Meta tags:
Headings (most frequently used words):
tasauf, 2009, bab, hakikat, rasulullah, januari, ii, fungsi, mac, sejarah, perkembangan, barang, milik, aw, maqam, ajaran, 24, mei, 25, 07, 06, 16, 14, 13, 12, 11, tetamu, demi, masa, taman, ukhuwah, pengikut, arkib, blog, ruang, dalaman, ka, bah, pedang, cop, mohor, tapak, kaki, sandal, surat, raudah, disebelah, kiri, adalah, syidina, abu, bakar, as, siddiq, ulamak, dari, ahlul, bait, pintu, lama, kaabah, serban, nabi, yusuf, alaihi, salam, masjid, quba, mursyid, peranan, penting, manfaat, dan, pengaruh, pergaulan, praktis, dalam, iii,
Text of the page (most frequently used words):
dan (161), yang (153), tasauf (83), dari (67), dengan (57), #adalah (52), mereka (51), dalam (50), tidak (41), orang (40), allah (39), akan (35), ilmu (33), sifat (33), kepada (31), hati (31), amal (31), oleh (30), untuk (29), bahawa (27), para (25), dia (23), islam (22), 2009 (20), itu (20), tersebut (19), dapat (18), pada (18), penyakit (18), lain (17), ini (17), sufi (17), manusia (16), iman (16), maka (15), hakikat (14), hadis (14), ajaran (14), rasulullah (13), ada (13), sahabat (13), jika (13), januari (12), taman (12), telah (12), juga (11), hanya (11), kerana (11), sebab (11), diri (11), comments (10), posted (10), kitab (10), ahli (10), baik (10), swt (10), tentang (10), atau (10), semua (10), dasar (10), engkau (10), seorang (10), praktis (10), satu (9), setelah (9), secara (9), lainnya (9), jiwa (9), sesorang (9), mengetahui (9), seperti (9), bab (9), sejarah (9), perbuatan (9), ihsan (9), tercela (9), sebagaimana (8), ibadah (8), berkata (8), ibnu (8), jalan (8), kedua (8), pendapat (8), berkaitan (8), hukum (8), mac (7), masa (7), agama (7), segala (7), menjadi (7), bagi (7), paling (7), rasul (7), aspek (7), sesuatu (7), selain (7), kamu (7), merupakan (7), lahiriyah (7), batin (7), dengki (7), seseorang (7), maqam (6), abu (6), zuhud (6), atas (6), tekun (6), era (6), setiap (6), muslim (6), tabiin (6), saw (6), perkembangan (6), nama (6), tariqat (6), lagi (6), pertama (6), mengatakan (6), sahabatnya (6), ketika (6), menyatakan (6), hatinya (6), lebih (6), ikhlas (6), dendam (6), fungsi (6), akhlak (6), cara (6), nabi (5), ulamak (5), pengaruh (5), syaikh (5), abdul (5), qadir (5), isa (5), melakukan (5), hal (5), apa (5), ulama (5), awal (5), tetapi (5), amalan (5), sehingga (5), arab (5), pun (5), banyak (5), baru (5), khaldun (5), beribadah (5), sangat (5), elemen (5), didalam (5), kecuali (5), kalangan (5), perintah (5), tersembunyi (5), sempurna (5), penting (4), utama (4), serta (4), dilakukan (4), sebahagian (4), sedikit (4), riwayat (4), bersabda (4), bukan (4), mata (4), dirinya (4), roh (4), mencapai (4), kesempurnaan (4), syair (4), memiliki (4), mengikuti (4), syariat (4), barangsiapa (4), memperbaiki (4), sebuah (4), menjelaskan (4), apakah (4), kebenaran (4), sumber (4), murid (4), hijrah (4), sedang (4), pakaian (4), fardhu (4), ain (4), terpuji (4), akhirat (4), melihat (4), larangan (4), ujub (4), angkuh (4), nya (4), aib (4), zikir (4), keperibadian (4), bergaul (4), pergaulan (3), mei (3), demi (3), ahad (3), perkara (3), menerangkan (3), terhadap (3), lemah (3), mula (3), pentingnya (3), melalui (3), istiqamah (3), pakar (3), kelompok (3), berusaha (3), tauhid (3), sesudahnya (3), bukhari (3), ketiga (3), kewajipan (3), menghiasi (3), meskipun (3), dimaksudkan (3), harus (3), hendak (3), berdasarkan (3), benar (3), salah (3), antara (3), menuju (3), dunia (3), harta (3), demikian (3), urusan (3), abad (3), saja (3), tiga (3), yakni (3), diragukan (3), muraqabah (3), mengajarkan (3), disampaikan (3), hari (3), asas (3), aliran (3), haji (3), khalifah (3), mengambil (3), kaum (3), kenyataan (3), ash (3), ibn (3), mensucikan (3), quran (3), tubuh (3), hamba (3), beliau (3), memperhatikan (3), kategori (3), dua (3), sombong (3), ucapan (3), dalil (3), keji (3), firman (3), janganlah (3), terjerumus (3), penulis (3), syairnya (3), cinta (3), kekal (3), agar (3), nafsunya (3), betapa (3), jangan (3), bergabung (3), bersama (3), makrifat (3), membentuk (3), blog (2), stats (2), mursyid (2), lama (2), milik (2), barang (2), peranan (2), manfaat (2), pengikut (2), catatan (2), namun (2), menyempurnakan (2), saling (2), memperjelaskan (2), zahid (2), sebagai (2), dikalangan (2), orientalis (2), kerohanian (2), bidang (2), pengetahuan (2), semakin (2), diantara (2), nahu (2), sebaik (2), lalu (2), sunnah (2), butiran (2), rahsia (2), begitulah (2), kedudukan (2), waktu (2), berbagai (2), dicapai (2), sampai (2), tinggi (2), menggunakan (2), kata (2), mengamalkan (2), semata (2), ibarat (2), bahasa (2), generasi (2), mencipta (2), tanpa (2), kesalahan (2), saat (2), keperluan (2), bertanya (2), dakwah (2), muncul (2), ialah (2), belum (2), takwa (2), memerlukan (2), asal (2), salaf (2), sesudah (2), melepaskan (2), berupa (2), makhluk (2), apabila (2), meninggalkan (2), menyembah (2), melihatnya (2), sedangkan (2), muhammad (2), shadiq (2), ghumari (2), siapa (2), wahyu (2), samawi (2), mukmin (2), mungkin (2), terikut (2), ikut (2), tipu (2), daya (2), menciptkan (2), budhha (2), kristian (2), ataupun (2), hindu (2), tujuan (2), sesat (2), bukanlah (2), diserap (2), istilah (2), khusus (2), sekitar (2), muslimin (2), bentuk (2), memperkuatkan (2), menyebutkan (2), kali (2), dinamakan (2), tahun (2), kitabnya (2), mengenai (2), munculnya (2), diperkuat (2), pembahasan (2), peristiwa (2), kebaikan (2), mas (2), udi (2), meriwayatkan (2), masuk (2), keduniaan (2), termasuk (2), anak (2), berguna (2), menghadap (2), bersih (2), bergantung (2), membebaskan (2), dilarang (2), menghiasinya (2), diperintahkan (2), selamat (2), segumpal (2), darah (2), seluruh (2), tubuhnya (2), rosak (2), masalah (2), baiknya (2), tuhannya (2), mengerjakan (2), pandangan (2), sama (2), rosaknya (2), terbahagi (2), redha (2), jujur (2), tawakal (2), riak (2), menipu (2), khianat (2), solat (2), beban (2), lahir (2), rabu (2), difahami (2), bahagian (2), bertambah (2), berkurangan (2), riyak (2), muamalah (2), kemunafikan (2), kelihatan (2), mahupun (2), mengharamkan (2), jumaat (2), buku (2), abidin (2), teks (2), jahat (2), bangga (2), berada (2), penyebab (2), tanda (2), hasyiyah (2), halnya (2), tamak (2), angan (2), jauharah (2), penuh (2), kotoran (2), dosa (2), besar (2), taubat (2), kekotoran (2), iri (2), suka (2), dengannya (2), tempat (2), jauh (2), selamatnya (2), penyair (2), ramai (2), keadaan (2), nescaya (2), kepadanya (2), hawa (2), kesucian (2), iaitu (2), merasa (2), kesepian (2), menitinya (2), menghalangimu (2), kala (2), berjalan (2), melirik (2), hasan (2), asy (2), syadzili (2), kagum (2), merasakan (2), belajar (2), raga (2), budi (2), menyimpang (2), lurus (2), kaedah (2), teori (2), aplikasi (2), pendahulu (2), perilaku (2), tapi (2), pemuka (2), tangga (2), signifikan (2), akhlaknya (2), memilih (2), hidup (2), tingkah (2), laku (2), skip (2), feedjit, live, masjid, quba, serban, yusuf, alaihi, salam, pintu, kaabah, ahlul, bait, disebelah, kiri, syidina, bakar, siddiq, raudah, surat, sandal, tapak, kaki, cop, mohor, pedang, ruang, dalaman, bah, arkib, ukhuwah, tetamu, langgan, atom, laman, menutupi, kekurangan, aspeknya, keharusan, terwujudnya, sikap, tolong, menolong, kebajikan, ketakwaan, inilah, mendorong, kemuliaan, keutaman, lainya, reaksi, diandaikan, barat, fasa, lupa, bertaqarub, dibuat, bermacam, macam, bangsa, memeluk, meluas, terbagi, kuasai, terjelas, munculah, fikih, usul, fikh, faraid, masaku, keemasan, mengikrarkan, menjalakan, menyertai, ikrar, perasaan, menambah, kewjipan, menghindari, makruh, samping, haram, bersinar, hikmah, terpancar, nurani, ketuhanan, melimpah, melaksanakan, berkomunikasi, jiwanya, keperingkat, praktisnya, hidupnya, fasih, tatabahasa, mempelajari, balaghah, perlu, dipelajari, berbahasa, menyusun, kalimat, memahami, masyarakat, ahmad, alwasy, tanya, mengapa, berkembang, jawapanya, diperlukan, wara, panggilan, fitrah, hampirnya, berlumba, lumba, meneladani, membimbing, kerjakan, mukadimah, mulanya, memutuskan, berpaling, kemegahan, kemewahan, diinginkan, kebanyakan, kelazatan, pangkat, mengasingkan, berkhalwat, bersunyian, umum, condong, terlena, dikhususkan, oran, kekurangannya, beragama, sasaran, seakan, sekiranya, yakin, yakinlah, melihatmu, ketaatan, cahaya, akidah, pengawasan, musyahadah, pengelihatan, terakam, sabda, diterangkan, sabdanya, jibiril, datang, dilihat, jelas, fatwa, ditanya, mendirikan, berlandaskan, menjawab, sebahgian, dibawa, membangunkan, ambil, dipercayai, terdapat, isnin, pemikiran, terseret, mengungkai, persoalan, mencari, hakiki, berpandangan, menyamakan, rahib, parsi, capai, memburukan, menuduh, kuno, falsafah, data, disimpulkan, sirah, hubungannya, sepeti, didakwa, menjalankan, sebut, abid, kemudian, muncullah, bid, berlaku, sentiasa, memelihara, hubungan, menjaga, kelalaian, popular, sebelum, membahas, qusyairi, ketahuilah, menamakan, berselisih, tingkatan, bagai, cerita, wafat, 150, hasyim, shufi, kasyf, azh, zhunun, kindi, terjadi, 200, kota, iskandariyah, sekelompok, menyeru, yahya, akstam, makmun, duduk, istana, ali, shaleh, sambil, wahai, amirul, mukminin, lelaki, luar, memakai, putih, kasar, memohon, bertemu, denganmu, membincangkan, setahuku, berasal, muruj, adz, dzhab, wulat, mishr, intishar, thariq, shufiyyah, terakhir, disebabkan, terlenanya, umat, wajar, membezakan, sibuk, iii, selasa, membersihkan, individu, berfirman, syu, ara, diukur, buruknya, hasil, dituntut, sihat, tergolong, mendapat, kemenangan, beruntung, sesungguhnya, jasad, hambanya, ingatlah, baiklah, rosaklah, memperingatkan, terhapus, kahfi, 110, mengharap, pertemuan, hendaklah, soleh, mempersekutukan, duanya, titik, tolak, mengakibatkan, brekenaan, beriman, malaikatnya, rasulnya, khusyuk, sebagainya, kufur, munafik, luaran, zakat, membunuh, berzina, mencuri, meminum, arak, dibagi, lahiriah, diraih, cukup, menggugurkan, tujuh, puluh, tingkatannya, tiada, tuhan, rendah, menyingkirkan, duri, dilalui, malu, hurarah, bersbda, memerintahkan, tafsir, irihati, 151, mendekati, araf, katakanlah, tuhanku, yan, hidayah, ala, iyyah, allaudin, menghina, berbuat, telinga, diminta, pertanggungjawabkan, bawah, kehendak, menghilangkan, batasan, mengubatinya, kejahatan, dalamnya, begitu, rakus, benci, bakhil, kejam, panjang, bajuri, pensyarah, menyebut, bebrapa, spesifik, memberi, tekanan, adanya, penampilan, bagus, dipakaikan, perintahkanlah, hindarilah, adu, domba, gibah, gemar, berdebat, menurut, tersendiri, manjuri, dipuji, mempamerkan, marah, kedekut, merendah, rendahkan, miskin, disucikan, diberbagai, jawapannya, zakwan, kerap, beranggapan, padahal, masih, bagaimana, mengubati, kelak, ragam, syurga, kesombongan, hatilah, syurganya, ubati, tubuhmu, sehat, hatimu, biarkan, sakit, sebagaiman, elok, tampil, khalayak, kotor, layak, baginya, membiarkan, keburukan, dipandang, baqarah, 282, bertaqwalah, mengajar, tugas, dibebankan, reda, memperolehi, pertolongan, arah, mana, mengajarinya, diketahuinya, thahawi, menutupinya, menuruti, budak, menguasai, raja, tertutup, direnggut, hingga, tertelanjang, hassan, basri, disebutkan, diiringi, zat, bukannya, tunggal, maha, esa, mar, aqi, falah, sabtu, memfokuskan, kajiannya, pengubatannya, penghalang, dibenteras, dibersihkan, fudhail, iyadh, titilah, sedikitnya, jauhilah, kebatilan, terpedaya, banyaknya, binasa, kesendirianmu, lihatlah, pendahulumu, bertekadlah, tutuplah, pandanganmu, mampu, siksa, berteriak, memanggilmu, nampak, sulit, perlulah, tekad, kesabaran, kesungguhan, laknat, kemarahan, memberikan, komen, pertanyaan, allan, shiddiqi, berpuasa, puasanya, solatnya, demikianlah, menyelami, mati, berdosa, menyedarinya, menguji, mengamati, nilai, nilainya, buahnya, hamid, ghazali, golongan, bebas, mengajak, terus, menerus, mengharmonikan, makna, kebersihan, keluhuran, pekerti, makrifatullah, seyakin, yakinnya, dihiasi, mengalami, kemerosotan, kelemahan, kehilangan, peganggan, tertinggal, hanyalah, kulit, belaka, huraian, diatas, jelaslah, faedah, kita, jantung, berdenyut, formalistik, sahaja, hilang, benak, fikiran, mengubah, ideal, perubahan, mencakupi, meminggirkan, zahir, merumuskan, mengantarakan, tingkat, bacaan, wirid, dianggap, sebilangan, selama, menolak, meniti, taqwa, berserah, kasih, berjasa, mentransformasikan, warisan, kenabian, terungkap, berikut, pembahsan, dihuraikan, terpenting, diaplikasikan, keredahan, terkandung, tauladan, prinsipnya, seseuatu, perkerti, mudahnya, mengucapkan, sulitnya, mengaplikasikannya, kehidupan, seharian, adab, menuntun, melangkah, pendakian, menemani, sudut, perjalanan, meluruskan, meraih, sebelumnya, dijelaskan, peranannya, perbaikan, memakmurkan, batinnya, meluhurkan, muammalahnya, bergaulah, terbaik, kedalam, kehinaan, diketahui, rapat, kebiasaannya, kukuh, luhur, terbebas, membawa, kemungkaran, sosial, menjadikan, perilakunya, sifatnya, terpengaruh, disedarinya, memungkinkan, spiritual, membuatnya, sidebar, main,
Text of the page (random words):
selain allah seseorang harus menyembah allah kerana zat nya semata mata bukannya kerana sebab yang lain dengan demikian dia akan menjadi hamba yang tunggal bagi allah yang maha esa hassan al basri berkata dalam syairnya betapa banyak orang yang tertutup direnggut oleh nafsunya hingga dia tertelanjang dari pakaian yang menutupinya orang yang menuruti hawa nafsunya adalah budak jika dia menguasai hawa nafsunya maka ia menjadi raja jika sesorang hamba mengerjakan segala tugas yang dibebankan kepadanya dengan reda dan ikhlas hanya untuk allah maka dia akan memperolehi pertolongan dari arah mana pun dia menghadap allah dan allah akan mengajarinya apa apa yang belum diketahuinya dalam hasyiyah nya at thahawi menyebutkan bahawa dalil semua itu adalah firman allah swt dan bertaqwalah kamu kepada allah nescaya allah akan mengajar kamu al baqarah 282 sebagaiman tidak elok bagi seseorang untuk tampil di khalayak ramai dengan pakaian yang kotor tidak layak juga baginya untuk membiarkan hatinya dalam keadaan kekotoran oleh sifat sifat keburukan yang tersembunyi sebab hati adalah tempat yang dipandang oleh allah swt seorang penyair berkata engkau ubati tubuhmu agar kekal sehat dan hatimu yang kekal engkau biarkan sakit penyakit hatilah yang menjadi penyebab seseorang jauh dari allah dan dari syurganya yang kekal dalam hal ini rasul s a w bersabda tidak akan masuk syurga orang yang didalam hatinya ada sedikit saja kesombongan hadis riwayat muslim dari hadis ini dapat difahami bahawa selamatnya seseorang di akhirat kelak adalah kerana selamatnya hati dari ragam penyakit tersebut kerap kali orang tidak dapat melihat aib dan penyakit hatinya dia beranggapan bahawa dirinya telah sempurna padahal dia masih jauh dari kesempurnaan bagaimana cara untuk mengetahui penyakit hati tersebut dan apakah cara praktis untuk mengubati dan melepaskan diri dari masalah tersebut jawapannya tidak lain adalah dengan tasauf ibnu zakwan menyatakan dalam sebuah syairnya ia adalah ilmu yang dengannya batin disucikan dari segala kotoran jiwa diberbagai tempat ketika menerangkan syair ini al manjuri menyatakan bahawa yang dimaksudkan dengan kekotoran jiwa adalah segala aib dan sifat yang tercela seperti dendam dengki iri hati suka dipuji angkuh suka mempamerkan diri marah tamak kedekut cinta dunia lebih dari akhirat merendah rendahkan orang miskin dan banyak lagi posted by taman tasauf at jumaat mac 06 2009 0 comments 16 januari 2009 hakikat tasauf bab 1 fungsi tasauf ii 3 pendapat para ulamak menurut para ulama penyakit hati termasuk dosa besar yang memerlukan taubat tersendiri penulis kitab jauharah at tauhid menyatakan hal tersebut dalam syairnya perintahkanlah kepada kebaikan dan hindarilah adu domba gibah dan semua sifat tercela seperti ujub angkuh dan penyakit dengki juga seperti riyak dan gemar berdebat al bajuri pensyarah jauharah at tauhid mengatakan bahawa yang dimaksudkan oleh penulis dengan sifat sifat tercela adalah semua sifat yang tercela yang dilarang oleh syariat hanya saja penulis menyebut bebrapa sifat secara spesifik untuk memberi tekanan terhadap penyakit penyakit hati tersebut adanya penyakit penyakit tersebut di dalam penampilan yang baik ibarat pakaian yang bagus dipakaikan pada tubuh yang penuh dengan kotoran dalam hasyiyah nya ibnu abidin menyatakan bahawa hukum mengetahui sifat ikhlas ujub dengki bangga diri adalah fardhu ain begitu juga halnya hukum mengetahui penyakit penyakit hati yang lainnya seperti sombong rakus dendam tamak benci bakhil angkuh khianat menipu kejam panjang angan angan dan lain lainnya hukum menghilangkan semua penyakit hati adalah fardhu ain dan hal itu tidak mungkin dilakukan kecuali dengan mengetahui batasan penyebab tanda tanda dan cara cara mengubatinya barangsiapa tidak mengetahui satu kejahatan maka dia akan terjerumus ke dalamnya dalam buku al hidayah al ala iyyah allaudin abidin menyatakan bahawa teks teks dan pandangan para ulamak saling memperkuatkan untuk mengharamkan dengki menghina berbuat jahat angkuh ujub bangga diri kemunafikan dan perbuatan perbuatan hati yang tercela dan lain lainnya telinga mata dan hati akan diminta di pertanggungjawabkan di akhirat atas perbuatan yang berada di bawah kehendak manusia dari kitab hakikat tasauf syaikh abdul qadir isa posted by taman tasauf at jumaat januari 16 2009 0 comments 14 januari 2009 hakikat tasauf bab 1 fungsi tasauf ii 1 dalil al quran firman allah katakanlah tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yan keji baik yang kelihatan atau pun yang tersembunyi al araf 33 firman allah dan janganlah kamu mendekati perbuatan keji baik yang kelihatan mahupun yang tersembunyi al an am 151 para pakar tafsir mengatakan bahawa perbuatan keji yang tersembunyi adalah dendam riak irihati dan kemunafikan 2 dalil hadis semua hadis yang menjelaskan tentang larangan untuk dendam sombong riyak dengki dan sifat sifat tercela lainnya juga hadis hadis yang memerintahkan untuk menghiasi dengan segala akhlak yang terpuji dan melakukan muamalah dengan baik abu hurarah meriwayatkan dari nabi saw beliau bersbda iman itu memiliki lebih dari tujuh puluh bahagian yang paling tinggi tingkatannya adalah ucapan tiada tuhan selain allah yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan yang dilalui orang dan malu adalah sebahagian dari iman hadis riwayat dan muslim dari hadis di atas dapat difahami bahawa kesempurnaan iman sesorang diraih dengan menyempurnakan sifat sifat yang merupakan bahagian iman tersebut iman akan bertambah jika sifat sifat tersebut bertambah dan akan berkurangan jika sifat sifat tersebut berkurangan penyakit penyakit batin cukup untuk menggugurkan amal amal seseorang meskipun banyak posted by taman tasauf at rabu januari 14 2009 0 comments 13 januari 2009 hakikat tasauf bab 1 fungsi tasauf beban beban syariat yang diperintahkan kepada manusia dapat dibagi menjadi dua kategori pertama hukum hukum yang berkaitan dengan amal amal lahiriah kedua hukum hukum yang berkaitan dengan amal amal batin dengan kata lain ada amal yang berkaitan dengan perbuatan lahir manusia dan ada amal yang berkaitan dengan hati manusia amal amal yang berkaitan dengan sifat luaran manusia terbahagi kepada dua pertama perintah seperti solat zakat haji dan lain lain kedua larangan seperti membunuh berzina mencuri meminum arak dan lain lain amal amal yang berkaitan dengan dengan hati juga terbahagi kepada dua yakni perintah dan larangan yang brekenaan dengan perintah adalah beriman kepada allah malaikatnya kitab kitabnya dan rasul rasulnya demikian juga perintah untuk ikhlas redha jujur khusyuk tawakal dan sebagainya sedangkan yang berkaitan dengan larangan adalah kufur munafik sombong ujub riak menipu dendam dengki khianat dan lain lainnya amal amal kategori yang kedua yang berkaitan dengan hati lebih penting dan lebih utama dari amal amal kategori yang pertama dalam pandangan allah swt meskipun kedua duanya adalah sama pentingnya sebab batin adalah lebih dasar sumber dari lahiriyah amal amal batin adalah titik tolak dari amal amal lahiriyah rosaknya amal amal batin akan mengakibatkan rosaknya amalan lahiriyah barangsiapa mengharap pertemuan dengan tuhannya hendaklah ia mengerjakan amal soleh dan tidak mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada tuhannya al kahfi 110 oleh kerana itu rasulullah saw memperingatkan kepada para sahabat untuk memperhatikan masalah memperbaiki hati beliau juga menjelaskan bahawa baiknya sesorang bergantung pada baiknya hati dan terhapus hatinya dari penyakit penyakit yang tersembunyi rasulullah saw bersabda ingatlah didalam tubuh manusia ada segumpal darah jika dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan jika dia rosak maka rosaklah seluruh tubuhnya segumpal darah itu adalah hati hadis riwayat bukhari muslim nabi saw juga mengajarkan kepada para sahabat bahawa allah swt hanya akan melihat hati hamba hambanya beliau bersabda sesungguhnya allah tidak akan melihat jasad dan bentuk tubuh kamu akan tetapi allah akan melihat hati kamu h r bukhari jika diukur diri sesorang manusia bergantung kepada baik atau buruknya hati sesorang yang merupakan hasil dari sumber amalan lahiriyah yang dilakukan maka adalah dituntut untuk memperbaiki hati dengan membebaskan diri dari sifat sifat yang tercela yang dilarang oleh allah swt dan menghiasinya dengan sifat sifat terpuji seperti yang diperintahkan oleh allah swt dengan itu hati akan menjadi sihat dan bersih dan tergolong didalam orang orang yang mendapat kemenangan selamat dan beruntung di akhirat allah berfirman pada hari saat harta dan anak anak tidak lagi berguna kecuali orang orang yang menghadap allah dengan hati yang bersih as syu ara 88 89 membersihkan hati dan mensucikan jiwa adalah termasuk kewajipan individu fardhu ain yang paling penting dan perintah allah swt yang paling utama berdasarkan al quran hadis dan pendapat pendapat ulamak dari kitab hakikat tasauf syaikh abdul qadir isa posted by taman tasauf at selasa januari 13 2009 0 comments 12 januari 2009 hakikat tasauf bab 1 sejarah perkembangan tasauf iii kenyataan terakhir ibnu khaldun menyatakan bahawa munculnya tasauf dan sufi adalah disebabkan terlenanya umat islam dengan urusan keduniaan pada abad kedua hijrah oleh itu adalah wajar orang orang yang tekun beribadah ketika itu mengambil satu nama yang dapat membezakan diri mereka dari orang orang yang sibuk dengan urusan keduniaan dalam kitabnya al intishar li thariq ash shufiyyah muhammad shadiq al ghumari mengatakan bahawa pendapat ibnu khaldun mengenai sejarah munculnya tasauf ini diperkuat oleh pendapat yang disampaikan oleh al kindi dalam kitab wulat mishr dalam pembahasan mengenai peristiwa peristiwa yang terjadi pada tahun 200 hijrah pada waktu itu di kota iskandariyah muncul sekelompok orang yang dinamakan sufi yang menyeru kepada kebaikan selain itu pendapat ibnu khaldun di atas diperkuat dengan pendapat al mas udi di dalam kitab muruj adz dzhab al mas udi meriwayatkan dari yahya ibn akstam bahawa pada satu hari khalifah makmun sedang duduk di istana ketika ali ibn shaleh masuk sambil berkata wahai amirul mukminin ada seorang lelaki di luar dia memakai pakaian putih yang kasar dan memohon untuk bertemu denganmu untuk membincangkan sesuatu dan setahuku dia berasal dari kalangan sufi cerita kedua di atas memperkuatkan lagi kenyataan ibnu khaldun sekitar sejarah awal perkembangan tasauf dalam kasyf azh zhunun haji khalifah menyebutkan bahawa orang yang pertama kali dinamakan dengan sufi adalah abu hasyim ash shufi yang wafat pada tahun 150 hijrah ketika membahas sekitar ilmu tasauf dalam kitab tersebut haji khalifah mengambil pendapat yang disampaikan oleh al qusyairi ketahuilah bahawa kaum muslimin sesudah rasul s a w tidak menamakan orang orang yang paling utama di antara mereka dengan nama selain sahabat setelah era sahabat manusia berselisih dan tingkatan mereka semakin berbagai bagai bentuk orang yang tekun menjalankan di sebut zahid ahli zuhud atau abid ahli ibadah kemudian muncullah bid ah dan setiap kelompok mereka ada orang yang berlaku zuhud setelah itu ahli zuhud dari kalangan ahli sunnah yang sentiasa memelihara hubungan mereka dengan allah swt dan menjaga hati mereka dari kelalaian menggunakan istilah tasauf secara khusus istilah ini telah popular di kalangan mereka sebelum abad kedua hijrah dari data sejarah di atas dapat disimpulkan bahawa tasauf bukanlah sesuatu yang baru dalam islam dasar dari ajaran tasauf diserap dari sejarah dan sirah rasulullah saw dan para sahabatnya tasauf tidak diserap dari dasar yang tidak ada hubungannya dengan islam sepeti yang didakwa oleh sebahagian orientalis dan murid murid mereka mereka menciptkan nama nama baru dan menyamakan tasauf dengan ajaran budhha rahib dalam ajaran kristian ataupun dalam ajaran hindu mereka mengatakan bahawa ada tasauf budhha tasauf hindu tasauf kristian tasauf parsi dan lain lain tujuan yang hendak mereka capai selain untuk memburukan nama tasauf juga untuk menuduh bahawa asal mula perkembangan tasauf adalah dari sumber sumber kuno dan aliran aliran falsafah yang sesat akan tetapi seorang mukmin tidak mungkin terikut ikut dalam aliran pemikiran mereka dan tidak akan terseret dalam tipu daya mereka seorang mukmin akan berusaha untuk mengungkai setiap persoalan dan mencari kebenaran yang hakiki dia akan berpandangan bahawa tasauf merupakan aspek praktis dari ajaran islam dan bahawa tidak ada tasauf kecuali tasauf islam dari kitab hakikat tasauf syaikh abdul qadir isa posted by taman tasauf at isnin januari 12 2009 0 comments 11 januari 2009 hakikat tasauf bab 1 sejarah perkembangan tasauf ii para sufi generasi pertama telah membangunkan asas tariqat mereka berdasarkan ilmu yang mereka ambil dari para ulama yang dipercayai sebagaimana terdapat didalam sejarah islam sejarah perkembangan tasauf dapat dilihat dengan jelas dalam sebuah fatwa yang disampaikan oleh muhammad shadiq al ghumari seorang pakar dalam bidang hadis pada satu hari ia ditanya oleh sesorang tentang siapa yang pertama mendirikan tasauf dan apakah tasauf berlandaskan pada wahyu samawi dia menjawab bahawa asas asas dari tariqat adalah dari wahyu samawi yang merupakan dari sebahgian dari ajaran islam yang dibawa oleh rasul s a w tidak diragukan lagi bahawa tariqat atau tasauf adalah maqam ihsan dan ihsan adalah salah satu dari tiga elemen dasar agama sebagaimana diterangkan oleh rasul s a w dalam sebuah sabdanya setelah menjelaskan ketiga elemen dasar tersebut ini adalah jibiril yang datang untuk mengajarkan kamu tentang agama kamu ketiga elemen dasar agama tersebut adalah islam iman dan ihsan islam adalah ketaatan dan ibadah iman adalah cahaya dan akidah sedangkan ihsan adalah maqam muraqabah pengawasan dan musyahadah pengelihatan sebagaimana terakam dalam sabda rasul s a w ihsan adalah engkau menyembah allah seakan akan engkau melihatnya sekiranya engkau tidak yakin melihatnya maka yakinlah allah melihatmu hadis tersebut menerangkan tentang tiga elemen dasar islam barangsiapa meninggalkan maqam ihsan yakni tariqat atau tasauf maka tidak diragukan lagi bahawa kekurangannya dalam beragama kerana ia telah meninggalkan salah satu dari elemen dasar agama sasaran yang hendak dicapai oleh tariqat atau tasauf adalah maqam ihsan setelah memperbaiki islam dan iman dalam mukadimah ibnu khaldun ia berkata ilmu tasauf adalah salah satu di antara ilmu ilmu syariat yang baru dalam islam asal mulanya ialah amal perbuatan ulama salaf dari para sahabat tabiin dan orang sesudah mereka dasar tasauf adalah tekun beribadah memutuskan jalan selain menuju kepada allah berpaling dari segala kemegahan kemewahan dunia melepaskan diri dari apa yang diinginkan oleh kebanyakan manusia berupa kelazatan harta dan pangkat serta mengasingkan diri dari makhluk dan berkhalwat bersunyian untuk beribadah kepada allah s w t yang demikian sangat umum dilakukan oleh para sahabat dan ulamak salaf apabila manusia mula condong dan terlena kepada urusan dunia pada abad kedua dan sesudahnya nama sufi telah dikhususkan kepada oran orang yang tekun beribadah saja dari kitab hakikat tasauf syaikh abdul qadir i...
|