Meta tags:
description= hanya sekumpulan kata yang datang dari hati;
Headings (most frequently used words):
kita, recent, di, mu, yang, apa, posts, comments, archives, categories, meta, kumpulan, hari, ikuti, blog, melalui, mail, defitoblossom, rapuh, aku, takut, jatuh, ci, ta, penerapan, manhaj, wasathiyyah, nusantara, cerita, wajah, dan, langit, hurghada, untuk, kawan, sedang, rundung, cinta, kabar, ummat, ini, kau, juga, merasakannya, akhlak, adalah, cermin, relatif, catatan, pernikahan, mae, post, navigation, hanya, sekumpulan, kata, datang, dari, hati,
Text of the page (most frequently used words):
yang (234), dan (146), itu (81), islam (79), ini (76), dalam (73), kita (68), aku (67), tidak (67), dengan (65), dari (62), untuk (48), #adalah (38), atau (37), nya (37), karena (34), ada (34), sudah (31), hal (31), nusantara (31), apa (28), ketika (28), lagi (26), pada (26), seperti (26), bisa (25), bahwa (25), 2015 (25), akan (23), oleh (23), kau (23), pun (23), sebagai (21), sedang (21), tak (21), masih (20), lain (20), sangat (20), hanya (20), menjadi (20), defitoblossom (19), kami (19), menikah (19), bukan (19), tahu (19), juga (19), orang (19), kata (18), kini (18), 2014 (17), mereka (17), mungkin (16), lebih (16), tentang (16), semua (16), hati (15), para (15), dia (15), hukum (15), belum (15), cerita (15), manhaj (15), negara (15), saat (14), bagi (14), wasathiyyah (14), harus (13), allah (13), tahun (13), seorang (13), mata (13), sosial (13), siap (12), cinta (12), saja (12), agama (12), hidup (12), telah (12), indah (12), fikih (12), comment (11), mae (11), tapi (11), anak (11), dua (11), baik (11), satu (11), hari (11), melihat (11), sama (11), terhadap (11), memang (10), umat (10), tangan (10), sana (10), namun (10), maka (10), zaman (10), sebuah (10), relatif (10), cairo (10), lalu (10), ummat (10), laut (10), perubahan (10), sendiri (9), janji (9), tetapi (9), nabi (9), peluang (9), lah (9), agar (9), waktu (9), jodoh (9), tanpa (9), leave (9), disini (9), senyum (9), kembali (9), akhlak (9), suatu (9), sampai (9), kedua (9), ulama (9), muslim (9), bapak (9), hak (9), sahal (9), muda (8), kapan (8), banyak (8), pernikahan (8), generasi (8), mengapa (8), wanita (8), berubah (8), ilmu (8), sedikit (8), usia (8), kamu (8), october (8), lama (8), setiap (8), sekali (8), november (8), wajahnya (8), atas (8), katanya (8), indonesia (8), selalu (8), bahkan (8), penerapan (8), masyarakat (8), manusia (8), jauh (7), siapa (7), cara (7), kalian (7), besar (7), muhammad (7), pertama (7), benar (7), salah (7), tetap (7), qur (7), berita (7), rindu (7), foto (7), merupakan (7), pernah (7), demi (7), demikian (7), jika (7), budaya (7), jalan (7), ayah (7), hurghada (7), masa (7), pertengahan (7), kiai (7), golongan (7), wordpress (6), com (6), tersenyum (6), perempuan (6), pria (6), kalau (6), setelah (6), pemikiran (6), dunia (6), takut (6), quran (6), azhar (6), kawan (6), mesir (6), syaima (6), meski (6), betul (6), ingin (6), keadilan (6), kah (6), baru (6), sehingga (6), dahulu (6), air (6), kehidupan (6), jatuh (6), terlalu (6), bersyukurlah (6), tersusun (6), mulai (6), 2013 (6), sisi (6), prinsip (6), baca (6), teman (5), bagiku (5), dimana (5), begitu (5), masalah (5), inilah (5), secara (5), apalagi (5), menunggu (5), diri (5), menuntut (5), minimal (5), mengenal (5), suami (5), hingga (5), bertemu (5), syariah (5), jangan (5), catatan (5), sebentar (5), pergi (5), fikiran (5), tentu (5), berbeda (5), pasti (5), antara (5), menurut (5), bebas (5), dasar (5), entahlah (5), sebab (5), itulah (5), wajah (5), rumah (5), meninggalkan (5), buku (5), kan (5), masjid (5), rabb (5), tengah (5), bersama (5), kecil (5), tempat (5), fiqh (5), istilah (5), adil (5), mengedepankan (5), contoh (5), melalui (5), ajaran (5), bentuk (5), muncul (5), syariat (5), amin (5), ijtihad (5), longgar (5), hifdz (5), perlindungan (5), comments (4), blog (4), september (4), semoga (4), jadi (4), padahal (4), memiliki (4), jumlah (4), bersinergi (4), paling (4), pacaran (4), halal (4), kali (4), mudah (4), positif (4), rasanya (4), seolah (4), kuliah (4), justru (4), akhir (4), dulu (4), dewasa (4), malam (4), sebelum (4), datang (4), maha (4), bagaimana (4), jawaban (4), adakah (4), seakan (4), namanya (4), pesona (4), gadis (4), depan (4), siang (4), demo (4), pantaskah (4), malas (4), universitas (4), nilai (4), mana (4), berada (4), timur (4), milik (4), july (4), berdua (4), august (4), langit (4), udang (4), hanafi (4), ushul (4), saya (4), melainkan (4), pemahaman (4), sedangkan (4), misalnya (4), adat (4), waris (4), istri (4), dianggap (4), muhammadiyah (4), menerima (4), meskipun (4), abdullah (4), kemaslahatan (4), terbuka (4), إلى (4), fatwa (4), tersebut (4), ekstrem (4), this (3), log (3), cepat (3), ternyata (3), sesungguhnya (3), sakral (3), jiwa (3), melahirkan (3), beliau (3), fiqih (3), posisi (3), main (3), pemuda (3), menjaga (3), butuh (3), kaki (3), bumi (3), pandang (3), diluar (3), lazim (3), bekerja (3), tradisi (3), dinikahkan (3), pula (3), nanti (3), terus (3), lelaki (3), menyebalkan (3), pintar (3), ahli (3), mau (3), malah (3), sang (3), kurang (3), ramai (3), terasa (3), anggap (3), lima (3), dapat (3), jam (3), keras (3), berarti (3), cantik (3), bandingkan (3), menatap (3), berasal (3), lahir (3), khas (3), ibadah (3), medsos (3), buah (3), menebar (3), kecantikan (3), upload (3), bercerita (3), terbiasa (3), berjalan (3), nov (3), diam (3), mendengar (3), hadir (3), erat (3), dirimu (3), membela (3), saling (3), february (3), setidaknya (3), tua (3), penuh (3), keringat (3), tanah (3), sering (3), lupa (3), terjadi (3), media (3), entah (3), iya (3), lanjut (3), faham (3), benteng (3), dibangun (3), menulis (3), rundung (3), agustus (3), jarak (3), senja (3), hudz (3), doc (3), membuat (3), mengerti (3), makan (3), menghabiskan (3), kerja (3), dakwah (3), penerbit (3), pro (3), moderasi (3), paham (3), negatif (3), bersifat (3), gagasan (3), jawa (3), sesuatu (3), sunan (3), kudus (3), serta (3), kepada (3), kondisi (3), menciptakan (3), yaitu (3), harta (3), separuh (3), pancasila (3), pandangan (3), warga (3), sementara (3), demokrasi (3), kafir (3), politik (3), kalam (3), hasil (3), era (3), berkemajuan (3), pembaruan (3), disebut (3), wilayah (3), ubah (3), masuk (3), kebijaksanaan (3), كلها (3), sesuai (3), berfikir (3), mengkafirkan (3), enggan (3), mazhab (3), radikalisme (3), liberalisme (3), surat (3), wasath (3), site (2), website (2), required (2), email (2), view (2), sign (2), subscribed (2), subscribe (2), account (2), create (2), free (2), posts (2), and (2), you (2), malu (2), nikah (2), nantinya (2), penyayang (2), membanggakan (2), menyebut (2), malaikat (2), ijab (2), qobul (2), seluruh (2), akhirat (2), sabda (2), kira (2), sunnah (2), haram (2), asalkan (2), memberi (2), kesiapan (2), kepastian (2), barangkali (2), lulus (2), umum (2), sambil (2), proses (2), sejak (2), bin (2), tokoh (2), sukses (2), alquran (2), berbicara (2), high (2), class (2), bilang (2), sholih (2), teringat (2), bahagia (2), ibarat (2), momentum (2), persiapan (2), diantara (2), sebelumnya (2), mengutip (2), detik (2), salju (2), memandang (2), tadi (2), khusus (2), aling (2), sayang (2), oktober (2), rasa (2), sepertinya (2), ditambah (2), kedepan (2), seumur (2), mind (2), set (2), relativitas (2), pekerja (2), kalimat (2), diatas (2), apapun (2), bodoh (2), kaca (2), sifat (2), lainnya (2), tepat (2), mutsallas (2), mengajak (2), cermin (2), membius (2), juz (2), tanya (2), rupanya (2), akhlaknya (2), seberapa (2), dekat (2), sebagian (2), menambah (2), aqidah (2), salam (2), saudara (2), sedekah (2), percaya (2), lengkap (2), menjelaskan (2), berbuah (2), dirinya (2), syarat (2), isinya (2), khitbah (2), cincin (2), dea (2), sungguh (2), niat (2), awal (2), pantai (2), putih (2), matanya (2), merona (2), merasakannya (2), azan (2), waktunya (2), melengkapi (2), membahas (2), cerah (2), bosan (2), bosannya (2), kezaliman (2), suara (2), sadar (2), rasul (2), merapikan (2), menegakkan (2), saksi (2), anaknya (2), diberikan (2), tulang (2), berlaku (2), energi (2), talaqqi (2), mengaji (2), astagfirulloh (2), tinggi (2), toleransi (2), mendalami (2), sikut (2), terbagi (2), sedih (2), hentinya (2), jaringan (2), liberal (2), selangkah (2), semenjak (2), arus (2), ekspresi (2), sini (2), majlis (2), kemarin (2), pembunuhan (2), pelajar (2), hill (2), penembakan (2), isis (2), kabar (2), على (2), mengingatkan (2), bulan (2), tenggelam (2), mencoba (2), menuju (2), agamanya (2), ikhwan (2), janganlah (2), sakit (2), kanak (2), menyebutnya (2), ukhti (2), jarang (2), kuat (2), tegas (2), perasaan (2), pak (2), adek (2), semangat (2), tumbuh (2), terpisah (2), abi (2), pulang (2), menyukai (2), aroma (2), tambak (2), sumatera (2), disana (2), kanal (2), bau (2), akrab (2), keluarga (2), sepeda (2), walaupun (2), ujung (2), cita (2), perkumpulan (2), ruwaq (2), jurusan (2), panjang (2), doa (2), solat (2), mengenaskan (2), sebaliknya (2), dalah (2), tepatnya (2), kumpulan (2), damai (2), pendapat (2), metode (2), kontra (2), beberapa (2), segala (2), ide (2), menyebar (2), wali (2), songo (2), simbol (2), budha (2), menara (2), menggunakan (2), seni (2), sebagainya (2), mengenai (2), laki (2), diterapkan (2), membatasi (2), semakin (2), kompleks (2), sekedar (2), kasur (2), menghadapi (2), tangga (2), gus (2), dur (2), kemampuan (2), mendasar (2), tuhan (2), menghilangkan (2), kebalikannya (2), mafhum (2), pembagian (2), dipaparkan (2), abdurrahman (2), wahid (2), kaidah (2), ketentuan (2), mesti (2), pemecahan (2), utama (2), adanya (2), penyesuaian (2), lentur (2), din (2), perjanjian (2), kesepakatan (2), segenap (2), termasuk (2), kalangan (2), ikhwani (2), sitem (2), kekuasaan (2), dar (2), dibilang (2), real (2), muara (2), dasarnya (2), ali (2), berdiri (2), ibnu (2), menghancurkan (2), konteks (2), modern (2), kesetaraan (2), konsepsi (2), mahfudz (2), dibuat (2), situasi (2), menjadikan (2), arab (2), ekonomi (2), baku (2), akidah (2), iman (2), hamba (2), rahmat (2), الشريعة (2), akhmad (2), prolog (2), setempat (2), mengikuti (2), taghayyur (2), moqsith (2), menyatakan (2), imam (2), manifestasi (2), bahasa (2), pribumisasi (2), mengubah (2), tema (2), peradaban (2), takfir (2), khawarij (2), menganggap (2), melakukan (2), dosa (2), syari (2), memilih (2), petengahan (2), terbaik (2), mukhlis (2), bukunya (2), urusan (2), lurus (2), menuliskan (2), sikap (2), sejalan (2), globalisasi (2), rambu (2), ketat (2), alih (2), kecenderungan (2), bersikap (2), ammu (2), angin (2), dingin (2), menyapaku (2), sekumpulan (2), ikuti (2), elektronik (2), april (2), feed (2), select (2), categories (2), archives (2), assa (2), recent (2), get, started, design, like, with, name, write, loading, collapse, bar, manage, subscriptions, reader, report, content, privacy, already, have, now, older, post, navigation, tesa, are, best, jomblo, menyusul, haha, membacanya, sedewasa, pikiran, persiapkan, sedini, berati, menggembar, gemborkan, values, misi, nikahilah, subur, banyaknya, dihadapan, bergetar, mulia, berkumpul, menaungi, jabatan, mailkat, arsy, memuji, memberkati, pasangan, diikat, ikatan, suci, sebatas, memuaskan, hawa, nafsu, menyatukan, ketaatan, berdakwah, menyebarkan, penjuru, penerus, dipamerkan, pelajaran, pelajari, wajib, apabila, nah, silahkan, hehe, ala, kulli, duanya, pertanyaannya, ditunda, bermain, hts, susahnya, kebutuhan, biologis, sinyal, materi, mental, ujiannya, bersemi, berbunga, bunga, melarang, sulitnya, kerap, terhanyut, polesan, manis, selagi, sibukan, terperosok, lubang, zina, unik, menginjakan, husnul, khotimah, 180, derajat, berbagai, aspek, satunya, misal, lingkungan, unj, hampir, tabu, penghujung, bersusah, payah, wajar, dikalangan, khalayak, memasuki, tepis, alumni, pupuk, dini, membawa, berkah, sahabat, baligh, usamah, zaid, panglima, fathimah, binti, qois, benarlah, for, kufu, sepadan, hadirkan, lukman, hafizh, masyaallah, haru, menyeruak, relung, semalaman, momen, villa, ciremai, ituu, sunting, peristri, betapa, membuktikannya, siapapun, keibuan, walau, terkadang, penyabar, masak, mahasiswi, lipia, patuh, tuhannya, percepat, perbanyak, dimudahkan, artinya, diuji, bersantai, ria, terlupa, tergesa, gesa, nelangsa, izinkan, setia, furqon, kholid, motivator, jengah, tersebar, sepersekian, bagai, bercokol, gurun, pasir, terkesiap, keagungannya, angkatan, tedeng, langsung, menembus, batas, breaking, the, limits, berangkat, sukabumi, niscaya, ringankanlah, lapangkanlah, bersabar, haruslah, ringan, dibandingkan, kiprah, umur, tersisa, enam, puluh, digunakan, wahai, tuhanku, segalanya, menanamkan, sangaat, tertanam, ditunggu, menurutku, beda, pemalas, kerjannya, tidur, ongang, ongkang, parasit, dirumah, baginya, apakah, berkata, acuannya, kaya, loh, wah, mewah, gantengnya, acuan, gunakan, menilai, bagus, jelek, tergantung, mengukurnya, sebulan, terpecut, membuka, menyelesaikannya, merasakan, lumbung, gali, memantulkan, keindahan, jantung, kepongahan, zahra, rusia, besarkan, hafal, sipit, seindah, parameter, rampung, menghafal, cahaya, cerminan, seseorang, izzah, mengupload, keyakinan, perintah, muroqobah, kedekatan, pribadi, sepele, energy, kejadian, aib, terbius, kecantikannya, tingkat, mirip, membersiapkan, ribu, poun, pernikahannya, meminang, semudah, beserta, perkerjaan, tanyaku, terhenyak, minta, maaf, berkali, membalas, sepupunya, memperlihatkan, jari, manisnya, berbalut, emas, bukti, ana, makhtubah, pinang, kenapa, share, nahnu, nuhib, gak, suka, maktabah, marah, lantaran, meng, berbagi, kisah, terima, sejurus, kemudian, hapus, rupa, melupakan, hakiki, kukenal, tepi, berpasir, sejauh, alisnya, tebal, berpilin, keriting, kulitnya, bersih, hidungnya, mancung, bulu, lentik, jeli, susunan, giginya, rapi, tambah, senyumnya, terucap, sayup, menyadarkan, mengawasi, cukup, membayangkan, kekosongan, menggenggam, melangkah, jejak, sunyi, menguatkan, melindungi, disampingku, tergeletak, muqorror, pulpen, stabilo, kuning, tertarik, bercengkrama, imtihan, merekah, iri, memudar, melawan, muzoharoh, tembakan, teriakan, tangisan, memuakkan, menyesakan, merasa, selamat, kokoh, berjauhan, februari, engkau, puzzle, mengkohkan, pondasi, bersatu, muka, sekalipun, memenangkan, kuasa, berkontribusi, berdoa, khusyuan, sajadahnya, berderai, mendoa, kemudahan, mengeluh, mencari, nafkah, banting, memeras, kesuksesan, pantas, meletup, letup, menaikan, derajatnya, terlebih, dibina, harapkan, hasilnya, berleha, leha, mall, mengkaji, mengahafal, mengamalkan, belajar, menjunjung, bergama, acuh, disaat, membutuhkan, lahirnya, termemenung, kontribusi, terkoyak, ditindas, tendang, bawah, kanan, kiri, berapa, harganya, menengok, ormas, partainya, majlisnya, apalah, kisruh, karuan, sosmed, presiden, henti, bully, mudanya, cecoki, racun, barat, islamophobia, sex, islami, kehilangan, cahayanya, membaca, mengahafalnya, mengamalkannya, terpisahkan, mengingat, perpolitikan, mengalir, deras, pecah, belah, bergejolak, presidennya, negeri, kinanah, menyeramkan, seandainya, heboh, lempar, kalah, hangat, penyerangan, sekelompok, syiah, azzikra, arifin, ilham, ingat, sore, amerika, atheis, chapel, trending, topic, twitter, hastag, chapelhillshooting, chape, beralasan, bertiga, sebengis, itukah, konspirasi, yahudi, panas, berkaca, menelusuri, dalih, balas, dendam, terbenuhunya, gereja, penyembelihan, kristen, koptik, libya, terpaku, layar, ponsel, juli, pembolak, balik, teguhkanlah, aamiin, مقلب, القلوب, ثبت, قلوبنا, دينك, mari, dilipatkan, pahala, yakin, mengulurkan, bangkit, pelangi, surga, percayalah, saatnya, mintalah, diberi, menggengam, jannah, dekati, wallahy, melihatnya, mudahnya, mengumbar, merusak, pertahanan, akhwat, jaga, datangilah, segera, lamar, menasihati, menyayangi, berhati, kaum, adam, menghakimi, ketahuilah, rugikan, sewaktu, diingkari, berjanji, mengikatmu, penghulu, diawali, chat, absen, sudut, disiplin, bahebbak, awy, baba, love, dad, tercipta, melipat, ribuan, mil, doaku, kelak, berniat, menemukan, lihat, menikmati, mama, bahan, bakar, nakal, hmm, cilik, sederhana, rumit, menayakan, kesempatan, meja, mengkhawatirkan, memarahi, terlambat, pekan, berdiskusi, samalam, larut, diktat, disuruh, memijiti, punggungnya, sepulang, membuatkan, kopi, bersyukkurlah, menyanyangi, tuntuan, berbulan, ditinggal, terselip, mengagumi, seafood, mencintai, pengingat, mengabdi, pertambakan, kawasan, wahyuni, mandira, ogan, komeling, ilir, selatan, ikan, kerang, sarjana, perikanan, ipb, kampung, halaman, menghidupi, terasing, dikelilingi, mobil, motor, kendaraan, speed, boat, desa, kabupaten, sayangnya, punya, digital, latar, suasana, jengkal, terekam, memoriku, langitnya, biru, mempesona, lautnya, bak, warna, crayon, eksotis, memikat, hidupku, aromanya, memutar, memori, 2001, hurgadha, kala, sorak, sorai, riang, gembira, pusing, memikirkan, hidupnya, senang, rihlah, mengasyikan, cintai, islah, egypt, salahkan, sesekali, menyergap, penghuni, keluguan, berakhir, pertemukan, sempurna, melelahkan, menguras, mengejar, rapat, organisasi, tiada, tahfidz, hobi, geluti, jalani, dihikayatkan, sepertiga, sujud, diadukan, harap, selepas, menyaksikan, bermula, berkahir, sebenarnya, mengenalmu, mengenalku, akhiri, menemani, pergantian, ampun, melesat, kitalah, aktor, menjalani, laga, bernama, fillah, salim, 2011, yogyakarta, uslim, saksikan, muchlis, tanggerang, pusat, studi, psq, penulis, bandung, mizan, kebangsaaan, daftar, referensi, intinya, terlepas, cocok, jalankan, menfatwakan, persatuan, kesatuan, wallahu, lam, ghuluw, sekilas, pemaparan, menuai, berpendapat, nama, zionis, israel, aksi, boming, langgam, menyambut, mencetuskan, toh, berilmu, alim, ambil, buruk, tinggalkan, mendekati, masyarakatnya, hindu, terlihat, arsitektur, gerbang, pancuran, wudhu, melambangkan, delapan, wujud, kompromi, lakukan, ukir, wayang, gamelan, suluk, sarana, mengganti, puji, pujian, dewa, berzikir, tahlilan, konsekuensi, menyangkut, soal, perkawianan, rasululloh, saw, berumur, sembilan, balig, pemerintah, standar, didasari, pekerjaan, petani, sawah, nelayan, dapur, sumur, diperlukan, intelektualitas, perkawinan, batasi, matang, lika, liku, hadits, memerintahkan, memperbanyak, keturunan, kiamat, hadapan, mulanya, dipahami, kesulitan, memelihara, tingginya, angka, kematian, kekhawatiran, dikalahkan, alasan, pertahankan, penonjolan, kuantitas, dibutuhkam, menimbulkan, bahaya, menampung, memadai, terjadilah, peruabhan, ukuran, diberatkan, kualitas, permasalahan, pertanyaan, pemilik, meniupkan, roh, rahim, intervensi, ibu, melanggar, wewenang, implikasi, diperbolehkannya, pembatasan, kelahiran, sterilisasi, permanen, melaksanakan, vasektomi, dokter, dijamin, dipulihkan, hukumnya, diperbolehkan, pemakaian, lepas, meminum, pil, jung, mukholafahnya, kasus, warisan, dikenal, istiadat, mendapatkan, masukan, berupa, model, sari, banjarmasin, yogya, solo, perkembangannya, keduanya, respon, luar, lingkup, pengaruh, nas, pegangan, perolehan, bersam, karenanya, dipisahkan, diwariskan, meninggal, dibagikan, keapda, warismenurut, teknik, direstui, ukama, seraya, menganggapnya, ditentukan, syara, letak, kemajuannya, diharamkan, mutu, nomor, persoalkan, mengganggu, adnal, qoulaini, gono, gini, perpantangan, adah, muhakkamah, penerimaan, merefleksikan, ditunjukan, syamsuddin, kesaksian, pembuktian, ketua, muhammdiyah, ditegakkan, rakyat, mengikat, gerak, melintasi, gologan, sah, terbukti, berevolusinya, partai, menggaungkan, efektif, ditampuk, syahadah, ahdi, terbentuk, menyeluruh, kebangsaan, sistem, terciptanya, diantaranya, penyataan, thalib, tegak, hancur, taimiyah, zalim, dimaknai, kerangka, bertaut, muslimin, kufri, menunjukan, kemiripan, asumsi, dilihat, mampu, menampilkan, dinamisme, fleksibilitasnya, berhadapan, melaju, kencang, kaku, kontekstual, putusan, tertentu, valid, relevan, menggambarkan, kelenturan, seloroh, wahab, hasbullah, menyempitkan, pekih, kuwi, yen, rupek, diokoh, okoh, prespktif, jargon, merupkan, uang, yakni, kontekstualisme, maupun, mempertimbangkan, tolak, ukurnya, menekankan, geografis, menyerukan, tajdid, titik, temu, konstektualisasi, versi, muahmmadiyah, tercermin, prof, transformasi, besaran, tatanan, pengetahuan, dramatis, mencerminkan, radikal, klasik, digalakkannya, kontemporer, segar, perlu, berintegrasi, berinterkoneksi, sains, world, alam, postmodern, terletak, relasi, muamalat, bidang, meliputi, aturna, aturan, hubungan, mutaghayyirat, landasan, berikutnya, mendasari, fakta, garapan, sejatinya, domain, membedakan, husen, kategori, ubudiyah, ritual, tauhid, terakhir, pembalasan, sepanjang, rukun, puasa, zakat, haji, tsabit, dimanapun, tsawabit, mutaghayyarat, bangunan, fondasinya, didasarkan, hikmah, kemaslahat, keseluruhannya, perkara, mengabaikan, tirani, kasih, kemafsadatan, kebodohan, dimasukkan, kedalamnya, interpretasi, مبناها, أساسها, الحكم, مصالح, العباد, المعاش, المعاد, عدل, حكمة, مصلحة, فكل, مسألة, خرجت, العدل, الجور, الرحمة, ضدها, المصلحة, المفسدة, الحكمة, العبث, فليست, أدخلت, فيها, بالتأويل, tulis, diturunkan, semata, bertujuan, mendatangkan, kemudharatan, teguh, postulat, rumuskan, qoyyim, jauziyyah, dipertimbangkan, urf, perbedaanya, ikhtilafuha, hasbi, azminah, amkinah, ahwal, niyyah, awa, abdul, ghazali, bergerak, penciptaan, penerapannya, ditakar, maslahat, menghindari, mafsadat, sebagaimana, ketahui, pokok, saythibi, nafs, aql, nasl, reproduksi, mal, kelima, konsensus, universal, ittifaq, milal, tathbiq, tanzil, hukm, ditafsirkan, toleran, praktiknya, afifuddin, muhajir, tulisannya, menegaskan, diikuti, ahlussunnah, praktik, keislaman, dialektika, teks, realistis, konten, dekade, tampil, idenya, gusdur, tidaklah, perlahan, merambah, masayarakat, populerkan, muktamarnya, makasar, ditulis, ditawarkan
Text of the page (random words):
uktamar ke 33 di jombang jawa timur pada 1 5 agustus 2015 tema itu persisnya berbunyi meneguhkan islam nusantara sebagai peradaban indonesia dan dunia islam nusantara ditafsirkan sebagai islam yang toleran damai dan tidak meninggalkan budaya nusantara dalam praktiknya kh afifuddin muhajir dalam tulisannya menegaskan bahwa manhaj islam nusantara baca wasathiyyah yang dibangun dan diterapkan oleh wali songo serta diikuti oleh ulama ahlussunnah di negara ini adalah paham dan praktik keislaman di bumi nusantara sebagai hasil dialektika antara teks syariat dengan realistis dan budaya setempat islam nusantara ini bukan hal baru hanya konten lama dengan bahasa berbeda sebelumnya pada dekade 80 an abdurrahman wahid tampil dengan idenya pribumisasi islam disini gusdur dengan tegas menyatakan bahwa pribumisasi islam tidaklah mengubah islam melainkan hanya mengubah manifestasi dari kehidupan agama islam abdul moqsith ghazali misalnya menyatakan gagasan islam nusantara tidak bergerak dalam penciptaan hukum melainkan dalam penerapannya tathbiq wa tanzil al hukm dan ijtihad dalam penerapan sebuah hukum dalam pandangan moqsith ditakar dari seberapa jauh hukum tersebut menciptakan maslahat dan menghindari mafsadat dalam masyarakat sebagaimana yang kita ketahui bahwa lima prinsip pokok agama atau imam saythibi menyebutnya sebagai ittifaq al milal yaitu 1 hifdz al din perlindungan terhadap agama 2 hifdz al nafs perlindungan terhadap hak hidup 3 hifdz al aql perlindungan terhadap hak berfikir 4 hifdz al nasl perlindungan terhadap hak hak reproduksi 5 hifdz al mal perlindungan terhadap hak hak milik kelima hal tersebut merupakan manifestasi dari konsensus agama agama tidak hanya islam karena itu lima prinsip tersebut bersifat universal islam nusantara juga hadir agar penerapan hukum islam dipertimbangkan sesuai urf tradisi dan budaya setempat dalam kaidah fiqih taghayyur al fatwa wa ikhtilafuha bi hasbi taghayyur al azminah wa al amkinah wa al ahwal wa al niyyah wa al awa id perubahan fatwa dan perbedaanya mengikuti perubahan situasi niat dan tradisi dasar dari islam nusantara ini seperti yang di tulis akhmad sahal dalam prolog buku islam nusantara adalah kesepakatan para ulama ushul fiqh bahwa islam diturunkan oleh allah semata mata bertujuan untuk mendatangkan kemaslahatan dan meninggalkan kemudharatan bagi hamba nya juga berdiri teguh di atas sebuah postulat yang di rumuskan oleh ibnu qoyyim al jauziyyah إن الشريعة مبناها و أساسها على الحكم و مصالح العباد فى المعاش و المعاد و هي عدل كلها و حكمة كلها و مصلحة كلها فكل مسألة خرجت عن العدل إلى الجور و عن الرحمة إلى ضدها و عن المصلحة إلى المفسدة و عن الحكمة إلى العبث فليست من الشريعة و إن أدخلت فيها بالتأويل sesungguhnya syariah itu bangunan dan fondasinya didasarkan pada kebijaksanaan hikmah dan kemaslahat para hamba nya di dunia dan akhirat syariat secara keseluruhannya adalah keadilan kebijaksanaan dan kemaslahatan maka dari itu segala perkara yang mengabaikan meninggalkan keadilan demi tirani rahmat kasih sayang demi kebalikannya kemaslahatan demi kemafsadatan kebijaksanaan demi kebodohan maka itu semua bukan lah syariah meski semua itu dimasukkan kedalamnya melalui suatu interpretasi landasan berikutnya yang mendasari konsepsi islam nusantara adalah fakta bahwa wilayah garapan islam nusantara sejatinya termasuk dalam domain al mutaghayyarat hal hal yang bisa berubah dalam ajaran islam ini untuk membedakan dengan al tsawabit hal hal yang tetap tidak berubah ubah dalam ajaran islam seperti dipaparkan oleh kh husen muhammad ada hal hal dari ajaran islam yang berlaku baku tetap tidak berubah ubah dan ada hal yang bisa berubah ubah yang masuk dalam kategori pertama adalah wilayah akidah dan ubudiyah ritual prinsip tauhid iman kepada nabi muhammad sebagai nabi terakhir dan percaya pada hari pembalasan merupakan hal hal baku yang tidak berubah sepanjang masa juga rukun islam seperti solat puasa zakat dan haji ketentuan ini tsabit dimanapun dan kapan pun sementara hukum hukum yang bisa berubah al mutaghayyirat terletak dalam wilayah relasi manusia dengan manusia yang lazim disebut muamalat bidang ini meliputi aturna aturan mengenai hubungan manusia salam keluarga sosial ekonomi politik dan budaya dari prespktif ushul fiqh kedua jargon ini baca islam nusantara dan islam berkemajuan merupkan dua sisi dari satu mata uang yang sama yakni kontekstualisme islam baik islam nusantara maupun islam berkemajuan sama sama mempertimbangkan perubahan situasi dan kondisi masyarakat dengan menjadikan kemaslahatan sebagai tolak ukurnya yang pertama menekankan pembaruan pemahaman islam karena perubahan konteks geografis dari arab ke nusantara sedangkan yang kedua menyerukan pembaruan islam karena perubahan zaman menuntut pembaruan tajdid titik temu konstektualisasi islam versi muahmmadiyah dan nu setidaknya tercermin dalam pemikiran prof amin abdullah baca muhammadiyah dan kh sahal mahfudz baca nu tentang hukum islam bagi amin abdullah transformasi besar besaran dalam tatanan sosial politik ekonomi budaya dan ilmu pengetahuan yang secara dramatis mencerminkan perubahan radikal dari zaman klasik ke era modern menuntut digalakkannya ijtihad kontemporer bahkan ijtihad yang segar dalam pandangan amin fikih sosial dan kalam sosial perlu berintegrasi dan berinterkoneksi dengan sains dan harus memiliki world view yang terbuka jika tidak ingin kembali ke era pertengahan maka hasil ijtihad harus selalu terbuka untuk menerima ha hal baru yang lebih baik dalam kehidupan manusia di dunia ini inilah yang disebut amin abdullah sebagai fikih sosial dan kalam sosial di alam postmodern konsepsi amin abdullah tentang fikih sosial dan kalam sosial menunjukan adanya kemiripan ide fikih sosial kh sahal mahfudz bagi kiai sahal asumsi dasarnya syariat mesti dilihat sebagai fikih yang berarti pemahaman fikih harus mampu menampilkan dinamisme dan fleksibilitasnya berhadapan dengan perubahan sosial yang melaju kencang bagi kiai sahal fikih selalu merupakan hasil ijtihad yang tak bersifat kaku dan sakral melainkan lentur dan kontekstual putusan fikih yang pada suatu zaman dan tempat tertentu dianggap valid bisa saja tak relevan lagi di era lain atau tempat lain untuk menggambarkan kelenturan fikih ini kiai sahal mengutip seloroh kh wahab hasbullah pekih kuwi yen rupek yo diokoh okoh fikih itu kalau terasa menyempitkan ya dibuat longgar dewasa ini penerapan manhaj wasathiyyah di nusantara sudah mulai terbentuk meski belum bisa dibilang menyeluruh contoh real nya tentang paham kebangsaan misalnya nu menerima sistem demokrasi karena menurut kiai sahal muara fikih adalah terciptanya keadilan sosial di masyarakat dasarnya diantaranya adalah penyataan ali bin abi thalib kekuasaan negara bisa berdiri tegak dengan keadilan meskipun ma a al kufri di tangan orang kafir dan negara itu akan hancur dengan kezaliman meskipun ma a al muslimin di tangan orang muslim dan ibnu taimiyah allah akan menegakkan negara yang adil meskipun negara kafir dan allah akan menghancurkan negara yang zalim meskipun negara muslim dalam konteks modern keadilan sosial dimaknai dalam kerangka demokrasi yang bertaut erat dengan prinsip kesetaraan warga negara apapun agamanya kesetaraan inilah yang menurut kiai sahal merupakan muara fikih politik untuk zaman ini sisi lain penerimaan muhammadiyah terhadap negara pancasila juga merefleksikan suatu bentuk penerapan syariat yang lentur setidaknya ini ditunjukan oleh din syamsuddin yang melihat negara pancasila sebagai negara perjanjian dar al ahdi dan juga negara kesaksian pembuktian dar al syahadah dalam pandangan ketua umum muhammdiyah ini negara pancasila ditegakkan dan dibangun atas dasar perjanjian atau kesepakatan di antara segenap rakyat warga negara yang mengikat segenap warga negara termasuk kalangan muslim dari generasi ke generasi dalam gerak melintasi zaman sementara itu gologan ikhwani pun menerima sitem demokrasi sebagai sitem yang sah terbukti dengan berevolusinya golongan ikhwani menjadi partai dengan menggaungkan prinsip dakwah akan lebih efektif ketika berada ditampuk kekuasaan dalam kasus lain misalnya pembagian warisan seperti yang dipaparkan kh abdurrahman wahid dalam ilmu ushul fiqh dikenal kaidah al adah muhakkamah adat istiadat bisa menjadi hukum di indonesia telah lama terjadi bahwa pembagian waris antara suami istri mendapatkan masukan berupa dua model yang berasal sari adat yaitu adat perpantangan di banjarmasin dan gono gini di yogya solo yang pada perkembangannya juga menyebar di jawa timur keduanya adalah respon masyarakat adat yang berada di luar lingkup pengaruh kiai terhadap ketentuan nas dengan pemahaman lama yang merupakan pegangan para kiai itu harta rumah tangga dianggap sebagai perolehan suami istri secara bersam sama yang karenanya mesti dipisahkan dulu sebelum diwariskan ketika salah satu suami istri meninggal separuh dari harta itulah yang dibagikan kepada ahli waris separuh dari harta itulah yang di bagi keapda para ahli warismenurut hukum waris islam sedangkan separuh lainnya adalah milik suami istri yang masih hidup teknik demikian adalah perubahan mendasar terhadap hukum waris dan bentuk seperti ini direstui oleh para ukama walaupun seraya tidak menganggapnya sebagai pemecahan utama sebab pemecahan utama justru adalah yang seperti ditentukan oleh syara secara apa adanya letak kemajuannya dalah bahwa penyesuaian penyesuaian seperti ini bukan hanya tidak diharamkan tetapi bahkan dianggap sebagai adnal qoulaini pendapat dengan mutu nomor dua dan tidak di persoalkan sebagai sesuatu yang mengganggu prinsip contoh lain dalam permasalahan kb lanjut gus dur pertanyaan mendasar pun muncul tentang pemilik hak menciptakan anak tuhan kah atau manusia jawaban yang diberikan adalah bahwa hak menciptakan anak dan meniupkan roh dalam rahim adalah milik tuhan karena itu bentuk intervensi terhadap hak ini yaitu dalam bentuk menghilangkan kemampuan ibu untuk melahirkan berarti melanggar wewenang dengan demikian mafhum mukholafahnya implikasi kebalikannya adalah diperbolehkannya pembatasan kelahiran dengan cara sterilisasi yang tidak permanen dengan demikian pula melaksanakan vasektomi yang oleh dokter dijamin akan bisa dipulihkan kembali hukumnya diperbolehkan misalnya dengan pemakaian cincin jung yang bisa di lepas kembali atau meminum pil kb kita tahu bersama tentang sebuah hadits nabi yang memerintahkan ummat nya untuk memperbanyak keturunan karena di hari kiamat beliau akan membanggakan mereka di hadapan nabi nabi yang lain pada mulanya kata banyak dipahami sebagai jumlah lanjut gus dur karena itu memang zaman penuh kesulitan dalam memelihara anak dengan tingginya angka kematian anak maka ada kekhawatiran bahwa jumlah umat islam akan dikalahkan yang lain tetapi pada saat ini alasan demikian tidak bisa di pertahankan lagi ketika penonjolan kuantitas sudah tidak dibutuhkam jumlah anak yang terlalu banyak justru akan menimbulkan bahaya ketika kemampuan masyarakat untuk menampung mereka ternyata tidak memadai maka terjadilah peruabhan ukuran itu diberatkan pada kualitas konsekuensi lebih jauh mengenai perubahan pemahaman ini dapat menyangkut soal usia perkawianan ketika zaman rasululloh saw dahulu anak perempuan berumur sembilan tahun dinikahkan sedangkan anak laki laki dinikahkan ketika usia balig kini hal itu tidak bisa lagi diterapkan di indonesia pemerintah membatasi standar usia untuk menikah bagi lelaki minimal usia 18 tahun dan perempuan minimal di usia 16 tahun tentu perubahan ini didasari dengan kondisi masa kini dimana hidup semakin kompleks pekerjaan tidak lagi sekedar menjadi petani di sawah atau nelayan di laut wanita pun tak sekedar di dapur kasur dan sumur karena semakin kompleks nya zaman ini maka diperlukan intelektualitas yang tinggi dari seorang pemuda maka dari itu usia perkawinan di batasi agar para pemuda bisa lebih matang dan siap menghadapi lika liku rumah tangga itulah sekilas pemaparan contoh contoh penerapan manhaj wasathiyyah di nusantara meski demikian gagasan islam nusantara ini tentu menuai pro dan kontra ada yang kontra berpendapat bahwa ini nama lain dari jaringan islam liberal atau dari zionis israel karena dari beberapa aksi nya yang boming di media sosial akhir akhir ini mengaji dengan langgam jawa dan lain lain namun tidak sedikit juga yang pro dan menyambut dengan positif gagasan ini bagi saya segala sesuatu pasti memiliki sisi positif dan negatif yang mencetuskan ide islam nusantara ini pun toh bukan orang yang tidak berilmu melainkan para alim ulama kita yang baik kita ambil dan yang buruk kita tinggalkan karena menurut saya zaman dahulu pun islam bisa menyebar di indonesia melalui ajaran islam yang di nusantara kan oleh para wali songo seperti metode sunan kudus yang mendekati masyarakatnya melalui simbol simbol hindu dan budha hal itu terlihat dari arsitektur masjid kudus bentuk menara gerbang dan pancuran wudhu yang melambangkan delapan jalan budha merupakan wujud kompromi yang di lakukan sunan kudus atau sunan lain yang menggunakan seni ukir wayang gamelan serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah mengganti puji pujian kepada dewa dengan berzikir yang kini berbuah tahlilan dan lain sebagainya sekali lagi islam nusantara menurut saya hanya sebuah istilah yang intinya tidak lain adalah manhaj wasathiyyah manhaj pertengahan manhaj adil dan damai terlepas dari sisi negatif pendapat orang tentang islam nusantara bagi saya islam nusantara adalah metode yang cocok untuk di jalankan di indonesia asalkan tetap mengedepankan qur an dan sunnah tidak ghuluw dalam menfatwakan hukum syariah bersifat toleransi dan mengedepankan persatuan dan kesatuan ummat wallahu a lam daftar referensi kumpulan penulis 2015 islam nusantara dari ushul fiqh hingga paham kebangsaaan bandung penerbit mizan hanafi muchlis 2013 moderasi islam tanggerang penerbit pusat studi al qur an psq a fillah salim 2011 saksikan bahwa aku seorang m uslim yogyakarta penerbit pro u media october 27 2015 by defitoblossom leave a comment cerita kita cerita kita di mulai tanpa tahu kapan tepatnya di mulai dan tak tahu pasti kapan akan kita akhiri cerita kita menemani pergantian waktu yang tanpa ampun melesat cepat hingga tak sadar bahwa kitalah aktor yang sedang menjalani sebuah laga bernama kehidupan cerita kita mengenaskan kata mereka tanpa tahu kapan bermula dan berkahir tanpa tahu satu sama lain mengenaskan karena aku tidak betul betul tahu siapa kau sebenarnya mungkin saja aku mengenalmu dan kau tidak mengenalku atau sebaliknya mungkin saja kita tidak saling mengenal atau sebaliknya kita dalah teman akrab cerita kita hanya akan dihikayatkan pada malam sepertiga dalam sujud panjang hanya akan diadukan dalam doa doa penuh harap setiap selepas solat sebab itu hanya allah dan malaikat yang menyaksikan cerita ini indah bukan cerita kita mungkin tersusun dari hari hari yang melelahkan menguras energi waktu dan fikiran untuk mengejar cita cita untuk lulus cerita kita mungkin tersusun dari perkumpulan perkumpulan rapat organisasi yang tiada hentinya cerita kita mungkin tersusun dari majlis ilmu tahfidz ruwa...
|