Meta tags:
description= disini, podiumku menumpahkan rasa!;
Headings (most frequently used words):
di, aksara, orang, aceh, pertama, kita, dan, disini, mimbar, menu, mengenang, kerikil, penghalang, pergub, cambuk, lapas, merayakan, pangguni, uthiram, hindu, negeri, syariat, islam, semua, dibawa, oleh, gelombang, bioskop, dunia, yang, drakula, berhati, mulia, penyandang, thalassemia, kubra, secangkir, kemewahan, paranoid, sebongkah, harapan, untuk, kembali, meneladani, rasulullah, pengusaha, giok, navigasi, tulisan, juga, ada, ikuti, saja, temukanlah, lumbung, pengingat, podiumku, menumpahkan, rasa,
Text of the page (most frequently used words):
yang (49), itu (25), aceh (21), saya (20), dan (17), ini (15), 2018 (15), dengan (13), komentar (13), kopi (13), lebih (12), lanjut (11), orang (11), kedai (11), tak (11), alfath (11), asmunda (11), banda (11), 2015 (10), baca (10), mobil (10), 2013 (9), april (9), ada (9), sebuah (9), tampak (9), dari (9), dalam (8), tersebut (8), untuk (7), juga (7), tinggalkan (7), dunia (7), pagi (7), aksara (6), oleh (6), mei (6), februari (6), 2017 (6), terlihat (6), aku (6), malam (6), laki (6), pak (6), bus (6), mimbar (5), sudah (5), januari (5), teknologi (5), wajah (5), satu (5), pada (5), mereka (5), mesjid (5), seperti (4), wordpress (4), com (4), oktober (4), maret (4), saja (4), sedang (4), sambil (4), namun (4), barat (4), umat (4), adalah (4), dua (4), akhir (4), ketika (4), tahun (4), banyak (4), empat (4), beberapa (4), dia (4), kota (4), perempuan (4), hindu (4), situs (3), nama (3), langganan (3), agustus (3), desember (3), disini (3), tulisan (3), kepala (3), puluhan (3), negeri (3), sebelum (3), tengah (3), membaca (3), foto (3), negara (3), berada (3), daerah (3), bagi (3), pula (3), baru (3), begitu (3), semua (3), jauh (3), mata (3), kembali (3), tidak (3), takut (3), merasa (3), diri (3), sebab (3), tiba (3), seakan (3), membuat (3), cut (3), zein (3), sejak (3), matahari (3), tiga (3), teman (3), masih (3), bawah (3), depan (3), pintu (3), atau (3), pantai (3), terdapat (3), hanya (3), jalan (3), hari (3), kertas (3), kata (3), kiri (3), kanan (3), ingin (3), ban (3), sepedamotor (3), harus (3), lon (3), bisa (3), bocor (3), ritual (3), sungai (3), pangguni (3), uthiram (3), pasar (3), hijau (3), penumpang (3), menggunakan (3), turun (3), rusdi (3), mulai (2), wajib (2), masuk (2), berlangganan (2), punya (2), sekarang (2), blog (2), rss (2), kita (2), juni (2), 2014 (2), bulan (2), lumbung (2), panjang (2), sampai (2), sana (2), secangkir (2), duduk (2), koran (2), mulutnya (2), sendirian (2), milik (2), terus (2), suara (2), sumber (2), internet (2), atas (2), baik (2), manusia (2), luput (2), belahan (2), bumi (2), salah (2), berbeda (2), sering (2), tadi (2), saat (2), kampus (2), tanpa (2), sesuatu (2), penikmat (2), membentuk (2), beurawe (2), kubra (2), cukup (2), pekan (2), telah (2), berdiri (2), tentang (2), tertua (2), hendak (2), sini (2), parkir (2), bang (2), seorang (2), tepat (2), halaman (2), mungkin (2), masing (2), memang (2), rapi (2), kendaraan (2), roda (2), biasanya (2), sedikit (2), tapi (2), pick (2), sendiri (2), putih (2), warna (2), lima (2), minggu (2), penonton (2), panitia (2), mengalami (2), mengatur (2), sebelah (2), karena (2), pertama (2), keluar (2), setelah (2), lelah (2), mendorong (2), pulang (2), nyoe (2), nyeuh (2), nazar (2), segera (2), lagi (2), jembatan (2), peunayong (2), bantaran (2), krueng (2), ratusan (2), syariat (2), akan (2), cambuk (2), berseragam (2), tua (2), lalu (2), kabel (2), tinggi (2), kerikil (2), genangan (2), air (2), laut (2), daratan (2), darurat (2), amrullah (2), mathari (2), rangka (2), mengenang (2), podiumku (2), menumpahkan (2), rasa (2), rancang, web, surel, tulis, memuat, ciutkan, bilah, kelola, lihat, pembaca, laporkan, isi, daftar, privasi, akun, login, daftarkan, bergabung, pelanggan, lain, tema, motif, pos, 2026, pengingat, 2012, september, november, juli, pilih, cari, temukanlah, twit, alfaaaath, ikuti, sebelumnya, navigasi, topi, koboi, berwarna, coklat, pakai, menutupi, serta, rambut, ikalnya, tergerai, sebahu, berpakaian, pns, pegawai, sipil, menyeruput, kantor, membolak, balikkan, komat, kamit, sapu, jagat, keramaian, bahagia, bersama, teungku, karim, fokus, bergerak, mengeluarkan, sedikitpun, pengusaha, giok, lewat, benua, eropa, menghasilkan, berdampak, berubahnya, terkecuali, membawa, manfaat, kemaslahatan, mendatangkan, masalah, menghampiri, seluruh, menyinggahi, ilmu, pengetahuan, berkembang, pesatnya, muka, hasil, melahirkan, berbagai, macam, rahim, lahirnya, terpaut, sangat, seonggok, bernama, bagai, sisi, uang, budaya, keyakinan, spiritual, mayoritas, penduduknya, sangatlah, sebongkah, harapan, meneladani, rasulullah, celakanya, wujud, perasaan, pun, muncul, terduga, duga, misalnya, tujuan, mengurus, surat, menyurat, mengakhiri, masa, menjadi, mahasiswa, tergesa, gesa, keanehan, bersarang, seringkali, mengejar, ngejar, mengawasiku, tajam, melancarkan, teror, secara, sistematis, tahu, apa, kesalahanku, paranoid, aslinya, belakangan, para, wadah, perkumpulan, diberi, forum, silaturahmi, forsilakubra, 2011, kalangan, menyebut, sebutan, terik, panas, menusuk, kulit, bersepakat, 1945, benar, jika, dilihat, kelahirannya, seumuran, proklamasi, indonesia, sekalipun, belum, data, pasti, semisal, kajian, berbasis, penelitian, berpendapat, bahwa, kami, tuju, eksis, hingga, ngopi, teduh, seru, tukang, menuntun, memarkirkan, motor, pohon, berdaun, rimbun, warga, sekitarnya, beristirahat, rumah, menjatuhkan, pilihan, mengisi, waktu, luang, pergi, tamasya, pinggiran, asik, melepas, penat, halamannya, terparkir, jalanan, padat, siang, lengang, berlalu, lalang, penawar, jasa, angkut, barang, biasa, mangkal, pinggir, beroperasi, kelengangan, berlaku, tetap, ramai, kemewahan, dibukanya, lipatan, mendekatkan, mikrofon, bibirnya, secarik, terselip, ditangannya, tampil, puisi, mewakili, curahan, hati, senasib, dengannya, berisi, susunan, rangkai, berkaca, kaca, mendengar, membacanya, mengenakan, baju, kemeja, lengan, dasi, hitam, menjuntai, sepusar, cerah, menyelimuti, bundaran, simpang, mensesaki, jantung, digunakan, sebagai, orasi, bebas, drakula, berhati, mulia, penyandang, thalassemia, hadir, mematuhi, protes, kewalahan, mahfum, kursi, disusun, diduduki, sementara, dipenuhi, memisahkan, ambil, risiko, acara, digelar, provinsi, aturan, bukan, muhrim, bioskop, warungkopi, kawasan, lampineung, parkiran, terbelalak, mendapati, kempes, sial, begini, beraktifitas, seharian, bantu, memelas, berharap, luluh, dong, neubantu, siat, woe, jioh, aduh, mau, tutup, bagaimana, soalnya, tuh, oma, naksue, thop, kiban, nyan, jula, tat, iya, menyambut, nafas, kelelahan, wajahnya, tentara, medan, perang, goresan, sembunyikan, senter, menyela, kepalanya, jarum, pendek, layar, menunjukkan, angka, keringat, ditubuh, bercucuran, ditempatnya, mencari, nafkah, kilometer, kenapa, pakon, dibawa, gelombang, kemenangan, dewa, muruga, merayakannya, melepaskan, dilepas, diperuntukkan, keluarga, kerabat, sakit, tertimpa, musibah, agar, bangkit, menata, hidup, tepi, persis, tabuhan, gendang, mengehentak, tampa, jeda, mengiringi, remaja, melantunkan, nyanyian, sesembahan, etnis, tamil, rangkaian, menyucikan, sembahyang, kuil, langit, murung, enggan, menampakkan, hangat, tubuh, berkeringat, mengerumuni, jaraknya, sepelemparan, batu, terbesar, meter, kubah, megah, merayakan, islam, tahanan, kejaksaan, mengangkut, delapan, terdakwa, pelanggar, hukum, sebentar, menjalani, hukuman, hadapan, umum, kedatangan, jendelanya, terpasang, jeruji, besi, mengalihkan, pandangan, pukul, sembilan, berdatangan, bahkan, mendekat, mengabadikan, kamera, ponsel, petugas, cepat, menghalau, belakang, dibuka, dalamnya, per, awalnya, menunduk, menutup, ujung, jilbab, dipakai, derap, langkah, tergesah, gesah, menuju, dituntun, lainnya, menundukkan, dimuka, melihat, jenis, memasuki, pekarangan, sempat, terhalang, lampu, merentang, rendah, pria, berlari, membetulkan, mengangkat, kayu, akhirnya, lepas, langsung, melaju, arah, samping, penghalang, pergub, lapas, telaga, seolah, terjebak, samudra, kejauhan, bukit, tenda, bertuliskan, kusam, sebagian, sobek, perjalanan, awali, tujuannya, menyusuri, garis, wilayah, kerusakan, paling, parah, akibat, tsunami, 2004, gardan, tumpangi, melonjak, lonjak, menapaki, berupa, timbunan, pasir, berkali, kali, dikendalikan, terampil, menghindari, kubangan, lumpur, menggerus, unggah, pribadi, memperingati, world, press, freedom, day, jurnalis, tangguh, penghormatan, setinggi, tingginya, berikan, guru, menulis, via, virtual, alfatihah, about, beranda, konten, menu,
Text of the page (random words):
mimbar aksara disini podiumku menumpahkan rasa mimbar aksara disini podiumku menumpahkan rasa menu lanjut ke konten beranda about mengenang orang orang aceh mei 3 2018 mei 3 2018 alfath asmunda tinggalkan komentar tulisan ini milik rusdi amrullah mathari saya unggah kembali di blog pribadi dalam rangka memperingati world press freedom day 2018 dan juga dalam rangka mengenang bang rusdi dia adalah jurnalis tangguh penghormatan yang setinggi tingginya saya berikan pada guru menulis via virtual saya itu alfatihah oleh rusdi amrullah mathari mobil pick up dua gardan yang saya tumpangi melonjak lonjak menapaki jalan darurat yang hanya berupa timbunan pasir dan kerikil berkali kali mobil itu harus dikendalikan dengan terampil untuk menghindari kubangan lumpur jembatan darurat atau genangan air laut yang menggerus daratan di kiri kanan jalan beberapa dari genangan air laut itu terlihat membentuk telaga seolah terjebak oleh daratan dan tak bisa kembali ke samudra di kejauhan di atas bukit tampak satu tenda putih bertuliskan u n yang sudah kusam sebagian terlihat sudah sobek dari banda aceh perjalanan saya awali pada sebuah pagi di bulan agustus tiga tahun lalu tujuannya menyusuri garis pantai barat aceh sebuah wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami 26 desember 2004 baca lebih lanjut kerikil pertama penghalang pergub cambuk di lapas april 29 2018 mei 3 2018 alfath asmunda tinggalkan komentar sebuah mobil jenis bus memasuki pekarangan mesjid bus itu sempat terhalang kabel lampu yang merentang rendah sebelum dua orang pria berseragam hijau tua berlari segera membetulkan mereka mengangkat kabel tinggi tinggi menggunakan kayu mobil akhirnya lepas dan langsung melaju ke arah samping mesjid pintu belakang mobil dibuka penumpang di dalamnya turun satu per satu awalnya turun lima perempuan dengan kepala menunduk dan menutup wajah menggunakan ujung jilbab yang dipakai derap langkah mereka tergesah gesah menuju ke dalam mesjid sambil dituntun empat perempuan berseragam hijau tua lalu penumpang bus lainnya tiga orang laki laki juga turun dengan menundukkan wajah seakan akan tak ingin manusia dimuka bumi ini bisa melihat wajah mereka kedatangan mobil bus yang kiri kanan jendelanya terpasang jeruji besi itu mengalihkan pandangan ratusan orang yang sejak pukul sembilan pagi berdatangan ke halaman mesjid beberapa orang bahkan mendekat ingin mengabadikan penumpang bus menggunakan kamera ponsel tapi petugas cepat menghalau itu mobil tahanan kejaksaan negeri banda aceh pagi itu mobil tersebut mengangkut delapan terdakwa pelanggar hukum syariat sebentar lagi mereka yang tadi keluar dari dalam bus akan menjalani hukuman cambuk di hadapan umum baca lebih lanjut merayakan pangguni uthiram hindu di negeri syariat islam april 18 2018 april 18 2018 alfath asmunda tinggalkan komentar langit kota banda aceh pagi itu tampak murung matahari seakan enggan menampakkan diri namun pagi itu cukup hangat untuk membuat tubuh berkeringat ratusan orang tampak mengerumuni bantaran krueng sungai aceh yang jaraknya hanya sepelemparan batu dengan pasar peunayong salah satu pasar terbesar di kota banda aceh beberapa meter dari pasar terdapat sebuah mesjid dengan kubah warna hijau berdiri megah rangkaian ritual pangguni uthiram menyucikan diri di bantaran krueng sungai aceh sebelum sembahyang di kuil foto alfath asmunda di tepi sungai tersebut persis di bawah jembatan peunayong pagi itu tabuhan gendang mengehentak tampa jeda mengiringi suara seorang remaja yang tengah melantunkan nyanyian sesembahan di ritual pangguni uthiram umat hindu etnis tamil di banda aceh minggu 8 4 2018 bagi umat hindu itu adalah hari kemenangan dewa muruga mereka harus merayakannya di ritual tersebut umat hindu juga banyak yang melepaskan nazar nazar yang dilepas diperuntukkan bagi keluarga dan kerabat yang sedang sakit atau yang tertimpa musibah agar segera bangkit menata hidup lebih baik lagi baca lebih lanjut semua dibawa oleh gelombang februari 25 2018 alfath asmunda tinggalkan komentar malam itu wajahnya seperti tentara yang baru pulang dari medan perang goresan lelah tak bisa ia sembunyikan sebuah senter kepala masih menyela di kepalanya jarum pendek di layar hp saya menunjukkan angka 11 keringat ditubuh saya bercucuran ketika tiba ditempatnya mencari nafkah setelah 2 kilometer mendorong sepedamotor yang bocor pakon bocor ban nyeuh kenapa bocor ban ya dia menyambut saya yang masih mengatur nafas karena kelelahan nyeuh pak iya pak oma naksue lon thop nyoe kiban nyan ka jula tat sebab aduh saya mau tutup ini bagaimana tuh sudah tengah malam soalnya neubantu lon siat pak lon woe jioh nyoe pak bantu saya dong pak saya pulang jauh ini pak kata saya sedikit memelas berharap dia luluh saya malam itu baru keluar dari warungkopi di kawasan lampineung di parkiran mata saya terbelalak mendapati ban depan sepedamotor yang kempes sial malam malam begini setelah lelah beraktifitas seharian saya harus mendorong pula sepedamotor sendirian baca lebih lanjut bioskop di dunia kita yang pertama januari 1 2018 januari 1 2018 alfath asmunda 2 komentar kursi tampak disusun rapi sebelah kiri diduduki perempuan sementara sebelah kanan dipenuhi oleh laki laki panitia memang memisahkan penonton karena tak ingin ambil risiko sebab acara digelar di aceh provinsi ini punya aturan sendiri tentang perempuan dan laki laki yang bukan muhrim penonton mematuhi tak ada yang protes panitia tak mengalami kewalahan ketika mengatur mungkin semua sudah mahfum malam itu minggu 9 desember 2017 saya hadir baca lebih lanjut drakula berhati mulia dan penyandang thalassemia aceh april 29 2017 april 29 2017 alfath asmunda 3 komentar dia mengenakan baju kemeja putih lengan panjang sebuah dasi warna hitam menjuntai sampai sepusar pagi itu matahari begitu cerah menyelimuti kota banda aceh di bundaran simpang lima tampak puluhan orang telah mensesaki jantung kota yang sering digunakan sebagai mimbar orasi bebas itu secarik kertas terselip ditangannya saat itu ia hendak tampil membaca puisi untuk mewakili curahan hati teman teman yang senasib dengannya kertas tersebut berisi susunan kata kata yang ia rangkai sendiri dan membuat mata saya berkaca kaca ketika mendengar ia membacanya dibukanya lipatan kertas ia mendekatkan mikrofon tepat di bawah bibirnya baca lebih lanjut kubra dan secangkir kemewahan april 25 2017 april 27 2017 alfath asmunda tinggalkan komentar depan halamannya terparkir rapi puluhan kendaraan roda dua dan roda empat jalanan beurawe yang biasanya padat siang itu terlihat sedikit lengang hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang mobil mobil pick up penawar jasa angkut barang yang biasa mangkal di pinggir jalan tersebut juga tidak tampak beroperasi tapi kelengangan tidak berlaku pada sebuah kedai kopi empat pintu yang terdapat di sana kedai kopi itu tetap ramai seperti hari hari biasanya ini akhir pekan warga banda aceh dan sekitarnya mungkin sedang beristirahat di rumah masing masing atau menjatuhkan pilihan mengisi waktu luang pergi tamasya ke pantai di pinggiran banda aceh memang terdapat banyak pantai yang asik untuk melepas penat sini parkir bang di sini lebih teduh seru seorang tukang parkir sambil menuntun saya memarkirkan motor tepat di bawah pohon berdaun rimbun di halaman depan kedai kopi empat pintu itu matahari di banda aceh cukup terik panas menusuk ke dalam kulit saya dan tiga orang teman pada akhir pekan itu bersepakat ngopi di sebuah kedai kopi yang telah berdiri sejak tahun 1945 benar jika dilihat dari tahun kelahirannya kedai kopi ini seumuran dengan proklamasi negara indonesia sekalipun belum ada data pasti semisal kajian yang berbasis penelitian tentang kedai kedai kopi tertua di banda aceh namun banyak orang yang berpendapat bahwa kedai kopi yang hendak kami tuju ini adalah yang tertua di banda aceh dan masih eksis hingga sekarang kedai kopi cut zein begitu nama aslinya belakangan sejak para penikmat kopi cut zein membentuk wadah perkumpulan yang diberi nama forum silaturahmi penikmat kopi beurawe forsilakubra pada tahun 2011 banyak kalangan mulai menyebut kedai kopi cut zein dengan sebutan kubra saja baca lebih lanjut paranoid oktober 23 2015 oktober 23 2015 alfath asmunda tinggalkan komentar akhir akhir ini ketika berada di kampus aku merasa ada keanehan yang bersarang dalam diri ini tanpa ada sebab seringkali aku tiba tiba saja merasa takut merasa ada sesuatu yang terus mengejar ngejar mengawasiku dengan tajam seakan sesuatu yang membuat aku takut itu sedang melancarkan teror secara sistematis tanpa aku tahu apa kesalahanku celakanya wujud itu tidak terlihat dan perasaan takut tersebut pun muncul sering tak terduga duga seperti tadi misalnya saat aku berada di kampus dengan tujuan mengurus surat menyurat untuk mengakhiri masa menjadi mahasiswa aku terlihat tergesa gesa baca lebih lanjut sebongkah harapan untuk kembali meneladani rasulullah maret 8 2015 maret 11 2015 alfath asmunda 4 komentar sumber foto internet ilmu pengetahuan berkembang dengan begitu pesatnya di muka bumi ini hasil dari itu semua melahirkan berbagai macam teknologi salah satu rahim dari lahirnya teknologi ini adalah dunia barat belahan dunia yang terpaut sangat jauh dengan seonggok daerah yang bernama aceh dunia barat dan daerah aceh bagai dua sisi mata uang yang berbeda budaya dan keyakinan spiritual mayoritas penduduknya sangatlah berbeda jauh dunia barat lewat negara negara yang berada di benua eropa itu menghasilkan teknologi yang berdampak atas berubahnya wajah dunia tak terkecuali wajah daerah aceh teknologi tersebut ada yang membawa manfaat baik bagi kemaslahatan umat manusia namun tak luput pula mendatangkan masalah baru teknologi tersebut menghampiri seluruh belahan dunia tak luput pula juga menyinggahi aceh baca lebih lanjut pengusaha giok februari 16 2015 februari 16 2015 alfath asmunda tinggalkan komentar sumber foto internet ia sedang duduk sambil membolak balikkan koran mulutnya terlihat komat kamit tengah membaca koran sapu jagat duduk sendirian dalam keramaian kedai kopi bahagia bersama milik teungku karim ia terus saja fokus membaca sambil mulutnya tampak bergerak namun tak mengeluarkan sedikitpun suara sebuah topi koboi berwarna coklat yang ia pakai tampak menutupi kepala serta rambut ikalnya yang tergerai panjang sampai sebahu puluhan orang berpakaian pns pegawai negeri sipil tampak juga ada di sana menyeruput secangkir kopi sebelum masuk kantor baca lebih lanjut navigasi tulisan tulisan sebelumnya juga ada disini ikuti saja twit oleh alfaaaath temukanlah cari untuk lumbung aksara lumbung aksara pilih bulan mei 2018 1 april 2018 2 februari 2018 1 januari 2018 1 april 2017 2 oktober 2015 1 maret 2015 1 februari 2015 3 januari 2015 2 juli 2014 4 juni 2014 1 desember 2013 1 november 2013 3 september 2013 2 agustus 2013 2 juni 2013 1 mei 2013 2 maret 2013 4 februari 2013 1 januari 2013 2 oktober 2012 1 pengingat kita agustus 2026 s s r k j s m 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 mei rss pos rss komentar blog di wordpress com tema motif oleh wordpress com berlangganan langganan mimbar aksara bergabung dengan 33 pelanggan lain daftarkan saya sudah punya akun wordpress com login sekarang privasi mimbar aksara berlangganan langganan daftar masuk laporkan isi ini lihat situs dalam pembaca kelola langganan ciutkan bilah ini memuat komentar tulis komentar surel wajib nama wajib situs web rancang situs seperti ini dengan wordpress com mulai
|