong kambing yang besar dan lebar tanduknya sejengkal kemudian dagingnya kita sedekahkan kepada fakir miskin rupanya sang saudagar tersebut sudah sangat merindukan lahirnya seorang anak karena telah bertahun tahun berumah tangga tidak kunjung diberi momongan oleh tuhan kemudian ia menyuruh beberapa orang untuk mencari kambing besar bertanduk selebar jengkal dengan pesan beli saja kambing itu berapapun harganya tidak usah ditawar lagi ternyata usaha itu gagal total sulit memperoleh kambing dengan lebar tanduk sejengkal yang ada paling paling selebar tiga empat jari akibatnya saudagar itu susah tidurpun tidak nyenyak terpikir olehnya untuk mengganti nazarnya itu dengan sepuluh ekor kambing sekaligus yang penting kan kambing bukan binatang lain namun rencana itu akan dikonsultasikan dulu dengan beberapa orang penghulu di negeri itu ketika sampai di rumah seorang penghulu ternyata rumah itu sedang digunakan sebagai tempat pertemuan para penghulu seluruh negeri apa maksud kedatangan anda kemari tanya penghulu yang tertua ya tuan kadi jawab si saudagar itu hamba mempunyai nazar yang sulit dipecahkan lalu diutarakan kendala yang dihadapi dan rencana penggantiannya ternyata para kadi itu tidak berani memberikan rekomendasi untuk mengganti nazar mereka bahkan menyuruh saudagar itu untuk terus mencari kambing bertanduk sejengkal dimanapun dan kemana pun sesuai dengan nazar semula kami semua tidak berani menyuruh menggantinya dengan yang lain lain kenyataan itu semakin bertambah berat beban saudagar itu ia pun mohon diri pulang ke rumah pada suatu hari ia mendapat kabar bahwa di negeri baghdad ada seorang raja yang adil arif dan bijaksana namanya sultan harun al rasyid maka ia pun pasang niat menghadap sultan ke bagdad sesampai disana kebetulan baginda sedang duduk di balairung bersama beberapa orang menteri hai orang muda engkau berasal dari mana tanya baginda setelah melihat kedatangan saudagar muda ini ya tuanku syah alam jawab saudagar muda ampun beribu ampun adapun patik ini berasal dari negeri kopiah apa maksudmu datang kemari ingin berdagang tanya baginda sultan ya tuanku patik datang kemari ingin mengadukan nasib hamba ke bawah duli yang dipertuan jawab si saudagar katakan maksudmu supaya bisa kudengar titah baginda sultan maka diceritakanlah perihal nazar itu sampai kepada keputusan para penghulu negeri kopiah dan niatnya menemui baginda sultan di bagdad selanjutnya hamba mohon petuah dan nasehat baginda agar hamba dapat melepas nazar hamba itu dengan sempurna tutur saudagar itu dengan nada menghiba baikah kata baginda datanglah besok pagi insya allah aku dapat memberi jalan keluar saudagar itu pun mohon pamit dengan hati berbunga bunga kembali ketempat penginapannya alkisah sultan pun bingung memikirkan nazar saudagar itu sepanjang siang dan malam ia tidak dapat memicingkan matanya dengan apa nazar itu akan di bayar bila kambing bertanduk sejengkal tidak di dapat juga diganti dengan yang lain haram hukumnya malam harinya beliau mengumpulkan para kadi dan alim ulama di istananya kepada mereka beliau menyatakan keresahan hatinya sehubungan dengan nazar saudagar dari negeri kopiah itu tolong berikan pertimbangan kepadaku malam ini juga karena aku sudah terlanjur berjanji kepadanya untuk menerimanya menghadap esok pagi titah baginda sultan atau aku akan mendapat malu besar suasana balairung pun hening sunyi senyap berkepanjangan mereka termenung dan terpekur memikirkan titah sultannya namun tidak juga ditemukan jalan keluarnya ya tuanku syah alam kata salah seorang yang tertua di antara mereka tidak ada hukumnya baik menurut kitab maupun logika bahwa nazar itu boleh diganti dengan barang lain setelah itu satu persatu mereka mohon diri meninggalkan balairung dan pertemuan pun bubar baginda lalu masuk istana mau tidur tetapi mata itu tidak mau diajak kompromi karena otak masih terfokus pada masalah nazar dan malu besar yang akan dihadapinya esok pagi menjelang subuh baginda pun teringat kepada abu nawas tidak ada manusia yang dapat memutuskan hal ini selain abu nawas pikir baginda dengan suka cita setelah itu barulah baginda dapat memicingkan matanya tidur pulas sampai pagi begitu bangun diutuslah penggawa memanggil abu nawas setelah abu nawas tiba dihadapannya baginda pun mengutarakan perihal nazar saudagar dari negeri kopiah itu dan semua usaha yang sudah ditempuhnya serta malu besar yang akan didapatnya sebentar lagi karena para kadi dan orang alim seluruh negeri tidak dapat memberi jalan keluar apalagi sebentar lagi saudagar dari kopiah itu akan menghadap ke istana apa pendapatmu tentang hal itu tanya baginda sultan dengan sorot mata ingin tahu jawaban abu nawas ya tuanku syah alam jawab abu nawas ringan janganlah tuanku bersusah hati jika tuanku percaya insya allah hamba dapat menyelesaikan perkara ini tak berapa lama kemudian balairung pun dipenuhi orang orang yang ingin tahu keputusan baginda sultan tentang nazar saudagar dari negeri kopiah itu baginda memanggil saudagar tersebut dan memerintahkan abu nawas memecahkan masalah itu hai saudagar bawalah kemari anakmu dan seekor kambing yang besar badannya kata abu nawas mendengar perkataan abu nawas itu semua orang terheran heran termasuk baginda sultan dan si saudagar itu apa maksud abu nawas kali ini pikir mereka si saudagar itu menyatakan kesediaaannya membawa anak dan seekor kambing paling besar serta mohon pamit pulang ke negeri kopiah baginda sultan masuk istana melanjutkan tidurnya dan pertemuan pagi itu pun bubar sesuai dengan janjinya saudagar itu pun datang kembali ke bagdad beberapa hari kemudian ia membawa istri anak dan seekor kambing langsung menghadap sultan di istana datang juga engkau kemari hai saudagar kata baginda sultan tunggulah sebentar akan aku kumpulkan penghulu dan rakyat kemudian baginda menyuruh memanggil abu nawas akan halnya abu nawas ketika mengetahui di jemput ke istana ia pura pura sakit baginda sultan yang diberi tahu hal itu memaksa agar abu nawas di bawa dengan kereta kerajaan maka berangkatlah abu nawas ke istana dengan mengendarai kereta kencana yang ditarik dua ekor kuda mengapa kamu terlambat datang kemari tanya baginda sultan ya tuanku patik terlambat datang karena patik sakit kaki jawab abu nawas hai abu nawas kata sultan saat ini telah datang kemari saudagar itu bersama istri anak dan seekor kambing yang besar badannya coba selesaikan masalah ini dengan baik baiklah kata abu nawas akan hamba selesaikan masalah ini bukan main senang hati baginda mendengar jawaban itu abu nawas menarik kambing dan anak saudagar itu jari tangan kiri anak tersebut dijengkalkan ke tanduk kambing dan ternyata sama panjangnya baginda sultan dan seluruh yang hadir di balairung heran memikirkan ulah abu nawas ya tuanku hamba mohon ampun kata abu nawas jika hamba tidak salah ingat saudagar itu mengatakan bahwa lebar tanduk kambing itu sejengkal karena yang dinazarkan anak ini jari anak inilah yang hamba jengkalkan ke tanduk kambing itu dan ternyata pas benar jadi kambing ini boleh disembelih untuk membayar nazar itulah pendapat hamba jika salah hamba serahkan keputusannya kepada baginda dan semua orang yang hadir disini pendapat abu nawas aku kira benar kata baginda sultan dengan sangat meyakinkan bukan main senang hati saudagar itu karena ia dapat membayar lunas nazarnya maka diberikanlah hadiah kepada abu nawas berupa uang seratur dirham kemudian ia mohon pamit kepada sultan pulang ke negerinya kisah lucu abu nawas menteri yang zalim menteri yang zalim di negeri baghdad dahulu kala ada seorang menteri yang dikenal sangat jahat perangainya sehingga ditakuti warganya ia tidak bisa melihat perempuan cantik terutama istri orang pasti diambilnya apabila membeli suatu barang ia tidak pernah mau membayar ihwal itu lama kelamaan sampai juga ke telinga abu nawas sehingga membuat hatinya panas maka abu nawas pun pasang niat tidak akan meninggalkan daerah itu sebelum sang menteri menghembuskan nafas terakhir alias mati kemudian abu nawas berangkat ke tempat menteri itu tinggal dan sengaja menyewa rumah yang berdekatan untuk melakukan investigasi setelah beberapa hari bergaul dengan penduduk di situ ia pun kenal dengan sang menteri dan bahkan bersahabat baik begitu baiknya pendekatan yang dilakukan sampai sampai menteri itu tidak bisa mencium rencana busuk abu nawas abu nawas boleh masuk dan keluar rumah itu dengan bebas sehingga ia tidak menaruh curiga sama sekali kepadanya di dalam rumah itu abu nawas melihat sebuah tiang gantungan yang digunakan untuk menggantung orang orang yang bersalah kepada menteri itu cara menggantungnya pun dengan cara yang sadis yaitu kaki di atas dan kepala di bawah dalam posisi demikian orang itu dipukuli sampai mati dengan demikian memang betul berita berta yang aku dengar tentang menteri ini pikir abu nawas nantikanlah aku pasti akan membalas hai orang muda kata abu nawas kepada seorang pemuda tampan yang sedang menggiring seekor lembu gemuk apakah lembu itu akan dijual pertemuan itu terjadi ketika abu nawas berjalan jalan di sebuah sudut desa itu lembu ini tidak dijual jawab si pemuda karena ini warisan bapak hamba lebih baik lembu itu dijual saja abu nawas mencoba merayu kalau laku dengan harga tinggi kamu bisa berdagang sehingga uang itu menjadi banyak betul juga kata tuan jawab si pemuda setelah berpikir sejenak namun untuk menjualnya hamba harus berkonsultasi dengan ibu di rumah kalau ibu setuju boleh tuan membelinya itu akan lebih baik ujar abu nawas sementara anak muda itu pulang abu nawas memeras otak ia akan berusaha memanfaatkan ketampanan wajah anak muda itu untuk melaksanakan rencananya hai menteriku tunggulah bagianmu kelak kata abu nawas dalam hati dengan perasaan geram ibu setuju menjual lembu ini kata pemuda itu kepada abu nawas setelah keduanya bertemu lagi bagus kata abu nawas tetapi sebenarnya bukan aku yang akan membeli lembumu melainkan menteri yang zalim itu oleh karena itu beri...
|