If you are not sure if the website you would like to visit is secure, you can verify it here. Enter the website address of the page and see parts of its content and the thumbnail images on this site. None (if any) dangerous scripts on the referenced page will be executed. Additionally, if the selected site contains subpages, you can verify it (review) in batches containing 5 pages.
favicon.ico: putralagoma.blogspot.com - PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA I.

site address: putralagoma.blogspot.com

site title: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, ILMU PENGETAHUAN,PRAMUKA, DAN KOMPUTER

Our opinion (on Saturday 09 May 2026 4:19:40 UTC):

GREEN status (no comments) - no comments
After content analysis of this website we propose the following hashtags:



Meta tags:

Headings (most frequently used words):

blog, bahasa, dan, indonesia, feedjit, live, traffic, map, pendidikan, sastra, ilmu, pengetahuan, pramuka, komputer, sabtu, november, 23, 2013, selamat, datang, di, saya, about, me, pengikut, archive, category, links, visitor, langganan, cari, ini, label, entri, populer, total, tayangan, halaman, facebook, badge, laman,

Text of the page (most frequently used words):
#bahasa (242), indonesia (144), yang (98), dan (85), kata (64), pada (62), melayu (58), dari (50), dengan (39), dalam (32), sebagai (30), tahun (26), ejaan (26), ini (25), dialek (25), soal (24), atau (22), untuk (21), itu (21), ragam (20), seperti (19), kelas (18), tidak (18), oleh (17), digunakan (17), juga (17), adalah (16), negara (16), bentuk (15), yaitu (15), kongres (15), prasasti (15), jawa (14), resmi (13), tanggal (13), orang (12), undang (12), dasar (12), republik (12), ipa (11), lebih (11), kedua (10), cerita (10), kalimat (10), pramuka (10), oktober (10), riau (10), november (9), banyak (9), ciri (9), lain (9), jakarta (9), suku (9), bahwa (9), merupakan (9), besar (9), kita (8), pendidikan (8), daerah (8), abad (8), 1972 (8), blog (7), ada (7), menjadi (7), pertama (7), lagu (7), agustus (7), atas (7), tata (7), contohnya (7), berikut (7), sudah (7), sebuah (7), contoh (7), secara (7), 1945 (7), pembinaan (7), pengembangan (7), pembicaraan (6), dsb (6), puisi (6), majemuk (6), hal (6), serta (6), penggunaan (6), bukan (6), dapat (6), hanya (6), sastra (6), sangat (6), berasal (6), karena (6), menggunakan (6), kuno (6), ialah (6), 1928 (6), pemuda (6), pusat (6), kuna (6), beberapa (6), jang (6), buku (6), masa (6), feedjit (5), live (5), karangan (5), kamus (5), dua (5), pengetahuan (5), legenda (5), guru (5), pulau (5), jan (5), baku (5), menurut (5), waktu (5), zaman (5), masyarakat (5), disebut (5), dipakai (5), sanskerta (5), namun (5), konsonan (5), inggris (5), bunyi (5), kebangsaan (5), persatuan (5), sumpah (5), penting (5), belanda (5), malaysia (5), tarikh (5), hari (5), istilah (5), saat (5), klasik (5), pasar (5), semester (4), melalui (4), unsur (4), uasbn (4), putri (4), materi (4), kisi (4), semua (4), postingan (4), nov (4), maret (4), jun (4), juni (4), jul (4), selain (4), masing (4), tertentu (4), sriwijaya (4), betawi (4), mempunyai (4), bagi (4), kepada (4), jenis (4), ganti (4), ber (4), tanda (4), serapan (4), tengah (4), kedudukan (4), logat (4), dituturkan (4), islam (4), diresmikan (4), presiden (4), perkembangan (4), ditulis (4), huruf (4), van (4), ophuijsen (4), diselenggarakan (4), brunei (4), singapura (4), nusantara (4), salah (4), bangsa (4), baru (4), paling (4), masih (4), hingga (4), sebagian (4), sebagaimana (4), suparman (3), putralagoma (3), stats (3), alat (3), bank (3), tema (3), dibagi (3), yapena (3), kawan (3), sama (3), siswa (3), kesehatan (3), kepramukaan (3), aceh (3), rakyat (3), dongeng (3), komentar (3), atom (3), januari (3), mar (3), agu (3), okt (3), 2013 (3), ilmu (3), selamat (3), depan (3), komunikasi (3), tetapi (3), catatan (3), terdiri (3), hubungan (3), maka (3), temporal (3), medan (3), varian (3), mungkin (3), akan (3), jumlah (3), kami (3), berarti (3), termasuk (3), kelamin (3), putra (3), biasanya (3), menunjukkan (3), ditemukan (3), gigi (3), vokal (3), terbuka (3), pasal (3), tercantum (3), seluruh (3), sumatra (3), sekarang (3), portugis (3), tionghoa (3), menyerap (3), lainnya (3), perbendaharaan (3), kemerdekaan (3), diambil (3), tempo (3), sejumlah (3), sampai (3), terhadap (3), 1947 (3), sejak (3), pra (3), eyd (3), disempurnakan (3), menuliskan (3), itoe (3), pakar (3), mengusulkan (3), pertimbangan (3), benar (3), peristiwa (3), umum (3), satu (3), dilakukan (3), para (3), kemudian (3), balai (3), sedikit (3), dipilih (3), memilih (3), pengguna (3), dijajah (3), ataupun (3), lingua (3), franca (3), ibu (3), bertulis (3), palembang (3), kerajaan (3), tinggi (3), mudah (3), melajoe (3), sekolah (3), beranda (2), badge (2), traffic (2), map (2), kbk (2), tubuh (2), pernapasan (2), jauh (2), utama (2), rasa (2), merasa (2), intrinsik (2), macam (2), prosa (2), bagian (2), tulang (2), perantara (2), kecil (2), mari (2), berlatih (2), berbaris (2), diri (2), ulangan (2), formatif (2), mengandung (2), amanat (2), prediksi (2), siaga (2), permainan (2), pantun (2), kenangan (2), kode (2), etik (2), keindahan (2), sabang (2), foto (2), abu (2), nawas (2), cara (2), membuat (2), minuman (2), label (2), langganan (2), dewi (2), des (2), desember (2), mei (2), media (2), saya (2), tersebut (2), teknis (2), pidato (2), percakapan (2), antarpembicara (2), pokok (2), meliputi (2), berbahasa (2), memiliki (2), pilihan (2), kurun (2), kelompok (2), rupa (2), sehingga (2), meski (2), cukup (2), sendiri (2), kali (2), susunan (2), walaupun (2), petunjuk (2), belum (2), jamak (2), lawan (2), sedangkan (2), benda (2), jika (2), jumlahnya (2), seribu (2), perulangan (2), terbatas (2), diserap (2), dibandingkan (2), eropa (2), apakah (2), adik (2), harus (2), laki (2), penekanan (2), terakhir (2), akhir (2), letup (2), celah (2), suara (2), kurung (2), fonem (2), langit (2), tertutup (2), diftong (2), pengganti (2), didasarkan (2), austronesia (2), polinesia (2), barat (2), senarai (2), arab (2), asal (2), antaranya (2), kolonial (2), kitab (2), dimulai (2), raja (2), antara (2), meninggalkan (2), kebudayaan (2), pengaruh (2), peresmian (2), yakni (2), dibakukan (2), dikenal (2), angka (2), rakjat (2), sebelumnya (2), nama (2), soewandi (2), dinamai (2), moer (2), ditetapkan (2), 1901 (2), soetan (2), badan (2), sebanyak (2), peserta (2), tamu (2), australia (2), darussalam (2), jerman (2), jepang (2), ditingkatkan (2), kira (2), karya (2), rangka (2), memperingati (2), disebutkan (2), garis (2), baik (2), berusaha (2), berlaku (2), wilayah (2), pedoman (2), menetapkan (2), pula (2), 1954 (2), terus (2), solo (2), bacaan (2), penuntun (2), kalangan (2), pustaka (2), pemerintah (2), lagi (2), berkembang (2), bisa (2), malaka (2), dipelajari (2), halus (2), budaya (2), puak (2), mayoritas (2), awal (2), penciptaan (2), bahasanya (2), beliau (2), menggunakannya (2), masuk (2), agama (2), bukti (2), ahli (2), terdapat (2), 605 (2), terang (2), bulan (2), waisyaakha (2), tuan (2), mulia (2), siddhayaatra (2), jyestha (2), minanga (2), taamwan (2), batu (2), kedukan (2), bukit (2), syuklapaksa (2), wulan (2), dapunta (2), hyang (2), bogor (2), 686 (2), bangka (2), 683 (2), berbagai (2), sekitar (2), sehari (2), sejarah (2), perguruan (2), maupun (2), keberadaannya (2), diungkapkan (2), melaju (2), alam (2), baharoe (2), komputer (2), laman, create, your, facebook, total, tayangan, halaman, kurikulum, organ, manusia, hewan, jarak, telepon, ide, gagasan, menduduki, tempat, arti, emosional, sedih, heran, drama, fiksi, rangkuman, 2005, 2006, makhluk, hidup, tersusun, aero, movel, kereta, api, dijalankan, tenaga, magnet, dibawahnya, agen, perusahaan, mengusahakan, pen, bina, disiplin, bertepuk, tangan, bersama, menempa, tali, temali, morse, semapu, baris, enam, pola, nada, diksi, imajinasi, konkret, gaya, ritme, rima, entri, populer, cari, dating, directory, visitor, abiyyu, links, category, 2008, feb, februari, apr, april, 2009, juli, 2010, 2011, 2012, archive, pengikut, lihat, profil, lengkapku, tukar, menukar, berbagi, pengalaman, silaturrahmi, persahabatan, about, kritik, saran, anda, terima, senang, hati, datang, lama, diposting, keempat, dipakailah, dihormati, khalayak, ramai, wacana, kenyataannya, segala, keperluan, surat, menyurat, tulis, panggung, kuliah, lisan, ilmiah, jurnalistik, berjumlah, terhad, keseluruhan, seseorang, sekalipun, khas, pribadi, pelafalan, kekayaan, idiolek, abdullah, menandai, tingkat, wanita, remaja, sosial, membedakan, suatu, mereka, eka, dikenallah, ambon, regional, dibedakan, ihwal, keadaannya, menumbuhkan, pemakai, pemakaian, sederhana, kerumitannya, membingungkan, belajar, imbuhan, subyek, predikat, obyek, spo, kerja, subjek, objek, mengenal, kala, dinyatakan, menambahkan, keterangan, kemarin, esok, tense, berinfleksikan, eksklusif, sang, bicara, inklusif, bicaranya, mengubah, digunakanlah, tapi, terlibat, konteks, kegunaan, reduplikasi, berjenis, kasus, dia, spesifik, lelaki, perempuan, pacar, memerinci, sifat, ditambahkan, ditempatkan, akar, apabila, pindah, pepet, rongga, diaspirasikan, pinjaman, muncul, alofon, hampiran, getar, sisi, desis, sengau, lunak, keras, bibir, diucapkan, air, hampir, belakang, madya, mutakhir, kesatuan, kedudukannya, berada, bab, bendera, lambang, menyatakan, ikrar, ketiga, menjunjung, seringkali, terselip, berkomunikasi, sesama, sedaerah, kadang, daerahlah, area, perkotaan, ibukota, distribusi, geografis, anggota, subkelompok, gilirannya, cabang, situs, timur, laut, ethnologue, penggolongan, 1996, disusun, bernama, sumber, tamil, 677, 131, parsi, 610, hindi, 290, 280, 495, maksudnya, artikel, kesukaannya, singkatan, akronim, kontemporer, daripada, katanya, cukong, tauke, teko, loteng, tahu, tauge, pisau, seterusnya, tunasusila, lokakarya, dasawarsa, neologisme, neo, isu, konsumen, kolonialisasi, pasca, meja, jendela, kualitas, polisi, kantor, asbak, sabun, sepatu, gereja, diambillah, maaf, kertas, khusus, doa, kursi, kalbu, masjid, persia, kaca, cinta, mantra, kepala, pura, istri, suami, samudra, indo, hindu, empat, dunia, luar, jejaknya, digantikan, perubahan, pemakaiannya, berdasarkan, putusan, serumpun, semakin, konsep, 1959, politik, selama, berikutnya, diurungkanlah, melindo, awalan, duanya, serangkai, mendampinginya, ulang, boleh, barat2, jalan2, kanak2, hamzah, sentak, pak, tak, diganti, umur, menggantikan, koma, ain, trema, akal, diakritik, oemoer, goeroe, sajang, pajah, latin, merancang, dibantu, gelar, moehammad, taib, ibrahim, engku, nawawi, mengalami, tahapan, penyempurnaan, tugasnya, memberikan, nasihat, mengupayakan, peningkatan, status, kelembagaan, keanggotaannya, tokoh, kepedulian, hotel, 1998, dibentuknya, ketentuan, vii, 1993, pesertanya, 770, mancanegara, hongkong, india, italia, rusia, korea, selatan, amerika, syarikat, agar, statusnya, lembaga, disusunnya, 1988, dihadiri, tujuh, ratus, sebutan, sahabat, ditandatangani, dipersembahkannya, pencinta, 1983, putusannya, haluan, mewajibkan, warga, tercapai, semaksimal, 1978, kehidupan, diadakan, memperlihatkan, kemajuan, pertumbuhan, memantapkan, fungsi, iii, menteri, wawasan, pembentukan, kenegaraan, hadapan, sidang, dpr, dikuatkan, keputusan, meresmikan, soeharto, perwujudan, tekad, menerus, menyempurnakan, diangkat, pasalnya, ditandatanganilah, 1938, dilangsungkanlah, hasil, disimpulkan, usaha, telah, sadar, cendekiawan, budayawan, 1933, dipimpin, sutan, takdir, alisyahbana, berdirilah, angkatan, sastrawan, muda, menamakan, dirinya, pujangga, menentukan, itulah, mamancangkan, tonggak, kukuh, perjalanan, 1908, diberi, taman, 1917, diubah, menerbitkan, novel, asuhan, bercocok, tanam, memelihara, membantu, penyebaran, luas, siti, nurbaya, commissie, voor, volkslectuur, mendirikan, penerbit, disusunlah, dimuat, perinciannya, berkaitan, distandardisasi, nahu, diciptakan, penjajahan, pejuang, bersatu, tujuan, diharapkan, kawasan, ditumbuhkan, semangat, patriotik, nasionalisme, jiran, asia, tenggara, pontianak, banjarmasin, samarinda, maluku, kutai, sultan, terakhirpun, lari, selepas, direbut, terkena, misalnya, hokkien, tio, ciu, sukar, tingkatan, biasa, kasar, dipergunakan, berbeda, segi, usia, derajat, pangkat, bila, kurang, memahami, menimbulkan, kesan, negatif, golongan, jati, bermula, sana, nasional, dicanangkanlah, pascakemerdekaan, sebenarnya, dasarkan, soekarno, pergaulan, 360, seiring, berkembangnya, mendominasi, tahap, mana, ekspresi, terputusnya, tertulis, menyimpulkan, kelanjutan, berangka, 1303, terengganu, penelitian, linguistik, teks, berdekatan, terjemahan, saka, kesebelas, naik, perahu, menjemput, ketujuh, berlepas, kutipan, swastie, syrie, syaka, warsaatieta, ekadasyii, naayik, saamwan, mangalap, saptamie, marlapas, memperkuat, dugaan, ketika, saja, melainkan, 942, gandasuli, 832, kesemuanya, bertuliskan, memeberi, nagari, karang, brahi, 688, sungai, musi, jambi, kota, kapur, talang, tuo, 684, penyebutan, perintah, maritim, berjaya, dekat, manila, keterkaitan, keping, tembaga, laguna, wangsa, syailendra, aksara, pallawa, menganggap, kelenturan, mengancam, keberadaan, meredamnya, mempromosikan, penerbitan, telanjur, pedagang, melewati, rujukan, lalu, keluarga, sulit, penggunaannya, penuh, sindiran, seekspresif, malaya, sumatera, kemungkinan, informalnya, sering, lentur, sebab, dimengerti, ekspresif, toleransi, kesalahan, penggunanya, penanggalan, modern, cukuplah, minggu, penghantar, fonologi, struktur, khazanahnya, mirip, terdahulu, sosiologis, bolehlah, katakan, dianggap, lahir, diterima, yuridis, diakui, dinamis, menghasilkan, penyerapan, asing, pokoknya, 1939, utara, disesuaikan, pertumbuhannja, masjarakat, dinamakan, jaitoe, soenggoehpoen, pokoknja, riaoe, soedah, ditambah, dioebah, ataoe, dikoerangi, menoeroet, keperloean, laloe, moedah, seloeroeh, pembaharoean, haroes, dilakoekan, kaoem, beralam, hajar, dewantara, disiratkan, demikian, penduduk, suka, daerahnya, sunda, dll, taraf, wikipedia, ensiklopedia, bebas, sabtu, membahas, program, smester, silabus, rpp, calon, sltp, slta, cerpen, ujian, uas, computer,


Text of the page (random words):
a masa yang berdekatan melayu klasik karena terputusnya bukti bukti tertulis pada abad ke 9 hingga abad ke 13 ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa melayu klasik merupakan kelanjutan dari melayu kuna catatan ber bahasa melayu klasik pertama berasal dari prasasti terengganu berangka tahun 1303 seiring dengan berkembangnya agama islam dimulai dari aceh pada abad ke 14 bahasa melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi masuk melayu berarti masuk agama islam bahasa indonesia bahasa melayu di indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca bahasa pergaulan namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu biasanya masih digunakan bahasa daerah yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360 awal penciptaan bahasa indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 di sana pada kongres nasional kedua di jakarta dicanangkanlah penggunaan bahasa indonesia sebagai bahasa untuk negara indonesia pascakemerdekaan soekarno tidak memilih bahasanya sendiri jawa yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu namun beliau memilih bahasa indonesia yang beliau dasarkan dari bahasa melayu yang dituturkan di riau bahasa melayu riau dipilih sebagai bahasa persatuan negara republik indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut jika bahasa jawa digunakan suku suku bangsa atau puak lain di republik indonesia akan merasa dijajah oleh suku jawa yang merupakan puak golongan mayoritas di republik indonesia bahasa jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa melayu riau ada tingkatan bahasa halus biasa dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia derajat ataupun pangkat bila pengguna kurang memahami budaya jawa ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar bahasa melayu riau yang dipilih dan bukan bahasa melayu pontianak atau banjarmasin atau samarinda atau maluku atau jakarta betawi ataupun kutai dengan pertimbangan pertama suku melayu berasal dari riau sultan malaka yang terakhirpun lari ke riau selepas malaka direbut oleh portugis kedua ia sebagai lingua franca bahasa melayu riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa tionghoa hokkien tio ciu ke ataupun dari bahasa lainnya pengguna bahasa melayu bukan hanya terbatas di republik indonesia pada tahun 1945 pengguna bahasa melayu selain republik indonesia masih dijajah inggris malaysia brunei dan singapura masih dijajah inggris pada saat itu dengan menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa persatuan diharapkan di negara negara kawasan seperti malaysia brunei dan singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara negara jiran di asia tenggara dengan memilih bahasa melayu riau para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa islam berkembang di indonesia namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan bahasa indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi dibakukan lagi dengan nahu tata bahasa dan kamus baku juga diciptakan hal ini sudah dilakukan pada zaman penjajahan jepang peristiwa peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa melayu indonesia perinciannya sebagai berikut pada tahun 1901 disusunlah ejaan resmi bahasa melayu oleh ch a van ophuijsen dan ia dimuat dalam kitab logat melayu pada tahun 1908 pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku buku bacaan yang diberi nama commissie voor de volkslectuur taman bacaan rakyat yang kemudian pada tahun 1917 ia diubah menjadi balai pustaka balai itu menerbitkan buku buku novel seperti siti nurbaya dan salah asuhan buku buku penuntun bercocok tanam penuntun memelihara kesehatan yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa melayu di kalangan masyarakat luas tanggal 28 oktober 1928 merupakan saat saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihan mamancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa indonesia pada tahun 1933 secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai pujangga baru yang dipimpin oleh sutan takdir alisyahbana dan kawan kawan pada tarikh 25 28 juni 1938 dilangsungkanlah kongres bahasa indonesia i di solo dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan indonesia saat itu pada tanggal 18 agustus 1945 ditandatanganilah undang undang dasar ri 1945 yang salah satu pasalnya pasal 36 menetapkan bahasa indonesia sebagai bahasa negara pada tanggal 19 maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan republik ejaan soewandi sebagai pengganti ejaan van ophuijsen yang berlaku sebelumnya kongres bahasa indonesia ii di medan pada tarikh 28 oktober s d 2 november 1954 juga salah satu perwujudan tekad bangsa indonesia untuk terus menerus menyempurnakan bahasa indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara pada tanggal 16 agustus 1972 h m soeharto presiden republik indonesia meresmikan penggunaan ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan eyd melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang dpr yang dikuatkan pula dengan keputusan presiden no 57 tahun 1972 pada tanggal 31 agustus 1972 menteri pendidikan dan kebudayaan menetapkan pedoman umum ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan dan pedoman umum pembentukan istilah resmi berlaku di seluruh wilayah indonesia wawasan nusantara kongres bahasa indonesia iii yang diselenggarakan di jakarta pada tanggal 28 oktober s d 2 november 1978 merupakan peristiwa penting bagi kehidupan bahasa indonesia kongres yang diadakan dalam rangka memperingati sumpah pemuda yang ke 50 ini selain memperlihatkan kemajuan pertumbuhan dan perkembangan bahasa indonesia sejak tahun 1928 juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesia kongres bahasa indonesia iv diselenggarakan di jakarta pada tarikh 21 26 november 1983 ia diselenggarakan dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang ke 55 dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam garis garis besar haluan negara yang mewajibkan kepada semua warga negara indonesia untuk menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar dapat tercapai semaksimal mungkin kongres bahasa indonesia v di jakarta pada tarikh 28 oktober s d 3 november 1988 ia dihadiri oleh kira kira tujuh ratus pakar bahasa indonesia dari seluruh nusantara sebutan bagi negara indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti brunei darussalam malaysia singapura belanda jerman dan australia kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar pusat pembinaan dan pengembangan bahasa kepada pencinta bahasa di nusantara yakni kamus besar bahasa indonesia dan tata bahasa baku bahasa indonesia kongres bahasa indonesia vi di jakarta pada tarikh 28 oktober s d 2 november 1993 pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi australia brunei darussalam jerman hongkong india italia jepang rusia singapura korea selatan dan amerika syarikat kongres mengusulkan agar pusat pembinaan dan pengembangan bahasa ditingkatkan statusnya menjadi lembaga bahasa indonesia serta mengusulkan disusunnya undang undang bahasa indonesia kongres bahasa indonesia vii diselenggarakan di hotel indonesia jakarta pada tanggal 26 30 oktober 1998 kongres itu mengusulkan dibentuknya badan pertimbangan bahasa dengan ketentuan sebagai berikut keanggotaannya terdiri dari tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian terhadap bahasa dan sastra tugasnya memberikan nasihat kepada pusat pembinaan dan pengembangan bahasa serta mengupayakan peningkatan status kelembagaan pusat pembinaan dan pengembangan bahasa penyempurnaan ejaan ejaan ejaan untuk bahasa melayu indonesia mengalami beberapa tahapan sebagai berikut ejaan van ophuijsen ejaan ini ditetapkan pada tahun 1901 yaitu ejaan bahasa melayu dengan huruf latin van ophuijsen merancang ejaan itu yang dibantu oleh engku nawawi gelar soetan ma moer dan moehammad taib soetan ibrahim ciri ciri dari ejaan ini yaitu huruf j untuk menuliskan kata kata jang pajah sajang dsb huruf oe untuk menuliskan kata kata goeroe itoe oemoer dsb tanda diakritik seperti koma ain dan tanda trema untuk menuliskan kata kata ma moer akal ta pa dinamai dsb ejaan soewandi ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya ejaan ini lebih dikenal dengan nama ejaan republik ciri ciri ejaan ini yaitu huruf oe diganti dengan u pada kata kata guru itu umur dsb bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata kata tak pak rakjat dsb kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2 ber jalan2 ke barat2 an awalan di dan kata depan di kedua duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya ejaan melindo melayu indonesia konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959 karena perkembangan politik selama tahun tahun berikutnya diurungkanlah peresmian ejaan ini ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan eyd ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 agustus 1972 oleh presiden republik indonesia peresmian itu berdasarkan putusan presiden no 57 tahun 1972 dengan eyd ejaan dua bahasa serumpun yakni bahasa indonesia dan bahasa malaysia semakin dibakukan perubahan indonesia pra 1972 malaysia pra 1972 sejak 1972 tj ch c dj j j ch kh kh nj ny ny sj sh sy j y y oe u u catatan tahun 1947 oe sudah digantikan dengan u pengaruh terhadap perbendaharaan kata ada empat tempo penting dari hubungan kebudayaan indonesia dengan dunia luar yang meninggalkan jejaknya pada perbendaharaan kata bahasa indonesia hindu antara abad ke 6 sampai 15 m sejumlah besar kata berasal dari sanskerta indo eropa contoh samudra suami istri raja putra pura kepala mantra cinta kaca islam dimulai dari abad ke 13 m pada tempo ini diambillah sejumlah besar kata dari bahasa arab dan persia contoh masjid kalbu kitab kursi doa khusus maaf selamat kertas kolonial pada tempo ini ada beberapa bahasa yang diambil di antaranya yaitu dari portugis contohnya gereja sepatu sabun meja jendela dan belanda contohnya asbak kantor polisi kualitas pasca kolonialisasi kemerdekaan dan seterusnya banyak kata yang diambil berasal dari bahasa inggris contoh konsumen isu dan ada juga neo sanskerta yaitu neologisme yang didasarkan pada bahasa sanskerta contoh dasawarsa lokakarya tunasusila selain daripada itu bahasa indonesia juga menyerap perbendaharaan katanya dari bahasa tionghoa contoh pisau tauge tahu loteng teko tauke cukong ciri ciri lain dari bahasa indonesia kontemporer yaitu kesukaannya menggunakan akronim dan singkatan senarai jumlah kata serapan dalam bahasa indonesia artikel utama untuk bagian ini adalah kata serapan dalam bahasa indonesia bahasa indonesia adalah bahasa yang terbuka maksudnya ialah bahwa bahasa ini banyak menyerap kata kata dari bahasa lainnya asal bahasa jumlah kata arab 1 495 kata belanda 3 280 kata tionghoa 290 kata hindi 7 kata inggris 1 610 kata parsi 63 kata portugis 131 kata sanskerta jawa kuna 677 kata tamil 83 kata sumber senarai kata serapan dalam bahasa indonesia 1996 yang disusun oleh pusat pembinaan dan pengembangan bahasa sekarang bernama pusat bahasa penggolongan indonesia termasuk anggota dari bahasa melayu polinesia barat subkelompok dari bahasa melayu polinesia yang pada gilirannya merupakan cabang dari bahasa austronesia menurut situs ethnologue bahasa indonesia didasarkan pada bahasa melayu dialek riau yang dituturkan di timur laut sumatra distribusi geografis bahasa indonesia dituturkan di seluruh indonesia walaupun lebih banyak digunakan di area perkotaan seperti di ibukota jakarta yang digunakan bahasa indonesia dengan dialek betawi serta logat betawi penggunaan bahasa di daerah biasanya lebih resmi dan seringkali terselip dialek dialek dan logat logat di daerah bahasa indonesia itu dituturkan untuk berkomunikasi dengan sesama orang sedaerah kadang bahasa daerahlah yang digunakan sebagai pengganti untuk bahasa indonesia kedudukan resmi bahasa indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting seperti yang tercantum dalam ikrar ketiga sumpah pemuda 1928 dengan bunyi kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa indonesia undang undang dasar ri 1945 bab xv bendera bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan pasal 36 menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa indonesia dari kedua hal tersebut maka kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa kebangsaan kedudukannya berada di atas bahasa bahasa daerah bahasa negara bahasa resmi negara kesatuan republik indonesia bunyi berikut adalah fonem dari bahasa indonesia mutakhir vokal depan madya belakang tertutup i ː u ː tengah e ə o hampir terbuka ɛ ɔ terbuka a bahasa indonesia juga mempunyai diftong ai au dan oi namun di dalam suku kata tertutup seperti air kedua vokal tidak diucapkan sebagai diftong konsonan bibir gigi langit 2 keras langit 2 lunak celah suara sengau m n ɲ ŋ letup p b t d c ɟ k g ʔ desis f s z ç x h getar sisi l r hampiran w j vokal di dalam tanda kurung adalah alofon sedangkan konsonan di dalam tanda kurung adalah fonem pinjaman dan hanya muncul di dalam kata serapan k p dan t tidak diaspirasikan t dan d adalah konsonan gigi bukan konsonan rongga gigi seperti di dalam bahasa inggris k pada akhir suku kata menjadi konsonan letup celah suara penekanan ditempatkan pada suku kata kedua dari terakhir dari kata akar namun apabila suku kata ini mengandung pepet maka penekanan pindah ke suku kata terakhir tata bahasa dibandingkan dengan bahasa bahasa eropa bahasa indonesia tidak banyak menggunakan kata ber tata bahasa dengan jenis kelamin sebagai contoh kata ganti seperti dia tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan hal yang sama juga ditemukan pada kata seperti adik dan pacar sebagai contohnya untuk memerinci sebuah jenis kelamin sebuah kata sifat harus ditambahkan adik laki laki sebagai contohnya ada juga kata yang berjenis kelamin seperti contohnya putri dan putra kata kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain pada kasus di atas kedua kata itu diserap dari bahasa sanskerta melalui bahasa jawa kuno untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi perulangan kata tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks sebagai contoh seribu orang dipakai bukan seribu orang orang perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain tidak terbatas pada kata benda bahasa indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak yaitu kami dan kita kami adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara sedangkan kita adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya susunan kata dasar yaitu subyek predikat obyek spo walaupun susunan kata lain juga mungkin kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek bahasa indonesia juga tidak mengenal kala tense waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan wakt...
Thumbnail images (randomly selected): * Images may be subject to copyright.GREEN status (no comments)
  • !
  • Foto saya
  • count website visits
  • Powered By Blogger

Verified site has: 108 subpage(s). Do you want to verify them? Verify pages:

1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50
51-55 56-60 61-65 66-70 71-75 76-80 81-85 86-90 91-95 96-100
101-105 106-108


The site also has 1 references to other resources (not html/xhtml )

 id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_xmag.png  Verify


Top 50 hastags from of all verified websites.

Supplementary Information (add-on for SEO geeks)*- See more on header.verify-www.com

Header

HTTP/1.1 200 OK
Content-Type text/html; charset=UTF-8
Expires Sat, 09 May 2026 04:19:39 GMT
Date Sat, 09 May 2026 04:19:39 GMT
Cache-Control private, max-age=0
Last-Modified Fri, 06 Sep 2024 02:57:11 GMT
ETag W/ b488d1a3e2f31e638770aa45da54f493f966fcc68184533ab5a212902a517094
Content-Encoding gzip
X-Content-Type-Options nosniff
X-XSS-Protection 1; mode=block
Content-Length 29184
Server GSE
Connection close

Meta Tags

title="PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, ILMU PENGETAHUAN,PRAMUKA, DAN KOMPUTER"
content="text/html; charset=UTF-8" http-equiv="Content-Type"
content="blogger" name="generator"
content="htt???/putralagoma.blogspot.com/" property="og:url"
content="PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, ILMU PENGETAHUAN,PRAMUKA, DAN KOMPUTER" property="og:title"
content="Membahas Materi pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Smester, Silabus, RPP, Bahasa Indonesia, IPA, bagi Calon / Guru-guru Sekolah Dasar,Siswa Sekolah Dasar , SLTP,SLTA, dan Umum, serta cerita dongeng,legenda,cerpen,puisi,soal-soal ujian / UAS BN Sekolah Dasar ,Kepramukaan,Pendidikan,dan Computer." property="og:description"
name="google-adsense-platform-account" content="ca-host-pub-1556223355139109"
name="google-adsense-platform-domain" content="blogspot.com"
content="file:///C:/DOCUME~1/Suparman/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" itemprop="image_url"
content="1671066254053020483" itemprop="blogId"
content="1089589032847084790" itemprop="postId"
content="htt????/www.blogger.com/profile/08774038020630758886" itemprop="url"
content="htt???/putralagoma.blogspot.com/2013/11/bahasa-indonesia_2404.html" itemprop="url"

Load Info

page size29184
load time (s)0.319748
redirect count0
speed download91485
server IP 172.217.22.33
* all occurrences of the string "http://" have been changed to "htt???/"