Meta tags:
description= Wahah di Sahara Materialisme;
Headings (most frequently used words):
buah, 2015, pir, dan, ibu, april, yang, bagi, hamil, anak, dapat, 17, akal, wahyu, akan, hati, khasiat, menurut, hadist, dalam, agama, nikmat, februari, top, bermanfaat, kesehatan, karena, untuk, rupawan, dengan, penyakit, oase, iman, menjaga, kesabaran, burhan, tamanu, cahaya, kibr, sombong, angkuh, dua, jalan, menuju, syukur, vs, kufur, argumen, keteraturan, maret, 27, perjanjian, eksistensial, epistemologi, blog, stats, komentar, terbaru, kategori, tulisan, terakhir, posts, clicks, blogroll, site, unggul, meta, arsip, tidak, hanya, jasmani, tapi, juga, memiliki, ruhani, dilahirkannya, sebagaimana, rasulullah, saw, makanlah, itu, membuat, terang, penglihatan, menumbuhkan, rasa, cinta, di, berikanlah, ini, kepada, sedang, mengandung, mempercantik, kalian, berikut, beberapa, manfaat, hadits, bersumber, dari, buku, panduan, muslim, sima, mikhbar, keelokan, rupa, si, disebabkan, oleh, dimakan, ayahnya, jika, diberikan, maka, menghasilkan, memakan, membuahkan, akhlak, baik, kekuatan, jantung, kebersihan, lambung, keberanian, wajah, bayi, membersihkan, izin, allah, menyembuhkan, fh, ss, feeds,
Text of the page (most frequently used words):
dan (621), yang (328), dalam (202), tuhan (169), agama (155), tidak (137), ini (136), manusia (133), dari (132), #dengan (128), akal (125), adalah (105), mereka (85), orang (81), pada (75), itu (63), makrifat (61), juga (61), ilmu (59), maka (56), kepada (55), bahwa (51), tersebut (51), hal (48), untuk (45), wahyu (44), akan (44), serta (44), nikmat (42), sebab (41), kami (39), dapat (38), oleh (37), lain (37), karena (37), dia (37), berkata (36), seperti (35), pengetahuan (35), tentang (35), ayat (34), masalah (33), filsafat (32), atau (32), kita (32), nabi (32), hakikat (32), kamu (32), epistemologi (31), kibr (31), terhadap (30), secara (30), syariat (30), memiliki (29), pandangan (29), merupakan (28), terdapat (27), nya (27), sifat (27), suatu (26), jika (26), bagi (25), hanya (25), ada (24), jalan (24), mempunyai (23), bentuk (23), sehingga (23), dimana (23), proposisi (23), alam (23), tetapi (22), satu (22), antara (22), sendiri (22), atas (22), lainnya (22), iman (21), diri (21), seluruh (21), yakni (21), definisi (21), argumen (20), sebagai (20), para (20), disebut (20), allah (20), keteraturan (19), pembahasan (19), kitab (19), sebagaimana (19), fitrah (19), sabar (19), menjadi (18), sesungguhnya (18), hubungan (18), benar (18), bisa (17), dua (17), sesuatu (17), maujud (17), suci (17), apakah (17), ketika (17), dirinya (17), syukur (16), lebih (16), semua (16), memberi (16), apa (16), degan (16), buah (15), kedua (15), bermakna (15), melihat (15), anak (15), filosof (15), tinggi (15), metode (14), sangat (14), sesuai (14), wujud (14), hamba (14), qur (14), tabiat (14), hikmah (14), tingkatan (14), 2015 (13), burhan (13), kesabaran (13), adapun (13), terkadang (13), setiap (13), kata (13), sama (13), seorang (13), hati (13), paling (13), masyarakat (13), hakiki (13), cara (13), taqlid (13), islam (12), kufur (12), pir (12), ibu (12), akhlak (12), kondisi (12), telah (12), keyakinan (12), salah (12), teks (12), pemimpin (12), khusus (12), pertama (12), menerima (12), bukan (12), kecenderungan (12), kemungkinan (12), hawa (12), hukum (11), berhubungan (11), tapi (11), istilah (11), prinsip (11), sebagian (11), baik (11), bagian (11), derajat (11), aku (11), perbuatan (11), memandang (11), mampu (11), argumentasi (11), materi (10), kehidupan (10), dasar (10), menjelaskan (10), pertanyaan (10), memberikan (10), posted (10), makkawaru (10), add (10), comment (10), mitsaq (10), ibrahim (10), imam (10), lagi (10), mengikuti (10), cahaya (9), perjanjian (9), sombong (9), menurut (9), tanpa (9), subyek (9), harus (9), batasan (9), pemahaman (9), kalam (9), memahami (9), mana (9), hadits (9), jadi (9), menyaksikan (9), demikian (9), pencipta (9), kesempurnaan (9), maha (9), iradah (9), menahan (9), kontradiksi (9), diantara (9), tak (9), kemampuan (9), nafsu (9), petunjuk (9), kelompok (9), berhadapan (9), april (8), teologi (8), lewat (8), sumber (8), diketahui (8), keterikatan (8), penjelasan (8), banyak (8), sunnah (8), pengertian (8), makna (8), semuanya (8), berbicara (8), realitas (8), kesesuaian (8), eksistensi (8), berbagai (8), rububiah (8), wadah (8), mengambil (8), kafir (8), bahkan (8), ciptaan (8), mendapatkan (8), kebaikan (8), dunia (8), praktis (8), teoritis (8), premis (8), mencegah (8), kebenaran (8), saw (8), hamil (7), sampai (7), qalbu (7), ulama (7), perkara (7), individu (7), samping (7), beragam (7), berbeda (7), hidayah (7), perlu (7), berkaitan (7), bersifat (7), jenis (7), muncul (7), mengetahui (7), adanya (7), engkau (7), selain (7), isykalan (7), keberadaan (7), tujuan (7), fenomena (7), pikiran (7), jld (7), perkataan (7), keduanya (7), dalil (7), pasti (7), ingin (7), rasulullah (7), kemudian (7), com (6), angkuh (6), menjaga (6), melakukan (6), jelas (6), unsur (6), mungkin (6), hakikatnya (6), jiwa (6), perbedaan (6), memperhatikan (6), cabang (6), ungkapan (6), menemukan (6), nilai (6), keadaan (6), pembagian (6), hudhuri (6), universal (6), pemilik (6), lalai (6), menyembah (6), hanyalah (6), niscaya (6), bukanlah (6), syuhudi (6), bahwasanya (6), berkesadaran (6), kuasa (6), bencana (6), syarat (6), berilmu (6), menetapkan (6), beberapa (6), ketiga (6), segala (6), bersyukur (6), buruk (6), anggota (6), ilahi (6), lisan (6), mulla (6), sadra (6), siapa (6), besar (6), ibnu (6), berpandangan (6), padanya (6), membutuhkan (6), masing (6), penyakit (6), buta (6), sekutu (6), bapak (6), komentar (5), masuk (5), saya (5), tamanu (5), tulisan (5), logika (5), sini (5), merujuk (5), contoh (5), prilaku (5), penulis (5), ucapan (5), berdasarkan (5), dipandang (5), dahulu (5), konsep (5), kedudukan (5), ketaatan (5), sangatlah (5), namun (5), esensi (5), berusaha (5), menjawab (5), mental (5), misalnya (5), dibagi (5), batin (5), makhluk (5), tasyri (5), mengapa (5), memperoleh (5), hari (5), berasal (5), seseorang (5), badan (5), termasuk (5), rahmat (5), riwayat (5), muatan (5), berikut (5), supaya (5), din (5), sina (5), macam (5), kebahagiaan (5), batil (5), menggunakan (5), pekerjaan (5), takabbur (5), surga (5), akalnya (5), katakanlah (5), wordpress (4), oase (4), punya (4), penuh (4), 2014 (4), budaya (4), eksistensial (4), pemikiran (4), berita (4), tarbiyah (4), kekhususan (4), senantiasa (4), saja (4), yaitu (4), dihasilkan (4), mutlak (4), kepercayaan (4), ruh (4), baginya (4), dengannya (4), dasarnya (4), penting (4), bantuan (4), rukun (4), digunakan (4), ahli (4), dijelaskan (4), bahasa (4), defenisi (4), luas (4), ataukah (4), umum (4), rasional (4), dibahas (4), eksperimen (4), tetap (4), serupa (4), jelaslah (4), utama (4), darinya (4), tinjauan (4), konsepsi (4), dikatakan (4), hushuli (4), mahiyah (4), wilayah (4), rasul (4), kehambaan (4), mata (4), rabt (4), penyaksian (4), syuhud (4), fase (4), tauhid (4), menegaskan (4), terbatas (4), nazhm (4), pelaku (4), bijak (4), mustahil (4), menjalankan (4), sisi (4), beriman (4), cinta (4), lidah (4), shadiq (4), dimensi (4), barang (4), artinya (4), tiga (4), berakal (4), meyakini (4), menilai (4), kejujuran (4), konteks (4), mengingkari (4), undang (4), mencapai (4), lahiriah (4), quran (4), isfahani (4), tentu (4), ibid (4), berpikir (4), berargumen (4), meskipun (4), rendah (4), menuju (4), mengajak (4), ajaran (4), kontemplasi (4), hidup (4), menjauhkan (4), makan (4), bersabda (4), irfan (4), wahai (4), beliau (4), kekurangan (4), berkenan (4), rasio (4), baqarah (4), manpaat (4), berhala (4), kepala (4), materialisme (4), situs (3), wajib (3), langganan (3), lihat (3), puncak (3), blog (3), februari (3), info (3), syiah (3), khasiat (3), wacana (3), tafsir (3), percikan (3), kategori (3), politik (3), diperoleh (3), bergantung (3), final (3), bawah (3), akhirnya (3), saat (3), uraian (3), pertentangan (3), identik (3), pembawa (3), sekumpulan (3), beda (3), isyaratkan (3), konklusi (3), kritikan (3), mendefinisikan (3), diutarakan (3), tersendiri (3), terlebih (3), didefenisikan (3), arab (3), balasan (3), meliputi (3), disaksikan (3), fisika (3), kekuatan (3), topik (3), apesteriori (3), selanjutnya (3), sekali (3), pembenaran (3), diterima (3), sesudah (3), non (3), filosofis (3), turunnya (3), ikhtiar (3), sang (3), takwini (3), luar (3), huduri (3), kecuali (3), saksi (3), syahid (3), arah (3), kesaksian (3), filsafatnya (3), murni (3), bersaksi (3), surah (3), adam (3), keturunan (3), bukankah (3), agar (3), nenek (3), datang (3), sesat (3), dilakukan (3), wajibul (3), kebutuhan (3), bumi (3), sebuah (3), mengkonsepsi (3), dibutuhkan (3), diberikan (3), kepadanya (3), nafsunya (3), sedikit (3), hidupnya (3), tahu (3), begitu (3), menyembunyikan (3), tanah (3), diharamkan (3), dar (3), sebelumnya (3), penghalang (3), dosa (3), maksiat (3), ali (3), janganlah (3), pesan (3), bertentangan (3), manfaat (3), jilid (3), membangun (3), saling (3), ushul (3), terjadi (3), tindakan (3), keadilan (3), kesulitan (3), ditetapkan (3), thusi (3), jujur (3), kebenarannya (3), husn (3), qubh (3), aql (3), diturunkan (3), pengamalannya (3), tuhannya (3), batas (3), potensi (3), mustafad (3), kaum (3), lahir (3), mendalami (3), panca (3), indera (3), langit (3), berbentuk (3), logis (3), instink (3), penyembahan (3), membawa (3), penciptaan (3), penciptanya (3), sibuk (3), kehilangan (3), menghilangkan (3), beserta (3), akhirat (3), maqam (3), mengandung (3), hingga (3), dipenuhi (3), jauh (3), layak (3), membersihkan (3), syamsunar (3), demi (3), terhindar (3), duduk (3), kafi (3), dikarenakan (3), profesi (3), sabda (3), merasa (3), firman (3), diantaranya (3), wali (3), perintah (3), keluar (3), abu (3), abdillah (3), anwâr (3), namrud (3), barat (3), dzalim (3), mudharat (3), padamu (3), batu (3), pernah (3), tradisi (3), denganmu (3), asumsi (3), diasumsikan (3), terjadinya (3), musibah (3), keimanan (3), nama (2), berlangganan (2), sudah (2), akun (2), maret (2), feed (2), top (2), posts (2), terakhir (2), fikh (2), pencarian (2), dipengaruhi (2), faktor (2), kemasyarakatan (2), selalu (2), berupa (2), tertentu (2), mukmin (2), itupun (2), disertai (2), menyebabkan (2), maklumat (2), berada (2), karenanya (2), berubah (2), itulah (2), keberanian (2), landasan (2), membawakan (2), kembali (2), lafzhi (2), equivocal (2), maksud (2), sejarah (2), ungkapannya (2), pengertiannya (2), pernyataan (2), tangan (2), bertujuan (2), naskah (2), sementara (2), nisbah (2), bermaksud (2), zaman (2), batasannya (2), ideologi (2), sedemikian (2), dipredikasikan (2), diambil (2), philosophy (2), global (2), statmen (2), poin (2), pengingkaran (2), disiplin (2), telaah (2), tasdik (2), golongan (2), apriori (2), membicarakan (2), predikat (2), kualitas (2), sebelum (2), disebutkan (2), bahasan (2), penyingkapan (2), jelasnya (2), 172 (2), 173 (2), relasi (2), penglihatan (2), janji (2), kontrak (2), hubungannya (2), irfani (2), menjadikan (2), berjanji (2), wujudi (2), kandungan (2), kenyataan (2), raf (2), ingatlah (2), tuhanmu (2), mengeluarkan (2), berfirman (2), lakukan (2), kiamat (2), mengatakan (2), moyang (2), sedang (2), setelah (2), hak (2), fitri (2), teolog (2), keesaan (2), risalah (2), timbul (2), perhitungan (2), menghukumi (2), kemestian (2), jawaban (2), membuktikan (2), berarti (2), dimiliki (2), sistem (2), kokoh (2), menafsirkan (2), menguraikan (2), dimaksud (2), majemuk (2), menghasilkan (2), penggunaan (2), mestinya (2), menggunakannya (2), keinginan (2), gelap (2), kehidupannya (2), pengaruh (2), menutupi (2), dibawah (2), radzilah (2), berbuat (2), kehendak (2), dianjurkan (2), tanda (2), pula (2), amali (2), memutuskan (2), pemberian (2), memuji (2), dzikir (2), amirul (2), mukminin (2), kepadamu (2), menolak (2), kuat (2), teori (2), teorinya (2), bertolak (2), belakang (2), menyalahi (2), agamanya (2), sedikitpun (2), asfar (2), diakhir (2), fiqih (2), rasionalitas (2), keburukan (2), kezaliman (2), dinafikan (2), nasiruddin (2), keabsahan (2), bohong (2), mulia (2), belum (2), dipertanyakan (2), syarh (2), mengutus (2), umat (2), menciptakan (2), partikular (2), mendetail (2), menentukan (2), ditentukan (2), beragama (2), kasih (2), bagaimana (2), diluar (2), berpijak (2), pandangannya (2), pengaturan (2), etika (2), didasarkan (2), farabi (2), muslimin (2), berupaya (2), argumentatif (2), karya (2), ketidaksempurnaan (2), sejenis (2), didapatkan (2), pilar (2), ayatullah (2), jawadi (2), amuli (2), spiritual (2), gaib (2), ragib (2), isyarat (2), cepat (2), membentuk (2), samawi (2), maksudkan (2), disini (2), berfungsi (2), doktrin (2), dikenal (2), jadid (2), beramal (2), mesti (2), masih (2), bermacam (2), kalimat (2), dihubungkan (2), segi (2), bertadabbur (2), kerinduan (2), inilah (2), diciptakan (2), diletakkan (2), muthahari (2), berkeinginan (2), watak (2), kebanyakan (2), kesibukan (2), harapan (2), merasakan (2), murtadha (2), pengenalan (2), mengenai (2), leksikal (2), mengangkat (2), menyelesaikan (2), ketakutan (2), maupun (2), sebaliknya (2), keseluruhan (2), arti (2), pengamalan (2), praktek (2), bab (2), menguji (2), sejauh (2), sedangkan (2), pensucian (2), nafs (2), jalal (2), jamal (2), mukasyafah (2), terbuka (2), perjalanan (2), rasa (2), disaksikannya (2), membawanya (2), kekuasaan (2), bersandar (2), perenungan (2), kaidah (2), pencapaian (2), apabila (2), pendekatan (2), murka (2), haruslah (2), takut (2), wasail (2), diatas (2), mengerjakan (2), rumah (2), mestilah (2), terlepas (2), sosial (2), bangga (2), atribut (2), padahal (2), kotoran (2), nutfah (2), bangkai (2), dikalangan (2), fuqaha (2), tertinggi (2), perbuatannya (2), malaikat (2), kesombongan (2), dewasa (2), ketidakberpunyaan (2), mahakaya (2), model (2), ilahiah (2), manifestasi (2), mazhar (2), fiqh (2), dokter (2), wajah (2), sungguh (2), bertanya (2), rendahnya (2), ilhad (2), bertingkat (2), tingkat (2), kejiwaan (2), superior (2), ujub (2), perasaan (2), dinamakan (2), hatinya (2), menjauhi (2), akidah (2), sumin (2), parameter (2), rahman (2), juz (2), mau (2), pihak (2), kegelapan (2), menghidupkan (2), mematikan (2), memerintahkan (2), biarkan (2), matahari (2), ufuk (2), timur (2), berdalil (2), kelemahan (2), diperbuat (2), sehat (2), membuat (2), siapakah (2), zalim (2), keras (2), sungai (2), melarang (2), dicela (2), mendapati (2), ummah (2), mendapat (2), kaya (2), peninggalan (2), empirisme (2), terkalahkannya (2), ketidakmampuan (2), satupun (2), menghadapi (2), rumusan (2), islaminesia (2), pintu (2), kehancuran (2), kejatuhan (2), gerakan (2), insani (2), keruntuhan (2), ashr (2), nasehat (2), menasehati (2), jasad (2), bersabar (2), shalat (2), bermanfaat (2), rupawan (2), bayi (2), kesehatan (2), hadist (2), asam (2), vitamin (2), wahah (2), sahara (2), mulai, rancang, web, surel, tulis, memuat, ciutkan, bilah, kelola, pembaca, laporkan, isi, daftar, privasi, login, sekarang, daftarkan, feeds, september, oktober, november, desember, arsip, apr, juni, 2026, entri, buat, meta, wisdoms, for, all, islat, bentara, hujjatiyah, site, unggul, tasnim, ressay, isyraq, gain, sunni, bayt, samantho, blogroll, clicks, hadistisla, judul, sufistik, religi, terbaru, 287, hits, stats, search, older, antaranya, bergerak, menyempurna, melemah, menipis, psikologi, loyalitas, penelitian, pribadi, dinisbahkan, terhadapnya, yaqînî, dikategorikan, lahirnya, inipun, dampak, ketertarikan, keindahan, radius, pancarannya, tertolak, fanatisme, nasionalisme, ekstrim, bangsa, person, amal, menyatu, koridor, areal, disucikan, melahirkan, keperkasaan, kecintaan, kejelasan, pemisahan, dikeluarkan, fokus, sekelumit, terlalu, urgen, dipermasalahkan, unitas, aman, kerancauan, musytarak, media, qabz, basth, teorik, mendefenisikan, bergam, kesempatan, menyebutkannya, pilihan, mencampur, adukkan, menberitakan, mengisahkan, memberitakan, diberitakan, menedefinisikan, tersamar, isytarâk, dimutlakkan, turun, diisyaratkan, diungkapkan, dîn, tunduk, menyerah, lughah, kosa, memecahkan, terpaksa, peristilahan, sulit, materialis, marxisme, terbatasnya, menghimpun, individunya, problem, mendasar, berasaskan, seputar, konklusinya, terhitung, dihitung, pembahasannya, ilâhiyyât, bil, akhash, ketuhanan, berkenaan, pengelompokan, dikelompokkan, membahas, energi, gerak, sebagainya, kimia, diteliti, physics, ditelaah, didalamnya, filsfat, science, dikaji, aspek, kesejarahan, pembuktian, pembatilan, kevertikalan, kesejajarannya, mate, matika, ataupun, ilmuan, bahan, kajian, kebalikan, merealitas, mengaktualnya, subyeknya, totalitas, tipe, kognisi, kenonmaterian, kematerian, kesatuan, âlim, lûm, teraktual, tema, ontologi, pengkaji, kesejarahannya, representasi, aksiden, aksidennya, karakteristik, sepatutnya, merealisasikan, inya, lanjutan, urgensi, dzat, penegak, pemancar, keberadaannya, berikrar, huwiyyah, transaksi, terjalin, kendatipun, medannya, memunculkan, permasalahan, digagas, medan, teologis, saksikanlah, kehambaanmu, penyaksiannya, terminologi, keeksistensian, tahunya, dzatnya, kapada, fakir, asyhadahum, alâ, anfusihim, tempat, mempersaksikan, ubidiyah, menjalin, komitmen, gambaran, kehambaannya, berbunyi, sulbi, cucu, seraya, betul, lengah, mempersekutukan, sejak, membinasakan, tibari, muwahhid, bertauhid, taat, kontemporer, ayatollah, jawady, amuly, menggambarkan, lupa, berapologi, mempertuhankan, memang, penetapan, sempurna, sarmadi, kebetulan, esensialnya, alim, maksimal, mengestimasi, menjamin, mendatang, mengadakan, menakjubkan, efek, nomor, topan, banjir, gempa, kausalitas, kebertujuan, anggaplah, kejadian, teratur, klaim, david, hume, empiris, semesta, menyatakan, ilmiah, mukadimah, mudahnya, berlaku, lapisan, memperjelas, keharmonisan, terarahkan, digolongkan, mmiliki, perhatian, mengatur, kebutuhannya, menjalani, atsar, mengingkarinya, bermkna, benih, gelapnya, malam, ditutupinya, sihah, jauhari, maddah, kufr, biasa, berprilaku, keagungan, alqur, bah, rabbani, tua, mlihat, pendengaran, kaki, kalau, pelakunya, derajatnya, diajak, khusyu, kebesaran, mmperhatikan, melewatinya, brsyukur, membiasakan, mengucapkan, kebiasaan, terpuji, sekedar, bertasbih, bentuknya, apapun, langgengnya, maknawi, memperbanyak, menambahkan, ketiadaan, dosanya, rezki, bihar, 349, memutuskannya, tambahkan, atasnya, azab, pedih, disimpulkan, membela, gagasan, bawakan, berbenturan, binasa, berkeyakinan, korelasi, perkataannya, dianut, 205, 303, tinjau, menyajikan, pendiri, muta, aliyah, mencerminkan, timbal, balik, semaksimal, kesucian, berlawanan, mazhab, syi, itsna, asyariyah, belas, pulalah, menganugrahkan, inner, timbangan, buruknya, salahnya, balas, budi, menolong, kemiskinan, menganiaya, merampas, milik, menunjukkan, kebohongan, keputusan, khojah, mizan, tertegaskan, erat, dusta, tidaklah, hasil, dipercayai, hatta, nashir, 423, kasyf, murad, tajrid, tiqad, berujung, detail, menjawabnya, terperinci, penentuan, dibebankan, kehadiran, berterima, kemana, meninggal, bertemu, dijawab, tanggung, jawab, membagi, negara, keluarga, teoritisnya, rincian, rasaail, tabi, iyyaah, khulqiyyah, manziliyyah, madaniyyah, amaliyyah, empat, malakah, aktual, actual, aktif, diragukan, hampir, pengajaran, kindi, 185, terlibat, penerjemahan, tokoh, menerangkan, pemecahannya, penafsiran, wil, dilanjutkan, diteruskan, 241, syenosi, terbentuknya, sayyid, mahdi, darsnom, ulumul, literal, akar, bersandi, berkinayah, 858, mufradat, fâz, dipisahkan, nantinya, substansi, zat, badihi, gamblang, faktual, khusro, panoh, bertindak, beretika, dicerapnya, tiada, ontology, dikerjakannya, pantas, dilakukannya, awal, penciptaannya, sajjadi, 496, farhang, ulum, falsafah, tadabbur, leksikalnya, membedakan, baru, dilahirkan, kesadaran, nyata, disadarinya, agung, dekat, mensucikannya, mencintai, sederhana, berkecenderungan, barulah, mengomentari, kefitrahan, tatanan, otomatis, pengatur, perkasa, muthahhari, 934, majmu, âtsa, alami, potensinya, perantara, membenarkan, sistim, istilahnya, mendasari, kedamaian, kemenangan, malakuti, membantu, problematika, kematian, abadi, mendekatkan, mengesakan, menegakkan, pengasih, rangka, menyampaikan, mengaktualkan, kedekatan, utuh, dijabarkan, 111, diwahyukan, persoalan, yakin, seluruhnya, bercampur, ajarannya, percampuran, syari, ayeneh, rifat, penyerahan, rangkaian, penganutnya, kristen, yahudi, hindu, budha, tao, konghucu, manakah, dibuktikan, bersesuaian, reza, shadeqi, omad, bar, kalâm, ditinjau, mengenal, husuli, dijalani, pembersihan, pendisiplinan, kedalaman, batinnya, musyahadah, kalbu, katagori, bersih, duniawi, ditempuh, tahdzib, dihadapannya, mengantarkannya, penemuan, pengamatan, dicapai, tersedia, pembuktikan, bermateri, beranak, mengindentifikasi, meraih, sebanyak, nafas, meninjau, mencakup, selamat, terlanjur, terkena, virus, berbahayanya, segeralah, mengobatinya, menimpa, nasihat, sahabatnya, jauhilah, jubah, menentang, membinasakannya, menghinakannya, 300, semoga, terjauhkan, teladan, tawadhu, abbas, mengikat, domba, memenuhi, undangan, sahaya, sabdanya, makrimul, sehari, menyapu, halaman, belanja, dipasar, rakyat, salam, mengantar, kesekolah, selokan, antrian, mengobati, sudut, pandang, kedudukannya, mengizinkannya, lakukannya, berbahaya, menyenangkanku, tangannya, menggembirakan, keluarganya, terapi, bersikap, kelak, kerendahan, kehinaan, dijadikan, semut, lemah, menginjak, injaknya, selesai, lingkungan, status, banyaknya, kekayaan, popularitas, berbangga, menyombongkan, iktibari, peroleh, waktu, betapa, tadinya, dieluk, elukkan, jabatannya, kekayaannya, tercampakkan, sampah, coba, renungkan, bersama, pemikul, heran, awalnya, tai, lantas, 234, biharul, anwar, biasanya, otoritas, ditanya, amalan, mempersempit, pintunya, lebar, doa, mendahului, kalangan, yaqin, logikal, kenabian, cukup, mengobral, ubahnya, kecil, pelik, sekiranya, mabda, maad, ala, imkan, faqri, kebergantungan, lainya, identitasnya, kefakiran, sebagamana, fuqaraa, mahaterpuji, malah, sebentuk, meremehkan, berimplikasi, tentunya, peremehan, kulit, umumnya, layaknya, binatang, ternak, minum, berketurunan, profesinya, tasauf, kerja, sepeti, insinyur, ekonom, budayawan, seniman, semacam, merekalah, dimuliakan, diagungkan, kaca, memalingkan, berjalan, tdk, menyukai, membanggakan, luqman, sahabat, jakfar, berpaling, mulhid, ateis, 309, boleh, penguasa, zhalim, menyusul, utusan, maksum, berikutnya, larangan, kemuliaan, disisi, guru, orangtua, sipemiliknya, khomeni, ghalibnya, mengira, kelebihan, keutamaan, puas, internal, berangkat, serba, muncullah, chel, keangkuhan, sebesar, biji, bayam, 307, penekanan, kontribusi, lapangan, yunus, 100, pahami, anugerah, termulia, kebaikannya, disembah, jinan, jamaknya, diusahakan, saww, tegaknya, barkata, kâfi, mencahayai, sehatnya, akhir, luasnya, proporsi, seluas, membangunkan, befungsi, menundukkan, lawan, menukar, starata, dihadapi, saksikan, contohnya, 258, hidayahnya, petunjuknya, manusianya, menuruti, renungan, selamanya, kedzaliman, merubah, nasibnya, ikhtiyar, pilihannya, berhujjah, mulk, congkak, tuhanku, ucapannya, pengawalnya, narapidananya, bebaskan, dibunuhnya, menerbitkan, katakana, hakim, terbitkanlah, tinggal, terperanjat, memperlihatkan, anbiyaa, bekerja, apatah, auliya, darar, esa, menang, mari, simak, kisah, dengar, pemuda, menyebut, namanya, datangkanlah, melakukannya, bertanyalah, berbalik, menarik, pendapatnya, melupakan, baerkata, uffi, sipatnya, sipat, inderawi, permisalan, penganalogian, terbelah, mengalir, terpecah, air, terjatuh, terjerembab, takutnya, bergetar, sayang, kemanusiaan, mengikutinya, tertutup, rum, qishas, dibawa, kepentingan, cahayanya, seterang, mentari, disiang, bermega, ditolak, diabaikan, mengijabah, usulan, ketahuilah, sesatkan, penolong, kemukakan, berdasar, memperbaiki, dipungkiri, peran, jahil, keharusan, sakit, bangunan, arsitektur, belajar, fiqhi, mendalam, mujtahid, marja, bertaqlid, mencela, zukhruf, mencukupkan, dapatkan, mendatangkan, berpegang, qaryah, daerah, pengingat, melaksanakan, melanjutkan, dapati, diutus, terutama, peradaban, dikuasai, kebarat, baratan, westernisasi, furqan, dijangkau, pengalaman, empirik, bani, israil, musa, mengharapkan, pertemuan, empirisisme, menghalangi, rasionalnya, pentingnya, fungsi, menekankan, memanfaatkan, menghancurkan, mengutarakan, dicintai, pahala, hujjah, bathin, menghadaplah, menghadap, membelakanglah, membelakang, kemuliaanku, keagunganku, ciptakan, cintai, darimu, mengumpulkan, membangkitkan, bihâr
Text of the page (random words):
u merupakan kata yang tidak dapat dipisahkan dari agama agama langit sebab wahyu tuhan merupakan dasar dan prinsip yang membentuk suatu agama samawi ragib isfahani dalam menjelaskan pengertian wahyu secara literal berkata akar kata wahyu bermakna isyarat cepat oleh sebab itu setiap perbuatan yang dilakukan dengan cepat disebut wahyu dan ini bisa berbentuk ucapan bersandi dan berkinayah atau tidak dalam bentuk kata kata tapi berbentuk isyarat dari bagian anggota anggota badan atau dalam bentuk tulisan isfahani mufradat al fâz al quran hal 858 adapun wahyu menurut istilah adalah terbentuknya hubungan spiritual dan gaib pada setiap nabi ketika mendapatkan pesan pesan suci dari langit sayyid mahdi darsnom e ulumul quran hal 61 wahyu bukanlah sejenis ilmu hushuli yang didapatkan lewat mengkonsepsi alam luar dengan panca indera dan akal pikiran tetapi wahyu adalah sejenis ilmu hudhuri bahkan wahyu merupakan tingkatan ilmu huduri yang paling tinggi wahyu adalah penyaksian hakikat dimana hakikat tersebut merupakan pilar dan hubungan hakiki eksistensi manusia manusia dengan ilmu hudhuri mendapatkan hubungan eksistensi dirinya dengan tuhan dan kalam tuhan sebagaimana manusia mendapatkan dirinya sendiri ayatullah jawadi amuli din syenosi hal 241 batasan akal dan wahyu tidak diragukan bahwa akal memiliki kedudukan dalam wilayah agama yang penting dalam hal ini menentukan dan menjelaskan batasan batasan akal sebab kita meyakini bahwa hampir semua kaum muslimin berupaya dan berusaha mengambil manfaat akal dalam pengajaran agama dan penjelasan keyakinan agama secara argumentatif para filosof islam dalam hal ini juga berusaha menjelaskan batasan antara akal dan syariat hukum hukum agama al kindi lahir 185 h filosof islam pertama yang mendalami filsafat dan terlibat dalam penerjemahan karya karya filsafat adalah tokoh yang sangat memperhatikan masalah tersebut dia berupaya menerangkan kesesuaian akal dan wahyu antara filsafat dan syariat menurut keyakinan dia jika filsafat adalah ilmu yang mendalami hakikat hakikat realitas sesuatu maka mengingkari filsafat identik mengingkari hakikat sesuatu yang pada akhirnya menyebabkan ketidaksempurnaan pengetahuan oleh sebab itu tidak ada kontradiksi antara agama dan filsafat dan jika terdapat kontradiksi secara lahiriah antara wahyu dan pandangan pandangan filsafat maka cara pemecahannya adalah melakukan penafsiran dan ta wil terhadap teks teks suci agama metode ini dilanjutkan dan diteruskan oleh al farabi al farabi juga berpandangan bahwa agama dan filsafat sebagai dua sumber pengetahuan yang memiliki satu hakikat dia menafsirkan kedudukan seorang nabi dan filosof berdasarkan empat tingkatan akal teoritis akal potensi akal malakah akal aktual dan akal mustafad dimana nabi mencapai kedudukan akal mustafad tingkatan akal paling tinggi dan seorang filosof mencapai kedudukan akal actual jadi perbedaan nabi dan filosof sama dengan perbedaan kedua akal tersebut akal mustafad lebih tinggi dari akal aktif ibnu sina membagi dua filsafat yaitu filsafat teoritis dan filsafat praktis poin penting dalam pandangan ibnu sina tentang hubungan akal dan wahyu adalah pandangannya tentang dasar pembagian filsafat praktis dimana berpijak pada syariat ilahi ibnu sina berkata filsafat praktis al hikmah al amaliyyah dibagi dibagi menjadi pengaturan negara al hikmah al madaniyyah pengaturan keluarga al hikmah al manziliyyah dan akhlak atau etika al hikmah al khulqiyyah ketiga bagian ini didasarkan pada syariat tuhan dan kesempurnaan batasan batasannya dijelaskan dengan syariat serta pengamalannya sesudah manusia memperoleh pengetahuan teoritisnya terhadap undang undang dan rincian pengamalannya ibnu sina rasaail fi al hikmah wa al tabi iyyaah hal 23 24 sebagaimana kita lihat dalam perkataan ibnu sina tersebut bahwa dia memandang sumber dan dasar pembagian pembagian filsafat praktis berpijak pada syariat tuhan dan dia juga memandang bahwa batas batas kesempurnaan pembagian tersebut ditentukan oleh syariat pandangan pandangan para filosof islam tersebut menjelaskan tentang wilayah dan batasan akal terhadap wahyu dimana akal menentukan dan mendefinisikan hal hal universal yang berhubungan dengan pandangan dunia agama dan adapun hal hal yang bersifat partikular dan pengamalannya ditentukan oleh agama itu sendiri tujuan agama dan kemestian manusia untuk beragama serta penentuan agama yang benar dibebankan pada kemampuan akal akal tidak memahami masalah masalah seperti dari mana manusia datang tujuan hakiki kehadiran dia cara dia berterima kasih kepada pencipta kemana manusia setelah meninggal dan bagaimana bertemu tuhannya tetapi akal memahami bahwa pertanyaan pertanyaan ini hanya dapat dijawab oleh agama dalam pengertian khusus dan bukan tanggung jawab serta diluar kemampuan akal pikiran manusia oleh karena itu secara umum manusia menyaksikan bahwa masalah masalah tersebut merupakan batasan dan wilayah agama dan hanya agama yang mampu menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut sementara secara detail akal tidak mampu menjawabnya dengan demikian untuk memperoleh jawaban secara mendetail dan terperinci dari pertanyaan pertanyaan tersebut tak ada cara lain selain merujuk kepada agama dan syariat suci tuhan konklusi dari pembahasan ini adalah akal memiliki kemampuan dalam membangun argumentasi yang kokoh tentang pandangan dunia agama tetapi akal tak mampu memahami secara partikular dan mendetail batasan dan tujuan hakiki agama oleh sebab itu manusia harus merujuk kepada agama dan syariat wahyu yang diturunkan tuhan lewat nabi nya kesesuaian akal dan wahyu jika kita berbicara tentang segala ciptaan tuhan maka akal dan wahyu juga merupakan dua realitas ciptaan tuhan tuhan mengutus nabi nabi disertai wahyu dan agama untuk memberi hidayah umat manusia dan tuhan menciptakan akal manusia akal adalah salah satu fenomena diantara fenomena fenomena alam yang ada tuhan adalah pencipta akal dan tuhan juga merupakan sumber syariat dan agama wahyu jadi akal dan wahyu berasal dari tuhan dan berujung pada satu hakikat yang tinggi dan suci dalam teologi islam ada konsep kebaikan dan keburukan dalam timbangan akal husn wa qubh al aql artinya akal dapat menetapkan dan menilai berbagai perbuatan dan tindakan serta menghukumi baik dan buruknya atau benar dan salahnya akal menetapkan perbuatan baik seperti keadilan kejujuran balas budi menolong orang orang yang dalam kesulitan dan kemiskinan dan juga menilai perbuatan buruk seperti kezaliman menganiaya dan merampas hak dan milik orang lain dalam konteks ini akal dengan tanpa bantuan wahyu dapat menunjukkan kepada manusia mana keadilan dan kezaliman kejujuran dan kebohongan dalam hal ini juga syariat tuhan menegaskan dan memberi hidayah kepada manusia supaya tidak mengingkari keputusan akal oleh sebab itu jika husn wa qubh al aql ini dinafikan maka syariat tidak dapat ditetapkan khojah nasiruddin thusi berkata baik dan buruk dalam mizan akal husn wa qubh al aql secara mutlak tertegaskan karena keduanya berkaitan erat dalam keberadaan dan keabsahan syariat nashir al din thusi kasyf al murad fi syarh al tajrid al i tiqad hal 423 artinya jika akal tidak dapat menetapkan kebaikan dan keburukan maka syariat juga tak dapat ditetapkan karena dusta misalnya jika menurut akal tidaklah buruk maka manusia tidak bisa menilai perkataan jujur para nabi nabi as adalah baik manusia juga tidak dapat mengetahui bahwa para nabi dan rasul as pasti tidak bohong jika manusia mengetahui dari syariat bahwa para nabi pasti berkata jujur dan kejujuran adalah sifat yang mulia maka muncul masalah bahwa syariat yang belum diketahui apakah hasil dari perkataan jujur atau bohong sehingga dipercayai kejujuran dan kebenarannya yang pasti jika baik dan buruk dalam pandangan akal dinafikan maka sangat banyak hal dan masalah yang dipertanyakan keabsahan dan kebenarannya hatta syariat itu sendiri dari tinjauan tersebut di atas tidak bisa dikatakan bahwa akal dan syariat di alam realitas saling berlawanan dan kontradiksi para ulama ushul fiqih mazhab syi ah itsna asyariyah dua belas imam memiliki konsep dan pandangan dalam bentuk sebagai berikut tuhan adalah pencipta akal dan pemimpin masyarakat berakal serta dia pulalah yang menganugrahkan wahyu dan agama untuk manusia maka tidak mungkin wahyu dan agama tidak sesuai dengan akal dan jika tidak ada kesesuaian maka akan terjadi inner kontradiksi dalam ilmu tuhan oleh karena itu kita meyakini bahwa tidak terdapat kontradiksi antara akal dan wahyu dan antara rasionalitas dan agama diakhir pembahasan ini kami akan menyajikan perkataan mulla sadra salah seorang filosof besar islam dan pendiri hikmah muta aliyah dimana filsafatnya mencerminkan pengaruh timbal balik akal dan wahyu dia berusaha semaksimal mungkin membangun filsafatnya dari kekuatan akal dan kesucian wahyu jika kita tinjau hubungan antara muatan wahyu dan proposisi akal maka hubungan tersebut bisa dibagi menjadi tiga bagian muatan wahyu sesuai dengan akal muatan wahyu lebih tinggi dari akal muatan wahyu kontradiksi dengan akal menurut keyakinan mulla sadra wahyu hakiki dan pesan hakiki tuhan tidak kontradiksi dengan proposisi akal dalam tinjauan tersebut dia berkata maka kami bawakan dalil kuat yang berkaitan dengan topik ini sehingga diketahui bahwa syariat dan akal memiliki kesesuaian sebagaimana dalam hikmah hikmah lainnya dan mustahil syariat tuhan yang benar dan hukum hukum nya berbenturan dan bertentangan dengan makrifat makrifat akal dan argumentasi rasional dan binasa bagi filsafat yang teori teorinya tidak sesuai dengan kitab suci tuhan dan sunnah nabi nya mulla sadra al asfar jilid 9 hal 303 menurut mulla sadra hukum hukum agama yang penuh dengan cahaya suci tuhan mustahil bertentangan dan bertolak belakang dengan pengetahuan pengetahuan universal akal filsafat yang benar tidak mungkin teori teorinya bertentangan dengan kitab suci tuhan dan sunnah nabi nya dia berkeyakinan bahwa filsafat yang benar dan hakiki adalah filsafat yang memiliki korelasi dengan wahyu suci tuhan secara prinsip filosof yang perkataannya menyalahi agama bukanlah filosof hakiki dia berkata dan barang siapa yang agamanya bukan agama yang dianut oleh para nabi as maka pada dasarnya dia tidak mendapatkan sedikitpun bagian dari hikmah mulla sadra al asfar jilid 5 hal 205 artinya para filosof yang agamanya bukan agama para nabi as maka dia tidak mengambil manfaat sama sekali dari filsafat dari perkataan mulla sadra di atas dapat disimpulkan bahwa dia berusaha membela gagasan kesesuaian akal dan wahyu filsafat dan syariat dan menolak adanya kontradiksi diantara keduanya syukur nikmat vs kufur nikmat april 3 2015 posted by makkawaru in akhlak dan tarbiyah add a comment syukur nikmat vs kufur nikmat jika engkau bersyukur niscaya aku tambahkan nikmat ku kepadamu akan tetapi jika engkau kufur atasnya sesungguhnya azab ku sangatlah pedih qs ibrahim ayat 7 amirul mukminin ali as ketika dimensi dimensi nikmat sampai kepadamu janganlah engkau memutuskannya dengan sedikit bersyukur hikmah 13 penjelasan dalam hikmah ini amirul mukminin as menjelaskan bahwa syarat langgengnya nikmat tuhan nikmat maknawi dan materi adalah memperbanyak syukur kepada nya atas nikmat sebelumnya sebagaimana ayat al qur an menegaskan bahwa jika manusia bersyukur niscaya tuhan akan menambahkan nikmat nya kepadanya surah ibrahim ayat 7 dengan demikian jelaslah bahwasanya salah satu penghalang turunnya rahmat dan nikmat ilahi adalah kufur nikmat yakni ketiadaan syukur hamba terhadap nikmat ilahi di samping itu sebagaimana yang dijelaskan dalam berbagai riwayat penghalang lain turunnya rahmat dan nikmat tuhan adalah dosa dan maksiat yang dilakukan manusia imam shadiq as berkata seorang mukmin melakukan dosa dan karena dosanya itu maka ia tidak dapat bagian rezki bihar jld 73 hal 349 tingkatan tingkatan syukur 1 syukur lisan memuji tuhan dan bertasbih degan lidah dan lisan apa saja bentuknya dan dalam keadaan apapun dzikir memuji tuhan degan lidah disebut juga dzikir lisan membiasakan lidah mengucapkan syukur ketika mendapatkan nikmat merupakan kebiasaan terpuji degan syarat muncul dar hati yang paling dalam dan bukan sekedar ucapan ucapan lidah saja syukur qalbu memperhatikan nikmat nikmat ilahi dan memutuskan untuk bersyukur kepada tuhan yang disebut syukur qalbu dan pikiran adapun pikiran yang tidak mmperhatikan pemberian pemberian tuhan dan melewatinya degan lalai maka disebut qalbu dan pikiran yang tidak brsyukur kepada tuhan syukur jenis ini lebih tinggi derajatnya dari syukur lisan dimana manusia diajak untuk khusyu terhadap keesaan dan kebesaran tuhan syukur anggota badan tingkatan ini biasa disebut syukur perbuatan yakni anggota badan berbuat dan berprilaku sesuai degan iradah dan kehendak tuhan seperti melihat apa yg dianjurkan nya melihat tanda tanda keagungan ilahi melihat alqur an ka bah melihat ulama rabbani melihat kedua orang tua degan penuh cinta dan semua ini termasuk syukur kepada tuhan begitu pula menahan pandangan untuk tidak mlihat yang diharamkan tuhan menahan pendengaran lisan tangan dan kaki dari yang diharamkan nya jadi seluruh anggota badan yang merupakan nikmat nikmat ilahi kalau digunakan sesuai degan hukum agama maka termasuk syukur amali dan pelakunya termasuk orang orang yang bersyukur kufur nikmat salah satu dari sifat sifat buruk sifat radzilah dalam wujud manusia adalah kufur nikmat kufur bermkna menutupi dan menyembunyikan dalam bahasa disebut kafir karena menyembunyikan benih dibawah tanah kafir juga disebut sebagai gelapnya malam karena segala sesuatu ditutupinya dan seseorang juga yang tidak bersyukur kepada tuhan disebut kafir karena menutupi nikmat nikmat tuhan terhadap dirinya sihah jauhari maddah kufr sebagian manusia dalam hidupnya begitu sangat gelap sehingga mereka tidak melihat atsar pengaruh wujud tuhan dan bahkan mengingkarinya mereka ini adalah orang orang kafir mutlak murni kafir terkadang sebagian manusia memiliki sedikit sisi gelap dalam hidupnya dan bahkan melihat fenomena fenomena ciptaan tuhan dan beriman kepada nya akan tetapi mereka tidak melihat nikmat nikmat tuhan yang diberikan kepadanya dan juga mereka tidak tahu bahwa yang memberikan nikmat nikmat tersebut dalam menjalani kehidupannya semuanya berasal dari tuhan dan sebagian manusia yang lain mmiliki perhatian terhadap nikmat nikmat tuhan yang telah diberikan kepadanya dan mengetahui bahwa nikmat nikmat tersebut berasal dari tuhan dimana dia yang mengatur kebutuhan kebutuhannya akan tetapi mereka tidak menjalankan nikmat nikmat tersebut sebagaimana mestinya dan hanya menggunakannya sesuai degan keinginan hawa nafsunya tingkatan tingkatan tersebut di atas digolongkan dalam manusia kafir dimana pada tingkatan pertama disebut kufur terhadap wujud tuhan tingkatan kedua disebut kufur terhadap nikmat nikmat tuhan dan tingkatan ketiga disebut kufur dalam penggunaan nikmat nikmat nya argumen keteraturan maret 27 2015 posted by makkawaru in teologi add a comment argumen keteraturan burhan nazhm burhan keteraturan ini merupakan paling jelasnya argumen dan paling mudahnya argumen sert...
|