Meta tags:
description= Just another WordPress.com site;
Headings (most frequently used words):
anak, recent, cbhati, aduh, anakku, mogok, sekolah, berteman, sejak, kecil, membuat, pd, jarak, kelahiran, tahun, cerdaskan, bijak, menghukum, renungan, kita, bukan, orangtua, malaikat, bu, tolong, jangan, katakan, itu, posts, comments, archives, categories, meta, just, another, wordpress, com, site,
Text of the page (most frequently used words):
anak (175), yang (166), dan (71), kita (66), dengan (60), sekolah (59), untuk (51), tidak (45), atau (33), akan (33), ini (32), bisa (30), dalam (28), mereka (27), dari (26), ibu (26), #orangtua (25), jika (25), ada (24), dapat (24), lebih (24), hal (23), adalah (22), tahun (21), menjadi (20), saya (20), membuat (19), pada (19), bukan (18), itu (17), oleh (16), com (15), belum (15), bahwa (15), karena (15), apa (15), teman (15), maka (14), telah (14), lain (14), rumah (14), manusia (13), saat (13), memiliki (12), belajar (12), baru (12), ketika (12), ayah (12), bermain (12), penyebab (12), mogok (11), tak (11), anaknya (11), juga (11), hukuman (11), orang (11), cbhati (10), 2011 (10), jarak (10), allah (10), kepada (10), guru (10), mau (10), baik (10), perasaan (10), usia (10), menyebabkan (10), sang (9), hati (9), saja (9), seorang (9), tersebut (9), namun (9), satu (9), sehingga (9), anda (9), malaikat (8), kamu (8), sama (8), kehidupan (8), tentang (8), sebuah (8), sudah (8), kesalahan (8), terjadi (8), comment (7), uncategorized (7), kelahiran (7), bayi (7), sangat (7), sebagai (7), berbuat (7), tetap (7), tua (7), diri (7), ingin (7), harus (7), wordpress (6), leave (6), filed (6), under (6), bagi (6), suatu (6), terus (6), hingga (6), pun (6), apabila (6), mungkin (6), standard (6), posted (6), sebenarnya (6), seperti (6), masih (6), kecewa (6), pukulan (6), apakah (6), banyak (6), waktu (6), melakukan (6), membantu (6), dilakukan (6), salah (6), adik (6), kurang (6), meminta (6), takut (6), kecil (5), kepala (5), benar (5), mulai (5), aku (5), hanya (5), hari (5), beberapa (5), terhadap (5), meskipun (5), jadi (5), proses (5), pelajaran (5), berusia (5), bersama (5), dua (5), berbagi (5), mengalami (5), site (4), december (4), menghukum (4), berteman (4), sumber (4), mata (4), swt (4), apapun (4), ahli (4), sadar (4), setiap (4), komunikasi (4), menceritakan (4), memperhatikan (4), lalu (4), sampai (4), bentuk (4), baiknya (4), kemampuan (4), mencari (4), atas (4), permasalahan (4), jangan (4), kuat (4), menghadapi (4), tetapi (4), cara (4), perbuatan (4), tubuhnya (4), boleh (4), memilih (4), shalat (4), enak (4), agar (4), kedua (4), kakak (4), bersosialisasi (4), sekolahorangtua (4), bantuan (4), kejadian (4), gunakan (4), enggan (4), orangtuanya (4), this (3), comments (3), log (3), november (3), sejak (3), anakku (3), http (3), www (3), jadilah (3), berjalan (3), psikolog (3), kekurangan (3), kata (3), pesan (3), mempengaruhi (3), bawah (3), informasi (3), mendengar (3), lahir (3), kemudian (3), tinggi (3), derajatnya (3), sekalipun (3), bahkan (3), udzon (3), bagaimana (3), percaya (3), mengeluhkan (3), mengenai (3), sekali (3), susu (3), tanpa (3), insya (3), keluarga (3), lagi (3), kadang (3), bagian (3), marah (3), kebaikan (3), terjatuh (3), perilaku (3), sakit (3), menyakiti (3), perhatian (3), wajar (3), bukanlah (3), berarti (3), terbaik (3), school (3), pengasuhan (3), memberikan (3), berpikir (3), sebab (3), dilakukannya (3), siap (3), fisik (3), selama (3), mendidik (3), rasulullah (3), sebelum (3), meninggalkan (3), mengerti (3), lakukan (3), mengapa (3), temannya (3), sesuatu (3), dini (3), inilah (3), dirinya (3), pertama (3), kompas (3), berbeda (3), dibanding (3), buckles (3), membaca (3), adiknya (3), sering (3), suka (3), mengatakan (3), sebaya (3), paling (3), dec (3), memang (3), masalah (3), biasanya (3), menyenangkan (3), dekat (3), misalnya (3), cinta (3), langkah (3), masuk (3), mintalah (3), murid (3), menemani (3), aktivitas (3), mengenakkan (3), pertanyaan (3), bahasa (3), prasekolah (3), keadaan (3), dulu (3), fobia (3), website (2), required (2), email (2), sign (2), subscribed (2), subscribe (2), account (2), create (2), feed (2), september (2), recent (2), renungan (2), bijak (2), cerdaskan (2), aduh (2), semoga (2), kekuatan (2), mulia (2), kamus (2), buah (2), mari (2), kekurangannya (2), kelebihan (2), malah (2), pasti (2), dengar (2), alam (2), lagu (2), pagi (2), jingle (2), televisi (2), lihat (2), ilmu (2), redudansi (2), pula (2), mengangkat (2), merangkak (2), merambat (2), bertaqwa (2), diangkat (2), seluruh (2), bersujud (2), sayangnya (2), sendiri (2), sesungguhnya (2), menciptakan (2), sebaik (2), diciptakan (2), sikap (2), maksud (2), solusi (2), tujuannya (2), tengah (2), sebaiknya (2), makan (2), lainnya (2), dikeluarkan (2), nakal (2), tolong (2), sebagian (2), cahaya (2), sifat (2), negatif (2), terbakar (2), yakinlah (2), kebelumterampilan (2), terampil (2), berperilaku (2), berproses (2), kesakitan (2), langsung (2), tapi (2), apalagi (2), ketahuilah (2), membentak (2), sedih (2), artinya (2), auladi (2), jam (2), nov (2), hendaklah (2), akibat (2), berdiskusi (2), konsekuensi (2), efektif (2), justru (2), diperbuatnya (2), merasa (2), perlu (2), terapkan (2), konflik (2), kisah (2), hadits (2), secara (2), meninggalkannya (2), tujuh (2), sepuluh (2), penuh (2), sayang (2), hitam (2), lama (2), hangat (2), menunjukkan (2), dirasakan (2), diterima (2), timbul (2), tuanya (2), penasaran (2), rasa (2), karakter (2), norma (2), terlambat (2), seterusnya (2), kehilangan (2), menikmati (2), snack (2), berikut (2), biasa (2), cukup (2), mengulangi (2), memberinya (2), jera (2), memberi (2), alih (2), studi (2), manfaat (2), usianya (2), sedikit (2), melihat (2), 000 (2), beda (2), cenderung (2), bila (2), pendapat (2), kelahirannya (2), tumbuh (2), berdekatan (2), kecerdasan (2), sulung (2), nantinya (2), menimbulkan (2), sedang (2), selain (2), melibatkan (2), kerja (2), sebayanya (2), berbicara (2), berada (2), kalanya (2), semata (2), kunjungan (2), para (2), alangkah (2), diajak (2), kesiapan (2), penting (2), bahagia (2), konselor (2), datang (2), pengalaman (2), pembelajaran (2), buku (2), bapak (2), ariesandi (2), pekerjaan (2), berkunjung (2), disukai (2), waktunya (2), mengerjakan (2), tugas (2), sewaktu (2), berani (2), benda (2), menjawab (2), sukai (2), bersahabat (2), tubuh (2), utama (2), tenang (2), minimal (2), walau (2), tangki (2), adanya (2), bebas (2), tanya (2), kebanyakan (2), perang (2), melindungi (2), tiba (2), akhir (2), setelah (2), sepupu (2), just (2), another (2), get, started, design, like, with, name, write, loading, collapse, bar, manage, subscriptions, view, reader, report, content, privacy, already, have, now, free, blog, entries, meta, categories, archives, posts, search, for, eramuslim, bismillah, selalu, diberikan, menjaga, amanahnya, berbagai, bantulah, pribadi, langganan, motivator, handal, bangkitlah, ikhlaslah, menerima, segeralah, menegakkan, mengubah, menutupi, sempurna, konsultasikan, dianggap, mengumbar, qaaf, terucapkan, disaksikan, raqib, atid, perhatikan, betapa, mudahnya, menghafal, putar, iklan, otak, bagaikan, mudah, menyerap, sponge, dikenal, istilah, pengulangan, mengomunikasikan, fitrah, pernah, kah, jangankan, terkulai, lemah, seminggu, kepalanya, duduk, berlari, tentulah, menginginkan, derajat, diperintahkan, merendahkan, hijr, ingatlah, tuhanmu, berfirman, tanah, liat, kering, berasal, lumpurhitam, diberi, menyempurnakan, kejadiannya, meniupkan, kedalamnya, ruh, ciptaan, tunduklah, kepadanya, turun, bumi, tin, kami, menurunkan, ayat, nya, lupa, perbedaan, keunikan, kembar, siam, madrasah, masterpiece, dikhawatirkan, terjebak, ber, dibiarkan, penciptanya, barangkali, sekedar, dihadapi, bukankah, berkonsultasi, ahlinya, sharing, tetangganya, susah, perbincangan, kerap, doyan, menghabiskan, sekaleng, biaya, sebulan, membeli, kali, kedapatan, diatur, berlangsung, berulang, ulang, katakan, sep, lingkungan, gawat, ketahanan, mental, andaikan, disiapkan, menikah, ikhtiar, tuju, memburu, berhasil, kegagalan, inila, uji, ketulusan, mampir, hidup, amarah, kejahilian, memperlakukan, menebar, memahaminya, hanyalah, eksplorasi, yakinilah, makin, menyiram, kayu, minyak, panas, siramlah, kesejukan, jengkel, nangis, terekspresikan, emosinya, kepanasan, semakin, terpuruk, arah, keburukan, tekanan, ancaman, bentakan, cubitan, pelototan, ketidakterampilan, tergerus, membimbing, padahal, memvonisnya, meraih, mengayuh, bereksplorasi, demikian, mengerang, bersepeda, mencubit, memukul, terluka, melotot, mengancam, berhak, melukai, fokus, menyalurkannya, capek, pusing, diharapkan, org, inspirasipspa, yahoo, direktur, parenting, pendiri, program, pspa, written, ihsan, baihaqi, ibnu, bukhari, yuk, shalih, agustus, dipahami, dilaksanakan, melatihnya, berlaku, melanggarnya, keras, mencaci, pantat, seringkali, menjauhkan, patuh, penyesalan, hubungan, harga, nyaman, merekomendasikannya, alat, pendisiplinan, lagipula, kalau, tentu, menghindari, sifatnya, kasuistik, mampu, hindari, rujukan, nubuwwah, wariskan, umatnya, diriwayatkan, imam, ahmad, abu, dawud, hakim, nabi, saw, bersabda, pelajari, tersirat, menyampaikan, didiklah, mendirikan, menuju, pendek, kewajiban, perhatikanlah, mendahulukan, pendidikan, kelembutan, kasih, mengakhirkan, yaitu, melaksanakan, ajarkan, dimaksud, bekas, kemerah, merahan, menyiksa, memberikannya, hikmah, perkara, besar, murka, jua, mendidiknya, suruhlah, anakmu, pukullah, pisahkanlah, tempat, tidur, kelima, hendaknya, suasana, terbawa, ekspresikan, mencintai, mendukungnya, ungkapan, mesti, berupa, untaian, kalimat, mencintaimu, pelukan, senyuman, tulus, ide, malam, warung, restoran, favorit, mencintainya, keempat, kemukakan, katakanlah, melakukannya, sejenisnya, biarkan, memikirkannya, sejenak, ketiga, terlanjur, konfirmasikan, perbuat, sengaja, membangkang, terpengaruh, remaja, mendukung, sistem, terbuka, antara, terdorong, buatlah, kesepakatan, diperbolehkan, dasar, berjuang, berusaha, disepakati, penanaman, mematuhi, tertulis, putih, tertanam, jiwanya, positif, memancar, pahamkan, logis, alamiah, misalkan, bangun, otomatis, ketinggalan, bus, menghamburkan, makanan, ringannya, kesempatan, berikutnya, menambahkan, daftar, belanja, bulan, terkadang, menegurnya, membuatnya, bertekad, adakalanya, diperbuat, bersifat, fatal, masa, mendatang, diganjar, sebetulnya, memaafkan, pilihan, kala, tujuan, menyiksanya, caranya, tepat, trauma, psikis, dendam, hasil, terkait, hasilnya, skor, penelitannya, timnya, data, wanita, melahirkan, pasang, beradik, dites, matematika, menurut, penelitiannya, menonton, menjelaskan, berkurang, balita, diurus, tersita, mengasuh, katanya, filosofi, konvensional, bukti, ilmiah, membuktikan, kalinya, rapat, punya, sementara, menyebutkan, mandiri, kesimpulan, disampaikan, kasey, asisten, profesor, ekonomi, universitas, notre, dame, menurutnya, ideal, mengatur, menyehatkan, berefek, awal, cerdas, khawatir, bekerja, menjelang, tiga, barulah, spesialnya, pertengkaran, boneka, mobil, mobilan, dipegang, mencoba, memainkannya, masalahnya, mainan, serupa, mendapat, respons, sekitarnya, membangun, kreativitas, saling, memerhatikan, meniru, dikatakan, sini, mengasah, sosialnya, penyebabnya, pertemanan, umumnya, merespons, bergantian, nikmati, sekelilingnya, berharap, meski, makhluk, sosial, memasukkan, taman, seusianya, bicara, pertemuan, rutin, bertukar, seputar, bergabung, seusia, berkenalan, dokter, kuliah, mempunyai, jauh, situs, national, health, service, dijelaskan, terlalu, tunggal, dinilai, menulis, maupun, berhitung, bersekolah, melatih, sedari, nanti, sandra, mpsi, partner, salam, sekeluarga, artikel, indonesia, menjalankan, diatas, saatnya, tim, terdekat, ketahui, terekam, keenganan, luar, pihak, menetralkan, emosional, butuhkan, dapatkan, ditulis, cht, didapatkan, toko, gramedia, rahasia, sukses, bekerjasamalah, harusnya, diselesaikan, manjur, aman, kandungan, ibunya, rumahnya, mama, jadinya, keesokan, harinya, terpaksa, diliburkan, menggali, permainan, hindarilah, mengisi, sekolahnya, latihan, soal, pengganti, pulang, bertanya, guna, menyalin, materi, ikuti, doronglah, ketakutannya, bekali, menghadapinya, diperlakukan, dia, mendekati, disukainya, tergantung, berkomunikasilah, beliau, mengetahui, diceritakan, amati, murung, tampak, ketakutan, menyendiri, iya, diartikan, menakutkan, dekati, berbicaralah, yes, question, memancingnya, dimarahi, seseorang, intonasi, rendah, tundukkan, sejajar, menginterograsi, kunci, berpikirlah, jernih, tiap, hadapi, netral, bersikap, meluangkan, beradaptasi, barunya, kehadiran, bertingkah, harapan, diabaikan, memunculkan, mengakibatkan, diperhatikan, bingung, pembicaraan, ditemani, dinantikan, yaa, jawabannya, pengisian, merupakan, rekaman, seminar, dvd, disayang, misal, barang, kerjasama, pendekatan, perlahan, lahan, mengajak, takuti, membantunya, disakiti, dipukul, didorong, jatuh, dimusuhi, bullying, ekstra, interaksi, kelas, membosankan, proyek, menarik, minat, tingkat, jarang, mengijinkan, diijinkan, semaunya, direpotkan, makanya, menyibukkan, segala, faktor, dirumah, daripada, tentunya, relasi, diperbaiki, gencatan, senjata, dilanjutkan, didepan, bicarakan, dingin, dewasa, terancam, ingat, peka, tampaknya, keponakan, dunia, iii, naluriah, keluarganya, naluri, dilindungi, beragam, terjadinya, kerennya, refusal, dimana, siswa, keengganan, kasus, ringan, dibandingkan, phobia, disertai, gejala, muntah, perut, tegang, berlebihan, ditangani, berkembang, dijumpai, peristiwa, mengajar, senin, libur, sabtu, minggu, liburan, panjang, hmmm, mendadak, rasanya, berumur, minta, akhirnya, mengalah, didaftarkan, diterimalah, pupuk, bawang, kenapa, mana, gede, jawab, bungsu, sahut, event, about, home,
Text of the page (random words):
belum bisa berbagi hanya kepada anak yang berusia 1 5 atau 2 tahun jangan berharap mereka bisa langsung bermain dan dekat dengan anak lain hingga usia 2 tahun anak belum benar benar bermain dengan anak sebayanya penyebabnya tak lain mereka belum siap untuk melakukan pertemanan yang umumnya melibatkan kerja sama mendengar merespons bergantian dan berbagi yang baru bisa mereka nikmati adalah bermain dengan teman teman yang ada di sekelilingnya anak akan saling memerhatikan dan meniru apa yang dilakukan dan dikatakan di sini anak akan mengasah kemampuan sosialnya satu sama lain bisa saja anak belajar mengatakan tolong saat melihat temannya melakukan hal serupa dan mendapat respons yang menyenangkan selain itu dari teman teman yang ada di sekitarnya ini anak juga dapat membangun kreativitas memang bermain pada usia 2 tahun bisa menimbulkan masalah lain boneka atau mobil mobilan yang sedang dipegang seorang anak bisa membuat anak lain juga ingin mencoba memainkannya masalahnya biasanya anak belum mau berbagi mainan dengan anak lain jangan khawatir konflik tersebut nantinya akan membuat anak belajar berbagi dan bekerja sama ketika anak menjelang usia tiga tahun barulah mereka bisa bermain dan berbagi dengan satu atau dua teman spesialnya selama beberapa waktu tanpa pertengkaran filed under uncategorized leave a comment dec 2 jarak kelahiran 2 tahun cerdaskan anak posted on december 2 2011 by cbhati standard kompas com mengatur jarak kelahiran bukan hanya menyehatkan ibu dan bayi tapi juga berefek pada kecerdasan anak sulung yang lahir dua tahun lebih awal dari adiknya cenderung lebih cerdas dibanding anak yang jarak kelahirannya berdekatan kesimpulan tersebut disampaikan kasey buckles asisten profesor ekonomi dari universitas notre dame menurutnya jarak kelahiran dua tahun paling ideal untuk kecerdasan anak beberapa pendapat mengatakan memiliki anak yang jarak kelahirannya rapat bisa membuat anak tumbuh bersama sehingga punya teman sebaya sementara pendapat lain menyebutkan sebaiknya jarak kelahiran tidak berdekatan sehingga anak yang lebih tua bisa lebih mandiri saat si adik lahir ada banyak filosofi konvensional mengenai jarak kelahiran yang terbaik tetapi belum banyak bukti ilmiah yang bisa membuktikan apa yang terbaik untuk anak mereka studi ini adalah yang pertama kalinya kata buckles ia menjelaskan bila jarak kelahiran kurang dari dua tahun perhatian dan pengasuhan orangtua pada si kakak mungkin akan berkurang dengan dua balita kecil yang harus diurus waktu orangtua akan tersita untuk mengasuh yang lebih kecil katanya bukan hanya itu menurut penelitiannya usia si kakak yang beda sedikit dengan adiknya cenderung lebih sering menonton televisi di usia 3 tahun dan kurang suka membaca dibanding anak yang usianya beda 2 tahun atau lebih dengan adiknya dalam penelitannya buckles dan timnya melihat data 3 000 wanita yang melahirkan 5 000 pasang kakak beradik anak anak itu kemudian dites membaca dan matematika saat mereka berusia 5 dan 7 tahun hasilnya anak anak yang berbeda usia 2 tahun atau lebih memiliki skor yang lebih tinggi dibanding anak yang usianya berbeda sedikit dengan si adik sayangnya hasil studi tidak menunjukkan apakah manfaat yang dirasakan si adik terkait jarak usia dengan si kakak sumber kompas com filed under uncategorized leave a comment nov 16 bijak menghukum anak posted on november 16 2011 by cbhati standard anak berbuat salah itu biasa terkadang cukup dengan menegurnya ia pun mengerti dan membuatnya bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama namun adakalanya sebuah kesalahan yang diperbuat oleh anak menjadi tidak dapat diterima karena bersifat fatal sehingga kita pun berpikir untuk memberinya hukuman dengan maksud agar ia jera dan tak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang adalah hal yang wajar jika sebuah kesalahan diganjar dengan sebuah hukuman meskipun sebetulnya memaafkan itu lebih baik memberi hukuman kepada anak yang berbuat salah dapat menjadi sebuah pilihan di kala tujuan kita adalah untuk memberinya pelajaran bukan untuk menyiksanya namun hati hati alih alih membuat anak jera jika caranya tidak tepat justru membuat anak trauma psikis bahkan dendam kepada orang tua sebelum berpikir untuk memberikan hukuman kepada anak hendaklah memperhatikan hal hal berikut pertama buatlah kesepakatan bersama dengan anak tentang hal hal yang boleh dan tidak diperbolehkan untuk dilakukan hal ini dapat menjadi dasar yang kuat bagi anak untuk berjuang dan berusaha melakukan apa yang telah disepakati bersama penanaman karakter sejak dini akan membantu anak mematuhi norma norma keluarga meskipun tanpa harus tertulis hitam di atas putih ia tertanam kuat di dalam jiwanya sehingga inilah yang akan membuat karakter positif di dalam dirinya memancar sangat kuat pahamkan kepada anak tentang konsekuensi logis alamiah dari setiap kesalahan yang dapat dilakukan misalkan jika bangun terlambat otomatis ia akan ketinggalan bus terlambat sampai di sekolah dan seterusnya jika ia menghamburkan makanan ringannya ia akan kehilangan kesempatan menikmati snack pada hari berikutnya karena ibu tidak akan menambahkan snack dalam daftar belanja bulan ini dan seterusnya kedua jika anak terlanjur berbuat kesalahan konfirmasikan tentang kesalahan yang telah anak perbuat seperti mengapa ia melakukan hal tersebut bisa saja ia melakukan bukan karena sengaja ingin membangkang kepada orang tua tetapi lebih karena ia penasaran terhadap suatu hal atau terpengaruh oleh teman temannya hal yang wajar jika usia anak hingga remaja memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap sesuatu yang baru hal ini mendukung sistem komunikasi terbuka antara anak dan orang tua anak terdorong untuk menceritakan yang sebenarnya karena percaya kepada orang tuanya ketiga agar anak mengerti bahwa orang tua sangat marah dan kecewa atas apa yang telah dilakukannya maka kemukakan apa yang dirasakan kepada anak ini membantu anak untuk mengerti bahwa perbuatan yang dilakukannya tidak dapat diterima dan membuat kecewa sehingga timbul perasaan tidak enak dalam diri anak katakanlah ibu sangat marah dan kecewa dengan apa yang kamu lakukan ayah kecewa kamu melakukannya dan sejenisnya biarkan anak memikirkannya sejenak tentang apa yang telah diperbuatnya dan juga perasaan anda sebagai orang tuanya keempat hendaknya suasana tidak enak seperti itu jangan sampai terbawa lama lama artinya ekspresikan bahwa meskipun anak anda telah berbuat kesalahan anda tetap mencintai dan mendukungnya ungkapan ini tidak mesti berupa untaian kalimat aku sayang kamu atau aku tetap mencintaimu pelukan hangat senyuman yang tulus dan sebuah ide makan malam bersama di warung restoran favorit akan menunjukkan bahwa anda tetap mencintainya kelima apakah boleh menghukum anak kalau saja kita dapat memilih tentu saja kita akan memilih untuk menghindari hukuman dalam mendidik anak anak kita namun ada beberapa konflik yang sifatnya kasuistik yang tak mampu kita hindari dan dalam hal ini rujukan kita adalah kisah kisah nubuwwah yang rasulullah wariskan kepada umatnya diriwayatkan dari imam ahmad abu dawud dan al hakim bahwa nabi saw bersabda suruhlah anak anakmu melakukan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkannya ketika mereka berusia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka dari hadits tersebut apa yang kita pelajari ya dari hadits tersebut rasulullah secara tersirat menyampaikan bahwa didiklah anak untuk mendirikan shalat sebelum menghukum mereka karena meninggalkannya waktu 3 tahun dari tujuh menuju sepuluh tahun bukanlah waktu yang pendek untuk mendidik anak kita tentang kewajiban shalat maka perhatikanlah bahwa rasulullah mendahulukan pendidikan penuh kelembutan dan kasih sayang dan mengakhirkan hukuman yaitu ketika anak tidak melaksanakan apa yang telah kita ajarkan dan pukulan yang dimaksud pun bukanlah pukulan yang menyakiti bukan pukulan yang meninggalkan bekas hitam kemerah merahan pada tubuhnya bukan pukulan yang tujuannya menyiksa namun sebuah pukulan yang memberikannya pelajaran hikmah bahwa meninggalkan shalat adalah sebuah perkara besar yang membuat murka allah swt dan jua orang tua yang telah mendidiknya hendaklah dipahami bahwa hukuman yang dilaksanakan dapat memberikan pelajaran bagi anak dan melatihnya tentang berpikir sebab akibat dari perbuatan yang dilakukannya hukuman sebenarnya tidak berlaku jika kita sudah berdiskusi dengan anak tentang sebab akibat dari suatu perbuatan namun jika ia melanggarnya itu berarti ia sudah siap dengan konsekuensi yang telah ada hukuman keras seperti membentak mencaci atau pukulan di pantat seringkali tidak efektif dan justru menjauhkan anak dari sikap patuh dan penyesalan atas apa yang diperbuatnya apakah berarti hukuman fisik dapat mempengaruhi hubungan anak orang tua atau harga diri sang anak mungkin saja tidak namun banyak ahli yang merasa tidak nyaman untuk merekomendasikannya sebagai alat pendisiplinan anak lagipula hukuman fisik sebenarnya tidak perlu kita terapkan selama masih ada cara efektif yang lain filed under uncategorized leave a comment nov 3 renungan kita bukan orangtua malaikat posted on november 3 2011 by cbhati standard oleh yuk jadi orangtua shalih pada 26 agustus 2011 jam 7 11 written by ihsan baihaqi ibnu bukhari direktur auladi parenting school pendiri program sekolah pengasuhan anak pspa email inspirasipspa yahoo com http www auladi org ayah ibu ketahuilah menjadi orangtua terbaik untuk anak anak kita bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua malaikat yang tak boleh kecewa sedih capek pusing menghadapi anak perasaan perasaan negatif pada anak itu wajar bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak itu yang menjadi fokus perhatian artinya ayah ibu sebenarnya kita masih tetap boleh sedih kecewa pada anak tetapi kita sama sekali tak berhak untuk melukai dan menyakiti anak anak kita ketahuilah melotot mengancam membentak dapat membuat hati anak terluka apalagi mencubit dan memukul tubuhnya tubuhnya bisa kesakitan tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada dalam tubuhnya ayah ibu karena kita bukan orangtua malaikat maka yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat yang langsung terampil berbuat kebaikan mereka tengah belajar ayah mereka masih berproses ibu seperti belajar bersepeda kadang mereka terjatuh kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh demikian juga dengan perilaku anak anak kita mereka bereksplorasi mereka berproses mereka mengayuh kehidupan untuk meraih kebaikan dan menjadi manusia yang berperilaku baik ketika mereka terjatuh saat belajar berperilaku sebagian kita lalu memvonisnya sebagai anak nakal padahal sebenarnya mereka belum terampil berbuat kebaikan jika ayah ibu membimbing kebelumterampilan perbuatan baik anak dengan cara yang baik insya allah kebelumterampilan berbuat baik mereka akan terus tergerus dari kehidupan mereka tetapi ayah ibu jika kita menghadapi ketidakterampilan ini dengan tekanan ancaman bentakan cubitan pelototan mereka akan semakin terpuruk ke arah keburukan ayah ibu yakinlah ketika seorang anak emosinya kepanasan nangis marah yang terekspresikan dalam bentuk yang mungkin dapat membuat orangtua jengkel siramlah ia dengan kesejukan menyiram kayu yang terbakar dengan minyak panas hanya membuat ia makin terbakar ayah ibu yakinilah sifat sifat negatif anak hanyalah bagian eksplorasi untuk mencari cahaya kehidupan jika kita memahaminya sebagai sebuah bagian proses kehidupan insya allah anak anak kita akan akan menebar cahaya untuk kehidupan karena itu ayah ibu jika kadang amarah dengan kejahilian memperlakukan anak mampir lagi dalam hidup kita kamus yang benar adalah inila uji ketulusan bukan kegagalan terus belajar tentang kehidupan bukan tak berhasil dalam kehidupan belajar memburu ilmu adalah ikhtiar yang kita tuju karena sebagian kita ketika menikah tidak disiapkan jadi orangtua jadi ayah ibu mari kita terus belajar meskipun telah jadi orangtua belajar jadi orangtua andaikan keluarga kita kuat insya allah anak anak kita memiliki ketahanan mental terhadap lingkungan yang gawat filed under uncategorized leave a comment sep 30 bu tolong jangan katakan itu posted on september 30 2011 by cbhati standard di suatu pagi saya mendengar ibu yang mengeluhkan pada tetangganya mengenai anaknya yang sangat susah sekali makan lalu dalam perbincangan tersebut sang ibu lainnya juga mengeluhkan anaknya yang kerap sangat doyan susu sehingga satu hari bisa menghabiskan sekaleng susu dan ia pun mengeluhkan biaya yang dikeluarkan dalam sebulan untuk membeli susu ada pula yang tanpa sadar beberapa kali kedapatan menceritakan bahwa anaknya nakal tak mau diatur belum bisa ini belum bisa itu hal ini terus berlangsung berulang ulang barangkali maksud sang ibu hanya sekedar sharing dan mencari solusi jika tujuannya mencari solusi atas permasalahan yang tengah dihadapi bukankah sebaiknya berkonsultasi pada yang ahlinya yang dikhawatirkan hal ini malah membuat kita terjebak dengan ber su udzon pada sang buah hati sikap su udzon itu jika terus dibiarkan bisa saja merambat menjadi su udzon pada sang penciptanya bagaimana mungkin ibu menjadi seorang guru kehidupan bagi anaknya jika sang guru sendiri tak percaya dengan kemampuan anaknya ibu tersebut lupa bahwa setiap manusia yang diciptakan allah swt adalah masterpiece setiap anak memiliki perbedaan dan keunikan satu sama lain bahkan anak kembar siam sekalipun ibu adalah madrasah bagi anaknya allah swt menurunkan ayat nya bahwa manusia diciptakan dengan sebaik baiknya bentuk sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya qs at tin 95 4 manusia turun ke bumi manusia lebih mulia dari malaikat sekalipun dan ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpurhitam yang diberi bentuk maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya ruh ciptaan ku maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud qs al hijr 28 29 manusia telah diangkat derajatnya oleh allah sampai seluruh malaikat pun diperintahkan untuk bersujud namun sayangnya ada manusia yang merendahkan derajatnya sendiri maka yang akan diangkat derajatnya adalah manusia yang bertaqwa tentulah kita menginginkan anak kita memiliki derajat yang tinggi di mata allah dan bertaqwa fitrah manusia adalah belajar pernah kah kita memperhatikan bayi yang baru lahir jangankan berjalan mengangkat kepala saja belum bisa benar benar terkulai lemah lalu seminggu kemudian ia mulai bisa mengangkat kepalanya kemudian ia belajar duduk merangkak merambat lalu berjalan hingga berlari dalam ilmu komunikasi dikenal istilah redudansi komunikasi atau pengulangan dalam mengomunikasikan suatu pesan redudansi komunikasi memiliki kekuatan mempengaruhi alam bawah sadar manusia saat seorang ibu terus menceritakan kekurangan anaknya dan saat itu pula anak tersebut mendengar maka pesan pesan yang ia dengar dari sang ibu bisa mempengaruhi alam bawah sadar sang anak perhatikan saja betapa mudahnya anak kita menghafal lagu lagu ...
|