Meta tags:
description= Berbagi Pengalaman Hidup di Kampung Damai;
Headings (most frequently used words):
gontor, com, kh, pak, sahal, blog, bakmi, hasan, temboro, di, ini, yang, mampir, migontor, imam, zarkasyi, sebagai, pahlawan, nasional, takut, hidup, mati, saja, madzhab, nasehat, abdullah, arsitektur, tata, bangunan, menjadi, istri, guru, itu, berat, bebas, finansial, ala, rasulullah, kisah, meninggalnya, uzairon, selalu, berusaha, lebih, baik, kebersihan, naehat, wanita, suasana, ujian, jumat, lama, diserbu, pki, tahun, 1948, professionalitas, mbah, menanti, zar, untuk, menyusun, kurikulum, kontibutor, menu, hangat, favorit, roda2blog, berlangganan, lewat, email, gudang, obrolan, terakhir, sedang, sudah, pernah, artikel, telah, dipindahkan, ke, khusus, kabar, dakwah, silahkan, klik, disini, dakwahtemboro, wordpress,
Text of the page (most frequently used words):
yang (138), dan (101), #gontor (78), ini (65), untuk (57), itu (56), dengan (48), saya (45), orang (44), tidak (42), kita (35), akan (30), adalah (28), dari (27), karena (27), oleh (25), sudah (24), hidup (24), oky (24), rahmatullah (24), maka (24), ada (24), 2014 (22), sahal (22), lebih (20), mati (19), ust (19), beliau (19), satu (19), atau (18), saja (18), menjadi (18), para (18), santri (17), bahkan (17), tapi (17), ruh (17), temboro (16), jadi (16), laki (16), kematian (16), guru (15), ditulis (15), permalink (15), sekali (15), bisa (15), jika (15), pesantren (14), artikel (14), rasulullah (14), kepada (14), com (13), pada (13), kampung (13), pak (13), sebagai (13), bahwa (13), bukan (13), modal (13), sedekah (13), modern (12), telah (12), tahun (12), mau (12), lagi (12), juga (11), hasan (11), takut (11), sebuah (11), apa (11), banyak (11), lalu (11), mereka (11), kehidupan (11), dirham (11), dia (11), punya (10), madinah (10), baik (10), ditandai (10), allah (10), hal (10), aset (10), tanah (10), seperti (9), komentar (9), dalam (9), sekarang (9), pernah (9), baru (9), nasehat (9), abdullah (9), imam (9), zarkasyi (9), pondok (9), datang (9), kyai (9), harus (9), ketika (9), hari (9), sebab (9), konsumtif (9), tak (9), hanya (9), dua (9), blog (8), anda (8), masjid (8), berani (8), leave (8), comment (8), keluarganya (8), dulu (8), kalau (8), penghasilan (8), keperluan (8), jangan (8), kader (8), disebut (8), cara (7), bangunan (7), islam (7), berat (7), semua (7), seorang (7), sampai (7), lah (7), masih (7), akhirat (7), membeli (7), membuat (7), jasad (7), wordpress (6), migontor (6), september (6), lain (6), anak (6), ponorogo (6), hikmah (6), kisah (6), sahabat (6), selalu (6), amamoto (6), entri (6), patung (6), uang (6), kelas (6), memang (6), dunia (6), semuanya (6), salman (6), farisi (6), kaya (6), makanan (6), tanpa (6), situs (5), masuk (5), sedang (5), mei (5), bakmi (5), akhirnya (5), tiga (5), luar (5), biasa (5), arsitektur (5), pahlawan (5), nasional (5), lama (5), pendidikan (5), istri (5), berusaha (5), baca (5), selengkapnya (5), salah (5), kemudian (5), setelah (5), semoga (5), terus (5), barang (5), begitu (5), santrinya (5), mengapa (5), perlu (5), justru (5), sama (5), nah (5), minum (5), pengalaman (5), bergerak (5), manusia (5), boleh (5), senantiasa (5), mampir (4), juni (4), november (4), hati (4), naik (4), tata (4), madzhab (4), sejarah (4), finansial (4), pki (4), saat (4), perjuangan (4), suasana (4), jumat (4), belum (4), penuh (4), siap (4), rokok (4), fisik (4), semangat (4), sekedar (4), terlalu (4), bagian (4), gaji (4), liabilitas (4), menengah (4), menghabiskan (4), setiap (4), bagi (4), memberikan (4), pun (4), pasti (4), kembali (4), kata (4), berjuang (4), nya (4), pembangunan (4), asrama (4), barat (4), itulah (4), mirip (4), pks (4), tubuh (4), sungguh (4), menyaksikan (4), wajib (3), langganan (3), lihat (3), berlangganan (3), buat (3), 2009 (3), januari (3), agustus (3), bulan (3), sini (3), tentang (3), mobil (3), muslim (3), kebersihan (3), sebelumnya (3), tempat (3), bermanfaat (3), mbah (3), demikian (3), ahmad (3), madiun (3), 1948 (3), perjalanan (3), atas (3), arah (3), beberapa (3), sholat (3), meninggal (3), ujian (3), belajar (3), habis (3), pelajaran (3), menghadapinya (3), sistem (3), disiplin (3), damai (3), langkah (3), hilang (3), zaman (3), orde (3), antusias (3), ikhlas (3), kami (3), 100 (3), rata (3), mampu (3), indah (3), konsumsi (3), sehat (3), beribadah (3), semakin (3), bersedekah (3), besar (3), dilakukan (3), juta (3), pula (3), bekal (3), ilmu (3), meningkat (3), cicilan (3), terbebani (3), inilah (3), sedikit (3), dasar (3), kapak (3), lelang (3), membelinya (3), jawab (3), system (3), per (3), cerdas (3), pinter (3), pekerjaan (3), menang (3), golongan (3), makam (3), mengarungi (3), ruhani (3), memikirkan (3), sebelum (3), segala (3), kekuatan (3), tuhan (3), serius (3), menghampiri (3), kesiapan (3), kopi (3), web (2), nama (2), kelola (2), isi (2), daftar (2), swiss (2), dedicated (2), april (2), 2008 (2), 2010 (2), pilih (2), gudang (2), klik (2), alamat (2), email (2), surat (2), elektronik (2), mengikuti (2), menerima (2), tulisan (2), keras (2), foto (2), pengganti (2), masa (2), motor (2), lupa (2), jalan (2), perbedaan (2), garansi (2), storing (2), tingkat (2), favorit (2), tour (2), petuah (2), opini (2), nabi (2), ekonomi (2), kategori (2), menu (2), meninggalnya (2), uzairon (2), bebas (2), ala (2), kepala (2), situ (2), jaman (2), zar (2), kurikulum (2), pemberontakan (2), diaturlah (2), daerah (2), sedangkan (2), rahmat (2), soekarto (2), kakak (2), tertua (2), ibu (2), haruslah (2), menjual (2), biaya (2), miliki (2), cuma (2), sehingga (2), sederhana (2), pusaka (2), gedung (2), pendopo (2), badri (2), liburan (2), betul (2), menjawab (2), uji (2), harta (2), insya (2), anakku (2), beramal (2), organisasi (2), dibuat (2), selesai (2), teringat (2), almarhum (2), wafat (2), soal (2), ancaman (2), melebihi (2), cukup (2), tersebut (2), senior (2), merasa (2), keinginan (2), tetap (2), lorong (2), kenangan (2), apakah (2), mudah (2), dakwah (2), disini (2), senin (2), ceramah (2), memimpin (2), memiliki (2), keberanian (2), nanti (2), sedekahkan (2), sesungguhnya (2), bekerja (2), sebagian (2), hasilnya (2), memperbesar (2), pemasukan (2), dengannya (2), amal (2), kebutuhan (2), menandingi (2), namun (2), dapat (2), terlihat (2), skill (2), kompetensi (2), tetapi (2), hasil (2), seseorang (2), robert (2), menemukan (2), sisihkanlah (2), menurut (2), miskin (2), padahal (2), nafkah (2), penghasilannya (2), hingga (2), gunakan (2), penting (2), bakar (2), kira (2), menghadap (2), belikan (2), pertama (2), keluhan (2), bertanya (2), memilih (2), debu (2), diri (2), abd (2), puluhan (2), susah (2), give (2), kesejahteraan (2), tujuan (2), maju (2), proses (2), tersendiri (2), mengatur (2), pimpinan (2), pengasuh (2), sekalipun (2), ingat (2), kuwi (2), arep (2), antum (2), tanahnya (2), mudabbir (2), kamar (2), dibawah (2), misalkan (2), blok (2), anggota (2), diletakkan (2), paling (2), cabang (2), sebelah (2), aktifitas (2), nursyahid (2), konturnya (2), rendah (2), mungkin (2), melakukan (2), pencarian (2), alm (2), pergerakan (2), barokah (2), dipimpin (2), filsafat (2), kamu (2), lahir (2), jiwa (2), lembaga (2), hubungannya (2), menangis (2), ditanya (2), masyumi (2), ppp (2), umat (2), muhammadiyah (2), wasiat (2), pendiri (2), agama (2), bayangkan (2), jangankan (2), membayangkan (2), ketakutan (2), beban (2), tercela (2), dilarang (2), hina (2), kunci (2), nyata (2), keyakinan (2), bergizi (2), kehilangan (2), berfoto (2), pintu (2), alam (2), makhluk (2), berusia (2), kenapa (2), panjang (2), pembalasan (2), apapun (2), mengeluh (2), masing (2), kapan (2), datangnya (2), seharusnya (2), menghadapi (2), waktu (2), sebentar (2), numpang (2), mata (2), seakan (2), tokoh (2), cak (2), bangsa (2), hasyim (2), berbagi (2), mulai, rancang, surel, tulis, memuat, ciutkan, bilah, pembaca, laporkan, privasi, akun, login, daftarkan, tema, contempt, gratis, 208, 884, syukron, katsiron, tory, burch, small, wal, digital, caliper, movement, watch, kids, luggage, sets, louis, vuitton, travel, mens, watches, personal, growth, and, servers, rating, how, stop, thinking, obrolan, terakhir, desember, maret, 2012, bergabung, 450, pelanggan, masukkan, pemberitahuan, melalui, lewat, mengatasi, shockbreker, yamaha, nmax, potong, bantalan, spidey, nongol, avenger, rombongan, tunanetra, berangkat, bikin, trenyuh, pengisian, spt, blangko, 1770, pengusaha, omset, pph, final, pp46, 2013, bus, robur, bis, roti, trem, presiden, soekarno, pulang, xiaomi, ditributor, resmi, diangkut, truk, dinaikin, touring, sob, megalitikum, selo, jolotundo, review, nonton, batman, superman, cinemaxx, ribu, aja, lhoo, roda2blog, hangat, uncategorized, ritual, buku, rekor, teropong, syukri, mutiara, rohingya, humor, follow, kontibutor, darussalam, menduduki, menunjukkan, benda, yanfa, laa, yadlurru, berbahaya, mengacak, acak, pemujaan, selatan, kota, disitu, terdapat, raksasa, keramatkan, panggil, tauhid, aqidah, mengingat, khurafat, kemusyrikan, merajalela, sejak, semula, dipandang, disegani, masyarakat, professionalitas, menanti, menyusun, affair, daya, kekuatannya, hijrah, inisiatif, ungsikan, timur, gua, kusumo, suren, beserta, dijaga, sekaligus, lurah, desa, menyamar, sutikah, perhiasan, emasnya, satu2nya, mesin, jahit, meletus, berjarak, terkena, dampaknya, mendapat, kiriman, tuanya, berkorban, diserbu, 1970, jami, dilangsungkan, madrasah, adm, trimurti, digantikan, jamaahnya, meluber, sakit, demam, sembuh, habisan, menjelang, bekeliling, seantero, kampus, pertanyaan, difahami, yup, menyebutnya, pesta, saatnya, pengetahuan, diuji, layak, seiap, kalian, diajarkan, bagaimana, berkerja, keikhlasan, tahta, dilatih, dibina, naikkan, diturunkan, naehat, wanita, keseharian, difoto, dibersihkan, ditata, diperbaiki, berantakan, sosial, terhenti, sejenak, hadapan, walau, ratusan, terbaik, melimpahkan, patah, tumbuh, berganti, positif, lainya, haram, 2003, mengambil, ijazah, menemui, penikmat, seputaran, ahli, hisap, there, always, better, generation, ambil, contoh, ditegakkan, hukuman, kasarnya, stpdn, menjalaninya, kesadaran, hukumanya, diberdirikan, ritme, ketat, cepat, menyebabkan, buruk, diwariskan, dieliminasi, dihapus, tuntas, paksaan, tua, enggak, sengaja, berubah, fasilitas, ataupun, ustad, ustadznya, hafidz, quran, bertambah, rasakan, menguatkan, menelusuri, kaki, entah, terharu, menahan, tiap, ledakan, dipindahkan, khusus, kabar, silahkan, dakwahtemboro, petang, selepas, bayan, bakda, ashar, musyawarah, bersama, ustadz, sesepuh, mengurus, kegiatan, markaz, juli, bertepatan, ramadhan, 1435, menulis, kronologi, wafatnya, shock, kepergian, sejati, membagi, disedekahkan, pendukung, terpenuhi, relatif, mengalokasikan, jumlah, senilai, keluarga, hadits, menyebutkan, bukit, menyamai, mud, sisihkan, hakiki, berupa, zakat, maupun, sunnah, dianggap, tangible, intangible, contohnya, tipe, profesional, meningkatkan, makin, handal, nilai, menghasilkan, mendatangkan, pengeluaran, barangnya, misalnya, direntalkan, rental, gengsi, gengsian, perawatan, kiyosaki, sulit, berapapun, berbeda, menambah, kekayaan, kalaupun, karyawan, pegawai, kyosaki, membedakan, uangnya, seringkali, menyangka, catatan, suami, membelanjakan, artinya, warung, sementara, istrinya, terabaikan, rasanya, diperintahkan, melakukannya, hampir, seluruh, malah, terjebak, masalah, menuruti, tersisa, minus, dijalankan, amalan, petunjuk, mengelola, keuangan, yakni, bagilah, pembagian, persis, rumus, bermodalkan, anyaman, dijualnya, sepertinya, memenuhi, dicatat, membelikan, sebilah, tangannya, carilah, kayu, melaporkan, mendapatkan, usahanya, kekurangan, menafkahi, engkau, keluargamu, kau, kembalilah, dimenangkan, lainnya, adakah, tanya, melelang, kasih, mendengarkan, lantas, sesuatu, dijual, kain, selimut, cangkir, kawan, alkisah, disebutkan, suatu, gontai, didera, problem, sepeserpun, demi, merasakan, sanggup, menanggungnya, astaghfirullah, teman, temanku, istiqomah, lillah, kecil, kotor, memperbaiki, diluar, penanda, tanganan, berdiri, menerapkan, kaderisasi, berprisnip, diperhatikan, utama, alhamdulillah, berbondong, bondonglah, takutnya, melihat, kesejahteraannya, perjuangannnya, pamrihnya, dugaan, ciri, tunduk, reserve, milih, bojo, sepersetujuan, setengah, menyindir, dadi, bojone, abot, lha, ngrewangi, opo, ngrusuhi, membantu, merusak, aturan, berdasarkan, kemarin, sore, bertahun, dapatkan, gontory, membangun, hotel, bilang, menarik, tadi, mahal, pembangunannya, bentuk, turun, meliputi, termasuk, diisi, lima, efektif, penggunaan, minimum, dibikin, bahaya, kondusif, menghendaki, dominan, biar, fokus, terganggu, selain, peribadatan, mendirikan, tekstur, turunnya, parah, menciptakan, dukung, didirikannya, sampaikan, penanggung, tegas, kedua, tinggi, dipegunungan, dekat, sekolah, kepolisian, politeknik, susasananya, fikir, cocok, meski, bentuknya, agak, unik, rayonnya, asramanya, soalnya, situasi, magelang, apalagi, menghargai, tiket, haji, plus, murah, datar, landai, struktur, puteri, mantingan, dibeli, aceh, jarman, arifin, membawa, barokatologi, berhenti, berarti, diam, dahsyat, ditakuti, musuh, dihentikan, dibatasi, pergerakannya, jabatan, pertinggilah, hidupmu, pendahulumu, usah, dirusak, disikat, dihancurkan, kebarat, baratan, sistematis, logis, egois, hewanis, berjiwa, pola, pikirnya, semangatnya, orientasinya, pemimpinnya, pimpin, tujuannya, munzirul, qoum, kewajiban, penyakit, bedakan, tertawa, menyanyi, tanggungjawabnya, menangismu, tertawamu, sebabnya, menyanyimu, landasannya, insaanu, hayawanun, mas, dimintai, pertanggunjawaban, antara, perempuan, berkewajiban, menyatakan, menjaga, amanah, khalifah, muka, bumi, dikotomi, waspada, disinilah, syetan, iblis, memulai, pertamanya, pas, pemilu, alumninya, ikutilah, kebenaran, ikuti, benar, perekat, diatas, seandainya, gurunya, sebaliknya, sakral, wallahu, lam, betapa, dilandasi, peluh, bercucuran, berjibaku, mengemasnya, sedemikian, cantik, dikenang, ladang, medan, juang, luhur, membina, siaga, mempertahankan, dibela, dibantu, diperjuangkan, terhina, mengisinya, kebaikan, membekalinya, teramat, akal, sempurna, komplit, rekan, tercemar, namanya, kemiskinan, membuatnya, saking, miskinnya, pertanggung, jawaban, berikan, kepadanya, mengakhirinya, menyolatkan, jenazah, matinya, bunuh, menyerah, keadaan, angkat, tangan, perang, mendendangkan, irama, jalani, menggerakkan, mempercantik, perhatikanlah, senang, susahnya, ketenteraman, mengunci, menjadikannya, kuat, batin, kedahsyatan, fikiran, konsep, the, secret, digagas, rhonda, byrne, membuktikannya, utuh, kekal, mimpi, kebahagiaan, ingin, rengkuh, berilah, kedekatan, seringnya, bercengerama, menyebut, nyebut, asma, disetiap, kesempatan, bersyukur, berharap, berdoa, memohon, mengadu, persoalan, tantangan, jajan, meninggalkan, menjauhi, benci, menghindar, bebal, mengatakan, tidaklah, mematikan, memindahkan, harganya, aslinya, membersihkannya, mengelapnya, merawatnya, terbujur, kaku, pembaringan, mendekat, katanya, cinta, sehidup, semati, mengantarnya, keburan, ikut, ikutan, menemani, amerika, ilmuwan, menbuktikan, badannya, mili, gram, dibandingkan, tubuhnya, sebenarnya, inti, mengganggu, sebaiknya, berpindah, terdiri, dibuktikan, secara, ilmiah, doktrin, keagamaan, berapa, usia, menjawabnya, katakan, bukannya, menikmati, menuju, barzakh, dikumpulakn, padang, makhsyar, pengadilan, dimasukkan, syurga, udzubillah, neraka, makanya, kepercayaan, bahwasanya, dimana, perbuatan, ditampakkan, keimanan, yakin, perbuat, selama, luput, perhatian, diperbuat, kelicikan, kebohongan, lakukan, dihadapannya, terlepaskan, pandangan, balasannya, menembus, tahu, menuntut, menolong, lari, bukankah, kemanapun, pergi, waktunya, tiba, seaktu, bukanlah, duduk, termenung, sangat, kesanggupan, berbading, lurus, haq, siapapun, bernama, hanyalah, hamparan, menggapai, mulia, ngombe, jawa, wedangan, santainya, ngobrolnya, acara, nunggu, hangatnya, dahaganya, tepat, mengena, simbol, kerasnya, berhadapan, fatwa, memantik, maksimal, berada, sewaktu, ketegangan, praktikum, mengajar, gelombang, berlatih, pidato, berkreasi, seni, berprestasi, olah, raga, meskipun, tiada, terasa, menetes, meletakkan, pondasi, terkenal, terngiang, telinga, mendampingi, turut, hadir, riuh, menghafal, memandang, kuburan, depan, melahirkan, negeri, terpekur, sayu, mengusulkan, tampil, barisan, terdepan, mendukumgnya, nur, hnw, moslem, negarawan, cendikiawan, nun, budayawan, abu, asyir, muassisu, khilafah, indonesia, idham, khalid, peletak, politik, din, syamsudin, pengajar, muzadi, benteng, serangan, liberalisasi, sebutan, pantas, mengajarkan, membuka, wawasan, kontributor, beranda,
Text of the page (random words):
2014 1 tidak ada pekerjaan di dunia ini yang tidak ada hubungannya dengan akhirat menangis ada hubungannya dengan akhirat tertawa menyanyi dan semuanya ada tanggungjawabnya di akhirat akan ditanya menangismu untuk apa tertawamu sebabnya apa menyanyimu landasannya apa al insaanu hayawanun mas ul hanya debu yang tidak dimintai pertanggunjawaban di akhirat tidak ada perbedaan antara laki laki dan perempuan semuanya berkewajiban sama sebab manusia sudah menyatakan mampu untuk menjaga amanah menjadi khalifah di muka bumi ini maka tidak ada dikotomi pekerjaan dunia dan akhirat waspada disinilah syetan dan iblis akan memulai langkah pertamanya 2 lembaga pendidikan pesantren akan dirusak disikat dihancurkan dengan kebarat baratan sistematis logis egois hewanis lembaga pesantren berjiwa modern modern pola pikirnya modern semangatnya modern orientasinya modern pemimpinnya siap memimpin dan siap di pimpin karena tujuannya sama munzirul qoum maka terus berusaha untuk terus menjadi baik karena itu adalah kewajiban tapi merasa lebih baik itu adalah penyakit bedakan 3 pertinggilah filsafat hidupmu jangan hidup seperti orang lain kalau kamu hidup hanya untuk melakukan pekerjaan yang sudah dilakukan pendahulumu lebih baik kamu tidak usah lahir ke dunia ini dan yang sudah hidup tidak perlu mati itulah yang disebut jiwa 4 pesantren terus maju karena terus bergerak pergerakan membawa banyak barokah dan pelajaran penuh dengan barokatologi berhenti dari pergerakan berarti diam mati tidak ada aktifitas tidak ada barokah pesantren tidak bisa dipimpin oleh orang yang cerdas pinter dan kaya saja pesantren hanya bisa dipimpin oleh orang yang mau bergerak cerdas bergerak pinter bergerak kaya bergerak hasilnya dahsyat ini yang ditakuti musuh islam lihat banyak orang islam yang cerdas pinter dan kaya dihentikan dan dibatasi pergerakannya dengan jabatan leave a comment artikel ust oky rahmatullah kh hasan abdullah sahal permalink ditulis oleh rahmatullah oky arsitektur tata bangunan gontor september 11 2014 ketika saya di aceh untuk melakukan pencarian tanah untuk pembangunan gontor 10 ada dua tanah yang masuk pencarian kami saya ust jarman ust nursyahid dan alm ust arifin tanah yang pertama datar landai mirip struktur tanah gontor puteri mantingan yang akhirnya dibeli gontor untuk cabang yang ke 10 tanah yang kedua konturnya tinggi rendah tapi dipegunungan dekat sekolah kepolisian dan politeknik di daerah situ susasananya indah sekali saya fikir ini akan cocok untuk pembangunan pesantren meski mungkin bentuknya agak unik jadi rayonnya asramanya tidak lagi per bangunan tapi mungkin per blok soalnya konturnya indah sekali mirip mirip situasi di gontor vi magelang menurut saya apalagi yang punya tanah cuma menghargai tanahnya dengan dua tiket haji plus murah sekali ketika hal itu saya sampaikan ke ust nursyahid sebagai penanggung jawab pembangunan di gontor beliau menjawab dengan tegas kita itu sedang membangun pesantren ust bukan hotel tanah yang antum bilang menarik tadi itu mahal sekali pembangunannya karena bentuk tanahnya yang naik turun tidak rata itu kita ini pesantren yang punya system nah system itu meliputi semuanya termasuk pembangunan asrama sistem mudabbir pengasuh asrama yang diisi anak kelas lima di gontor itu hanya bisa efektif dengan penggunaan minimum 3 kamar dalam satu asrama kalau dibawah itu misalkan kita buat satu atau dua kamar dan dibikin asrama itu per blok justru itu akan membuat bahaya karena sedikit anggota dengan mudabbir itu justru akan membuat suasana tidak kondusif dan lagi pak kyai menghendaki masjid di gontor itu diletakkan di arah paling barat maka antum bisa lihat di gontor dan gontor cabang itu masjid pasti diletakkan sebagai bangunan paling dominan di sebelah barat ini biar para santri yang beribadah itu fokus tidak terganggu oleh aktifitas lain selain peribadatan nah di tanah itu susah sekali kalau mau mendirikan masjid di sebelah barat karena tekstur tanah di arah barat naik turunnya terlalu parah itulah ust gontor menciptakan system yang itu harus di dukung juga dengan bangunan yang didirikannya satu lagi ilmu yang saya dapatkan dari gontor arsitektur gontory 1 komentar artikel ust oky rahmatullah ditandai ponorogo sistem pendidikan pondok modern gontor permalink ditulis oleh rahmatullah oky menjadi istri guru gontor itu berat september 8 2014 gontor itu sudah puluhan tahun berdiri dan menerapkan kaderisasi dulu susah sekali menemukan kader di gontor ini karena gontor memang berprisnip berjuang to give sampai mati kesejahteraan itu diperhatikan tapi bukan tujuan utama nah sekarang ini alhamdulillah gontor sudah maju kesejahteraan guru meningkat maka berbondong bondonglah orang yang mau jadi kader saya takutnya mereka melihat kepada kesejahteraannya bukan pada perjuangannnya bukan kepada proses to give nya bukan kepada proses tanpa pamrihnya semoga saja dugaan saya ini salah 100 maka itu gontor punya cara tersendiri punya ciri tersendiri untuk mengatur kader maka diaturlah bahwa kader itu harus 100 tunduk kepada pimpinan dan pengasuh gontor tanpa reserve sampai milih bojo sekalipun harus sepersetujuan pimpinan saya masih ingat pak sahal bertanya setengah menyindir dadi bojone kader kuwi abot lha kuwi arep ngrewangi opo arep ngrusuhi jadi istri kader itu berat itu mau membantu atau merusak jadi aturan ini dibuat berdasarkan pengalaman gontor bukan pengalaman baru kemarin sore tapi pengalaman yang sudah bertahun tahun kh hasan abd sahal ketika penanda tanganan kader demi allah ini berat sekali saya merasakan berat sekali dan saya tidak sanggup menanggungnya astaghfirullah semoga teman temanku yang memilih berjuang sebagai kader di gontor bisa istiqomah berjuang ikhlas lillah gontor memang terlalu besar untuk debu kecil dan kotor seperti saya semoga saya bisa lebih memperbaiki diri lagi ketika diluar seperti sekarang ini leave a comment artikel ust oky rahmatullah kh hasan abdullah sahal ditandai gontor permalink ditulis oleh rahmatullah oky bebas finansial ala rasulullah september 8 2014 kawan alkisah disebutkan bahwa pada suatu ketika ada seorang laki laki yang dengan langkah gontai datang menghadap rasulullah ia sedang didera problem finansial tak bisa memberikan nafkah kepada keluarganya bahkan hari itu ia tidak memiliki uang sepeserpun dengan penuh kasih rasulullah mendengarkan keluhan orang itu lantas beliau bertanya apakah ia punya sesuatu untuk dijual saya punya kain untuk selimut dan cangkir untuk minum ya rasulullah jawab laki laki itu rasulullah pun kemudian melelang dua barang itu saya mau membelinya satu dirham ya rasulullah kata salah seorang sahabat adakah yang mau membelinya dua atau tiga dirham tanya rasulullah inilah lelang pertama dalam islam dan lelang itu dimenangkan oleh seorang sahabat lainnya saya mau membelinya dua dirham rasulullah memberikan hasil lelang itu kepada laki laki tersebut yang satu dirham engkau belikan makanan untuk keluargamu yang satu dirham kau belikan kapak lalu kembalilah ke sini setelah membelikan makanan untuk keluarganya laki laki itu datang kembali kepada rasulullah dengan sebilah kapak di tangannya nah sekarang carilah kayu bakar dengan kapak itu demikian kira kira nasehat rasulullah hingga beberapa hari kemudian laki laki itu kembali menghadap rasulullah dan melaporkan bahwa ia telah mendapatkan 10 dirham dari usahanya ia tak lagi kekurangan uang untuk menafkahi keluarganya salman al farisi punya rumus 1 1 1 bermodalkan uang 1 dirham ia membuat anyaman dan dijualnya 3 dirham 1 dirham ia gunakan untuk keperluan keluarganya 1 dirham ia sedekahkan dan 1 dirham ia gunakan kembali sebagai modal sepertinya sederhana namun dengan cara itu sahabat ini bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan bisa sedekah setiap hari penting dicatat sedekah setiap hari nasehat rasulullah yang dijalankan oleh laki laki di atas dan juga amalan salman al farisi memberikan petunjuk kepada kita cara dasar mengelola keuangan yakni bagilah penghasilan kita menjadi tiga bagian satu untuk keperluan konsumtif satu untuk modal dan satu untuk sedekah pembagian ini tidak harus sama persis seperti yang dilakukan salman al farisi keperluan konsumtif untuk soal ini rasanya tidak perlu diperintahkan pun orang pasti melakukannya bahkan banyak orang yang menghabiskan hampir seluruh penghasilannya untuk keperluan konsumtif tidak sedikit yang malah terjebak pada masalah finansial karena terlalu menuruti keinginan konsumtif hingga penghasilannya tak tersisa bahkan akhirnya minus yang perlu menjadi catatan bagi seorang suami membelanjakan penghasilan untuk keperluan konsumtif artinya adalah memberikan nafkah kepada keluarganya jangan sampai seperti sebagian laki laki yang menghabiskan banyak uang untuk rokok dan ke warung sementara makanan untuk anak dan istrinya terabaikan modal sisihkanlah penghasilan atau uang anda untuk modal bahkan kalaupun anda adalah seorang karyawan atau pegawai sisihkanlah setiap bulan gaji anda untuk menjadi modal atau membeli aset menurut robert t kyosaki inilah yang membedakan orang orang kaya dengan orang orang kelas menengah dan orang miskin orang kaya membeli aset orang kelas menengah dan orang miskin menghabiskan uangnya untuk keperluan konsumtif dan seringkali orang kelas menengah menyangka telah membeli aset padahal mereka membeli barang konsumtif liabilitas aset adalah modal atau barang yang menghasilkan pemasukan sedangkan liabilitas adalah barang yang justru mendatangkan pengeluaran barangnya bisa jadi sama tetapi yang satu aset yang satu liabilitas misalnya orang yang membeli mobil dan direntalkan hasil rental lebih besar dari cicilan ini aset tetapi kalau seseorang membeli mobil untuk gengsi gengsian ia terbebani dengan cicilan biaya perawatan dan lain lain ini justru menjadi liabilitas robert t kiyosaki menemukan mengapa orang orang kelas menengah sulit menjadi orang kaya karena berapapun gaji atau penghasilan mereka mereka menghabiskan gaji itu dengan memperbesar cicilan berbeda dengan orang yang membeli aset atau modal yang semakin lama semakin banyak menambah kekayaan mereka jangan dianggap bahwa aset atau modal itu hanya yang terlihat tangible ada pula yang tak terlihat intangible contohnya ilmu dan skill jika anda adalah tipe profesional meningkatkan kompetensi dan skill adalah bagian dari modal bagian dari aset dengan kompetensi yang makin handal nilai anda meningkat penghasilan juga meningkat sedekah jangan lupa sisihkan penghasilan anda untuk sedekah mengapa sebab ia adalah bekal untuk kehidupan yang hakiki di akhirat nanti baik sedekah wajib berupa zakat maupun sedekah sunnah apa yang dilakukan salman al farisi adalah amal yang luar biasa ia bersedekah senilai apa yang menjadi keperluan konsumtif keluarganya jadi kita kita punya gaji atau penghasilan tiga juta lalu kebutuhan konsumtif keluarga kita satu juta kita baru bisa menandingi salman al farisi jika bersedekah satu juta pula namun karena ada hadits rasulullah yang menyebutkan bahwa sedekah satu bukit tidak dapat menyamai sedekah satu mud para sahabat kita tak pernah mampu menandingi sedekah salman al farisi harta sejati kita yang bermanfaat di akhirat nanti adalah apa yang kita sedekahkan lalu mengapa kita membagi penghasilan kita menjadi tiga bagian konsumsi modal dan sedekah mengapa tidak semuanya disedekahkan sebab konsumsi dan modal sesungguhnya juga pendukung sedekah kita jika keperluan konsumsi kita terpenuhi maka fisik kita relatif lebih sehat dengan fisik yang sehat kita bisa beribadah dan bekerja yang sebagian hasilnya untuk sedekah mengapa perlu mengalokasikan untuk modal aset karena ia akan semakin memperbesar pemasukan kita dan dengannya kita menjadi lebih mudah untuk bersedekah dalam jumlah lebih besar dan juga lebih banyak beramal semoga bermanfaat 2 komentar ekonomi islam kisah sahabat nabi ditandai hikmah pondok gontor permalink ditulis oleh amamoto kisah meninggalnya kh uzairon temboro agustus 29 2014 hari senin 21 juli 2014 bertepatan dengan 23 ramadhan 1435 h setelah 1 bulan lebih akhirnya saya baru memiliki keberanian menulis kronologi wafatnya beliau sebelumnya saya masih shock dengan kepergian beliau dari dunia ini senin petang selepas bayan ceramah bakda ashar beliau masih memimpin musyawarah bersama para ustadz senior dan sesepuh dakwah yang mengurus kegiatan masjid markaz artikel ini telah dipindahkan ke blog khusus kabar dakwah temboro silahkan klik disini dakwahtemboro wordpress com leave a comment hikmah temboro tour ke pesantren ditandai hikmah kisah pesantren temboro permalink ditulis oleh amamoto gontor selalu berusaha lebih baik agustus 26 2014 setelah 10 tahun akhirnya saya menguatkan hati untuk menelusuri lorong lorong gontor dengan jalan kaki terlalu banyak kenangan dan entah apakah saya yg mudah terharu ini mampu menahan tiap ledakan kenangan indah dari tahun ke tahun gontor selalu berubah lebih baik bukan sekedar fasilitas fisik kurikulum ataupun ustad ustadznya yg sekarang rata rata hafidz quran tapi juga semangat para santrinya yg tetap dan bertambah luar biasa dan antusias bahkan saya rasakan melebihi zaman saya dulu saya merasa bahwa 90 100 santri saat ini masuk gontor karena memang keinginan hati mereka bukan karena paksaan orang tua atau karena enggak sengaja seperti saya dulu sehingga mereka begitu antusias ikhlas dan semangat mengikuti ritme kehidupan gontor yang ketat keras dan cepat hal tersebut menyebabkan hal hal buruk yg diwariskan para senior seperti kami bisa dieliminasi bahkan dihapus tuntas ambil contoh seperti disiplin zaman orde baru dulu disiplin ditegakkan dengan ancaman hukuman fisik yang bahkan kasarnya melebihi stpdn tapi sekarang mereka menjalaninya dengan penuh kesadaran dan antusias hukumanya cukup diberdirikan saja hal positif lainya adalah soal rokok rokok sekarang sudah menjadi barang haram tahun 2003 saat mengambil ijazah saya masih bisa dan menemui para penikmat rokok di seputaran masjid pusaka dan pendopo yang memang tempat favorit ahli hisap there always better generation at gontor langkah saya terhenti sejenak di hadapan tulisan ini teringat almarhum guru yang telah meninggal walau ratusan guru terbaik gontor telah wafat semoga allah terus melimpahkan guru guru pengganti yang lebih baik patah tumbuh hilang berganti 1 komentar petuah gontor ditandai opini pendidikan pondok modern gontor sosial permalink ditulis oleh amamoto kebersihan di gontor juni 3 2014 ini lah gontor kampung damai itu ini adalah suasana keseharian bukan dibuat buat ketika mau difoto lalu dibersihkan dulu ditata diperbaiki lalu setelah selesai foto berantakan lagi baca entri selengkapnya 2 komentar artikel ust oky rahmatullah ditandai disiplin gontor kebersihan modern pondok sistem permalink ditulis oleh amamoto naehat wanita pak hasan juni 1 2014 kalau di uji dengan harta maka insya allah anak anakku sudah seiap menghadapinya karena di sini kalian sudah diajarkan bagaimana berkerja dan beramal dengan penuh keikhlasan itu kalau di uji dengan tahta insya allah anak anakku sudah siap menghadapinya karena di gontor sudah dilatih dan dibina di organisasi di naikkan...
|