Meta tags:
description= Catatan Tak Bertepi, Melukis Sebuah Kisah, Di Air Yang Bening;
Headings (most frequently used words):
blog, saya, di, bagikan, ini, sahabat, tak, artikel, erwin, catatan, bertepi, melukis, sebuah, kisah, air, yang, bening, cinta, bersemi, pohon, ketepeng, pesan, seorang, ibu, cincin, pangeran, berkepala, minat, dan, hobi, gue, kalender, jam, dinding, cari, jumlah, teman, ruang, tamu, pribadi, data, pengunjung, follow, my, twitter, fan, page, bahan, belajar, cerpen, puisi, reiki, software, umum, referensi, komunitas, pusat, kantor, fakultas, ekstrakulikuler,
Text of the page (most frequently used words):
dan (160), yang (158), aku (135), dengan (90), dadang (80), itu (59), tak (56), dinda (56), untuk (50), tidak (48), pun (46), ini (36), dari (34), dia (30), karena (29), sampah (28), kau (27), teman (26), #cincin (22), orang (21), menjadi (20), ingin (19), oleh (19), ada (19), kalau (19), blog (18), akan (18), dalam (17), kampus (17), pohon (17), cinta (17), adalah (17), kemudian (17), seperti (16), panda (16), pesan (16), sudah (15), susan (15), ayu (15), uang (15), apa (15), malam (15), tempat (15), fakultas (14), ketepeng (14), setelah (14), telah (14), alun (14), mereka (13), berkepala (13), seorang (13), ketika (13), rumah (13), sangat (13), berhasil (13), manusia (13), penuh (13), binantang (13), masuk (12), hantu (12), raja (12), pria (12), berkata (12), hatiku (12), hanya (11), jangan (11), harto (11), lagi (11), hari (11), lama (11), menikah (11), bus (11), kamu (11), satu (11), ilmu (10), kita (10), ibu (10), pangeran (10), kepada (10), jalan (10), bisa (10), bumi (10), erwin (9), cerpen (9), mengapa (9), putri (9), sampai (9), tiba (9), makan (9), tua (9), kebun (9), hunter (9), pada (8), merah (8), berlari (8), sebagai (8), anak (8), agar (8), masih (8), lupa (8), masa (8), tidur (8), saya (7), putih (7), bila (7), dapat (7), sang (7), seakan (7), desa (7), janji (7), lah (7), tampan (7), lain (7), banyak (7), rasa (7), saku (7), menuju (7), bunga (7), algojo (7), pendopo (7), rita (7), lihat (6), sahabat (6), suka (6), pacarku (6), sepeda (6), membeli (6), bergegas (6), atas (6), mau (6), saat (6), pernah (6), besar (6), mata (6), waktu (6), keluarga (6), air (6), hati (6), kembali (6), kaya (6), salah (6), berotak (6), udang (6), punya (5), alam (5), biasa (5), bersemi (5), mei (5), kasih (5), kepadaku (5), ternyata (5), lebih (5), kepala (5), tunangan (5), prajurit (5), mencari (5), akhirnya (5), baik (5), warga (5), sedang (5), kalimat (5), dekat (5), apakah (5), seluruh (5), membawa (5), dingin (5), pulang (5), tapi (5), seribu (5), suara (5), dompetku (5), akibat (5), datang (5), siap (5), kami (5), angin (5), tawa (5), wangi (5), gambar (5), romi (5), singkat (5), miskin (5), anorganik (5), tinggi (4), masyarakat (4), dibawah (4), berbagi (4), kategori (4), semua (4), tamu (4), gagal (4), horor (4), tag (4), cari (4), jam (4), dunia (4), tengah (4), melakukan (4), perjalanan (4), bertemu (4), memakai (4), kanan (4), berpikir (4), temanku (4), kecil (4), kehidupan (4), percaya (4), kerajaan (4), sungai (4), kadang (4), tentang (4), kepalanya (4), cerita (4), membuat (4), sosok (4), sebelah (4), setiap (4), kaki (4), perasaan (4), setan (4), sehingga (4), asyik (4), menatap (4), begitu (4), wanita (4), tiga (4), bukan (4), walaupun (4), tetapi (4), sedangkan (4), pisau (4), hujan (4), kota (4), bakso (4), nanti (4), kata (4), maaf (4), kan (4), ramai (4), surabaya (4), keluar (4), lorong (4), paling (4), pekerjaan (4), semakin (4), akal (4), telepon (4), barang (4), bagi (4), iya (4), sia (4), berpelukan (4), kandung (4), ingat (4), kenangan (4), plak (4), tetesan (4), mulai (3), situs (3), wordpress (3), com (3), langganan (3), sekarang (3), buat (3), maka (3), untukmu (3), pribadi (3), komentar (3), ditulis (3), memuat (3), tweet (3), bagikan (3), cahaya (3), hitam (3), terpental (3), dimana (3), memelukku (3), langsung (3), berdua (3), motor (3), padaku (3), teringat (3), berwarna (3), putrinya (3), mengajak (3), timur (3), keras (3), main (3), sayang (3), lokalisasi (3), bercinta (3), beberapa (3), suatu (3), hal (3), bulan (3), bola (3), kaos (3), tabib (3), berbicara (3), siapa (3), menjawab (3), kisah (3), mimpi (3), sering (3), menyeramkan (3), ketakutan (3), pipi (3), darah (3), panjang (3), merasakan (3), energi (3), takut (3), luar (3), disertai (3), segera (3), kepadanya (3), menikmati (3), biasanya (3), senang (3), teramat (3), minggu (3), bohong (3), warung (3), sekitar (3), belum (3), tanpa (3), sensasi (3), melamar (3), selama (3), benar (3), keluarganya (3), kucing (3), melihat (3), buruk (3), bahasa (3), tangan (3), surat (3), ijin (3), makhluk (3), sejuk (3), batu (3), berbondong (3), bondong (3), posted (3), menerjang (3), terasa (3), menghampiri (3), bercanda (3), minyak (3), mangkok (3), memang (3), diriku (3), mengambil (3), henti (3), sekelasku (3), warna (3), kursi (3), gadis (3), duduk (3), berpamitan (3), menunjukkan (3), pukul (3), wib (3), catatan (3), ibuku (3), bau (3), gila (3), kring (3), tunggu (3), melambangkan (3), denganmu (3), cintaku (3), hatimu (3), hahahahahahaha (3), keluargamu (3), setuju (3), ikut (3), memburu (3), teriak (3), menimba (3), pemulung (3), kemarahan (3), marah (3), kotoran (3), sebuah (3), skip (3), berlangganan (2), atau (2), bioskop (2), pengetahuan (2), komputer (2), kantor (2), buku (2), sendang (2), jiwa (2), umum (2), belajar (2), fan (2), page (2), twitter (2), pengunjung (2), artikel (2), jumlah (2), ruang (2), romantis (2), dinding (2), tinggalkan (2), berubah (2), rapat (2), jari (2), seraya (2), mengucapkan (2), terima (2), sawah (2), kuntilanak (2), tuyul (2), berterima (2), anaknya (2), pacar (2), berjanji (2), padanya (2), bagus (2), menyetujuinya (2), buka (2), kotak (2), kaget (2), setengah (2), mati (2), pengalaman (2), seram (2), meneror (2), celakanya (2), molimo (2), entah (2), terlatih (2), melaksanakan (2), perintah (2), terkapar (2), baju (2), kondisi (2), sebelum (2), terjun (2), berusaha (2), nama (2), sekali (2), minum (2), desanya (2), segan (2), ayam (2), membayar (2), perempuan (2), namun (2), mencuci (2), mendekatinya (2), terbius (2), ajak (2), heran (2), penyakit (2), itulah (2), menghamilinya (2), menyisir (2), pelosok (2), barat (2), dipenggal (2), akhir (2), bermimpi (2), sudut (2), dipanggil (2), menangis (2), cantik (2), bernama (2), muncul (2), matanya (2), jubah (2), tanah (2), sepak (2), wajahnya (2), terlihat (2), sedikit (2), ubun (2), dihindarkan (2), mengalami (2), hidupku (2), udara (2), jantungku (2), menambah (2), gosip (2), sungguh (2), terjadi (2), kehidupanku (2), terlupa (2), tubuhku (2), berdiri (2), menyodorkan (2), indah (2), bagiku (2), lewati (2), kesini (2), belakang (2), gombal (2), berbinar (2), binar (2), segerombolan (2), mendengar (2), semalam (2), meja (2), membuatku (2), berencana (2), bodoh (2), penting (2), cara (2), memutuskan (2), angker (2), siang (2), aneh (2), terdengar (2), adanya (2), santai (2), kotor (2), menerimamu (2), bagian (2), api (2), ribu (2), ratusan (2), nasib (2), membangunkanku (2), sadar (2), tubuh (2), jiwaku (2), berdaya (2), muka (2), debu (2), terdiam (2), kedua (2), melepaskan (2), matahari (2), pagi (2), keji (2), tuhan (2), saksi (2), bermandikan (2), pojok (2), kecilnya (2), tersebut (2), maupun (2), mewarnai (2), tanya (2), mendapat (2), undangan (2), tanda (2), bersiap (2), liburan (2), terburukku (2), salahku (2), bosannya (2), temukan (2), meremehkan (2), dimulai (2), tertinggal (2), hingga (2), jombang (2), saudara (2), sepupuku (2), tugas (2), dengannya (2), kencang (2), pas (2), sendiri (2), cewek (2), pakai (2), ribuan (2), selesai (2), lapar (2), bersama (2), sakuku (2), hilang (2), kejadian (2), menyerang (2), mengabadikan (2), mukaku (2), karcis (2), disana (2), kamera (2), masalah (2), beserta (2), telusuri (2), jatuh (2), awal (2), termasuk (2), meminta (2), ciri (2), genggamku (2), mengemasi (2), berangkat (2), cepat (2), tidurku (2), masukkan (2), celanamu (2), jas (2), jaga (2), baumu (2), menyimpan (2), genggam (2), kenal (2), telat (2), resiko (2), senyum (2), ayah (2), mobil (2), bawah (2), kandungnya (2), meneteskan (2), membawakan (2), gugusan (2), demi (2), rayuan (2), menarik (2), kepadamu (2), tahu (2), kah (2), lihatlah (2), tertawa (2), terbahak (2), bahak (2), cintamu (2), emang (2), kok (2), busur (2), pancal (2), lewat (2), pengendara (2), benih (2), nafas (2), keluargaku (2), siapapun (2), bata (2), lari (2), dulu (2), coba (2), menampar (2), pipimu (2), mencium (2), silam (2), setapak (2), secara (2), peduli (2), kerja (2), busuk (2), sekolahnya (2), sekolah (2), pelan (2), bangkai (2), bermanfaat (2), pori (2), tongkat (2), selalu (2), disukai (2), memandang (2), panas (2), perbuatan (2), segala (2), sepoi (2), butiran (2), puing (2), angan (2), bertepi (2), melukis (2), bening (2), sidebar (2), rancang, ciutkan, bilah, kelola, pembaca, laporkan, isi, daftar, privasi, akun, login, daftarkan, web, gratis, ekstrakulikuler, teknik, psikologi, pendidikan, matematika, kedokteran, sosial, politik, psikis, budaya, kesehatan, keperawatan, hukum, ekonomi, pos, induk, mahasiswa, pusat, kesibukan, menentu, fokus, menonaktifkan, komunitas, referensi, cuma, poerwanto, low, profile, high, performance, p4pm4m, nia, irfan, handi, hendra, drana, akimlinovsisa, seputar, informasi, internet, disave, software, arum, sekartaji, reiki, kerinduan, menanti, ghaliblovely, puisi, untukku, juse, kuliah, akuntansi, dwi, ermayanti, bahan, twit, jendral_bolic, follow, data, karya, 002, 001, 2013, arsip, pencarian, juli, 2026, kalender, jendral, bolic, minat, hobi, gue, depanku, meraih, mencopot, berikan, memberikan, nasibmu, sepertiku, nyata, terdampar, melanjutkan, pulangku, pakaian, mengikutiku, balapan, samping, kiriku, kembalinya, menyatukan, membelikan, terkumpul, ditawarkan, lamaku, lucu, terjungkal, kebelakang, menggelengkan, mirip, keesok, harinya, tampak, batang, hidungnya, menghilang, kemana, diutus, menjelajahi, keadaan, bernyawa, mengenaskan, menggugurkan, kandungannya, bayi, mungilnya, jurang, meninggal, bedugal, pencemar, perilaku, terlarang, palakunya, sengsara, akhirat, disebut, minuman, menelan, pil, mengandung, candu, narkoba, madat, bekerja, penjudi, kelas, kakap, modal, hasil, rampasan, curian, setempat, maling, tekanan, setres, butuh, mendatangi, terdekat, madon, kala, germonya, langganannya, tutup, ditidurinya, sepasang, kekasih, buayanya, bejat, gua, perut, membucit, dimasukkan, terkena, memanggil, terpintar, diperiksa, menyatakan, hamil, tujuh, murka, semurka, menikahi, berlian, mas, kawinnya, tinggal, mengutus, menangkap, cekatan, menemuka, dihadapkan, sederajadnya, lanjutan, mimpiku, gambaran, berganti, pandang, kamarnya, ditemani, petinggi, jelita, curhat, temannya, bunuh, diri, bercerita, penampakan, sanggup, membuka, perawakan, kakinya, menyentuh, diletakkan, pinggang, pemain, bolanya, bekas, pukulan, tendangan, malaikat, penjaga, kubur, dahinya, hijau, memar, bergelantungan, copot, bermake, giginya, bertaring, berambut, melihatnya, negatif, menjalar, darahku, mengalir, jempol, naik, seumur, menusuk, leherku, tercekik, kerdil, efek, ketakutanku, beredar, tersetrum, ketegangan, bulu, kudukku, firasatku, mendekat, berkomunikasi, telepati, terserap, dimensi, visual, diciptakan, menyampaikan, mengantarkannya, bututku, diwariskan, kakek, buyutku, gelora, asmara, tersuram, membran, ghoib, melemparkanku, tersesat, berpenghuni, campur, dipeluk, kuat, 1lingkungannya, memancarkan, aura, kunjung, mengajaknya, menyebar, cabut, sengaja, memilih, film, horror, hasilnya, bohongan, meremas, tanganku, nonton, pinggir, alasan, nasinya, sebetulnya, restoran, usap, sisa, makanan, membekas, bibirnya, mataku, inilah, tepat, melamarnya, mengeluarkan, celanaku, sodorkan, dibumbui, menerima, cincinku, resmi, pertemuan, umur, berkicau, pedagang, sayur, dorong, menceritakan, teror, mencoba, menguping, sosoknya, mungkin, bumbu, kicauannya, kilauan, berasal, bernafsu, mengambilnya, dapatkan, berbeda, kutemukan, milik, menikahinya, sekalian, ibadah, monas, kesuksesan, hunianku, menurut, penduduk, diulang, ulang, kali, sebab, terawat, menghiraukannya, terlintas, gelap, melakukannya, nasehat, nenek, mainan, lamarlah, berjodoh, semangatku, membara, lima, puluh, tersisa, harga, gubraakk, seekor, menyenggol, fas, pecah, malamku, terbengong, berciuman, pasangannya, menimbulkan, kaku, sekujur, bangun, meminum, segelas, menenangkan, luka, alasanya, menyeret, hina, penghormatan, keramain, mengangguk, mengunci, borgol, terbuat, kayu, bergerak, sarungnya, berkilat, menggergaji, leher, lemah, lembut, menyiksa, hukuman, pensiun, dini, daripada, dirinya, gerakan, berontak, harus, menahan, sakit, perih, jeritan, memekakan, telinga, hidupnya, tenggorokan, menyemburkan, terpisahlah, badannya, kengerian, meraja, rela, dikepung, beringin, suhu, agak, memanas, suhunya, misterius, menutupi, mukanya, sibuk, menggoreskan, khusus, pembawa, kematian, terkenal, julukan, mentari, bersinar, cerah, tertutup, awan, gagahnya, persaudaraan, menelusuri, kicauan, kiri, berkerudung, muda, luput, serunya, bingung, wajib, rakyat, berseragam, piyama, merenung, kesialan, bosan, mendera, liburanku, jawaban, tergelincir, bersembunyi, menandakan, kebiasaan, burukku, toilet, boker, kepahitan, menimpaku, mendung, kecepatan, diduga, duga, basah, syukurnya, kencangnya, menjemputku, komandan, penjual, berdegug, juga, menembak, anggap, kakak, rumus, suamiku, pula, tahun, depan, nembak, dong, nyaman, disampingmu, pacarnya, penolakan, tersayat, sesi, foto, puas, mengelilingi, capek, memantau, situasi, disekitarku, lokasi, lahapnya, menghabiskan, empat, ekstra, kenyang, terkejut, panik, god, dicuri, mengingat, dikerumuni, sih, sibukkan, merogoh, malu, hentinya, menghujam, berhutang, secukupnya, sesuka, pusar, kroni, kroniku, khususnya, pujaan, berfoto, berduaan, digitalku, berbicang, bincang, perbincangan, muntah, nyemil, menyanyi, suasana, kering, kuburan, area, keindahan, ciptaan, dipenuhi, diduduki, sesosok, menyegarkan, manis, rambutnya, tubuhnya, menemukan, kebersamaan, mengenalnya, seindah, terserang, mantera, pepatah, jawa, idamana, sahabatku, bengong, jendela, kaca, berdebu, tresna, jalaran, saka, kulina, disewanya, keterlambatanku, untungnya, bijaksana, memaafkanku, mungkinkah, pertanda, saudaraku, selesaikan, pariwisata, nomor, menemui, gundah, resah, gelisah, terbesit, benakku, terlambat, ditinggal, rasanya, kekurangan, hubungi, mendengarnya, mepet, jarak, dicapai, lamanya, mencabik, cabik, dagang, menggorengnya, dapur, salam, menggunakan, dikemudikan, mandi, gosok, gigi, merapikan, bersemangat, bawa, digital, bolpoin, teopong, menemuiku, nih, pertama, memasukkan, dibagi, rata, pencuri, mencuri, uangmu, simpan, tasmu, ketiga, gunakan, bergaul, kencur, membalas, perkataannya, beres, kuatir, sombongnya, berfikir, menurutku, sendirian, bagaikan, menggerutu, jelas, berbunyi, mengisyaratkan, panjangku, rencanakan, mempersiapkan, bertamasya, mudah, lelah, ambil, taruh, layar, terpampang, amplop, identitas, pengirim, melepas, pengat, otakku, proses, dua, semester, menjenuhkan, membaca, dikampus, kumpul, tanggung, meninggalkan, pingin, hawa, menggoda, tempatnya, menebar, acara, pertunangan, penentuan, pernikahan, diam, bos, memenuhi, penampilan, seheran, herannya, hampir, dialami, dikawal, mewah, membunyikan, sirine, kegaduhan, kebahagiaan, angkatnya, angkat, roda, memulai, pengusaha, super, terbuang, lolos, penculikan, marak, diculik, dijadikan, dagangan, bernilai, puluhan, juta, rupiah, asuh, langit, menghitam, surya, tertidur, penyaksian, seminya, sejuta, bintang, membentuk, janjimu, insya, allah, benarkah, tuamu, buaya, melambang, sucinya, sekian, berwarnah, telunjuknya, aja, hahahahahaha, mengacaukan, pikiranku, terjangan, gelombang, asmaramu, ngaco, menggombali, kuburu, menginginkan, kumiliki, tahukah, engkau, datangnya, turun, matamu, menatapku, oding, bulat, hahahahahahahahahaha, mak, lampir, kilometer, mengendarai, disampin, berteriak, awas, tangannya, mbak, menubruk, didepannya, serius, memandangi, menyirami, tersungkur, posisi, nungging, menghela, mengkayakan, tulus, setia, sepertimu, buatku, melibihi, serta, menghijaukan, menyuburkan, berserakan, mamaku, bilang, mengetahui, kehidupanmu, calon, suamimu, maksudmu, susah, berani, menggadaikan, berurusan, maklum, jawab, alasannya, denganku, kekuranganku, ganteng, walau, tuaku, tinggiku, lumayan, kurangnya, sambil, memegang, pundak, mengikutinya, memeluknya, menghampirinya, lelaki, slurp, bunyi, ingus, ditarik, hidung, memproduksi, suci, ingatlah, mengumpetkan, disini, petak, umpet, mengerti, kepaku, sayangnya, ciumnya, cuman, terlalu, padamu, pipiku, tapak, tilas, hidup, daunnya, lebat, sasaran, berjalan, tumpukan, menyerupai, lakukan, jejak, telapak, terbuka, terlukis, mengelus, elus, pipinya, cium, buktinya, tega, menyakiti, kerasmu, harum, menyadarinya, bauku, menjaga, kelestarian, membasmi, merugikan, saling, sedap, comberan, ditambah, plus, daging, berisik, diiiiinndaaaaaaa, daaaaaadaannng, datanglah, namanya, mengisi, kegirangan, mendekati, terkesan, ikutan, bisu, sejarah, bahagia, duka, sedih, curhatnya, gadu, hentakan, melangkah, dulunya, lapangan, luas, pembuangan, pergi, menjauh, selokan, memakan, terkubur, senasib, sama, sombong, dasar, botak, menghina, menjalankan, bisnismu, sekaya, wibawa, bukanlah, dirimu, dasi, hanyalah, keturunan, mulia, disekitarnya, sebaik, keringat, saja, mencerca, menghinanya, mempunyai, kemampuan, peredam, menakutkan, dibawahnya, menancapkan, ujungnya, sulit, terurai, bakteri, jadi, diburu, jual, agen, rosokan, kerasnya, segunung, nasi, jaman, terbalik, dibuka, lowongan, mampu, meredam, angkara, murkanya, badai, laut, tsunami, banjir, melahap, berbuat, teriakan, menjejali, mengkunci, insan, segar, piramid, melempari, penghinaan, menantangnya, bertarung, pemuda, bermodalkan, sandal, jepit, celana, pendek, oblong, tas, bambu, ujung, meruncing, rintangan, menghadang, sepi, galau, bertubi, tubi, mengirimkan, membutuhkannya, menghaluskan, derita, mengganjal, melayang, jerit, tangis, facebook, youtube, tempel, link, beranda, footer, secondary, primary, konten, utama, navigasi,
Text of the page (random words):
lah satu saksi bisu sejarah dadang ketika menimba ilmu di sekolahnya baik cerita bahagia duka sedih tawa pohon ketepeng itulah menjadi salah satu teman curhatnya tidak lama kemudian datanglah seorang gadis dinda namanya gadis yang pernah mengisi hati dadang dinda berlari dengan penuh kegirangan mendekati dadang dadang pun ikut lari menghampiri dinda walaupun terkesan ikut ikutan daaaaaadaannng teriak dinda diiiiinndaaaaaaa teriak dadang berisik kau dadang teriak sampah hunter lain kemudian dinda dan dadang saling berpelukan ketika dinda berpelukan dengan dadang dinda mencium udara yang tidak sedap seperti bau comberan ditambah dengan kaos kaki plus daging busuk dadang pun menyadarinya dan berkata maaf dinda itu adalah bauku itu adalah salah satu resiko sebagai sampah hunter menjaga kelestarian alam dengan membasmi sampah sampah yang merugikan dinda pun berkata aku tidak peduli dengan baumu dadang kerja kerasmu sebagai sampah hunter membuat harum hatiku kau bohong dinda kau tega menyakiti hatiku yang kecil ini aku tidak bohong dadang apa buktinya dinda ketika kau memburu sampah anorganik kota secara tidak sadar kau telah memburu hatiku dan jiwaku aku tidak percaya apakah ini mimpi tidak dadang ini bukan mimpi coba cium aku dinda plak plak plak plak jejak telapak tangan yang terbuka dengan warna merah terlukis di pipi dadang dadang pun mengelus elus pipinya mengapa kau lakukan ini dinda karena aku ingin menampar pipimu dengan perasaan cintaku kepadamu tidak lama kemudian dadang mengajak dinda ke suatu tempat untuk tapak tilas perjalanan hidup mereka di masa masa silam pohon ketepeng yang tinggi dengan daunnya yang lebat menjadi tempat sasaran dadang dan dinda dadang dan dinda berjalan setapak demi setapak dan akhirnya tiba di tempat dadang dan dinda duduk di tumpukan batu bata yang menyerupai kursi dadang berkata dinda apakah kau masih ingat dengan tempat ini dinda menjawab aku masih ingat kenangan kenangan yang masuk akal dan tidak masuk akal terjadi di tempat ini termasuk kenangan kau mencium pipiku tanpa ijin maaf dinda aku terlalu sayang padamu iya aku mengerti kalau kamu sayang kepaku sayangnya kamu ciumnya cuman satu pipi coba tiga aku tidak akan menampar pipimu dulu kita disini sering lo main petak umpet masih ingat kah kau dinda masih ingatlah dadang kau telah berhasil mengumpetkan hatiku dari teman teman mu yang suka kepadaku dinda apakah kau masih ingat akan janji kita di pohon ketepeng ini janji suci janji apa dadang janji kalau kita akan menikah bila sudah besar nanti dan memproduksi anak yang banyak dinda terdiam seribu bahasa dan meneteskan air mata slurp bunyi ingus yang keluar ditarik masuk kembali ke dalam hidung dengan menarik nafas cepat tidak lama lagi aku akan tunangan dengan lelaki lain dadang dinda lari menuju pohon ketepeng dan memeluknya dadang pun menghampirinya mengapa dinda mengapa sambil memegang pundak dinda dinda pun kembali berlari ke kursi batu bata dadang pun mengikutinya karena keluargaku tidak setuju aku menikah dengan kau dadang apa alasannya tidak setuju kau menikah denganku apa kekuranganku mukaku ganteng walau itu kata orang tuaku tinggiku lumayan apa kurangnya uang jawab dinda dengan singkat kalau berurusan dengan uang dadang tidak berdaya maklum dadang dari keluarga miskin sedangkan dinda dari keluarga kaya apa maksudmu dinda hanya karena aku miskin tidak punya uang buat makan pun susah kau berani menggadaikan cinta kita dengan uang bukan aku dadang tapi orang tua ku mamaku bilang kalau kau ingin mengetahui kehidupanmu setelah menikah nanti lihatlah kehidupan calon suamimu sebelum menikah sampah hunter kehidupanku ikut serta menghijaukan bumi dan menyuburkan tanah kalau tidak ada sampah anorganik yang berserakan di muka bumi ini apa yang salah apa karena aku miskin kau tidak miskin dadang buatku kau adalah orang yang paling kaya yang pernah aku kenal melibihi siapapun kok bisa kau telah mengkayakan hatiku dengan cintamu yang tulus dan setia keluargaku tidak setuju menikah denganmu karena mereka tidak ingin kalau aku menjadi sampah hunter sepertimu dadang menghela nafas tiba tiba seorang yang mengendarai sepeda pancal lewat disampin dadang dan dinda orang tersebut berteriak awas tangannya mbak pengendara sepeda itu akhirnya menubruk pohon yang ada didepannya karena serius memandangi dadang dan dinda menyirami benih benih cinta dibawah pohon ketepeng pengendara sepeda pancal itu akhirnya jatuh tersungkur dengan posisi nungging hahahahahahahahahaha tawa dinda yang seperti mak lampir tawa yang sangat keras seakan akan terdengar hingga ratusan kilometer oding menatap mata dinda yang bulat dengan penuh perasaan dinda pun kembali menatap dadang dinda berkata mengapa kau menatapku seperti itu dadang dadang berkata karena aku ingin melepaskan busur busur cintaku ke matamu mengapa kok dari mata dadang karena cinta itu datangnya dari mata turun ke hati tahukah engkau dinda mengapa keluargamu tidak ingin kau menjadi sampah hunter tidak tahu aku dadang emang mengapa keluargamu tidak ingin hatimu kuburu tetapi keluargamu menginginkan hatimu kumiliki gombal kau telah menggombali hatiku ngaco kamu hahahahahahaha kau telah mengacaukan pikiranku dengan terjangan gelombang asmaramu hahahahahaha gila gila karena cintamu kepadaku dadang bisa aja iya untuk mengambil hatimu kembali yang hilang dalam hatiku dadang dan dinda tertawa terbahak bahak dinda lihatlah bunga bunga yang ada disana dadang menunjukkan dinda dengan jari telunjuknya iya aku lihat tahu kah kamu sekian banyak bunga yang berwarnah merah dan hanya satu bunga yang berwarna putih tidak dadang bunga merah melambang wanita yang ada di dunia hanya bunga putih yang melambangkan hanya kamu yang dapat menarik hatiku warna putih melambangkan sucinya cintaku kepadamu dinda terbius oleh rayuan rayuan buaya dadang demi cinta kita dinda aku akan berubah orang tuamu ingin kau menjadi apa orang kaya dadang aku akan berusaha untuk menjadi kaya dan menikah denganmu benarkah insya allah akan ku tunggu janjimu dadang langit semakin menghitam sang surya bersiap siap untuk tertidur akibat penyaksian seminya cinta dibawah pohon ketepeng membawakan malam malam sejuta bintang membentuk gugusan gugusan cinta membawakan angin malam penuh penyakit dadang dan dinda pun berpamitan mereka berdua berpelukan dan meneteskan air mata singkat cerita tiga bulan kemudian dadang bertemu dengan orang tua kandungnya orang tua kandung dadang adalah seorang pengusaha besar dan super kaya dadang terbuang di tempat sampah akibat lolos dari penculikan anak yang marak pada waktu itu anak yang diculik akan dijadikan barang dagangan yang bernilai puluhan juta rupiah dadang di asuh oleh keluarga sampah hunter memang benar kata orang dunia ini seperti roda kadang di atas kadang di bawah dadang telah mengalami masa masa di bawah dengan bertemu dengan orang tua kandungnya dadang memulai masa masa di atas dadang meminta ijin kepada orang tua kandung dan angkatnya dadang ingin menikah dengan dinda orang tua kandung dan angkat dadang menyetujuinya tiga hari kemudian berbondong bondong keluarga besar dadang dikawal oleh ribuan mobil mewah menuju ke rumah dinda ramai ramai membunyikan sirine mobil membuat kegaduhan di jalan melambangkan kebahagiaan hati yang berbinar binar kaget satu kata yang dialami oleh keluarga dinda dinda dan keluarganya bergegas keluar rumah dengan penampilan yang kaya dadang langsung melamar dinda di tempat dinda pun heran seheran herannya hampir tak percaya dadang suara dinda dinda suara dadang ada apa aku kesini untuk memenuhi janji kita saat kita bertemu di pohon ketepeng dadang dan dinda berpelukan orang tua dinda hanya diam seribu bahasa karena ayah kandung dadang adalah bos dari ayah dinda acara pertunangan pun dimulai dan penentuan pernikahan satu minggu kemudian dadang dan dinda menikah yang tempatnya dibawah pohon ketepeng dadang dan dinda menebar senyum kepada tamu tamu undangan cinta kembali bersemi di pohon ketepeng bagikan ini berbagi tweet suka memuat ditulis dalam cerpen gagal 2 komentar tag cerpen romantis cinta bersemi pohon ketepeng pesan seorang ibu mei 22 posted by j b erwin h pesan seorang ibu kring kring kring telepon genggam berbunyi mengisyaratkan adanya pesan singkat yang masuk dari orang yang aku kenal suara itu lah yang berhasil membangunkanku dari tidur panjangku semalam penuh memang sudah aku rencanakan tidur lebih awal dan lebih lama untuk mempersiapkan diriku bertamasya ke kebun binantang surabaya agar tidak mudah lelah aku ambil telepon genggam yang biasanya ku taruh di meja sebelah kanan tempat tidurku aku melihat di layar telepon genggamku terpampang gambar amplop surat disertai dengan nama romi sebagai tanda identitas pengirim pesan singkat hari ini lah yang aku tunggu tunggu untuk melepas rasa pengat yang menyerang otakku akibat proses belajar di kampus selama dua semester yang menjenuhkan dan aku membaca pesan singkat dari sahabat yang paling dekat dikampus jangan lupa nanti kita kumpul di alun alun pukul 06 00 wib jangan sampai telat kalau telat resiko tanggung sendiri terima kasih aku bergegas meninggalkan tempat tidur yang terasa pingin tidur lagi dengan hawa dingin pagi yang menggoda setelah mandi gosok gigi makan dan tidak lupa merapikan tempat tidurku aku bersemangat untuk mengemasi barang barang penting yang akan aku bawa ke kebun binantang surabaya seperti kamera digital buku catatan bolpoin dan teopong tak lama kemudian ibuku datang menemuiku dan dia berkata nih pesan untukmu pertama kalau memasukkan uang jangan di masukkan hanya satu saku tapi masukkan di seluruh saku celanamu dengan uang yang dibagi bagi rata dengan jumlah saku celanamu agar kalau pencuri mencuri uangmu dalam satu saku maka kamu masih punya uang di saku yang lain kedua jangan lupa simpan jas hujan di tasmu untuk jaga jaga dan yang ketiga jangan lupa gunakan minyak wangi karena kamu akan bergaul dengan banyak orang di bus agar baumu wangi dan tidak bau kencur lagi aku pun membalas perkataannya iya bu beres jangan kuatir aku pun meremehkan pesan dari ibuku dengan sombongnya aku dan aku berfikir untuk apa aku menyimpan uang lebih dari satu saku menyimpan jas hujan dan memakai minyak wangi hal ini sangat tidak masuk akal menurutku dan sia sia aku berbicara dalam hati sendirian bagaikan orang gila menggerutu tidak jelas dan pesan dari ibuku telah berhasil aku sia sia kan setelah selesai mengemasi barang dan siap untuk berangkat ternyata jam dinding sudah menunjukkan pukul 05 30 wib waktu yang sangat mepet karena jarak rumah dan alun alun hanya bisa dicapai paling cepat setengah jam lamanya aku bergegas menghampiri ibu yang sedang asyik mencabik cabik dagang ayam dan menggorengnya di dapur aku pun berpamitan dan tidak lupa mengucapkan salam kemudian aku berangkat ke alun alun dengan menggunakan sepeda motor yang dikemudikan oleh saudara sepupuku itu ketika sampai di alun alun jombang dan saudaraku berpamitan untuk segera kembali pulang ke rumah karena banyak pekerjaan yang belum dia selesaikan ku cari bus pariwisata dengan nomor 13 sudah ku telusuri pelosok alun alun dan aku tidak menemui bus dengan ciri ciri seperti itu hatiku pun semakin gundah resah dan gelisah karena jam tangan sudah menunjukkan pukul 06 15 wib terbesit dalam benakku jangan jangan aku terlambat kemudian ditinggal oleh teman teman sungguh ingin ku menangis rasanya tapi aku tak kekurangan akal aku hubungi romi dengan telepon genggamku dan dia masih ada di perjalanan menuju alun alun aku senang mendengarnya tak lama kemudian romi beserta bus yang disewanya datang ke alun alun saat itu hanya aku lah yang tertinggal dan semua teman sekelasku sudah di dalam bus aku tak bosannya meminta maaf kepada seluruh teman sekelasku karena keterlambatanku dan untungnya teman temanku sangat bijaksana dan mau memaafkanku mungkinkah ini pertanda buruk bagiku ku telusuri lorong lorong bus yang dipenuhi kursi untuk diduduki ku lihat di pojok belakang ada sesosok makhluk yang dapat menyegarkan hatiku wajahnya manis rambutnya panjang tubuhnya cantik dan yang paling membuatku jatuh hati kepadanya adalah aku menemukan kebersamaan dengannya pada awal aku mengenalnya tidak punya perasaan seindah ini apakah aku terserang dengan mantera pepatah jawa rasa tresna jalaran saka kulina dia sering dipanggil rita gadis idamana pria termasuk diriku aku pun mencari tempat duduk yang pas dan aku memutuskan untuk duduk di sebelah sahabatku romi yang sedang asyik bengong menatap jendela kaca tak berdebu itu bus berlari kencang aku berbicang bincang dengan romi mulai dari masalah umum sampai masalah pribadi dan tak lupa cerita hantu menjadi warna perbincangan kami ku lihat teman teman ada yang muntah tidur nyemil menyanyi dan bercanda agar suasana di dalam bus tidak kering seperti kuburan tak terasa sudah sampai di surabaya dan masuk ke kebun binantang aku beserta teman temanku berbondong bondong keluar dari bus dan membeli karcis agar bisa masuk ke area kebun binantang surabaya untuk menikmati keindahan binantang sebagai makhluk ciptaan tuhan setelah aku dan kroni kroniku membeli karcis aku pun masuk ke kebun binantang disana sangat ramai dan tak lupa aku mengabadikan gambar binantang binantang dan mengambil gambar bersama dengan teman teman sekelasku khususnya rita wanita pujaan hatiku yang berhasil aku ajak berfoto berduaan dengan kamera digitalku sesi foto telah selesai dan puas ku mengelilingi kebun binantang yang disertai dengan rasa capek dan lapar aku pun memantau situasi dan kondisi disekitarku dan ku temukan warung bakso di luar lokasi kebun binantang aku makan bakso di warung itu bersama teman teman dengan begitu lahapnya seakan akan belum pernah makan selama 40 hari 40 malam aku berhasil menghabiskan empat mangkok bakso ekstra besar itu setelah kenyang dan ku cari dompetku di sakuku aku pun terkejut dan panik oh my god dompetku hilang dicuri orang aku pun mengingat kejadian kejadian di kebun binantang yang ramai dikerumuni oleh pengunjung memang sih aku merasakan sensasi aneh yang sedang menyerang dompetku saat ku sibukkan diriku dengan mengabadikan gambar gambar indah di kebun binantang ternyata ada yang merogoh sakuku dan mengambil dompetku dan rasa malu tak henti hentinya menghujam mukaku yang penuh dengan debu mau berhutang dengan teman teman mereka membawa uang secukupnya akhirnya aku membayar dengan mencuci mangkok 20 mangkok kotor sedangkan teman temanku asyik bercanda dan makan makan sesuka pusar mereka ini hari yang buruk dan liburan terburukku setelah melakukan tugas dari komandan penjual bakso aku menghampiri rita ketika ku dekat dengannya jantungku berdegug sangat kencang aku bercanda tawa dengan rita untuk mencari waktu yang pas tak lama kemudian waktu yang ku nanti datang juga aku menembak rita dengan penuh cinta dan apa kata rita rita pun berkata maaf kamu sudah aku anggap kakak sendiri dalam rumus hidupku tak kan ada sahabat menjadi pacarku atau suamiku lagi pula aku sudah tunangan dengan pria lain dan berencana untuk menikah tahun depan satu lagi untukmu kalau nembak cewek pakai minyak wangi dong ...
|