Meta tags:
description= Perkongsian sebuah KEINGINAN;
Headings (most frequently used words):
categories, coretan, mata, pensel, diam, yang, panjang, jalan, menuju, ukhuwwah, ayuh, tinggikan, bendera, isteri, seorang, daie, kesombongan, dan, tawakkal, recent, posts, archives, meta,
Text of the page (most frequently used words):
yang (89), dan (69), dengan (41), tidak (37), kita (35), akan (28), #bendera (27), saya (25), islam (25), untuk (24), itu (22), dalam (22), kerana (20), adalah (18), mereka (18), syahid (18), allah (17), lathifah (17), seorang (16), anak (15), imam (15), dakwah (14), ada (14), apa (14), ketika (14), kepada (14), mus (14), telah (13), juga (12), tentang (12), tawakkal (11), dari (11), jika (11), satu (11), kesombongan (10), posted (10), ini (10), ataupun (10), diri (10), mungkin (10), rumah (10), umair (10), ukhuwwah (9), hanya (9), oleh (9), sehingga (9), mula (9), lain (9), perjuangan (9), anaknya (9), kamu (9), bin (9), tentera (9), pejuang (9), 2008 (8), hati (8), maka (8), harus (8), atau (8), bahawa (7), para (7), beliau (7), pernah (7), lebih (7), sebagai (7), tak (7), orang (7), comment (6), daie (6), merasakan (6), tarbiyyah (6), bukan (6), kadang (6), bagi (6), benar (6), matapensel (6), masa (6), menjadi (6), tetap (6), menyadari (6), main (6), sebentar (6), kafir (6), perang (6), nabi (6), teman (6), seruan (5), program (5), gaya (5), bebas (5), isteri (5), pada (5), semakin (5), sebaliknya (5), mampu (5), sebuah (5), ingin (5), akhirnya (5), tanpa (5), perkara (5), antara (5), semua (5), istri (5), banna (5), suaminya (5), terjadi (5), sendiri (5), dia (5), ibn (5), kawan (5), wordpress (4), com (4), coretan (4), mata (4), pensel (4), semuanya (4), semangat (4), masuk (4), seseorang (4), tapi (4), apabila (4), baik (4), hari (4), masih (4), begitu (4), belajar (4), putus (4), asa (4), lelah (4), ikhwah (4), sama (4), cerita (4), sukses (4), kemudian (4), pendekatan (4), setelah (4), bagaimana (4), sungguh (4), kini (4), kuat (4), hasan (4), keluar (4), hal (4), hidup (4), sudah (4), pastinya (4), bersama (4), bayangkan (4), meletakkan (4), masing (4), tangan (4), level (4), perlu (4), ruang (4), this (3), log (3), blog (3), may (3), june (3), uncategorized (3), ayuh (3), tinggikan (3), panjang (3), insya (3), sombong (3), penentu (3), hidayah (3), usaha (3), lari (3), kekurangan (3), seperti (3), dapat (3), dahulu (3), sebenarnya (3), sahaja (3), meninggalkan (3), sedikit (3), bila (3), medan (3), gambaran (3), indah (3), berlaku (3), teori (3), setiap (3), tinggi (3), sunnah (3), rasulullah (3), akhwat (3), berinteraksi (3), lama (3), hilang (3), ketiga (3), ibu (3), wawasan (3), keislamannya (3), saw (3), penting (3), keluarga (3), sangat (3), sejak (3), peranan (3), amal (3), banyak (3), dirinya (3), menarik (3), bahkan (3), kalah (3), suri (3), bahwa (3), waktu (3), ramai (3), percaya (3), kisah (3), leave (3), lemah (3), kelihatan (3), daripada (3), baris (3), menyerang (3), membezakan (3), memandu (3), kiri (3), pertama (3), muhammad (3), berkata (3), uhud (3), pasukan (3), qaami (3), sambil (3), nikmat (3), ialah (3), sayang (3), memang (3), tema (3), site (2), website (2), required (2), comments (2), sign (2), subscribed (2), subscribe (2), account (2), create (2), feed (2), november (2), promosi (2), categories (2), jalan (2), menuju (2), diam (2), posts (2), hatimu (2), baru (2), kitalah (2), bukannya (2), kehebatan (2), mad (2), lagi (2), wujud (2), cahaya (2), bilik (2), berbicara (2), menulis (2), bermakna (2), terlalu (2), mendengar (2), tazkirah (2), sebab (2), itulah (2), terus (2), tarbawi (2), duduk (2), masyarakat (2), berfikir (2), melarikan (2), beramal (2), luar (2), melihat (2), yakini (2), minda (2), diajar (2), syumul (2), quran (2), melakukan (2), tempat (2), weekend (2), lepas (2), merupakan (2), rasa (2), atas (2), moga (2), kekuatan (2), membantu (2), balik (2), bernama (2), kedua (2), pensyarah (2), universitas (2), kanak (2), betapa (2), suami (2), selain (2), heran (2), dirumah (2), teguh (2), membaca (2), mempelajari (2), seputar (2), dunia (2), kecil (2), persoalan (2), merasa (2), keislaman (2), wanita (2), hatinya (2), penjara (2), akhlak (2), walau (2), sesungguhnya (2), menjalani (2), membuat (2), malam (2), kepulangan (2), rumahnya (2), mengurus (2), berdua (2), makan (2), tahu (2), mengerti (2), memutuskan (2), seluruh (2), sebelum (2), betul (2), awal (2), amanah (2), suatu (2), berdiri (2), perlukan (2), bukanlah (2), sekedar (2), membangun (2), peradaban (2), buat (2), sabar (2), janganlah (2), suamimu (2), meronta (2), ronta (2), buku (2), beberapa (2), usah (2), dimana (2), cukup (2), mengibarkan (2), walaupun (2), bergabung (2), diatas (2), demi (2), tetapi (2), bertubi (2), tubi (2), penonton (2), angkatan (2), kateebah (2), agar (2), nampak (2), arah (2), kanan (2), halatuju (2), menyatukan (2), berpecah (2), perasaan (2), mempertahankan (2), dipertahankan (2), tiang (2), boleh (2), termenung (2), menegakkan (2), digunakan (2), musuh (2), datang (2), memegang (2), meningal (2), sebelumku (2), menemui (2), berat (2), kenal (2), madinah (2), saling (2), kepadamu (2), lalu (2), ayat (2), tersenyum (2), yakin (2), tanya (2), rasanya (2), fikrah (2), penulisan (2), bulan (2), perkongsian (2), keinginan (2), get, started, design, like, with, name, email, write, loading, collapse, bar, manage, subscriptions, view, reader, report, content, privacy, already, have, now, free, entries, meta, archives, recent, older, buanglah, kembalikan, perolehi, maemukide, ikimasyou, lupa, hak, harta, kejayaan, kegagalan, sentuhan, sedih, mengajar, pohon, tumbuh, apatah, membesar, secubit, mana, memasuki, langsir, menutupi, tingkap, selak, langsirnya, dicairkan, terlebih, lafaz, mulut, kemampuan, menggunakan, perkataan, belum, tentu, susah, tertanam, ditanam, semudah, mengajarkan, notis, kembali, alam, asal, bersendirian, kalaupun, membenci, mengutuk, petikan, ustaz, muntalaq, kalaulah, menyalahkan, malangnya, mendapati, mindanya, selalunya, kekangan, suasana, gangguan, menjadikan, sering, disebut, mencipta, menimbulkan, bergerak, berdasarkan, sepanjang, mengikuti, mengenal, tasawwur, wadith, diperkenalkan, fadhilat, kewajipan, sehinggalah, fiqh, bentuk, merujuk, berbunyi, menghasilkan, natijah, perbezaan, tunggu, post, berikutnya, agak, melelahkan, sekian, menjiwainya, terima, kasih, memberikan, duat, bosan, tabir, membalas, ganjaran, syurga, membuahkan, hasil, gemilang, meraih, ijazah, pendidikan, formal, sulung, wafa, said, ramadhan, ahmad, saiful, peguam, mesir, parlemen, tsana, kairo, kelima, roja, doktor, halah, perubatan, azhar, terakhir, istisyhad, phd, ekonomi, bukti, berartinya, sosok, keberhasilan, sang, karenanya, diantara, ikhtilat, percampuran, sepupunya, berlainan, jenis, berubah, inginkan, dikeluarganya, pegang, sendirian, besarkan, keenam, dirumahnya, mempunyai, tugas, tambahan, yaitu, memperdalam, dimaksud, tafsirnya, haditsnya, dilanjutkan, menerapkannya, menyempatkan, sejarah, salafussalih, berita, memandang, masalah, memunculkan, serius, menambah, pengetahuan, sulit, bangga, keagungan, kebesaran, melalui, pemahaman, perannanya, terhadap, belumlah, dewasa, lantas, menyerah, gelisah, kesah, ketakutan, memelihara, dikehendaki, arwah, tinggal, didalam, meremehkan, hudud, batasan, tentukan, menanamkan, mendorong, hidupnya, terpengaruh, jahiliyyah, merosakkan, bolak, berusaha, bersabar, komitmen, kewajiban, asasi, kosongkan, waktunya, mendidik, anak2nya, bahagia, sibuk, ibunya, mengeluh, sehari, harinya, habiskan, saja, menuntut, padahal, pun, berlepas, menyimpan, potensi, berjumlah, enam, pencurahan, konsentrasinya, satunya, tergugah, salah, sakit, keras, menjalankan, jihadnya, bertanya, meninggal, napas, berujar, kakeknya, tau, mengurusnya, rela, terbangun, menyambut, jarang, membuka, pintu, sekalipun, jauh, dilubuk, mengganggu, tidur, bidadari, kekasihnya, seharian, segan, menyiapkan, diminta, menempatkan, menutup, aktivitas, luarnya, curahkan, jihad, utamanya, dilingkup, tangga, membesarkan, dua, pentingnya, dilakukan, menikah, berasal, taat, beragama, hingga, tuntutan, dipimpin, meminta, risiko, nyawa, akibatnya, tiba, menyapa, memerlukan, persiapan, pernikahan, siap, berlabuh, cintanya, siapapun, pendampingnya, dipundaknya, besarnya, dipikul, dimensi, kuasa, modal, disitu, pertemuan, diyakini, mahal, istrinya, perempuan, disamping, menegaskan, muslimah, gentar, banyaknya, halangan, rintangan, berdakwah, masjid, surau, tengah, hendak, terwujud, kesejatiannya, saban, menanti, kutujukan, tahan, nanti, relakan, pasti, pulang, pangkuanmu, acara, faudhil, adzim, penulis, popular, berpesan, kami, khususnya, kupinang, engkau, hamdalah, bimbang, sangsi, aset, menjana, kemenangan, malah, menjauhkan, himmah, diharap, ulasan, dibaca, juang, sangkaan, menyebabkan, kekalahan, memperhati, keyakinan, beralih, sokongan, memperlihatkan, keliru, pakaian, senjata, kuda, walupun, tujuan, manhaj, berbeza, keadaan, besar, namun, perlunya, jelas, sepertimana, memberi, taujih, dilihatkan, cemas, menyangka, berundur, bermacam, macam, pemikiran, prasangka, melemahkan, gerakan, mengharungi, membuatkan, sehelai, kain, diikat, sebatang, roh, betalion, berikut, kepentingan, terlintas, fikiran, pentingkah, dibiarkan, kali, seketika, memikirkan, kesungguhannya, sedangkan, secara, rasionalnya, diletakkan, qudrat, tersisa, menentang, ibrahim, saudara, ayahnya, membawa, disaat, muslimin, belah, tegap, sampai, bertemu, panglima, mekkah, kemudiah, memukul, memotong, kirinya, lengan, dadanya, parajurit, menghujamkan, tombaknya, dada, kemuncak, kehidupan, diberi, peperangan, tersebut, syahidnya, bermati, matian, diamanahkan, kepadanya, dijatuhkan, belakang, pemanah, posisi, siapa, pemuda, glamorous, mekah, segalanya, terkenal, duta, umat, dikirim, berjaya, mengislamkan, sekurang, kurangnya, persaudaraan, brotherhood, cinta, ambil, habis, habisan, husnul, zhon, bantu, menanggung, beban, kesusahan, wallahualam, 103, berpeganglah, tali, agama, bercerai, berai, ingatlah, jahiliyah, bermusuh, musuhan, mempersatukan, menjadilah, karena, bersaudara, berada, tepi, jurang, neraka, menyelamatkan, padanya, demikianlah, menerangkan, nya, mendapat, petunjuk, keempat, mengangguk, setuju, proses, hala, pihak, jawab, tuh, dengar, pulak, level2, nih, katanya, biasa, ingat, rupanya, anyway, sempat, berbual, kata, menghabiskan, dipenuhi, jantina, hehe, jangan, marah, ahad, berkala, berjumpa, ter, chenta, seronok, dah, santai, berbincang, nantikan, kemunculannya, doakan, punya, utk, isitqamah, berstrategi, berlegar, sekitar, menurut, pemerhatian, kosong, diisi, melengkapkan, pembinaan, individu, muslim, lihat, sekeliling, menceritakan, akidah, ruhiyyah, sahabat, adakah, menerjunkan, konsep, sebegitu, terfikir, sepatutnya, tulis, selama, tanyakan, mahu, mencoretkan, ruangan, inilah,
Text of the page (random words):
fikrah dalam diri setiap individu muslim amal am perlu berstrategi nantikan kemunculannya sambil doakan saya punya kekuatan utk isitqamah leave a comment posted in uncategorized posted by matapensel june 17 2008 jalan menuju ukhuwwah ahad lepas kerana rumah digunakan oleh para akhwat untuk program berkala mereka saya melarikan diri berjumpa dengan teman teman ter chenta seronok juga kerana rasanya dah lama tidak santai berbincang dan makan bersama memang betul kata buku kadang kadang perlu juga untuk suami atau isteri keluar menghabiskan masa bersama kawan masing masing sebab memang akan ada ruang ruang perasaan yang tidak mampu dipenuhi oleh teman lain jantina hehe jangan marah ye sayang anyway sempat berbual dengan seorang teman tentang ukhuwwah katanya kita biasa ingat ukhuwwah itu ada 2 level rupanya ada 4 level level apa tuh tanya saya tak pernah dengar pulak level2 nih pertama ialah kita merasakan ukhuwwah dengan kawan kita dan kedua ialah kawan kita merasa ukhuwwah dengan kita jawab teman saya saya mengangguk setuju memang ukhuwwah adalah proses 2 hala yang tidak boleh wujud hanya dengan usaha satu pihak sahaja yang lagi 2 level tu apa tanya saya sedikit tidak sabar ingin tahu teman saya tersenyum yang ketiga ialah kita yakin bahawa kawan kita benar benar sayang atau percaya dengan kita dan begitu juga sebaliknya yang keempat kawan kita yakin bahawa kita benar benar sayang atau percaya dengan dia saya tersenyum sesungguhnya ukhuwwah itu adalah satu nikmat 3 103 dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama allah dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah akan nikmat allah kepadamu ketika kamu dahulu masa jahiliyah bermusuh musuhan maka allah mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat allah orang orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka lalu allah menyelamatkan kamu dari padanya demikianlah allah menerangkan ayat ayat nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk wallahualam ukhuwwah persaudaraan brotherhood rasa cinta ambil berat kenal habis habisan husnul zhon saling bantu membantu saling menanggung beban atau kesusahan leave a comment posted in gaya bebas posted by matapensel june 11 2008 ayuh tinggikan bendera siapa yang tidak kenal dengan mus ab bin umair seorang pemuda glamorous mekah yang meninggalkan segalanya demi bersama dengan dakwah rasulullah s a w beliau terkenal sebagai duta pertama umat islam yang dikirim ke madinah dan akhirnya berjaya mengislamkan sekurang kurangnya seorang dalam setiap rumah di madinah kemuncak kehidupan beliau adalah ketika perang uhud dimana beliau telah diberi amanah yang cukup berat untuk memegang bendera islam dalam peperangan tersebut mus ab bin umair telah menemui syahidnya ketika bermati matian mempertahankan bendera islam yang diamanahkan kepadanya daripada dijatuhkan oleh tentera kafir yang menyerang dari belakang setelah pasukan pemanah uhud meninggalkan posisi mereka ibrahim ibn muhammad saudara dari keluarga ayahnya berkata mus ab ibn umair membawa tiang bendera perang ketika perang uhud disaat pasukan muslimin berpecah belah dia berdiri dengan tegap sampai ketika ia bertemu ibn qaami ah yang seorang panglima pasukan kafir mekkah ibn qaami ah kemudiah memukul dan memotong tangan kanan mus ab tetapi beliau tetap dengan teguh memegang bendera dengan tangan kirinya sambil berkata dan sungguh muhammad saw itu adalah seorang nabi dan nabi nabi telah meningal sebelumku kemudian ibn qaami ah memutuskan tangan kiri mus ab mus ab tetap menegakkan bendera perang dengan lengan atas dan dadanya sambil berkata dan sungguh muhammad saw itu adalah seorang nabi dan nabi nabi telah meningal sebelumku kemudian datang parajurit kafir ketiga yang menghujamkan tombaknya ke dada mus ab sebelum beliau menemui syahid kali pertama mendengar kisah syahid mus ab bin umair membuat saya termenung seketika termenung kerana memikirkan tentang kesungguhannya untuk terus menegakkan bendera tentera islam ketika itu sedangkan bagi saya secara rasionalnya lebih baik diletakkan sebentar bendera dan digunakan tangan kiri dan qudrat yang tersisa untuk menentang musuh musuh yang datang menyerang bertubi tubi ketika itu begitu pentingkah sebuah bendera sehingga tidak boleh dibiarkan sebentar sehingga lebih penting dipertahankan daripada diri sendiri semakin lama mengharungi dan berinteraksi dengan dunia dakwah membuatkan saya mula mengerti akan perasaan mus ab bin umair ketika mempertahankan bendera islam sungguh yang dipertahankan bukanlah sehelai kain yang diikat pada sebatang tiang sebaliknya adalah roh dan semangat perjuangan seluruh betalion tentera islam ketika itu berikut adalah beberapa kepentingan bendera yang terlintas di fikiran saya 1 menyatukan semua pejuang bayangkan apa yang akan terjadi jika mus ab bin umair meletakkan sebentar bendera islam pastinya pejuang islam yang lain akan cemas dan hilang halatuju kerana tidak nampak akan bendera yang menyatukan perjuangan mungkin ada yang menyangka bahawa islam telah kalah ataupun telah berundur lari dari medan perang akhirnya pejuang islam akan mula berpecah kepada bermacam macam pemikiran dan prasangka sehingga melemahkan gerakan perjuangan itu sendiri 2 memandu arah perjuangan bayangkan apa yang akan terjadi jika mus ab bin umair meletakkan sebentar bendera islam dalam keadaan pejuang yang sedikit mungkin peranan bendera tidak begitu besar namun apabila pejuang semakin ramai perlunya dilihatkan kepada mereka bendera kita agar masing masing nampak dan jelas tentang arah perjuangan sepertimana mus ab bin umair yang memandu tentera islam ke kiri atau ke kanan dengan bendera perjuangan juga perlukan bendera untuk memberi taujih ataupun memandu halatuju pejuang pejuang kita 3 membezakan kita dengan yang lain bayangkan apa yang akan terjadi jika mus ab bin umair meletakkan sebentar bendera islam pejuang pejuang islam akan mula keliru dan tidak mampu membezakan antara islam dan kafir itulah peranan bendera untuk membezakan antara satu angkatan dengan angkatan yang lain ataupun satu kateebah dengan kateebah yang lain tanpa bendera pastinya semua kelihatan sama dengan pakaian senjata dan kuda perang walupun tujuan dan manhaj sebenarnya berbeza 4 memperlihatkan kehebatan kita kepada yang lain bayangkan apa yang akan terjadi jika mus ab bin umair meletakkan sebentar bendera islam semangat juang tentera kafir pastinya akan semakin tinggi dengan sangkaan bahawa tentera islam telah mula lemah kalah mereka akan semakin menyerang dengan bertubi tubi dan akhirnya menyebabkan kekalahan tentera islam penonton penonton yang memperhati juga akan hilang keyakinan pada tentera islam dan mungkin beralih sokongan kepada tentera kafir diharap ulasan diatas dibaca bukannya baris demi baris tetapi apa yang ada di antara baris sunnah perjuangan dakwah tetap sama dimana bendera merupakan satu aset yang cukup penting untuk menjana kemenangan dakwah mereka yang tinggi mengibarkan bendera walaupun lemah akan kelihatan kuat dan mampu menarik lebih ramai orang untuk bergabung dengan mereka sebaliknya mereka yang tidak himmah untuk mengibarkan bendera walaupun kuat akan kelihatan lemah dan tidak mampu menarik malah mungkin menjauhkan orang daripada bergabung dengan mereka usah bimbang usah sangsi ayuh tinggikan bendera leave a comment posted in seruan posted by matapensel may 28 2008 isteri seorang daie dalam satu acara bersama faudhil adzim penulis buku popular kupinang engkau dengan hamdalah beberapa ketika dahulu beliau berpesan kepada kami khususnya para akhwat janganlah kamu tahan suamimu dirumah kerana nanti pastinya dia akan meronta ronta ingin keluar tapi sebaliknya relakan sahaja suamimu keluar kerana pasti dia akan meronta ronta ingin pulang ke pangkuanmu buat isteri para daie yang saban hari menanti kepulangan suaminya di rumah dengan sabar kutujukan kisah lathifah as suri untuk kamu semua adalah lathifah as suri perempuan itu ia berdiri disamping imam syahid al banna sejak awal imam syahid telah menegaskan bahwa ia perlukan seorang muslimah yang kuat yang tidak akan gentar dengan banyaknya halangan dan rintangan dalam berdakwah perjuangan imam syahid bukanlah suatu hal yang main main bukan hanya sekedar dakwah seperti ramai orang pada waktu itu bukan hanya sekedar membangun masjid atau surau imam syahid tengah dan hendak membangun sebuah peradaban dan ia percaya peradaban tak akan pernah terwujud tanpa seseorang yang ia yakini kesejatiannya maka siapapun itu pendampingnya harus menyadari bahwa dipundaknya ada amanah yang sama besarnya dengan yang dipikul oleh imam syahid ada dimensi waktu dan kuasa modal disitu maka pertemuan diyakini menjadi suatu hal yang mahal bagi imam syahid dan istrinya maka bagi lathifah as suri menjadi istri hasan al banna memerlukan persiapan yang bukan main main sejak awal pernikahan lathifah sudah menyadari bahwa ia harus siap jika ada waktu dia harus menjalani hidup sendiri tanpa seseorang tempat berlabuh hidup dan cintanya dakwah ikhwah yang dipimpin oleh suaminya banyak meminta risiko yang bukan main main penjara bahkan nyawa akan menjadi akibatnya dan akan tiba menyapa pada bila bila masa tanpa diminta lathifah sudah tahu dan mengerti bagaimana ia harus menempatkan dirinya ia memutuskan menutup seluruh aktivitas luarnya hanya satu yang ia curahkan jihad utamanya adalah dilingkup rumahnya sendiri mengurus rumah tangga dan membesarkan anak anak mereka berdua adalah dua hal yang tidak kalah pentingnya dengan yang dilakukan oleh hasan al banna sebelum menikah dengan hasan al banna lathifah berasal dari keluarga yang taat beragama hingga tak heran jika ia menyadari betul tuntutan hidup menjadi istri seorang daie malam ia harus rela untuk terbangun menyambut kepulangan suaminya walau tak jarang imam syahid berlaku sangat hati hati bahkan hanya untuk membuka pintu rumahnya sekalipun jauh dilubuk hatinya imam syahid tidak ingin mengganggu tidur bidadari kekasihnya yang telah seharian mengurus rumah dan anak anak mereka berdua imam syahid bahkan tak segan untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri lathifah tidak pernah mengeluh walau sehari harinya hanya ia habiskan seputar rumah dan rumah saja ia tidak pernah menuntut lebih kepada imam syahid padahal lathifah pun berlepas diri dari ia seorang istri imam syahid menyimpan banyak potensi anak anak mereka yang berjumlah enam orang sesungguhnya adalah pencurahan konsentrasinya menjalani hidup satu satunya yang pernah membuat dirinya tergugah adalah ketika salah satu anak mereka sakit keras dan imam syahid harus tetap menjalankan jihadnya ia bertanya kepada suaminya bagaimana jika ia meninggal imam syahid hanya menarik napas panjang ia kemudian berujar kakeknya lebih tau bagaimana mengurusnya sejak kecil lathifah menanamkan wawasan keislaman kepada anak anaknya mendorong mereka untuk membaca sehingga dalam hidupnya mereka tidak terpengaruh dengan seruan seruan jahiliyyah yang merosakkan ketika imam syahid bolak balik keluar penjara lathifah berusaha bersabar dan komitmen lathifah sangat menyadari peranan dan kewajiban asasi seorang wanita sebagai istri dan ibu bagi anak anaknya ia kosongkan waktunya untuk mendidik anak2nya ia bahagia melihat anak anaknya sukses dalam hal akhlak dan amal ini tak mungkin terjadi jika seorang ibu sibuk di luar rumah seorang anak tidak mungkin belajar tentang akhlak dan amal dari orang selain ibunya ketika hasan al banna syahid anak anaknya belumlah dewasa lathifah tidak lantas menyerah tidak ada gelisah kesah ataupun ketakutan dalam hatinya ia sangat memelihara apa yang dikehendaki oleh arwah suaminya ia tetap tinggal didalam rumah lathifah tidak meremehkan hudud batasan yang allah tentukan karenanya tak heran diantara anak anaknya tidak ada ikhtilat percampuran antara anak anaknya dan sepupunya yang berlainan jenis tidak ada yang berubah dirumah itu apa yang imam syahid inginkan berlaku dikeluarganya masih tetap di pegang teguh oleh lathifah sendirian ia besarkan keenam anaknya dirumahnya kini ia mempunyai tugas tambahan yaitu memperdalam wawasan keislamannya yang dimaksud dengan wawasan keislamannya adalah membaca al quran dengan tafsirnya mempelajari sunnah rasulullah saw haditsnya dilanjutkan dengan usaha kuat untuk menerapkannya lathifah juga masih menyempatkan diri mempelajari sejarah para salafussalih dan berita seputar dunia islam lathifah menyadari memandang kecil masalah ini akan memunculkan persoalan serius seorang yang tidak menambah pengetahuan keislamannya akan merasa sulit untuk bangga dengan keagungan dan kebesaran islam dengan melalui pemahaman keislaman yang baik seorang wanita akan menyadari betapa penting perannanya terhadap keluarga dan masyarakat perjuangan lathifah membuahkan hasil yang gemilang semua anaknya sukses meraih ijazah dalam pendidikan formal yang sulung bernama wafa menjadi istri dr said ramadhan kedua ahmad saiful islam kini sebagai peguam di mesir ia juga pernah duduk di parlemen ketiga bernama tsana kini sebagai pensyarah di universitas kairo kelima roja kini menjadi doktor dan halah sebagai pensyarah perubatan kanak kanak di universitas azhar dan terakhir istisyhad sebagai phd dalam ekonomi islam semuanya itu sebagai bukti betapa berartinya sosok ibu bagi keberhasilan dakwah sang suami selain juga untuk anak anaknya moga allah memberikan kekuatan kepada semua isteri para duat yang tidak pernah bosan membantu di balik tabir moga allah membalas masa masa kita yang hilang dengan ganjaran yang lebih baik di syurga 1 comment posted in gaya bebas posted by matapensel may 26 2008 kesombongan dan tawakkal weekend lepas merupakan weekend yang agak melelahkan tapi sungguh bermakna bagi saya kerana setelah sekian lama saya belajar dan berbicara tentang tawakkal baru hari ini saya rasa saya benar benar telah berinteraksi dan menjiwainya terima kasih allah atas tarbiyyah mu perbezaan antara belajar dan berinteraksi tunggu post berikutnya insya allah sepanjang mengikuti tarbiyyah setelah mengenal tasawwur islam yang syumul dan wadith kita akan mula diperkenalkan tentang dakwah dari fadhilat dan kewajipan dakwah sehinggalah kepada fiqh dakwah semuanya diajar dalam bentuk teori yang merujuk kepada al quran dan sunnah dakwah rasulullah s a w teori ini kadang kadang berbunyi indah bagaimana jika kita melakukan perkara 1 perkara 2 dan perkara 3 insya allah akan menghasilkan natijah seperti a ataupun cerita cerita sukses ikhwah akhwat di tempat lain setelah melakukan pendekatan a ataupun pendekatan b dengan teori dan cerita cerita sukses yang sering disebut dalam setiap program tarbiyyah kita kadang kadang mencipta satu gambaran indah tentang dakwah di dalam minda para daie satu gambaran yang kemudian menimbulkan semangat yang tinggi untuk kita bergerak berdasarkan pendekatan pendekatan yang diajar di dalam program tarbiyyah kita tapi malangnya tidak sedikit juga daie yang bila mula beramal di medan beliau mendapati gambaran indah di dalam mindanya itu tidak selalunya sama dengan apa yang berlaku ketika beramal di medan mungkin kerana kekangan suasana gangguan dari luar kekurangan diri ataupun ker...
|