Meta tags:
description= Books and simple notes;
Headings (most frequently used words):
create, something, books, and, simple, notes, mas, hari, berita, dari, antah, berantah, pengantar, selingkuh, buku, lukisan, kaligrafi, si, buta, mengungkap, cinta, critique, canting, saja, tidak, cukup, hanya, menggeser, bukan, mengganti, hiatus, sehiatus, hiatusnya, dulu, iya, sekarang, categories, me, on, facebook, 621, network, my, twitter, recent, comments, top, posts, cyclist, karma, penari, mungil, meteran, blog,
Text of the page (most frequently used words):
yang (198), saya (119), dan (117), dengan (85), tidak (82), ada (63), itu (56), ini (55), juga (51), buku (50), mas (48), dari (46), untuk (36), masih (36), hari (35), lagi (32), apa (30), sudah (30), blog (28), #berita (25), pernah (24), kalau (24), dalam (23), bisa (23), seperti (23), belum (23), karena (23), dulu (22), pak (22), hanya (21), saja (21), tari (21), orang (21), saat (21), sekarang (19), baru (19), rumah (19), ketika (19), gus (17), terus (17), satu (17), kita (16), ndoro (15), beberapa (15), tahu (15), indonesia (15), kami (15), sampai (14), lalu (14), merasa (14), begitu (14), lebih (14), cinta (13), sekali (13), koq (13), lain (13), tak (13), aku (13), cerpen (13), datang (13), comments (12), kata (12), tanpa (12), nggak (12), den (12), jadi (12), oleh (12), pada (12), dua (12), com (11), teknologi (11), tiba (11), bangsa (11), menulis (11), membaca (11), harus (11), biasa (11), tetap (11), mus (11), tanah (11), posted (10), atau (10), ndak (10), masuk (10), akhirnya (10), semua (10), tersebut (10), lukisan (9), kaligrafi (9), darmi (9), cerita (9), bahwa (9), mana (9), artikel (9), memang (9), sama (9), meskipun (9), lho (9), kamu (9), sangat (9), salah (9), seorang (9), akan (9), tempat (8), menggeser (8), waktu (8), kemudian (8), tentang (8), benar (8), menjadi (8), banyak (8), adalah (8), setelah (8), masing (8), makin (8), anak (8), tua (8), pergi (8), blogger (8), wordpress (7), canting (7), informasi (7), ditulis (7), lha (7), perlu (7), sedang (7), bahkan (7), mau (7), kan (7), wah (7), pun (7), biasanya (7), teman (7), jakarta (7), tinggal (7), kembali (7), batik (7), jawa (7), sederhana (7), nama (7), jauh (7), namun (7), mereka (7), media (7), 2002 (7), bulan (7), koran (7), create (6), jangan (6), iya (6), buta (6), bola (6), bagaimana (6), sana (6), mungkin (6), tapi (6), sini (6), masa (6), novel (6), menarik (6), hati (6), baca (6), diceritakan (6), daerah (6), dibaca (6), ternyata (6), arswendo (6), sebagai (6), dia (6), nafas (6), memberi (6), mijin (6), dunia (6), lama (6), supporter (6), besar (6), 2010 (6), amplop (6), abu (6), kang (6), sendiri (6), pengajian (6), jalan (6), something (5), cukup (5), uncategorized (5), belajar (5), sering (5), nggih (5), selama (5), menoleh (5), video (5), negara (5), paham (5), sore (5), melihat (5), tersenyum (5), kenapa (5), 2009 (5), beli (5), nya (5), cara (5), bei (5), ratus (5), becak (5), hidup (5), tokoh (5), pasar (5), sebuah (5), bagian (5), sok (5), timnas (5), semoga (5), jakfar (5), beliau (5), dipublikasikan (5), mulai (5), mudah (5), tahun (5), bom (5), elok (5), harga (5), bener (5), this (4), the (4), best (4), hiatus (4), mengganti (4), antah (4), nari (4), guru (4), latihan (4), nanti (4), pas (4), para (4), tadi (4), tarian (4), pendet (4), ikut (4), punya (4), laptop (4), curious (4), lihat (4), bagi (4), nostalgia (4), pertama (4), gramedia (4), alasan (4), itung (4), ingin (4), entah (4), jogja (4), dibawa (4), tiga (4), kayam (4), membeli (4), bercerita (4), ngabean (4), mangga (4), berapa (4), potongan (4), naik (4), berikut (4), cuplikan (4), wahyu (4), sestrokusuman (4), keluarga (4), bekerja (4), tulisan (4), misi (4), kemarin (4), oman (4), saling (4), prasangka (4), kali (4), kehidupan (4), terutama (4), pos (4), 2003 (4), olah (4), butirpasirku (4), apakah (4), jejak (4), dot (4), kebenaran (4), depan (4), nilainya (4), milyaran (4), pelayat (4), nilai (4), email (3), reader (3), maknanya (3), bukan (3), pengantar (3), posts (3), atas (3), budaya (3), agustusan (3), menonton (3), rumahnya (3), sri (3), setiap (3), sabtu (3), kethoprak (3), wayang (3), misalnya (3), kaget (3), bersih (3), reaksi (3), protes (3), tetangga (3), cari (3), download (3), diri (3), laku (3), ketinggalan (3), nanggap (3), kecil (3), khusyu (3), heh (3), pertanyaan (3), memperhatikan (3), batin (3), perhatikan (3), jelas (3), boleh (3), tanya (3), berdiri (3), resensi (3), uda (3), vizon (3), meresensi (3), bagus (3), hal (3), sebelum (3), akal (3), alami (3), terakhir (3), tokohnya (3), bukittinggi (3), kapan (3), aceh (3), seller (3), suparto (3), brata (3), bawa (3), nias (3), malah (3), balik (3), materi (3), suka (3), memilih (3), isi (3), sebagainya (3), baik (3), mengapa (3), october (3), saudaranya (3), buruh (3), mbok (3), putih (3), lauk (3), goreng (3), daun (3), ditambah (3), utuh (3), lima (3), penarik (3), komentar (3), habisnya (3), adanya (3), sejak (3), penting (3), kuat (3), menunjukkan (3), pohon (3), ndalem (3), gandhok (3), dul (3), membuat (3), habis (3), kasih (3), plagiat (3), nulis (3), kecuali (3), tagged (3), secara (3), pertandingan (3), lapangan (3), polisi (3), rebutan (3), agar (3), kepada (3), bentuk (3), ibu (3), kekalahan (3), suara (3), penulis (3), membawa (3), semuanya (3), juta (3), menceritakan (3), menurut (3), kiai (3), air (3), raga (3), kompas (3), seolah (3), berjalan (3), setidaknya (3), berhubungan (3), seputar (3), http (3), menghasilkan (3), hiruk (3), pikuk (3), peristiwa (3), inspirasi (3), march (3), etika (3), ramai (3), melayat (3), kampung (3), pensiun (3), desa (3), menyambut (3), dekat (3), lokasinya (3), meter (3), design (2), site (2), website (2), comment (2), log (2), sign (2), subscribed (2), subscribe (2), may (2), proses (2), blud (2), water (2), compost (2), about (2), format (2), susah (2), sehiatus (2), hiatusnya (2), critique (2), mengungkap (2), selingkuh (2), berantah (2), aufal (2), beranta (2), merencanakan (2), sdm (2), ronggeng (2), wong (2), wempi (2), roman (2), nisa (2), komputer (2), sepak (2), batur (2), lestari (2), menari (2), pesta (2), tampil (2), lek (2), lulut (2), tanggapan (2), malaysia (2), ditampilkan (2), jaman (2), bedaya (2), nggero (2), enggih (2), menjawab (2), selain (2), tipi (2), arah (2), menit (2), selesai (2), meja (2), wajahnya (2), mengetahui (2), terhadap (2), mencari (2), berulang (2), ulang (2), jawab (2), cawe (2), perpisahan (2), rombongan (2), yem (2), darsih (2), magrong (2), percaya (2), kemoceng (2), tangannya (2), serius (2), sepertinya (2), konsen (2), agak (2), sesuatu (2), hendak (2), dilakukan (2), aktifitas (2), mengikuti (2), full (2), nopo (2), berubah (2), betul (2), penuh (2), posisi (2), supaya (2), nonton (2), samping (2), september (2), kakung (2), shige (2), sebenarnya (2), penasaran (2), kedua (2), berarti (2), mumpung (2), label (2), pesantren (2), selalu (2), senyuman (2), berasal (2), rasanya (2), kunjungi (2), hmmm (2), empat (2), sayangnya (2), sempat (2), mahabarata (2), berangkat (2), priyayi (2), padahal (2), nasib (2), negeri (2), menara (2), matraman (2), menemukan (2), kwitang (2), beruntung (2), takut (2), ketemu (2), menjelang (2), tidur (2), book (2), ebook (2), pergeseran (2), surat (2), ponsel (2), telepon (2), kertas (2), perkembangan (2), selanjutnya (2), syarat (2), menjalankan (2), itulah (2), calon (2), skandal (2), mencoba (2), tuanya (2), berhadapan (2), serta (2), telah (2), menyiapkan (2), sega (2), nasi (2), pauk (2), lingkaran (2), makanya (2), pulang (2), menuju (2), sakit (2), pagi (2), seumur (2), kawin (2), guyonan (2), pembantu (2), aling (2), lugas (2), berbeda (2), memutuskan (2), siapa (2), paling (2), usia (2), liku (2), pula (2), kedudukannya (2), sawo (2), kecik (2), pendapa (2), sunyi (2), sisa (2), luas (2), sepi (2), halaman (2), belakang (2), tukang (2), sekitar (2), panggilan (2), blognya (2), katanya (2), langsung (2), mengambil (2), harusnya (2), mencatut (2), gimana (2), pramoedya (2), toh (2), ngguaya (2), nggaya (2), shock (2), perasaan (2), sekedar (2), suuuok (2), kurang (2), sebentar (2), lagak (2), apapun (2), ungkapan (2), menerobos (2), prosedur (2), mengatakan (2), dilakukannya (2), sah (2), nabrak (2), antara (2), hebohnya (2), berusaha (2), mewakili (2), ndilalah (2), cita (2), musuh (2), pejabat (2), sebaik (2), baiknya (2), kelihatan (2), rakus (2), serakah (2), lah (2), mampu (2), kalah (2), suatu (2), menang (2), melawan (2), sungguh (2), milik (2), buat (2), hikmah (2), bertutur (2), humor (2), wallahu (2), lam (2), waba (2), kau (2), mengucapkan (2), nada (2), luar (2), mata (2), tulisannya (2), iseng (2), uang (2), simpan (2), sambil (2), berjudul (2), mubalig (2), unik (2), kandar (2), kebun (2), rendah (2), kesan (2), disebabkan (2), juli (2), oktober (2), merdeka (2), november (2), lebaran (2), maret (2), lupa (2), sekian (2), sebagaimana (2), sih (2), tinggi (2), kuping (2), kanan (2), bakhil (2), kejam (2), berkelahi (2), sesama (2), diberi (2), diantara (2), pekerjaan (2), setahun (2), uneg (2), dipublish (2), umum (2), dipahami (2), niat (2), tema (2), persatu (2), kunjungan (2), walking (2), pastinya (2), peduli (2), tambah (2), bertambah (2), dikunjungi (2), meninggalkan (2), silaturrahim (2), tepo (2), seliro (2), dikomentari (2), berbagi (2), demi (2), eksis (2), seterusnya (2), kehabisan (2), keluar (2), segala (2), manusia (2), sehingga (2), yakni (2), khawatir (2), dzon (2), ekonomi (2), otomotif (2), marriott (2), televisi (2), yakin (2), trend (2), tertawa (2), perangkat (2), lembar (2), tenan (2), jan (2), leyeh (2), terjangkau (2), bawah (2), kota (2), ngobrol (2), sumringah (2), kadang (2), manggut (2), membayangkan (2), properti (2), per (2), meter2 (2), harganya (2), apalagi (2), bangunan (2), bata (2), umur (2), merah (2), stadion (2), puluhan (2), lintas (2), sebelah (2), banget (2), books (2), and (2), simple (2), notes (2), get, started, like, with, name, write, loading, collapse, bar, manage, subscriptions, view, report, content, privacy, already, have, account, now, free, wpthemes, meteran, july, 2026, error, has, occurred, feed, probably, down, try, again, later, penari, mungil, pokja, efektivitas, ppk, nyepi, 1932, bagimu, wisata, terancam, punah, sembahyang, world, day, salute, unsung, heroes, clean, yes, frequently, asked, questions, standar, pelayanan, minimal, pendidikan, worst, konsentrasi, anggap, remeh, cyclist, karma, top, pamekasan, rummi, pamek, sangbayang, zumrotin, bang, jay, ngeblog, irfannur, ikhsan, selena, lorrine, dukuh, paruk, catatan, paket, outbound, discord, recent, tweets, den_mas, twitter, jalur, sofi, mubarok, romi, aditio, rahmat, kurniawan, roompoetliar, muchtim, chumaidi, maher, sholeh, noer, hanif, mansuri, erlangga, budhi, patria, dede, hermawan, danin, topan, amama, ali, akbaryadi, 621, network, facebook, jaringan, categories, older, rangka, turut, prihatin, plagiasi, rombongannya, kelulusan, menyimak, rutin, pernikahan, umpamanya, jaipong, gambyong, srimpi, bambangan, cakil, dipelajari, pki, kulit, golek, pangkur, ketawang, keraton, kanjeng, sinuhun, nangis, gulung, koming, simbok, diributkan, diam, detik, bertanya, berdurasi, delapan, meneruskan, perubahan, ditontonnya, memicu, rasa, nasionalisme, menimbulkan, demo, caci, maki, pembakaran, bendera, seniman, menyuarakan, pentingnya, proteksi, kekayaan, malu, berhari, pengetahuan, menghayati, memahami, memberanikan, bertanggung, searching, mantu, mantenan, gamelan, ponakan, diajari, ningsih, wagimi, kerja, sawah, sebahu, lulus, pertunjukan, sendra, ngajari, menatap, dibilangin, njenengan, mosok, tahan, perilaku, kesambet, rebut, bergeming, walah, terlalu, khusyunya, barang, sedetik, heran, perilakunya, sedemikian, seriusnya, sedianya, dibersihkan, batal, ditangannya, terdiam, ritme, kekhusukan, tuannya, attention, katakan, rupanya, berpaling, layar, wajahmu, perjuangan, maklum, ngawi, tersedia, koneksi, gprs, geser, tho, mengiyakan, inggris, pilem, ndengaren, tumben, memangnya, diprotes, muncul, hasil, youtube, hujan, petir, pidio, mongso, ketigo, resensinya, pikir, tambahkan, intinya, inspiratif, mencerahkan, pribadi, tentu, bahasa, jawanya, display, mencolok, seh, meresensinya, aja, ketiga, nyantri, jadilah, dialami, diiringi, mengingat, setting, asal, enak, bayangan, mirip, identitas, kental, bundo, nakjadimade, ngenger, list, read, sepulangnya, mampir, gantian, separo, bukunya, coba, jalan2, panas, dehidrasi, hingga, mokel, nge, terpaksa, alihkan, turun, gunung, bolak, mengantongi, rajagopalchari, fadli, kasir, pucuk, ulam, umar, hohoho, blank, pilihan, berkembang, perjalanan, kursi, dibeda, bedakan, continue, reading, digital, fungsi, keberadaan, tertentu, dasarnya, penggunaan, sepenuhnya, digunakan, tergantikan, apply, kartu, kredit, bank, toko, bisnisnya, internet, bertebaran, elektronik, tepat, kompromi, himawan, suaminya, saudara, buruhnya, keluarganya, sarjana, farmasi, pengantin, putri, menekuni, usaha, perjalanannya, semudah, dibayangkan, bapaknya, bangsawan, berhidung, mancung, perkasa, bekas, ibunya, kakak, kakaknya, sukses, bertahan, printing, nyawa, pola, hembusan, terbanting, tuwuh, seakan, kering, cairan, tubuhnya, menangis, asahan, sambal, bakmi, bihun, semur, buncis, irisan, telur, dadar, perkedel, rempeyek, kerupuk, sudi, dibuat, pusang, setengah, wuduk, gurih, ingkung, ayam, dimasak, santan, menyisipkan, kuliner, tradisional, lampau, kematian, mati, kutu, tega, enam, bertengkar, nantinya, memastikan, ongkosnya, ramah, menghormat, njeron, benteng, semarang, terminal, dialognya, bangun, pokoknya, sunat, menyambung, sunatnya, pembatik, sekolah, disunatkan, terlupakan, memikirkan, orangtuanya, bahan, disunat, beban, menciptakan, tedeng, soal, mementingkan, daripada, adik, adiknya, lintang, ismaya, bayu, wening, dipikirkan, dialog, merangkum, wanita, sesungguhnya, demikian, suasana, direktur, manajer, pelaksana, sigap, kuli, disukai, tun, kedaunya, gadis, tumbuh, berhitung, memberengut, digoda, ubahnya, sekretaris, kemampuannya, menyimpan, rahasia, panjang, kerjanya, kekuatan, spons, menyerap, pergunjungan, klewer, berjualan, menjawa, sendirinya, memaksakan, settingnya, paragraph, pesan, tradisi, mengalir, tampak, sewaktu, matahari, menumpahkan, suryanya, kuning, lewat, sebutan, dibentengi, tembok, tebal, kediaman, raden, ngabehi, bermain, bunyi, sapu, lidi, membersihkan, disamping, ruang, utama, membujur, kosong, tarikan, 112, sepuluh, antaranya, cap, diseling, istirahat, dilanjutkan, separonya, lembur, memanggil, bersambung, bertuliskan, under, construction, epilog, ealah, kopiku, langkah, nih, disini, alamat, masukan, donk, orisinil, agengnya, otentik, review, mencantumkan, gak, cantumkan, tulisan2ku, penikmat, sastra, namanya, ahmad, tohari, rama, mangun, parah, ceritamu, ageng, fine, hak, nanya, dimana, letak, anku, via, what, ngguuuayamu, suok, blogku, blogmu, sek, dosa, bingung, ngguuuaya, dituduh, lagakmu, duuul, semiring, contoh, prosedural, sewajarnya, meringkusnya, sedikit, seperlunya, mematuhi, murni, tindakan, menyalahi, menyalahkan, anda, sepakat, gua, hantu, dimarahi, sutradara, training, whong, berlangsung, mengejar, menggiring, memasukkan, gawang, heboh, seheboh, menangkapnya, marah, semarah, marahnya, melemparinya, botol, minuman, digiring, menuding, memalukan, aturan, nekat, tercoreng, ulahnya, sepantasnya, kecintaan, secinta, cintanya, gantungkan, setinggi, langit, serajin, rajinnya, sekeras, kerasnya, tentara, bela, lindungi, sesungguh, sungguhnya, layani, jalankan, pemain, bermainlah, dukunglah, sesportif, sportifnya, tujuan, sikut, biar, bapak, mengajarkan, menangisi, berbesar, menjaga, mengakui, harapan, sedikitpun, mengurangi, kebesaran, tenang, gol, tercipta, kebobolan, duh, terbalik, gawangnya, berbalik, angka, time, mari, memperdebatkan, sebaiknya, diungkapkan, plus, diperdebatkan, titik, january, terselip, ala, meresap, digurui, menyukaiku, suaranya, menyambarku, seketika, gugup, beranikan, meski, parau, hampir, mengulurkan, lembut, menggenggam, tanganku, sementara, bibirnya, manis, terimakasih, memejamkan, merasakan, kebabahagiaan, tiada, tara, kisah, hidupnya, nyata, menyelipkan, kuliah, azhar, cairo, mengutik, utik, sayang, uangnya, dicetak, dibawah, pakaian, pakaianku, lemari, ujar, istriku, beranjak, kamarnya, disimpannya, kataku, campur, gembira, rupiah, nan, timpal, slamet, kalian, mendengar, bilang, hidung, sampeyan, bengkok, capek, menghirup, besoknya, meninggal, solikin, kawan, kawannya, membicarakan, putera, bungsu, saleh, maksudnya, halnya, diciptakan, kelebihannya, rifat, kejadian, cuplikkan, pengalaman, relative, cerpennya, jarang, temui, subyektifitas, mengenal, april, ngelmu, sigar, kondang, mbah, sidiq, ndara, mat, amit, kasanun, amin, desember, ning, ummi, bidadari, jibril, muslih, januari, juni, kumpulan, tesebar, diterbitkan, total, kelima, belas, judul, persisnya, memberikan, berburu, karya, pengaruhnya, jamaah, masalah, intens, volumenya, keliar, kiri, membekas, buktinya, hatinya, bebal, penderitaan, kunjung, peka, menangan, insyaf, pendek, korelasi, mental, february, konsisten, disela, sela, malas, sebulan, mengupdate, publish, boyong, mempublish, sehari, segmented, karenanya, memisahkannya, entahlah, tajdid, niyah, memberparui, moment, terlebih, sreg, mulanya, bergeser, personal, bersifat, pengunjung, hilang, backlink, tinggalkan, resiko, makan, event, publishing, produk, iklan, hingar, bingar, perblogan, vakum, inactive, cuti, aktif, komen, berhenti, pembuka, domain, hosting, dibeli, penunjuk, peta, link, berkunjung, berkomentar, membangun, hubungan, membantu, anggah, ungguh, sopan, santun, dibangun, dijunjung, ditinggalkan, terciptalah, simpul, ilmu, mencipta, wawasan, silih, berganti, dikritik, didukung, diperjuangkan, persepsi, netral, seia, sekata, pagar, obyektif, subyektif, sesuai, pemahaman, memeras, diperas, habisan, sumur, sumber, ditimba, menerus, yogyakarta, semakin, dikonsumsi, dibaliknya, tuhan, pembuat, pelaku, sadar, dibentuk, berprasangka, adakalanya, berhak, stempel, kesalahan, mengkonsumsi, jari, telunjuk, terangkat, menunjuk, berkata, begini, anu, bishshowab, kabar, berkemungkinan, persen, jurnalistik, sebatas, kondisi, hindari, syak, wasangka, berharap, menjernihkan, berkurang, ramainya, kasus, century, menghapus, keuangan, relatif, pemberitaan, terjadi, memberitakan, topik, ledakan, seyakin, yakinnya, sehebat, serpihan, terjauhnya, jamin, nalar, fisika, keprihatinan, warga, normal, menghindari, tertarik, dalang, dibalik, morak, marik, haqqul, yaqin, termasuk, tipe, alergi, politik, berlangganan, jenis, bencana, penumpasan, teroris, ketahuan, menyebutkan, dulmatin, meeting, kantor, diberitahu, pengamat, ketitipan, konangan, edisi, rabu, kadaluarsa, akses, mobile, urung, dibolak, aneh, leave, mpv, silver, model, terbaru, seliweran, mushola, desas, desus, beredar, mobil, dibelikan, warisan, bertemu, mendiang, terjual, milyar, mendapatkan, dirasa, pamitan, selayaknya, menyampaikan, almarhumah, dijemput, husnul, khotimah, ditinggal, ketabahan, menyalami, terima, doa, kedatangan, mengobrol, tetang, masyarakat, pensiunan, menabung, tabungan, kurangnya, berdua, ditemani, ngalor, ngidul, menemani, sesekali, dipamiti, disambut, ingat, ridwan, muin, nas, puluh, menikah, beranak, pinak, memiliki, muda, rejeki, prospektif, properteinya, seberapa, lanjut, bersama, menertawakan, hahaha, bergerak, maju, signifikan, kenaikannya, bervariasi, tergantung, strategis, kampus, mall, pusat, perkantoran, tepatnya, jual, kepikiran, elit, lainnya, nyempil, kesederhanaannya, bangunannya, semi, permanen, batu, papan, kayu, atasnya, reng, bambu, lapuk, dimakan, usuknya, kelapa, usuk, plesteran, temboknya, mengelupas, memperlihatkan, thothoren, outstanding, menyangka, segera, melayani, semestinya, duduk, kecilnya, konon, murah, mahal, pinggir, perempatan, terhambat, operasi, kepolisian, duka, berjarak, lampu, restoran, kirinya, klinik, perawatan, kecantikan, seberang, asrama, mahasiswa, propinsi, sulit, dipercaya, dulunya, tebu, keramaian, 2017, feeds, blogroll, home,
Text of the page (random words):
restoran yang wah banget di sebelah kirinya ada klinik perawatan kecantikan yang juga wah banget di seberang jalan depan rumah ada asrama mahasiswa dari salah satu propinsi di luar jawa sulit dipercaya bahwa dulunya daerah itu masih kebun tebu dan jauh dari keramaian kata mas hari mas hari menyambut kami dengan sumringah mungkin karena tidak menyangka kami datang jauh jauh untuk melayat segera setelah melayani kami dengan semestinya sebagaimana pelayat lain beliau kembali duduk di lingkaran kami menceritakan masa kecilnya di daerah ini konon dulu orang tuanya membeli tanah di daerah tersebut dengan harga yang sangat murah dan sekarang tanah di daerah tersebut harganya sangat mahal apalagi tanah itu di pinggir jalan dekat dengan stadion dan hanya dua puluhan meter dari perempatan ketika mas hari sedang menyambut pelayat lain yang baru datang saya dengan pak rt berjalan melihat lihat sekitar memang rumah orang tua mas hari ini bener bener outstanding menurut saya diantara bangunan bangunan elit lainnya rumah ini seperti nyempil dengan segala kesederhanaannya bangunannya pun masih semi permanen batu bata di bawah papan kayu pada bagian atasnya reng dari bambu dan sudah mulai lapuk dimakan usia usuknya dari pohon kelapa beberapa usuk sudah mulai thothoren di beberapa bagian plesteran temboknya mengelupas karena umur memperlihatkan potongan potongan bata merah wah bener bener elok nggih den kata pak rt elok bagaimana pak rt tanya saya tidak paham rumah ini nilainya itu milyaran lho saya kaget agak shock tepatnya saya yang sampai hari ini belum pernah beli tanah dan belum pernah jual tanah juga tidak bisa membayangkan juga tidak sampai kepikiran kalau nilai rumah orang tua mas hari tersebut nilainya bisa milyaran apalagi saat itu kami sedang melayat masa sih pak rt iya bener pak rt kemudian bercerita bahwa saat ini nilai properti di indonesia mulai bergerak seperti trend di negara negara maju setiap tahun nilainya naik signifikan kalau sekarang beli tanah dengan harga 1 juta per meter2 tahun depan harganya bisa 1 5 juta per meter2 kenaikannya pun bervariasi tergantung banyak hal bisa karena lokasinya strategis seperti milik orang tua mas hari tersebut bisa juga karena lokasinya dekat dengan kampus mall rumah sakit pusat perkantoran dan sebagainya lha terus kalau lokasinya seperti di kampung kita pak tanya saya penasaran kalau di kampung kita ada yang beli juga sudah bagus den hahaha jawab pak rt lugas kami tertawa bersama menertawakan diri kami sendiri yang hanya bisa tinggal di desa anak anak muda sekarang kalau sudah punya jalan rejeki dan tempat tinggal di kota mana mau kembali ke desa nggak prospektif secara ekonomi makanya nilai properteinya juga tidak seberapa lanjut pak rt saya hanya manggut manggut saja lalu ingat dengan beberapa teman sd saya dulu ridwan sekarang tinggal di jakarta muin juga nas juga setelah ke jakarta beberapa puluh tahun yang lalu mereka menikah hidup tinggal dan beranak pinak di sana hanya kembali saat lebaran saja tiba tiba saja saya membayangkan bisa jadi mereka juga seperti orang tua mas hari memiliki properti dengan nilai milyaran juga wah jan elok tenan kami berdua kembali ke rombongan ditemani mas hari ngobrol ngalor ngidul saat menemani kami ngobrol beliau kelihatan sumringah betul sesekali beliau berdiri meninggalkan kami untuk menyambut pelayat yang baru datang juga saat dipamiti kadang kadang beberapa pelayat yang dekat dengan orang tua mas hari disambut dengan lebih lama saya sendiri dengan pak rt masih mengobrol tetang harga tanah yang makin lama makin tinggi dan makin tidak terjangkau bagi masyarakat bawah saya jadi paham mengapa mas hari saat pensiun memutuskan untuk tinggal di desa bisa jadi harga tanah di kota sudah tak terjangkau lagi oleh pensiunan seperti mas hari bisa jadi juga dulu saat belum pensiun mas hari sudah menabung untuk membeli rumah namun dengan harga tanah yang selalu naik dan naik tabungan yang terus bertambah itu bisa saja malah makin banyak kurangnya sehingga sampai pensiun pun mas hari juga belum mampu beli rumah setelah dirasa cukup akhirnya kami pamitan dengan keluarga mas hari dan selayaknya orang melayat pak rt juga menyampaikan semoga almarhumah ibu mas hari dijemput dengan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan mas hari dan keluarga menyalami kami satu persatu tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan kedatangan kami yang datang jauh jauh dari kampung beberapa bulan kemudian beberapa hari terakhir saya sering melihat mpv putih dan silver model terbaru seliweran di jalan saat leyeh leyeh di mushola depan rumah dari desas desus yang beredar itu mobil anak anak mas hari yang dibelikan dari bagian warisan yang nilainya milyaran saat saya bertemu dengan pak rt beliau menceritakan kalau rumah mendiang orang tua mas hari laku terjual 11 2 milyar mas hari dan 3 saudaranya yang lain masing masing mendapatkan 2 8 m wah jan elok tenan posted in uncategorized leave a comment berita dari antah berantah march 30 2010 by den mas koran saya tidak tahu kapan terakhir membaca koran namun sabtu sore kemarin seorang teman membawa koran seputar indonesia edisi rabu 24 maret 2010 kadaluarsa batin saya lebih lebih ketika akses berita sudah bisa dibaca dengan perangkat perangkat mobile namun tak urung koran itu saya baca juga dibolak balik lembar demi lembar dan tetap merasa aneh ndilalah saya termasuk tipe orang yang alergi dengan berita terutama berita berita politik di reader saya hanya berlangganan tiga jenis berita yakni otomotif olah raga dan teknologi informasi karena itulah saya tidak tahu bencana apa yang sedang trend bulan ini atau bagaimana perkembangan penumpasan teroris di indonesia atau pejabat yang konangan ketahuan ketitipan uang negara bahkan ketika ada guyonan yang menyebutkan kata dulmatin saat meeting di kantor saya tidak tahu mengapa semua tertawa dan baru tahu dua hari kemudian diberitahu oleh teman yang menjadi pengamat televisi ketika terjadi bom di marriott kurang lebih setahun yang lalu dan semua media televisi berulang ulang memberitakan berita yang sama video yang sama orang yang sama topik yang sama saya merasa biasa biasa saja saya tidak punya alasan untuk merasa khawatir atau takut yang disebabkan oleh ledakan bom tersebut saat itu saya di aceh dan bom di jakarta saya yakin haqqul yaqin yakin seyakin yakinnya bahwa sehebat apapun bom itu serpihan terjauhnya tidak akan sampai di aceh saya jamin secara nalar fisika yang masuk akal saat itu saya hanya menulis tepo seliro yang morak marik sebagai bentuk keprihatinan seorang warga negara selanjutnya hidup berjalan normal seperti biasanya dan memilih untuk menghindari semua berita yang berhubungan dengan bom marriott juga tidak tertarik untuk mengetahui siapa dalang dibalik peristiwa itu ketika ramai ramainya kasus century saya menghapus berita berita seputar berita ekonomi dan keuangan dari reader membaca berita berita otomotif dan olah raga yang relatif bersih dari hiruk pikuk pemberitaan lebih menarik bagi saya namun sore ketika membaca koran tersebut akhirnya saya membaca juga berita yang akhirnya membawa pada kondisi yang selama ini berusaha saya hindari yakni syak wasangka dzon serta prasangka berita itu saya baca lagi berharap ada kata kata yang lebih menjernihkan supaya dzon tadi bisa berkurang saya khawatir prasangka tersebut adalah prasangka yang salah koran hanya tetap koran berita hanya tetap berita kabar yang diceritakan oleh orang lain yang berkemungkinan untuk salah berapa persen kebenaran yang dibawa oleh sebuah berita tidak pernah ada yang tahu etika jurnalistik menurut saya hanya sebatas etika dan pastinya ada yang menjalankan dan ada pula yang tidak berita mana yang ditulis dengan etika dan mana yang tidak saya tidak pernah tahu waba du saat ini berita dengan segala bentuk dan format media semakin mudah dikonsumsi tidak ada yang tahu kebenaran dibaliknya kecuali tuhan pembuat berita dan pelaku itu sendiri tanpa sadar kita sedang dibentuk menjadi manusia manusia yang mudah berprasangka sehingga adakalanya merasa berhak atas stempel kebenaran dan kesalahan setelah mengkonsumsi sebuah berita jari telunjuk kita juga sering kali terangkat dan menunjuk sambil berkata seolah olah mewakili kebenaran si a begini si b begitu si c anu dengan si d dan seterusnya padahal kita tidak tahu yang sebenarnya wallahu a lam bishshowab yogyakarta 27 march 2010 16 46 posted in uncategorized 16 comments pengantar selingkuh march 8 2010 by den mas blogger datang dan pergi blogger datang menulis memeras inspirasi untuk eksis dalam hiruk pikuk blog satu bulan dua bulan tiga bulan akhirnya satu tahun dua tahun dan seterusnya beberapa kemudian pergi tidak kembali mungkin kehabisan inspirasi setelah diperas habis habisan untuk ditulis beberapa terus terus eksis seperti tidak pernah kehabisan inspirasi seperti sumur dengan sumber air yang seolah tidak pernah habis ditimba keluar dan keluar terus menerus menghasilkan tulisan peristiwa demi peristiwa datang silih berganti ditulis dikomentari dikritik didukung diperjuangkan blogger dalam kata kata dengan persepsi masing masing ada yang netral ada yang mengikuti pasar ada yang seia sekata ada yang menerobos pagar dan melawan ada yang obyektif ada yang subyektif semua ditulis sesuai dengan pemahaman dan kata hati blogger datang dan pergi berkunjung berkomentar meninggalkan jejak membangun hubungan dan silaturrahim sesama blogger saling membantu tepo seliro anggah ungguh sopan santun dibangun dan dijunjung artikel ditulis jejak ditinggalkan dikunjungi dikomentari dan terciptalah simpul unik silaturrahim saling memberi dan saling berbagi berbagi ilmu mencipta wawasan blogger datang dan pergi satu blog tidak cukup ditambah lagi lalu tambah lagi dan tambah lagi satu dot com dua dot com dan bertambah lagi dot com dot com yang lain domain dan hosting dibeli semua dengan jejak penunjuk arah dan peta jalan dan link agar mudah dikunjungi blogger datang dan pergi saat datang apakah kita peduli saat pergi apakah kita peduli blogger datang dan pergi hari ini datang apakah juga akan pergi ditulis sebagai pengantar dan pembuka jalan menuju blog baru http butirpasirku wordpress com hiatus vakum inactive cuti dan entah apa lagi sudah sekian lama waktu saya tidak aktif dari dunia blog tidak menulis tidak blog walking dan tidak komen di mana mana semuanya berhenti meskipun masih ada satu dua nafas kehidupan di blog ini satu bulan sekali saya mencoba untuk memberi nafas kehidupan pada blog ini dengan menulis apa adanya satu persatu pengunjung yang dulu sering memberi komentar di sini mulai hilang tapi backlink yang dan jejak yang dulu saya tinggalkan di blog blog yang pernah saya kunjungi masih menghasilkan kunjungan setidaknya satu dua kunjungan memang resiko bahwa blog tanpa blog walking seperti makan tanpa lauk seperti event tanpa publishing seperti produk tanpa iklan dan pastinya akan sepi dari hiruk pikuk dan hingar bingar perblogan lalu kenapa harus membuat blog lagi entahlah mungkin sekedar tajdid an niyah memberparui niat setidaknya dengan blog baru saya menghasilkan moment dan niat baru untuk menulis terlebih ketika ketika saya ingin menulis sering saya merasa tidak sreg untuk dipublish di sini blog yang pada mulanya saya isi dengan artikel artikel teknologi informasi telah bergeser pada tema tema yang lebih sederhana dan mudah dipahami dan menjadi personal blog yang bersifat umum artikel artikel yang saya publish di http butirpasirku wordpress com berbeda dengan blog ini beberapa artikel saya boyong dari sini terutama artikel artikel lama yang berhubungan dengan teknologi informasi teknologi informasi ya http butirpasirku wordpress com memang saya buat untuk mempublish uneg uneg seputar kehidupan dan pekerjaan sehari hari terutama yang berhubungan dengan dunia it dan tidak mungkin dipublish di sini dunia it memang segmented dan tidak umum karenanya saya merasa perlu untuk memisahkannya dari sini agar blog ini tetap dengan tulisan tulisan sederhana yang mudah dipahami wa ba du saya tidak tahu apakah bisa konsisten menulis atau tidak tapi saya tetap ingin menulis disela sela perasaan malas diantara pekerjaan dan hidup yang terus berjalan setidaknya sebulan sekali dua bulan sekali atau bahkan setahun sekali saya akan mengupdate blog ini posted in blog teknologi informasi tagged baru blog butirpasirku teknologi informasi 11 comments buku lukisan kaligrafi february 8 2010 by den mas kalau pengajian pengajian itu jelas pengaruhnya pada jamaah sih tidak masalah ini tidak pengajian pengajian yang begitu intens dan begitu tinggi volumenya itu sepertinya hanya masuk kuping kanan dan langsung keliar lagi kuping kiri tak membekas buktinya mereka yang bakhil ya tetap bakhil yang hatinya kejam ya tetap kejam yang suka berkelahi dengan saudaranya ya masih terus berkelahi yang bebal terhadap penderitaan sesama juga tidak kunjung menjadi peka yang suka menang menangan ya tidak insyaf pendek kata seolah olah kita tidak ada korelasi antara pengajian dengan mental mereka yang diberi pengajian cerpen amplop amplop abu abu halaman belakang buku saya sudah lupa kapan persisnya membeli buku ini tapi dari sekian banyak buku yang pernah saya baca buku ini memberikan kesan yang dalam ini buku gus mus pertama saya dan setelah membaca buku ini sebagaimana buku buku pramoedya saya mulai berburu buku buku karya gus mus yang lain buku ini adalah kumpulan cerpen gus mus yang tesebar di beberapa media tanah air dan diterbitkan oleh kompas total semua ada 15 cerpen dari semua cerpen tersebut ada empat cerpen yang belum pernah dipublikasikan di media berikut ini kelima belas judul cerpen yang ada dalam buku ini gus jakfar kompas 23 juni 2002 gus muslih suara merdeka 5 januari 2003 amplop amplop abu abu belum pernah dipublikasikan bidadari itu dibawa jibril media indonesia 9 maret 2003 ning ummi belum pernah dipublikasikan iseng belum pernah dipublikasikan lebaran tinggal satu hari lagi jawa pos 1 desember 2002 lukisan kaligrafi kompas 24 november 2002 kang amin jawa pos 21 juli 2002 kang kasanun jawa pos 6 oktober 2002 ndara mat amit belum pernah dipublikasikan mbah sidiq suara merdeka 10 november 2002 mubalig kondang media indonesia 27 oktober 2002 ngelmu sigar raga media indonesia 6 juli 2003 mbok yem jawa pos 27 april 2003 bagi saya membaca tulisannya gus mus adalah pengalaman membaca yang relative baru terutama cerpen cerpennya gus mus bercerita dengan sederhana dan rendah hati dua hal yang jarang saya temui pada penulis penulis tanah air bisa jadi kesan ini disebabkan subyektifitas saya karena saya mengenal gus mus sebagai kiai seperti halnya cara bertutur cerita tokoh tokoh dalam buku ini juga diceritakan dan diciptakan oleh gus mus dengan sederhana dan rendah hati ada gus jakfar yang karena kelebihannya bisa ma rifat tahu sebelum kejadian berikut saya cuplikkan dari cerpen yang berjudul gus jakfar kata kiai gus jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri cerita kang solikin suatu hari kepada kawan kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu kiai saleh itu saya se...
|