Meta tags:
description= menepi dan menyepi lalu menemui;
Headings (most frequently used words):
krupukcair, luka, dari, leila, navigasi, pos,
Text of the page (most frequently used words):
aku (27), leila (20), itu (12), dalam (11), pulang (10), dan (10), yang (9), pada (9), tak (9), kata (9), garapan (8), cerita (7), begitu (7), luka (6), dari (6), malam (6), tapi (6), #krupukcair (5), lama (5), membaca (5), buku (5), untuk (5), seperti (4), dengan (4), toha (4), terakhir (4), chudori (4), oleh (4), kalimat (4), just (4), tiba (4), saja (4), penuh (4), beberapa (4), dua (4), kembali (4), saat (4), tiap (4), dengung (4), ini (3), wordpress (3), com (3), langganan (3), lebih (3), mochtar (3), akan (3), juga (3), kelelahan (3), lalu (3), istirahat (3), ingin (3), kisah (3), milik (3), inci (3), lagi (3), lelah (3), situs (2), berlangganan (2), sudah (2), pos (2), sanoesi (2), pane (2), kertajaya (2), the (2), shadow (2), change (2), nadira (2), dipublikasikan (2), desember (2), 2014 (2), senjakala (2), adirata (2), bahagia (2), hancur (2), bacaan (2), favoritku (2), angin (2), bersama (2), jika (2), puluh (2), ribu (2), keyakinan (2), ada (2), memberi (2), benar (2), mataku (2), tanganku (2), novel (2), bab (2), panjang (2), sekali (2), durasi (2), sabetan (2), sebuah (2), mau (2), dekat (2), mengganggu (2), menjauh (2), emosi (2), tangan (2), tenaga (2), membuat (2), harus (2), kekuatan (2), menepi (2), menyepi (2), menemui (2), mulai, rancang, ciutkan, bilah, kelola, lihat, pembaca, laporkan, isi, masuk, daftar, privasi, punya, akun, login, sekarang, daftarkan, saya, bergabung, pelanggan, lain, blog, 159, navigasi, komentar, tag, sastra, esai, kian, menganga, berdendang, merdunya, give, reason, little, bit, enough, second, not, broken, bent, and, can, learn, love, again, pink, maka, memasukkan, biarpun, menabaraknya, atau, berdesir, membisikkan, dendam, tetap, senja, melilit, bukan, tahu, kugadaikan, tersebut, kebingungan, membeli, rokok, dunia, ciptaan, hasrat, kecanduan, dihancurkan, hadir, selesai, hari, diselingi, drama, tesis, tineke, hellwig, suara, merdu, seorang, perempuan, turut, menyela, lewat, telepon, genggam, berada, tengah, belantara, lumayan, keringat, berleleran, perjalananku, terhenti, kali, dahulu, ketika, mengingat, suatu, rasa, penasaran, mendengar, obrolan, tentang, haruki, murakami, berdiri, depan, pintu, kumiliki, menyerobot, sebelumnya, lawas, setebal, bahkan, mungkin, ketebalannya, dibandingkan, meski, tipis, pikat, memang, memiliki, ledakan, kedahsyatan, puitis, liris, sekelebat, membabat, jarak, perjalanan, berulang, ulang, parang, kulit, pikiran, perasaan, menjadikan, jadi, salah, satu, jejak, nyamuk, terlelap, dusunku, terpencil, sehingga, jua, menyabetkan, sekuat, mengusirnya, seketika, cepat, dia, berapa, diselesaikan, tertahan, bertahan, agar, bangkit, membuka, mata, meniti, per, membikinku, merasa, terlalu, yakin, kisahnya, sedangkan, sering, meragu, akibatnya, mandeg, menghantamku, kepalaku, berdarah, kakiku, ngilu, lumpuh, suaraku, parau, memanas, wartawan, telah, menghancurkan, likuran, tahun, hidupku, hanya, semalam, belukar, keluarga, tempo, ketebalan, tepatnya, mengakui, lanjut, konten,
Text of the page (random words):
krupukcair menepi dan menyepi lalu menemui lanjut ke konten krupukcair menepi dan menyepi lalu menemui luka dari leila oleh senjakala adirata aku lelah lelah saat istirahat membaca ketebalan pulang garapan leila leila s chudori tepatnya aku harus mengakui itu aku kelelahan untuk istirahat novel itu harus diselesaikan tapi aku tertahan aku ingin lelah itu bertahan lebih lama agar aku tak lagi bangkit membuka mata dan meniti kata per kata milik leila yang membikinku penuh luka aku merasa leila terlalu yakin pada kekuatan kata dalam kisah kisahnya sedangkan aku sering meragu dengan kekuatan kata kata akibatnya aku kelelahan mandeg dalam beberapa bab yang menghantamku membuat kepalaku berdarah kakiku ngilu tanganku lumpuh suaraku parau dan mataku memanas wartawan tempo itu telah menghancurkan likuran tahun hidupku hanya dalam semalam dalam pulang pada sebuah belukar keluarga pulang seperti dengung nyamuk saat aku ingin terlelap di dusunku yang terpencil dengung itu begitu dekat dekat sekali sehingga begitu mengganggu tapi saat dengung itu tak jua menjauh dan aku emosi aku menyabetkan tangan sekuat tenaga untuk mengusirnya dengung itu menjauh begitu saja seketika lebih cepat dari sabetan tangan penuh tenaga tapi dia kembali lagi tak berapa lama mengganggu lagi membuat emosi kembali sebelumnya aku sudah membaca pulang garapan toha mochtar novel lawas tak setebal pulang garapan leila bahkan mungkin jika ketebalannya dibandingkan 1 10 untuk milik leila meski tipis garapan toha mochtar juga penuh pikat memang dalam tiap bab tak memiliki ledakan seperti milik leila kedahsyatan kisah toha ada pada keyakinan kata puitis liris cerita sekelebat tapi membabat tapi pulang garapan leila panjang panjang sekali jarak perjalanan itu durasi itu begitu lama durasi sabetan berulang ulang sebuah parang ke tiap inci kulit tiap inci pikiran tiap inci perasaan aku tak mau menjadikan pulang garapan leila s chudori jadi salah satu bacaan favoritku aku tak mau buku itu memberi jejak luka lalu aku benar benar istirahat lama tak ingin mengingat kisah pulang garapan leila tiba tiba di suatu malam dalam rasa penasaran untuk mendengar obrolan tentang haruki murakami leila berdiri di depan pintu mataku dengan beberapa puluh ribu yang kumiliki tanganku begitu saja menyerobot 9 dari nadira juga malam terakhir aku tahu jika beberapa puluh ribu itu kugadaikan pada dua buku cerita tersebut aku akan kebingungan membeli rokok tapi keyakinan kata yang ada dalam dunia ciptaan leila hasrat dan kecanduan untuk dihancurkan kembali oleh leila hadir begitu saja dua buku cerita selesai dalam dua hari diselingi oleh drama kertajaya garapan sanoesi pane dan in the shadow of change tesis tineke hellwig suara merdu seorang perempuan juga turut menyela lewat telepon genggam saat aku berada di tengah belantara malam terakhir lumayan memberi angin pada keringat yang berleleran dalam kelelahan perjalananku pada kalimat kalimat leila aku terhenti beberapa kali membaca dua buku cerita itu seperti dahulu ketika aku membaca pulang dan aku kembali hancur aku bahagia aku hancur maka aku bahagia dan aku tak akan memasukkan buku leila s chudori dalam bacaan favoritku biarpun tiba tiba saja malam menabaraknya atau angin malam berdesir membisikkan kata kata penuh dendam aku akan tetap bersama senja yang melilit bukan bersama cerita cerita leila dan pada kalimat kalimat terakhir dari cerita leila pada luka luka yang kian menganga pink berdendang begitu merdunya just give me a reason just a little bit enough just a second we re not broken just bent and we can learn to love again dipublikasikan oleh senjakala adirata 30 desember 2014 30 desember 2014 dipublikasikan di esai membaca sastra tag 9 dari nadira in the shadow of change kertajaya leila s chudori malam terakhir pulang sanoesi pane toha mochtar 2 komentar pada luka dari leila navigasi pos 1 2 3 159 pos yang lebih lama krupukcair blog di wordpress com berlangganan langganan krupukcair bergabung dengan 49 pelanggan lain daftarkan saya sudah punya akun wordpress com login sekarang privasi krupukcair berlangganan langganan daftar masuk laporkan isi ini lihat situs dalam pembaca kelola langganan ciutkan bilah ini rancang situs seperti ini dengan wordpress com mulai
|