Meta tags:
Headings (most frequently used words):
mahasiswa, bebas, 2011, tuesday, december, november, himpunan, pmium, tidak, undang, menerajui, perubahan, february, 14, 2012, monday, thursday, wednesday, 30, 22, about, me, bicara, blog, archive, 17, 12, facebook, badge, bersama, solidariti, malaysia, gamis, pro, kontroversi, valentines, day, kita, yang, bijak, pra, pru13, calon, boleh, menang, perspektif, pindaan, auku, relevan, bantah, awam, pelancaran, kenyataan, media, prinsip, asas, dan, tuntutan, gerakan, menuntut, kebebasan, berakademik,
Text of the page (most frequently used words):
mahasiswa (98), dan (85), yang (79), dalam (56), #kebebasan (47), bebas (44), dengan (38), tidak (36), ini (35), akademik (32), universiti (31), atau (29), untuk (27), hak (26), politik (25), auku (25), share (21), menuntut (21), mereka (21), mana (20), kita (18), malaysia (17), ada (17), akta (17), muhammad (16), safwan (16), anang (16), pandangan (16), sama (16), talib (15), kepada (15), negara (15), gerakan (14), berakademik (14), parti (14), persatuan (13), bagi (13), para (13), sebagai (13), pendapat (13), terhadap (13), itu (13), tersebut (12), ilmuan (12), islam (11), adalah (11), apa (11), kenyataan (11), menyatakan (11), facebook (10), kontroversi (10), daripada (10), umum (10), kerajaan (10), kajian (10), hari (10), bin (9), boleh (9), tanpa (9), juga (9), ahli (9), aktiviti (9), lain (9), mempunyai (9), bahawa (9), dua (9), prinsip (9), pmium (8), 2011 (8), sendiri (8), jua (8), luar (8), bebaskan (8), serta (8), kuasa (8), tuntutan (8), memberi (8), peguam (8), rakyat (8), pinterest (7), blogthis (7), email (7), this (7), posted (7), oleh (7), mengurus (7), 174 (7), saya (7), presiden (6), comments (6), majlis (6), nasional (6), pelajar (6), manusia (6), perlembagaan (6), pihak (6), diberi (6), hanya (6), mengeluarkan (6), kira (6), popular (6), bercanggah (6), perkara (6), peruntukan (6), pindaan (6), asas (6), akan (6), undang (6), jelas (6), calon (6), cinta (6), pro (5), solidariti (5), november (5), smm (5), labels (5), turut (5), asasi (5), berikut (5), termasuk (5), menjalankan (5), menyertai (5), perjuangan (5), kritikan (5), tadbir (5), autonomi (5), kampus (5), membuat (5), bersifat (5), khususnya (5), kolej (5), tindakan (5), perdana (5), beliau (5), nilai (5), ingin (5), dakwah (5), cara (5), bercinta (5), keras (5), valentines (4), bijak (4), anak (4), kuala (4), muda (4), malaya (4), pengerusi (4), aksi (4), perwakilan (4), kelab (4), termasuklah (4), and (4), meletakkan (4), ruang (4), dijamin (4), seluruh (4), idea (4), masyarakat (4), hal (4), 2009 (4), sebarang (4), dari (4), pilihanraya (4), berasaskan (4), observasi (4), bersuara (4), kalangan (4), sebab (4), menjadi (4), satu (4), membebaskan (4), kedua (4), telah (4), beberapa (4), bantahan (4), meminda (4), secara (4), maka (4), pengumuman (4), penuh (4), orang (4), menang (4), jalan (4), faham (4), nabi (4), arab (4), badwi (4), sahabat (4), haram (4), gamis (3), menerajui (3), perubahan (3), himpunan (3), february (3), december (3), day (3), timbalan (3), gabungan (3), mpmn (3), rakan (3), front (3), sebuah (3), pada (3), memorandum (3), suruhanjaya (3), suhakam (3), the (3), right (3), demokrasi (3), diperuntukkan (3), diskusi (3), berpartisipasi (3), elemen (3), atas (3), supaya (3), sudut (3), seperti (3), isu (3), intelektual (3), hasil (3), penilaian (3), persekitaran (3), kerangka (3), bertentangan (3), 1971 (3), dimansuhkan (3), berdasarkan (3), mansuhkan (3), iaitu (3), utama (3), institusi (3), berhak (3), mengekang (3), kakitangan (3), menggunakan (3), praktis (3), mengenakan (3), tatatertib (3), mengira (3), memiliki (3), terbatas (3), mempersoal (3), menguji (3), bilik (3), kuliah (3), sumber (3), lagi (3), katanya (3), baru (3), lumpur (3), perhimpunan (3), membenarkan (3), menteri (3), pemansuhan (3), lebih (3), memberikan (3), menentang (3), tetapi (3), sehingga (3), sedang (3), perbincangan (3), lalu (3), jika (3), kerasan (3), kekasih (3), jangan (3), mengatakan (3), bersama (2), badge (2), 2012 (2), pengajian (2), quran (2), semalaysia (2), posts (2), kesatuan (2), legasi (2), progresif (2), lmp (2), demokratik (2), belia (2), dema (2), kumpulan (2), aktivis (2), kami (2), siswa (2), islah (2), karisma (2), disokong (2), justeru (2), memperjuangkan (2), melancarkan (2), diserahkan (2), all (2), citizens (2), freedom (2), sepenuhnya (2), kebenaran (2), ilmu (2), sebagaimana (2), pensyarah (2), usaha (2), tanggungjawab (2), mengemukakan (2), sesuai (2), menyampaikan (2), idealisme (2), penerbitan (2), akhbar (2), menyuarakan (2), cita (2), cadangan (2), dikeluarkan (2), melibatkan (2), seminar (2), soal (2), ekonomi (2), sosial (2), tokoh (2), pentadbiran (2), urus (2), dijalankan (2), campurtangan (2), proses (2), pemilihan (2), undi (2), bakal (2), kepimpinan (2), aman (2), berkhidmat (2), terikat (2), perjanjian (2), mengajar (2), mencabuli (2), membunuh (2), aktivisme (2), berpendirian (2), jawatankuasa (2), bersetuju (2), kata (2), menurut (2), media (2), memansuhkan (2), ngo (2), pilihan (2), raya (2), dipengerusikan (2), tuntut (2), harakahdaily (2), sementara (2), pertama (2), terdapat (2), pelancaran (2), pagi (2), nov (2), tuesday (2), menyaksikan (2), berjalan (2), menuju (2), parlimen (2), taman (2), diraja (2), rang (2), dewan (2), saudara (2), penggubalan (2), awam (2), bukan (2), matlamat (2), keilmuan (2), relevan (2), agar (2), rasional (2), sesebuah (2), menjunjung (2), peranan (2), contoh (2), mandat (2), mahupun (2), kedudukan (2), suatu (2), tersendiri (2), semangat (2), bukanlah (2), tertentu (2), seksyen (2), harus (2), mengenai (2), ialah (2), berkenaan (2), pendirian (2), apabila (2), siapa (2), pakatan (2), mengembalikan (2), perspektif (2), ketulenan (2), peringkat (2), bahkan (2), terus (2), saling (2), menghukum (2), bagaimana (2), halal (2), benar (2), lembut (2), berbanding (2), agama (2), rahmat (2), status (2), perhatian (2), seorang (2), kamu (2), dia (2), kencing (2), masjid (2), remaja (2), bla (2), tengah (2), engkau (2), bersikap (2), lingkup (2), sambutan (2), bertemakan (2), awesome, inc, theme, powered, blogger, create, your, april, may, june, july, august, september, october, blog, archive, shoutmix, chat, widget, view, shoutbox, bicara, kelahiran, batu, buruk, terengganu, sarjana, pendidikan, akademi, about, subscribe, atom, home, older, independen, komited, ave, assemble, peaceably, without, arms, have, form, associations, every, citizen, has, speech, expression, dilindungi, liberal, mendapatkan, batas, selari, bertitik, tolak, konotasi, terpakai, warga, malah, bercakap, mencabar, konvensional, memaknakan, model, medan, perdebatan, terbuka, lahir, ekspresi, standard, profesionalisme, dimiliki, donald, downs, comment, majalah, risalah, resolusi, bercorak, dibentang, tatapan, diri, membincangkan, berbincang, diberikan, merangkumi, segala, bentuk, kewangan, perbelanjaan, dana, tajaan, pengisian, publisiti, kapasiti, sistem, teknikaliti, kempen, pembuangan, pencalonan, memilih, memimpin, badan, induk, demonstrasi, rapat, belajar, perlu, teras, menyenaraikan, free, today, bermakna, selain, penyertaan, menguruskan, penubuhan, mahasiwa, manakala, haziq, abdullah, abdul, aziz, jurucakap, petaling, jaya, dilancarkan, tubuh, ianya, pula, enam, pokok, ditafsirkan, golongan, dihantar, pengerusinya, berkata, diperjuangkan, promn, sempena, terdiri, indipenden, menyerahkan, pejabag, ibu, tadi, lancar, berita, perarakan, dinamakan, walk, for, sejauh, kilometer, bangunan, bermula, jam, mengerahkan, anggotanya, berkumpul, kaki, menunjukkan, meskipun, kecil, tambah, sepatutnya, disekat, lim, chee, wee, merampas, dibahaskan, bacaan, kali, dijangka, diundi, malam, hadir, ahmad, syukri, abd, razak, termizi, upm, terhadapa, kerana, melanggar, disertai, berada, bawah, naungan, sekumpulan, berhimpun, meluahkan, bantah, wednesday, ketiga, dipinda, keseluruhan, berkait, berbaur, kepentingan, langsung, menafikan, jugalah, memandang, menyerti, alasan, inilah, alam, luas, fikirkan, tonggak, perkembangan, tamadun, maju, peradabannya, bertindak, ilmiahnya, kemaslahatan, hujah, empirikal, penaakulan, tiang, peradaban, check, balance, erti, diambil, walaupun, agen, semak, imbang, seharusnya, dasar, polisi, sektor, diputuskan, antara, garis, berilmu, keintelektualan, rasminya, memainkan, menjamin, warganegara, mewujudkan, sengaja, melihat, mengakar, mendasar, berbasiskan, menganggotai, sudah, berusia, tahun, walaubagaimanapun, menegaskan, sahaja, kegiatan, dianggotainya, memegang, jawatan, bergerak, aktif, membantu, menggariskan, tafsiran, makna, seseorang, dibolehkan, 1974, merujuk, menyebutkan, penting, teliti, menanggapi, thursday, pemansuhkan, terlibat, merupakan, pengundi, teragak, agak, kesemua, najib, kelihatan, retorik, rayuan, kabinet, kes, ukm4, diteruskan, nah, mengguna, gunakan, sebenarnya, terpampang, masa, masih, sabitkan, kesalahan, kuin, kedah, salah, negeri, barisan, gagal, keputusan, kemahasiswaan, inginkan, mampu, tertakluk, usahakan, bersih, telus, ideologi, dianuti, manifesto, dibawa, menggula, gulakan, samada, marhaen, mutakhir, mula, dibangkitkan, pembangkang, penganalisa, akar, umbi, mencadangkan, diketengahkan, dilobi, lobi, naik, popularitinya, pra, pru13, monday, pejuang, mendidik, ummahnya, terusan, berkorban, menyalah, akui, lemahnya, sekarang, subur, kasih, sayang, ayuh, mari, mulai, melontar, ruangan, komentar, benarlah, kelompangan, tanggapi, sebaliknya, terbaik, tunjukkan, mesra, menolak, mencintai, isteri, mendapat, berbangsa, cina, kemudian, berkongsi, tunjukkanlah, setelah, bertemu, menasihatinya, hadith, riwayat, muslim, 133, 429, janganlah, menghentikannya, biarlah, selesai, terlebih, dahulu, bersabda, membangkitkan, kemarahan, menganggap, perbuatan, biadap, menggertaknya, betapa, hikmahnya, rasulullah, memarahi, sini, berdakwah, pernah, anas, malik, menceritakan, ketika, datang, berdiri, psikologi, halang, seronok, buat, tanda, protes, menyambut, sambut, hukumnya, berdosa, fatwa, bayangkan, keseronokan, tenggelam, percintaan, bagaikan, malaikat, amaran, ali, imran, 159, melimpah, limpah, allah, kepadamu, wahai, lemah, pengikutmu, kalaulah, kasar, hati, tentulah, lari, kelilingmu, petunjuk, agung, umat, menggambarkan, kelembutan, menghadapi, biasanya, anggap, sepertimana, memahami, amati, ramai, cenderung, menyempitkan, sekitar, mendatangkan, kebaikan, fiqh, sana, termangu, mangu, mengapa, sampai, dihukum, salahkah, blur, sejak, tiga, kebelakangan, timeline, twitter, dibanjiri, pelbagai, berkempen, mempertahankan, indeed, they, were, youths, who, believed, their, lord, increased, them, guidance,
Text of the page (random words):
wi ini biadap lalu mereka menggertaknya tetapi betapa hikmahnya rasulullah beliau tidak terus memarahi arab badwi tersebut dengan menyatakan jangan kencing di sini nabi s a w dengan penuh cinta bersabda kepada para sahabat janganlah kamu menghentikannya biarlah dia selesai terlebih dahulu setelah itu nabi s a w sendiri bertemu arab badwi dan menasihatinya hadith riwayat muslim 2 133 no 429 tunjukkanlah cara yang benar untuk bercinta isteri saya memberikan pendapat beliau dalam status di facebook sehingga mendapat perhatian seorang rakan berbangsa cina yang kemudian turut berkongsi status tersebut di facebook beliau jika kita tunjukkan jalan bagaimana cara yang benar untuk bercinta lebih lembut dan mesra dakwah kita berbanding kita keras kerasan menolak hari kekasih islam itu agama yang penuh cinta agama rahmat bagi yang bercinta dan mencintai orang yang saling bercinta benarlah kelompangan faham islam ini tidak boleh kita tanggapi dengan cara menghukum orang yang tidak faham sebaliknya kita sebagai orang yang faham harus memberi cara yang terbaik bagaimana mereka boleh bercinta secara halal lalu saya melontar pandangan di ruangan komentar di jalan cinta para pejuang islam mendidik ummahnya terus terusan dalam berkorban tidak saling menyalah bahkan akui lemahnya jalan dakwah kita sekarang tidak subur dengan kasih sayang ayuh mari kita mulai cinta jalan dakwah ini safwan anang presiden pmium timbalan presiden gamis posted by muhammad safwan bin anang talib at 2 41 am no comments email this blogthis share to x share to facebook share to pinterest labels dakwah kontroversi monday december 5 2011 pra pru13 calon boleh menang perspektif mahasiswa mutakhir ini perbincangan mengenai calon pilihanraya umum mula dibangkitkan di peringkat parti tidak kira kerajaan atau pembangkang di peringkat penganalisa politik akar umbi dan kepimpinan parti mencadangkan agar calon boleh menang diketengahkan bahkan sehingga dilobi lobi calon yang sedang naik popularitinya calon boleh menang perspektif mahasiswa adalah mereka yang boleh mengembalikan ketulenan demokrasi yang bebas bersih dan telus di malaysia ketulenan ini termasuklah mempunyai prinsip yang jelas terhadap ideologi yang dianuti manifesto yang bakal dibawa bukan bersifat menggula gulakan mana mana pihak samada rakyat marhaen mahupun mahasiswa dalam kerangka anak muda dalam kerangka universiti dan kemahasiswaan mahasiswa inginkan calon boleh menang yang mampu mengembalikan autonomi universiti autonomi mahasiswa dan kebebasan akademik seperti yang tertakluk dalam tuntutan mahasiswa yang sedang kita usahakan sehingga ke hari ini kedua dua pihak sama ada kerajaan barisan nasional atau pakatan rakyat gagal memberi pendirian dan keputusan yang jelas berkenaan tuntutan pemansuhan akta universiti dan kolej universiti auku sebagai contoh yang terpampang apabila pr ingin mansuhkan auku tetapi dalam masa sama masih di sabitkan kesalahan auku terhadap 6 orang mahasiswa daripada kuin di kedah salah sebuah negeri pakatan rakyat pengumuman pm najib untuk meminda seksyen 15 auku juga kelihatan retorik apabila rayuan kabinet terhadap kes ukm4 juga akan diteruskan nah siapa yang mengguna gunakan auku dan siapa ingin membebaskan mahasiswa daripada auku sebenarnya di atas prinsip yang jelas mahasiswa yang merupakan pengundi muda tidak teragak agak untuk hanya memberikan undi kepada mereka yang jelas menyatakan pendirian terhadap kesemua tuntutan mahasiswa tuntutan tersebut termasuklah pemansuhkan auku dan akta yang terlibat bebaskan ilmuan berakademik bebaskan mahasiswa bersuara memberi autonomi kepada mahasiswa untuk mengurus pilihanraya kampus serta mengurus tadbir persatuan dan aktiviti sendiri muhammad safwan b anang talib pengerusi gerakan menuntut kebebasan akademik bebas presiden persatuan mahasiswa islam universiti malaya timbalan presiden gabungan mahasiswa islam semalaysia gamis posted by muhammad safwan bin anang talib at 11 28 pm no comments email this blogthis share to x share to facebook share to pinterest thursday december 1 2011 pindaan auku tidak relevan saya berpendirian bahawa terdapat satu perkara penting yang harus kita teliti dalam menanggapi pengumuman perdana menteri baru baru ini mengenai pindaan akta universiti dan kolej universiti auku perkara tersebut ialah berkenaan kebenaran menyertai parti politik merujuk kepada pengumuman perdana menteri pada 24 november di dewan rakyat beliau menyebutkan bahawa kerajaan akan meminda seksyen 15 auku 1974 bagi membenarkan mahasiswa menjadi ahli parti politik saya menggariskan tafsiran menyertai parti politik dengan makna seseorang mahasiswa diberi ruang dan dibolehkan menjadi ahli sesebuah parti politik memegang jawatan tertentu di dalam parti politik atau bergerak secara aktif membantu parti politik serta apa sahaja kegiatan lain di dalam parti politik tertentu yang dianggotainya walaubagaimanapun saya ingin menegaskan bahawa menyertai parti politik bukanlah tuntutan utama dalam perjuangan mahasiswa menentang auku yang sudah berusia 40 tahun saya ingin kerajaan melihat akta tersebut dengan pandangan mengakar dan mendasar perjuangan mahasiswa menuntut pemansuhan auku bukanlah hanya berbasiskan semangat ingin menganggotai parti politik mahasiswa meletakkan beberapa prinsip jelas dalam menentang auku termasuklah menjunjung semangat perlembagaan negara yang menjamin hak kebebasan bagi warganegara dengan mewujudkan auku kerajaan dengan sengaja menentang hak kebebasan yang diperuntukkan di dalam perlembagaan antara lain kedudukan mahasiswa sebagai mahasiswa itu sendiri meletakkan suatu garis yang jelas bahawa mahasiswa adalah mereka yang berilmu yang mempunyai nilai keintelektualan dan mempunyai kedudukan tersendiri dalam kalangan masyarakat maka dengan nilai yang tersendiri ini mahasiswa secara rasminya diberi mandat oleh masyarakat untuk memainkan peranan sesuai dengan nilai mereka sebagai contoh mahasiswa diberi mandat sebagai agen semak imbang dalam negara dalam hal ini mahasiswa seharusnya bebas dengan penuh tanggungjawab menyatakan pandangan cadangan mahupun kritikan terhadap apa jua dasar dan polisi dalam sektor ekonomi politik sosial dan lain lain yang diputuskan dalam negara kebebasan dalam peranan check and balance ini memberi erti bahawa mahasiswa tidak boleh diambil tindakan terhadap sebarang kenyataan yang dikeluarkan walaupun bersifat kontroversi bertentangan dengan kerajaan atau pandangan awam di dalam atau di luar universiti dua prinsip asas iaitu kebebasan dan ilmu ini menjadi tonggak perkembangan tamadun sesebuah negara negara yang maju dari sudut peradabannya adalah negara yang memberikan ilmuan kebebasan untuk bertindak atas rasional ilmiahnya hanya untuk kemaslahatan masyarakat kenyataan berasaskan hujah kajian empirikal penaakulan observasi adalah tiang peradaban bagi negara yang menjunjung nilai keilmuan dengan asas dua prinsip inilah maka mahasiswa menuntut agar auku dimansuhkan pandangan alam mahasiswa terhadap rasional tuntutan pemansuhan auku lebih luas daripada apa yang kerajaan fikirkan maka dengan pandangan ini jugalah mahasiswa memandang pengumuman perdana menteri untuk meminda auku dengan matlamat membenarkan mahasiswa menyerti parti politik adalah tidak relevan dengan beberapa alasan pertama auku itu sendiri secara tidak langsung menafikan hak kebebasan dan nilai keilmuan mahasiswa dan para ahli akademik kedua matlamat membenarkan mahasiswa menyertai parti politik dengan tidak meminda keseluruhan akta yang berkait dengan hak kebebasan berakademik adalah berbaur kepentingan politik parti kerajaan ketiga mahasiswa menuntut auku dimansuhkan bukan hanya dipinda muhammad safwan bin anang talib pengerusi gerakan menuntut kebebasan akademik bebas posted by muhammad safwan bin anang talib at 10 17 pm 2 comments email this blogthis share to x share to facebook share to pinterest labels bebas wednesday november 30 2011 bebas bantah undang undang himpunan awam pmium kuala lumpur 29 nov 2011 hari ini front bebas yang dipengerusikan oleh saudara muhammad safwan anang talib dan sekumpulan mahasiswa berhimpun bagi meluahkan bantahan terhadap penggubalan akta perhimpunan aman 2011 perhimpunan ini disertai juga peguam peguam di seluruh negara yang berada di bawah naungan majlis peguam malaysia di kelab taman perdana diraja kuala lumpur turut sama hadir dalam perhimpunan bantahan ini adalah ahmad syukri abd razak smm dan saudara termizi pro m upm menyatakan bantahan terhadapa penggubalan terhadap akta tersebut kerana perkara ini telah melanggar hak dan demokrasi mahasiswa dan rakyat dalam menyuarakan pandangan rang undang undang yang akan dibahaskan di dewan rakyat hari ini untuk bacaan kali kedua dijangka akan diundi pada malam ini sementara itu presiden majlis peguam lim chee wee menyatakan rang undang undang itu akan merampas hak rakyat yang dijamin oleh perlembagaan tambah beliau peguam di seluruh negara tidak sepatutnya hanya menyaksikan kebebasan rakyat disekat tanpa membuat sebarang tindakan justeru majlis peguam malaysia telah mengerahkan anggotanya supaya berkumpul di kelab taman perdana diraja dan akan berjalan kaki menuju ke parlimen sebagai menunjukkan bantahan mereka meskipun bersetuju membuat beberapa pindaan kecil perarakan yang dinamakan walk for freedom menyaksikan peguam peguam berjalan sejauh kira kira dua kilometer menuju ke bangunan parlimen bermula jam 11 30 pagi ini pmium sumber berita pmium posted by muhammad safwan bin anang talib at 3 53 pm no comments email this blogthis share to x share to facebook share to pinterest tuesday november 22 2011 pelancaran bebas kenyataan media mahasiswa lancar bebas tuntut bebaskan akademik kuala lumpur 22 nov gabungan beberapa gerakan mahasiswa hari ini melancarkan gerakan menuntut kebebasan akademik atau bebas dalam usaha memperjuangkan hak dan kebebasan mahasiswa dan ahli akademik sempena pelancaran gerakan itu mereka yang terdiri daripada solidariti mahasiswa malaysia smm persatuan mahasiswa islam universiti malaya pmium kelab rakan siswa islah malaysia karisma kumpulan aktivis mahasiswa indipenden kami serta gerakan demokratik belia dan pelajar malaysia dema telah menyerahkan satu memorandum kepada suruhanjaya hak asasi malaysia suhakam di pejabag suruhanjaya itu di ibu negara pagi tadi turut serta dalam bebas adalah pro mahasiswa nasional promn majlis perwakilan mahasiswa nasional mpmn legasi mahasiswa progresif lmp dan kesatuan aksi mahasiswa aksi menurut satu kenyataan yang dihantar kepada harakahdaily pengerusinya muhammad safwan anang talib berkata terdapat dua prinsip asas yang diperjuangkan bebas pertama katanya adalah bahawa ahli akademik sama ada di dalam atau di luar bilik kuliah memiliki kuasa yang tidak terbatas untuk mempersoal menguji idea dan mengeluarkan kenyataan kontroversi dan tidak popular tanpa mengira sama ada pendapat tersebut bercanggah atau tidak dengan pendapat umum kedua institusi akademik tidak berhak untuk mengekang kebebasan akademik dalam kalangan kakitangan universiti atau menggunakan praktis kebebasan akademik sebagai sebab untuk mengenakan tindakan tatatertib katanya sementara itu dalam memorandum yang turut diserahkan kepada suhakam pula mereka menuntut enam perkara pokok yang ditafsirkan sebagai kebebasan kepada mahasiswa dan golongan akademik ianya termasuk memansuhkan auku dan akta 174 membebaskan ilmuan berakademik membebaskan mahasiswa bersuara memberi hak mahasiswa mengurus pilihan raya kampus membebaskan mahasiswa mengurus persatuan dan aktiviti dan memberi hak kepada mahasiswa berpartisipasi dalam politik sumber harakahdaily mahasiswa tubuh bebas tuntut hak petaling jaya sebuah ngo baru gerakan menuntut kebebasan akademik atau bebas dilancarkan bagi menuntut kebebasan akademik di negara ini bebas dipengerusikan muhammad safwan anang talib manakala haziq abdullah abdul aziz sebagai jurucakap penubuhan bebas disokong 10 persatuan mahasiwa termasuk solidariti mahasiswa malaysia smm majlis perwakilan mahasiswa nasional mpmn dan persatuan mahasiswa islam universiti universiti malaysia pmium selain kebebasan akademik ngo pelajar universiti itu juga menuntut kebebasan dalam penyertaan politik termasuk menguruskan pilihan raya kampus perjuangan bebas berdasarkan dua prinsip sebagai asas kebebasan berakademik bahawa ahli akademik sama ada di dalam atau di luar bilik kuliah memiliki kuasa yang tidak terbatas untuk mempersoal menguji idea dan mengeluarkan kenyataan kontroversi dan tidak popular tanpa mengira sama ada pendapat tersebut bercanggah atau tidak dengan pendapat umum institusi akademik tidak berhak untuk mengekang kebebasan akademik dalam kalangan kakitangan universiti atau menggunakan praktis kebebasan akademik sebagai sebab untuk mengenakan tindakan tatatertib mansuhkan auku ini bermakna bebas menuntut kerajaan memansuhkan akta universiti kolej universiti auku dan akta 174 katanya peruntukan peruntukan dalam auku 1971 pindaan 2009 dan akta 174 membunuh aktivisme mahasiswa malaysia ia juga mencabuli hak hak asasi manusia khususnya mahasiswa kata bebas dalam satu kenyataan media hari ini bebas menuntut hak kebebasan berakademik bagi para ilmuan para ilmuan menurut kenyataan itu mempunyai kebebasan untuk mengajar dan membuat kajian dalam persekitaran akademik tidak kira sama ada kajian tersebut bersifat kontroversi atau tidak popular serta bercanggah dengan pendapat umum khususnya mana mana kuasa politik di dalam negara para ilmuan mempunyai kebebasan menyatakan pendapat mengeluarkan pandangan menyatakan kritikan terhadap apa jua isu berasaskan pandangan intelektual hasil daripada kajian observasi dan penilaian mereka sama ada di dalam atau di luar universiti para ilmuan bebas berkhidmat tanpa terikat dengan mana mana perjanjian yang bertentangan dengan hak kebebasan berakademik yang dijamin perlembagaan kata kenyataan itu lagi sumber free malaysia today posted by muhammad safwan bin anang talib at 2 23 am no comments email this blogthis share to x share to facebook share to pinterest labels bebas bebas prinsip asas dan 6 tuntutan jawatankuasa gerakan mahasiswa menuntut kebebasan akademik bebas bersetuju untuk meletakkan dua prinsip utama yang menjadi asas kepada gerakan kebebasan akademik iaitu 1 bahawa ahli akademik sama ada di dalam atau di luar bilik kuliah memiliki kuasa yang tidak terbatas untuk mempersoal menguji idea dan mengeluarkan kenyataan kontroversi dan tidak popular tanpa mengira sama ada pendapat tersebut bercanggah atau tidak dengan pendapat umum 2 institusi akademik tidak berhak untuk mengekang kebebasan akademik dalam kalangan kakitangan universiti atau menggunakan praktis kebebasan akademik sebagai sebab untuk mengenakan tindakan tatatertib jawatankuasa bebas juga menyenaraikan 6 tuntutan utama gerakan iaitu 1 mansuhkan auku dan akta 174 bebas berpendirian bahawa auku dan akta 174 perlu dimansuhkan berdasarkan dua teras berikut a peruntukan peruntukan dalam akta universiti kolej universiti 1971 pindaan 2009 dan akta 174 membunuh aktivisme mahasiswa malaysia b peruntukan peruntukan dalam akta univ...
|