Meta tags:
description= Pressure can change coal into diamond;
Headings (most frequently used words):
love, geology, transisi, cul, de, sac, kantin, salman, about, him, that, cerpen, maaf, kata, mereka, kapan, itu, penting, jangan, lupakan, sejarah, sisi, lain, usaha, terus, blogroll, bagian, dalam,
Text of the page (most frequently used words):
aku (198), yang (114), tidak (72), dan (62), itu (54), untuk (46), ini (42), dengan (39), kita (35), akan (33), tapi (29), bisa (27), juga (26), dia (25), ada (23), karena (22), dalam (21), apa (21), mungkin (20), kamu (20), tak (20), lagi (19), menjadi (19), benar (19), masih (19), saja (18), seperti (17), pada (17), adalah (17), orang (17), suamiku (16), lebih (16), mau (16), sudah (15), ingin (15), rasa (15), makan (15), dulu (14), lain (13), harus (13), ketika (13), dari (13), bukan (12), waktu (12), hidup (12), dunia (12), oleh (12), jalan (12), atau (11), tersebut (11), depan (11), kembali (11), semua (11), bila (11), dapat (11), tetap (11), banyak (11), sampai (11), hari (11), kantin (10), hanya (10), kalau (10), bandung (10), telah (10), membuat (10), laki (10), kami (10), sangat (10), salman (9), pernah (9), saat (9), berjalan (9), hal (8), sebuah (8), tahu (8), kota (8), tahun (8), masa (8), tinggal (8), memang (8), sebenarnya (8), sekarang (7), komentar (7), transisi (7), 2009 (7), tempat (7), baru (7), baik (7), bahwa (7), sedang (7), sedangkan (7), bersama (7), tentang (7), sendiri (7), jauh (7), makanan (7), buntu (7), wordpress (6), com (6), masuk (6), blog (6), kata (6), sisi (6), jangan (6), sekali (6), kenangan (6), sesuatu (6), memilih (6), rasanya (6), berada (6), daripada (6), rumah (6), nggak (6), belum (6), senang (6), dekat (6), ternyata (6), jiwa (6), lima (6), astrid (6), tiba (6), pun (6), gunung (6), kehidupan (6), mewah (6), merasakan (6), love (5), oktober (5), ditulis (5), sama (5), membuatku (5), betapa (5), menikah (5), pergi (5), kurang (5), kan (5), suka (5), teman (5), cewek (5), berapa (5), setelah (5), mudah (5), tanpa (5), memutuskan (5), bagiku (5), kost (5), berubah (5), lama (5), makhluk (5), nyata (5), kuliahku (5), membagi (5), mahal (5), enak (5), setiap (5), mahasiswa (5), lidahku (5), jarang (5), bekerja (5), opsi (5), mulai (4), situs (4), geology (4), punya (4), indah (4), tadi (4), andai (4), lalu (4), mengatakan (4), apapun (4), demi (4), komitmen (4), menyenangkan (4), berarti (4), dengannya (4), hura (4), kenapa (4), bertemu (4), boleh (4), cowok (4), akhirnya (4), iya (4), beberapa (4), sih (4), disana (4), pagi (4), terlalu (4), sebagai (4), jam (4), jakarta (4), mana (4), selama (4), dahulu (4), cinta (4), melalui (4), kadang (4), miliki (4), berteman (4), paling (4), anakku (4), sehingga (4), restoran (4), segala (4), maka (4), pengalaman (4), rambu (4), titik (4), diri (4), sayap (4), langganan (3), buat (3), perjalanan (3), usaha (3), kapan (3), mereka (3), cerpen (3), kesamaan (3), janji (3), sepanjang (3), berharap (3), ketemu (3), atas (3), kemewahan (3), sepertinya (3), bagus (3), cukup (3), memiliki (3), membuka (3), cocok (3), jawabku (3), sambil (3), tanyanya (3), terdiam (3), padanya (3), hingga (3), meninggalkannya (3), pacaran (3), entah (3), kali (3), datang (3), hidupku (3), memberiku (3), cita (3), angin (3), kemana (3), diriku (3), disini (3), kuliah (3), kangen (3), mengurus (3), kampusku (3), menemuinya (3), merasa (3), besar (3), sempat (3), walaupun (3), simpang (3), dago (3), kemudian (3), temanku (3), selalu (3), menulis (3), menghadapi (3), kepala (3), takut (3), butuh (3), manusia (3), seseorang (3), tiap (3), puncak (3), turun (3), tingkat (3), pasti (3), tinggi (3), persen (3), kesederhanaan (3), semoga (3), kafe (3), warung (3), kopi (3), nongkrong (3), urusan (3), para (3), amat (3), cuma (3), menikmati (3), murah (3), makanannya (3), peringatan (3), siap (3), keputusan (3), perumahan (3), gila (3), pertama (3), menerobos (3), tikus (3), blogger (3), tulisan (3), jadi (3), uang (3), internet (3), raga (3), berlangganan (2), akun (2), saya (2), web (2), gratis (2), feed (2), bagian (2), cul (2), sac (2), terus (2), agustus (2), lupakan (2), juni (2), penting (2), luar (2), for (2), tetapi (2), bulan (2), pertemuan (2), rasakan (2), terjadi (2), bukankah (2), memegang (2), cepat (2), hatiku (2), terasa (2), dekatnya (2), pertanyaan (2), perjalananku (2), usah (2), terima (2), kasih (2), menemuiku (2), sudahlah (2), meminta (2), toh (2), jodoh (2), tolong (2), suruh (2), pilihanku (2), persoalan (2), bagaimana (2), peristiwa (2), ngomong (2), mengerti (2), bersamanya (2), buruk (2), non (2), melihat (2), lanjutku (2), padaku (2), menyayanginya (2), mencintaimu (2), padamu (2), membebaskan (2), bilang (2), sebelum (2), meninggalkan (2), kesunyian (2), agak (2), keinginan (2), layang (2), lulus (2), ijazah (2), mendapat (2), semuanya (2), anak (2), maaf (2), sejenak (2), pikiran (2), masing (2), duduk (2), ijazahku (2), tujuan (2), perbedaan (2), berkata (2), sore (2), halus (2), norman (2), tidur (2), penuh (2), selanjutnya (2), kaki (2), menuju (2), pikiranku (2), bangunan (2), seorang (2), memanggil (2), keluar (2), jiwaku (2), sebelumnya (2), serta (2), pula (2), soalnya (2), bermimpi (2), ruang (2), luas (2), kepada (2), bagi (2), sulit (2), mensyukuri (2), malah (2), malaikat (2), biasa (2), melakukan (2), suatu (2), tertarik (2), denganku (2), vital (2), dipenuhi (2), bahkan (2), masalah (2), menemui (2), that (2), mendaki (2), barat (2), mencapai (2), mabuk (2), buku (2), berbagai (2), belajar (2), aneh (2), segalanya (2), termasuk (2), seratus (2), walau (2), apakah (2), dibandingkan (2), minum (2), nya (2), sering (2), sekedar (2), hanyalah (2), gandhi (2), sewaktu (2), perkara (2), dibilang (2), salah (2), satu (2), habiskan (2), siangku (2), terlintas (2), benakku (2), bersahabat (2), mampir (2), pilihan (2), muka (2), kok (2), asyik (2), selain (2), setidaknya (2), kebetulan (2), ngopi (2), merokok (2), rokok (2), biar (2), kelihatan (2), berani (2), perlu (2), boulevard (2), ketiga (2), pencapaian (2), kedua (2), berbalik (2), arah (2), mengubah (2), waras (2), keinginannya (2), menyesuaikan (2), kemajuan (2), dijalani (2), buntunya (2), dipasang (2), kemungkinan (2), punggungku (2), film (2), layak (2), energi (2), bawah (2), menyiapkan (2), bulu (2), alam (2), butuhkan (2), menyusuri (2), tentu (2), deh (2), secara (2), kimia (2), pura (2), keajaiban (2), virtual (2), biaya (2), karl (2), marx (2), pressure (2), can (2), change (2), coal (2), into (2), diamond (2), rancang, ciutkan, bilah, kelola, lihat, pembaca, laporkan, isi, daftar, privasi, login, daftarkan, entri, org, rita, susanti, blogroll, sejarah, okt, 2026, andyan, izar, mudz069, mase, mungil, musafir, tag, cerita, rekayasa, berdasarkan, imajinasi, nama, tokoh, kesengajaan, 2003, all, ever, had, thank, you, much, kau, beri, seharusnya, justru, tragis, hadir, tepat, mengunjungi, murung, memeluknya, mencintainya, menghindari, kenyataan, perasaanku, mempertahankan, pernikahanku, mengajariku, berjanji, selamanya, pegang, darinya, berantakan, benarkah, mengkhianatinya, terngiang, telingaku, memburuku, makasih, selamat, kesediaanmu, maafkan, kataku, antar, stasiun, bertengkar, ketinggalan, kereta, pertanggungjawabanmu, lagipula, terbukti, berhasil, memberimu, mobil, terjebak, idealismeku, wirausahawan, alasan, menjelaskan, ketidakbersamaan, pengkhianatanmu, laporan, pertanggungjawaban, sederhana, memperumit, lantas, mengalami, manis, pahit, sembarangan, alami, maupun, hubunganku, melulu, sense, mata, hatimu, sayang, menghela, nafas, panjang, sepasang, kekasih, pacarku, bersikap, kurasakan, ajal, menjemputku, janjiku, memegangnya, mengikatmu, kerelaanmu, memaksamu, mengancammu, kalaupun, menuduhku, percaya, niken, memintaku, mengikatku, terikat, bebas, sebebas, menyangkal, hubungan, istimewa, antara, hidupmu, menghancurkan, siapapun, menyelimuti, memecah, susah, toleransi, melelahkan, capek, cuti, pernikahan, turut, berduka, keguguranmu, suamimu, keguguran, kesibukanku, anginan, kejar, putus, talinya, bertiup, kesanalah, bicara, lancar, pasar, memulainya, sesungguhnya, dimulai, pikir, itb, pekerjaan, semudah, gimana, kesibukanmu, udah, kudengar, bikin, mataram, jawabnya, lanjutnya, jadinya, tenggelam, undang, saling, diam, tanyaku, mengejutkannya, sambutnya, duduklah, hai, sapaku, selesai, mengelilingi, kampus, melewati, kolam, ditengah, gelisah, sebagian, melarangku, melakukannya, bersalah, mengukir, sanggup, berkomitmen, rumit, pahami, pasangan, nyaman, merencanakan, rencana, menjalani, menutup, teleponnya, terserahlah, menunggumu, lapangan, basket, enam, yakin, menemuimu, menolak, ajakan, semalam, pulang, handphoneku, berbunyi, menelponku, obrolan, pendek, basa, basi, mengisi, percakapan, melayang, tersibak, seluruhnya, terkecuali, dimana, sendirian, singkat, terperangkap, keterkejutanku, kini, donald, udara, dimalam, dingin, menusuk, memutar, ulang, kenanganku, malam, sate, ponorogo, namaku, depanku, menyangka, sosok, begitu, kehidupanku, untukku, pengambilan, hampir, mengenalinya, menyarankanku, hotel, agar, merepotkan, sekalian, melepas, rinduku, temannya, cafetaria, salut, semangat, wirausahanya, kemandiriannya, sekian, tinggalkan, membangkitkan, lamaku, sejak, motivasi, ketigaku, muramnya, hilangnya, makna, keluh, kesah, resah, mengubur, kecemasan, kegundahan, dua, blogku, skeptic, galau, membangun, sehat, positif, untungnya, bermuram, durja, senyuman, berguna, menerapkannya, menatap, menghadap, belakang, nabrak, bismillah, bercengeng, cengeng, meratapi, kehampaan, begitulah, jatuh, kesekian, kalinya, syukurku, tuhan, yme, menurunkan, labil, dominan, egois, terbawa, emosi, lelaki, terbaikku, dipilihkan, terbaik, allah, sibuk, mencari, but, manusiawi, diciptakan, cela, berpeluang, kesalahan, kusangka, mirip, note, kepribadian, sisinya, berpotongan, sekitar, setengah, berinteraksi, kesimpulan, menjamahnya, berhadapan, sehari, kemacetan, kejahatan, angkutan, umum, penghinaan, peremehan, rekan, kerja, life, real, doesn, leave, space, unrested, soul, menaklukkan, tertinggi, jawa, ciremai, bahagianya, angkatan, sastra, filsafat, terlantar, giat, giatnya, mengikuti, aktifitas, kegiatan, mengajar, ilmu, menyelesaikan, umurku, rahasia, batin, keluarga, bagaikan, asing, terpisahkan, komunitas, kenal, berpacaran, jujur, berbeda, persamaan, about, him, memilikinya, masakanku, masakan, dong, picky, eater, selera, makannya, maruk, hehe, nikmat, tenda, pinggir, beli, prestise, notabene, diidentikkan, kenyamanan, fasiltas, meja, ruangan, ber, memudahkan, klien, ngobrol, resmi, fasilitas, sebanyak, vegetarian, terletak, lidah, artinya, mengontrolnya, pernyataan, ditolak, chef, pemilik, entahlah, spirit, kebendaan, dibanding, melupakan, pengalamanku, seringkali, buta, ekonomiku, akibatnya, pas, menyesali, jangankan, fastfood, kantong, masyarakat, menengah, mentraktir, burger, turunannya, pdkt, kesempatanku, mencicipi, ala, kesian, mubadzir, ataukah, mungkinkah, malang, melintang, jenis, disertai, kemarin, siang, berkantong, cekak, kelihatannya, menu, beda, jaman, pelayannya, akrab, kukenali, memenuhi, piringku, nasi, lauk, pauk, kasir, bayar, kuduga, harganya, harga, kursi, kaget, membatin, mengamati, terlihat, lokasinya, menurutku, kalah, borju, jurusan, pondok, kapau, tempatnya, bersih, blur, ujung, ujungnya, sementara, mild, kretek, bias, gender, imut, aja, hehehe, ajah, menit, maut, meniupkan, terompet, sangkakalanya, sang, kiamat, menghampiri, bangkrut, developernya, kecuali, arsitek, menata, diselesaikan, ditempat, tertentu, aman, bodoh, disebut, menyerah, berdalih, lanjut, gampang, pepatah, karenanya, ditangan, hhmmm, menyisakan, peluang, pemikiran, dilakukan, kebuntuan, ditentukan, nanti, namanya, bebal, diabaikan, diatas, berikan, muncul, realistis, maksudku, tumbuh, tembok, macam, horror, didunia, lho, kemungkinannya, dicoba, perhitungan, survey, mendetil, menghabiskan, takutkan, saking, banyaknya, tersita, perhitungannya, kuat, melanjutkan, takdir, tertawa, terpingkal, pingkal, terakhir, terowongan, tanah, terselesaikan, ibarat, kecurangan, mencurangi, seberat, kekuatanku, dinding, penghalang, berusaha, menumbuhkan, saranku, pakai, obat, penumbuh, jenggot, ngefek, bicarakan, ringkih, dijadikan, bergantungnya, bidadari, sana, kokoh, membawaku, terbang, melintasi, perintang, utama, cerah, mendung, menyengat, lokasi, berudara, sejuk, bogor, meter, posisiku, memberitahuku, jarak, terpaku, berpikir, wow, tho, pilih, putuskan, berkah, sesadar, sadarnya, pihak, resiko, amin, postingan, persembahkan, dimanapun, komentarnya, menginspirasiku, dewasa, gitu, mengambil, apalagi, maya, egoku, tanggalkan, terwujud, postingannya, berkunjung, mampu, menanggapi, topik, dibicarakan, tuan, korbankan, keputusanku, persembunyian, mayaku, update, walking, nongol, pertemanan, baikku, kulihat, bentuk, world, wide, kehilangan, menggantinya, setara, rumus, duh, pokoknya, hukum, kesetimbangan, reaksi, ingat, pinter, lupa, ngeles, terjun, disuruh, dimaki, seenak, hati, bos, panas, matahari, membakar, kulitku, cacian, kenek, metromini, lambat, bisnya, yah, sewajarnya, dirasakan, kebanyakan, menerima, hasil, keringat, berwujud, tampak, semilirnya, sekalipun, mengenali, karakternya, tulisannya, sungguh, akalku, belakangan, memakai, jasa, ketujuh, gaptek, euy, terbengong, bengong, teknologi, semacam, fungsikan, pelarianku, kejam, semakin, kusadari, penjara, terbesar, mengutip, dekatku, dituntut, padahal, fana, kekal, dipuaskan, sedikit, pengembaraan, imajinasiku, sepeserpun, dollar, negeri, nun, kakiku, bawa, ragaku, ongkosnya, lipat, bulanan, keluargaku, boros, gagasan, memanusiakan, utopia, tafsirkan, begini, wajib, sesuai, keahliannya, digaji, baju, kebutuhan, fisik, lainnya, diurus, negara, dibagi, rata, hak, milik, pribadi, kepuasan, eksistensi, belaka, kelemahannya, ide, diperhitungkan, menyediakan, modifikasinya, menerjemahkan, mimpi, beliau, terakhirku, bermalas, malasan, minggu, mudahan, penundaan, menjual, recehan, berselancar, nongkrongin, laptop, beserta, modemnya, menyaksikan, berangkat, sekolah, dinilai, rupiah, kinda, ironic, human, being, haha, est, vie,
Text of the page (random words):
ya tempatnya cukup bersih kemarin ketika aku kembali ke bandung aku mampir ke kantin salman untuk makan siang penuh seperti biasa oleh mahasiswa berkantong cekak kelihatannya pilihan menu masih tak jauh beda dengan jaman dahulu pelayannya pun muka muka lama yang masih akrab kukenali setelah memenuhi piringku dengan nasi dan lauk pauk aku menuju kasir untuk bayar sudah kuduga harganya benar benar harga mahasiswa selanjutnya aku memilih kursi untuk menikmati makan siangku agak kaget aku dengan rasanya kok seperti ada yang berubah ya aku membatin kemudian aku mengamati orang orang lain yang sedang makan disana mereka terlihat asyik asyik saja dengan makanannya karena takut mubadzir aku habiskan juga makan siangku terlintas dalam benakku sebenarnya yang berubah rasa makanannya ataukah lidahku mungkinkah pengalaman lidahku malang melintang di berbagai jenis rasa makanan enak yang disertai mahal membuat lidahku menjadi tidak bersahabat lagi dengan rasa makanan kantin salman rasa itu memang urusan pengalaman rasa apapun itu ketika aku masih mahasiswa boleh dibilang aku sangat jarang makan di restoran mahal jangankan restoran mahal makan di restoran fastfood yang untuk kantong masyarakat menengah termasuk murah saja aku jarang paling bila ada teman kost yang sudah bekerja sedang ingin mentraktir baru aku bisa merasakan burger dan segala turunannya itu atau kadang bila ada cowok yang lagi pdkt menjadi salah satu kesempatanku mencicipi makanan ala barat itu kesian amat ya sekarang kehidupan ekonomiku sudah jauh lebih baik daripada sewaktu masih menjadi mahasiswa dahulu akibatnya rasa makanan di kantin salman pun menjadi kurang pas di lidahku kalau rasa itu adalah perkara pengalaman maka aku akan menyesali semua pengalaman lidahku bila pada akhirnya aku tidak dapat menikmati rasa yang murah di kantin salman lebih jauh lagi bila semua kemewahan kebendaan ga mewah mewah amat sih cuma lebih mewah dibanding dahulu saja membuatku tak bisa lagi merasakan kesederhanaan maka aku akan lebih suka melupakan saja semua pengalamanku itu dalam banyak hal kemewahan rasa itu seringkali membuat kita buta akan kesederhanaan seorang gandhi yang vegetarian pernah berkata rasa makanan itu tidak terletak di lidah tapi pada pikiran kita artinya kita bisa mengontrolnya pernyataan ini mungkin akan ditolak oleh para chef dan pemilik restoran mahal entahlah yang aku rasakan hanya spirit gandhi untuk mensyukuri setiap makanan yang di dapat setiap hari dan segala hal yang kita dapat dalam hidup kita apakah benar makan di sebuah kafe di puncak gunung jauh lebih nikmat dibandingkan makan di warung tenda di puncak gunung yang sama bagiku minum kopi di st ck tidak lebih menyenangkan daripada minum kopi di warung pinggir jalan kadang yang kita beli hanya prestise nya saja yang notabene sering diidentikkan dengan kenyamanan beberapa fasiltas memang akan dipenuhi oleh kafe kafe itu seperti wi fi meja dan ruangan yang luas ber ac sehingga memudahkan kita menemui klien tetapi bila sekedar ngobrol tidak resmi dan nongkrong saja sepertinya kita tidak butuh fasilitas sebanyak itu semua itu hanyalah urusan rasa kembali ke kantin salman bahkan anakku pun tidak mau makan makanan disana berarti boleh aku bilang masakanku di rumah lebih enak daripada masakan kantin salman dong p aku tak mau anakku menjadi picky eater menjadi anak yang selera makannya tingkat tinggi aku ingin anakku bisa makan apa saja seperti aku semoga bukan berarti maruk hehe kesederhanaan itu mewah walau tidak mahal dan aku ingin selalu memilikinya ditulis dalam kehidupan about him that i love 4 oktober 2009 3 komentar 8 tahun yang lalu aku menikah itu adalah saat saat yang aneh bagiku umurku ketika itu 23 tahun sedangkan suamiku 25 tahun aneh karena tiba tiba aku harus membagi segalanya dengan orang lain membagi rahasia batin membagi tempat tidur membagi masa depan dan termasuk juga ketika aku harus masuk dalam keluarga besar suamiku aku bagaikan orang asing yang tiba tiba harus menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah komunitas suamiku bukan orang yang baru aku kenal sebenarnya aku berpacaran selama 3 tahun sebelum aku memutuskan menikah dengannya dia adalah orang yang baik jujur dan memegang tinggi komitmen mungkin kami berbeda tapi itu tidak seratus persen bukankah di dunia ini memang tidak ada perbedaan atau persamaan seratus persen dari tiap tiap orang suamiku senang mendaki gunung dan aku juga senang mendaki gunung kami pernah bersama sama menaklukkan gunung tertinggi di jawa barat gunung ciremai betapa bahagianya aku ketika itu karena aku tak mungkin bisa mencapai puncak itu kalau bukan bersama suamiku ketika aku memutuskan dekat dengannya saat itu adalah masa masa paling buruk kuliahku aku turun angkatan sampai 2 tingkat aku sedang mabuk dengan buku buku sastra dan filsafat sampai sampai kuliahku terlantar aku juga sedang giat giatnya mengikuti berbagai aktifitas di luar kegiatan belajar mengajar dan aku tidak bisa membagi waktu dengan kuliahku mungkin juga karena aku sebenarnya kurang tertarik dengan ilmu kuliahku yang pasti kalau bukan karena suamiku mungkin aku tidak akan bisa menyelesaikan kuliahku suatu ketika yang tidak kusangka aku pernah tertarik untuk berteman dekat dengan seseorang yang pada sisi yang lain mirip denganku note aku memiliki banyak sisi kepribadian dan tiap sisinya akan selalu berpotongan dengan orang lain setelah sekitar setengah tahun aku berinteraksi akhirnya aku sampai pada kesimpulan bahwa aku memang paling cocok dengan suamiku memang ada sisi vital dari diriku yang tidak dapat dipenuhi oleh suamiku bahkan menjamahnya pun mungkin dia tidak bisa tapi aku rasa sisi itu adalah vital tapi tidak penting karena kita ini hidup di dunia nyata berhadapan dengan masalah sehari hari yang juga nyata menemui kemacetan di jalan kejahatan di angkutan umum penghinaan dan peremehan oleh rekan kerja dan lain lain life is so real that it doesn t leave space for unrested soul tidak butuh ruang yang terlalu luas untuk bercengeng cengeng tentang cinta atau meratapi kehampaan hidup dan begitulah aku jatuh cinta kembali kepada suamiku untuk kesekian kalinya dan rasa syukurku yang dalam kepada tuhan yme karena dia menurunkan makhluk seperti suamiku untuk menjadi teman hidupku bagi aku yang labil dominan egois dan mudah terbawa emosi dia adalah lelaki terbaikku kadang kita sulit mensyukuri sesuatu yang kita miliki dan telah dipilihkan yang terbaik oleh allah kita malah sibuk mencari apa yang tidak kita miliki merasa bahwa sesuatu yang tidak kita miliki adalah lebih baik daripada sesuatu yang kita miliki but it s ok semua itu manusiawi aku diciptakan bukan sebagai malaikat tanpa cela aku manusia biasa yang sangat berpeluang melakukan kesalahan ini adalah blog ketigaku di blog ku sebelumnya aku selalu menulis tentang muramnya cinta hilangnya makna hidup dan keluh kesah jiwa yang resah aku ingin mengubur semua kecemasan dan kegundahan jiwaku pada dua blogku sebelumnya sekarang aku ingin mulai menulis sesuatu yang tidak skeptic dan galau lagi aku ingin membangun jiwa yang sehat melalui menulis hal hal yang positif dalam hidup tidak ada untungnya bermuram durja menghadapi hidup sedangkan senyuman jauh lebih berguna serta mudah menerapkannya pula menatap ke depan tidak berjalan dengan kepala menghadap ke belakang bisa nabrak soalnya berada disini saat ini tapi tetap tidak takut bermimpi bismillah ditulis dalam motivasi cerpen maaf 9 agustus 2009 1 komentar kembali ke kota bandung setelah sekian lama aku tinggalkan membangkitkan kenangan lamaku akan kota ini sebenarnya aku tidak tinggal jauh dari bandung aku tinggal di jakarta tapi sejak aku menikah 2 tahun yang lalu aku seperti tak punya waktu lagi untuk pergi keluar kota baru sekarang aku bisa kembali ke kota ini itu juga tidak untuk waktu yang lama suamiku hanya memberiku waktu 2 hari untukku mengurus pengambilan ijazah ternyata sudah banyak yang berubah dari kota ini kampusku juga sudah berubah banyak aku hampir tidak mengenalinya selama disini aku tinggal di kost temanku astrid suamiku menyarankanku untuk tinggal di hotel agar tidak merepotkan temanku tapi aku lebih suka tinggal di kost astrid sekalian melepas rinduku pada temanku itu sudah lama juga kami tidak bertemu setelah lulus astrid memutuskan untuk tetap di bandung bersama beberapa temannya dia membuka usaha cafetaria aku salut dengan semangat wirausahanya dan juga kemandiriannya walaupun kini telah ada mc donald dan bangunan bangunan baru lain di simpang dago tapi udara dimalam hari masih tetap tak berubah dingin dan menusuk memutar ulang kenanganku di masa masa kuliah dahulu malam itu aku sedang makan sate ponorogo di kaki lima simpang dago bersama astrid ketika tiba tiba seorang laki laki memanggil namaku dia kemudian duduk di depanku aku terdiam sejenak aku tak menyangka akan bertemu dia di kota ini laki laki ini adalah sosok yang begitu dekat dengan kehidupanku di waktu kuliah dulu kapan datang tanyanya tadi pagi jawabku singkat aku masih terperangkap dalam keterkejutanku sendirian iya tinggal dimana selama di bandung aku tinggal di kost astrid hanya obrolan pendek penuh basa basi yang selanjutnya mengisi percakapan kami di kaki lima itu sepanjang perjalanan menuju kost astrid pikiranku melayang kemana mana pertemuan itu membuat kenangan tentang kota ini tersibak kembali seluruhnya tak terkecuali kenangan yang selama ini ingin aku lupakan jam lima pagi handphoneku berbunyi ternyata norman yang menelponku aku ingin ketemu hari ini kamu ada waktu jam berapa aku nggak yakin aku bisa menemuimu hari ini jawabku menolak halus ajakan norman laki laki yang semalam sempat membuatku tak dapat tidur aku harus mengurus ijazahku pagi ini dan jam lima sore aku sudah harus pulang ke jakarta lanjutku terserahlah tapi aku tetap akan menunggumu di depan lapangan basket sampai jam enam sore aku sangat berharap kamu mau menemuiku disana belum sempat aku berkata apa apa dia sudah menutup teleponnya sepanjang pagi itu aku benar benar gelisah sebagian dari hatiku sangat ingin menemuinya tapi sisi yang lain melarangku melakukannya aku kangen padanya tapi aku akan sangat merasa bersalah pada suamiku bila aku menemuinya dulu kami pernah mengukir banyak kenangan indah bersama sebenarnya aku menyayanginya tapi entah kenapa sepertinya aku tidak sanggup untuk berkomitmen dengannya bagiku dia terlalu rumit untuk aku pahami sebagai pasangan jiwa aku sangat nyaman berada di dekatnya tapi tidak untuk merencanakan masa depan bersamanya kami memiliki perbedaan yang besar tentang rencana masa depan akhirnya kami menjalani hari hari indah kami tanpa ada komitmen apa apa selesai mengurus ijazahku aku berjalan mengelilingi kampus ini tanpa tujuan entah sudah berapa kali aku melewati kolam ditengah kampusku ini dan aku masih belum bisa memutuskan untuk menemuinya atau tidak hai boleh aku duduk sapaku padanya terima kasih sudah mau datang sambutnya duduklah sejenak kami terdiam dan tenggelam dalam pikiran masing masing kamu undang aku bukan untuk saling diam kan tanyaku mengejutkannya maaf jawabnya aku kangen kamu sangat kangen lanjutnya jadinya aku nggak tahu harus ngomong apa sekarang aku juga kudengar kamu bikin usaha sendiri di mataram iya tapi nggak berjalan lancar mungkin karena pasar disana kurang bagus aku ingin memulainya kembali disini di bandung ternyata hidup yang sesungguhnya itu baru dimulai setelah lulus kuliah dulu aku pikir dengan ijazah itb ku aku akan mendapat pekerjaan dengan mudah tapi ternyata semuanya tak semudah itu kamu sendiri gimana kesibukanmu apa udah punya anak berapa aku baru keguguran 2 bulan yang lalu kesibukanku tidak ada aku masih angin anginan seperti dulu keinginan sih banyak tapi nggak ada yang benar benar aku kejar aku ini seperti layang layang yang putus talinya kemana angin bertiup kesanalah aku pergi ah sudahlah nggak usah bicara tentang keinginan dan cita cita ya aku sendiri sangat tidak mengerti dengan diriku oh aku turut berduka cita atas keguguranmu bagaimana suamimu apa dia baik padamu iya dia baik padaku tapi dalam beberapa hal dia agak susah memberiku toleransi ternyata menikah itu sangat melelahkan aku capek andai saja aku bisa cuti dari pernikahan ini kembali kesunyian menyelimuti kami hingga akhirnya dia memecah kesunyian kenapa kamu dulu meninggalkan aku tanyanya aku tidak pernah meninggalkan siapapun tolong jangan menyangkal bahwa ada hubungan istimewa antara kita sebelum laki laki itu datang dalam hidupmu dan menghancurkan hidupku entah sudah berapa kali aku bilang kita tidak ada komitmen waktu itu aku bebas untuk pacaran dengan cowok lain sebebas kamu pacaran dengan cewek lain aku tidak percaya kamu membebaskan aku untuk pacaran dengan cewek lain ketika aku dulu suka sama niken kamu memintaku untuk meninggalkannya kamu mengikatku sedangkan kamu sendiri tidak mau terikat aku tidak mengikatmu waktu itu aku hanya meminta kerelaanmu untuk meninggalkannya aku tidak memaksamu aku juga tidak mengancammu apa apa kalaupun kamu tetap tidak mau meninggalkannya jangan menuduhku yang bukan bukan aku masih mencintaimu dan akan tetap mencintaimu sampai ajal menjemputku ini adalah janjiku padamu dulu dan aku masih memegangnya hingga saat ini aku terdiam kembali aku tak tahu harus mengatakan atau bersikap apa saat itu aku juga masih menyayanginya seperti dulu aku senang bisa bertemu dia kembali saat ini tapi aku tak mau mengatakan ini padanya dia tidak boleh tahu apa yang kurasakan kenapa kamu dulu tidak mau menjadi pacarku tanyanya padaku kita tidak cocok jawabku sambil menghela nafas panjang kita lebih cocok untuk menjadi teman dekat daripada menjadi sepasang kekasih lanjutku non sense kita sebenarnya memiliki kesamaan dalam banyak hal andai saja kamu mau membuka mata hatimu untuk melihat kesamaan itu tapi sayang kamu lebih memilih dunia hura hura laki laki itu jangan ngomong sembarangan tentang suamiku kamu tidak mengerti betapa banyak peristiwa yang telah aku alami bersamanya baik itu yang indah maupun yang buruk hubunganku dengannya tidak melulu hura hura dan senang senang saja lantas bagaimana dengan kita aku rasa kita juga telah cukup banyak mengalami peristiwa manis dan pahit bersama tolong jangan suruh aku membuat laporan pertanggungjawaban atas pilihanku kalau kita nggak bisa bersama berarti kita belum jodoh sederhana saja kan kamu masih saja seperti dulu suka memperumit persoalan aku tidak sedang meminta pertanggungjawabanmu lagipula mungkin kamu memang benar memilih dia karena toh terbukti dia lebih berhasil daripada aku dia bisa memberimu rumah mobil dan juga kemewahan yang lain sedangkan aku saat ini masih terjebak dalam idealismeku untuk menjadi wirausahawan kita mungkin memang tidak jodoh tapi sepertinya alasan yang lebih bagus untuk menjelaskan ketidakbersamaan kita adalah karena pengkhianatanmu sudahlah aku tidak mau kita bertengkar lagi aku harus pergi sekarang aku tidak mau ketinggalan kereta sekali lagi terima kasih atas kesediaanmu menemuiku maafkan kata kataku yang kurang menyenangkan tadi kamu mau aku antar ke stasiun tidak usah makasih selamat tinggal...
|