Meta tags:
description= Mencerahkan dan mencerdaskan;
Headings (most frequently used words):
mulut, tidak, fpi, di, itu, napas, macam, tentang, muluters, meta, orang, islam, mayoritas, arogan, kah, adili, pimpinan, dan, backing, bubarkan, terkait, konflik, pkb, detik, com, netral, yang, hilang, era, informasi, telah, kembali, gusdur, konsisten, ternyata, niat, baik, saja, dianggap, cukup, kemerdekaan, bangsa, bulan, desember, terharu, pembodohan, ala, pers, malaysia, sekulerisme, perlu, maju, segar, kumpulan, dari, ke,
Text of the page (most frequently used words):
yang (181), mulut (117), dan (95), ini (59), tidak (55), itu (47), dari (43), dengan (41), orang (39), kita (39), untuk (38), dalam (28), akan (27), saja (27), adalah (26), sebagai (25), tersebut (25), lebih (24), atau (23), nggak (21), bisa (21), #konsisten (20), sendiri (19), identitas (18), gusdur (17), hal (17), anda (17), apa (17), komentar (16), secara (16), semua (16), lain (16), welgedewelbeh (15), juga (15), banyak (15), kalau (15), pada (14), penulis (14), sebuah (14), oleh (14), satu (14), baik (14), hari (14), bahwa (14), karena (13), berita (13), menjadi (13), ada (13), sikap (13), mau (13), com (12), blog (12), islam (12), lagi (12), harus (12), para (12), biasa (12), bangsa (12), komen (12), mungkin (12), sudah (11), fpi (11), bahkan (11), beberapa (11), bagi (11), siapa (11), desember (10), kategori (10), comments (10), baca (10), diri (10), internet (10), blogger (10), ataupun (10), balik (10), seperti (9), telah (9), tag (9), lanjut (9), penting (9), indonesia (9), memiliki (9), natal (9), buat (8), 2007 (8), 2008 (8), sekulerisme (8), makna (8), besar (8), malaysia (8), jawab (8), terlalu (8), dia (8), selamat (8), era (7), macam (7), terkait (7), kedua (7), sangat (7), kritis (7), tanpa (7), pendapat (7), tetapi (7), atas (7), niat (7), jadi (7), memang (7), diskusi (7), haram (7), wordpress (6), saya (6), baru (6), informasi (6), lidah (6), api (6), konflik (6), pkb (6), dunia (6), segala (6), mengenai (6), tentang (6), tiga (6), masih (6), sini (6), penjelasan (6), negeri (6), mereka (6), ngeblog (6), cukup (6), luar (6), merupakan (6), terakhir (6), integritas (6), saudara (6), membuat (6), intelektual (6), mengucapkan (6), jurnal (6), pun (6), posting (6), hilang (5), mayoritas (5), arogan (5), kembali (5), detik (5), antara (5), cara (5), and (5), perlu (5), berbagai (5), sebagian (5), malah (5), anti (5), hanya (5), waktu (5), tak (5), kali (5), motivasi (5), kayaknya (5), pemikiran (5), manusia (5), setiap (5), dua (5), ketiga (5), tentu (5), pertama (5), semoga (5), wibisono (5), tahu (5), bukan (5), hati (5), intelektualisme (5), seseorang (5), jelas (5), maka (5), bertanggung (5), tanggapan (5), masalah (5), kawan (5), serangan (5), gus (5), arah (5), politik (5), mulai (4), situs (4), nama (4), pak (4), sekali (4), januari (4), manis (4), pimpinan (4), agama (4), semangat (4), the (4), bahasa (4), mendapat (4), bersikap (4), terhadap (4), sesuatu (4), term (4), langsung (4), paling (4), barat (4), mengapa (4), artikel (4), lho (4), menggunakan (4), sama (4), media (4), berhak (4), membaca (4), ingin (4), niyat (4), toh (4), membawa (4), selalu (4), pikiran (4), muda (4), tahun (4), kok (4), berikut (4), nah (4), sastrodiwiryo (4), muslim (4), kepada (4), hanyalah (4), mana (4), jauh (4), beliau (4), mengatakan (4), padahal (4), ternyata (4), amin (4), rais (4), pernah (4), dikatakan (4), disclaimer (4), harapan (4), postingan (4), menyatakan (4), pernyataan (4), kelompok (4), dianggap (4), lalu (4), pemilu (4), 2009 (4), terbaik (4), kan (4), bukti (4), berubah (4), presiden (4), merasa (4), web (3), wajib (3), langganan (3), lihat (3), pembaca (3), sekarang (3), seluruh (3), november (3), juni (3), percakapan (3), bedah (3), netral (3), adili (3), backing (3), bubarkan (3), kah (3), terjadi (3), apapun (3), pandang (3), tertentu (3), menurut (3), kata (3), memahami (3), apalagi (3), agar (3), budaya (3), namun (3), dapat (3), kak (3), aktivis (3), terus (3), perkataan (3), cuplikan (3), akhirnya (3), deh (3), menerima (3), kantor (3), sungguh (3), maksud (3), pula (3), tanggung (3), boleh (3), pribadi (3), sejarah (3), hidup (3), popularitas (3), benar (3), rasa (3), negara (3), momentum (3), simak (3), bulan (3), nasional (3), diperingati (3), disebut (3), bagaimana (3), serta (3), anak (3), soal (3), jika (3), itulah (3), kitab (3), tradisi (3), tinggi (3), kasus (3), hadits (3), hukum (3), dimana (3), ucapan (3), tulisan (3), sana (3), sebenarnya (3), melihat (3), digunakan (3), semacam (3), opini (3), karya (3), berkata (3), kemanusiaan (3), sastra (3), alias (3), tujuan (3), hidden (3), identity (3), melanjutkan (3), berdiskusi (3), maaf (3), terima (3), tapi (3), daya (3), teliti (3), gara (3), isyarat (3), dur (3), capres (3), apakah (3), pasti (3), bilang (3), masa (3), plan (3), peduli (3), termasuk (3), kekerasan (3), fakta (3), jasa (3), pos (3), saat (3), fitri (3), tulis (2), memuat (2), isi (2), masuk (2), berlangganan (2), punya (2), akun (2), second (2), life (2), trend (2), setela (2), perhatian (2), muluters (2), pake (2), kang (2), mei (2), 2013 (2), mulutku (2), maju (2), laman (2), sekuler (2), ilmu (2), dimaknai (2), pandangan (2), memisahkan (2), atasnya (2), kekuatan (2), kehidupan (2), bermasyarakat (2), that (2), into (2), esp (2), berasal (2), asing (2), sebelum (2), diberikan (2), melakukan (2), berfikir (2), belakang (2), kafir (2), melalui (2), alih (2), membenci (2), bernama (2), ngakak (2), memberitakannya (2), seakan (2), 000 (2), demonstrasi (2), zainal (2), abidin (2), pendemonstrasi (2), kira (2), massa (2), mengambil (2), mengakui (2), menyuraikan (2), kebudayaan (2), reog (2), berlangsung (2), tindakan (2), coba (2), email (2), momen (2), terharu (2), berhenti (2), nya (2), nafsu (2), demi (2), menjaga (2), meningkatkan (2), namanya (2), hampir (2), jemari (2), kibot (2), menulis (2), begitu (2), belum (2), saling (2), sulit (2), tik (2), kemerdekaan (2), nusantara (2), ibu (2), bela (2), dipilih (2), seharusnya (2), malu (2), generasi (2), suatu (2), silahkan (2), menyadari (2), tanggal (2), sedangkan (2), napas (2), sastrawan (2), jayalah (2), kami (2), terutama (2), sosial (2), seorang (2), bukankah (2), demikian (2), ingat (2), tangan (2), ketika (2), klasik (2), mushonnif (2), menyebut (2), sebut (2), santun (2), konsepsi (2), diskusikan (2), salah (2), sumber (2), berhati (2), tersirat (2), buah (2), hasilkan (2), sia (2), sehingga (2), ber (2), kepribadian (2), filosofi (2), kebenaran (2), adanya (2), datang (2), dasar (2), judgment (2), beridentitas (2), sedang (2), sayangnya (2), tidaknya (2), inilah (2), pertanggung (2), jawaban (2), bersangkutan (2), berkomunikasi (2), menutup (2), kasarannya (2), palsu (2), perubahan (2), tidaklah (2), memaksa (2), filsuf (2), mengajukan (2), gagasan (2), bukanlah (2), anonim (2), pilihan (2), didasari (2), dijelaskan (2), ulasan (2), terserah (2), andapun (2), forum (2), bahasan (2), kredibilitas (2), baiklah (2), membahas (2), fokus (2), tanggapi (2), ditanggapi (2), topik (2), karakter (2), yaitu (2), politisi (2), jalan (2), mengajak (2), budayawan (2), kurang (2), harto (2), tuhan (2), yaa (2), publik (2), tindak (2), sebaliknya (2), jangan (2), sampai (2), buruk (2), dibuat (2), berpengaruh (2), biasanya (2), plin (2), kepentingan (2), susah (2), lawan (2), akhir (2), kemaren (2), mendatang (2), menjelang (2), partai (2), ponsel (2), layanan (2), perlahan (2), lahan (2), idul (2), jurnalistik (2), portal (2), manuver (2), kecondongan (2), monas (2), milis (2), kristen (2), katolik (2), bertanya (2), tanya (2), sahabat (2), raya (2), status (2), jengkel (2), feed (2), rancang, surel, ciutkan, bilah, kelola, laporkan, daftar, privasi, login, daftarkan, tema, neo, sapien, gratis, dirantingcemara, sontoloyo, maynard, pks, muhhamadiyah, teri, des, juli, 2026, usah, mas, mbak, tante, dll, berjenis, kelamin, kumpulan, penyakit, ayo, buka, segar, berikutnya, sebelumnya, pengetahuan, bebas, sifat, keduniaan, doktrin, keyakinan, relijius, gaib, aplikasi, bernegara, praktek, kenegaraan, berbangsa, levelnya, religius, mistik, belief, religion, ecclesiastical, affairs, should, not, enter, functions, state, public, education, worldly, spirit, views, like, system, doctrines, practices, disregards, rejects, any, form, religious, faith, worship, benda, bermakna, secu, lar, ism, http, www, yourdictionary, merujuk, asli, atribut, konotatif, pengguna, mengampanyekan, membiasakan, tetap, obyektif, independen, hanyut, arus, mainstream, menghadap, hadapkan, bertolak, cenderung, menyamakan, halus, teracuni, pernahkah, berpkir, mendalam, mencoba, menelaahnya, asalnya, dikandungnya, antipati, banyaknya, kesimpang, siuran, pemahaman, istilah, kesempatan, ngomong, mengupas, westoxified, selengkapnya, berjudul, dibaca, gimana, ikutan, wak, dubesnya, sakti, mandraguna, butuh, menit, membubarkan, ribuan, demonstran, sorry, brenti, uta, suraikan, turun, pentas, meneruskan, tugas, pejabatnya, meninggalkan, terdiam, terpukau, etelah, patah, sahaja, diapi, apikan, pelbagai, laporan, menuduh, kesenian, selepas, mendengar, daripada, kalangan, ponorogo, berkobar, kobar, kononnya, nekad, hadapan, kedutaan, pagi, duta, datuk, mohamed, zain, memerlukan, minit, melampirkan, aksi, demo, seniman, resmi, tetangga, bin, perasaan, menyesal, berulang, ngggak, menahan, tertawa, ajaib, aneh, tepat, menggugat, pemerintah, pembodohan, ala, pers, begini, dipertahankan, lama, kemajuan, peningkatan, spiritual, belepotan, dosa, berbelok, belok, terlumuri, rendah, sifatnya, semu, belaka, berusaha, belajar, maqom, bukannya, ide, ngupdate, hit, kasarnya, memanage, kuat, mudah, terkotori, takabur, kekaburan, puluh, memulai, menarikan, meng, update, huruf, diketikkan, titik, dititikkan, buyar, mengambang, menemukan, jalurnya, dituangkan, libat, melibat, diuraikan, rangkaian, pergulatan, menghalangi, memainkan, musik, merdeka, katakan, istimewa, memperingati, perjalanan, berbangga, sekaligus, 2000, bangga, paradox, jawabannya, terdapat, maknanya, menganggapnya, sekedar, etika, anonymity, credibility, scientific, credible, indonesiaku, bangsaku, pendapatnya, tunggu, diskkusi, manfaat, berbuat, konteks, dianjurkan, ungkapan, kirimu, kananmu, bersedekah, khasanah, turats, taurat, pengarangnya, arab, pengarang, dirinya, hamba, allah, hatilah, mencerabut, akar, adi, luhur, pongah, berlari, menjauh, menghormati, budi, pekerti, penerapan, validitas, terapkan, semena, mena, menimbang, sanad, ketersambungan, pengucap, rasulullah, kedudukannya, setelah, qur, nabi, terpercaya, sekian, juta, bertebaran, bumi, menjadikannya, pegangan, bersifat, eternal, karenanya, logika, absurd, fundamental, indah, dikutip, goenawan, mohammad, mengkonstruk, image, berdasarkan, persepsinya, massing, masing, meminta, anu, menyerahkan, mengutamakan, prinsip, humanisme, universal, memandang, persoalan, lengkap, alex, nainggolan, jelasnya, sebagaimana, satrodiwiryo, rujukkan, memperkuat, argumen, diajukan, keharusan, selaras, tindakannya, fatih, syuhud, idealita, mulia, obyektifitas, sering, diajarkan, diucapkan, landasan, mendidik, diadopsi, satunya, rugi, ibaratnya, mutiara, lumpur, laut, kotor, hendaknya, membantu, komprehensif, intelektualitas, sekan, mirip, menimba, dibiasakan, berat, lihatlah, berbicara, berapa, lembaga, disebutkan, awal, penentu, layak, dilihat, fundamen, bangunan, popularity, based, initial, assessment, tercermin, disampaikan, kemauan, sejauh, dihubungi, address, inti, moral, sejatinya, tuhannya, bener, jujur, jamin, dilengkapi, foto, nomor, telepon, jalal, sby, berwujud, anjing, ikut, mengalir, bersama, zaman, aware, aliran, jaman, bentuk, maya, memaknai, ulang, eksistensi, bergerak, lainnya, sungkan, sambil, segan, memunculkan, deskripsi, sistem, simbol, cerdas, mewujudkan, post, ribut, wiyoto, mengalami, fase, penulisnya, diantaranya, apresiasi, terjawab, awwalnya, penggunaan, pelajaran, berharga, depan, diributkan, marilah, membangun, kerangka, rukun, sayang, energi, dibuang, buang, meributkan, tentunya, undang, unjuk, background, diulas, terlebih, dahulu, dicoba, diutarakan, seobyektif, paham, latar, pilih, kredibilitasnya, blogosphere, diangkat, menyangkut, hajat, benarkah, sebagiannya, diambil, dimodifikasi, bunuh, ggapi, menan, btw, males, hendak, sendiripun, enggan, permohonan, maafkan, minta, dingin, rasanya, kupas, persatu, menilai, menyedikan, link, selebihnya, kelanjutan, tinggal, hancur, debat, kusir, dimulai, permintaan, mengatur, kontrol, sopan, adab, ketimuran, yakini, nilai, adiluhung, satupun, mengabaikan, oot, penuh, prasangka, setidaknya, demikianlah, suasana, reformasi, pembunuhan, diakhiri, kontradiktif, mempertanggung, jawabkannya, urusan, sebagus, dipertanggung, jawabkan, judulnya, berempati, gampang, menyesatkan, sepertinya, mencari, cari, menanggapi, kelemahan, personal, janggal, defensif, ditunjukkan, potensial, mengaku, diambilnya, dalih, mencerminkan, dipertanyakan, dipermasalahkan, dikatakannya, elemen, holeh, poinnya, pedas, puncaknya, tetep, bersikukuh, semula, guyonan, ngajak, bercanda, melainkan, ngefans, nyesel, meyakinkan, hangat, sang, empunya, meski, sempat, dikira, jeli, artikelnya, menyetujui, poin, miliknya, garanya, terlibat, asyik, kuasa, kalaupun, dimudahkan, mode, maksa, sajalah, menafsirkan, terikat, keputusan, tanduknya, ataukah, tambahan, bagai, pedang, bermata, positif, negatif, dipake, pendamping, menjadikan, kualitas, kawatir, takut, kebaikan, keburukan, hmmmh, teringat, untungnya, sepenggal, kalimat, susahnya, demen, tuh, gue, tambah, sononya, dipegang, apanya, omongan, berbahaya, banget, mimpin, anjrut, anjrutan, jadinya, ditambah, tambahi, sederet, semasa, memimpin, keplin, prestasi, mencla, mencle, menambahi, ngawur, sesat, cuman, menempatkan, padda, rel, pedulian, ketidak, prihatin, perkembangan, dibawa, merebaknya, kemurnian, serius, kebebasan, berpendapat, beragama, pembangunan, ekonomi, berpihak, kapitalis, sebagainya, isu, calon, melebarnya, kesenjangan, kaya, miskin, disetir, penakutnya, pelanggaran, konstitusi, berlindung, alasan, menebarkan, mengamalkan, pluralisme, membela, kaum, tertindas, golongan, minoritas, ditindas, menindas, menaikkan, menghancurkan, reputasinya, cepat, caranya, berbentuk, menakar, kekonsistenan, menghakimi, dibuatnya, merenungkan, konsistensi, menarik, acara, barusan, bulannovember, ngomongnya, njenengan, khawatir, rakyat, republik, menghendaki, menyiapkan, seribu, pembenci, kadung, sebel, tanduk, statemennya, memakai, mengecilkan, pengagum, bersedia, memaklumatkan, refleksi, ruang, serasa, ketinggalan, serupa, tokoh, memanfaatkan, mendapatkan, publisitas, raih, target, nanti, penggiat, masyarakat, pebisnis, ormas, meluncurkan, album, kilas, resolusi, pengaruh, dampak, lantas, hubungan, sepinya, semenjak, merasakan, memudar, menghilang, kemudahan, kemurahan, menina, bobokan, membunuh, intelek, sms, mail, sarana, komunikasi, murah, kini, semakin, kehilangan, pelanggannya, panen, sepi, peminat, real, time, mewabahi, muhaimin, kaidah, panas, minggu, tubuh, kebangkitan, siaran, cetak, maupun, elektronik, didalamnya, online, turut, menyoroti, dilakukan, kubu, tarik, netralitasnya, keberpihakan, soroti, masssa, pelanggan, luas, menjalankan, kode, etik, kejadian, habib, riziq, bersliweran, bias, testimoni, kutipan, korespondensi, dituduh, aktor, kerusuhan, mendukung, teori, konspirasi, validitasnya, simpang, siur, diikuti, adu, fitnah, pemelintiran, tahan, muak, pelaku, diproses, ditahan, dalang, dalangnya, diungkap, diadili, organisasi, dibubarkan, toleransi, jarang, memberikan, karib, berucap, iedul, berpuasa, romadhon, sisi, spanduk, hukumnya, singkat, kemungkinan, bakan, dapati, marah, diharamkan, baginya, disamakan, dibenci, menjijikkan, gambar, ringan, mengucap, adil, sombong, dikasih, ngasih, gak, solidaritasnya, selain, terimo, yakin, dibalik, kolotnya, ajaran, home, entri, meta, follow, 108, aku, lahir, makan, minum, dikenal, sukses, bercita, cita, mati, dibicarakan, salam, mencerahkan, mencerdaskan,
Text of the page (random words):
opini 2 dari blog 2 ataupun milis 2 yang sedang bersliweran mungkin saja sangat bias apalagi testimoni 2 ataupun kutipan korespondensi orang 2 yang dituduh sebagai aktor intelektual kerusuhan untuk mendukung teori konspirasi validitasnya juga masih simpang siur baca lebih lanjut juni 8 2008 kategori lidah api tag fpi gus dur habib riziq kejadian monas kekerasan nu penulis mulut comments 21 komentar terkait konflik pkb detik com tidak netral welgedewelbeh berita politik paling panas dalam dua minggu terakhir ini adalah berita tentang konflik di tubuh partai kebangkitan bangsa pkb hampir semua siaran berita baik cetak maupun elektronik termasuk didalamnya adalah portal berita online juga turut menyoroti konflik tersebut manuver demi manuver yang dilakukan oleh kedua kubu selalu saja memiliki daya tarik sendiri bagi media untuk memberitakannya sayangnya beberapa media massa yang seharusnya menjaga netralitasnya ternyata memiliki kecondongan kecondongan keberpihakan yang ingin mulut soroti saat ini adalah portal berita detik com sebagai media masssa berpengaruh dan memiliki pelanggan yang sangat luas ternyata tidak menjalankan kode etik jurnalistik secara baik baca lebih lanjut mei 5 2008 kategori lidah api tag detik com gus dur kaidah jurnalistik konflik pkb muhaimin pkb penulis mulut comments 8 komentar yang hilang di era informasi itu telah kembali welgedewelbeh semenjak era informasi mulai mewabahi negeri ini mulut merasakan ada suatu tradisi yang sangat penting yang perlahan lahan memudar apa yang menghilang itu yaitu tradisi intelektualisme kemudahan dan kemurahan berkomunikasi secara langsung menggunakan ponsel menina bobokan anak anak muda kita dan membunuh daya intelek generasi bangsa ini secara perlahan lahan sms dan e mail sebagai sarana komunikasi yang baru yang lebih murah dan real time membuat layanan jasa pos menjadi sepi peminat bahkan masa panen jasa pos yang biasanya berlangsung di saat saat menjelang idul fitri dan natal pun kini juga semakin kehilangan pelanggannya lantas apa hubungan antara sepinya jasa layanan kantor pos dan intelektualisme baiklah simak penjelasan berikut ya baca lebih lanjut januari 24 2008 kategori mulut manis tag berhenti ngeblog dampak internet era informasi intelektualisme kekuatan blog pengaruh ponsel web 2 0 penulis mulut comments 18 komentar gusdur tidak konsisten welgedewelbeh akhir tahun merupakan momentum yang banyak digunakan orang terutama para blogger untuk memaklumatkan resolusi kilas balik refleksi meluncurkan album dan lain lain agar menjadi lebih baik di masa mendatang ke ruang publik serasa tidak mau ketinggalan partai politik a dan b ormas c dan d pebisnis para politisi kelompok penggiat masyarakat dan lain lain pun melakukan hal serupa para tokoh politik pun memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan publisitas atas apa yang ingin dia raih di tahun mendatang terkait ataupun tidak dengan target politik menjelang pemilu 2009 nanti satu hal yang menarik dari berbagai acara di akhir tahun 2007 tersebut adalah pernyataan gusdur bahwa beliau mau maju kembali menjadi capres indonesia di pemilu 2009 yang akan datang lho gus barusan kemaren bulannovember 2007 kan bilang kalau tidak bersedia menjadi capres di pemilu 2009 kok sekarang ngomongnya lain lagi apakah njenengan tidak khawatir dianggap plin plan atau tidak konsisten oleh rakyat di republik ini welgedewelbeh para pengagum dan orang orang yang menghendaki gusdur menjadi presiden pasti telah menyadari hal ini dan akan mungkin sudah menyiapkan seribu satu penjelasan akan sikap gus yang satu ini begitu pula sebaliknya para pembenci gusdur lawan politik ataupun orang yang sudah kadung sebel dengan segala tindak tanduk dan statemennya akan memakai fakta ini untuk mengecilkan beliau posting ini tidak dibuat untuk menakar kekonsistenan gusdur ataupun menghakimi pilihan yang dibuatnya akan tetapi untuk mengajak kita semua merenungkan lebih dalam lagi makna konsistensi bagi kelompok orang yang pertama gusdur itu adalah orang yang konsisten konsisten dalam menebarkan dan mengamalkan pluralisme dan kemanusiaan konsisten membela kaum tertindas baik dari golongan mayoritas ataupun minoritas tak peduli siapa yang ditindas bahkan diri sendiri dan siapa yang menindas kawan sendiri ataupun lawan menaikkan popularitas ataupun menghancurkan reputasinya mereka akan berkata kalau gusdur itu konsisten di tujuan dan niat caranya bisa jadi berbentuk macam macam termasuk berubah pernyataan dengan sangat cepat bagi mereka bisa jadi ketidak konsisten an gusdur kali ini didasari oleh rasa prihatin yang luar biasa terhadap perkembangan terakhir ke arah mana bangsa ini akan dibawa mulai dari merebaknya kekerasan yang berlindung alasan klasik kemurnian agama sampai pada masalah serius seperti pelanggaran konstitusi kebebasan berpendapat dan beragama termasuk sikap penakutnya presiden dalam hal ini arah pembangunan ekonomi yang lebih berpihak pada kapitalis besar dan disetir oleh kepentingan asing melebarnya kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin dan lain sebagainya semua isu penting tersebut memaksa gusdur untuk mau ber susah susah lagi mau menjadi calon presiden kelompok pertama ini juga akan menambahi bahwa gusdur itu bukan orang yang pedulian pasti akan dikatakan kalau beliau itu nggak pernah mau peduli dikatakan nggak tahu diri ngawur kafir sesat apalagi cuman dikatakan plin plan dan nggak konsisten atau kasarannya yang penting menempatkan kepentingan dan arah bangsa padda rel yang benar nggak peduli mau jadi presiden atau tidak bagi orang orang yang memang sudah nggak demen gusdur pasti akan bilang nah tuh kan apa gue bilang tambah satu lagi bukti ke mencla mencle an gusdur dari sononya sudah nggak konsisten mau dipegang apanya omongan dia itu orang nggak konsisten macam ini kan berbahaya banget kalau mimpin negara bisa anjrut anjrutan negeri ini jadinya dan biasanya akan ditambah tambahi pula dengan sederet berbagai prestasi buruk dan bukti bukti lain keplin plan an gusdur semasa memimpin negeri ini di masa lalu hmmmh mengenai hal ini mulut jadi teringat sendiri akan posting susahnya untuk konsisten yang dibuat mulut beberapa bulan yang lalu untungnya mulut hanyalah orang nggak penting biasa yang konsisten atau tidaknya diri tidak berpengaruh pada kehidupan orang banyak jadi ingat sepenggal kalimat yang mulut tulis di sana menurut mulut konsisten itu bagai pedang bermata dua bisa ke arah positif dan sebaliknya bisa juga ke arah negatif sehingga sikap berhati hati sangat penting untuk dipake sebagai pendamping sikap konsisten jangan sampai sikap tidak mau berubah konsisten kita itu malah menjadikan kita lebih buruk dan tidak meningkatkan kualitas kita sebagai manusia jangan karena kawatir dianggap tidak konsisten lalu kita takut berubah padahal perubahan tersebut akan membawa kita kepada kebaikan atau kalau kita tidak berubah malah membawa kita pada keburukan nah apakah gusdur memang manusia yang nggak mau terikat lagi dengan tanggapan tanggapan publik mengenai segala pernyataan keputusan dan tindak tanduknya ataukah ini hanyalah tambahan bukti saja bahwa gusdur memang tidak konsisten semua terserah anda yang menafsirkan kan semoga saja apapun yang terjadi pada negeri ini adalah yang terbaik yang memang berhak kita terima dari yang kuasa kalaupun kita memang belum berhak menerima yang terbaik semoga saja dimudahkan jalan kita untuk menjadi bangsa yang berhak itu mode maksa tuhan on he he he yang terbaik sajalah dan harus yang terbaik ya tuhan yaa yaa januari 13 2008 kategori bedah mulut lidah api tag capres gus dur konsisten pemilu 2009 penulis mulut comments 22 komentar ternyata niat baik saja dianggap tidak cukup welgedewelbeh beberapa waktu yang lalu mulut terlibat dalam sebuah diskusi yang cukup asyik dengan saudara wibisono sastrodiwiryo di blog budayawan muda miliknya gara garanya adalah komentar mulut di postingan isyarat pak harto di mana mulut menyatakan tidak menyetujui beberapa poin dari isi postingan tersebut komen pertama mulut ditanggapi dengan baik oleh sang empunya blog meski sempat dikira kurang jeli membaca artikelnya dengan semangat berdiskusi yang hangat mulut melanjutkan mengajukan beberapa tanggapan dan meyakinkan bahwa mulut sudah cukup teliti di komen ke dua yang mulut nyesel adalah di komen ke dua tersebut mulut pake ngajak bercanda penulis dengan mengatakan bahwa mungkin malah dia yang kurang teliti juga bahwa posting itu bukanlah isyarat pak harto melainkan isyarat kalau si penulis adalah orang yang ngefans amin rais nah mungkin gara gara mulut tetep bersikukuh pada pendapat semula dan karena guyonan tersebut akhirnya mulut mendapat komen balik yang beberapa poinnya cukup pedas puncaknya adalah ketika identitas mulut mulai dipertanyakan dan dipermasalahkan dikatakannya bahwa diskusi tanpa identitas adalah jauh dari apa yang namanya bertanggung jawab bagi dia identitas adalah elemen yang penting dalam berdiskusi bahkan secara tersirat hidden identity yang dipilih holeh mulut seperti dijelaskan dalam disclaimer kami dianggap tidak mencerminkan sebuah kredibilitas yang tinggi satu hal yang janggal dalam komen balik kedua ini adalah sikap defensif yang luar biasa yang ditunjukkan oleh kawan potensial yang mengaku sebagai budayawan muda ini seperti diambilnya posting pertama mulut sebagai dalih bahwa mulut tidak bisa memahami jalan pikiran amin rais padahal jelas jelas kalau mau baca dengan teliti posting tersebut bukan judulnya saja maka akan jelas bahwa tujuan postingan tersebut adalah untuk mengajak kita semua berempati dan nggak gampang menyesatkan kelompok lain sepertinya kok kawan kita yang satu ini mencari cari segala kelemahan personal mulut untuk tidak terus fokus menanggapi topik yang mulut diskusikan yaitu soal amin rais dan reformasi mungkin inilah yang disebut para politisi ataupun aktivis sebagai pembunuhan karakter komen balik kedua tersebut diakhiri dengan menyebut disclaimer mulut sebagai sebuah pernyataan yang kontradiktif dalam bahasa dia sendiri dia menyatakan niat baik tanpa identitas bagaimana mempertanggung jawabkannya tapi itu urusan anda sebagus apapun pikiran dan gagasan anda tak bisa dipertanggung jawabkan mengabaikan seluruh serangan dan ke oot an bahasan mulut terus melanjutkan diskusi dengan penuh prasangka baik harapan dan rasa tanggung jawab setidaknya demikianlah suasana hati mulut menurut mulut sendiri coba saja lihat komen terakhir mulut dalam diskusi tersebut dimulai dengan permintaan maaf mengatur segala kata dengan kontrol sopan santun dan adab ketimuran yang mulut yakini merupakan nilai yang adiluhung tidak ada satupun serangan di komen balik kedua yang mulut tanggapi dengan serangan balik lagi karena mulut nggak ada waktu untuk debat kusir tapi apa daya harapan tinggal harapan dengan hati yang hancur akhirnya tanggapan balik ketiga atas komen ketiga mulut harus mulut terima beberapa link berita memang masih diberikan untuk membahas topik diskusi selebihnya sebagian besar adalah kelanjutan serangan kepada karakter mulut tidak perlu rasanya mulut kupas satu persatu apa serangan balik yang mulut terima di komen balik tersebut toh semua blogger bisa menilai sendiri dari komen balik tersebut yang lebih menyedikan adalah niat baik mulut untuk minta maaf ditanggapi dingin dengan berkata permohonan maaf andapun sulit saya tanggapi karena siapa yang harus saya maafkan anda bukan siapa siapa mulut tidak hendak melanjutkan diskusi di sana toh dia sendiripun telah menyatakan enggan untuk berdiskusi secara lebih jauh dengan mulut dengan mengatakan btw saya males membahas masalah anda ini membuat postingan saya jadi tidak fokus baiklah mulut pun tidak melihat ada niat yang baik dari saudara wibisono sastrodiwiryo dalam menan ggapi maksud baik mulut semoga saja itu tidak menjadi bunuh diri intelektual kawan kita yang satu ini semua diskusi di atas adalah background dari posting mulut kali ini diulas terlebih dahulu dengan bahasan yang dicoba diutarakan seobyektif mungkin agar para pembaca paham latar belakang tulisan ini masalah hidden identity dari seorang blogger seperti yang mulut pilih dan kredibilitasnya di blogosphere indonesia penting untuk diangkat di sini karena ini menyangkut hajat hidup banyak blogger benarkah hidden identity tidak bertanggung jawab tidak memiliki kredibilitas simak saja deh ulasan mulut berikut ini yang sebagiannya diambil dan dimodifikasi dari komentar ke tiga mulut di artikel yang bersangkutan semoga saja ulasan ini bisa menjadi pelajaran yang berharga buat kita semua para blogger indonesia harapan mulut ke depan masalah ini tidak perlu terlalu diributkan lagi dan marilah membangun negeri ini dalam kerangka rukun blogger dan niat yang baik bagi mulut terlalu sayang energi dan waktu dibuang buang hanya untuk meributkan hal yang tidak terlalu penting semacam ini akan tetapi tentunya semua terserah anda andapun mulut undang untuk unjuk pendapat dalam masalah ini di forum komentar dari artikel ini menulis tanpa identitas bukanlah hal baru di dunia ini dunia sastra kita pun pernah mengalami fase dimana para penulisnya adalah anonim pilihan ini tidak membuat mereka dikatakan sebagai orang yang tidak bertanggung jawab bahkan beberapa diantaranya adalah karya sastra yang luar biasa dan mendapat apresiasi yang tinggi tanggapan saudara wibisono sastrodiwiryo terhadap hal ini dengan mengatakan bahwa mereka tidaklah anonim akan tetapi memiliki nama alias sebenarnya sudah terjawab dari awwalnya bukankah mulut juga merupakan sebuah nama alias juga penggunaan nama alias semacam ini tentu saja didasari oleh sebuah pemikiran dan tujuan tertentu dalam hal ini telah dijelaskan semua dalam disclaimer blog mulut bahkan kalau kita ikut mengalir bersama zaman dan aware dengan aliran jaman tersebut maka dunia intelektualisme bentuk baru tidaklah harus beridentitas ya dunia maya internet memaksa kita untuk memaknai ulang makna eksistensi manusia dan identitas kemanusiaan dalam bahasa pak ribut wiyoto internet dapat mewujudkan gagasan kebudayaan post filosofi sebuah karya sastra cerdas yang bergerak dari satu pemikiran filsuf besar ke filsuf besar lainnya tanpa sungkan sambil tidak segan memunculkan pemikiran sendiri secara kritis mengajukan deskripsi sistem simbol dan cara pandang yang lain lebih jauh lagi dengan adanya internet beliau mengatakan telah terjadi perubahan konsepsi kemanusiaan itu sendiri kasarannya di internet tidak ada yang tahu kalau anda berwujud anjing he he he bener nggak kalau kita mau jujur siapa yang bisa jamin kebenaran identitas seseorang di internet terlalu banyak kasus blog yang menggunakan identitas yang seakan akan benar dilengkapi dengan foto dan nomor telepon de el el segala padahal itu palsu siapa yang tahu kalau mulut ini ternyata amin rais atau kang jalal atau bahkan sby sendiri he he he pertanggung jawaban dan integritas secara intelektual di internet itu tercermin dari apa yang disampaikan dan kemauan yang bersangkutan untuk berkomunikasi sejauh anda bisa dihubungi memiliki email address tidak menutup komen dan berkata dengan bertanggung ...
|