If you are not sure if the website you would like to visit is secure, you can verify it here. Enter the website address of the page and see parts of its content and the thumbnail images on this site. None (if any) dangerous scripts on the referenced page will be executed. Additionally, if the selected site contains subpages, you can verify it (review) in batches containing 5 pages.
favicon.ico: statusfblucugokil.blogspot.com - Status FB Lucu Gokil.

site address: statusfblucugokil.blogspot.com

site title: Status FB Lucu Gokil

Our opinion (on Tuesday 02 June 2026 18:04:58 UTC):

GREEN status (no comments) - no comments
After content analysis of this website we propose the following hashtags:



Meta tags:
description=kumpulan kata-kata mutiara motivasi kumpulan kata-kata mutiara islami kumpulan kata-kata mutiara mario teguh kumpulan status fb lucu kumpulan dongeng;
DESCRIPTION=blog lucu tentang status fb dan dongeng terbaru 2014;
KEYWORDS=kata-kata lucu,status fb lucu,gambar lucu,dongeng lucu,terbaru ;
keywords=;

Headings (most frequently used words):

kisah, abu, nawas, lucu, yang, lembu, kata, mengajar, mengaji, al, qur, an, enam, ekor, pandai, bicara, pengemis, kedinginan, dalam, kolam, air, susu, pemalu, hamil, dan, hendak, melahirkan, nazar, seorang, saudagar, menteri, zalim, advertisement, menarik, label, artikel, favorit,

Text of the page (most frequently used words):
itu (205), abu (158), nawas (158), yang (143), dan (115), kata (94), tidak (87), menteri (79), dengan (74), sultan (67), aku (60), baginda (60), orang (58), rumah (55), hamba (55), lembu (48), #saudagar (48), ini (47), pun (43), akan (42), kamu (38), untuk (36), kepada (36), karena (36), kemudian (33), lagi (30), seorang (30), atau (30), tuanku (29), lucu (28), setelah (28), sampai (28), istana (27), hai (27), sudah (26), dalam (25), hari (25), mati (25), pengemis (25), ada (24), jawab (24), datang (24), anak (23), tanya (23), dari (22), kumpulan (21), juga (21), apa (21), maka (20), mereka (20), jika (20), begitu (19), bisa (19), pulang (18), pemuda (18), dukun (18), tahu (17), benar (17), tuan (17), kambing (17), syah (17), alam (17), kolam (17), ucapan (16), dapat (16), malam (15), hati (15), sedang (15), sambil (15), kemari (15), pelayan (15), mau (15), nazar (15), pagi (14), kisah (14), besar (14), istri (14), mutiara (13), lain (13), para (13), namun (13), melihat (13), air (13), muda (13), ketika (13), ternyata (13), kembali (12), oleh (12), ingin (12), tetapi (12), negeri (12), patik (12), saat (11), sebuah (11), lama (11), zalim (11), memang (11), allah (11), engkau (11), bukan (11), sekarang (11), pada (11), sehingga (11), telah (11), boleh (11), selamat (10), sangat (10), punya (10), membayar (10), lalu (10), keluar (10), duduk (10), tali (10), perempuan (10), adinda (10), mohon (10), api (10), sang (9), dongeng (9), semua (9), demikian (9), baik (9), sakit (9), bicara (9), menyuruh (9), banyak (9), jalan (9), mendengar (9), kalau (9), menghadap (9), berendam (9), romantis (8), sebelum (8), paling (8), harun (8), rasyid (8), berjalan (8), bahwa (8), dia (8), seperti (8), tadi (8), harinya (8), setuju (8), membuat (8), jam (8), mana (8), masuk (8), jangan (8), menjawab (8), kepala (8), atas (8), tiba (8), titah (8), sepuluh (8), pembesar (8), mengaji (8), hatinya (7), agar (7), hanya (7), heran (7), pemilik (7), itulah (7), tak (7), pergi (7), berkata (7), mencari (7), harga (7), diri (7), kita (7), sebentar (7), baiklah (7), uang (7), seekor (7), salah (7), balairung (7), ekor (7), kopiah (7), kedinginan (7), status (6), sms (6), motivasi (6), cerita (6), tidur (6), siapa (6), senang (6), berbuat (6), masalah (6), saja (6), pura (6), tetap (6), anda (6), bayar (6), masih (6), rencana (6), kira (6), badan (6), kosong (6), katanya (6), silahkan (6), kau (6), pasti (6), binatang (6), beberapa (6), penghulu (6), memanggil (6), hendak (6), melahirkan (6), susu (6), ringgit (6), tahan (6), enam (6), pandai (6), tahun (5), baru (5), bahasa (5), sunda (5), cinta (5), terbaru (5), pantun (5), sedih (5), ibu (5), buat (5), hidup (5), berjenggot (5), segera (5), rumahnya (5), pula (5), sebab (5), jadi (5), darah (5), malu (5), berteriak (5), adalah (5), joki (5), halnya (5), tanpa (5), hal (5), seluruh (5), rupanya (5), harus (5), hingga (5), muncul (5), esok (5), cepat (5), tapi (5), bersama (5), satu (5), belum (5), pikir (5), tolong (5), tengah (5), kabar (5), mengapa (5), gantungan (5), tempat (5), kaki (5), bawah (5), minta (5), pernah (5), menunggu (5), depan (5), apakah (5), suatu (5), ampun (5), sejengkal (5), tersebut (5), selama (5), lelaki (5), hamil (5), punggawa (5), hakim (5), nasi (5), setengah (5), qur (5), mantan (4), inggris (4), maaf (4), cara (4), pikirnya (4), barangkali (4), beliau (4), kenapa (4), sebabnya (4), masing (4), menjadi (4), keranda (4), badannya (4), bernafas (4), akulah (4), alim (4), tinggi (4), hidung (4), pesan (4), panggil (4), batang (4), putih (4), suaminya (4), khawatir (4), lainnya (4), moga (4), datanglah (4), langkah (4), bagaimana (4), buru (4), matanya (4), mendapat (4), gerangan (4), barang (4), lembuku (4), tujuh (4), tampak (4), kakinya (4), perkataan (4), kepadaku (4), tunggulah (4), sana (4), perasaan (4), pertemuan (4), kepadanya (4), hadiah (4), tanduk (4), hadir (4), jawaban (4), bagdad (4), kadi (4), memberi (4), mengadukan (4), kedatangan (4), raja (4), sesampai (4), laki (4), geleng (4), bersalin (4), bulan (4), menyembah (4), jauh (4), boro (4), airnya (4), dingin (4), pohon (4), tunggu (4), tamu (4), semalam (4), mengajari (4), rasa (3), tebak (3), tebakan (3), puisi (3), jenaka (3), persahabatan (3), pacar (3), bijak (3), 2017 (3), hewan (3), menarik (3), termasuk (3), bapaknya (3), bapakku (3), kecil (3), bapakmu (3), terlalu (3), rasanya (3), lebih (3), suruh (3), sebagai (3), menganiaya (3), bertanya (3), dibawa (3), kerumahnya (3), kuburan (3), pelayat (3), tipu (3), suasana (3), sementara (3), sebenarnya (3), lengkap (3), liang (3), keras (3), sendiri (3), istriku (3), nanti (3), kapan (3), bila (3), tangan (3), palsu (3), mengeluarkan (3), telinga (3), tiga (3), daun (3), disuruh (3), sulit (3), hilang (3), sebaiknya (3), supaya (3), kakanda (3), nasib (3), kanda (3), begini (3), barulah (3), menggantung (3), pegang (3), kuat (3), bergantung (3), mengikuti (3), diceritakan (3), takut (3), suami (3), sudut (3), wajah (3), cantik (3), insya (3), melaksanakan (3), nada (3), ujar (3), coba (3), beli (3), lembumu (3), cuma (3), berikan (3), keduanya (3), diam (3), kebun (3), melainkan (3), berusaha (3), betul (3), berpikir (3), sejenak (3), dijual (3), dengar (3), tentang (3), yaitu (3), sekali (3), baghdad (3), panas (3), pamit (3), lebar (3), jari (3), inilah (3), memikirkan (3), diberi (3), sesuai (3), maksud (3), kali (3), keputusan (3), ringan (3), apalagi (3), manusia (3), bertanduk (3), besok (3), menemui (3), duli (3), berani (3), memberikan (3), kemana (3), kan (3), dulu (3), tuhan (3), junjung (3), masak (3), beranak (3), konon (3), sejak (3), menyampaikan (3), marah (3), berwarna (3), mukanya (3), tanah (3), pinggir (3), apinya (3), mampu (3), sikap (3), periuk (3), waktu (3), hampir (3), habis (3), senin (3), rumahmu (3), lantas (3), kolamku (3), cambuk (3), sahaya (3), mengajar (3), menikah (2), puasa (2), idul (2), fitri (2), valentine (2), tips (2), menghindari (2), kantuk (2), berkendara (2), galau (2), sahur (2), gokil (2), singkat (2), kabayan (2), menyentuh (2), postingan (2), sedangkan (2), menanti (2), warga (2), merasa (2), takdir (2), usah (2), mengaku (2), kami (2), tiada (2), mengupah (2), diupah (2), masygul (2), akhirnya (2), upacara (2), lunas (2), badanmu (2), sekuat (2), tenaga (2), ditinggal (2), jenazah (2), berangkat (2), lahat (2), maukah (2), kuda (2), uangnya (2), rencananya (2), kelak (2), dikerjakan (2), berhasil (2), mencium (2), busuk (2), sadar (2), badanku (2), pisang (2), terakhir (2), mawar (2), pingsan (2), puas (2), pentungan (2), sekujur (2), permintaan (2), kayu (2), bisakah (2), suka (2), kelamaan (2), jawabnya (2), tua (2), selanjutnya (2), caranya (2), kalah (2), demi (2), tinggal (2), tambah (2), mulai (2), menangis (2), dilihatnya (2), harta (2), rumahku (2), masuklah (2), sesudah (2), melepaskan (2), posisi (2), memukul (2), mampuslah (2), mencoba (2), menolak (2), kesana (2), kehendak (2), sini (2), desa (2), duri (2), berhenti (2), penuh (2), suara (2), keesokan (2), membantu (2), bersedia (2), membunuh (2), diceritakanlah (2), jual (2), melayang (2), sudahkah (2), nasibku (2), mesti (2), bayarannya (2), ditarik (2), melepas (2), lima (2), dinar (2), ditawar (2), warisan (2), bapak (2), berapa (2), harganya (2), tertarik (2), membelinya (2), menjual (2), gemuk (2), mari (2), membeli (2), bertemu (2), otak (2), berdagang (2), digunakan (2), bahkan (2), dilakukan (2), menaruh (2), sama (2), apabila (2), pasang (2), niat (2), meninggalkan (2), main (2), nazarnya (2), dirham (2), pendapat (2), mengatakan (2), selesaikan (2), terlambat (2), kereta (2), berangkatlah (2), dua (2), janjinya (2), membawa (2), langsung (2), menyatakan (2), serta (2), bubar (2), terheran (2), dipenuhi (2), anakmu (2), menyelesaikan (2), perkara (2), diutuslah (2), perihal (2), usaha (2), pendapatmu (2), mata (2), diajak (2), selain (2), memicingkan (2), tertua (2), hukumnya (2), diganti (2), sunyi (2), senyap (2), siang (2), berjanji (2), maksudmu (2), adapun (2), berasal (2), semakin (2), berat (2), adil (2), mengganti (2), semula (2), mempunyai (2), gagal (2), memperoleh (2), selebar (2), empat (2), akibatnya (2), bertahun (2), istrinya (2), miskin (2), sembah (2), sungguh (2), ibarat (2), tanda (2), alasan (2), dipersilahkan (2), laporan (2), keinginan (2), perutnya (2), buncit (2), mungkin (2), bersih (2), merah (2), keheranan (2), botol (2), pemalu (2), keroncongan (2), lapar (2), ambil (2), hukum (2), anaknya (2), mengharap (2), upah (2), semuanya (2), membenarkan (2), memasak (2), bangkit (2), sabar (2), menyusul (2), belakang (2), sesungguhnya (2), ubun (2), terima (2), kasih (2), niscaya (2), tiap (2), doanya (2), upahmu (2), saya (2), tepi (2), sesampainya (2), mencobanya (2), beri (2), seorangpun (2), seminggu (2), bertitah (2), pekerjaan (2), sedikit (2), rotan (2), mengamuk (2), diajarkan (2), erat (2), www, statusfb, com, 2014, spesial, ulang, berbuka, 2018, seuntai, kutipan, novel, update, ultah, sayang, minggu, kerja, perpisahan, penyejuk, islam, penyemangat, gambar, humor, remaja, najwa, shihab, pepatah, kocak, rayuan, gombal, label, campuran, terindah, artikel, favorit, tepat, menangkap, harimau, burung, gagak, kendi, mengubah, berfikirmu, tersayang, advertisement, langganan, atom, niatku, terlaksana, khalifah, kedatanganku, rindu, kota, tenang, terdiam, perbuatan, senyum, ditakdirkan, penipu, penganiaya, pengisap, sebagainya, diperpanjang, membuatmu, doakan, diampuni, kejar, menyebabkan, balik, bertanyalah, menemukan, terkejar, tertangkap, pemakaman, tadinya, sungguhan, diusung, hancur, diketahui, pelakunya, mengagetkan, ikut, barisan, saatnya, utangmu, kubiarkan, nyawamu, bersarang, pukulnya, kacau, berlarian, mengejar, lacur, dikejar, kabur, kudanya, terurus, iring, iringan, sanak, keluarga, sahabat, almarhum, dekat, terdengar, teriakan, saudara, menaiki, larinya, berbadan, tegap, dekatilah, kubur, berteriaklah, paculah, kudamu, sekencang, kencangnya, nah, pergilah, diceritakannya, menjamin, nasibmu, bergerak, telinganya, dasar, akal, ditemuinya, pukul, kabarkan, masukkan, sekerat, dibungkus, kain, sebagaimana, mayat, laiknya, dimasukkan, sembuh, kucari, perhitungan, hampa, diikuti, cemas, tuannya, tergeletak, menyiram, diminumkan, seteguk, mulutnya, dikiranya, hatiku, yakin, diambil, dipukulnya, babak, belur, mulunya, bayaranmu, memenuhi, lupa, adalagi, butuhkan, sabelumnya, luar, mengobati, akarnya, dicari, gunanya, penyembuhan, perlu, obatilah, samping, pembaringannya, suaranya, menyapa, sopan, siapakah, kakek, bertongkat, memakai, jubah, panjang, serban, terbungkuk, bungkuk, berpura, puralah, usahakan, caramu, pukulilah, tinggalkan, ditemui, matikan, bukankah, penyakit, pertanyaan, lambat, laun, kesadarannya, pulih, menceritakan, dialaminya, jatuh, ucap, meratapi, setiba, menjerit, jerit, histeris, lantaran, tergantung, berdarah, bendanya, ludes, dilepas, meski, terengah, engah, dipercikkan, tubuhnya, siuman, membuka, firasat, buruk, berebar, debar, bergegas, pulanglah, mengira, menjarah, menggondol, kekayaan, memasukkan, kedalam, gadungan, dipegangnya, berujar, terimalah, pembalasanku, ayo, bak, bik, buk, segar, mengalir, mulut, sadarkan, teriak, terdorong, nafsu, syahwat, menggelora, dituruti, dilepaskan, cobalah, rayunya, seumur, ditali, mendorong, kamar, mengajak, merajuk, ibunya, tergopoh, gopoh, mampir, tertusuk, terpaksa, iba, asalmu, gelap, milik, amat, girang, wanita, membuang, sesuatu, dicabut, disusunnya, kejadian, mendongkol, sialan, ceritakan, lancar, urusan, diperdaya, nelangsa, menerima, pembayaran, menggubris, sementar, keluhnya, kerjamu, menipu, makan, kubayar, kukembalikan, kilah, nih, ambillah, butuh, berbantah, bantahan, sengitnya, kembalikan, lembunya, masa, talinya, sudi, kebayar, disodorkan, ujung, pengikat, disepakati, meminta, puluh, pantas, mahal, giringlah, menemuimu, bagus, perjanjian, melaksanakannnya, menteriku, bagianmu, geram, memeras, memanfaatkan, ketampanan, menjualnya, berkonsultasi, merayu, laku, tampan, menggiring, terjadi, berita, berta, nantikanlah, membalas, tiang, bersalah, menggantungnya, sadis, dipukuli, sengaja, menyewa, berdekatan, melakukan, investigasi, bergaul, penduduk, situ, kenal, bersahabat, baiknya, pendekatan, bebas, curiga, dahulu, kala, dikenal, jahat, perangainya, ditakuti, warganya, terutama, diambilnya, ihwal, daerah, menghembuskan, nafas, alias, diberikanlah, berupa, seratur, negerinya, meyakinkan, ingat, dinazarkan, jengkalkan, pas, disembelih, serahkan, keputusannya, disini, kiri, dijengkalkan, panjangnya, ulah, mengetahui, jemput, memaksa, bawa, kerajaan, mengendarai, kencana, kumpulkan, rakyat, kesediaaannya, melanjutkan, tidurnya, memerintahkan, memecahkan, bawalah, janganlah, bersusah, percaya, bangun, penggawa, dihadapannya, mengutarakan, ditempuhnya, didapatnya, sorot, kompromi, terfokus, dihadapinya, menjelang, subuh, teringat, memutuskan, cita, pulas, antara, menurut, kitab, maupun, logika, persatu, hening, berkepanjangan, termenung, terpekur, sultannya, ditemukan, keluarnya, alkisah, bingung, sepanjang, haram, mengumpulkan, ulama, istananya, keresahan, sehubungan, pertimbangan, terlanjur, menerimanya, berbunga, bunga, ketempat, penginapannya, baikah, katakan, kudengar, niatnya, petuah, nasehat, sempurna, tutur, menghiba, dipertuan, beribu, kenyataan, bertambah, beban, arif, bijaksana, namanya, disana, kebetulan, rekomendasi, terus, dimanapun, menggantinya, dipecahkan, diutarakan, kendala, dihadapi, penggantiannya, total, susah, tidurpun, nyenyak, terpikir, olehnya, sekaligus, penting, dikonsultasikan, merindukan, lahirnya, berumah, tangga, kunjung, momongan, jengkal, berapapun, bernazar, memotong, tanduknya, dagingnya, sedekahkan, fakir, segala, takdzim, seberapa, bercampur, geli, melarang, bergurau, denganmu, lagipula, hilanglah, cahaya, balairungku, mencabut, perintahnya, menjilat, ludah, pengecut, bertindak, tamsil, ditumggu, berarti, dimaksud, hilangnya, berceritalah, mengusir, berlalu, jelas, hubungan, tentu, melanggar, adat, agama, menggegerkan, jelaskan, perkataanmu, beranaknya, tersenyum, keadaanmu, dikabarkan, zaman, nenek, moyangku, mengandung, terhormat, bersila, bawahnya, bertahta, berlari, lari, menyambut, seraya, berkenan, hina, dina, ajaib, setianya, aneh, timbul, menengok, diiringi, sejumlah, sampaikan, mengelurkan, bayiku, mengelus, elus, penyebabnya, lengang, dilarang, tertawa, meninggalkannya, gagah, rupawan, tersipu, sipu, merona, biasanya, mengambil, gugup, pasar, memergoki, memegang, berisi, anggur, menegur, penyair, wahai, kehausan, hormat, salam, riangnya, memerintah, mentrinya, memenjarakan, keadaan, dahaga, seratus, menyalahkan, pucat, membantah, hangat, matang, bakal, menjelaskan, perbuatannya, bertahan, gilakah, beras, bakalan, beginda, mendongakkan, gerak, mengangkat, menanak, periuknya, pernyataan, tanga, dzuhur, hidangan, dibagian, ikuti, mengipa, ngipas, tungkunya, sahut, matahari, dihadapan, perut, masakanmu, gerutuan, hidungnya, masakkah, nasinya, gerutu, ditunggu, diundang, permadani, sebelumnya, gelar, pangkat, kedudukan, terkumpul, kebelakang, menjerangnya, dihubungi, undangan, jawa, keberatan, kerumah, hajat, menolongku, berpisah, sapa, insyaallah, masalahmu, lihatlah, caraku, menang, izin, dirundung, malang, musibah, menimpa, nasibnya, kelihatan, murung, padahal, udara, sedemikian, cerah, dongkol, putus, asa, jugalah, mudah, mudahan, menangkan, gondok, penipuan, pengaduannya, malahan, disalahkan, ngotot, terserah, melapor, berkelahi, denganku, masakan, upahnya, waktunya, ditahannya, berdoa, dikabulkan, gembira, dilihat, menyalakan, delapan, menguatkan, datangnya, mengenai, disitu, kucoba, dicelupkannya, kedua, ajakan, mengundang, sepertiga, terkenal, didalamnya, berlama, separuh, ancaman, hukuman, 000, berbeda, beda, berujarlah, tentunya, menanyakan, pusinglah, kah, tanyalah, tunjukkan, menunjuk, keenam, dibawanya, menghaturkan, khidmat, masyarakat, kesanggupan, mambawa, lepaskan, ayal, kok, nggak, kebenaran, menuju, kerumunan, ujarnya, bermohon, berdiam, merenungkan, seharian, tetangga, persis, batas, diberikan, menguji, kecerdikan, hadapan, menginginkan, mendatangkan, penggal, lehermu, kepalanya, baca, terperanjat, duduknya, sepatah, katapun, tercenung, sate, arti, umurnya, sekalipun, selesai, paduka, kalimat, artinya, lihat, pengikatnya, pastilah, lepas, hanyalah, patah, disaksikan, cambukan, dilancarkan, kesakitan, dilaporkanlah, mengucapkan, mengayunkan, cambukannya, henti, lakukan, setiap, dhuhur, maghrib, terpikirkan, menghela, dirumah, diikat, sebatang, kurma, tahukah, kepadamu, berjarak, hambanya, home,


Text of the page (random words):
uk minta upahnya namun saudagar itu menolak membayar aku tidak mau membayar karena anakmu membuat api di tepi kolam kamu pasti tidak kedinginan namun si pengemis tidak mau kalah panas api itu tidak sampai ke badan saya selain apinya jauh saya kan berendam di air masakan api bisa masuk ke dalam air aku tetap tidak mau membayar upahmu kata saudagar itu ngotot sekarang terserah kamu mau melapor atau berkelahi denganku aku tunggu dengan perasaan gondok pengemis itu pulang ke rumah sudah kedinginan setengah mati tidak dapat uang lagi pikirnya ia kemudian mengadukan penipuan itu kepada seorang hakim boro boro pengaduannya di dengar hakim itu malahan membenarkan sikap sang saudagar lantas ia berusaha menemui orang orang besar lainnya untuk diajak bicara namun ia tetap disalahkan juga kemana lagi aku akan mengadukan nasibku ini kata si pengemis dengan nada putus asa ya allah engkau jugalah yang tahu nasib hamba mu ini mudah mudahan tiap tiap orang yang benar engkau menangkan doanya dalam hati ia pun berjalan mengikuti langkah kakinya dengan perasaan yang semakin dongkol dengan takdir allah ia bertemu dengan abu nawas di sudut jalan hai hamba allah tanya abu nawas ketika melihat pengemis itu tampak sangat sedih mengapa anda kelihatan murung sekali padahal udara sedemikian cerah memang benar hamba sedang dirundung malang kata si pengemis lantas diceritakan musibah yang menimpa si pengemis sambil mengadukan nasibnya jangan sedih lagi kata abu nawas ringan insyaallah aku dapat membantu menyelesaikan masalahmu besok datanglah ke rumahku dan lihatlah caraku niscaya kamu menang dengan izin allah terima kasih banyak anda bersedia menolongku kata si pengemis lantas keduanya berpisah abu nawas tidak pulang ke rumah melainkan menghadap baginda sultan di istana apa kabar hai abu nawas sapa baginda sultan begitu melihat batang hidung abu nawas ada masalah apa gerangan hari ini kabar baik ya tuanku syah alam jawab abu nawas jika tidak keberatan patik silahkan baginda datang kerumah patik sebab patik punya hajat kapan aku mesti datang ke rumahmu tanya baginda sultan hari senin jam tujuh pagi tuanku jawa abu nawas baiklah kata sultan aku pasti datang ke rumahmu begitu keluar dari istana abu nawas langsung ke rumah saudagar yang punya kolam kemudian ke rumah tuan hakim dan pembesar pembesar lainnya yang pernah dihubungi oleh si pengemis kepada mereka abu nawas menyampaikan undangan untuk datang kerumahnya senin depan hari senin yang ditunggu sejak jam tujuh pagi rumah abu nawas telah penuh dengan tamu yang diundang termasuk baginda sultan mereka duduk di permadani yang sebelumnya telah di gelar oleh tuan rumah sesuai dengan pangkat dan kedudukan masing masing setelah semuanya terkumpul abu nawas mohon kepada sultan untuk pergi kebelakang rumah ia kemudian menggantung sebuah periuk besar pada sebuah pohon menjerangnya menaruh di atas api tunggu punya tunggu abu nawas tidak tampak batang hidungnya maka sultan pun memanggil abu nawas kemana gerangan si abu nawas sudah masakkah nasinya atau belum gerutu sultan rupanya gerutuan sultan di dengar oleh abu nawas ia pun menjawab tunggulah sebentar lagi tuanku syah alam baginda pun diam dan duduk kembali namun ketika matahari telah sampai ke ubun ubun ternyata abu nawas tak juga muncul dihadapan para tamu perut baginda yang buncit itu telah keroncongan hai abu nawas bagaimana dengan masakanmu itu aku sudah lapar kata baginda sebentar lagi ya syah alam sahut tuan rumah baginda masih sabar ia kemudian duduk kembali tetapi ketika waktu dzuhur sudah hampir habis tak juga ada hidangan yang keluar baginda tak sabar lagi ia pun menyusul abu nawas dibagian belakang rumah di ikuti tamu tamu lainnya mereka mau tahu apa sesungguhnya yang dikerjakan tuan rumah ternyata abu nawas sedang mengipa ngipas api di tungkunya hai abu nawas mengapa kamu membuat api di bawah pohon seperti itu tanga baginda sultan abu nawas pun bangkit demi mendengar pernyataan baginda ya tuanku syah alam hamba sedang memasak nasi sebentar lagi juga masak jawabnya menanak nasi tanya baginda mana periuknya ada tuanku jawab abu nawas sambil mengangkat mukanya ke atas ada tanya beginda keheranan mana ia mendongakkan mukanya ke atas mengikuti gerak abu nawas tampak di atas sana sebuah periuk besar bergantung jauh dari tanah hai abu nawas sudah gilakah kamu tanya sultan memasak nasi bukan begitu caranya periuk di atas pohon apinya di bawah kamu tunggu sepuluh hari pun beras itu tidak bakalan jadi nasi begini baginda abu nawas berusaha menjelaskan perbuatannya ada seorang pengemis berjanji dengan seorang saudagar pengemis itu disuruh berendam dalam kolam yang airnya sangat dingin dan akan diupah sepuluh ringgit jika mampu bertahan satu malam si pengemis setuju karena mengharap upah sepuluh ringgit dan berhasil melaksanakan janjinya tapi si saudagar tidak mau membayar dengan alasan anak si pengemis membuat api di pinggir kolam lalu semuanya diceritakan kepada sultan lengkap dengan sikap tuan hakim dan para pembesar yang membenarkan sikap si saudagar itulah sebabnya patik berbuat seperti ini boro boro nasi itu akan matang kata sultan airnya saja tidak bakal panas karena apinya terlalu jauh demikian pula halnya si pengemis kata abu nawas lagi ia di dalam air dan anaknya membuat api di tanah jauh dari pinggir kolam tetapi saudagar itu mengatakan bahwa si pengemis tidak berendam di air karena ada api di pinggir kolam sehingga air kolam jadi hangat saudagar itu pucat mukanya ia tidak dapat membantah kata kata abu nawas begitu pula para pembesar itu karena memang demikian halnya sekarang aku ambil keputusan begini kata sultan saudagar itu harus membayar si pengemis seratus dirham dan di hukum selama satu bulan karena telah berbuat salah kepada orang miskin hakim dan orang orang pembesar di hukum empat hari karena berbuat tidak adil dan menyalahkan orang yang benar saat itu juga si pengemis memperoleh uangnya dari si saudagar setelah menyampaikan hormat kepada sultan dan memberi salam kepada abu nawas ia pun pulang dengan riangnya sultan kemudian memerintah mentrinya untuk memenjarakan saudagar dan para pembesar sebelum akhirnya kembali ke istana dalam keadaan lapar dan dahaga akan halnya abu nawas ia pun sebenarnya perutnya keroncongan dan kehausan kisah lucu abu nawas air susu yang pemalu air susu yang pemalu suatu hari sultan harun al rasyid berjalan jalan di pasar tiba tiba ia memergoki abu nawas tengah memegang botol berisi anggur sultan pun menegur sang penyair wahai abu nawas apa yang tengah kau pegang itu dengan gugup abu nawas menjawab ini susu baginda bagaimana mungkin air susu ini berwarna merah biasanya susu kan berwarna putih bersih kata sultan keheranan sambil mengambil botol yang di pegang abu nawas betul baginda semula air susu ini berwarna putih bersih saat melihat baginda yang gagah rupawan ia tersipu sipu malu dan merona merah mendengar jawaban abu nawas baginda pun tertawa dan meninggalkannya sambil geleng geleng kepala kisah lucu abu nawas abu nawas hamil dan hendak melahirkan abu nawas hamil dan hendak melahirkan sultan harun al rasyid masygul berat konon penyebabnya sudah tujuh bulan abu nawas tidak menghadap ke istana akibatnya suasana balairung jadi lengang sunyi senyap sejak dilarang datang ke istana abu nawas memang benar benar tidak pernah muncul di istana mungkin abu nawas marah kepadaku pikir sultan maka diutuslah seorang punggawa ke rumah abu nawas tolong sampaikan kepada sultan aku sakit hendak bersalin jawab abu nawas kepada punggawa yang datang ke rumah abu nawas menyampaikan pesan sultan aku sedang menunggu dukun beranak untuk mengelurkan bayiku ini kata abu nawas lagi sambil mengelus elus perutnya yang buncit ajaib benar kata baginda dalam hati setelah mendengar laporan punggawa setianya baru hari ini aku mendengar kabar seorang lelaki bisa hamil dan sekarang hendak bersalin dulu mana ada lelaki melahirkan aneh maka timbul keinginan sultan untuk menengok abu nawas maka berangkatlah dia diiringi sejumlah menteri dan para punggawa ke rumah abu nawas begitu melihat sultan datang abu nawas pun berlari lari menyambut dan menyembah kakinya seraya berkata ya tuanku syah alam berkenan juga rupanya tuanku datang ke rumah hamba yang hina dina ini sultan dipersilahkan duduk di tempat yang paling terhormat sementara abu nawas duduk bersila di bawahnya ya tuanku syah alam apakah kehendak duli syah alam datang ke rumah hamba ini rasanya bertahta selama bertahun tahun baru kali ini tuanku datang ke rumah hamba tanya abu nawas aku kemari karena ingin tahu keadaanmu jawab sultan engkau dikabarkan sakit hendak melahirkan dan sedang menunggu dukun beranak sejak zaman nenek moyangku hingga sekarang aku belum pernah mendengar ada seorang lelaki mengandung dan melahirkan itu sebabnya aku datang kemari abu nawas tidak menjawab ia hanya tersenyum coba jelaskan perkataanmu siapa lelaki yang hamil dan siapa dukun beranaknya tanya sultan lagi maka dengan senang hati berceritalah abu nawas konon ada seorang raja mengusir seorang pembesar istana tetapi setelah lima bulan berlalu tanpa alasan yang jelas sang raja memanggil kembali pembesar tersebut ke istana ini ibarat hubungan laki laki dan perempuan yang kemudian hamil tanpa menikah tentu saja itu melanggar adat dan agama menggegerkan seluruh negeri lagi pula apabila seorang mengeluarkan titah tidak boleh mencabut perintahnya lagi jika itu dilakukan ibarat menjilat air ludah sendiri itulah tanda tanda pengecut oleh karena itu harus berpikir masak masak sebelum bertindak itulah tamsil seorang lelaki yang hendak bersalin adapun dukun beranak yang ditumggu adalah kedatangan baginda kemari kata abu nawas dengan kedatangan baginda kemari berarti hamba sudah melahirkan yang dimaksud dengan bersalin adalah hilangnya rasa sakit atau takut hamba kepada baginda bukan begitu kata sultan ketika aku melarang kamu datang lagi ke istana itu tidak sungguh sungguh melainkan hanya bergurau besok datanglah engkau ke istana aku ingin bicara denganmu memang di sana banyak menteri tetapi tidak seperti kamu lagipula selama engkau tidak hadir di istana selama itu pula hilanglah cahaya balairungku segala titah baginda patik junjung tinggi tuanku sembah abu nawas dengan takdzim tetapi sultan cuma geleng geleng kepala dan tidak seberapa lama kemudian sultan pun kembali ke istana dengan perasaan heran bercampur geli kisah lucu abu nawas nazar seorang saudagar nazar seorang saudagar hai istriku sebaiknya kita bernazar kepada allah kata seorang saudagar kepada istrinya jika kita diberi anak laki laki aku akan memotong kambing yang besar dan lebar tanduknya sejengkal kemudian dagingnya kita sedekahkan kepada fakir miskin rupanya sang saudagar tersebut sudah sangat merindukan lahirnya seorang anak karena telah bertahun tahun berumah tangga tidak kunjung diberi momongan oleh tuhan kemudian ia menyuruh beberapa orang untuk mencari kambing besar bertanduk selebar jengkal dengan pesan beli saja kambing itu berapapun harganya tidak usah ditawar lagi ternyata usaha itu gagal total sulit memperoleh kambing dengan lebar tanduk sejengkal yang ada paling paling selebar tiga empat jari akibatnya saudagar itu susah tidurpun tidak nyenyak terpikir olehnya untuk mengganti nazarnya itu dengan sepuluh ekor kambing sekaligus yang penting kan kambing bukan binatang lain namun rencana itu akan dikonsultasikan dulu dengan beberapa orang penghulu di negeri itu ketika sampai di rumah seorang penghulu ternyata rumah itu sedang digunakan sebagai tempat pertemuan para penghulu seluruh negeri apa maksud kedatangan anda kemari tanya penghulu yang tertua ya tuan kadi jawab si saudagar itu hamba mempunyai nazar yang sulit dipecahkan lalu diutarakan kendala yang dihadapi dan rencana penggantiannya ternyata para kadi itu tidak berani memberikan rekomendasi untuk mengganti nazar mereka bahkan menyuruh saudagar itu untuk terus mencari kambing bertanduk sejengkal dimanapun dan kemana pun sesuai dengan nazar semula kami semua tidak berani menyuruh menggantinya dengan yang lain lain kenyataan itu semakin bertambah berat beban saudagar itu ia pun mohon diri pulang ke rumah pada suatu hari ia mendapat kabar bahwa di negeri baghdad ada seorang raja yang adil arif dan bijaksana namanya sultan harun al rasyid maka ia pun pasang niat menghadap sultan ke bagdad sesampai disana kebetulan baginda sedang duduk di balairung bersama beberapa orang menteri hai orang muda engkau berasal dari mana tanya baginda setelah melihat kedatangan saudagar muda ini ya tuanku syah alam jawab saudagar muda ampun beribu ampun adapun patik ini berasal dari negeri kopiah apa maksudmu datang kemari ingin berdagang tanya baginda sultan ya tuanku patik datang kemari ingin mengadukan nasib hamba ke bawah duli yang dipertuan jawab si saudagar katakan maksudmu supaya bisa kudengar titah baginda sultan maka diceritakanlah perihal nazar itu sampai kepada keputusan para penghulu negeri kopiah dan niatnya menemui baginda sultan di bagdad selanjutnya hamba mohon petuah dan nasehat baginda agar hamba dapat melepas nazar hamba itu dengan sempurna tutur saudagar itu dengan nada menghiba baikah kata baginda datanglah besok pagi insya allah aku dapat memberi jalan keluar saudagar itu pun mohon pamit dengan hati berbunga bunga kembali ketempat penginapannya alkisah sultan pun bingung memikirkan nazar saudagar itu sepanjang siang dan malam ia tidak dapat memicingkan matanya dengan apa nazar itu akan di bayar bila kambing bertanduk sejengkal tidak di dapat juga diganti dengan yang lain haram hukumnya malam harinya beliau mengumpulkan para kadi dan alim ulama di istananya kepada mereka beliau menyatakan keresahan hatinya sehubungan dengan nazar saudagar dari negeri kopiah itu tolong berikan pertimbangan kepadaku malam ini juga karena aku sudah terlanjur berjanji kepadanya untuk menerimanya menghadap esok pagi titah baginda sultan atau aku akan mendapat malu besar suasana balairung pun hening sunyi senyap berkepanjangan mereka termenung dan terpekur memikirkan titah sultannya namun tidak juga ditemukan jalan keluarnya ya tuanku syah alam kata salah seorang yang tertua di antara mereka tidak ada hukumnya baik menurut kitab maupun logika bahwa nazar itu boleh diganti dengan barang lain setelah itu satu persatu mereka mohon diri meninggalkan balairung dan pertemuan pun bubar baginda lalu masuk istana mau tidur tetapi mata itu tidak mau diajak kompromi karena otak masih terfokus pada masalah nazar dan malu besar yang akan dihadapinya esok pagi menjelang subuh baginda pun teringat kepada abu nawas tidak ada manusia yang dapat memutuskan hal ini selain abu nawas pikir baginda dengan suka cita setelah itu barulah baginda dapat memicingkan matanya tidur pulas sampai pagi begitu bangun diutuslah penggawa memanggil abu nawas setelah abu nawas tiba dihadapannya baginda pun mengutarakan perihal nazar saudagar dari negeri kopiah itu dan semua usaha yang sudah ditempuhnya serta malu besar yang akan didapatnya sebentar lagi karena para kadi dan orang alim seluruh negeri tidak dapat memberi jalan keluar apalagi sebentar lag...
Thumbnail images (randomly selected): * Images may be subject to copyright.GREEN status (no comments)

Verified site has: 94 subpage(s). Do you want to verify them? Verify pages:

1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50
51-55 56-60 61-65 66-70 71-75 76-80 81-85 86-90 91-94


The site also has 2 references to external domain(s).

 kecebongbeken.com  Verify  goo.gl  Verify


Top 50 hastags from of all verified websites.

Supplementary Information (add-on for SEO geeks)*- See more on header.verify-www.com

Header

HTTP/1.1 200 OK
Content-Type text/html; charset=UTF-8
Expires Tue, 02 Jun 2026 18:04:58 GMT
Date Tue, 02 Jun 2026 18:04:58 GMT
Cache-Control private, max-age=0
Last-Modified Sat, 05 Oct 2024 02:07:26 GMT
ETag W/ d3dc0869f3ebbfcd15000858b64ba2d5c4b7b33e0acbcd86a0339a238b4aa719
Content-Encoding gzip
X-Content-Type-Options nosniff
X-XSS-Protection 1; mode=block
Content-Length 25235
Server GSE
Connection close

Meta Tags

title="Status FB Lucu Gokil"
content="index,follow" name="robots"
content="id" name="geo.country"
content="indonesia" name="geo.placename"
content="general" name="rating"
content="width=device-width, initial-scale=1, maximum-scale=1" name="viewport"
content="text/html; charset=UTF-8" http-equiv="Content-Type"
content="blogger" name="generator"
content="text/html; charset=UTF-8" http-equiv="Content-Type"
content="blogger" name="generator"
content="kumpulan kata-kata mutiara motivasi kumpulan kata-kata mutiara islami kumpulan kata-kata mutiara mario teguh kumpulan status fb lucu kumpulan dongeng" name="description"
content="htt???/statusfblucugokil.blogspot.com/" property="og:url"
content="Status FB Lucu Gokil" property="og:title"
content="kumpulan kata-kata mutiara motivasi kumpulan kata-kata mutiara islami kumpulan kata-kata mutiara mario teguh kumpulan status fb lucu kumpulan dongeng" property="og:description"
content="blog lucu tentang status fb dan dongeng terbaru 2014" name="DESCRIPTION"
content="kata-kata lucu,status fb lucu,gambar lucu,dongeng lucu,terbaru " name="KEYWORDS"
content="1 days" name="revisit-after"
content="" name="keywords"
content="" property="og:image"
name="google-adsense-platform-account" content="ca-host-pub-1556223355139109"
name="google-adsense-platform-domain" content="blogspot.com"

Load Info

page size25235
load time (s)0.284671
redirect count0
speed download88855
server IP 172.217.22.193
* all occurrences of the string "http://" have been changed to "htt???/"