If you are not sure if the website you would like to visit is secure, you can verify it here. Enter the website address of the page and see parts of its content and the thumbnail images on this site. None (if any) dangerous scripts on the referenced page will be executed. Additionally, if the selected site contains subpages, you can verify it (review) in batches containing 5 pages.
favicon.ico: putuwijaya.wordpress.com - Putu Wijaya | Bertolak Dari Ya.

site address: putuwijaya.wordpress.com

site title: Putu Wijaya Bertolak Dari Yang Ada...

Our opinion (on Saturday 11 July 2026 9:23:15 UTC):

website (probably) only for adults * website (probably) only for adults ! YELLOW status (not for everyone) - not for everyone
After content analysis of this website we propose the following hashtags:


page from cache: 5 days ago
Meta tags:
description=Bertolak Dari Yang Ada;

Headings (most frequently used words):

putu, wijaya, valentine, pendet, rendra, bom, 2009, teater, kampus, pluralitas, pornography, cantik, suap, blog, stats,

Text of the page (most frequently used words):
yang (390), itu (219), tidak (205), dan (202), saya (199), sudah (135), amat (127), kita (127), dengan (115), orang (92), kalau (85), ada (84), dia (81), akan (81), ini (78), karena (77), tapi (70), untuk (68), dari (68), ami (68), saja (62), apa (62), hanya (60), bisa (52), bukan (52), dalam (50), mereka (49), mau (47), pak (46), #teater (45), juga (44), memang (43), tetapi (42), pada (42), tak (41), lagi (41), kamu (40), jadi (40), oleh (39), amplop (38), jangan (37), aku (36), harus (36), adalah (35), begitu (33), sebuah (33), menjadi (33), kami (33), seperti (32), semua (32), pun (31), anak (29), sekali (29), datang (29), sekarang (28), satu (28), kemudian (28), banyak (28), sebagai (28), rumah (27), masih (27), membuat (27), kampus (26), kata (26), lalu (26), lebih (26), kan (25), baru (24), kepada (24), tiba (24), baik (24), tetangga (23), komentar (22), kedua (22), uang (22), kenapa (22), masyarakat (22), lain (21), para (21), bapak (21), mata (20), tahu (20), sendiri (20), sampai (20), mana (20), marah (20), atau (19), melihat (19), istri (19), sama (19), bahwa (19), makan (19), bahkan (19), tahun (18), manusia (18), tangan (18), nanti (18), kembali (18), muncul (18), indonesia (18), lee (18), bom (17), mulai (16), masuk (16), mungkin (16), bagaimana (16), terjadi (16), tradisi (16), bali (15), situ (15), benar (15), betul (15), masalah (15), besar (15), negara (15), bangsa (15), perbedaan (15), suap (14), ikut (14), diam (14), diri (14), boleh (14), tanpa (14), sehingga (14), cepat (14), hidup (14), lama (14), merasa (14), putu (13), wijaya (13), punya (13), langsung (13), sesuatu (13), sebab (13), kemenangan (13), 2009 (13), ruu (12), cantik (12), ketika (12), pasti (12), sakit (12), kurang (12), terus (12), memberikan (12), seorang (12), sedang (12), kepala (12), jakarta (12), pendet (11), mas (11), ternyata (11), menerima (11), salah (11), perlu (11), tempat (11), siapa (11), berarti (11), tamu (11), anda (11), keras (11), tari (11), tukang (11), sate (11), lihat (10), buat (10), suara (10), rendra (10), dipublikasi (10), peduli (10), setelah (10), pernah (10), depan (10), hari (10), sambil (10), masak (10), kali (10), daerah (10), pergi (10), wanita (10), air (10), waktu (10), bagus (10), politik (10), posted (10), negeri (10), namanya (10), berbeda (10), agama (10), jawa (10), televisi (10), dicuci (10), seni (9), 2008 (9), kaitkata (9), kaca (9), jelas (9), darah (9), nampak (9), dulu (9), kehidupan (9), menang (9), hati (9), semuanya (9), setiap (9), terlalu (9), selalu (9), pulang (9), menjawab (9), terkejut (9), bagi (9), seluruh (9), pemilihan (9), kecantikan (9), kalah (9), semakin (9), membunuh (9), perangkat (9), cerpen (8), pornography (8), budaya (8), mampu (8), ade (8), isinya (8), perasaan (8), dua (8), malam (8), tua (8), berani (8), bulan (8), menolak (8), cukup (8), sangat (8), ibu (8), ingin (8), penuh (8), coba (8), paling (8), pilihan (8), panitia (8), berbagai (8), kalian (8), masing (8), valentine (7), burung (7), pos (7), keluar (7), kolam (7), sering (7), kok (7), menangis (7), menunjukkan (7), mati (7), akhirnya (7), menghadapi (7), apalagi (7), handuk (7), ribu (7), terimakasih (7), main (7), badan (7), seakan (7), ketawa (7), maaf (7), apakah (7), soal (7), minta (7), luar (7), beberapa (7), memilih (7), ratu (7), putri (7), kekalahan (7), undang (7), kepentingan (7), hal (7), disebut (7), bahasa (7), tenang (7), hotel (7), malaysia (7), nama (6), willy (6), kemerdekaan (6), hampir (6), enak (6), kertas (6), tadi (6), justru (6), asal (6), ayo (6), mengambil (6), keputusan (6), penjara (6), keluarga (6), jauh (6), meskipun (6), sempat (6), rasa (6), malu (6), pikiran (6), maksud (6), kadang (6), suka (6), wajar (6), belum (6), teman (6), mencari (6), kaya (6), berteriak (6), heran (6), matanya (6), memerlukan (6), memberi (6), atas (6), dunia (6), juta (6), saudara (6), tercantik (6), sebenarnya (6), bintang (6), korban (6), balik (6), kenyataan (6), kebenaran (6), menarik (6), kearifan (6), tembok (6), tontonan (6), naskah (6), harga (6), tafsir (6), bijak (6), situs (5), langganan (5), isi (5), sosial (5), sembilan (5), sila (5), pahlawan (5), gubernur (5), adat (5), agustus (5), bangsat (5), anaknya (5), supaya (5), usah (5), menahan (5), hak (5), mesti (5), terpaksa (5), kira (5), masa (5), saat (5), bersikap (5), sana (5), sengaja (5), percaya (5), turun (5), kecil (5), bapaknya (5), berhenti (5), biasa (5), membawa (5), mengeluarkan (5), berapa (5), siap (5), mobil (5), serius (5), mengerti (5), zaman (5), tetap (5), kawasan (5), wilayah (5), dirinya (5), agar (5), mengangguk (5), adanya (5), jalan (5), jawaban (5), cara (5), selama (5), kaki (5), kelihatan (5), pemimpin (5), pemuka (5), caranya (5), itulah (5), artinya (5), otak (5), segala (5), dapat (5), pluralisme (5), lunak (5), benarkah (5), idiologi (5), barat (5), secara (5), tentang (5), pertunjukan (5), sutradara (5), laku (5), bencana (5), kau (5), tertegun (5), segi (5), melarang (5), berkata (5), sabar (5), cari (5), wordpress (4), com (4), jurus (4), film (4), berita (4), seniman (4), panca (4), merdeka (4), merak (4), habis (4), kalap (4), ganti (4), kejahatan (4), semacam (4), menyerahkan (4), membeli (4), motor (4), menunjuk (4), bertanggungjawab (4), biar (4), abang (4), kuat (4), menyangka (4), lho (4), malah (4), memasuki (4), beli (4), berkali (4), dihukum (4), daripada (4), lewat (4), diambil (4), cek (4), bukti (4), kebetulan (4), mencoba (4), lomba (4), terang (4), tersebut (4), naik (4), suaminya (4), kamar (4), kotoran (4), senang (4), berlari (4), menyambut (4), daging (4), tanda (4), kabur (4), gapai (4), menjelaskan (4), terlambat (4), melotot (4), menentang (4), padahal (4), sebelum (4), tujuannya (4), menghargai (4), mendapat (4), kemanusiaan (4), lima (4), kosong (4), beku (4), mengatakan (4), katanya (4), raja (4), pusat (4), memiliki (4), pemilih (4), kreteria (4), dianggap (4), dong (4), rakyat (4), antara (4), bagian (4), lupakan (4), membantu (4), perut (4), maka (4), kebhinekaan (4), ruang (4), orangnya (4), dengar (4), strategi (4), makanya (4), bertindak (4), beda (4), seratus (4), berat (4), alam (4), pasal (4), lokal (4), kelompok (4), strata (4), pertama (4), warna (4), istiadat (4), penjajahan (4), kelas (4), kecuali (4), keadilan (4), peristiwa (4), sebagainya (4), unsur (4), pengetahuan (4), akting (4), layar (4), titik (4), kehilangan (4), persoalan (4), makin (4), ekonomi (4), kaget (4), presiden (4), istrinya (4), marriott (4), sejak (4), ikutan (4), bapakmu (4), manggut (4), mbah (4), surip (4), almarhum (4), kebudayaan (4), kota (4), mentang (4), gara (4), iklan (4), pink (4), yuk (4), alun (4), web (3), blog (3), gratis (3), mental (3), pluralitas (3), desa (3), kala (3), patra (3), bung (3), karno (3), sebelumnya (3), disuap (3), menikmati (3), pintu (3), motornya (3), kesempatan (3), perbuatan (3), gemetar (3), peringatan (3), bertambah (3), panas (3), dapur (3), menurut (3), melirik (3), capek (3), berhak (3), kemiskinan (3), membela (3), kena (3), bawah (3), nurani (3), juri (3), berlebihan (3), diterima (3), tepat (3), menyuap (3), bawa (3), mengubah (3), takut (3), ide (3), kenal (3), mandi (3), untung (3), tahan (3), ribuan (3), teriak (3), terjun (3), gagal (3), bau (3), aduh (3), segera (3), diinjak (3), menggeleng (3), sih (3), tanya (3), bengong (3), memanggil (3), dasar (3), bertanya (3), mengejar (3), menyelamatkan (3), sibuk (3), meja (3), tunai (3), merogoh (3), silakan (3), mengulurkan (3), bergerak (3), walau (3), pakai (3), milyar (3), bank (3), belakang (3), kontan (3), kapan (3), karya (3), berdasarkan (3), anggota (3), mengalami (3), peserta (3), oktober (3), kepribadian (3), hasilnya (3), puas (3), kontes (3), selesai (3), menyangkut (3), majalah (3), umumkan (3), mengirim (3), perempuan (3), kartu (3), panjang (3), serta (3), belajar (3), mengapa (3), bisik (3), gembira (3), kebangkitan (3), pemuda (3), nasional (3), mari (3), cabul (3), tersimpan (3), ganyang (3), tubuhnya (3), mono (3), kultur (3), tambah (3), biarkan (3), tangannya (3), diajak (3), begini (3), jatuh (3), terima (3), apabila (3), memikirkan (3), november (3), umum (3), jiwa (3), menafsirkan (3), menjalankan (3), bersama (3), misalnya (3), kebiasaan (3), sebaliknya (3), kekuasaan (3), papua (3), gotong (3), royong (3), nusa (3), persatuan (3), bertolak (3), terhadap (3), pemerintah (3), soempah (3), pemoeda (3), hendak (3), semangat (3), berpikir (3), usaha (3), hilang (3), buku (3), jenis (3), musik (3), bidang (3), aspek (3), sinetron (3), cerita (3), vcd (3), meninggalkan (3), samurai (3), sebentar (3), dekat (3), duduk (3), ngomong (3), pemain (3), australia (3), tsunami (3), memandang (3), menyebabkan (3), amerika (3), koran (3), menjelang (3), juli (3), michael (3), jackson (3), cuci (3), menganggap (3), raya (3), marriot (3), terdiam (3), merasakan (3), kematian (3), terorisme (3), baiknya (3), dilupakan (3), kasur (3), virus (3), tersinggung (3), tinggi (3), mantunya (3), budak (3), tarian (3), oke (3), silahturahmi (3), nggak (3), ang (3), pao (3), jualan (3), wajib (2), pembaca (2), laporkan (2), berlangganan (2), undangan (2), uncategorized (2), sambutan (2), pemikiran (2), teror (2), mandiri (2), lakon (2), hukum (2), ffi (2), menyerbu (2), menghajar (2), telinga (2), tangis (2), neraka (2), bajingan (2), sambar (2), batu (2), gelap (2), lari (2), berkejar (2), direbut (2), mengganti (2), kiat (2), keberanian (2), temukan (2), gantikan (2), rumahnya (2), menemukan (2), maksudnya (2), menatap (2), terperanjat (2), nafas (2), menusuk (2), berdiri (2), meletakkan (2), miskin (2), bang (2), menderita (2), sangka (2), tahi (2), tuhan (2), nekat (2), bahagia (2), manis (2), ketiga (2), menunggu (2), nasib (2), tidur (2), warung (2), sayang (2), melakukan (2), memprotes (2), penyuap (2), berlalu (2), menyiapkan (2), meski (2), sepi (2), timang (2), rasanya (2), aneh (2), terasa (2), mengakui (2), betapa (2), diakui (2), namun (2), dinilai (2), sepuluh (2), dicapai (2), pemenangnya (2), calon (2), jahil (2), mengembalikan (2), mimpi (2), menyembunyikan (2), busuknya (2), dibiarkan (2), berkembang (2), laki (2), menginginkan (2), lahir (2), berikan (2), tanah (2), amplopnya (2), harganya (2), berdebat (2), tiga (2), terbang (2), chiki (2), ngasih (2), limapuluh (2), bener (2), badannya (2), rela (2), kayak (2), bego (2), cepetan (2), rezeki (2), melawan (2), sementara (2), sogokan (2), kasih (2), lakukan (2), tegas (2), kacau (2), melemparkan (2), eling (2), cemas (2), kecewa (2), tamunya (2), berapi (2), api (2), lenyap (2), setengah (2), jam (2), menggapai (2), memperhatikan (2), kelakuan (2), bahaya (2), dipakai (2), berenang (2), rontok (2), sehat (2), duanya (2), memeluk (2), hallo (2), menekan (2), nomor (2), mencegah (2), menelpon (2), batuk (2), reaksi (2), gampang (2), wartawan (2), sejumlah (2), ambil (2), padat (2), ragu (2), was (2), bergetar (2), entah (2), tersenyum (2), adil (2), kuda (2), mewakili (2), pelukis (2), kerajaan (2), melukis (2), kesejahteraan (2), terancam (2), muda (2), harap (2), azasi (2), secarik (2), panita (2), wadam (2), cerminan (2), sanksi (2), mengungkapkan (2), kriterianya (2), phisik (2), anggap (2), diundang (2), protes (2), hasil (2), pemenang (2), akibat (2), diberikan (2), pertemuan (2), berunding (2), pihak (2), mendesak (2), keselamatan (2), jutaan (2), ulang (2), media (2), menentukan (2), wajah (2), diukur (2), mengundang (2), asyik (2), sudut (2), kakinya (2), kulitnya (2), mayat (2), sedikit (2), milik (2), hura (2), mirip (2), mall (2), salon (2), kebanyakan (2), perawan (2), mama (2), mukanya (2), hangat (2), anakku (2), akhir (2), berbuat (2), semena (2), mena (2), golongan (2), mempedulikan (2), pita (2), garuda (2), lambang (2), arah (2), berpartisipasi (2), memberantas (2), publik (2), diusut (2), setidak (2), tidaknya (2), seret (2), hukumannya (2), kecabulan (2), bongkar (2), almari (2), janji (2), taktik (2), remuk (2), mudah (2), mengiris (2), pisau (2), lemak (2), jahat (2), meratapi (2), dengerin (2), gagap (2), bayangkan (2), menutup (2), ditunda (2), perjuangkan (2), sesungguhnya (2), gado (2), semata (2), harmoni (2), laras (2), tentu (2), demokrasi (2), menghibur (2), sebagaimana (2), cenderung (2), dilakukan (2), modal (2), sesuai (2), bila (2), pribadinya (2), menciptakan (2), waktunya (2), fungsinya (2), bermasalah (2), menyarankan (2), beban (2), partai (2), kendati (2), hubungan (2), menghormati (2), hadir (2), inilah (2), berhati (2), suku (2), rekayasa (2), kolonial (2), mempertahankan (2), horisontal (2), baca (2), irian (2), sebabnya (2), pasar (2), plural (2), disintegrasi (2), perubahan (2), bersatu (2), berdampingan (2), sumpah (2), merupakan (2), pelan (2), keliru (2), yakini (2), bergegas (2), melanggar (2), reformasi (2), maluku (2), era (2), bhineka (2), berdarah (2), selamanya (2), mengajak (2), sederhana (2), luas (2), tontonannya (2), penasaran (2), perencanaan (2), ilmu (2), langkah (2), penataan (2), set (2), menguasai (2), kesenian (2), penyutradaraan (2), kelemahan (2), buruk (2), kemungkinan (2), panggung (2), gaya (2), permainan (2), teateral (2), realis (2), ditulis (2), teori (2), realisme (2), upacara (2), penonton (2), sungguh (2), terpisah (2), ciri (2), kekuatan (2), nya (2), positip (2), gudang (2), mancanegara (2), solo (2), bebas (2), sekedar (2), membaca (2), dewasa (2), diskusi (2), kejar (2), panggil (2), kembaliii (2), sini (2), melukai (2), melompat (2), mendadak (2), rumahku (2), zalim (2), menghampiri (2), musuh (2), dibunuh (2), revolusi (2), merebut (2), ratusan (2), menantang (2), bersahabat (2), pura (2), layer (2), kabar (2), ilmiah (2), malapetaka (2), gempa (2), letusan (2), gunung (2), menyapa (2), korupsi (2), hubungannya (2), curhat (2), peka (2), kiamat (2), mencak (2), tercengang (2), bumi (2), ritz (2), carlton (2), perutnya (2), terburai (2), ngeri (2), menggebrak (2), 200 (2), ajar (2), umpat (2), menilai (2), bukit (2), mendengar (2), ibunya (2), diperhatikan (2), sekitar (2), pemilu (2), kejadian (2), segalanya (2), asesoris (2), seenak (2), lagu (2), tindakan (2), milih (2), pakaian (2), otaknya (2), kumat (2), teroris (2), buru (2), nyawa (2), terkena (2), indah (2), wibisono (2), sastrodiwiryo (2), meninggal (2), mengajarkan (2), yes (2), channel (2), menembak (2), kataku (2), salahnya (2), dikatakannya (2), acuh (2), makam (2), kehormatan (2), keuntungan (2), pemakaman (2), putra (2), kopi (2), dinamis (2), alias (2), melempem (2), benturan (2), membebaskan (2), bernama (2), bengkel (2), habisan (2), gendong (2), yogya (2), ramai (2), santun (2), nginap (2), berantem (2), latihan (2), pidato (2), lupa (2), parawisata (2), positipnya (2), mengklaim (2), warisan (2), berangkat (2), baju (2), gimana (2), silaturahmi (2), mewah (2), ngobrol (2), mula (2), kue (2), kesal (2), kaus (2), oblong (2), membongkar (2), berwarna (2), rancang, surel, tulis, memuat, ciutkan, bilah, kelola, daftar, privasi, akun, login, daftarkan, bergabung, 127, pelanggan, tema, coraline, wawancara, sajak, makalah, catatan, artikel, zoom, zetan, zero, yumelda, vero, untirta, tvri, populer, tabanan, pembaruan, terror, pornografi, harto, ngemen, nasionalisme, lukisan, lousy, lebaran, korea, kontemporer, kleng, kekerasan, kebebasan, kartini, indira, hiv, harkitnas, hardiknas, gkj, gedong, gandhi, ftj, fti, 2007, eksperimental, dekrit, cak, nur, ali, sadikin, aids, afandi, 333, 993, hits, stats, barunya, bakar, keburu, bengkak, menangkap, isak, jerit, histeris, dijebloskan, bui, lempari, dipasang, hancutkan, hajar, jelalatan, geram, kejatan, mencebur, memeriksa, rusak, moralnya, persaudaraan, menjarah, merampok, terkam, bungkusan, preteli, jahanam, suruh, meningkatduakan, smp, tamat, intip, bernafsu, barang, sempay, berhalakan, kupas, muncrat, dalamnya, tumpukan, putih, terpikir, bersih, belai, sisinya, belahan, terbayang, menghela, disikapi, kenekatan, jendela, perbaikan, lantai, rampung, kedengaran, nyaring, melengking, menggayut, membawanya, telunjuknya, memaksakan, memberati, memaksa, menyenangkan, hatiku, jelek, nasibnya, nangis, menunduk, dibuka, terimakan, menyambar, baiklah, pemiliknya, betulin, berdoa, meminta, ampun, memutuskan, biarlah, terbukti, sedikitnya, membahagiakan, memperbaiki, kelelap, kesucian, selembat, suapnya, lelah, dipermainkan, ketegangan, kontet, gizinya, utang, terbayar, dihimpit, hina, roda, membenam, pemilik, bergeser, dorongan, bertentangan, merugikan, adakah, disodori, menuduh, kemenangannya, dikehendaki, lampau, memperoleh, jarak, sembunyikan, rapih, sunyi, kunci, memandangi, menggasak, didekat, senjata, membalikkan, dahsyatnya, arti, menenteramkan, termasuk, jagoan, mendapatkannya, juara, bawahnya, kontra, penentuan, melalui, perdebatan, sengit, sepakat, mengejutkan, dimintakan, dukungan, atap, menjemur, kering, tunggu, matahari, mengambilnya, menerimanya, menjebloskan, pelaku, menghindar, lemah, kampung, kumuh, terutama, baginya, cerah, sodok, bersihkan, kotorannya, terbuat, plastik, belepotan, melonjak, kapal, makanan, sampah, usus, bolong, mendidik, aja, menggantikannya, lembar, persen, mengacungkan, kuyup, rupanya, meneruskan, misi, strap, tersirap, menyelempangkan, menutupi, aurat, mandinya, bungkusannya, ketemu, menggendor, telanjang, mengguyur, sadari, kotor, keramas, membarut, tubuh, sabun, madi, bentak, melongo, pertanda, keinginan, malunya, ketimpa, nomplok, beruntung, sedekah, ikhlas, difitnah, naswibnya, gedean, diposisikan, termenung, basah, ketidakmampuan, pengalaman, dipercaya, senangnya, pemakan, digebuk, ditembak, diadili, bekasnya, menghindarkan, kemalangan, katakan, dikembalikan, galak, dik, kemasukan, setan, gemas, lumpur, jiiiiiiiigik, bercampur, geli, konyol, menyelusuri, lekuk, menolong, gini, pata, jijik, buang, hajat, menyelam, bangkai, ayam, mplop, ditemukan, tenggelam, beratnya, menghilangkan, akal, lepaskan, terjamah, tangkap, mengkhianati, bermaksud, suapan, berpengalaman, menolaknya, oom, melewati, kejaran, permaianan, bangkit, ngibrit, halaman, umpan, dikejar, adeee, dilarikan, isyarat, berusia, menangkapnya, tertangkap, mengelak, menggeletak, sore, hubungkan, kebingungan, penolakan, tasnya, menjepret, diseret, kpk, diberi, seragam, koruptor, menggebu, gebu, sebanyak, muka, pembelian, memperjuangkan, gelagapan, transparan, menebak, memperlihatkannya, bersangkutan, tanyakan, dana, rekening, penipuan, tawaran, syok, wakil, menuliskan, angka, menguangkannya, terpercaya, ditanda, tangani, tertantang, terhina, kilatan, menjanjikan, dipersembahkan, kompetisi, bukankah, bermanfaat, menjatuhkan, pasang, berbakat, memujikan, keluarganya, temurun, kebangaan, kakeknya, bekerja, opas, kantor, gubernuran, pekerjaan, utamanya, menolehkan, musibah, kelaparan, mengurus, kebutaan, tbc, terselamatkan, belas, kasihan, sesama, memahami, amanat, perjuangan, suci, mengenalkan, menyatakan, keinginannya, lukis, internasional, daerahnya, dimenangkan, cabut, gubernut, kantungya, mengulangi, dicabut, dipuji, kaprah, benarnya, memngangguk, profesional, apaan, formal, elemen, mreka, terpilih, professional, perasan, sejujurnya, sadar, membiarkan, adam, berdialog, mengagetkan, antaranya, lelaki, guberbur, bandara, ngomel, dimulai, dibatasi, sebatas, dicantumkan, terpakai, menggiring, mempertimbangkan, tengah, dibatalkan, indikasi, kekisruhan, kurangnya, kriteria, diulang, kompensasi, hadiah, rencananya, dilipatgandakan, menghadiri, festival, diselenggarakan, sahabat, perusahaan, himbauan, dilaksanakan, mengumumkan, pilhan, mencerminkan, warga, palsu, tanggungjawab, penyelenggara, kirim, menempel, stiker, 1000, jumlah, urutannya, selamatan, warganegara, mempertanggungjawabkan, adakan, bingung, batasan, ukuran, subyektif, serahkan, ngawur, terserah, mengirimkan, doyan, gonta, pasangan, hidung, keberaniannya, memperlihatkan, nafsu, moral, kecerdasan, menetapkan, seseorang, kemarahannya, dipotong, parah, hollywood, dibilang, tipuan, gambar, kameranya, tata, lampunya, pandangnya, direkayasa, sedemikian, rupa, kerbau, dirancang, keliahatan, aduhai, kenyataannya, tulang, tulangnya, berbulu, sepereti, kejunya, menyesal, sesat, idola, realistis, bermimpi, kecantikannya, gajah, pelupuk, kegiatan, informal, gunanya, kebaya, dangdut, mercy, miss, diadakan, kagetan, jamur, musim, hujan, pria, kuta, mengagumi, tragedi, dipanggil, dicecer, pertanyaan, melewatkan, karenadatang, sembari, menciumku, ajaib, meneteskan, berseri, mengangkat, mengajakku, tos, akumenyambut, tahunsumpah, 100, tertawa, indahdari, pencarianku, sudutterang, kegelapan, kaum, yangb, sudahjadi, bulanan, encari, terangnya, dapatkan, habiskan, semburan, ketawaku, kepentinganpribadi, kaumnya, kebhinekaanseperti, dipesankan, negarapanca, tokoh, pornograpghy, bisadiseret, didenda, balikkan, pornographyini, merayakan, dukung, kacaukan, merekaami, usulkan, kitaboleh, campur, kebaculan, karenabatasan, spiel, flewksibel, sebutkecabulan, ketelanjangan, ketelanjanganrohani, selidiki, hanyayang, pribadibahkan, denda, milyardan, danjebloskan, lipat, ikutlah, rayakan, lebihkeras, bergoyangmempertontonkan, lempar, dera, menjualkecabulan, masuki, penduduk, laci, singkap, sprei, kasurnya, menyimpanpornography, memandangku, setiapkegagalan, dalamberjuang, memakai, mengalah, adalahsebuah, terimalah, inisebagai, awal, hancur, luluh, kalaudaging, digiling, memangbukannya, bakso, jangandilawan, buas, dibakso, diagagal, beritahu, pisaunya, pula, yangdipisahkan, dibuang, tempatkan, yangsemestinya, dibuat, berguna, kolesterolitu, memberantaskecabulan, definisi, iniseperti, tumpul, disuruhmembersihkan, dagingnya, diaakan, mencocok, cocok, membanting, mengiristetapi, mencacah, menggigit, karenamemang, itutidak, sebagaikekalahan, merekalah, menangpadahal, pecundangnya, rengutkan, kucuran, airdari, iaterpaksa, memerasnya, mengeringkan, cucian, bisamemberantas, aparatpelaksana, bertugas, rajin, desiplin, tidakangin, anginan, kucing, kucingan, melakukannya, undanghukum, pidana, popok, pers, penyiaran, sudahmemberikan, kewajiban, yangditontonkan, arau, diperjualbelikan, kamusebenarnya, waduh, semakinkalah, jadisebenarnya, sendirikebenaran, sekarangdinyatakan, tidaksalah, panik, membelit, meletakkandi, mengusap, tetapisemakin, diusap, membanjir, pilu, tersedu, sedu, matanyatidak, menetes, menyembur, pipinya, banjir, ingusnya, berleleran, kepalamu, mengarahkan, mengerem, meredam, berkelebihan, kehidupanini, bumbu, rasayang, mencampur, cermat, menakarnyaawas, hidupmu, pedes, asin, pahit, ataukemanisan, membuatmuak, butir, untukmeratapi, porno, ditambah, sebentarlagi, dankalau, lagidengan, rasalah, yeng, menyelaraskan, membangun, keselarasan, kamusendiri, berkaca, airmatanya, berderai, beranimenerima, kamubukan, sedangkan, padahalbelum, kenapakamu, adalahorang, bukanmemikirkan, rakyatnya, 220, jiwadengan, panutan, wajahnya, beginilah, resikonya, menangadalah, jaditabahlah, hadapi, begitulah, lolos, dpr, bersedih, berpesta, kebejatan, berhasildiberantas, kesakitan, maupergi, tentamen, aturan, terlihat, menafikan, menerobos, privat, mengarah, pemiskinan, kebangkrutan, diplajari, reinterpretasi, reposisi, kodifikasi, berkesinambungan, diharapkan, menyehatkan, meluruskan, konsleuting, konteksnya, mengedepankan, dibandingkan, pintas, kehancuran, pembunuhan, mengandung, ratio, dijaga, menyentuh, mengalihkan


Text of the page (random words):
kan pakainya juga hanya sekali kata ami terus membongkar bu amat ikut membantu ami mencari cari sampai sampai terlambat menyiapkan makan malam amat langsung protes kenapa sih pakai ikut ikutan valentin valentinan itu kan bukan budaya kita ami dan ibunya tidak peduli mana makannya nanti maag ku kumat bu amat tak mendwengar ia terus membantu ami mencari amat jadi kesal tapi makin dia kesal makin ami dan bu amat lebih tidak peduli amat jadi marah dia salin pakaian lalu keluar rumah ke mana pak mau ikut valentine kata amat tanpa menoleh amat ke tukang sate di tikungan dia mau makan enak tapi ternyata tidak jualan orangnya kelihatan mau berangkat kundangan dia tersenyum melihat amat datang mau ke situ juga pak amat ke situ ke mana mau cari makan ini kenapa tutup kan hari besar pak amat ah sejak kapan tukang sate ikut ikutan valentine bukan saya mau ke tempat yuk lee kan ada makan makan pak amat mau ke situ juga kan lee ya sejak kapan di situ diundang yuk lee ya namanya juga silaturahmi pak amat tidak perlu undangan kalau kita tahu ya harus datang saya kan langganan tetap dia dulu waktu masih jualan kue ayo ikutan ah mau cari makan ni makan di situ saja pasti enak semua yuk lee pasti seneng kalau pak amat datang ayo pak tukang sate itu menstater motornya ya sudah ikut sampai di alun alun nanti turun di situ makan ketupat amat naik ke boncengan tapi kemudian tidak turun di alun alun sebab asyik ngobrol tahu tahu sudah sampai ke rumah lee lho kok jadi ke sini kata amat kaget tukang sate hanya nyengir amat hampir saja mau kabur tapi lee muncul dia berteriak menyapa tukang sate waktu melihat amat dia langsung datang dan mengguncang tangan amat terimakasih pak amat terimakasih sudah datang tumben ini mimpi apa saya pak amat mau datang kebetulan semua pada sedang makan ini ayo cepetan masuk pak amat jangan di luar ke dalam saja amat dan tukang sate dibawa masuk ke dalam rumah ternyata dalam rumah lebar dan mewah padahal darii luar kelihatan sederhana lee memang kaya raya tapi tidak pernah pamer menunjukkan kekayaannya dia mulai dari jualan kue tiap hari istri dan anak anaknya keliling lama lama meningkat dasar ulet sekarang tokonya ada lima mobilnya banyak tapi hubungannya dengan orang orang yang dulu menjadi langganan kuenya tetap baik terimakasih pak amat sudah mau datang ke rumah kami kata istri lee menyambut amat kemudian diperkenalkan kepada ketujuh putra putri lee ada yanhg sekolah di amerika ada yang di australia ada yang di singapura ada juga yang di hong kong yang paling besar di rumah membantu lee amat malu sekali seakan akan lee tahu dia datang untuk cari makan mula mula amat hanya sekedar nyicip tapi setelah melihat tukang sate dan tamu tamu lain makan dengan rakus amat jadi lupa daratan ia makan sekenyang kenyangnya banyak sekali tamu datang silih berganti lee tak sempat lagi ngobrol dengan amat dan ketika pulang tak sempat lagi pamitan sebab tamu semakin malam semakin melimpah diam diam amat dan tukang sate itu meninggalkan rumah lee heran sudah kaya raya begitu tamu tamunya semua kok kelas naik motor seperti kita nggak ada mobil mobil mewah ya kata amat tukang sate ketawa yang naik mobil nggak akan mau datang pak amat kenapa pasti malu lho kenapa kan silaturahmi nanti dikira cari ang pao ang pao ya kalau buat kita sih rezeki orang orang pakai mobil itu mana mau dapat amplop begini kata tukang sate merogoh dari sakunya dan menyerahkan pada amat ini untuk pak amat amat terkejut menerima amplop itu untuk saya ini ya untuk pak amat bukannya untu di situ saja saya sudah dapat pak amat tadi istri lee sengaja ngasih lewat saya dia tahu pak amat pasti tidak akan mau kalau dikasih langsung amat tertegun gimana apa untuk saya saja sekarang jelas banyak yang datang ke rumah lee karena mengejar ang pao amat jadi malu ia ingin sekali mengembalikan amplop itu tapi tak mungkin itu bisa jadi salah paham gimana pak amat untuk saya saja hampuir saja amat mau menyerahkan amplop itu tapi jari tangannya merasakan amplop itu tebal ia jadi merasa saying ini tradisi mereka ya betul pak amat setiap tahun saya selalu ke situ tahun lalu juga isinya lumayan bagaimana itu untuk saya saja tapi ini tradisi mereka kan betul pak amat bukan soal uangnya tapi soal tradisi kan kita menghormati tradisi kan betul ya sudah demi silahturahmi saya terima ini terimakasih sudah ngajak ke situ tadi tapi amplopnya untuk saya kan amat menggeleng meskipun lee tidak melihat kalau amplop ini saya berikan situ berarti saya tidak menghargai lee itu tidak baik jadi saya terima saja untuk silahturahmi amat lalu mengulurkan tangan mereka bersalaman tukang sate nampak gembira yuk lee pasti senang sekali pak amat menerima amplop itu tadinya istrinya sudah berpesan kalau pak amat tidak mau ya buat saya saja apa buat saya saja pak amat amat ketawa tanpa menjawab lagi dia pulang rasanya tubuhnya berisi di kantungnya ada amplop yang menurut ketebalannya tidak akan kurang dari satu juta sambil bersiul siul amat masuk ke dalam rumah ami kelihatan nongkrong di depan televisi bersama bu amat lho tidak ikut valentine nggak ada baju pink beli saja duitnya dari mana amat ketawa dia merogoh amplop dan menyerahkan pada ami nih lebihnya untuk ibu ami dan bu amat melirik amplop itu dengan heran amat langsung saja menembak kita ini masyarakat plural jadi harus bisa hidup saling menghargai itu namanya silahturahmi kata amat ami diam saja coba kalau tadi ngomong begitu ami sudah berangkat kata bu amat bapak ini selalu terlambat 3 komentar dipublikasi di cerpen dengan kaitkata valentine pendet posted on 24 agustus 2009 by putu wijaya 22 komentar ini bukan hanya masalah tari pendet bukan hanya masalah orang bali ini harga diri kita sebagai bangsa kita tersinggung pulau direbut hutan dicuri tki disiksa bahkan ada yang mati warisan budaya tarian bahkan masakan diklaim sebagai milik mereka ini sudah melanggar hukum satu kali oke kedua kali masih oke tapi kalau sudah berkali kali namanya menantang kalau dibiarkan nanti jadi kebiasaan kita bisa dianggap bangsa kelas dua yang boleh diremehkan tidak kita harus marah apa mau mereka memanas manaskan tungku yang sudah mendidih mentang mentang kaya sakit hati karena pernah kita ganyang oke sekarang kita juga sakit hati dan berkali kali kepala sudah beku karena coba dididingin dinginkan kita tidak tahan lagi kita harus ganyang sabar potong amat menghentikan latihan pidato ami sebagai reaksi iklan parawisata malaysia yang mengklaim tari pendet sebagai bagian warisan budayanya sabar tenang kita harus menyikapi semuanya dengan bijak bapak masih mau bijak padahal sudah habis habisan dibajak ya tapi coba lihat dari segi positipnya itu kan hanya iklan katanya yang buat bukan orang setempat tapi dibuatkan oleh apa itu namanya discovery channel siapa pun yang membuat tapi itu kan dipakai sebagai promosi negara negara mesti bertanggungjawab kecuali kalau negara menganggap perbuatan mengklaim punya negara lain itu bukan kejahatan itu namanya negara pencuri stttttt tenang ami jangan cepat darah tinggi coba lihat segi positipnya dalam kriminalitas tidak ada yang positip ada dengerin justru itu bagus karena turis yang dipikat untuk pergi ke sana lama lama akan tahu tari pendet itu rumahnya bukan di situ tapi di bali kalau mau nonton pendet jangan ke situ tapi ke bali nah jadi itu kan iklan gratis buat kita promosinya dia yang bayar manfatnya kita yang sikat ami melotot bapak sudah kena virus kapitalisme apa apa selalu diukur dari kepentingan dagang persetan dengan keuntungan parawisata tidak berarti kita menjual kehormatan harga diri harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan bangsa yang tidak punya harga diri lagi adalah bangsa budak bangsa kelas kambing ekonomi kita memang lagi berantakan pamor kita juga sedang pudar rakyat kita miskin hanya makan tempe dan tahu tapi tidak berarti kita akan diam saja kalau diinjak sekarang baru tarian dan lagu lama lama kepala kita akan diambil kita sudah merebut kemerdekaan dengan revolusi berdarah bukan dihadiahkan seperti mereka kita harus bertindak sebelum terlambat tapi tari pendet kan sudah lama kurang ditarikan lagi ami untuk menyambut tamu sudah ada tari tari baru yang diciptakan untung ada iklan itu yang membuat kita jadi ingat kembali tari pendet kita harus bisa mengambil hikmahnya kalau tidak ada klaim malysia atas tari pendet itu kita mungkin lama lama sudah lupa ami bengong ia melihat bapaknya seperti melihat hantu hanya matanya yang memancarkan amarah yang sudah tidak tertahankan kemudian tanpa menjawab sepatah pun dia langsung pergi sampai malam ia belum kembali hanya pesannya di atas secarik kertas muncul diantar oleh temannya ami nginap di rumah teman bu amat kontan melabrak suaminya ini gara gara bapak gara gara aku ya bapak salah salahku apa bapak melarang ami marah sama malaysia aku tidak melarang tapi tapi melarang memang karena ngomongnya sudah tidak karuan boleh marah tapi jangan sampai memaki maki begitu kenapa tidak kan sudah berapa kali kita dihina berapa tkw yang sudah babak belur bahkan mati masak diam saja betul kata ami sekarang baru tari tarian kalau kita diam saja nanti kepala kita akan diambil jangan melebih lebihkan begitu lagipula kita kan punya tetangga yang mantunya orang malaysia kalau mereka dengar anak kita marah marah sama malaysia bisa bisa mantunya tersinggung memang itu maksud ami makanya dia latihan pidato keras keras di rumah biar mereka dengar hati kita panas tapi nanti kita malah berantem dengan tetangga biarin lebih baik berantem sekarang daripada nanti kalau sudah dendamnya makin banyak kalau begitu namanya tidak bijaksana ngapaian bijak kalau kita diinjak injak bijak sopan dan santun itu ada batasnya kalau tidak sama juga dengan budak apa kita ini budak amat terdiam sana jemput ami dan minta maaf karena bu amat begitu serius amat menyerah dengan menekan perasaan dia pinjam sepeda tetangga dan menjemput ami ami bapak disuruh minta maaf oleh ibu kamu dan harap pulang tidak baik anak perawan sebesar kamu nginap di rumah orang ami mengangguk bapak tidap perlu minta maaf bapak minta maaf dan pulanglah tidak bapak tidak usah minta maaf umpama seorang presiden dalam sebuah negara bapak tidak boleh cepat marah kepada negara tetangga meskipun jelas negara itu sudah mengekspor kejahatan ke tempat kita karena kalau presiden marah bisa terjadi perang tapi harus ada yang marah untuk mencegah jangan sampai kejahatan itu berubah menjadi kebiasaan itu sebabnya ami marah meskipun ami punya banyak teman teman di malaysia yang akan kaget karena ami marah tapi kepentringan ami tidak ada artinya dengan kepentingan negara jadi ami harus marah bapak memang sudah sepantasnya bersikap bijak karena tetangga kita mantunya malaysia jadi kita harus menghormatinya karena kita adalah bangsa yang santun kita bukan bangsa penjahat amat tertegun jadi kamu mengerti mengapa bapak bersikap bijak mengerti sekali bapak tidak boleh ikut marah nanti kita bisa berkelahi dengan tetangga cukup ami saja yang marah ini masalah strategi amat manggut manggut bagus kalau begitu kamu dewasa ami bapak bangga sekali sekarang mari kita pulang tidak kenapa karena ami marah kalau ami pulang mantu tetangga kita orang malaysia itu akan tidak percaya bahwa kelakuan negaranya sudah membuat harga diri bangsa kita tersimnggung ini bukan hanya masalah tari pendet bukan hanya masalah orang bali tapi harga diri bangsa indonesia tapi bagaimana kalau dia tidak peduli itu dia memang mereka tidak pernah peduli mereka selalu menganggap persoalan kita adalah persoalan sepele itulah yang membuat ami darah tinggi kata ami sambil menutup pintu keras keras jakarta 23 8 09 22 komentar dipublikasi di cerpen dengan kaitkata pendet rendra posted on 8 agustus 2009 by putu wijaya 6 komentar kebudayaan jawa adalah kebudayan kasur tua kata rendra dengan tandas dalam sebuah diskusi di yoga pada akhir tahun 60 an kata seorang budayawan yang diwawancari di televisi itu banyak orang tersinggung dan kaget itu bukan saja terlalu berani tetapi juga kurangajar kebudayaan jawa yang tinggi berciri kontemplasi dan melahirkan monumen yang mencengangkan dunia seperti borobudur prambananan buku nagara kertagama arjuna wiwaha dan sebagainya itu bagaimana mungkin hanya sebuah kasur tua burung merak dari solo yang lahir pada 1935 itu kemudian dianggap sebagai orang gila yang besar mulut mentang mentang baru pulang dari amerika tak seenak perutnya ia bisa menilai jawa yang begitu dihormati oleh semua orang apakah itu yang kemudian menyebabkan rendra penyair ballada orang orang tercinta itu kemudian diusir dari yogya ke jakarta tidak sama sekali tidak ia justru mengeluarkan seruan yang mengejek para seniman yang sudah ramai ramai hijrah ke jakarta mengejar nama dan duit ia berseru berjanji mirip sebuah sumpah ia akan terus bertahan di yogya menampik budaya kota hidup dekat dengan lingkunganserta alam dan hadir untuk menunjukkan eksistensi pedalaman tetapi kenapa bidan bengkel teater yang tersohor karena ciptaannya yang bernama teater mini kata itu tiba tiba kemudian boyongan ke jakarta ia menghuni sebuah kawasan luas di pinggiran kota depok dalam sebuah wilayah lengkap dengan sawah serta kolam bahkan memiliki sebuah pemakaman keluarga yang juga terbuka bagi para seniman di situ terbaring maestro piñata artistik rujito dan miskus yang melejit tiba tiba menjadi sebuah legenda si maniak kopi si tak gendong gendong mbah surip karena ia mengambil tafsir baru mempertahankan tradisi itu bukan kulitnya tapi isinya hidup di kota pun penting asal jiwanya tetap jiwa yang alami bahkan itu perlu bagi orang kota yang sudah habis habisan terkena polusi ia ke jakarta untuk menyelamatkan jakarta mas willy begitu panggilan akrabnya tidak kemudian menjadi manusia terkutuk yang dikeluarkan oleh orang yang merasa dirinya orang jawa ia bahkan mendapat kemulyaan di malam purnama yang indah malam jum at menjelang bulan ramadhan dan kepergiannya dihadiri oleh ribuan orang yang mengalir memadati seluruh pelataran kawasan bengkel teater sehingga membuat jalanan pun macat kenapa karena ternyata di balik kata katanya yang pedas yang membuat telinga merah di balik apa yang dimaksudkannya dengan kebudayaan kasur tua tersimpan niat yang mulia dia ingin membebaskan tradisi dari virus virus jahat yang dalam perjalanannya menembus zaman sudah dititipkan oleh kekuasaan dan tangan tangan jahil ia ingin membebaskan tradisi dari asesoris dan muatan temporer yang membuat tradisi menjadi beban berat dan menyiksa bahkan melukai para pewaris ia ingin mencuci kembali tradisi sehingga esensinya rohnya yang bernama kearifan lokal bersinar kembali dengan gemilang si burung meraklah yang kemudian memberi tafsir baru terhadap apa yang disebut nrimo pasrah gotong royong dan sebagainya yang sudah diselewengkan menjadi tempat menyembunyikan kemalasan alias didaur ulang dengan memberikan tafsir baru ia membuat seluruh kebijakan ilmu hidup yang diturunkan oleh tradisi jawa menjadi dinamis alias tidak melempem ia membuat tradisi jawa tidak lagi kolot melempem tetapi bernas aktual dan menyelamatkan para pewarisnya da...
Images from subpage: "putuwijaya.wordpress.com/tag/ftj/" Verify
Images from subpage: "putuwijaya.wordpress.com/tag/gandhi/" Verify
Images from subpage: "putuwijaya.wordpress.com/tag/gedong/" Verify
Images from subpage: "putuwijaya.wordpress.com/tag/gkj/" Verify
Images from subpage: "putuwijaya.wordpress.com/tag/gubernur/" Verify

Verified site has: 104 subpage(s). Do you want to verify them? Verify pages:

1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50
51-55 56-60 61-65 66-70 71-75 76-80 81-85 86-90 91-95 96-100
101-104


The site also has references to the 2 subdomain(s)

  wordpress.com  Verify   subscribe.wordpress.com  Verify


Top 50 hastags from of all verified websites.

Supplementary Information (add-on for SEO geeks)*- See more on header.verify-www.com

Header

HTTP/2 200
server nginx
date Sun, 05 Jul 2026 12:17:36 GMT
content-type text/html; charset=UTF-8
vary Accept-Encoding
x-hacker Want root? Visit join.a8c.com/hacker and mention this header.
host-header WordPress.com
link <htt????/public-api.wordpress.com/wp-json/?rest_route=/sites/putuwijaya.wordpress.com>; rel= htt????/api.w.org/
vary accept, content-type, cookie
link <htt????/wp.me/7Z3p>; rel=shortlink
content-encoding gzip
x-ac 3.ams _dfw STALE
alt-svc clear
strict-transport-security max-age=31536000
server-timing a8c-cdn, dc;desc=ams, cache;desc=STALE;dur=2.0

Meta Tags

title="Putu Wijaya | Bertolak Dari Yang Ada"
charset="UTF-8"
name="robots" content="max-image-preview:large"
name="generator" content="WordPress.com"
property="og:type" content="website"
property="og:title" content="Putu Wijaya"
property="og:description" content="Bertolak Dari Yang Ada"
property="og:url" content="htt????/putuwijaya.wordpress.com/"
property="og:site_name" content="Putu Wijaya"
property="og:image" content="htt????/s0.wp.com/i/blank.jpg?m=1383295312i"
property="og:image:width" content="200"
property="og:image:height" content="200"
property="og:image:alt" content=""
property="og:locale" content="id_ID"
property="fb:app_id" content="249643311490"
name="description" content="Bertolak Dari Yang Ada"
id="bilmur" property="bilmur:data" content="" data-provider="wordpress.com" data-service="simple" data-site-tz="Etc/GMT-0" data-custom-props='{"logged_in":"0","wptheme":"pub\/coraline","wptheme_is_block":"0"}'

Load Info

page size193408
load time (s)0.052555
redirect count0
speed download1102807
server IP 192.0.78.13
* all occurrences of the string "http://" have been changed to "htt???/"