Meta tags:
description= Mencerahkan dan mencerdaskan;
Headings (most frequently used words):
mulut, tidak, fpi, di, itu, napas, macam, tentang, muluters, meta, orang, islam, mayoritas, arogan, kah, adili, pimpinan, dan, backing, bubarkan, terkait, konflik, pkb, detik, com, netral, yang, hilang, era, informasi, telah, kembali, gusdur, konsisten, ternyata, niat, baik, saja, dianggap, cukup, kemerdekaan, bangsa, bulan, desember, terharu, pembodohan, ala, pers, malaysia, sekulerisme, perlu, maju, segar, kumpulan, dari, ke,
Text of the page (most frequently used words):
yang (181), mulut (117), dan (95), ini (59), tidak (55), itu (47), dari (43), dengan (41), orang (39), kita (39), untuk (38), dalam (28), akan (27), saja (27), adalah (26), sebagai (25), tersebut (25), lebih (24), atau (23), nggak (21), bisa (21), #konsisten (20), sendiri (19), identitas (18), gusdur (17), hal (17), anda (17), apa (17), komentar (16), secara (16), semua (16), lain (16), welgedewelbeh (15), juga (15), banyak (15), kalau (15), pada (14), penulis (14), sebuah (14), oleh (14), satu (14), baik (14), hari (14), bahwa (14), karena (13), berita (13), menjadi (13), ada (13), sikap (13), mau (13), com (12), blog (12), islam (12), lagi (12), harus (12), para (12), biasa (12), bangsa (12), komen (12), mungkin (12), sudah (11), fpi (11), bahkan (11), beberapa (11), bagi (11), siapa (11), desember (10), kategori (10), comments (10), baca (10), diri (10), internet (10), blogger (10), ataupun (10), balik (10), seperti (9), telah (9), tag (9), lanjut (9), penting (9), indonesia (9), memiliki (9), natal (9), buat (8), 2007 (8), 2008 (8), sekulerisme (8), makna (8), besar (8), malaysia (8), jawab (8), terlalu (8), dia (8), selamat (8), era (7), macam (7), terkait (7), kedua (7), sangat (7), kritis (7), tanpa (7), pendapat (7), tetapi (7), atas (7), niat (7), jadi (7), memang (7), diskusi (7), haram (7), wordpress (6), saya (6), baru (6), informasi (6), lidah (6), api (6), konflik (6), pkb (6), dunia (6), segala (6), mengenai (6), tentang (6), tiga (6), masih (6), sini (6), penjelasan (6), negeri (6), mereka (6), ngeblog (6), cukup (6), luar (6), merupakan (6), terakhir (6), integritas (6), saudara (6), membuat (6), intelektual (6), mengucapkan (6), jurnal (6), pun (6), posting (6), hilang (5), mayoritas (5), arogan (5), kembali (5), detik (5), antara (5), cara (5), and (5), perlu (5), berbagai (5), sebagian (5), malah (5), anti (5), hanya (5), waktu (5), tak (5), kali (5), motivasi (5), kayaknya (5), pemikiran (5), manusia (5), setiap (5), dua (5), ketiga (5), tentu (5), pertama (5), semoga (5), wibisono (5), tahu (5), bukan (5), hati (5), intelektualisme (5), seseorang (5), jelas (5), maka (5), bertanggung (5), tanggapan (5), masalah (5), kawan (5), serangan (5), gus (5), arah (5), politik (5), mulai (4), situs (4), nama (4), pak (4), sekali (4), januari (4), manis (4), pimpinan (4), agama (4), semangat (4), the (4), bahasa (4), mendapat (4), bersikap (4), terhadap (4), sesuatu (4), term (4), langsung (4), paling (4), barat (4), mengapa (4), artikel (4), lho (4), menggunakan (4), sama (4), media (4), berhak (4), membaca (4), ingin (4), niyat (4), toh (4), membawa (4), selalu (4), pikiran (4), muda (4), tahun (4), kok (4), berikut (4), nah (4), sastrodiwiryo (4), muslim (4), kepada (4), hanyalah (4), mana (4), jauh (4), beliau (4), mengatakan (4), padahal (4), ternyata (4), amin (4), rais (4), pernah (4), dikatakan (4), disclaimer (4), harapan (4), postingan (4), menyatakan (4), pernyataan (4), kelompok (4), dianggap (4), lalu (4), pemilu (4), 2009 (4), terbaik (4), kan (4), bukti (4), berubah (4), presiden (4), merasa (4), web (3), wajib (3), langganan (3), lihat (3), pembaca (3), sekarang (3), seluruh (3), november (3), juni (3), percakapan (3), bedah (3), netral (3), adili (3), backing (3), bubarkan (3), kah (3), terjadi (3), apapun (3), pandang (3), tertentu (3), menurut (3), kata (3), memahami (3), apalagi (3), agar (3), budaya (3), namun (3), dapat (3), kak (3), aktivis (3), terus (3), perkataan (3), cuplikan (3), akhirnya (3), deh (3), menerima (3), kantor (3), sungguh (3), maksud (3), pula (3), tanggung (3), boleh (3), pribadi (3), sejarah (3), hidup (3), popularitas (3), benar (3), rasa (3), negara (3), momentum (3), simak (3), bulan (3), nasional (3), diperingati (3), disebut (3), bagaimana (3), serta (3), anak (3), soal (3), jika (3), itulah (3), kitab (3), tradisi (3), tinggi (3), kasus (3), hadits (3), hukum (3), dimana (3), ucapan (3), tulisan (3), sana (3), sebenarnya (3), melihat (3), digunakan (3), semacam (3), opini (3), karya (3), berkata (3), kemanusiaan (3), sastra (3), alias (3), tujuan (3), hidden (3), identity (3), melanjutkan (3), berdiskusi (3), maaf (3), terima (3), tapi (3), daya (3), teliti (3), gara (3), isyarat (3), dur (3), capres (3), apakah (3), pasti (3), bilang (3), masa (3), plan (3), peduli (3), termasuk (3), kekerasan (3), fakta (3), jasa (3), pos (3), saat (3), fitri (3), tulis (2), memuat (2), isi (2), masuk (2), berlangganan (2), punya (2), akun (2), second (2), life (2), trend (2), setela (2), perhatian (2), muluters (2), pake (2), kang (2), mei (2), 2013 (2), mulutku (2), maju (2), laman (2), sekuler (2), ilmu (2), dimaknai (2), pandangan (2), memisahkan (2), atasnya (2), kekuatan (2), kehidupan (2), bermasyarakat (2), that (2), into (2), esp (2), berasal (2), asing (2), sebelum (2), diberikan (2), melakukan (2), berfikir (2), belakang (2), kafir (2), melalui (2), alih (2), membenci (2), bernama (2), ngakak (2), memberitakannya (2), seakan (2), 000 (2), demonstrasi (2), zainal (2), abidin (2), pendemonstrasi (2), kira (2), massa (2), mengambil (2), mengakui (2), menyuraikan (2), kebudayaan (2), reog (2), berlangsung (2), tindakan (2), coba (2), email (2), momen (2), terharu (2), berhenti (2), nya (2), nafsu (2), demi (2), menjaga (2), meningkatkan (2), namanya (2), hampir (2), jemari (2), kibot (2), menulis (2), begitu (2), belum (2), saling (2), sulit (2), tik (2), kemerdekaan (2), nusantara (2), ibu (2), bela (2), dipilih (2), seharusnya (2), malu (2), generasi (2), suatu (2), silahkan (2), menyadari (2), tanggal (2), sedangkan (2), napas (2), sastrawan (2), jayalah (2), kami (2), terutama (2), sosial (2), seorang (2), bukankah (2), demikian (2), ingat (2), tangan (2), ketika (2), klasik (2), mushonnif (2), menyebut (2), sebut (2), santun (2), konsepsi (2), diskusikan (2), salah (2), sumber (2), berhati (2), tersirat (2), buah (2), hasilkan (2), sia (2), sehingga (2), ber (2), kepribadian (2), filosofi (2), kebenaran (2), adanya (2), datang (2), dasar (2), judgment (2), beridentitas (2), sedang (2), sayangnya (2), tidaknya (2), inilah (2), pertanggung (2), jawaban (2), bersangkutan (2), berkomunikasi (2), menutup (2), kasarannya (2), palsu (2), perubahan (2), tidaklah (2), memaksa (2), filsuf (2), mengajukan (2), gagasan (2), bukanlah (2), anonim (2), pilihan (2), didasari (2), dijelaskan (2), ulasan (2), terserah (2), andapun (2), forum (2), bahasan (2), kredibilitas (2), baiklah (2), membahas (2), fokus (2), tanggapi (2), ditanggapi (2), topik (2), karakter (2), yaitu (2), politisi (2), jalan (2), mengajak (2), budayawan (2), kurang (2), harto (2), tuhan (2), yaa (2), publik (2), tindak (2), sebaliknya (2), jangan (2), sampai (2), buruk (2), dibuat (2), berpengaruh (2), biasanya (2), plin (2), kepentingan (2), susah (2), lawan (2), akhir (2), kemaren (2), mendatang (2), menjelang (2), partai (2), ponsel (2), layanan (2), perlahan (2), lahan (2), idul (2), jurnalistik (2), portal (2), manuver (2), kecondongan (2), monas (2), milis (2), kristen (2), katolik (2), bertanya (2), tanya (2), sahabat (2), raya (2), status (2), jengkel (2), feed (2), rancang, surel, ciutkan, bilah, kelola, laporkan, daftar, privasi, login, daftarkan, tema, neo, sapien, gratis, dirantingcemara, sontoloyo, maynard, pks, muhhamadiyah, teri, des, juli, 2026, usah, mas, mbak, tante, dll, berjenis, kelamin, kumpulan, penyakit, ayo, buka, segar, berikutnya, sebelumnya, pengetahuan, bebas, sifat, keduniaan, doktrin, keyakinan, relijius, gaib, aplikasi, bernegara, praktek, kenegaraan, berbangsa, levelnya, religius, mistik, belief, religion, ecclesiastical, affairs, should, not, enter, functions, state, public, education, worldly, spirit, views, like, system, doctrines, practices, disregards, rejects, any, form, religious, faith, worship, benda, bermakna, secu, lar, ism, http, www, yourdictionary, merujuk, asli, atribut, konotatif, pengguna, mengampanyekan, membiasakan, tetap, obyektif, independen, hanyut, arus, mainstream, menghadap, hadapkan, bertolak, cenderung, menyamakan, halus, teracuni, pernahkah, berpkir, mendalam, mencoba, menelaahnya, asalnya, dikandungnya, antipati, banyaknya, kesimpang, siuran, pemahaman, istilah, kesempatan, ngomong, mengupas, westoxified, selengkapnya, berjudul, dibaca, gimana, ikutan, wak, dubesnya, sakti, mandraguna, butuh, menit, membubarkan, ribuan, demonstran, sorry, brenti, uta, suraikan, turun, pentas, meneruskan, tugas, pejabatnya, meninggalkan, terdiam, terpukau, etelah, patah, sahaja, diapi, apikan, pelbagai, laporan, menuduh, kesenian, selepas, mendengar, daripada, kalangan, ponorogo, berkobar, kobar, kononnya, nekad, hadapan, kedutaan, pagi, duta, datuk, mohamed, zain, memerlukan, minit, melampirkan, aksi, demo, seniman, resmi, tetangga, bin, perasaan, menyesal, berulang, ngggak, menahan, tertawa, ajaib, aneh, tepat, menggugat, pemerintah, pembodohan, ala, pers, begini, dipertahankan, lama, kemajuan, peningkatan, spiritual, belepotan, dosa, berbelok, belok, terlumuri, rendah, sifatnya, semu, belaka, berusaha, belajar, maqom, bukannya, ide, ngupdate, hit, kasarnya, memanage, kuat, mudah, terkotori, takabur, kekaburan, puluh, memulai, menarikan, meng, update, huruf, diketikkan, titik, dititikkan, buyar, mengambang, menemukan, jalurnya, dituangkan, libat, melibat, diuraikan, rangkaian, pergulatan, menghalangi, memainkan, musik, merdeka, katakan, istimewa, memperingati, perjalanan, berbangga, sekaligus, 2000, bangga, paradox, jawabannya, terdapat, maknanya, menganggapnya, sekedar, etika, anonymity, credibility, scientific, credible, indonesiaku, bangsaku, pendapatnya, tunggu, diskkusi, manfaat, berbuat, konteks, dianjurkan, ungkapan, kirimu, kananmu, bersedekah, khasanah, turats, taurat, pengarangnya, arab, pengarang, dirinya, hamba, allah, hatilah, mencerabut, akar, adi, luhur, pongah, berlari, menjauh, menghormati, budi, pekerti, penerapan, validitas, terapkan, semena, mena, menimbang, sanad, ketersambungan, pengucap, rasulullah, kedudukannya, setelah, qur, nabi, terpercaya, sekian, juta, bertebaran, bumi, menjadikannya, pegangan, bersifat, eternal, karenanya, logika, absurd, fundamental, indah, dikutip, goenawan, mohammad, mengkonstruk, image, berdasarkan, persepsinya, massing, masing, meminta, anu, menyerahkan, mengutamakan, prinsip, humanisme, universal, memandang, persoalan, lengkap, alex, nainggolan, jelasnya, sebagaimana, satrodiwiryo, rujukkan, memperkuat, argumen, diajukan, keharusan, selaras, tindakannya, fatih, syuhud, idealita, mulia, obyektifitas, sering, diajarkan, diucapkan, landasan, mendidik, diadopsi, satunya, rugi, ibaratnya, mutiara, lumpur, laut, kotor, hendaknya, membantu, komprehensif, intelektualitas, sekan, mirip, menimba, dibiasakan, berat, lihatlah, berbicara, berapa, lembaga, disebutkan, awal, penentu, layak, dilihat, fundamen, bangunan, popularity, based, initial, assessment, tercermin, disampaikan, kemauan, sejauh, dihubungi, address, inti, moral, sejatinya, tuhannya, bener, jujur, jamin, dilengkapi, foto, nomor, telepon, jalal, sby, berwujud, anjing, ikut, mengalir, bersama, zaman, aware, aliran, jaman, bentuk, maya, memaknai, ulang, eksistensi, bergerak, lainnya, sungkan, sambil, segan, memunculkan, deskripsi, sistem, simbol, cerdas, mewujudkan, post, ribut, wiyoto, mengalami, fase, penulisnya, diantaranya, apresiasi, terjawab, awwalnya, penggunaan, pelajaran, berharga, depan, diributkan, marilah, membangun, kerangka, rukun, sayang, energi, dibuang, buang, meributkan, tentunya, undang, unjuk, background, diulas, terlebih, dahulu, dicoba, diutarakan, seobyektif, paham, latar, pilih, kredibilitasnya, blogosphere, diangkat, menyangkut, hajat, benarkah, sebagiannya, diambil, dimodifikasi, bunuh, ggapi, menan, btw, males, hendak, sendiripun, enggan, permohonan, maafkan, minta, dingin, rasanya, kupas, persatu, menilai, menyedikan, link, selebihnya, kelanjutan, tinggal, hancur, debat, kusir, dimulai, permintaan, mengatur, kontrol, sopan, adab, ketimuran, yakini, nilai, adiluhung, satupun, mengabaikan, oot, penuh, prasangka, setidaknya, demikianlah, suasana, reformasi, pembunuhan, diakhiri, kontradiktif, mempertanggung, jawabkannya, urusan, sebagus, dipertanggung, jawabkan, judulnya, berempati, gampang, menyesatkan, sepertinya, mencari, cari, menanggapi, kelemahan, personal, janggal, defensif, ditunjukkan, potensial, mengaku, diambilnya, dalih, mencerminkan, dipertanyakan, dipermasalahkan, dikatakannya, elemen, holeh, poinnya, pedas, puncaknya, tetep, bersikukuh, semula, guyonan, ngajak, bercanda, melainkan, ngefans, nyesel, meyakinkan, hangat, sang, empunya, meski, sempat, dikira, jeli, artikelnya, menyetujui, poin, miliknya, garanya, terlibat, asyik, kuasa, kalaupun, dimudahkan, mode, maksa, sajalah, menafsirkan, terikat, keputusan, tanduknya, ataukah, tambahan, bagai, pedang, bermata, positif, negatif, dipake, pendamping, menjadikan, kualitas, kawatir, takut, kebaikan, keburukan, hmmmh, teringat, untungnya, sepenggal, kalimat, susahnya, demen, tuh, gue, tambah, sononya, dipegang, apanya, omongan, berbahaya, banget, mimpin, anjrut, anjrutan, jadinya, ditambah, tambahi, sederet, semasa, memimpin, keplin, prestasi, mencla, mencle, menambahi, ngawur, sesat, cuman, menempatkan, padda, rel, pedulian, ketidak, prihatin, perkembangan, dibawa, merebaknya, kemurnian, serius, kebebasan, berpendapat, beragama, pembangunan, ekonomi, berpihak, kapitalis, sebagainya, isu, calon, melebarnya, kesenjangan, kaya, miskin, disetir, penakutnya, pelanggaran, konstitusi, berlindung, alasan, menebarkan, mengamalkan, pluralisme, membela, kaum, tertindas, golongan, minoritas, ditindas, menindas, menaikkan, menghancurkan, reputasinya, cepat, caranya, berbentuk, menakar, kekonsistenan, menghakimi, dibuatnya, merenungkan, konsistensi, menarik, acara, barusan, bulannovember, ngomongnya, njenengan, khawatir, rakyat, republik, menghendaki, menyiapkan, seribu, pembenci, kadung, sebel, tanduk, statemennya, memakai, mengecilkan, pengagum, bersedia, memaklumatkan, refleksi, ruang, serasa, ketinggalan, serupa, tokoh, memanfaatkan, mendapatkan, publisitas, raih, target, nanti, penggiat, masyarakat, pebisnis, ormas, meluncurkan, album, kilas, resolusi, pengaruh, dampak, lantas, hubungan, sepinya, semenjak, merasakan, memudar, menghilang, kemudahan, kemurahan, menina, bobokan, membunuh, intelek, sms, mail, sarana, komunikasi, murah, kini, semakin, kehilangan, pelanggannya, panen, sepi, peminat, real, time, mewabahi, muhaimin, kaidah, panas, minggu, tubuh, kebangkitan, siaran, cetak, maupun, elektronik, didalamnya, online, turut, menyoroti, dilakukan, kubu, tarik, netralitasnya, keberpihakan, soroti, masssa, pelanggan, luas, menjalankan, kode, etik, kejadian, habib, riziq, bersliweran, bias, testimoni, kutipan, korespondensi, dituduh, aktor, kerusuhan, mendukung, teori, konspirasi, validitasnya, simpang, siur, diikuti, adu, fitnah, pemelintiran, tahan, muak, pelaku, diproses, ditahan, dalang, dalangnya, diungkap, diadili, organisasi, dibubarkan, toleransi, jarang, memberikan, karib, berucap, iedul, berpuasa, romadhon, sisi, spanduk, hukumnya, singkat, kemungkinan, bakan, dapati, marah, diharamkan, baginya, disamakan, dibenci, menjijikkan, gambar, ringan, mengucap, adil, sombong, dikasih, ngasih, gak, solidaritasnya, selain, terimo, yakin, dibalik, kolotnya, ajaran, home, entri, meta, follow, 108, aku, lahir, makan, minum, dikenal, sukses, bercita, cita, mati, dibicarakan, salam, mencerahkan, mencerdaskan,
Text of the page (random words):
n dalam hal ini arah pembangunan ekonomi yang lebih berpihak pada kapitalis besar dan disetir oleh kepentingan asing melebarnya kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin dan lain sebagainya semua isu penting tersebut memaksa gusdur untuk mau ber susah susah lagi mau menjadi calon presiden kelompok pertama ini juga akan menambahi bahwa gusdur itu bukan orang yang pedulian pasti akan dikatakan kalau beliau itu nggak pernah mau peduli dikatakan nggak tahu diri ngawur kafir sesat apalagi cuman dikatakan plin plan dan nggak konsisten atau kasarannya yang penting menempatkan kepentingan dan arah bangsa padda rel yang benar nggak peduli mau jadi presiden atau tidak bagi orang orang yang memang sudah nggak demen gusdur pasti akan bilang nah tuh kan apa gue bilang tambah satu lagi bukti ke mencla mencle an gusdur dari sononya sudah nggak konsisten mau dipegang apanya omongan dia itu orang nggak konsisten macam ini kan berbahaya banget kalau mimpin negara bisa anjrut anjrutan negeri ini jadinya dan biasanya akan ditambah tambahi pula dengan sederet berbagai prestasi buruk dan bukti bukti lain keplin plan an gusdur semasa memimpin negeri ini di masa lalu hmmmh mengenai hal ini mulut jadi teringat sendiri akan posting susahnya untuk konsisten yang dibuat mulut beberapa bulan yang lalu untungnya mulut hanyalah orang nggak penting biasa yang konsisten atau tidaknya diri tidak berpengaruh pada kehidupan orang banyak jadi ingat sepenggal kalimat yang mulut tulis di sana menurut mulut konsisten itu bagai pedang bermata dua bisa ke arah positif dan sebaliknya bisa juga ke arah negatif sehingga sikap berhati hati sangat penting untuk dipake sebagai pendamping sikap konsisten jangan sampai sikap tidak mau berubah konsisten kita itu malah menjadikan kita lebih buruk dan tidak meningkatkan kualitas kita sebagai manusia jangan karena kawatir dianggap tidak konsisten lalu kita takut berubah padahal perubahan tersebut akan membawa kita kepada kebaikan atau kalau kita tidak berubah malah membawa kita pada keburukan nah apakah gusdur memang manusia yang nggak mau terikat lagi dengan tanggapan tanggapan publik mengenai segala pernyataan keputusan dan tindak tanduknya ataukah ini hanyalah tambahan bukti saja bahwa gusdur memang tidak konsisten semua terserah anda yang menafsirkan kan semoga saja apapun yang terjadi pada negeri ini adalah yang terbaik yang memang berhak kita terima dari yang kuasa kalaupun kita memang belum berhak menerima yang terbaik semoga saja dimudahkan jalan kita untuk menjadi bangsa yang berhak itu mode maksa tuhan on he he he yang terbaik sajalah dan harus yang terbaik ya tuhan yaa yaa januari 13 2008 kategori bedah mulut lidah api tag capres gus dur konsisten pemilu 2009 penulis mulut comments 22 komentar ternyata niat baik saja dianggap tidak cukup welgedewelbeh beberapa waktu yang lalu mulut terlibat dalam sebuah diskusi yang cukup asyik dengan saudara wibisono sastrodiwiryo di blog budayawan muda miliknya gara garanya adalah komentar mulut di postingan isyarat pak harto di mana mulut menyatakan tidak menyetujui beberapa poin dari isi postingan tersebut komen pertama mulut ditanggapi dengan baik oleh sang empunya blog meski sempat dikira kurang jeli membaca artikelnya dengan semangat berdiskusi yang hangat mulut melanjutkan mengajukan beberapa tanggapan dan meyakinkan bahwa mulut sudah cukup teliti di komen ke dua yang mulut nyesel adalah di komen ke dua tersebut mulut pake ngajak bercanda penulis dengan mengatakan bahwa mungkin malah dia yang kurang teliti juga bahwa posting itu bukanlah isyarat pak harto melainkan isyarat kalau si penulis adalah orang yang ngefans amin rais nah mungkin gara gara mulut tetep bersikukuh pada pendapat semula dan karena guyonan tersebut akhirnya mulut mendapat komen balik yang beberapa poinnya cukup pedas puncaknya adalah ketika identitas mulut mulai dipertanyakan dan dipermasalahkan dikatakannya bahwa diskusi tanpa identitas adalah jauh dari apa yang namanya bertanggung jawab bagi dia identitas adalah elemen yang penting dalam berdiskusi bahkan secara tersirat hidden identity yang dipilih holeh mulut seperti dijelaskan dalam disclaimer kami dianggap tidak mencerminkan sebuah kredibilitas yang tinggi satu hal yang janggal dalam komen balik kedua ini adalah sikap defensif yang luar biasa yang ditunjukkan oleh kawan potensial yang mengaku sebagai budayawan muda ini seperti diambilnya posting pertama mulut sebagai dalih bahwa mulut tidak bisa memahami jalan pikiran amin rais padahal jelas jelas kalau mau baca dengan teliti posting tersebut bukan judulnya saja maka akan jelas bahwa tujuan postingan tersebut adalah untuk mengajak kita semua berempati dan nggak gampang menyesatkan kelompok lain sepertinya kok kawan kita yang satu ini mencari cari segala kelemahan personal mulut untuk tidak terus fokus menanggapi topik yang mulut diskusikan yaitu soal amin rais dan reformasi mungkin inilah yang disebut para politisi ataupun aktivis sebagai pembunuhan karakter komen balik kedua tersebut diakhiri dengan menyebut disclaimer mulut sebagai sebuah pernyataan yang kontradiktif dalam bahasa dia sendiri dia menyatakan niat baik tanpa identitas bagaimana mempertanggung jawabkannya tapi itu urusan anda sebagus apapun pikiran dan gagasan anda tak bisa dipertanggung jawabkan mengabaikan seluruh serangan dan ke oot an bahasan mulut terus melanjutkan diskusi dengan penuh prasangka baik harapan dan rasa tanggung jawab setidaknya demikianlah suasana hati mulut menurut mulut sendiri coba saja lihat komen terakhir mulut dalam diskusi tersebut dimulai dengan permintaan maaf mengatur segala kata dengan kontrol sopan santun dan adab ketimuran yang mulut yakini merupakan nilai yang adiluhung tidak ada satupun serangan di komen balik kedua yang mulut tanggapi dengan serangan balik lagi karena mulut nggak ada waktu untuk debat kusir tapi apa daya harapan tinggal harapan dengan hati yang hancur akhirnya tanggapan balik ketiga atas komen ketiga mulut harus mulut terima beberapa link berita memang masih diberikan untuk membahas topik diskusi selebihnya sebagian besar adalah kelanjutan serangan kepada karakter mulut tidak perlu rasanya mulut kupas satu persatu apa serangan balik yang mulut terima di komen balik tersebut toh semua blogger bisa menilai sendiri dari komen balik tersebut yang lebih menyedikan adalah niat baik mulut untuk minta maaf ditanggapi dingin dengan berkata permohonan maaf andapun sulit saya tanggapi karena siapa yang harus saya maafkan anda bukan siapa siapa mulut tidak hendak melanjutkan diskusi di sana toh dia sendiripun telah menyatakan enggan untuk berdiskusi secara lebih jauh dengan mulut dengan mengatakan btw saya males membahas masalah anda ini membuat postingan saya jadi tidak fokus baiklah mulut pun tidak melihat ada niat yang baik dari saudara wibisono sastrodiwiryo dalam menan ggapi maksud baik mulut semoga saja itu tidak menjadi bunuh diri intelektual kawan kita yang satu ini semua diskusi di atas adalah background dari posting mulut kali ini diulas terlebih dahulu dengan bahasan yang dicoba diutarakan seobyektif mungkin agar para pembaca paham latar belakang tulisan ini masalah hidden identity dari seorang blogger seperti yang mulut pilih dan kredibilitasnya di blogosphere indonesia penting untuk diangkat di sini karena ini menyangkut hajat hidup banyak blogger benarkah hidden identity tidak bertanggung jawab tidak memiliki kredibilitas simak saja deh ulasan mulut berikut ini yang sebagiannya diambil dan dimodifikasi dari komentar ke tiga mulut di artikel yang bersangkutan semoga saja ulasan ini bisa menjadi pelajaran yang berharga buat kita semua para blogger indonesia harapan mulut ke depan masalah ini tidak perlu terlalu diributkan lagi dan marilah membangun negeri ini dalam kerangka rukun blogger dan niat yang baik bagi mulut terlalu sayang energi dan waktu dibuang buang hanya untuk meributkan hal yang tidak terlalu penting semacam ini akan tetapi tentunya semua terserah anda andapun mulut undang untuk unjuk pendapat dalam masalah ini di forum komentar dari artikel ini menulis tanpa identitas bukanlah hal baru di dunia ini dunia sastra kita pun pernah mengalami fase dimana para penulisnya adalah anonim pilihan ini tidak membuat mereka dikatakan sebagai orang yang tidak bertanggung jawab bahkan beberapa diantaranya adalah karya sastra yang luar biasa dan mendapat apresiasi yang tinggi tanggapan saudara wibisono sastrodiwiryo terhadap hal ini dengan mengatakan bahwa mereka tidaklah anonim akan tetapi memiliki nama alias sebenarnya sudah terjawab dari awwalnya bukankah mulut juga merupakan sebuah nama alias juga penggunaan nama alias semacam ini tentu saja didasari oleh sebuah pemikiran dan tujuan tertentu dalam hal ini telah dijelaskan semua dalam disclaimer blog mulut bahkan kalau kita ikut mengalir bersama zaman dan aware dengan aliran jaman tersebut maka dunia intelektualisme bentuk baru tidaklah harus beridentitas ya dunia maya internet memaksa kita untuk memaknai ulang makna eksistensi manusia dan identitas kemanusiaan dalam bahasa pak ribut wiyoto internet dapat mewujudkan gagasan kebudayaan post filosofi sebuah karya sastra cerdas yang bergerak dari satu pemikiran filsuf besar ke filsuf besar lainnya tanpa sungkan sambil tidak segan memunculkan pemikiran sendiri secara kritis mengajukan deskripsi sistem simbol dan cara pandang yang lain lebih jauh lagi dengan adanya internet beliau mengatakan telah terjadi perubahan konsepsi kemanusiaan itu sendiri kasarannya di internet tidak ada yang tahu kalau anda berwujud anjing he he he bener nggak kalau kita mau jujur siapa yang bisa jamin kebenaran identitas seseorang di internet terlalu banyak kasus blog yang menggunakan identitas yang seakan akan benar dilengkapi dengan foto dan nomor telepon de el el segala padahal itu palsu siapa yang tahu kalau mulut ini ternyata amin rais atau kang jalal atau bahkan sby sendiri he he he pertanggung jawaban dan integritas secara intelektual di internet itu tercermin dari apa yang disampaikan dan kemauan yang bersangkutan untuk berkomunikasi sejauh anda bisa dihubungi memiliki email address tidak menutup komen dan berkata dengan bertanggung jawab maka itulah inti sikap bertanggung jawab secara intelektual di internet lebih jauh lagi secara moral pertanggung jawaban itu sejatinya kepada tuhannya sendiri sendiri cara berfikir tentang tanggung jawab intelektualitas yang sekan wajib beridentitas mirip dengan bangsa barat dimana sekarang mulut sedang menimba ilmu di dunia barat dibiasakan bersikap kritis sayangnya sikap kritis itu terlalu berat dimaknai sebagai lihatlah siapa yang berbicara jika ada seseorang membaca sebuah jurnal maka initial assessment dari jurnal tersebut adalah siapa penulis jurnal itu jurnal apa yang memuat berapa banyak jurnal lain yang dia hasilkan dari lembaga mana penulis itu berasal semua yang disebutkan mulut di atas digunakan sebagai judgment awal penentu layak tidaknya sebuah jurnal untuk dilihat lebih lanjut inilah budaya popularity based yang memang merupakan salah satu fundamen bangunan sosial bangsa barat sikap kritis demikian tentu boleh boleh saja diadopsi akan tetapi kalau digunakan sebagai satu satunya dasar judgment maka kita akan rugi sendiri ibaratnya bagaimana jika ada mutiara di dalam lumpur dasar laut yang kotor sikap kritis semacam itu hendaknya membantu kita melihat sebuah opini atau karya intelektual secara lebih komprehensif itu saja secara idealita bangsa kita sebenarnya memiliki cara pandang yang lebih mulia akan obyektifitas intelektual telah sering diajarkan pada kita untuk melihat apa yang diucapkan dan bukan siapa yang mengucapkan itulah sebenarnya yang menjadi landasan filosofi blog mulut mendidik diri sendiri untuk menerima kebenaran secara apa adanya yang bisa datang dari siapa saja dan dari mana saja mengenai integritas seseorang terkait dengan jelasnya identitas orang tersebut sebagaimana saudara wibisono satrodiwiryo rujukkan ke tulisan fatih syuhud bagi mulut tulisan itu bahkan memperkuat argumen yang diajukan mulut tentang identitas itu sendiri tidak ada di sana keharusan bahwa untuk ber integritas seseorang harus memiliki identitas yang jelas yang ada adalah kepribadian yang jelas kepribadian yang selaras antara ucapan dan tindakannya bahkan pandangan yang lebih fundamental soal identitas ini secara indah dikutip oleh alex r nainggolan dari pemikiran goenawan mohammad bahwa para sastrawan harus menyerahkan diri mereka sebagai orang tanpa identitas dengan mengutamakan prinsip humanisme universal sehingga memandang sesuatu persoalan dengan lengkap sekali lagi identitas mulut adalah tersirat dari buah buah pikiran yang mulut hasilkan itu sendiri silahkan saja semua orang mengkonstruk image identitas mulut berdasarkan persepsinya massing masing toh meminta orang lain untuk mengakui diri sendiri sebagai orang yang anu atau orang yang ini juga merupakan tindakan yang sia sia penerapan konsepsi validitas pendapat dan perkataan seseorang terkait dengan integritas pribadi orang tersebut yang mulut diskusikan di sini tentu saja tidak bisa kita terapkan secara semena mena dalam kasus menimbang sanad ketersambungan hadits dari pengucap terakhir kepada rasulullah dari sebuah hadits hadits adalah salah satu sumber hukum islam dimana kedudukannya adalah sumber hukum kedua setelah al qur an tentu saja kita harus berhati hati mengambil perkataan nabi kita dari orang yang tidak terpercaya sedangkan kita ini hanyalah manusia biasa ucapan dan pendapat kita hanyalah satu dari sekian juta pendapat yang bertebaran di atas bumi tidak ada yang akan menjadikannya sebagai pegangan hidup yang bersifat eternal jadi karenanya logika tersebut menjadi absurd di sini hati hatilah kita semua karena yang disebut sebut orang sebagai intelektualisme dan sikap kritis itu dapat membuat kita mencerabut diri sebagian akar tradisi bangsa kita yang adi luhur membuat kita pongah dan berlari menjauh dari apa yang kita sebut dengan budaya yang santun sikap yang saling menghormati dan budi pekerti yang tinggi terakhir soal niat berbuat baik tanpa identitas terutama dalam konteks sosial jika saudara seorang muslim bukankah hal demikian dalam hal hal tertentu malah dianjurkan ingat nggak ungkapan berikut kalau bisa tangan kirimu tidak tahu ketika tangan kananmu bersedekah oleh karena itulah banyak sekali kitab luar biasa dalam khasanah islam klasik turats bukan kitab taurat lho ada banyak kitab yang pengarangnya mushonnif bahasa arab dari pengarang hanya menyebut dirinya sebagai hamba allah ataupun sebagai mushonnif saja nah bagaimana pendapat anda semua para blogger indonesia mengenai hal ini pendapatnya kami tunggu di sini semoga diskkusi ini membawa manfaat bagi mulut saudara wibisono sastrodiwiryo serta seluruh anak bangsa indonesia jayalah indonesiaku jayalah bangsaku artikel terkait scientific and credible blogger anonymity and credibility januari 8 2008 kategori percakapan mulut tag etika internet identitas identitas blogger integritas integritas blogger sastrawan internet penu...
|