Meta tags:
description= Kisah ringan dari dalam diri, dari pengalaman hidup, mari kita berbagi cerita.;
Headings (most frequently used words):
di, kalimantan, categories, recent, untuk, dunia, makan, nasi, jepang, hikayat, lima, husnul, fata, from, jambu, baru, wangi, cinta, kembang, senja, barito, the, river, sacred, lebaran, perbatasan, selatan, dan, tengah, malabar, denyut, jantung, kota, banjarmasin, posts, comments, klik, tertinggi, blogroll, tulisan, teratas,
Text of the page (most frequently used words):
yang (27), dari (22), dan (18), saya (18), ini (18), atau (12), lima (12), posted (12), itu (12), #malabar (11), kalimantan (11), ada (11), dengan (11), nama (11), barito (10), dalam (10), kampungku (10), sungai (10), kampung (10), anak (9), orang (9), tidak (9), kota (8), danummurik (8), kisah (8), masih (8), cerita (8), pemuda (8), baik (8), comment (7), untuk (7), banjarmasin (7), tengah (7), husnul (7), fata (7), nasi (7), jepang (7), pasar (7), saja (7), menjadi (7), kita (7), kami (7), satu (7), dunia (6), baru (6), adalah (6), tentang (6), hingga (6), dua (6), lebaran (5), selatan (5), jambu (5), leave (5), cahaya (5), pada (5), oleh (5), aku (5), berkualitas (5), jantung (4), perbatasan (4), the (4), hikayat (4), from (4), makan (4), perjalanan (4), hari (4), pula (4), berbagai (4), masa (4), kawasan (4), tempat (4), tahun (4), 2017 (4), read (4), more (4), nasrullah (4), pulau (4), musholla (4), peta (4), beras (4), beliau (4), this (3), wordpress (3), com (3), tujuh (3), destinasi (3), menarik (3), kecamatan (3), denyut (3), river (3), sacred (3), wangi (3), cinta (3), kembang (3), senja (3), ahmad (3), renungan (3), bahkan (3), motor (3), lengang (3), hulu (3), karena (3), baju (3), secara (3), akan (3), lagi (3), ternyata (3), pakaian (3), lalu (3), desa (3), padi (3), lain (3), ketika (3), titik (3), pengunjung (3), sekarang (3), june (3), setiap (3), kali (3), memiliki (3), sebagai (3), muara (3), sudah (3), juga (3), artinya (3), temanku (3), dia (3), teman (3), rumah (3), premium (3), negeri (3), rendah (3), teh (3), teknologi (3), pengalaman (3), negara (3), makanan (3), site (2), required (2), comments (2), log (2), sign (2), subscribed (2), subscribe (2), kuripan (2), tulisan (2), lindungan (2), kelamb (2), kec (2), recent (2), olahraga (2), mtq (2), nasional (2), xxv (2), marabahan (2), komunikasi (2), keunikan (2), jogja (2), categories (2), posts (2), kehidupan (2), kepada (2), suasana (2), minggu (2), tadi (2), sana (2), menemukan (2), celana (2), high (2), class (2), mencapai (2), lupa (2), sangat (2), sekali (2), sama (2), pusat (2), pertokoan (2), besar (2), luar (2), meski (2), seterang (2), dulu (2), depan (2), toko (2), pelosok (2), waktu (2), sebut (2), transportasi (2), angkutan (2), penumpang (2), menuju (2), sekitar (2), tak (2), awal (2), pangeran (2), pelabuhan (2), situ (2), masjid (2), sini (2), terminal (2), setelah (2), air (2), banjar (2), seolah (2), bahwa (2), menjelang (2), ibu (2), warga (2), keluarga (2), memang (2), melalui (2), soal (2), tetapi (2), sakral (2), kabupaten (2), kuala (2), nilai (2), rupanya (2), sebenarnya (2), buah (2), buahan (2), jakarta (2), ibukota (2), republik (2), indonesia (2), selalu (2), kata (2), sambil (2), kebaikan (2), kost (2), gudang (2), buku (2), bulan (2), ramadhan (2), setidaknya (2), imam (2), sampai (2), ersis (2), memproduksi (2), nomor (2), eropa (2), kualitas (2), sayang (2), cenderung (2), hal (2), tapi (2), pertanian (2), prof (2), lebih (2), rasa (2), benar (2), maupun (2), ringan (2), diri (2), hidup (2), mari (2), berbagi (2), get, started, design, like, with, website, name, email, write, loading, collapse, bar, manage, subscriptions, view, reader, report, content, privacy, already, have, account, now, blog, mengkritisi, krisis, gaza, mahasiswa, sufistik, pejuang, skripsi, menguak, fenomena, gila, batu, akik, teratas, yetti, sarah, sirikit, syah, sandi, firli, riak, naina, karampoang, julia, detik, catatan, pinggir, bang, yim, asrian, aprina, santeka, alex, juhaidi, adenan, fatih, syuhud, blogroll, none, klik, tertinggi, pendi, ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ, choirul, older, sekitarnya, tukang, parkir, bertanya, jawabnya, pas, padatnya, bubuhan, datangan, kepadatan, terjadi, berdatangan, mengunjungi, lantai, jeans, merk, legendaris, levi, 505, pengguna, kelompok, harganya, jutaan, cap, payung, hampir, menunjukkann, kesan, bermerk, arnold, palmer, menyandang, motto, statement, diberikan, produsen, eksplisit, maskulin, men, legend, menduga, nasib, induk, semangnya, senasib, mitra, plaza, runtuh, pasca, kerusuhan, mei, 1997, terlebih, saat, bermunculan, dugaan, bercahaya, pembeli, antri, kasir, membayar, dibeli, tetap, bersinar, sebuah, bernama, seindah, namanya, membentuk, muda, branded, walrus, osella, oto, ono, hassenda, country, fiesta, palo, alto, sebagainya, life, style, era, keemasan, mengangkut, hasil, bumi, berupa, rotan, karet, moda, kesuksesan, kaum, urban, bermigrasi, ulang, alik, antara, ditandai, souvenir, mengenang, ubahnya, menyenandungkan, nyanyian, albar, jantungmu, gelisah, tawa, dipompa, orde, perekonomian, rakyat, sedang, sehat, kuat, jalan, samudera, menumpah, ruahkan, pelancong, peniaga, pebisnis, pelajar, bertambat, bisa, sudimampir, harum, manis, menunaikan, shalat, noor, pulalah, taksi, kuning, hanyar, second, termasuk, minseng, para, pelbagai, kegiatan, jauh, dermaga, bersandar, bis, melayari, tujuan, puruk, cahu, palangkaraya, sebelum, bergeser, raya, kapal, boat, kelotok, membawa, terdekat, crowded, keramaian, nampak, tanda, syawal, 1438, sesungguhnya, keadaan, biasa, apabila, kilas, balik, ingatan, penghujung, demikianlah, percakapan, singkat, tetangga, berkunjung, iya, mereka, menuntut, ilmu, kenal, tertua, lelaki, paling, bungsu, biasanya, didahului, ucapan, media, sosial, smartphone, bersama, keponakan, menemui, langsung, terjadilah, proses, identifikasi, seperti, bawah, membentang, manitis, bermuara, sepanjang, 800, hanya, ekologis, bagamaina, memperlakukan, sesuatu, persimpangan, petak, menghubungkan, tabukan, mistis, ditemukan, kamu, punya, pacar, terlambat, seorang, gadis, temannya, perahu, september, foto, 2012, menggunakan, olympus, digital, camera, meskipun, bermula, ingin, bercerita, empat, kosku, biarlah, disampaikan, mulanya, merasa, malu, diambil, rambutan, mangga, markas, brimob, disebut, kelapa, jadi, nun, terpencil, bedanya, sulit, dicari, kecuali, patokannya, asing, abad, transit, tentara, antasari, membantu, panglima, wangkang, menyerang, benteng, tatas, paman, google, dibuat, belanda, lengkap, kira, cukuplah, pengantar, marilah, mengikuti, boi, logat, bugisnya, kental, memperlihatkan, papan, bertulis, kaligrafi, belakangan, menambahkan, penjelasan, alumni, pesantren, gontor, hafal, quran, juz, tamatan, iain, sunan, kalijaga, kampus, selain, intinya, berempat, menempati, dihuni, kamar, per, ruang, terbuka, awalnya, berfungsi, sejak, fungsikan, menamai, maklum, berupaya, sering, konon, kalau, kembali, halamannya, tanah, bugis, mengisi, ceramah, terutama, adapun, dikemudian, penghuni, gedung, senayan, satunya, disk, jockey, january, 2018, bandara, internasional, jendral, yani, semarang, keberangkatan, namun, pulang, menyimpan, siam, unus, lokal, bertahan, menyampaikan, pak, kemarin, berdiskusi, tidaknya, armada, laut, imperium, berwatak, inlander, produk, kualitasnya, sengaja, barang, teringat, riset, dosen, perkebunan, ekspor, sedangkan, konsumsi, enam, kedua, seribu, diolah, dipasarkan, pertama, melupakan, akar, bangsa, kemajuan, mengkonversi, tradisi, modern, mulai, ditinggalkan, berganti, kebun, sawit, petani, berlimpah, ladi, sanggup, menjaga, ketahanan, pangan, panen, mengaminkan, pernyataan, apalagi, ditambahkan, lidah, minangnya, tentu, mudah, menilai, lantas, terfikir, justru, organis, terang, maka, maju, pun, makin, kaisaran, menyimak, bagaimana, cita, lezat, jangan, jika, selama, pandangan, umum, dominan, meninggalkan, jati, dirinya, agraris, menghela, nafas, bukan, profesor, rizali, hadi, melanglang, buana, entah, keperluan, pribadi, dinas, menceritakan, asia, november, 2019, perihal, guestbook,
Text of the page (random words):
untuk dunia kisah ringan dari dalam diri dari pengalaman hidup mari kita berbagi cerita untuk dunia kisah ringan dari dalam diri dari pengalaman hidup mari kita berbagi cerita guestbook perihal posted by danummurik november 17 2019 makan nasi jepang saya menghela nafas sambil makan bukan karena makanan tapi cerita dua orang profesor ini tentang rasa makanan nasi di luar negeri prof rizali hadi yang setiap tahun melanglang buana entah keperluan pribadi maupun perjalanan dinas menceritakan soal nasi di eropa maupun di asia saya lebih menyimak bagaimana cita rasa nasi yang sangat lezat di jepang benar benar berkualitas kata beliau jangan lupa jika jepang selama ini dalam pandangan umum lebih dominan dengan teknologi sebenarnya jepang tidak meninggalkan jati dirinya sebagai negara agraris nasi di jepang justru dari beras atau padi organis terang beliau maka teknologi maju pertanian pun makin berkualitas di negara ke kaisaran ini prof ersis mengaminkan pernyataan beliau apalagi pengalaman beliau ke berbagai negara ditambahkan lidah minangnya tentu mudah sekali menilai kualitas makanan sampai di sini saya lantas terfikir dua hal pertama kita cenderung melupakan akar bangsa kemajuan teknologi seolah mengkonversi tradisi menjadi modern pertanian mulai ditinggalkan berganti kebun sawit dulu petani berlimpah ladi atau beras sanggup untuk menjaga ketahanan pangan keluarga hingga panen tahun depan kedua sayang seribu kali sayang kita cenderung memproduksi hal yang berkualitas rendah padi atau beras memang berkualitas premium tapi tidak diolah dan dipasarkan secara premium pula saya teringat riset dosen saya tentang perkebunan teh rupanya teh nomor satu indonesia di ekspor ke eropa sedangkan untuk konsumsi dalam negeri adalah teh kualitas nomor enam saja saya menyampaikan ke pak ersis yang kemarin kami berdiskusi tentang ada tidaknya armada laut imperium banjar bahwa kita masih berwatak inlander artinya produk anak negeri masih rendah kualitasnya atau sengaja memproduksi barang berkualitas rendah namun setidaknya ketika pulang le rumah saya masih menyimpan siam unus beras premium lokal yang masih bertahan sampai sekarang bandara internasional jendral ahmad yani semarang menjelang keberangkatan ke banjarmasin leave a comment posted in 1 posted by danummurik january 22 2018 hikayat lima husnul fata from jambu baru husnul fata itu artinya pemuda baik baik boi kata temanku dengan logat bugisnya yang kental sambil memperlihatkan papan nama bertulis kaligrafi belakangan dia menambahkan penjelasan artinya pemuda yang memiliki kebaikan kebaikan temanku ini alumni pesantren gontor hafal quran 30 juz dan juga tamatan iain sunan kalijaga kami satu kost dan juga satu kampus selain dia masih ada dua orang teman lagi intinya kami berempat menempati satu rumah yang dihuni satu kamar per orang ada satu ruang terbuka yang awalnya berfungsi sebagai gudang buku buku di rumah kost kami sejak bulan ramadhan gudang itu kami fungsikan menjadi musholla dan teman saya ini menamai musholla husnul fata atau pemuda baik baik maklum saja kami masih pemuda dan setidaknya berupaya menjadi pemuda baik baik temanku itu pula sering menjadi imam musholla husnul fata konon kalau ia kembali ke kampung halamannya di tanah bugis dia menjadi imam masjid dan selalu mengisi ceramah terutama setiap bulan ramadhan adapun dua orang teman yang lain dikemudian hari satu orang menjadi penghuni gedung senayan dan satunya disk jockey dj di jakarta meskipun cerita ini bermula dari nama musholla itu tetapi sebenarnya saya ingin bercerita tentang 5 pemuda baik baik di kampungku cerita tentang empat pemuda di kosku itu biarlah disampaikan lain kali saja nama kampungku jambu baru pada mulanya aku merasa malu memiliki nama kampung yang diambil dari nama buah buahan ternyata setelah aku ke jakarta ada juga nama kampung dari nama buah buahan di ibukota republik indonesia itu sebut saja kampung rambutan atau pertokoan mangga dua bahkan ada markas brimob disebut kelapa dua jadi nama kampungku nun terpencil itu sama saja dengan kampung kampung di ibukota bedanya kampungku sulit dicari atau tidak dalam peta kecuali patokannya desa muara pulau selalu ada dalam peta republik ini nama muara pulau sudah ada dalam peta asing abad ke 17 18 ternyata di masa lalu tempat transit tentara pangeran antasari dari hulu barito yang akan membantu panglima wangkang menyerang benteng tatas melalui paman google aku menemukan peta kampungku yang dibuat oleh belanda lengkap dengan nama nama sungai di tengah kampung yang sekarang sungai itu tidak ada lagi aku kira cukuplah pengantar tulisan ini marilah kita mengikuti kisah 5 pemuda di kampung ku foto tahun 2012 oleh nasrullah menggunakan olympus digital camera read more 1 comment posted in kisah dari kampungku posted by danummurik september 3 2017 wangi cinta di kembang senja oleh nasrullah kamu sudah punya pacar sudah oh rupanya aku terlambat cerita seorang gadis kepada temannya dalam perahu read more leave a comment posted in 1 perjalanan posted by danummurik june 27 2017 barito the river sacred oleh nasrullah sungai barito yang membentang dari air manitis kalimantan tengah dan bermuara di kota banjarmasin kalimantan selatan sepanjang 800 km memiliki berbagai cerita cerita ini tak hanya soal kehidupan ekologis tetapi bagamaina warga memperlakukan sungai sebagai sesuatu yang sakral di perbatasan sungai barito desa jambu baru kecamatan kuripan kabupaten barito kuala dan persimpangan sungai pulau petak yang menghubungkan muara pulau kecamatan tabukan kabupaten barito kuala nilai nilai sakral mistis itu ditemukan read more leave a comment posted in kisah dari kampungku posted by danummurik june 27 2017 lebaran di perbatasan kalimantan selatan dan kalimantan tengah oleh nasrullah biasanya setiap lebaran didahului ucapan di media sosial melalui smartphone kali ini saya bersama ibu dan keponakan menemui orang secara langsung terjadilah proses identifikasi seperti di bawah ini ini anak saya lelaki yang paling bungsu oh saya kenal yang tertua saja iya anak anak saya memang besar di kampung orang tempat mereka menuntut ilmu demikianlah percakapan singkat ibu dengan warga kampung tetangga di kalimantan tengah ketika kami berkunjung ke tempat keluarga di sana read more leave a comment posted in kisah dari kampungku posted by danummurik june 23 2017 malabar denyut di jantung kota banjarmasin hari ini kawasan malabar nampak lengang seolah tidak ada tanda bahwa sekarang adalah h 2 lebaran atau menjelang 1 syawal 1438 h suasana lengang ini sesungguhnya keadaan tidak biasa apabila kilas balik ingatan kita pada penghujung tahun 80 an dan awal 90 an titik keramaian malabar di masa lalu malabar termasuk kawasan minseng adalah titik crowded para pengunjung dengan pelbagai kegiatan tidak jauh dari situ ada dermaga pasar lima tempat bersandar bis air yang melayari tujuan dari dan menuju puruk cahu atau palangkaraya sebelum bergeser ke pelabuhan banjar raya atau kapal motor motor boat hingga kelotok yang membawa penumpang dari kawasan terdekat malabar adalah titik awal kawasan jalan pangeran samudera banjarmasin yang menumpah ruahkan pengunjung pelancong peniaga pebisnis bahkan pelajar dari pelosok kalimantan selatan hingga kalimantan tengah yang bertambat di sekitar pelabuhan pasar lima dari situ pengunjung bisa ke pasar sudimampir pasar harum manis atau menunaikan shalat lima waktu di masjid noor di sini pulalah menjadi second terminal taksi kuning angkutan kota setelah terminal pasar hanyar mengenang malabar tak ubahnya menyenandungkan nyanyian ahmad albar denyut di jantungmu kota pusat gelisah dan tawa malabar jantung kota banjarmasin ini dipompa pada masa orde baru ketika perekonomian rakyat sedang sehat dan kuat transportasi sungai mencapai era keemasan karena mengangkut hasil bumi berupa rotan karet padi hingga angkutan penumpang moda transportasi sungai menuju kota banjarmasin kesuksesan kaum urban yang bermigrasi ulang alik antara lain ditandai dengan souvenir dari sekitar malabar ini sebuah toko pakaian bernama lima cahaya seindah namanya membentuk life style anak muda hingga ke pelosok desa dengan berbagai pakaian branded waktu itu sebut saja walrus osella oto ono hassenda country fiesta palo alto dan sebagainya toko lima cahaya tetap bersinar meski tidak seterang di masa lalu saya menduga nasib lima cahaya akan sama dengan induk semangnya malabar senasib pula dengan mitra plaza yang runtuh pasca kerusuhan 23 mei 1997 terlebih lagi saat ini berbagai pusat pertokoan besar bermunculan ternyata di luar dugaan lima cahaya masih bercahaya meski tidak seterang dulu pembeli masih antri di depan kasir untuk membayar pakaian yang akan dibeli saya mengunjungi hingga ke lantai 3 di sana saya menemukan celana jeans merk legendaris levi s 505 pengguna celana itu adalah kelompok high class karena harganya mencapai jutaan ada pula baju cap payung saya hampir lupa baju yang menunjukkann kesan high class bermerk arnold palmer dengan menyandang motto the men is legend statement diberikan produsen baju itu secara eksplisit sangat maskulin sekali malabar lima cahaya bahkan pasar pasar sekitarnya adalah jantung kehidupan kota kepada tukang parkir motor saya bertanya tentang suasana lengang ini jawabnya pas padatnya hari minggu tadi bubuhan hulu sungai pada datangan kepadatan terjadi pada hari minggu tadi orang orang dari hulu sungai berdatangan leave a comment posted in renungan older posts categories 1 dunia anak anak keunikan jogja kisah dari kampungku komunikasi mtq nasional ke xxv di marabahan olahraga perjalanan renungan recent posts makan nasi jepang hikayat lima husnul fata from jambu baru wangi cinta di kembang senja barito the river sacred lebaran di perbatasan kalimantan selatan dan kalimantan tengah categories 1 dunia anak anak keunikan jogja kisah dari kampungku komunikasi mtq nasional ke xxv di marabahan olahraga perjalanan renungan recent comments danummurik on tujuh destinasi menarik di kec choirul on tujuh destinasi menarik di kec ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on hikayat lima husnul fata from danummurik on di dalam lindungan kelamb pendi on di dalam lindungan kelamb klik tertinggi none blogroll a fatih syuhud adenan ahmad juhaidi alex aprina santeka asrian bang yim barito catatan pinggir de de detik julia c karampoang naina riak barito sandi firli sirikit syah yetti sarah tulisan teratas makan nasi jepang hikayat lima husnul fata from jambu baru wangi cinta di kembang senja barito the river sacred lebaran di perbatasan kalimantan selatan dan kalimantan tengah malabar denyut di jantung kota banjarmasin tujuh destinasi menarik di kecamatan kuripan menguak fenomena gila batu akik mahasiswa sufistik atau pejuang skripsi mengkritisi krisis gaza blog at wordpress com subscribe subscribed untuk dunia sign me up already have a wordpress com account log in now privacy untuk dunia subscribe subscribed sign up log in report this content view site in reader manage subscriptions collapse this bar loading comments write a comment email required name required website design a site like this with wordpress com get started
|