Meta tags:
Headings (most frequently used words):
mengenal, diri, yang, ke, umarak, dagang, pengikut, click, for, translator, to, read, artichel, cerita, dari, masjidil, nabawi, madinah, pejuang, akidah, ummah, assalamu, alaikum, wr, wb, kembali, menemui, anda, 93, 92, 91, facebook, badge, senarai, blog, saya,
Text of the page (most frequently used words):
yang (131), dan (105), sifat (63), allah (47), ilmu (46), kepada (39), dengan (38), ini (35), kalimah (33), dari (32), tidak (30), itu (29), pada (27), diri (26), manusia (25), #mengenal (25), maka (25), makhluk (24), kerana (24), kita (24), الله (23), الا (23), tuhan (21), adalah (20), atau (20), kamu (19), oleh (19), pak (18), karamu (17), juga (17), untuk (17), mereka (17), ayat (17), dia (17), اله (16), iaitu (16), tersebut (16), bahawa (15), dalam (15), daripada (15), ada (13), nabi (13), didalam (13), quran (13), sebagai (12), inilah (12), maksud (12), posted (12), akidah (12), segala (11), supaya (11), menjadi (11), sesuatu (10), ataupun (10), telah (10), menunjukkan (9), dua (9), ialah (9), sahaja (9), jauhar (9), keilmuan (8), mengikut (8), itulah (8), alam (8), akan (8), lagi (8), asas (8), pula (8), rabb (8), continue (7), reading (7), salam (7), mutlak (7), dapat (7), semua (7), apa (7), saksi (7), setiap (7), sumber (7), beliau (7), jadi (6), bererti (6), ciptaannya (6), kuasa (6), sama (6), kepadanya (6), tentang (6), qudrat (6), pakkaramu (6), surah (6), menyatakan (6), benar (6), bukan (6), kehidupan (6), ani (6), umat (6), selepas (6), demikian (5), puluh (5), tauhid (5), disebut (5), bumi (5), melainkan (5), bagi (5), beriman (5), iradat (5), hayat (5), maksudnya (5), sehingga (5), seorang (5), ikrar (5), terhadap (5), rasul (5), ertinya (5), roh (5), apabila (5), agama (5), jirim (5), jisim (5), benda (5), hanya (5), adakah (5), firaun (5), jika (5), diatas (5), hidup (5), syarat (5), datang (5), tetiba (5), lalu (4), adapun (4), ujud (4), mentadbir (4), perlu (4), langit (4), bermaksud (4), ciptaan (4), makhluknya (4), sekalian (4), keperluan (4), kefahaman (4), rasulnya (4), bersifat (4), ptg (4), muhammad (4), menjadikan (4), mana (4), kami (4), perkataan (4), aku (4), اشهد (4), boleh (4), kaedah (4), nas (4), menerangkan (4), para (4), sebagaimana (4), memahami (4), fardhi (4), zaman (4), golongan (4), mengetahui (4), belum (4), islam (4), musa (4), jalan (4), mendekatkan (4), melihat (4), tujuh (4), widget (3), lama (3), sambungan (3), pelajaran (3), secara (3), berkumpulnya (3), seperti (3), pengertian (3), mengenali (3), dirinya (3), lahirnya (3), firman (3), saja (3), terdapat (3), diantara (3), penghormatan (3), menyebut (3), andainya (3), siapa (3), شهد (3), hamba (3), hadis (3), kafir (3), memberikan (3), wajib (3), tuhannya (3), rahsia (3), namun (3), tempat (3), tanpa (3), basit (3), ulama (3), jadikan (3), orang (3), pengkaji (3), empat (3), qahar (3), berkehendak (3), banyak (3), berkuasa (3), dunia (3), diperkenalkan (3), fahaman (3), rabbnya (3), membuat (3), kesesatan (3), konsep (3), memperkenalkan (3), bersama (3), maha (3), umarak (3), dagang (3), kembali (3), abu (3), tokoh (3), pegangan (3), keduniaan (3), luntur (3), arab (3), hamdulillah (3), pergi (3), masjid (3), kemudian (3), bersembahyang (3), jawab (3), com (2), tahun (2), sultan (2), see (2), more (2), grab (2), wowzio (2), badge (2), catatan (2), bersambung (2), kekuasaan (2), menentukan (2), disinilah (2), zatnya (2), asmaknya (2), sifatnya (2), alnya (2), tidaklah (2), seluruh (2), planet (2), tamadun (2), mengkaji (2), upaya (2), erti (2), jugalah (2), berbagai (2), jenis (2), mencipta (2), baik (2), ghaib (2), nyata (2), halus (2), dilihat (2), aktiviti (2), penyembahan (2), kitab (2), berkait (2), wujudnya (2), sempurna (2), sekalipun (2), tanda (2), memudahkan (2), kesempurnaan (2), asa (2), rububiyah (2), uluhiyah (2), berada (2), bantuan (2), merupakan (2), matlamat (2), firmannya (2), tuhanmu (2), wahai (2), nisa (2), رسول (2), sentiasa (2), kekurangan (2), mempertahankan (2), berikrar (2), araf (2), 172 (2), naik (2), sebelum (2), adam (2), انه (2), بلى (2), jelas (2), berkata (2), bolehkah (2), lahirlah (2), perolehi (2), kebenarannya (2), kepimpinan (2), lebih (2), hambanya (2), awal (2), عرف (2), tepat (2), memberi (2), biasa (2), sebaik (2), memahaminya (2), luasnya (2), sedangkan (2), penting (2), sambung (2), dibahagi (2), bahagikan (2), paling (2), asal (2), nur (2), akal (2), nafsu (2), nyawa (2), datangnya (2), suatu (2), cara (2), berfahaman (2), ikuti (2), barat (2), anak (2), tentunya (2), berpunca (2), menghidupkan (2), persoalannya (2), menguasai (2), tetapi (2), urusannya (2), mendengar (2), sukar (2), seluruhnya (2), ciri (2), menegaskan (2), mencuci (2), sesat (2), nazi (2), membersihkan (2), menepati (2), tuntutan (2), zat (2), hendaklah (2), jalannya (2), bagaimana (2), mendekatinya (2), carilah (2), memang (2), mendapat (2), sesuai (2), aqli (2), naqli (2), sahabat (2), menemui (2), anda (2), imam (2), hassan (2), asy (2), ari (2), dimaksudkan (2), sudah (2), tentu (2), balik (2), muktazilah (2), menghadapi (2), kekusutan (2), kekalutan (2), tertinggal (2), mengejar (2), turut (2), semangat (2), bangsa (2), saban (2), menunaikan (2), haji (2), makkah (2), keadaan (2), jugapun (2), dosa (2), daripadanya (2), satu (2), fardhu (2), sia (2), pulang (2), nabawi (2), mengambil (2), bertanya (2), rengkas (2), solat (2), katanya (2), skip (2), perisik, rakyat, perakexpress, almu, tasimu, billahi, muhibbuddin, tuanku, alhaj, abdul, halim, adzam, shah, ibni, marhum, badlishah, kedahlanie, senarai, blog, saya, email, abnnasution, gmail, shoutmix, chat, view, shoutbox, images, create, your, facebook, profile, pena, menari, home, langgan, atom, mengurus, takdir, qadha, kadarnya, mengingati, berkumpul, rengkasnya, hairang, mengapa, gudang, meliputi, mempunyai, daya, dikaitkan, iatu, memperlihatkan, kasar, mata, gala, العلمين, ujudnya, membekalkan, mengutuskan, beberapa, melalui, malaikatnya, pilihannya, perkara, pengibadatan, terkumpul, menceritakan, menyamai, mengujudkan, lain, bukti, kesimpulan, ammar, wujud, disanalah, keilmua, beserta, dimana, dimaklumkan, pergerakan, menggunakan, sebab, dinamakan, mengharapkan, demi, disifatkan, hakim, perselisihan, timbul, فلا, وربك, منو, حتى, يحكموك, فيما, شجر, بينهم, berfirman, mengutus, rasulpun, ati, izin, وما, أرسلنا, ألا, ليطاع, sesungguhnya, lemah, kepincangan, soal, guna, keaiban, kelemahan, berhujah, kurang, arif, dilantik, pesuruhnya, mengiktiraf, ketentuan, fitrah, lahir, jasad, dimulai, penciptaan, hawa, nahu, tahukah, mengikrarkannya, janganlah, melonggarkan, keyakinan, علم, بلو, قالو, محمدا, adanya, disembah, penyembah, berlakulah, janji, betul, tafsirkan, menjawab, pertanyaan, jawapan, ganti, tafsir, menyebabkan, dialam, tasyahud, لوا, mengaitkan, serta, mestilah, rujuk, tujuan, lari, berasaskan, ditolak, setelah, sesiapa, mengatakan, rasullullah, kedua, pewaris, diketahui, barangsiapa, bermula, jalal, kamal, نفسه, فقد, ربه, اول, الدين, معرفة, faham, dikehendaki, utuskan, isi, kandungan, berguru, malaikat, cukuplah, menimba, ilmunya, kefahamannya, serba, jagalah, baiknya, perhatikan, aeluruh, disana, betapa, disediakan, cuma, berfikiran, sempit, memahamkannya, mempelajari, yakin, ragu, tiada, disentuh, 116, sepatutnya, memenuhi, ruang, kecil, besar, permulaanya, tersusun, membawa, gambaran, dipecah, pecahkan, dipisah, pisahkan, terlalu, kecilnya, melapangkan, kaji, peringkat, awalnya, muktabar, dijadikan, kullum, min, iendillah, berjumpa, mencungkil, kejadian, selagi, arah, tuju, dibuang, wahabi, kemudiannya, sangat, dimarahi, sekular, didiknya, diseluruh, penyelidik, diujudkan, kira, membilang, berapa, billion, tenaga, berkeinginan, cenderung, pengetahuan, berbentuk, sentiada, rahman, berhajat, dengannya, masa, يسئله, السموت, والارض, يوم, شأن, وهو, القا, فوق, عباده, kali, focuskan, kesampaian, ilmiah, sendiripun, termampu, membongkar, istilah, mengenalinya, huruf, berdaya, kekerasan, penaklukan, mengandungi, dah, berhubung, terkandung, didalamnya, sebenarnya, cukup, sediakan, terhingga, sampai, ketahap, berkesan, disebabkan, jarang, rahsianya, teraba, raba, hendak, menyelesaikan, masalah, assalamualaikum, sayang, memahamkan, begitu, difahami, penilaiannya, dibawa, ditujukan, bahkan, terutama, mengakui, terjerumus, analisa, adil, melibatkan, أنا, ربكم, على, sementara, sanggup, membimbing, tujuannya, melanggar, perintah, mengamalkan, perbuatan, kesyirikan, ternyata, pengakuan, dialah, tinggi, cuci, penyakit, kerohanian, mengakibatkan, rosak, binasa, kesannya, tergelincir, tahu, tentulah, ingin, katakanlah, fir, aun, keinginan, bagimu, kupimpin, agar, takut, nya, فَقُلۡ, هَل, لَّكَ, إِلَىٰٓ, أَن, تَزَكَّىٰ, وَأَهۡدِيَكَ, إِلَىٰ, رَبِّكَ, فَتَخۡشَىٰ, penulis, mampu, kedudukan, fiaun, nafsiyah, salbiyah, anawiyah, asmak, was, berkehendakan, berdiri, asmaul, husna, rabbil, alamin, dinyatakan, berjihad, mengenalnya, apakah, ijtihad, kerjakan, وَهُوَ, مَعَكُمۡ, أَيۡنَ, مَا, كُنتُمۡۚ, وَٱللَّهُ, بِمَا, تَعۡمَلُونَ, بَصِيرٞ, terang, bertakwa, berikhtiar, hadid, orangporang, bertakwalah, berjihadlah, keberuntungan, يَأَ, يُّهَا, الَّذِيْنَ, مَنُواْ, اتَّقُوا, اللهَ, وَابْتَغُواْ, اِلَيْهِ, الْوَ, سِيلَةَ, وَجَهِدُواْفِي, سَبِيِلهِ, لَعَلَّكُمْ, تُفْلِحُونَ, maidah, cadangan, dijemput, nama, dibolehkan, ulasan, pengunjung, lurutan, permintaan, ramai, assalamu, alaikum, dikatakan, ganjil, dikenali, umum, pasti, mengatasi, penuh, lazimnya, contoh, qadirun, bashar, kalam, memerlukan, kata, kehendak, pencipta, taufik, hidayahnya, akhirnya, berpatah, berpegang, ahlus, sunnah, wal, jama, pentingnya, murni, memperbetulkan, umah, berdasarkan, hukum, 324, dibesarkan, sendiri, terpengaruh, guru, terkemuka, ali, jubba, berakidah, akhir, muncullah, berkesedaran, cuba, membetulkan, bertindak, balas, menyesatkan, berkhayal, bid, palasafah, tiori, terhakis, bertukar, terlarang, memperdulikan, tanam, sahabatnya, suasana, masyarakat, beragama, kewafatan, kebanyakannya, hari, pengaruh, menyambung, dikejar, batas, sempadan, lambat, jauhlah, seribu, wafat, pejuang, ummah, pandai, rupanya, syirik, menyekutukan, arifnya, keampunan, salah, selain, kitabnya, terampun, usha, sebut, qudsi, pertama, cucunya, sekarang, minggu, berangkat, tanah, air, memakai, serban, iringi, mungkin, mengawalnya, unjukkan, sebuah, membacanya, masuk, waktu, azan, laungkan, letakkan, tempatnya, tiang, letak, sunat, sembahyang, kesebelah, saf, hadapannya, sambut, salamnya, sambil, tersenyum, terangkan, indonesia, anggok, senyum, lusa, qamat, berkumandang, kamipun, sebelah, menyebelah, pegang, tangan, agak, lepas, mengucapkan, syukran, lihat, muka, ish, tak, hala, buatnya, terlanjur, mulut, bila, awa, malaysia, barang, faman, arofani, menyahut, seruanmu, menyekutukanmu, labbaikallahumma, labbaik, labbaika, syarikalakalabbaik, cerita, masjidil, madinah, computer, prices, btf, click, for, translator, read, artichel, pengikut, featured, post, sidebar, main,
Text of the page (random words):
membuat cadangan jika sesuai dengan nas aqli dan naqli ilmu sifat 20 sesuai dengan tuntutan dari surah al maidah ayat 35 يَأَ يُّهَا الَّذِيْنَ أَ مَنُواْ اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُواْ اِلَيْهِ الْوَ سِيلَةَ وَجَهِدُواْفِي سَبِيِلهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ maksudnya wahai orangporang yang beriman bertakwalah kepada allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadanya dan berjihadlah kepada jalannya supaya kamu mendapat keberuntungan ayat yang diatas menerangkan secara terang bahawa manusia yang beriman hendaklah mereka bertakwa kepada allah s w t dan carilah jalan atau berikhtiar bagaimana kamu dapat mendekatkan diri kamu kepadanya sekalipun allah s w t itu memang bersama sama dengan kamu al hadid ayat 4 وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٤ maksudnya dan dia bersama kamu di mana saja kamu berada dan allah maha melihat apa yang kamu kerjakan dinyatakan juga bahawa kamu hendaklah berjihad kepada jalannya iaitu jalan bagaimana kamu dapat mengenalnya supaya kamu benar benar memahami cara kamu mendekatinya ertinya apakah suatu ilmu atau kaedah ilmu yang memudahkan kamu untuk mendekatinya maka kerana itulah para ijtihad ulama memperkenalkan ilmu sifat 20 supaya kamu memahami konsep mendekatkan diri kepadanya ini bererti supaya kita mengenal dirinya iaitu sifat nafsiyah mengenal sifat salbiyah iaitu sifat yang menunjukkan diri tuhan rabb itu benar benar tuhan yang menjadikan sekalian makhluknya rabbil alamin mengenal sifat ma anawiyah atau mengenal asmak was sifat asmaul husna dan mengenal sifat ma ani iaitu sifat yang berkehendakan kepada zat berdiri sifat kepada zat jadi mengikut kefahaman penulis hanya konsep sifat 20 sahaja yang mampu menepati kaedah untuk mendekatkan diri kepadanya sebagaimana tuntutan daripada allah s w t sebagaimana firman yang diatas kerana ia menepati kedudukan diri setiap manusia terhadap tuhannya kerana itu di dalam ilmu sifat 20 wajib mengenal tuhan dan manusia makhluk oleh kerana itulah nabi musa menegaskan kepada fiaun supaya mengenal diri dan tuhan an nazi at ayat 18 19 فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ ١٨ وَأَهۡدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ ١٩ maksudnya dan katakanlah kepada fir aun adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri dari kesesatan 19 dan kamu akan kupimpin ke jalan tuhanmu agar supaya kamu takut kepada nya ayat dari surah an nazi at 18 diatas menerangkan bahawa musa memberi tahu kepada firaun adakah dia ingin membersihkan diri dari kesesatan ayat ini adalah tentang mengenal diri jika tidak mengenal diri tentulah sukar untuk mencuci diri itu mencuci diri supaya manusia tidak menjadi sesat cuci diri pada maksud ayat diatas juga bermaksud diri yang berpunca datangnya berbagai penyakit kesesatan kerohanian yang mengakibatkan akidah menjadi rosak binasa yang kesannya boleh tergelincir menjadi kafir sementara pada ayat yang ke 19 pula menunjukkan musa sanggup membimbing firaun untuk mengenal rabbnya tujuannya adalah supaya firaun tidak melanggar perintah daripada tuhannya dan mengamalkan perbuatan kesyirikan terhadap rabbnya musa menegaskan demikian kerana ternyata firaun telah membuat pengakuan bahawa dialah rabb yang paling tinggi أنا ربكم الا على ayat daripada surah ini menunjukkan bukan hanya ditujukan kepada firaun sahaja bahkan kepada semua manusia seluruhnya terutama kepada umat yang mengakui sebagai umat islam maka ciri ciri manusia yang terjerumus jika kita analisa secara adil maka ia melibatkan kepada manusia yang tidak mengenal diri dan rabbnya oleh kerana itulah maka ilmu sifat 20 yang diperkenalkan oleh ulama adalah mengikut dua fahaman asas tersebut namun sayang apabila ilmu tersebut diperkenalkan maka matlamat memahamkan ilmu tersebut telah begitu sukar difahami kerana penilaiannya hanya dibawa kepada untuk mengenal sifat sifat rabb sahaja continue reading assalamualaikum continue reading mengenal diri yang ke 93 posted by pakkaramu posted on 11 30 ptg 57 salam sambungan dari pelajaran yang ke 92 berhubung dengan kalimah لا اله الا الله dan ilmu yang terkandung didalamnya maka sebenarnya didalam kehidupan manusia di planet dunia ini manusia belum lagi cukup untuk memahami ilmu yang allah sediakan yang tidak terhingga banyak dan luasnya dan manusia belum lagi sampai ketahap memahaminya dengan berkesan ini kerana disebabkan kita jarang mendengar pengkaji ayat ayat allah dan rahsianya maka tamadun umat manusia teraba raba hendak menyelesaikan sesuatu masalah ilmu kali ini kita focuskan pada kalimah الا pada kalimah لا اله الا الله kerana dari kalimah inilah banyak ilmu yang belum lagi kesampaian dengan sempurna dan kepada pengkaji ilmiah islam sendiripun belum lagi termampu membongkar istilah dan mengenalinya mengikut maksud huruf kepada kalimah الا ini ialah melainkan ertinya sesuatu yang tidak mutlak atau tidak berdaya upaya jadi mengikut ilmu sifat dua puluh الا ini adalah sifat qahar iaitu sifat kekerasan atau sifat penaklukan berkuasa mutlak tuhan yang mengandungi sifat ma ani iaitu sifat qudrat iradat ilmu dah hayat sedangkan sifat ma ani itu ialah sifat makhluk didalam al quran sifat ini disebut sebagai وهو القا هر فوق عباده al an am ayat 61 ini bermaksud bahawa allah menguasai seluruh hamba ciptaannya ia bukan sahaja mencipta akan tetapi menentukan segala keperluan hambanya di langit ataupun di bumi ertinya dia sentiada dalam urusannya sebagaimana firman allah didalam surah ar rahman ayat 29 يسئله من فى السموت والارض كل يوم هو فى شأن sekalian makhluk yang ada di langit dan juga bumi sentiasa berhajat dengannya setiap masa dia dalam urusannya iaitu mentadbir dan menjadikan apa yang penting pada n3 ini ialah mengenal asas makhluk didalam sifat qahar ini yang berpunca daripada empat sifat iaitu qudrat ataupun kuasa atau tenaga iradat ataupun berkeinginan atau cenderung atau berkehendak ilmu atau pengetahuan atau mengetahui dan hayat atau kehidupan atau menghidupkan atau sumber kehidupan didalam ilmu sifat dua puluh disebut sebagai kuasa roh kepada sifat qudrat kuasa berkehendak kepada sifat iradat sifat mengetahui kepada sifat ilmu dan sifat menghidupkan kepada sifat hayat persoalannya adakah sifat tersebut berbentuk jirim ataupun jisim atau jauhar fardhi atau jauhar basit andainya ia bersifat tersebut maka makhluk itu tentunya bukan dari sumber yang nyata namun ia diujudkan tuhan untuk menjadi asas makhluk yang ghaib seperti roh nafsu akal dan nyawa kerana dari sumber inilah yang menjadi kesempurnaan kehidupan semua makhluk ciptaan tuhan tidak kira makhluk yang di bumi ataupun di langit jadi bolehkah kita membilang berapa billion makhluk yang allah telah jadikan hanya dengan asas ilmu makhluk yang ada hanya pada empat sifat ma ani pada sifat qahar didalam ilmu sifat dua puluh pengkaji atau penyelidik sumber makhluk dari empat sifat ini tentunya tidak akan berjumpa dengan suatu cara untuk mencungkil rahsia asal sumber kejadian alam makhluk selagi mereka tidak mengkaji arah tuju ilmu sifat dua puluh yang telah lama dibuang oleh orang berfahaman wahabi dan kemudiannya di ikuti pula oleh manusia di zaman ini dan ilmu inilah yang sangat dimarahi oleh golongan sekular barat dan anak didiknya diseluruh bumi ini asal semua makhluk pada peringkat awalnya disebut oleh allah sebagai kullum min iendillah setiap sesuatu adalah datangnya daripada allah demikian al quran menyatakan pada ayat an nisa 78 dan daripada allah inilah para ulama yang muktabar didalam ilmu akidah ini menyatakan bahawa setiap sesuatu itu allah jadikan daripada nur dan dari nur inilah dijadikan pula roh akal nafsu dan nyawa dan dari sumber ini pula allah jadikan ia sebagai keperluan semua makhluknya apa yang perlu kita kaji tentang sumber ini sepatutnya kita perlu memahami erti maksud jirim jisim jauhar basit dan jauhar fardhi mengikut agama bahawa jirim itu ialah setiap benda yang memenuhi ruang sama ada kecil ataupun besar dan setiap jirim ada permulaanya allah bukan jirim maksud jisim pula ialah jauhar atau benda yang tersusun dari jauhar fardhi jisim adalah benda yang dapat dibahagi bahagikan allah bukan jisim jauhar pula membawa kepada maksud gambaran sesuatu benda yang tidak dapat dipecah pecahkan atau dipisah pisahkan jauhar fardhi adalah benda yang paling halus yang tidak dapat dibahagi bahagikan kerana terlalu kecilnya dan jauhar basit adalah sesuatu yang melapangkan kehidupan sambung continue reading mengenal diri yang ke 92 posted by pakkaramu posted on 12 53 ptg 116 salam sambungan dari pelajaran yang ke 91 apabila kita perhatikan bahawa kalimah لا اله الا الله itu adalah tempat berkumpulnya asas asas aeluruh ilmu disana maka manusia wajib memahaminya betapa luasnya ilmu yang telah disediakan oleh allah s w t kepada manusia cuma manusia sahaja yang berfikiran sempit untuk memahamkannya sedangkan allah menerangkan bahawa tiada yang tidak disentuh oleh allah didalam al quran tersebut apa yang penting bagi manusia ialah mempelajari ilmu al quran tersebut dengan yakin tanpa ragu tidak ada manusia yang benar benar faham ilmu al quran tersebut dengan tepat sebagaimana yang dikehendaki oleh allah s w t kerana itulah allah utuskan nabi dan rasul untuk memberi kefahaman isi kandungan al quran itu kerana nabi dan rasul berguru dengan malaikat dan allah dan cukuplah bagi manusia untuk menimba ilmunya kerana nabi dan rasul adalah lebih tepat kefahamannya dari kita sebagai manusia biasa yang serba kekurangan namun jagalah akidah dengan sebaik baiknya daripada kalimah لا اله الا الله itu lahirlah ilmu yang disebut sebagai rububiyah dan juga uluhiyah iaitu ilmu yang menerangkan tentang tuhan dan hambanya dari kedua dua ilmu ini maka para pewaris nabi memberikan dua asas ilmu yang wajib diketahui oleh semua hamba tuhan iaitu ilmu اول الدين معرفة الله awal agama mengenal allah dan juga ilmu mengenal diri من عرف نفسه فقد عرف ربه barangsiapa mengenal dirinya maka mereka mengenal tuhannya maka mengenal tuhan itu bermula dengan mengenal rahsia kalimah لا pada kalimah لا اله الا الله dan mengenal rahsia kalimah الله pada kalimah لا اله الا الله iaitu sifat jalal dan juga sifat kamal mengikut ilmu sifat 20 adapun ilmu mengenal diri kita boleh perolehi daripada kalimah الا pada kalimah لا اله الا الله dan kalimah yang mengaitkan perkataan tuhan dan keilmuan serta penyembahan kita boleh perolehi daripada keilmuan اله pada kalimah لا اله الا الله mengikut kaedah ilmu sifat 20 dan semua nas yang berkait dengan ilmu ini mestilah di rujuk kepada al quran dan hadis nabi s a w supaya maksud tujuan ilmu ini tidak lari dari akidah dan kebenarannya dan setiap nas yang berasaskan al quran dan hadis nabi apabila ditolak setelah jelas kebenarannya adalah menjadi kafir dan juga sesiapa yang mengatakan ada kepimpinan lebih baik dari kepimpinan rasullullah maka mereka juga adalah kafir inilah maksud nas yang terdapat didalam al quran didalam ilmu ini jelas menunjukkan bahawa dengan adanya tuhan yang disembah dan si penyembah maka berlakulah ikrar dan janji diantara hamba dengan tuhan kerana itulah ayat pada surah al a araf 172 terdapat perkataan قا لوا mereka berkata بلى betul شهد نا kami menjadi saksi bolehkah diantara manusia tafsirkan maksud kami menjadi saksi siapa yang menjawab pertanyaan daripada allah kami menjadi saksi maka daripada jawapan tersebut lahirlah perkataan اشهد ان naik saksi aku saksi apa saksi pada menyatakan dengan ikrar لا اله الا الله dengan menyatakan ganti diri yang berikrar dengan menyebut اشهد ان pada kalimah tauhid tersebut itulah tafsir yang menyebabkan lahirnya ikrar kita dialam roh dan inilah tasyahud untuk penghormatan kepada tuhan dan rasul penghormatan terhadap rasul dengan menyebut محمدا رسول الله dengan menyebut ikrar اشهد ان kerana penghormatan kepada muhammad yang telah dilantik oleh allah sebagai pesuruhnya ini bererti kita mengiktiraf ketentuan allah kepada muhammad s a w andainya kita tidak berikrar demikian maka tidaklah ada ertinya perkataan قالو بلى شهد نا pada ayat al a araf 172 tersebut maka قا لو بلو شهد نا itulah yang bermaksud اشهد ان naik saksi aku inilah fitrah ilmu yang lahir dari alam roh tersebut terhadap diri kita sebelum allah menjadikan jasad manusia yang dimulai dengan penciptaan adam dan hawa oleh allah dan demikian jugalah maksud فا علم انه fa alam an nahu pada menyatakan tauhid لا اله الا الله tahukah kita apa maksud انه siapa yang mengikrarkannya kerana itu janganlah kita melonggarkan keyakinan kita terhadap allah dan rasulnya dan kepada diri kita juga sesungguhnya kita ini adalah lemah yang sentiasa didalam kekurangan dan kepincangan didalam soal ilmu tidak guna kita mempertahankan keaiban dan kelemahan kita dalam berhujah tentang apa yang kita kurang arif tentang ikrar diri kita kepada allah dan rasulnya kerana itu allah berfirman didalam al quran surah an nisa ayat 64 dan 65 وما أرسلنا من رسول ألا ليطاع بأ ذ ن الله maksudnya dan kami tidak mengutus seorang rasulpun melainkan supaya ia di ta ati dengan izin allah dan firmannya lagi فلا وربك لا يؤ منو ن حتى يحكموك فيما شجر بينهم maksudnya maka demi tuhanmu wahai muhammad mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan kamu hakim dalam mana mana perselisihan yang timbul diantara kamu continue reading mengenal diri yang ke 91 posted by pakkaramu posted on 3 50 ptg 92 salam sambungan dari pelajaran yang ke 90 telah dimaklumkan bahawa kalimah الا itu adalah makhluk kerana ia tidak mutlak dari segala aktiviti pergerakan yang menggunakan qudrat iradat ilmu ataupun hayat segala makhluk ciptaan tuhan melainkan dengan bantuan allah sebab itu dinamakan tidak mutlak ini bererti segala yang ujud yang merupakan makhluk ciptaan tuhan adalah mengharapkan kepada bantuan tuhan الله jadi kalimah الله yang terdapat pada kalimah tauhid لا اله الا الله itu adalah matlamat pada pengertian mutlak kalimah الله itu adalah kalimah kesempurnaan ammar tuhan yang mentadbir segala yang wujud dari ciptaannya kerana disanalah berkumpulnya maksud keilmua tentang zatnya asmaknya sifatnya dan juga af alnya dan pada kalimah الله inilah lahirnya keilmuan asa asa rububiyah dan juga uluhiyah dan disinilah juga lahirnya maksud firman allah beserta kamu dimana saja kamu berada jadi kesimpulan kalimah لا اله الا الله itu ialah pada kalimah لا itu menunjukkan ilmu yang menceritakan wujudnya tuhan yang bersifat sempurna yang tidak menyamai dengan makhluk ciptaannya sekalipun allah mengujudkan alam yang lain sebagai bukti tanda tanda wujudnya bagi memudahkan makhluknya untuk mengenali akan dirinya dan beriman kepadanya adapun kalimah اله itu menunjukkan ujudnya aktiviti penyembahan sekalian makhluk ciptaannya dengan membekalkan segala keperluan dan kefahaman iaitu dengan mengutuskan beberapa kitab melalui malaikatnya kepada makhluk pilihannya seperti nabi dan juga rasulnya ini bererti semua perkara yang berkait dengan pengibadatan dan keilmuan terkumpul pada pengertian اله tersebut adapun kalimah الا itu menunjukkan ujud makhluk ciptaannya yang tidak mempunyai daya dan upaya kerana itulah kalimah الا itu bermaksud melainkan dengan erti ia tidak mutlak melainkan dikaitkan dengan sesuatu kuasa iatu kekuasa...
|