Meta tags:
description= Personal blog tentang pengalaman membersamai anak, pariwisata, kecantikan, kesehatan dan gaya hidup, literasi, lingkungan dan sosial budaya.;
Author= Lita Lestianti;
Headings (most frequently used words):
makan, pangan, de, di, yang, nasi, dari, meja, gambut, lokal, rumah, sungai, seine, avenue, des, champs, élysées, tiwul, ke, dan, sebagai, terhadap, biodiversitas, pont, lampu, tempat, menjaga, singkong, lestiaa, the, journey, warso, sragen, rute, jalan, kaki, susur, bagaimana, sejarah, jangan, lupakan, selalu, tersaji, hidup, prancis, memaksa, selain, apa, hubungan, lingkungan, mengenali, umbi, umbian, alternatif, bahan, adaptif, perubahan, iklim, tradisi, pengetahuan, penjaga, kembalikan, keragaman, follower, total, tayangan, halaman, seedbacklink, brt, jsb, tak, jauh, kota, konsep, jawa, résidence, cîteaux, stasiun, gare, lyon, sepertinya, melewati, austerlitz, jardin, plantes, sully, jembatan, menuju, pulau, membelah, île, saint, louis, place, la, concorde, sampai, arc, triomphe, indah, menyala, malam, hari, marché, nœl, parade, militer, nasional, kenapa, beras, bisa, menjadi, makanan, pokok, indonesia, hutan, rusak, rawan, karhutla, dampak, kerusakan, lahan, pada, ekosistem, ketersediaan, kaya, karbohidrat, pengganti, olahan, favorit, popular, posts, archive, recent, comment, categories, intellifluence,
Text of the page (most frequently used words):
yang (156), dan (139), aku (74), dengan (61), dari (58), tidak (57), ini (56), pangan (56), makan (49), itu (48), untuk (47), ada (45), bisa (43), #menjadi (41), gambut (40), lokal (36), juga (33), karena (31), nasi (30), tempat (30), tiwul (29), atau (29), singkong (28), seperti (27), beras (27), lebih (27), kami (27), sekitar (26), saat (26), mereka (25), pada (25), lahan (24), champs (24), indonesia (23), kita (23), élysées (23), cukup (22), tanaman (21), rumah (21), orang (20), ternyata (20), setelah (19), masyarakat (19), hutan (19), sudah (18), hingga (18), jalan (18), sungai (17), dalam (17), tanah (17), sumber (17), satu (17), banyak (17), akan (17), ketika (16), lagi (16), agustus (15), sebagai (15), makanan (15), pont (15), desember (14), september (14), oktober (14), tengah (14), tapi (14), dulu (14), semakin (14), adalah (14), sampai (14), berjalan (14), mei (13), bagian (13), tak (13), air (13), pun (13), avenue (13), paris (13), maret (12), juni (12), april (12), juli (12), februari (12), seine (12), anak (12), pribadi (12), memiliki (12), bude (12), begitu (12), jadi (12), salah (12), saja (12), menu (12), tampak (12), taman (12), jembatan (12), prancis (11), januari (11), november (11), harus (11), dok (11), pokok (11), karbohidrat (11), besar (11), beberapa (11), ruang (11), pulau (11), jika (10), lama (10), membuat (10), musim (10), lain (10), tahun (10), dingin (10), sisi (10), tiba (10), austerlitz (10), sragen (9), menjaga (9), melihat (9), meja (9), bangunan (9), tetapi (9), nggak (9), sayur (9), berwarna (9), memang (9), tergantung (9), hanya (9), cuaca (9), tersebut (9), kebakaran (9), depan (9), kalau (9), arc (9), triomphe (9), lampu (9), ujung (9), joglo (9), food (8), maka (8), mungkin (8), kecil (8), atas (8), berubah (8), bahwa (8), kota (8), sebuah (8), masih (8), kemudian (8), kuat (8), akhirnya (8), bukan (8), mengalami (8), tanpa (8), jenis (8), belum (8), asap (8), sawah (8), mau (8), des (8), temanku (8), concorde (8), melewati (8), menyusuri (7), warso (7), sekarang (7), terhadap (7), lauk (7), keluarga (7), hari (7), selalu (7), banget (7), cara (7), terkenal (7), panjang (7), rasanya (7), alami (7), biasa (7), tinggi (7), sistem (7), kondisi (7), padi (7), umbi (7), umbian (7), ekosistem (7), sagu (7), rusak (7), foto (7), place (7), malam (7), terbuka (7), hehe (7), sully (7), konsep (7), nasional (6), hidup (6), nama (6), iklim (6), adat (6), kawasan (6), jawa (6), biodiversitas (6), sehingga (6), terus (6), justru (6), utama (6), gizi (6), selain (6), gram (6), mengandung (6), sini (6), menanam (6), komoditas (6), bagi (6), kanalisasi (6), sedang (6), siang (6), sana (6), mulai (6), jalur (6), kanan (6), louis (6), stasiun (6), lagu (6), sampah (6), kursi (6), aja (6), wisata (5), budaya (5), kwetiau (5), teman (5), penting (5), bahasa (5), kali (5), sebenarnya (5), halaman (5), https (5), sejarah (5), parutan (5), kelapa (5), apa (5), tumbuh (5), tinggal (5), panen (5), ketahanan (5), punya (5), papua (5), hilang (5), akibat (5), estate (5), perkebunan (5), sedikit (5), cireundeu (5), alternatif (5), bertahan (5), jangan (5), rasi (5), oleh (5), bahkan (5), gula (5), sambil (5), mudah (5), kandungan (5), mana (5), gagal (5), bahan (5), dapat (5), berbeda (5), terjadi (5), asam (5), menuju (5), kalimantan (5), selatan (5), baru (5), duduk (5), sore (5), berdiri (5), menunggu (5), sego (5), masuk (5), métro (5), kasir (5), belakang (5), and (4), kesehatan (4), 2025 (4), negara (4), sekali (4), tentang (4), sebelum (4), proses (4), online (4), total (4), read (4), more (4), perubahan (4), sejak (4), memenuhi (4), keragaman (4), berkembang (4), menghilangkan (4), warga (4), kampung (4), mencari (4), pengganti (4), agar (4), tetap (4), sih (4), mampu (4), zaman (4), mengonsumsi (4), manis (4), kehitaman (4), sama (4), kering (4), dilakukan (4), tahu (4), kebutuhan (4), hujan (4), tumbuhan (4), meski (4), ditanami (4), sangat (4), setiap (4), merusak (4), ketersediaan (4), berkurang (4), proyek (4), pirit (4), kayu (4), rawan (4), dibangun (4), kerajaan (4), kampus (4), pulang (4), suka (4), udara (4), berada (4), paling (4), agak (4), pepohonan (4), menarik (4), alun (4), arah (4), nyaman (4), île (4), saint (4), dua (4), sepertinya (4), jauh (4), pohon (4), mobil (4), gare (4), lyon (4), sepi (4), apartemen (4), mahal (4), mie (4), godog (4), kiri (4), minuman (4), lestiaa (3), the (3), journey (3), urban (3), tips (3), life (3), literasi (3), lingkungan (3), kuliner (3), surat (3), 2022 (3), cari (3), warung (3), sering (3), digunakan (3), pertama (3), pengalaman (3), melahirkan (3), kasus (3), penipuan (3), permohonan (3), pemblokiran (3), udah (3), gampang (3), adaptif (3), ekonomi (3), impor (3), hasil (3), pasar (3), hak (3), pengetahuan (3), wilayah (3), mengira (3), kebiasaan (3), mengikuti (3), karhutla (3), budeku (3), energy (3), kehilangan (3), petani (3), cimahi (3), krisis (3), melawan (3), modern (3), mengambil (3), berbagai (3), olahan (3), daripada (3), biasanya (3), gaplek (3), menit (3), dijemur (3), warna (3), dibuat (3), bagaimana (3), terlalu (3), padahal (3), terlihat (3), buruk (3), putih (3), per (3), memanfaatkan (3), kebun (3), menurut (3), kekeringan (3), memilih (3), varietas (3), eksplorasi (3), tentunya (3), pertanian (3), tentu (3), daerah (3), talas (3), yaitu (3), mineral (3), ubi (3), baik (3), pola (3), adanya (3), terjaga (3), alam (3), lewat (3), serta (3), merauke (3), sesuai (3), cocok (3), tingkat (3), flora (3), fauna (3), lainnya (3), aktivitas (3), satwa (3), kadang (3), memasuki (3), kanal (3), secara (3), juta (3), hektar (3), bawah (3), timur (3), bulan (3), masa (3), raja (3), datang (3), roti (3), kembali (3), resto (3), dia (3), ayam (3), ramai (3), kaki (3), sempat (3), memasak (3), pakdeku (3), membuatku (3), barisan (3), mengarah (3), boleh (3), sepanjang (3), mewah (3), kurang (3), rekreasi (3), dulunya (3), jaket (3), aux (3), pergi (3), hati (3), besi (3), gembok (3), pria (3), mendatangi (3), hijau (3), perjalanan (3), menyeberangi (3), mengajak (3), kapal (3), dekat (3), jardin (3), plantes (3), cîteaux (3), harga (3), kok (3), minumannya (3), suami (3), lokasi (3), 2015 (2), planning (2), festival (2), travelling (2), transportation (2), teori (2), rural (2), buku (2), research (2), methods (2), periurban (2), others (2), multimedia (2), kecantikan (2), japan (2), home (2), geographic (2), information (2), system (2), gaya (2), french (2), fashion (2), eropa (2), english (2), arabic (2), akomodasi (2), 2019 (2), 2023 (2), penat (2), ndeso (2), perancis (2), gaul (2), diceritakan (2), melaporkan (2), bank (2), kejadian (2), mengajukan (2), rekening (2), penipu (2), susah (2), tua (2), postingan (2), com (2), melakukan (2), mengenali (2), membeli (2), tradisional (2), mengolahnya (2), kepada (2), komunitas (2), suara (2), daya (2), tradisi (2), webinar (2), eco (2), blogger (2), squad (2), pantau (2), pandanganku (2), stabil (2), namun (2), semua (2), kelaparan (2), maasyaallah (2), merasa (2), takut (2), generasi (2), penjajah (2), belanda (2), pemerintah (2), ditetapkan (2), para (2), perempuan (2), produk (2), dikenal (2), cepat (2), macam (2), sajian (2), ditambah (2), butiran (2), mengolah (2), prosesnya (2), konsumsi (2), disebut (2), beda (2), cokelat (2), rasa (2), umum (2), penjemuran (2), oiya (2), beli (2), termasuk (2), menjadikan (2), cemilan (2), mengurangi (2), porsinya (2), sementara (2), stunting (2), 100 (2), kalori (2), kkal (2), belajar (2), cerdas (2), maaf (2), kesulitan (2), terbesar (2), republik (2), menunjukkan (2), hama (2), budidaya (2), ekstrem (2), asli (2), adaptasi (2), gandum (2), ketergantungan (2), aman (2), pencernaan (2), khususnya (2), masalah (2), bagus (2), misalnya (2), kentang (2), bentuk (2), penanaman (2), bervariasi (2), diversifikasi (2), misal (2), kelangkaan (2), sadar (2), gastrokolonialisme (2), pengelolaan (2), sendiri (2), tata (2), keasaman (2), pengeringan (2), jagung (2), habitat (2), manusia (2), kosong (2), dimanfaatkan (2), terbakar (2), berdampak (2), liar (2), karbon (2), lapisan (2), memberikan (2), dampak (2), dimana (2), unik (2), sayangnya (2), kemarau (2), jumlah (2), kira (2), diklasifikasikan (2), kerentanan (2), banjir (2), peatland (2), mencoba (2), diberikan (2), hidrologis (2), keluar (2), telah (2), pembukaan (2), barat (2), berupa (2), terdapat (2), swasembada (2), tiongkok (2), awalnya (2), kenapa (2), semenjak (2), masing (2), selesai (2), kuliah (2), mashed (2), potato (2), ikan (2), kuah (2), krim (2), tumis (2), tersaji (2), dicampur (2), ditanam (2), sepiring (2), lalapan (2), aneh (2), enak (2), dikasih (2), suapan (2), nduk (2), ndang (2), sesuatu (2), dapur (2), asyik (2), bermain (2), penuh (2), momen (2), pesawat (2), tentara (2), tanggal (2), ditutup (2), parade (2), militer (2), ingat (2), hafal (2), marché (2), nœl (2), stand (2), berjejer (2), natal (2), dijual (2), indah (2), menyala (2), kemenangan (2), brand (2), cafe (2), cuma (2), bersantai (2), menikmati (2), segar (2), obelisk (2), palais (2), eksekusi (2), lanskap (2), napoleon (2), bonaparte (2), membangun (2), hiburan (2), kalian (2), menemukan (2), merupakan (2), dipenuhi (2), panas (2), booming (2), kekasih (2), menara (2), eiffel (2), perjalananku (2), bus (2), tenang (2), seolah (2), pasang (2), permukaan (2), turun (2), tangga (2), biar (2), coba (2), hal (2), mengalihkan (2), pandangan (2), pagar (2), kulihat (2), hmm (2), kubaca (2), kan (2), kissing (2), ulang (2), khusus (2), cemara (2), ranting (2), langit (2), abu (2), pakai (2), google (2), membelah (2), lebar (2), meter (2), berfoto (2), meranggas (2), pemandangannya (2), angin (2), mahasiswa (2), crous (2), résidence (2), pesan (2), toilet (2), musholla (2), tapiii (2), gitu (2), pencahayaan (2), luas (2), anginnya (2), rata (2), goreng (2), jajanan (2), kebayang (2), menghadap (2), lembar (2), menunya (2), pengunjung (2), mbak (2), sengaja (2), gara (2), copyright, all, right, reserved, created, arlina, design, jsb, brt, intellifluence, seedbacklink, museum, regional, ubud, writers, readers, transportasi, menulis, perencanaan, telkom, teknologi, surabaya, semarang, review, properti, ponorogo, perlengkapan, perbankan, pendidikan, pantai, motherhood, malang, lomba, blog, language, islami, internet, provider, indihome, health, lifestyle, gerakan, furnitur, beverage, finansial, danau, daily, contoh, bisnis, investasi, bali, artikel, aceh, accomodation, miladflp21, kisahinspiratifflp, categories, recent, comment, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2020, 2021, 2024, saa, 2026, archive, waktu, bergaul, sesama, mengerti, muda, bercerita, kehamilanku, disini, berbagi, normal, semingg, keteran, laporan, kronologis, mengenai, bureaucratie, est, toujours, compliquée, berurusan, birokrasi, walaupun, complicated, mengurus, pembetulan, akta, lahir, popular, posts, sitemap, disclaimer, privacy, policy, about, tayangan, follower, beranda, previous, post, www, bbc, articles, c3g88pp31xyo, disarpus, wonogirikab, wonogiripedia, wonogiri, mongabay, ajaib, pustaka, badanpangan, publikasi, 06997f04a7db92466a2baa6ebc8b872d, katadata, ekonopedia, 63a135d01ffda, era, 1950, referensi, ibu, plus, langkah, mengenalkannya, maupun, peran, menghormati, miliki, melibatkan, pelestarian, berkaitan, menyiadakan, hanyalah, sehari, sesederhana, nusantara, diversity, berarti, keberagaman, menguatkan, menguat, menyediakan, kembalikan, menyebabkan, masayrakat, berpengaruh, sayang, pembangunan, akibatnya, diterbitkannya, peraturan, ulayat, dialihfungsi, dijaga, larangan, tutupan, baladahan, permukiman, nah, pemimpinnya, menyerukan, keren, kearifan, harusnya, ditiru, ngeri, mengintervensi, simbol, perlawanan, masyarakatnya, kolonial, bumi, rakyat, pribumi, mengembangkan, sentra, menjual, travelingyuk, warisan, benda, 60an, mengenyangkan, ebagai, penjaga, disajikan, ditambahkan, sambal, menjemurnya, ditumbuk, halus, diperciki, diaduk, adonan, dikukus, matang, butuh, kesabaran, salut, dikupas, dipotong, hitam, aroma, singkongnya, pahit, teksturnya, kasar, dijumpai, perbedaan, berapa, fermentasi, sedangkan, kecokelatan, terang, pernah, masak, sekilas, membuatnya, favorit, dahulu, setidaknya, keluargaku, pelaku, diet, 129, 112, 160, ternyat, opiniku, dibandingkan, berat, mohon, maksud, merendahkan, solusi, terbaik, kaya, penelitian, uniknya, produsen, dunia, nigeria, kongo, thailand, ghana, ngkong, tahan, hancur, deras, suplai, minim, ekstrim, imun, menuntut, membekali, diri, dimakan, pengolahannya, pekarangan, tersisa, mandiri, monokultur, sehinga, diintegrasikan, agroforestri, entan, kegagalan, mengancam, diarahkan, setempat, hehehe, mmutus, indones, pati, gluten, sehat, medis, tertentu, dimiliki, vitamin, fitonutrien, indeks, glikemik, rendah, dibanding, energi, serat, usus, jalar, kimpul, gembili, ganyong, garut, sebagainya, karakteristik, fisik, umur, pengolahan, bukalah, satunya, menyimpan, potensi, anomali, memutus, rantai, penyebaran, penyakit, tanam, campuran, rotasi, perakaran, struktur, penyerapan, erosi, dicegah, menstabilkan, itulah, tubuh, kesehatannya, memperkuat, mendukung, pentingnya, bencana, gastrokoloanialisme, negeri, penjajahan, dominasi, kekuatan, korporasi, global, mengikis, lalu, menggantinya, seragam, asupan, pembabatan, contohnya, mengalihfungsikan, terbabat, habis, beralih, pangannya, ramah, kelestariannya, pengaturan, koreksi, hara, paludikultur, rawa, beradaptasi, basah, kedelai, nanas, keanekaragaman, hayati, keberlangsungan, manfaat, penopang, kehidupan, fungsi, ekologis, obat, berpotensi, ispa, infeksi, saluran, pernafasan, terhambat, sekolah, bekerja, utan, habitatnya, perkampungan, terganggu, konversi, vegetasi, memperparah, emisi, mikroorganisme, kesuburan, teroksidasi, bersentuhan, oksigen, oksidasi, menghasilkan, sulfat, sulfida, ikut, larut, binatang, keracunan, fes2, terendam, sekelilingnya, mengalir, menggantungkan, hidupnya, perikanan, non, dikelola, bijak, spesies, terancam, punah, orangutan, harimau, besaran, memicu, degradasi, kebanjiran, penyimpan, raksasa, mencegah, pengatur, menyerap, melepaskannya, perlahan, kerusakan, drowned, bibit, kesatuan, khg, fire, alert, diperparah, nino, kak, yoga, berjudul, berlebihan, dukung, kaitan, riau, sebagian, dikeringkan, api, dipadamkan, terperangkap, eks, plg, pengembangan, estat, ambisius, seluas, hampir, 000, hektare, setara, 207, lapangan, bola, terbengkalai, masalahnya, polemik, cetak, berburu, badan, stok, mendatang, hindu, buddha, kaum, bangsawan, orde, soeharto, menggalakkan, program, pencetakan, mencapai, 1984, mempertahankan, mengimpor, berasal, dibawa, pedagang, india, 2000, silam, apalagi, tanahnya, tropis, hubungan, dipengaruhi, mindsetku, pendamping, pesimis, rupanya, pukul, menahan, lapar, wow, tubuhku, menjawab, bertanya, sesampainya, antrian, pembuka, mataku, memperhatikan, depanku, petugas, memperhatikanku, suatu, sepulangnya, bekal, memaksa, kisah, lainku, pula, mengapa, akrab, sebelumnya, terasa, asing, pilihan, terbiasa, betapa, tergantungnya, diriku, bergantung, bapakku, memberiku, terkejut, sambel, kupahami, tambah, ujarku, pikir, segera, melahapnya, kedua, terakhir, gurih, memberikanku, merespon, tawaran, melepas, sandal, sekaligus, menyisakan, bakar, tungku, egera, sarapan, ayo, ujarnya, menghiraukan, panggilannya, beliau, menawariku, menoleh, gelem, ora, wuenak, iki, memanggilku, pagi, mengebul, pawon, mbah, pertanda, mbahku, segala, cabe, jeruk, sayuran, lah, memanen, tulisan, lupakan, penerbangan, payung, tempur, afrika, alhasil, penonton, kendaraan, mengakses, pinggir, panggung, membekas, karya, kerajinan, mirip, heboh, prouk, tekiti, hapal, dibuka, penasaran, zebra, cross, dekorasi, musimnys, fotoku, dilewatkan, berwisata, perayaan, peserta, balap, sepeda, tour, france, toko, restoran, bioskop, bagiku, berbelanja, barang, kecuali, berlatar, berarsitektur, megah, ferrish, wheel, bersejarah, did, alamnya, grand, petite, dipakai, lambang, kerukunan, terjadinya, 1793, pad, amasa, revolusi, hukuman, mati, guillotine, marie, antoinette, xvi, ingin, tengahnya, monumen, luxor, publik, komersial, perbelanjaan, gumul, kediri, loh, yaa, geesss, abad, 1806, memerintahkan, boulevard, fasilitas, penataan, 1709, perluasan, 1667, andré, nôtre, menata, perintah, xiv, berkendara, perdagangan, butik, mode, membentang, kilometer, gugur, tepi, warni, berbentuk, melingkar, dipasang, memakai, tebal, pintu, memberi, buatku, matahari, terik, sumuk, berlama, ésylées, tout, que, vous, voulez, midi, minuit, soleil, sous, pluie, fenomela, inspirasi, joe, dassin, dirilis, 1969, inggris, waterloo, road, pasaran, diganti, sekrang, mengisahkan, sepasang, musik, burung, lagunya, selanjutnya, kuceritakan, sekaliiiii, terisolir, ditegur, share, kesetrum, penanda, batas, paving, maunya, minum, airnya, abaikan, berserakan, samping, yaudah, next, explore, siap, menormalisasikan, menganggap, milih, emang, nempelkan, tadi, terpasang, tulisannya, kain, selayaknya, pasangan, wanita, wajah, kesal, haha, ngeh, tujuanku, polos, lihat, kumelihat, lanjut, menyaksikan, yahh, taulah, berdekatan, tersembunyi, aur, tumpukan, kotak, daun, iyu, dikumpulkan, didaur, lanjutkan, tibalah, berbelok, tujuan, menjelajah, sesekali, mengecek, khawatir, memburuk, karakter, cerah, gelap, hitungan, yaudahlah, zoom, blur, pemandangan, notre, dame, menghubungkan, 1876, hausmann, perancang, gencar, gencarnya, 159, berlalu, lalang, pedestrian, nyebrang, sejenak, mengabadikan, singkatku, bersandar, raya, tertua, 1626, dedaunan, kece, mistis, istimewa, antara, situ, mata, kelabu, merapatkan, menembus, kulitku, menyesuaikan, seingetku, kereta, line, mengenang, pertempuran, rusia, austria, ceko, jelas, tembus, berbalik, menjauh, charles, gaulle, seberangi, bermula, pertamaku, rue, kutinggali, sebelah, naik, penatku, terbawa, arus, kuketahui, rute, susur, berkuliah, bikin, kepala, nyesek, ganti, administrasi, materi, perkuliahan, dosennya, pelajari, intensif, mendapat, sertifikat, mengimbangi, native, asal, allah, sebaik, penolong, makanannya, 25k, bayar, qris, alhamdulillah, kayaknya, bawa, kencur, jamunya, jowo, kwetiaunya, kampungnya, kenyang, pesanan, belakangnya, kenceng, gimana, kalu, perlu, ruangan, selambu, selambunya, lesehan, terbuat, vip, ber, kerasa, pasti, seafood, terbatas, capcay, bentar, kencengggg, malah, angiinn, menentukan, dipesan, sawahnya, ngga, portable, camping, ditata, seseorang, sibuk, baunya, bakarnya, wastafel, kubawa, seberapa, bener, harganya, murah, pemesanan, memesan, langsung, isi, menanyakan, seorang, depannya, gerobak, meletakkan, seberangnya, kulkas, menaruh, diatur, berkelompok, bercakap, cakap, lirih, retro, dipajang, keindahan, bannya, menambah, kesan, sederhana, lesung, menumbuk, pot, bunga, dibiarkan, mendominasi, ditebak, perkiraan, awalku, dibilang, bangunannya, cahaya, penghawaan, dalamnya, konsepnya, semi, terpisah, parkiran, desain, interior, parkir, motor, terhampar, hiks, salahnya, ikutin, maps, insyaallah, nyampe, lokasinya, tepatnya, ngablak, kroyo, kec, karangmalang, kabupaten, tuaku, ragu, yakin, buat, acara, kondangan, makannya, singkatan, bisanya, membahas, bahas, temukan, suamiku, googling, nemu, kukira, film, tekno, mom, letter, samples, abroad, travel, theories, urbanism,
Text of the page (random words):
easi warga paris pada abad ke 19 sekitar 1806 napoleon bonaparte memerintahkan untuk membangun arc de triomphe jalur ini berkembang menjadi boulevard kota yang modern ada fasilitas hiburan dan penataan taman ini bukan di gumul kediri loh yaa geesss dari avenue des champs élysées kita belajar bahwa kota berkembang sesuai kebutuhan zaman dulu hanya taman dari lanskap kerajaan kemudian berubah menjadi ruang publik sebagai tempat berjalan jalan dan rekreasi masyarakat hingga saat ini kawasan ini berubah menjadi kawasan komersial atau tempat perbelanjaan dari place de la concorde sampai arc de triomphe ingin menyusuri avenue des champs élysées kita bisa berjalan dari place de la concorde sebuah ruang terbuka atau alun alun terbesar di paris di mana di tengahnya terdapat monumen obelisk luxor ternyata di tahun 1793 pad amasa revolusi prancis place de la concorde dulunya adalah tempat untuk eksekusi hukuman mati guillotine dilakukan pada marie antoinette dan raja louis xvi tapi nama concorde dipakai sebagai lambang kerukunan setelah terjadinya eksekusi tersebut setelah place de la concorde ada taman bersejarah sebagai tempat bersantai yang did alamnya ada grand palais dan petite palais ferrish wheel dan obelisk di sisi kanan di place de la concorde dok pribadi adanya taman ini menunjukkan bahwa paris nggak cuma bangunan megah saja tetapi juga ruang terbuka untuk tempat rekreasi warga bersantai dan menikmati udara segar di sepanjang jalan ini banyak toko fashion dengan brand terkenal dan mewah seperti restoran cafe dan bioskop bagiku yang tidak suka berbelanja barang mewah rasanya memang tampak kurang menarik kecuali hanya bagian foto foto berlatar arc de triomphe di tengah jalan atau bangunan berarsitektur di ujung champs élysées yaitu arc de triomphe juga menjadi tempat perayaan kemenangan peserta balap sepeda la tour de france lampu lampu akan menyala pada bangunan arc de triomphe lampu lampu yang indah menyala di malam hari yang tidak boleh dilewatkan saat berwisata ke paris adalah berjalan jalan di champs élysées saat malam hari kenapa karena kita akan melihat lampu lampu yang indah berjejer seperti pepohonan di sepanjang jalan dekorasi lampu lampu itu akan berbeda sesuai musimnys seperti fotoku di atas saat memasuki musim dingin agak agak takut foto di zebra cross tengah jalan champs élysées champs élysées yang mengarah ke place de la concorde dok pribadi avenue des champs élysées tempat marché de nœl di musim dingin stand berjejer untuk pasar natal dibuka aku menyusuri setiap stand karena penasaran apa yang dijual marché de nœl aku tidak begitu ingat tapi yang paling membekas adalah melihat karya kerajinan yang mirip dibuat oleh anak indonesia temanku sempat heboh karena dia hafal dengan prouk yang sempat dia tekiti sayangnya aku tidak begitu hapal apa itu tempat parade militer nasional ketika tanggal 14 juli sebagai hari nasional prancis jalur ini berubah menjadi panggung untuk parade militer dari beberapa negara avenue des champs élysées akan ditutup tak ada kendaraan yang lewat arc de triomphe juga ditutup orang orang hanya boleh mengakses pinggir jalan ketika tanggal 14 juli aku datang cukup siang alhasil aku tidak bisa berada di barisan penonton yang mengarah ke arc de triomphe semua penuh pada momen ini aku melihat penerbangan payung udara pesawat tempur dengan asap pesawat dan para tentara dari beberapa daerah termasuk afrika jangan lupakan avenue des champs élysées dari tulisan tersebut aku jadi tahu bahwa champs élysées nggak hanya sebuah tempat foto foto ya tetapi juga banyak momen penting yang ada di avenue tersebut read more pagi itu asap mengebul dari pawon dapur rumah mbah pertanda bahwa bude belum selesai memasak aku masih asyik bermain di halaman rumah yang penuh dengan tanaman pangan ya halaman rumah mbahku dari dulu memang digunakan untuk menanam segala macam tanaman pangan mulai dari singkong cabe jeruk dan sayur sayuran untuk lalapan bude dan pakdeku lah yang menanam memanen sampai mengolahnya tak lama bude memanggilku untuk s egera sarapan asap asap itu mulai berkurang ayo nduk ndang makan ujarnya aku yang masih asyik bermain tak menghiraukan panggilannya sampai akhirnya beliau menawariku makanan yang membuat aku menoleh sama sego tiwul gelem ora wuenak iki dikasih gula sebagai anak kecil yang suka dengan sesuatu yang manis tentu saja merespon tawaran itu tanpa melepas sandal aku masuk ke ruang makan sekaligus dapur tanah yang masih menyisakan asap bakar dari tungku ini nduk bude memberikanku sepiring tiwul berwarna cokelat yang dicampur dengan gula dan parutan kelapa sego tiwul ndang makan mau makan nasi putih ya juga ada mau makan tiwul juga bisa tanpa pikir panjang aku pun segera melahapnya suapan pertama kedua hingga akhirnya suapan terakhir rasanya manis dan gurih ternyata enak tambah bude ujarku semenjak itu aku jadi suka tiwul yang dikasih parutan kelapa dan gula bude pun memberiku sepiring tiwul gula dan parutan kelapa aku pun makan lagi namun ada yang membuatku terkejut ternyata bude dan pakdeku makan sego tiwul ditambah lauk ayam sambel dan sayur lalapan rasanya aneh melihat orang makan sego tiwul sama lauk dan sayur yang kupahami tiwul lebih enak untuk cemilan tiwul yang selalu tersaji di meja makan di masa kecil bude pakdeku juga bapakku mereka sering makan sego tiwul daripada nasi singkong bisa ditanam di halaman depan rumah mereka lebih mudah daripada harus menanam padi sampai saat ini pun setiap pulang ke rumah bude nasi tiwul selalu tersaji di meja makan selain nasi tentunya yang kemudian dicampur dengan lauk dan sayur ternyata orang dulu sangat cerdas karena tidak bergantung pada beras tetapi memanfaatkan pangan lokal yang ada sebagai orang kota aku sangat tergantung dengan beras belum disebut makan kalau belum makan nasi betapa tergantungnya diriku akan nasi mengapa pangan lokal yang dulu begitu akrab dengan generasi sebelumnya sekarang menjadi terasa asing dan tidak lagi menjadi pilihan menu utama dalam sebuah keluarga kita terbiasa menjadikan beras sebagai makanan pokok orang indonesia padahal kita punya pangan lokal lainnya yang mengandung karbohidrat lain negara lain kebiasaan dan lain pula sumber bahan pangan lokal ini kisah lainku di beda negara hidup di prancis memaksa makan selain nasi suatu ketika di musim dingin sepulangnya kuliah aku berjalan kaki menuju resto kampus aku tidak sempat memasak untuk bekal makan siang jadi makan siang kali ini di resto kampus sesampainya di sana antrian cukup ramai aku mengambil makanan pembuka dulu kemudian aku berdiri di depan menu makanan utama mataku memperhatikan satu per satu sajian di depanku petugas menunggu sambil memperhatikanku ada mashed potato ayam ikan kuah krim sayur tumis aku bertanya apa tidak ada nasi dia menjawab tidak ada mau tidak mau aku mengambil mashed potato ikan kuah krim dan sayur tumis menu makan siang di resto kampus dok pribadi aku pun mencari tempat duduk kosong aku pesimis bisa nggak ya makan tanpa nasi makan selesai dan aku kembali ke kampus rupanya sampai pulang kuliah pukul 5 sore aku justru kuat menahan cuaca musim dingin dan tidak cepat lapar wow ternyata dengan pola makan mengikuti orang lokal justru tubuhku bisa bertahan dari cuaca dingin aku sadar bahwa setiap masyarakat punya kebiasaan pangan yang dipengaruhi kondisi alam budaya dan ketersediaan bahan pangan semenjak itu mindsetku berubah makanan pokok itu tidak harus nasi jika tidak ada nasi sumber karbohidrat lainnya seperti roti kentang singkong ubi roti dan lain lain bisa menjadi alternatif pengganti nasi yang tergantung dengan daerah masing masing tentunya lauk dan sayur tetap menjadi pendamping karbohidrat dari gambut ke meja makan apa hubungan lingkungan dan pangan kenapa beras bisa menjadi makanan pokok indonesia awalnya orang indonesia zaman dulu sebelum beras menjadi makanan pokok indonesia masyarakat lokal banyak mengonsumsi sumber karbohidrat lain seperti sagu umbi umbian dan jagung bukan beras roti apalagi gandum ya karena memang tanahnya indonesia lebih cocok dengan tanaman pangan tropis dan beras sendiri berasal dari tiongkok yang dibawa ke indonesia saat pedagang dari tiongkok dan india datang ke indonesia sekitar 2000 tahun silam pada masa kerajaan hindu buddha beras menjadi makanan kaum bangsawan dan raja kemudian ketika masa orde baru soeharto menggalakkan program pencetakan sawah baru hingga ke timur indonesia hingga mencapai swasembada beras 1984 meski setelah itu indonesia gagal mempertahankan swasembada beras indonesia terus mengimpor hingga tahun 2025 dari tahun 2025 hingga saat ini indonesia memang tidak lagi impor beras dalam jumlah besar menurut badan pangan nasional stok beras nasional masih cukup hingga 10 8 bulan mendatang hutan gambut rusak rawan terhadap karhutla masalahnya yang jadi polemik adalah sejak kasus cetak sawah di beberapa wilayah di timur indonesia khususnya merauke papua telah menghilangkan hutan tempat masyarakat mencari sumber pangan lokal masyarakat tidak lagi makan sumber pangan lokal mereka seperti sagu dan tidak lagi berburu tetapi mengonsumsi beras yang harus mereka beli di tahun 2022 hutan hutan yang hilang untuk proyek ambisius food estate itu seluas hampir 3 000 hektare atau setara 4 207 lapangan bola di kalimantan tengah lahan food estate terbengkalai dan selalu terbakar saat ini merauke papua selatan yang juga terdapat proyek food estate and energy pun mengalami kebakaran hutan di kalimantan tengah lahan untuk food estat e itu dibangun di atas tanah eks plg proyek pengembangan lahan gambut saat ini banyak hutan gambut rusak untuk pembukaan lahan perkebunan baru kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kalimantan barat kalimantan tengah kalimantan selatan riau dan papua selatan saat ini sebagian besar berupa lahan gambut yang sudah dikeringkan akibat kanalisasi untuk ditanami tanaman perkebunan api menjadi susah dipadamkan karena terperangkap di lapisan bawah tanah gambut kanalisasi pada lahan gambut menurut kak yoga dari pantau gambut saat aku mengikuti webinar eco blogger squad yang berjudul dari gambut ke meja makan kaitan karhutla biodiversitas dan pangan kanalisasi berlebihan telah merusak daya dukung hidrologis gambut di mana kanalisasi dilakukan setelah pembukaan lahan kandungan air yang ada dalam tanah gambut akan keluar menuju ke kanal hingga membuat tanah gambut kering rusak dan rawan terjadi kebakaran kondisi gambut yang sudah rusak dan rawan kebakaran itu diperparah lagi dengan kondisi el nino dari total 24 2 juta hektar kesatuan hidrologis gambut khg di indonesia sekitar 16 4 juta hektar diklasifikasikan memiliki kerentanan kebakaran tingkat tinggi hingga sedang peatland fire alert 2023 sekitar 43 kira kira 10 3 juta hektar diklasifikasikan memiliki kerentanan banjir tingkat tinggi hingga sedang drowned peatland 2025 beberapa kali petani mencoba menanam padi dengan bibit varietas yang diberikan pemerintah di tanah gambut selalu gagal karena tanah yang selalu banjir dampak kerusakan lahan gambut pada ekosistem hutan gambut itu penyimpan karbon raksasa untuk mencegah krisis iklim saat hujan lahan gambut menjadi pengatur tata air yang menyerap air hujan dalam jumlah besar dan melepaskannya secara perlahan saat kemarau dengan begitu di sekitar lahan gambut tidak akan mengalami kebanjiran saat musim hujan dan tidak mengalami kekeringan dan kebakaran hutan saat musim kemarau sayangnya banyak lahan gambut yang rusak dan berdampak buruk bagi ekosistem kanalisasi atau pengeringan secara besar besaran merusak biodiversitas tanah dan flora fauna memicu degradasi serta kebakaran gambut juga menjadi ekosistem bagi berbagai spesies unik yang terancam punah seperti orangutan dan harimau masyarakat lokal menggantungkan hidupnya pada lahan gambut seperti untuk aktivitas perikanan hasil hutan non kayu dan pertanian masyarakat lokal yang dikelola secara bijak lahan gambut memiliki lapisan mineral pirit fes2 saat masih terendam air pirit tidak akan memberikan dampak bagi sekelilingnya tapi ketika terjadi kanalisasi dimana air gambut mengalir ke kanal yang dibuat manusia lahan gambut menjadi kering saat itu mineral pirit akan teroksidasi atau bersentuhan dengan oksigen oksidasi pirit ini akan menghasilkan asam sulfat dan asam sulfida membuat tanah menjadi asam dengan ph 2 3 tanah yang asam ini ikut larut ke kanal dan sungai besar sehingga air menjadi lebih asam dan tanaman serta binatang di sungai bisa keracunan konversi lahan gambut menjadi perkebunan dapat menghilangkan vegetasi alami habitat satwa memperparah emisi karbon dan menghilangkan mikroorganisme dalam tanah hingga kesuburan tanah berkurang satwa liar seperti orang utan kehilangan habitatnya kadang mereka memasuki perkampungan tidak sedikit juga kesehatan satwa liar terganggu karena asap kebakaran belum lagi asap kebakaran berdampak bagi kesehatan masyarakat masyarakat bahkan anak kecil yang mengalami ispa infeksi saluran pernafasan atas aktivitas masyarakat terhambat karena asap tidak bisa sekolah dan bekerja tumbuhan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan obat juga berpotensi hilang karena gambut terbakar gambut itu bukan lahan kosong yang tidak punya manfaat justru lahan gambut menjadi ekosistem penopang kehidupan dan memiliki fungsi ekologis penting menjaga biodiversitas menjaga ketersediaan pangan lahan gambut menjadi habitat biodiversitas atau keanekaragaman hayati ketika lahan gambut rusak maka flora dan fauna pun hilang padahal flora dan fauna tak hanya penting bagi ekosistem lainnya tetapi juga keberlangsungan hidup manusia beberapa jenis tanaman pangan di lahan gambut yang bisa tumbuh seperti sagu padi dengan varietas lokal jagung dan kedelai ubi talas nanas tanaman tersebut cocok tumbuh di ekosistem rawa gambut yang memiliki tingkat keasaman tinggi mampu beradaptasi pada lingkungan basah tanpa merusak kondisi lahan menjaga biodiversitas di tanah gambut bisa dilakukan dengan pengelolaan tanaman gambut yang ramah gambut agar kelestariannya terjaga misalnya dengan pengaturan tata air tanpa harus mengurangi kandungan air dalam tanah koreksi keasaman dan hara dan sistem paludikultur tanpa melakukan pengeringan dengan pengelolaan penanaman yang sesuai ketersediaan pangan akan tetap terjaga dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri ketika lahan gambut rusak maka ketersediaan pangan pun berkurang contohnya ketika di merauke adanya proyek food and energy estate yang mengalihfungsikan hutan gambut menjadi perkebunan membuat masyarakat kehilangan sumber pangan lokal dari hutan tersebut dulu mereka biasa makan sagu ketika hutan terbabat habis tanaman sagu berkurang mereka pun beralih dari sagu ke beras banyak kejadian anak anak mengalami gizi buruk dan stunting di papua karena tidak cukup asupan gizi akibat pembabatan hutan yang menjadi sumber pangan lokal mereka tanpa sadar gastrokolonialisme terjadi di negeri ini gastrokolonialisme adalah bentuk penjajahan atau dominasi lewat sistem pangan di mana kekuatan korporasi besar atau sistem global merusak dan mengikis pola makan serta budaya pangan lokal la...
|