Meta tags:
Headings (most frequently used words):
2009, wednesday, september, diriku, blog, orang, december, friday, saturday, august, 15, sekarang, pukul, muzikku, labels, archive, recent, news, ikut, jer, suka, baca, ini, bagaimana, menghilangkan, masalah, malas, berblogging, dari, bazar, ke, masjid, tazkirah, jumaat, huhu, piza, malaysia, tahniah, pada, sendiri, hehe, pra, konvo, yang, panas,
Text of the page (most frequently used words):
aku (104), yang (64), dan (63), ibu (43), nak (31), itu (30), tak (28), ini (26), apa (23), tidak (21), kita (20), dengan (19), tapi (19), dah (18), orang (17), anak (17), datang (16), dari (16), kat (15), dalam (15), jangan (15), pun (14), kau (14), lagi (13), hari (13), jilbab (13), semua (12), rasa (12), sudah (12), kata (12), satu (11), air (11), memang (11), jadi (11), suara (11), konvo (10), gan (10), untuk (10), tolong (10), masjid (10), hehe (9), kenapa (9), macam (9), piza (9), bahan (9), labels (8), manusia (8), pernah (8), midat (8), allah (8), huhu (8), bila (8), baru (8), ayah (8), buat (8), makan (8), boleh (8), abang (8), maut (8), saya (8), akan (7), comments (7), posted (7), amik (7), sebab (7), lama (7), dapat (7), sedap (7), kan (7), tiba (7), kerana (7), ibadah (7), ago (6), blog (6), ikut (6), sangat (6), telah (6), panas (6), banyak (6), seorang (6), bukan (6), kemudian (6), balik (6), semakin (6), pakai (6), tanah (6), years (5), malas (5), 2009 (5), diri (5), kawan2 (5), cakap (5), masa (5), sini (5), kalau (5), masak (5), tadi (5), putih (5), nanti (5), kenal (5), kini (5), pemuda (5), tok (5), imam (5), kelihatan (5), kamu (5), makin (5), the (4), masalah (4), ukm (4), tazkirah (4), kawan (4), dunia (4), diriku (4), bagi (4), berubah (4), lah (4), sekarang (4), ada (4), gambar (4), sama (4), ambil (4), lain (4), naik (4), hehehe (4), belajar (4), buka (4), pada (4), lepas (4), ramai (4), ijazah (4), rumah (4), sendiri (4), berada (4), letak (4), sedikit (4), bau (4), dia (4), atas (4), lalu (4), siapa (4), mengucap (4), doktor (4), mahu (4), melihat (4), amat (4), sayup (4), takut (4), sakaratul (4), malaikat (4), islam (4), agama (4), malu (4), demi (4), terdengar (4), benar (4), mau (4), baca (3), jer (3), september (3), bagaimana (3), motivasi (3), mungkin (3), kisah (3), semoga (3), warna (3), join (3), tahun (3), jugak (3), pulak (3), update (3), berlalu (3), kejayaan (3), saja (3), membantu (3), kepada (3), beli (3), hut (3), ngap (3), dulu (3), cheese (3), bawang (3), merah (3), sampai (3), garam (3), gula (3), guna (3), wat (3), ayam (3), daging (3), atau (3), sikit (3), tetapi (3), asyhaduallailahaillallah (3), dada (3), tubuhku (3), ingat (3), terasa (3), teramat (3), telingaku (3), ingin (3), gelap (3), masih (3), tolonglah (3), kedengaran (3), menangis (3), mampu (3), yassin (3), sedetik (3), syurga (3), matilah (3), hijau (3), perlahan (3), lahan (3), hujung (3), mata (3), busuk (3), baik (3), dengar (3), lakukan (3), suatu (3), letakkan (3), kak (3), badanku (3), kain (3), liang (3), sakitnya (3), terus (3), memakai (3), tua (3), iya (3), ustaz (3), faham (3), berbuka (3), posa (3), bazar (3), home (2), kerjakahwin (2), bangi (2), march (2), kreatif (2), suka (2), view (2), august (2), menghilangkan (2), berblogging (2), december (2), hati (2), resepi (2), mereka (2), linguistik (2), keluargaku (2), kawanku (2), emosi (2), mcm (2), ataupun (2), posts (2), oleh (2), kolej (2), teruja (2), kali (2), dekat (2), sendri (2), mcam (2), perhatian (2), anda (2), hanya (2), jubah (2), adik2 (2), salam (2), lelah (2), tanpa (2), baju (2), membuat (2), pra (2), kelas (2), kampung (2), betul (2), tinggal (2), pentas (2), jgn (2), studio (2), assalamualaikum (2), best (2), usaha (2), mak (2), keluarga (2), pak (2), walaupun (2), namun (2), muda (2), cukup (2), dengarlah (2), nampak (2), potong (2), doh (2), sos (2), tomato (2), puri (2), sekali (2), oregano (2), basil (2), cara (2), susah (2), utama (2), daun2 (2), cari (2), tempat (2), campur (2), mama (2), barat (2), ala (2), malaysia (2), gitu (2), kalu (2), kena (2), tepung (2), yis (2), susu (2), pekat (2), mestila (2), jumaat (2), habis (2), buah (2), wednesday (2), membaca (2), but (2), good (2), menjadi (2), tenat (2), seperti (2), tahu (2), sebelum (2), pandanganku (2), kabur (2), sekelilingku (2), pegang (2), kuat (2), sayang (2), ucapan (2), daku (2), nasi (2), memberi (2), susunya (2), sahaja (2), perlu (2), wad (2), denganmu (2), datanglah (2), mataku (2), adakah (2), buta (2), sayap (2), juga (2), berpisah (2), bacaan (2), rintihan (2), penuh (2), dahaga (2), nenek (2), masuk (2), yahudi (2), kah (2), berjubah (2), hitam (2), mari (2), kami (2), katanya (2), cahaya (2), kuning (2), akulah (2), kaki (2), jasadku (2), sejuk (2), keji (2), busuknya (2), sampah (2), mengangkat (2), hadapan (2), sehodoh (2), keluar (2), loya (2), mana (2), bohong (2), penghuni (2), lebih (2), pergi (2), teringat (2), segala (2), dosa (2), ngah (2), lihat (2), usung (2), celah (2), bungkus (2), beberapa (2), termasuk (2), kotak (2), enam (2), setapak (2), perkuburan (2), turunkan (2), pasir (2), timbusi (2), talkin (2), alam (2), barzakh (2), larangan (2), sambil (2), ceramah (2), dinding (2), sibuk (2), perintah (2), tetap (2), menahan (2), laki (2), talam (2), bulan (2), time (2), nafsu (2), skip (2), noras, cottage, myprima, decor, diy, decoupage, blogs, aiyem, goin, anunimos, sesuatu, ezlennda, zein, reception, gorgeous, make, zaifie, zainal, endoi, baby, nawrah, design, collections, solemnization, izza, heights, 2015, jemari, add, actively, hereeee, ajaran, sesat, kuki, monster, day, plants, winter, house, terraces, martha, shoutmix, chat, widget, shoutbox, recent, news, january, february, april, may, june, july, archive, soalnya, negaraku, mekap, dbp, idea, muzikku, complete, profile, tertulis, banner, bleh, bnyak, karakter, yela, scr, fizikal, mental, siaran, dirumah, pukul, subscribe, atom, older, terjadi, diberkati, amin, zaba, terjun, fpi, fuh, canntikkk, perasan, biasa, muka, tepi2, lingustik, jika, kos, kurang, menyerlah, kaler, saje, ajak2, club, petua, baling2, morta, board, topi, ntah, mulut, asyik, helmet, maybe, selalu, motor, kot, photoshoot, tersebut, berpeluh, kahwin, berpenat, betungkus, lumus, selama, masanya, meraikanya, kaunter, membuang, pertemuan, raptai, bergambar, huhuhu, dikatakan, penggambaran, disebabkan, rabu, start, kul, kawn2, jgak, kwn2, datng, meriah, saturday, sabar, tnggu, 2011, master, datg, sempat, sepupu, ala2, jadilah, family, bunga, benda, dicerita, semula, minggu, konvokesyen, kembang, mesti, penat, berhempas, pulas, menghargai, setiap, bukanya, hasil, ahli, tam, sedara, mara, para, pensyarah, terutama, penyelia, puan, harishon, turut, kesempatan, mengucapkan, terima, kasih, insan2, sisi, mencapai, anugerah, diraja, diraih, kelulusan, sarjana, membanggakan, way, habiskan, pengajian, terbaik, bangga, nasihat, tahniah, cubalah, pas, sedapppp, siap, segenggam, dulang, pembakar, gris, dicampur, akhir, susun, banyak2, taburkan, bakar, oven, minit, suhu, 160, darjah, celcius, senang, tumis, masukkan, plak, kang, rasakan, lidah, paling, cili, mat, salleh, daun, kering, jual, pasaraya, kiub2, maggi, adal, dekat2, biat, harum, sayur, nenas, cendawan, butang, lada, benggala, blender, dicincang, blend, sebenarnya, pelbagaikan, semetinya, khas, mauripa, tentulah, gandum, mauripan, dibancuh, suam, telur, ndak, suruh, uli, sebati, biarkan, mengembang, tau, sains, merdeka, cuti, isnin, peluang, berpuasa, syok, teringin, kuih, melaka, bercita, cita, keinginan, terhapus, tengok, chanel, 501, discovery, pasai, akhirnya, terliur, kebetulan, seronoknya, adik, saat, ditalkinkan, sebak, email, its, insaf, pelajaran, insyaallah, berganti, keadaanku, terkaku, mayat, katil, salah, sebuah, hospital, mengapa, tempatkan, sedang, memandu, kereta, bertembung, lori, balak, selepas, pastikan, berat, bahagian, pinggangku, berasa, derita, sungguh, nafasku, sesak, tanganku, dibisikkan, sertai, tangisan, mendodoikan, semasa, kecil, menyuapkan, mulutku, serta, merotanku, degil, keadaannya, amati, pasti, jawab, ringkas, bang, berserah, takdir, seminggu, terlantar, menjengah, berbicara, sabarlah, dik, ingatkan, abangkah, bersuara, tanggung, semudah, lafazkan, adikmu, bukakan, tekanan, darahnya, rendah, teresak, esak, saatnya, selamatkan, terngiyang, ngiyang, perdengarkan, apakah, menghampiri, izrail, dtang, ambang, tegang, sendat, nafas, ketika, sesiapa, pastinya, berdepan, pedulikan, pekak, lambung, resah, gelisah, kesah, keluhan, haus, tiada, peduli, nenekku, lapar, gelas, madu, cucu, minum, ibuku, menggoyangkan, ibumu, membesarkanmu, buangkan, anakku, itulah, berubahlaku, syaitan, memurtadkan, diajukan, lidahku, kelu, membawa, bersamanya, payung, kilatan, sinaran, kedinginan, menjalar, merayap, rambut, seluruh, selimuti, kepalaku, hai, jiwa, keluarlah, kemurkaan, tersentak, roh, berselerak, innalillahi, wainnailaihi, rajiuun, menunggu, sesayup, memandang, menghemburlah, bangkai, sebusuk, menusuk, hidungku, hanyirnya, hancingnya, wahai, lelaki, tercegat, katilku, sekotor, sebusuknya, rambutnya, terurus, berlumut, coklat, entah, lubang, hidung, telinganya, mulutnya, terdapat, nanah, darah, pedulikannya, jijik, melihatnya, jawabku, tegas, sejijik, sahabatmu, menjerit, sekuat, biar, mendengarnya, engkau, amalanmu, terdiam, berkata, semuanya, pelajari, keburukan, jelmakan, sebagai, makhluk, hodoh, tuhan, lalai, cuai, lupa, nikmat, kurniakan, solatku, bukannya, ikhlas, pergaulanku, bebas, muhrim, terlambat, bertaubat, harus, dahiku, kaklong, abah, bengkak, sirami, berbau, kapur, barus, tekan, perutku, sakit, ruang, dibentangkan, diletakkannya, kapas, bubuh, tunggu, kalian, rimas, sudut, menyembahyangkanku, saf, pertama, sembahyangkan, sembahyang, ustazku, dahulu, sembahyanglah, disembahyangkan, sedar, takbir, ruku, sujud, tahiyyat, angkat, kayu, diusung, fatihah, keengaran, long, mengekori, belakang, kemana, bawanya, nun, jauh, sana, kampungku, situkah, dibawanya, setibanya, besaiz, tangan, memegangku, memberitahu, keluarkan, seram, sedalam, menutupiku, aduh, innalillahiwa, innailaihi, rajiuuun, jualah, kembali, sesungguhnya, mati, siratul, mustaqim, neraka, jua, hilang, sdikit, lemparkan, atasku, keseorangan, tinggalkan, this, story, author, left, out, one, most, important, thing, death, sakratul, adalah, umpama, seribu, pedang, tajam, menghiris, tulang, serentak, hingga, akhirat, surah, nasrani, subject, purdah, tentang, pulang, kerumah, sendirian, biliknya, melepas, menatap, langit, membiru, kesibukan, menyelenggarakan, keislaman, betul2, meletihkan, suasana, hening, damai, flat, kediamannya, belum, kerja, perbualan, jirannya, anaknya, hmmm, mmm, anu, ajalah, tengah, memasuk, benang, kejarum, rasanya, agaknya, rabun, ajelah, bercerita, soal, wajib, mulai, menajamkan, pendengarannya, patuh, berdosa, tentu, menjaga, maruah, bolehlah, terpengaruh, cerita, pasal, budaya, arab, syariat, sebenar, adat, diwajibkan, demikian, trend, aja, melarang, nih, terserah, taat, menyuruh, maksiat, walau, apapun, besok, muktamad, keinginannya, bilik, bertemu, membela, agar, bersetuju, kemahuan, tangannya, terangkat, depan, pintu, mengetuk, budin, janganlah, jiran, sebelah, langkah, longlai, serius, tul, terkena, hangin, badan, haaa, haaaaa, harga, pandir, nyer, golek, lemak, ishak, magnet, menarik, macam2, maka, poket, menipis, akibat, membeli, leh, esoknya, mengatasi, membimbangkan, ialah, puasa, bagus, sgt, jimat, mengelakkan, pembaziran, ramai2, ajak, dok, puji, chef, masakan, jumlah, penah, segan, sila, beramai2, mengimarahkan, sama2, solat, berjemaah, bagusla, selamat, duit, meningkatkan, mulia, sorang, tingkatkat, kurangkan, wasalam, tingkatkan, supaya, berakhirnya, ramadan, terhapuslah, dosa2, dalamberbagai, bentu, membazir, memborong, bab, dpat, melakukannya, pergh, cabaran, besar, godaaaaaaannnnnn, uji, kesabaran, kadang2, tewas, godaan, tiba2, buaya, ikan, pirana, dasyat, giler, adoi, kecur, liur, nengok, friday, bersawang, bagai, gila, layang, sian, maklumla, menyibukkan, tahap, cipan, nantila, ader, citer, dzaaaaa, sidebar, main, and, myspace, layouts, click, here, for, blogger, templates, pyzam, com, motivate, inovative, dare, active, tolerate,
Text of the page (random words):
ru sahaja pulang kerumah ia sendirian di biliknya melepas lelah sambil menatap langit yang membiru kesibukan menyelenggarakan ceramah keislaman di masjid betul2 meletihkan suasana hening dan damai kerana di flat kediamannya kerana ramai penghuni masih belum balik dari kerja dari balik dinding sayup sayup terdengar perbualan jirannya seorang ibu tua dengan anaknya anak ibu ibu hmmm anak bu ibu apa anak mmm anu tadi saya ke masjid dengar ceramah ibu dengarlah ni ibu iya ibu dengar cakap ajalah kan ibu tengah sibuk memasuk kan benang kejarum ni susah pulak rasanya agaknya mata ibu sudah nak rabun anak bu ibu apa dia cakap ajelah yang anak tadi di masjid seorang ustaz bercerita soal jilbab katanya pakai jilbab itu wajib ibu mulai sekarang saya mau pakai jilbab boleh tak bu ibu jangan pemuda dari balik dinding makin menajamkan perhatian pendengarannya anak tapi tu perintah allah kalau tidak patuh kita berdosa bu boleh ya saya mau pakai jilbab ibu kan ibu kata jangan anak tapi bu bukan lebih baik saya memakai jilbab kerana kerana kita orang islam dan sudah tentu dapat menjaga maruah dan harga diri saya betul tak bu bolehlah bu ibu tidak anak kenapa atau ibu terpengaruh sama cerita bohong pasal memakai jilbab kata ustaz jilbab itu bukan budaya arab itu syariat islam islam yang sebenar bukan adat dari dulu memang diwajibkan demikian bukan trend baru baru ini aja ibu iya iya ibu faham tu tapi ibu kata jangan anak jadi ibu melarang saya nih bu mau tak mau saya tetap akan pakai jilbab terserah ibu nak kata apa tak perlu taat pada orang tua kalau orang tua itu menyuruh maksiat pada perintah allah ibu kamu tak faham faham lagi ke ibu kata jangan jangan jangan anak walau apapun jadi besok saya tetap pakai jilbab muktamad ibu jangan anak jilbab ibu jangan anak jilbab ibu j a n g a n anak j i l b a a a a a a b pemuda tadi sudah tidak dapat menahan keinginannya ia terus keluar bilik untuk bertemu ibu dan anak itu untuk membela si anak agar si ibu bersetuju dengan kemahuan si anak tangannya sudah terangkat di depan pintu untuk mengetuk namun terdengar lagi kata kata dari si ibu ibu kamu ni budin ibu kata jangan janganlah kamu kan laki laki pemuda si jiran sebelah pun berlalu dengan langkah yang longlai hehehe serius tul baca nampak aku pun terkena jugak hangin satu badan haaa haaaaa posted by midat at 12 55 pm 0 comments labels motivasi dan tazkirah tazkirah jumaat saat ditalkinkan asyhaduallailahaillallah baca la sebak dada bila membaca email ni but its good semoga kita insaf dan menjadi pelajaran insyaallah hari berganti hari keadaanku semakin tenat tubuhku terkaku seperti mayat di atas katil di salah sebuah hospital yang aku sendiri tidak tahu mengapa aku di tempatkan di sini sebelum tu yang aku ingat aku sedang memandu kereta ayah lalu bertembung dengan lori balak tapi selepas itu aku tidak ingat apa apa pandanganku kabur tidak dapat ku pastikan siapa orang orang yang berada di sekelilingku aku terasa dada ku teramat berat dan bahagian pinggangku sudah tidak berasa apa apa lagi derita sungguh nafasku sesak tiba tiba tanganku di pegang kuat mengucap sayang mengucap asyhaduallailahaillallah ucapan itu dibisikkan ke telingaku di sertai dengan tangisan itu suara ibu manusia yang pernah mendodoikan daku semasa kecil manusia yang pernah menyuapkan nasi ke dalam mulutku manusia yang pernah memberi susunya serta yang pernah merotanku kerana degil bagaimana dengan keadaannya doktor aku amati suara itu pasti itu suara abang mungkin abang baru sampai tenat jawab doktor dengan ringkas itu kata doktor bang jangan berserah kepada takdir sahaja kita perlu usaha sudah seminggu aku terlantar di wad ini kenapa baru sekarang abang menjengah datang lah ke sini aku ingin berbicara denganmu datanglah tapi mataku semakin gelap adakah aku sudah buta tidak aku tidak mahu buta aku masih ingin melihat dunia ini sabarlah dik banyak banyak ingatkan allah abangkah yang bersuara itu apa yang aku tanggung ini tidak semudah yang kau lafazkan abang tolonglah adikmu ini tolong bukakan mataku tekanan darahnya amat rendah sayup sayap kedengaran suara doktor kedengaran juga ibu menangis teresak esak ibu kau hanya mampu menangis saja dan bila tiba saatnya kita akan berpisah tapi ibu aku tidak mahu berpisah denganmu tolonglah ibu selamatkan lah daku yassin bacaan yassin terngiyang ngiyang di telingaku aku tahu itu suara abang tetapi kenapa aku di perdengarkan dengan suara itu apakah aku sudah menghampiri maut aku takut sedetik lagi sakaratul maut datang sedetik lagi izrail datang sedetik lagi malaikat maut dtang aku di ambang sakaratul maut aku semakin tegang dan semakin sendat nafas di dada ketika itu aku tidak ingat apa apa lagi aku tidak kenal sesiapa di sekelilingku tapi yang pastinya sekarang aku berdepan dengan sakaratul maut tolong ibu tolonglah aku aku takut tapi rintihan ku tidak di pedulikan apa mereka semua sudah pekak aku di lambung resah gelisah dan penuh kesah keluhan dan rintihan panas dahaga haus panas tapi tiada siapa pun yang peduli nenekku datang nenek kau dahaga cu kau lapar cu mahu air ini gelas penuh air madu kalau cucu mahu masuk syurga minum air ini ibu ibuku datang ibu menggoyangkan buah susunya ini ibumu air susu ini membesarkanmu nak buangkan islam matilah dalam agama yahudi ayah kau datang ayah matilah dalam agama yahudi anakku matilah dalam agama nasrani itulah agama yang membantu kau masuk ke syurga nenek ibu ayah suara kau kah tadi kenapa kau berubahlaku atau suara syaitan yang ingin memurtadkan aku mengucap sayang mengucap asyhaduallailahaillallah ucapan itu diajukan sekali lagi ke telingaku itu suara ibu tapi lidahku sudah menjadi kelu manusia manusia berjubah hitam datang mari ikut kami manusia manusia berjubah hijau datang membawa bersamanya payung hijau katanya mari ikut kami cahaya putih datang datang kilatan hitam datang sinaran kuning cahaya merah datang apa ini apa ini akulah sakaratul maut kedinginan menjalar merayap perlahan lahan dari hujung kaki ke hujung rambut dan kini seluruh jasadku di selimuti sejuk dan kemudian datanglah malaikat maut di hujung kepalaku hai jiwa yang keji keluarlah dari kemurkaan allah aku tersentak roh ku berselerak di dalam tubuhku lalu innalillahi wainnailaihi rajiuun malaikat malaikat yang menunggu sesayup mata memandang dan menghemburlah bangkai yang sebusuk busuknya tiba tiba bau busuk menusuk ke hidungku seperti bau sampah yang amat busuk apa yang busuk ni tak adakah orang yang mengangkat sampah hari ini ah busuknya hanyirnya hancingnya assalamualaikum siapa yang memberi salam itu aku kau siapa wahai pemuda seorang lelaki tercegat di hadapan katilku aku tidak pernah melihat orang yang sehodoh sekotor dan sebusuknya di dunia ini rambutnya yang tidak terurus baju yang di pakai berlumut hijau kuning coklat dan entah apa apa warna lagi dari lubang hidung telinganya dan mulutnya terdapat nanah dan darah pekat keluar tanpa di pedulikannya jijik loya aku rasa teramat loya melihatnya kau tak kenal aku tidak jawabku tegas mana mungkin aku kenal kau sehodoh dan sejijik ini aku sahabatmu kau yang membuat aku hari hari bohong aku menjerit sekuat hati biar semua penghuni wad ini mendengarnya aku tak kenal engkau lebih baik kau pergi dari sini akulah amalanmu yang keji aku terdiam aku tidak mampu berkata apa apa lagi ya aku teringat kini semuanya telah pernah ku dengar dan ku pelajari dulu segala dosa dan keburukan yang kita lakukan di dunia akan di jelmakan dalam sebagai suatu makhluk yang teramat hodoh di hadapan kita di alam barzakh nanti oh tuhan aku banyak dosa aku memang lalai cuai dan lupa dengan segala nikmat yang telah kau kurniakan solatku kerana kawan dan bukannya ikhlas kerana allah pergaulanku bebas tak kenal muhrim ataupun tidak tapi itu semua telah berlalu dan dan sudah terlambat untuk bertaubat apa yang aku harus lakukan surah yassin yang abang pegang di letakkan di atas dahiku aku melihat kaklong dan kak ngah menangis aku juga lihat mata abah bengkak tiba tiba badanku di sirami air air apa ini tolong sejuk kenapa air ini berbau air kapur barus tolong jangan tekan perutku dengan kuat sakit kenapa ramai orang melihat aku aku malu malu malu aku di usung ke suatu ruang aku lihat kain putih dibentangkan lalu diletakkannya aku di atas kain putih itu kapas di bubuh di celah celah badanku lalu aku di bungkus satu demi satu dengan kain itu nanti tunggu jangan bungkus aku kenapa kalian semua buat aku macam ini tolong rimas panas kemudian aku di letakkan di suatu sudut beberapa orang termasuk tok imam menyembahyangkanku kelihatan ayah dan abang berada di saf yang pertama tapi kenapa aku di sembahyangkan bukan kah aku boleh sembahyang sendiri aku teringat kata kata ustazku dahulu sembahyanglah kamu sebelum kamu disembahyangkan dan kini baru aku sedar aku sudah tidak mampu lagi untuk mengangkat takbir ruku sujud dan tahiyyat aku di angkat perlahan lahan kemudian di letakkan di dalam kotak kayu kotak apa ini aku di usung oleh enam orang termasuk ayah dan abang aku diusung setapak demi setapak al fatihah keengaran suara tok imam kelihatan ibu kak long kak ngah dan lain lain mengekori di belakang tapi kemana dia bawanya aku nun jauh di sana kelihatan tanah perkuburan kampungku ke situkah aku dibawanya tolong turunkan aku aku takut setibanya di tanah perkuburan kelihatan satu liang yang besaiz dengan jasadku beberapa tangan memegangku dan aku di turunkan ke dalam liang itu perlahan lahan aku terdengar suara tok imam memberitahu tolong keluarkan aku dari sini aku seram kini aku berada di dalam liang sedalam enam kaki sedikit demi sedikit pasir dan tanah menutupiku tanah apa ini aduh sakitnya badanku di timbusi tanah innalillahiwa innailaihi rajiuuun dari allah kita datang dan kepada allah jualah kita kembali kedengaran bacaan talkin dari tok imam sesungguhnya mati itu benar alam barzakh itu benar siratul mustaqim itu benar syurga dan neraka itu jua benar sayup sayap aku terdengar tok imam terus membaca talkin tetapi makin lama makin hilang pandanganku makin lama makin kabur dan terus tidak kelihatan tubuhku terasa telah di timbusi sedikit demi sdikit pasir dan tanah yang di lemparkan ke atasku terasa semakin gelap dan aku kini keseorangan nanti nanti tolong tolong ayah ibu jangan tinggalkan aku seorang aku takut gelap panas tolong this is a good story but the author left out one most important thing in death sakitnya sakratul maut itu adalah umpama seribu pedang yang amat tajam menghiris daging dan tulang serentak dan sakitnya hingga ke akhirat posted by midat at 12 24 pm 0 comments labels motivasi dan tazkirah wednesday september 2 2009 huhu piza malaysia hari jumaat lepas balik kampung sebab merdeka cuti hari isnin jadi amik peluang nak berpuasa dengan keluarga memang syok habis kalau balik rumah hehe masa kat kolej rasa teringin sangat nak makan kuih buah melaka jadi bercita cita nak buat bila balik rumah tetapi keinginan itu terhapus ye bila aku tengok chanel 501 yang wat discovery pasai cheese akhirnya terliur la nak buat piza kebetulan mama cakap dah lama tak buat dengan seronoknya aku gan adik pg cari bahan bahan nak wat doh dah ada kat rumah tinggal nak beli mauripa je bahan utama tentulah tepung gandum mauripan yis yang dibancuh air suam telur garam sikit gula sikit mak ndak aku suruh letak susu pekat sikit nak bagi sedap campur semua ni kemudian uli sampai sebati dan biarkan kat tempat panas sebab nanti tepung tu akan mengembang sebab ada yis mestila tau kan pernah belajar sains kan untuk bahan atas piza tu sebenarnya kita dah boleh pelbagaikan tak semetinya ikut cara piza hut atau orang barat buat buat piza ala ala malaysia gitu tapi kalu nak sedap memang kena guna daun2 khas yang orang barat guna tu bahan a aku wat piza ayam gan daging sebab mama tak makan daging dan dicincang blend pun boleh bawang merah bawang putih di blender lada benggala cendawan butang nenas sayur campur oregano dan basil ni la daun2 yang mat salleh guna tu daun dah kering banyak jual kat pasaraya boleh cari kat tempat kiub2 maggi tu adal dekat2 tu ni la yang biat bau harum macam kat piza hut tu bahan b tomato puri dan sos cili cheese paling utama sebab dia la aku nak makan piza cara nak masak senang jer tumis bawang putih dan merah sampai naik bau kemudian masukkan bahan a jgn tak potong plak semua bahan a tu kang susah nak makan rasakan gan garam gula ikut sedap lidah dah siap masak amik doh tadi dalam segenggam letak kat dulang pembakar gris dulu kemudian letak sos dan tomato puri yang dicampur dan akhir sekali letak la semua bahan a yang dah masak tu susun cheese banyak2 ikut suka dan taburkan sedikit oregano dan basil tu bakar dalam oven dalam 15 ke 20 minit dengan suhu 160 darjah celcius pas tu makan ngap ngap sedapppp potong mcam kat piza hut hehe nampak sedap kan memang sedap pun huhu cubalah kalau malas sangat beli jer hehe posted by midat at 9 24 pm 0 comments labels resepi tahniah pada diriku sendiri hehe assalamualaikum semua dah lama tak update blog ni jadi benda lama nak nak dicerita semula hehe dah dekat 2 minggu hari konvokesyen dah berlalu tapi aku rasa macam baru je naik pentas amik ijazah huhu memang kembang masa hari dapat konvo tu aku rasa macam best sangat aku rasa semua yang konvo mesti rasa macam ni jugak ye la dah penat berhempas pulas belajar ni la masa kita menghargai diri kita sendiri tapi setiap kejayaan kita bukanya hasil usaha kita seorang saja mak ayah ahli keluarga pak tam dan sedara mara para pensyarah terutama penyelia aku puan harishon dan kawan2 turut membantu kejayaan kita kat sini nak ambil kesempatan untuk mengucapkan terima kasih kat semua insan2 yang telah membantu dan berada di sisi aku untuk mencapai kejayaan ini walaupun bukan anugerah diraja yang diraih namun kelulusan dapat ijazah sarjana muda ni pun dah cukup membanggakan huhu kepada adik2 yang on the way nak habiskan pengajian dan nak ijazah itu buat la yang terbaik ok sebab masa dapat konvo tu memang rasa bangga sangat dengarlah nasihat ni huhu ni la family aku huhu banyak pulak bunga hehe tak sempat pg studio rumah sepupu aku yang ala2 studio ni pun jadilah tak sabar nak tnggu konvo tahun 2011 hehe nak amik ijazah master pulak hehehe datg jgn tak datang posted by midat at 1 50 pm 0 comments labels keluargaku saturday august 15 2009 pra konvo yang panas salam semua aku sangat teruja nak konvo ni rasa macam nak kahwin hehehe ye la dah berpenat lelah betungkus lumus selama 3 tahun belajar ni la masanya kita nak meraikanya jadi bila ukm dah buka kaunter ambil jubah dengan tanpa membuang masa aku gan kawan2 pg ambil baju dan telah membuat pertemuan pada hari lepas raptai untuk bergambar huhuhu ini la yang dikatakan penggambaran pra konvo disebabkan hari rabu kelas start kul 2 so lama la aku gan kawn2 amik gambar ramai jgak kwn2 yang dari kampung dah datng jadi meriah la jugak rasa mcm hari konvo betul tinggal tak naik pentas je ni la photoshoot hari tersebut sangat berpeluh ye adik2 baling2 morta board topi konvo tapi ntah kenapa mulut aku asyik nak cakap helmet je maybe selalu naik motor kot untuk perhatian jika anda ambil ga...
|