Meta tags:
Headings (most frequently used words):
2010, dan, jurnalida, saturday, july, 10, thursday, january, 21, wednesday, april, 2009, about, me, previous, posts, archives, tak, ada, mandela, di, sini, tentang, perang, timor, 1975, partai, demo,
Text of the page (most frequently used words):
saya (57), yang (47), dan (35), itu (25), tidak (22), dengan (20), tak (17), timor (15), kita (15), dalam (14), dari (14), indonesia (14), ada (13), juga (13), negara (13), #perang (11), saja (11), tahun (10), bisa (10), saat (10), orang (10), tapi (10), ini (10), soal (9), mereka (9), karena (9), lain (9), pada (8), mandela (7), mau (7), kalau (7), jika (7), jelas (7), tentara (7), rakyat (7), partai (6), 1975 (6), hanya (6), pemilu (6), angkot (6), jadi (6), memang (6), atau (6), lebih (6), adil (6), untuk (6), gerilyawan (6), satu (5), dia (5), punya (5), walikota (5), sama (5), adalah (5), film (5), alasan (5), sipil (5), jus (5), dunia (5), kulit (5), seperti (5), 2010 (4), demo (4), tentang (4), sini (4), lida (4), handayani (4), cicaheum (4), obrolan (4), sekarang (4), lagi (4), buat (4), bergabung (4), setelah (4), melihat (4), teman (4), demonstrasi (4), proposal (4), apalagi (4), bukan (4), oleh (4), sudah (4), salah (4), timur (4), amerika (4), sepakbola (4), comments (3), posted (3), kami (3), lalu (3), katanya (3), ikut (3), mana (3), pernah (3), mahasiswa (3), apa (3), masih (3), pan (3), kemudian (3), tetapi (3), sana (3), politik (3), cerita (3), akan (3), terus (3), dua (3), ketua (3), terjadi (3), penyerbuan (3), secara (3), bawah (3), besar (3), pertama (3), berperang (3), kedua (3), cara (3), valid (3), dilihat (3), bagi (3), pemerintah (3), faksi (3), warga (3), tentu (3), sebuah (3), sekali (3), senjata (3), mungkin (3), jauh (3), cukup (3), komunis (3), baru (3), mengingkari (3), semangat (3), balibo (3), selalu (3), bellum (3), piala (3), tim (3), rugby (3), putih (3), olahraga (3), korea (3), utara (3), pemain (3), gawang (3), bagaimana (3), posts (2), july (2), january (2), april (2), 2009 (2), lima (2), tampaknya (2), sampai (2), kantor (2), banyak (2), nggak (2), apapun (2), golput (2), kang (2), pertanyaan (2), terdengar (2), pula (2), cuma (2), malah (2), 2004 (2), pergi (2), maulida (2), halo (2), sekitar (2), namun (2), artinya (2), tujuan (2), seseorang (2), telepon (2), lewat (2), lagipula (2), sekolah (2), pacar (2), urus (2), suatu (2), hari (2), mengatakan (2), mengajukan (2), kata (2), didemo (2), duit (2), sering (2), daripada (2), hal (2), urang (2), rek (2), 1999 (2), sma (2), begitu (2), heroik (2), amien (2), rais (2), ranting (2), kecamatan (2), tetangga (2), walau (2), sepuluh (2), tulisan (2), peristiwa (2), sesuai (2), walzer (2), lengkap (2), bahasan (2), vietnam (2), sedangkan (2), ramai (2), komplotan (2), yakni (2), agresi (2), memakai (2), serangan (2), dilakukan (2), paling (2), fretilin (2), tanpa (2), melalui (2), seratus (2), ribu (2), penyerangan (2), benar (2), aturan (2), lainnya (2), boleh (2), membunuh (2), darah (2), antara (2), tengah (2), pikiran (2), milik (2), australia (2), berani (2), serikat (2), prinsip (2), afrika (2), kebenaran (2), bello (2), kali (2), pertandingan (2), menarik (2), faktor (2), menggebu (2), mendukung (2), menjadi (2), hitam (2), urusan (2), kira (2), seluruh (2), membayangkan (2), menang (2), nasionalisme (2), jangan (2), jurnalida (2), subscribe, atom, archives, previous, view, complete, profile, name, about, sebentar, berubah, sedemikian, selamat, semuanya, berpisah, ledeng, melupakan, ucapan, mengingat, lanjutnya, golkar, caleg, jawabnya, hah, kayaknya, aja, aneh, belum, asyik, asyikan, motifnya, ingin, tahu, dunianya, lha, berencana, nyoblos, gimana, kabarnya, iya, jawabku, kan, sapanya, mendongak, arahnya, tanya, hati, arah, menjelang, naik, jurusan, cileunyi, tampak, lengang, memperhatikan, mendekati, segera, mengangkat, jalan, menuju, seberang, menanggapi, menganggap, omongan, sesuatu, serius, berkegiatan, kurang, setahun, sibuk, mulai, sempatlah, hahaha, menyenangkan, singkat, membicarakan, kegiatan, bahwa, permohonan, dana, ingat, betul, lucu, dimintain, ngomong, sambil, nyengir, ironis, kenyataannya, kampus, organisasi, berbeda, galak, ngajukeun, bodor, teh, wae, kalah, dipentaan, obrolannya, masa, 2000, hangat, hangatnya, sidang, istimewa, bocah, bercerita, maupun, ceritakan, tersebutlah, tingkat, satunya, beda, kepengurusan, ngobrol, bersama, walaupun, sepenuhnya, mengerti, diajak, sekelompok, pemuda, onderbouw, amanat, nasional, lupa, kepanjangannya, sih, dulu, pengagum, berat, mengikuti, perkembangannya, sejak, nyeloteh, busang, freeport, dipaksa, mundur, dewan, pakar, icmi, tulisannya, kubaca, tabloid, sewaktu, smp, wednesday, gambaran, maka, ketidakadilannya, berlipat, lipat, michael, bukunya, komprehensif, membahas, contoh, contohnya, sayangnya, termasuk, memaklumi, tiadanya, khusus, digerakkan, aktivisme, atas, situasi, ditulisnya, selesai, 1977, yakin, tenggelam, sengaja, ditenggelamkan, pelaku, penyokong, tidaknya, garis, referensi, digunakan, agresinya, konvensi, sudut, pandang, memiliki, dasar, versi, meminta, menghendaki, kemerdekaan, diketahui, kekuasaan, soeharto, telah, menyelamatkan, saudara, pahlawan, pengayom, menyebutkan, proses, mengayomi, pembunuhan, kembali, menganeksasi, wilayah, katakanlah, penduduknya, memintanya, terkecuali, pelanggaran, ham, rakyatnya, melakukan, rangka, demikian, merespon, kategori, muka, harus, melawan, disebut, perangkatnya, seragam, adegan, personil, abri, mengganti, seragamnya, pakaian, mengecoh, menyerang, dili, daerah, membanjiri, tanah, taktik, membaur, membedakannya, tentulah, bersenjata, terorganisasi, pun, menyatakan, menyerah, ataupun, pantas, mengganggu, apakah, andil, membiarkan, ratusan, tetangganya, mati, baiklah, semua, mafhum, keberanian, menghadapi, sumber, daya, militer, belakang, mengawal, jurnalis, roger, east, berkata, membeli, helikopter, mahal, sokongan, ketakutan, alergi, komunisme, nantinya, masuk, blok, antikolonialisme, dirayakan, konferensi, asia, bebas, aktif, digembar, gemborkannya, sendiri, gerakan, non, bloknya, seabrek, kejahatan, kepengecutan, menutup, nutupi, berarti, mencederai, liberasi, perjuangkan, reformasi, dilanjutkan, pembebasan, lalui, menerus, menolak, jujur, korban, menghantui, pendidikan, demokrasi, humanitarian, intervention, just, and, unjust, wars, thursday, andai, bergumam, beberapa, menonton, agak, kebetulan, invictus, tonton, seminggu, sebelum, pesta, nelson, selatan, presiden, ditujukan, padanya, dicaci, representasi, merebut, segala, kenyamanan, dipertanyakan, kontras, kabinet, mengkritiknya, mengurusi, terlalu, padahal, perubahan, radikal, persoalan, ekonomi, menumpuk, menunggu, dibereskan, memperlihatkan, sebatas, komunitas, amat, kompleks, membutuhkan, bendera, slogan, dihormat, diucapkan, setiap, menganyam, notabene, saling, terikat, perlu, terkadang, sesentimentil, eforia, ketika, anggota, menangis, menyanyikan, lagu, kebangsaannya, mulanya, pikir, totaliter, tercuci, menteri, karangan, george, orwell, ternyata, dengar, terisolasi, luar, hampir, umumnya, pengalaman, klub, tersentuh, ketulusan, emosi, cristiano, ronaldo, tertawa, penuh, ejekan, berhasil, membobol, bobol, perasaan, histerisnya, negeri, pssi, babak, penyisihan, usahlah, berkesempatan, main, menghirup, bau, rumput, gebu, menjadikan, sebagai, investasi, berharga, butuh, sayang, sekelas, menjawab, saturday,
Text of the page (random words):
jurnalida jurnalida saturday july 10 2010 tak ada mandela di sini andai ada mandela di sini saya bergumam setelah beberapa kali menonton pertandingan piala dunia baru kali ini piala dunia agak menarik buat saya mungkin ada faktor lain tapi faktor kebetulan yang paling menarik saya adalah film invictus yang saya tonton hanya sekitar seminggu sebelum pesta sepakbola dunia ini nelson mandela dalam film ini begitu menggebu mendukung tim rugby afrika selatan saat ia baru saja menjadi presiden banyak serangan ditujukan padanya dia dicaci kulit putih karena dia representasi kulit hitam yang merebut segala kenyamanan kulit putih dia dipertanyakan rakyat kulit hitam karena mendukung rugby kontras dengan sepakbola yang milik kulit putih kabinet juga mengkritiknya karena mengurusi rugby terlalu jauh padahal dengan perubahan politik yang radikal persoalan ekonomi dan politik yang menumpuk menunggu untuk dibereskan tapi kemudian mandela memperlihatkan urusan olahraga bukan sebatas urusan olahraga seperti yang mereka kira seperti yang saya juga selalu kira sebuah negara komunitas yang amat besar dan kompleks tidak hanya membutuhkan bendera dan slogan yang dihormat dan diucapkan setiap hari untuk menganyam rakyat yang notabene tak saling terikat kita selalu perlu semangat walau terkadang itu sesentimentil eforia olahraga seperti ketika saya melihat anggota tim korea utara menangis saat menyanyikan lagu kebangsaannya mulanya saya pikir karena mereka warga negara komunis yang totaliter karena pikiran mereka tercuci oleh menteri kebenaran seperti dalam karangan george orwell tapi ternyata saya dengar mereka tidak terisolasi dari dunia luar seperti hampir seluruh warga korea utara pada umumnya mereka pemain pemain ini adalah orang orang yang punya pengalaman menjadi pemain klub sepakbola di negara lain tersentuh dengan ketulusan mereka saya jadi ikut emosi saat cristiano ronaldo tertawa penuh ejekan setelah ia berhasil membobol gawang korea utara saya jadi membayangkan bagaimana kalau gawang yang bobol itu gawang negara saya bagaimana perasaan saya saya juga membayangkan bagaimana histerisnya seluruh negeri ini kalau tim pssi menang sekali saja dalam babak penyisihan piala dunia atau tak usahlah menang cukup berkesempatan main menghirup bau rumput dan pertandingan tapi tampaknya kita tak cukup menggebu gebu kita tidak berani menjadikan sepakbola sebagai salah satu investasi nasionalisme kita yang berharga atau jangan jangan kita tak butuh nasionalisme itu sayang sekali mandela atau orang sekelas mandela tak ada di sini untuk menjawab pertanyaan itu posted by lida handayani at 10 41 am 0 comments thursday january 21 2010 tentang perang dan timor 1975 jika peristiwa di timor tahun 1975 sesuai dengan gambaran dalam film balibo maka yang terjadi di sana adalah penyerbuan yang ketidakadilannya berlipat lipat michael walzer dalam bukunya just and unjust wars dengan komprehensif membahas tentang perang lengkap dengan contoh contohnya sayangnya penyerbuan indonesia ke timor tahun 1975 tak termasuk bahasan walzer saya bisa memaklumi tiadanya bahasan soal timor tulisan itu memang secara khusus digerakkan oleh aktivisme atas situasi di vietnam sedangkan ditulisnya saja selesai pada 1977 saya yakin saat itu peristiwa timor tenggelam di bawah ramai ramai perang vietnam dan secara sengaja pula ditenggelamkan oleh komplotan ya komplotan bukan hanya indonesia saja negara negara pelaku dan penyokong penyerbuan untuk melihat adil tidaknya suatu perang secara garis besar ada dua hal yang jadi referensi yang pertama jus ad bellum yakni alasan berperang yang kedua jus in bello yakni cara cara yang digunakan dalam berperang bisa saja satu agresi tidak dengan alasan yang valid atau tidak adil jika dilihat dari jus ad bellum tapi bisa juga alasan agresinya valid namun tak memakai cara berperang sesuai konvensi dengan kata lain tak adil jika dilihat dari sudut pandang jus in bello perang yang terjadi di timor tahun 1975 bagi saya sudah jelas tidak memiliki dasar yang jelas kalau saya tidak salah versi pemerintah mengatakan kalau serangan itu dilakukan karena ada faksi timor timur yang meminta bergabung dengan indonesia sedangkan faksi lain yang jelas paling besar fretilin menghendaki kemerdekaan yang diketahui warga indonesia di bawah kekuasaan soeharto saat itu tentara telah menyelamatkan timor timur dari perang saudara indonesia adalah pahlawan dan pengayom rakyat timor tanpa menyebutkan proses heroik dan mengayomi itu terjadi melalui pembunuhan lebih dari seratus ribu orang kembali ke soal alasan perang tentu saja sebuah negara tidak bisa menganeksasi sebuah wilayah hanya karena katakanlah seratus orang penduduknya memintanya terkecuali jika ada pelanggaran ham yang dilakukan oleh negara pada rakyatnya negara lain tak bisa melakukan agresi dalam rangka humanitarian intervention dengan demikian alasan indonesia merespon salah satu faksi timor itu tidak tidak valid penyerangan 1975 sama sekali tidak adil atau benar jika dilihat dari jus ad bellum jika memakai kategori kedua indonesia lebih tak punya muka lagi pertama aturan dalam perang yang sudah jelas tentara harus melawan tentara yang disebut tentara tentu saja lengkap dengan perangkatnya seragam dan senjata dalam film balibo kita bisa melihat adegan di mana personil abri mengganti seragamnya dengan pakaian sipil mungkin dengan tujuan untuk mengecoh gerilyawan itu saja sudah salah aturan lainnya juga jelas tidak boleh menyerang apalagi membunuh rakyat sipil tapi di dili dan daerah timor lain darah rakyat sipil membanjiri tanah di antara rakyat sipil memang ada gerilyawan dan taktik gerilyawan memang membaur di tengah tengah rakyat sipil tetapi kita bisa membedakannya dari senjata gerilyawan tentulah bersenjata lagipula dalam perang antara dua tentara terorganisasi pun artinya bukan gerilyawan kita tak boleh membunuh mereka yang menyatakan menyerah ataupun tentara tanpa senjata perang ini jelas jauh dari pantas benar apalagi adil soal lain yang mengganggu pikiran saya apakah darah orang timor hanya milik pemerintah dan tentara indonesia bagi saya jelas tidak yang pertama australia negara tetangga timor ini juga punya andil pemerintah negara ini membiarkan ratusan ribu tetangganya mati dalam penyerangan tapi baiklah kita semua mafhum kalau australia tidak punya cukup keberanian menghadapi indonesia dengan sumber daya militer yang jauh di bawah indonesia mereka tak mungkin berani apalagi di belakang indonesia ada amerika serikat gerilyawan yang mengawal jurnalis roger east di film itu berkata dari mana indonesia bisa membeli helikopter mahal dari amerika itu tentu saja itu sokongan amerika serikat yang ketakutan pada fretilin yang komunis kedua negara yang alergi dengan komunisme ini indonesia dan amerika tak mau ada negara baru komunis yang nantinya masuk blok timur indonesia mengingkari semangat dan prinsip antikolonialisme yang dirayakan dalam konferensi asia afrika juga mengingkari prinsip bebas aktif yang digembar gemborkannya sendiri dengan gerakan non bloknya lalu dengan seabrek kejahatan dan kepengecutan itu kita mau mengingkari dan menutup nutupi kebenaran bagi saya itu berarti mencederai semangat liberasi yang kita perjuangkan melalui reformasi dan dilanjutkan dengan pembebasan timor timur yang sudah lebih dari sepuluh tahun kita lalui jika kita terus menerus menolak untuk jujur korban balibo dan lainnya akan selalu menghantui pendidikan demokrasi kita posted by lida handayani at 3 12 pm 7 comments wednesday april 8 2009 partai dan demo sepuluh tahun lalu saat masih sma setelah pemilu 1999 saya diajak sekelompok pemuda bergabung dengan onderbouw partai amanat nasional bm pan saya lupa kepanjangannya apa saya sih mau karena dulu saya pengagum berat amien rais saya mengikuti perkembangannya sejak dia nyeloteh soal busang dan freeport juga saat ia dipaksa mundur dari dewan pakar icmi tulisan tulisannya kubaca dari tabloid adil sewaktu saya smp tapi saat ini saya tidak akan bercerita soal bm pan maupun amien rais saya mau ceritakan tentang seseorang yang ada di sana tersebutlah dua ketua ranting tingkat kecamatan yang satu si a adalah ketua saya satunya lagi si i ketua ranting kecamatan tetangga walau beda kepengurusan tapi kami sering ngobrol bersama walaupun saya tidak sepenuhnya mengerti obrolan obrolan itu obrolannya di masa itu apalagi kalau bukan soal demonstrasi tahun 1999 2000 masih hangat hangatnya orang pergi demonstrasi karena ada sidang istimewa dan lain lain buat saya bocah sma cerita cerita demonstrasi mahasiswa terdengar begitu heroik singkat cerita suatu hari saya dan a tidak membicarakan soal demonstrasi tetapi soal proposal kegiatan kami a mengatakan pada saya bahwa ia akan mengajukan proposal permohonan dana itu pada walikota saya ingat betul kata katanya urang rek ngajukeun proposal ka walikota bodor ku si i walikota teh didemo wae ku urang kalah rek dipentaan duit saya mau mengajukan proposal pada walikota lucu sama si i walikota didemo terus sama saya malah mau dimintain duit si a ngomong sambil nyengir ironis kenyataannya i memang lebih sering demo daripada a kampus dan organisasi mereka memang berbeda juga jadi ya tidak sama sama terus i dalam hal apapun lebih galak daripada a tapi saya tidak pernah menanggapi atau menganggap omongan si a itu sesuatu yang serius lewat lewat saja lagipula saya cuma berkegiatan di sana kurang dari setahun saya kemudian sibuk dengan teman teman saya di sekolah dan mulai punya pacar juga tidak sempatlah saya urus urus soal politik sekolah dan teman teman dan pacar hahaha lebih menyenangkan sekitar 4 5 tahun kemudian menjelang pemilu 2004 saya naik angkot jurusan cileunyi cicaheum angkot itu tampak lengang namun saya tak memperhatikan orang orang di angkot tetapi saat angkot mendekati cicaheum itu artinya segera sampai tujuan seseorang di angkot mengangkat telepon ya halo o ya ya ya saya lagi di jalan menuju kantor katanya pada orang di seberang telepon saya mendongak ke arahnya i tanya saya dalam hati dia juga melihat ke arah saya eh maulida kan sapanya iya jawabku halo kang i gimana kabarnya maulida di partai apa sekarang apa masih di pan pertanyaan itu terdengar aneh buat saya saya tidak pernah bergabung di partai dan belum pernah ikut pemilu pula saat tahun 99 bergabung di bm itu buat saya asyik asyikan saja motifnya cuma satu ingin tahu dunianya mahasiswa lha setelah jadi mahasiswa saya malah berencana golput dan pemilu 2004 itu saya memang tidak pergi nyoblos oh nggak saya nggak ikut partai apapun pemilu juga kayaknya golput aja kalau kang i sekarang di mana saya sekarang di golkar jadi caleg jawabnya hah sekarang saya mau ke kantor katanya banyak yang demo lanjutnya lagi kami sampai di cicaheum dan berpisah dan saya di angkot cicaheum ledeng tak bisa melupakan ucapan i saya mengingat obrolan obrolan lima tahun lalu ya lima tahun tampaknya hanya sebentar dan kita juga bisa berubah sedemikian selamat pemilu semuanya posted by lida handayani at 10 49 am 5 comments about me name lida handayani view my complete profile previous posts tak ada mandela di sini tentang perang dan timor 1975 partai dan demo archives april 2009 january 2010 july 2010 subscribe to posts atom
|