If you are not sure if the website you would like to visit is secure, you can verify it here. Enter the website address of the page and see parts of its content and the thumbnail images on this site. None (if any) dangerous scripts on the referenced page will be executed. Additionally, if the selected site contains subpages, you can verify it (review) in batches containing 5 pages.
favicon.ico: iriwij.wordpress.com - somaphilia.

site address: iriwij.wordpress.com redirected to: iriwij.wordpress.com

site title: somaphilia

Our opinion (on Friday 10 July 2026 23:29:41 UTC):

GREEN status (no comments) - no comments

Meta tags:
description=me and my rumblings;

Headings (most frequently used words):

my, dari, somaphilia, me, and, rumblings, recent, comments, archives, categories, blog, stats, blogroll, meta, subscribe, long, time, no, see, keluar, kultur, violence, bility, kontinuum, ilmu, pengetahuan, membongkar, kekeliruan, berpikir, tentang, homo, economicus, article, on, melintas, mencari, harapan, bagi, demokrasi, teaching, for, this, semester, hinduisme, dan, buddhisme, dua, warisan, filosofis, india, multikulturalisme, the, unnecessary, evil, omong, kosong, csr,

Text of the page (most frequently used words):
yang (81), akan (32), dari (26), dengan (25), itu (24), kita (24), untuk (22), posted (21), ini (21), bahwa (20), dan (20), ilmu (20), the (17), saya (17), tidak (16), pada (15), filsafat (15), this (12), 2008 (12), oleh (12), tetapi (11), orang (11), ada (11), apa (11), iriwij (11), timur (11), hukuman (11), blog (10), liberalisme (10), secara (10), adalah (10), dapat (10), demokrasi (10), nya (10), mati (10), mereka (9), problem (9), tentang (9), multikulturalisme (9), mana (9), comments (8), serius (8), dalam (8), csr (8), mungkin (8), tersebut (8), bisa (8), memang (8), dua (8), suatu (8), antara (8), with (7), sok (7), read (7), rest (7), entry (7), para (7), masih (7), terhadap (7), harus (7), satu (7), homo (7), economicus (7), 2009 (7), ideal (7), comment (6), yaitu (6), jenis (6), bagi (6), merupakan (6), umum (6), paper (6), pengetahuan (6), kultural (6), wordpress (5), com (5), sebagai (5), bukanlah (5), justru (5), pertama (5), lebih (5), hanya (5), hinduisme (5), buddhisme (5), filosofis (5), and (5), salah (5), kekeliruan (5), distingsi (5), somaphilia (4), tagged (4), sebab (4), pasti (4), kemungkinan (4), bagaimana (4), mata (4), yakni (4), persoalan (4), daripada (4), jika (4), negeri (4), kedua (4), cukup (4), radikal (4), hanyalah (4), ide (4), begitu (4), sendiri (4), seminar (4), maka (4), selalu (4), dilakukan (4), warisan (4), india (4), philosophy (4), harapan (4), pun (4), menjadi (4), political (4), berpikir (4), kontinuum (4), keyakinan (4), alamiah (4), log (3), subscribe (3), diambil (3), tak (3), sedang (3), atau (3), karena (3), bukankah (3), entrepreneur (3), pelaku (3), dulu (3), july (3), saja (3), atas (3), betul (3), mulai (3), multikulturalitas (3), respon (3), memegang (3), kalau (3), lagi (3), budaya (3), september (3), news (3), for (3), pak (3), keluar (3), analisis (3), dunia (3), logis (3), tahun (3), mau (3), pula (3), menunjukkan (3), kuliah (3), november (3), leave (3), sedikit (3), manusia (3), seperti (3), irianto (3), wijaya (3), membongkar (3), march (3), mengapa (3), implikasi (3), segala (3), demikian (3), bidang (3), tertentu (3), uncategorized (3), institusi (3), kehidupan (3), time (3), site (2), website (2), name (2), required (2), sign (2), subscribed (2), have (2), account (2), now (2), create (2), free (2), entries (2), ditetapkan (2), dana (2), biaya (2), apakah (2), membayar (2), aturan (2), harga (2), sebagian (2), terjadi (2), tama (2), level (2), paling (2), dpr (2), tiga (2), kira (2), lalu (2), ranah (2), sekarang (2), sudah (2), rasa (2), moral (2), tujuan (2), hendak (2), cara (2), social (2), sebut (2), nama (2), multikulturalis (2), memahami (2), isinya (2), baik (2), dipertahankan (2), pemahaman (2), masalah (2), dipromosikan (2), embel (2), terasa (2), apresiasi (2), jawaban (2), mengatasi (2), presentasiin (2), intuisi (2), berlaku (2), rasional (2), memberikan (2), masing (2), membedakan (2), ditanamkan (2), masyarakat (2), sebagaimana (2), lumayan (2), org (2), related (2), courses (2), semester (2), teaching (2), which (2), are (2), history (2), mari (2), persatu (2), pesimisme (2), politik (2), namun (2), punya (2), signifikansi (2), itulah (2), diberikan (2), konsepsi (2), sekalipun (2), hal (2), actually (2), anggap (2), nilai (2), ataupun (2), dasarnya (2), bertentangan (2), fitur (2), possible (2), baru (2), article (2), what (2), been (2), melintas (2), about (2), december (2), ekonomi (2), sifat (2), only (2), economy (2), gambaran (2), kebanyakan (2), dianggap (2), jelas (2), juga (2), makalah (2), pengantar (2), maret (2), menjelaskan (2), berbagai (2), bertahan (2), saat (2), fakta (2), darwinisme (2), alam (2), sosio (2), formal (2), empiris (2), singkat (2), ditarik (2), richard (2), dawkins (2), benar (2), kategoris (2), perbedaan (2), lain (2), his (2), merayakan (2), ultah (2), bekerja (2), balik (2), kealamiahan (2), retribusi (2), sebetulnya (2), kebudayaan (2), sungguh (2), ekspresi (2), kekerasan (2), alternatif (2), setiap (2), hukum (2), kultur (2), violence (2), bility (2), august (2), october (2), 2011 (2), rss (2), get, started, design, like, email, write, loading, collapse, bar, manage, subscriptions, view, reader, report, content, privacy, already, previous, dimasukkan, bagian, produksi, ketetapan, memastikan, supaya, seluruh, peduli, untung, rugi, sesungguhnya, akibat, melainkan, konsumen, dinaikkan, mengakomodir, keberatan, klaim, pikir, kompetisi, pasar, menekan, menaikkan, mengurangi, margin, profit, bicara, kasat, teknis, aplikasi, kewajiban, komprehensif, terdiri, aspek, menyangkut, sumber, sasaran, serta, kompetensi, redistribusi, sosial, ditunjuk, meskipun, melihat, mendalam, baiknya, kepentingan, publik, terlebih, menguraikan, tuntas, permukaan, keputusan, juli, memindahkan, disebut, sebaiknya, semestinya, sebuah, indikasi, wakil, rakyat, setidaknya, kekurangan, defisit, kecerdasan, layani, diakui, mulia, meminimalisir, kemiskinan, menjauhkan, realisasi, corporate, responsibility, omong, kosong, pandang, seterusnya, penganutnya, memeriksa, klaimnya, melindungi, perhatikan, mengeskpresikan, berbeda, melihatnya, semata, ekstensi, logika, sedangkan, memandangnya, gagasan, terpisah, keseluruhan, bangunan, konseptual, strategis, penggunaan, istilah, mengaburkan, promosikan, mencampuradukkan, liberal, menggunakan, tanpa, perlu, pernyataan, paradoksal, menuntut, menolak, pegang, simpel, sadari, mengundang, derivasi, satunya, lahir, keterbatasan, memuaskan, philosophize, everything, sapatau, pengen, ngasi, komen, unnecessary, evil, lihat, ketika, thi, anh, menerangkan, menekankan, hati, rasio, keterangan, bukan, aktivitas, maksud, sini, terbuka, dikritik, diperdebatkan, berdebat, intuitif, kebenarannya, dijamin, penuh, pihak, usaha, karakteristik, sangat, membantu, lahirnya, berasal, modus, berpengetahuan, berperilaku, turun, temurun, tidaklah, menerima, disodorkan, tradisional, melakukan, kritisisme, sistematisasi, tradisi, agak, ringan, berguna, abis, masi, byk, campuradukkin, especially, students, any, suggestion, question, those, pliz, feel, share, here, will, join, team, fib, theories, justice, donny, economic, thoughts, tommy, chinese, wayan, art, embun, expecting, lot, challenging, experiences, hehehe, sekiranya, duduk, perkara, komponen, terkandung, dalamnya, telaah, menemukan, jalan, sendirinya, berarti, menyediakan, tantangan, urgen, ragu, diatasi, kontribusi, apabila, merevisi, praktikkan, selama, revisi, seharusnya, tetap, kehilangan, menurutnya, pilihan, situasi, partikular, diami, berdasarkan, pengalaman, banyak, bahkan, akademis, pandangan, konsekuensinya, kepada, sekedar, berharap, teramat, berat, lambat, laun, meluas, otoritas, makin, dituntut, semakin, otoriter, impossible, aktual, pembedaan, keduanya, rigid, poin, pentingnya, harapkan, ditentukan, tim, sepakbola, indonesia, juara, piala, 2010, nanti, bertaruh, penting, misalnya, konsisten, dasar, esensial, barulah, logically, attainable, politics, because, must, concerned, need, not, practical, possibilities, aja, fakultas, universitas, parahyangan, mencari, titled, wrong, democracy, has, published, vol, april, more, detail, journal, could, viewed, http, parahyanganphilosophy, blogspot, kecemasan, berpijak, asumsi, egois, serakah, materialistis, langsung, berusaha, membenarkan, disampaikan, karl, marx, malangnya, antipati, berangkat, disadari, kerja, pikiran, keras, wheels, sets, motion, greed, basis, konsep, diapresiasi, luar, komunitas, ekonom, apalagi, umumnya, pernah, dikeluhkan, marmeladov, tokoh, novel, dostoevsky, berikut, compassion, forbidden, nowadays, science, itself, that, done, england, where, there, crime, punishment, berbahaya, keliru, bertemakan, fak, unpar, hadapan, tersingkap, berkat, populer, dipegang, faktual, normatif, membahasnya, kesuksesan, antusias, eksklusivisme, ilmiah, berdasar, sama, sekali, sisakan, membuatnya, proyek, kesatuan, positivisme, dahulu, menyisakan, separasi, ketat, gradual, ribuan, sejarah, umat, telah, dicirikan, ilmuwan, kompeten, menjawab, beberapa, hingga, gigih, mempertahankannya, temuan, relevansi, apapun, dihadapi, kategori, quine, 1981, names, disciplines, should, seen, technical, aids, organization, curricula, libraries, scholar, better, known, individuality, problems, than, discipline, ditujukan, event, departemen, masalahnya, jarang, dieksplisitkan, inilah, lakukan, tulisan, berada, sekaligus, prinsip, sebenarnya, aspirasi, peradaban, mengakuinya, terang, terangan, mendukung, mempromosikan, mematikan, bernilai, seringkali, diyakini, norma, isi, intinya, dikenai, setimpal, ganti, sanksi, dipercaya, tentu, partikularitas, biasanya, buah, intens, imajinasi, sepenuh, penuhnya, dikuasai, kepadanya, sehingga, sanggup, membayangkan, dilihat, contohnya, begitulah, dijelaskan, jumlahnya, anti, keberadaan, penentang, dimungkinkan, sedari, awal, kecuali, memakai, frase, mengingkari, oxymoron, conditioning, memiliki, lah, penentu, tertinggi, berlangsungnya, berakhirnya, nasib, legal, akhirnya, memutuskan, dilenyapkan, dibiarkan, diselesaikan, memperhatikan, koherensi, internal, sistem, diperlukan, refleksi, kata, dibutuhkan, perspektif, humaniora, perihal, uda, lama, dipresentasikan, ham, ritz, carlton, desember, kalo, quite, while, since, last, something, some, thinking, exercise, again, believe, long, see, meta, bolg, nove, blognya, sandi, yayas, roy, moli, marinus, male, lida, chiki, blogroll, 941, hits, stats, reviews, isenk, coli, categories, archives, dedy, kurniawan, setyoko, ferdy, tirta, palguna, recent, home, rumblings,


Text of the page (random words):
2009 december 2008 november 2008 september 2008 july 2008 categories coli isenk news reviews sok serius uncategorized blog stats 11 941 hits blogroll blog nya chiki blog nya kw blog nya lida blog nya male blog nya marinus blog nya moli blog nya roy blog nya yayas blognya sandi bolg nya nove wordpress com wordpress org meta create account log in subscribe entries rss comments rss long time no see posted by iriwij on october 28 2011 it s been quite a while since the last time i posted something it s about time to do some thinking exercise again i believe posted in uncategorized leave a comment keluar dari kultur violence bility posted by iriwij on august 18 2009 ini paper yg sebetulnya uda lumayan lama dipresentasikan di seminar ham di ritz carlton desember dua tahun yg lalu kalo ga salah keluar dari kultur violence bility irianto wijaya setiap aturan hukum selalu memiliki signifikansi kultural di mana ia lah penentu tertinggi akan berlangsungnya atau berakhirnya nasib suatu ideal dalam masyarakat setiap problem legal pun pada akhirnya merupakan problem kultural problem memutuskan mana ideal yang harus dilenyapkan dan mana yang harus dibiarkan ataupun dipromosikan begitu pula dengan institusi hukuman mati ia bukanlah persoalan yang bisa diselesaikan cukup dengan memperhatikan koherensi internal pada sistem hukum yang ada diperlukan refleksi serius terhadap implikasi implikasi sosio kultural dari hukuman tersebut singkat kata dibutuhkan suatu perspektif humaniora perihal hukuman mati seringkali diyakini bahwa institusi hukuman mati pada dasarnya adalah ekspresi dari suatu norma yang bekerja secara alamiah dalam kehidupan yaitu retribusi yang isi intinya adalah bahwa segala pelaku kekerasan terhadap orang lain harus dikenai kekerasan yang setimpal pula seperti mata ganti mata dengan demikian sanksi hukuman mati pun dipercaya bukanlah ekspresi dari ideal kultural tertentu sebagai yang alamiah ia tentu mengatasi segala partikularitas kebudayaan namun keyakinan akan apa yang alamiah biasanya hanyalah buah dari social conditioning yang intens di mana imajinasi orang sepenuh penuhnya dikuasai oleh ideal kultural yang ditanamkan kepadanya sehingga ia tidak sanggup lagi membayangkan alternatif alternatif yang ada keyakinan akan kealamiahan hukuman mati pun harus dilihat sebagai salah satu contohnya sebab hanya dengan begitulah bisa dijelaskan mengapa bisa ada orang dan jumlahnya tak sedikit yang anti terhadap hukuman mati kalau keyakinan itu alamiah maka keberadaan para penentang hukuman mati tidak dimungkinkan sedari awal kecuali kita mau memakai frase oxymoron seperti mengingkari alam masalahnya adalah ideal yang bekerja di balik hukuman mati masih jarang dieksplisitkan inilah yang akan saya lakukan dalam tulisan ini dan tidak hanya itu saya juga akan menunjukkan bagaimana ideal yang berada di balik keyakinan akan kealamiahan institusi hukuman mati sekaligus prinsip retribusi itu sebenarnya bertentangan dengan aspirasi umum kita saat ini akan kehidupan dan peradaban yang menjelaskan mengapa kebanyakan orang yang memegang ideal tersebut tidak mau mengakuinya terang terangan dengan demikian mereka yang mendukung hukuman mati sebetulnya sedang mempromosikan suatu kebudayaan yang mematikan apa yang kita anggap sungguh sungguh bernilai dari kehidupan read the rest of this entry posted in uncategorized leave a comment kontinuum ilmu pengetahuan posted by iriwij on march 28 2009 paper untuk seminar merayakan filsafat 27 maret 2009 seminar yg ditujukan untuk merayakan dua event yakni ultah departemen filsafat ui dan ultah richard dawkins kontinuum ilmu pengetahuan irianto wijaya names of disciplines should be seen only as technical aids in the organization of curricula and libraries a scholar is better known by the individuality of his problems than by the name of his discipline quine 1981 ribuan tahun sejarah ilmu pengetahuan umat manusia telah dicirikan oleh berbagai distingsi yang dianggap berlaku secara kategoris bahwa temuan pada satu bidang ilmu tertentu tidak akan punya relevansi apapun untuk problem yang dihadapi pada kategori ilmu yang lain dengan demikian ilmuwan di satu bidang ilmu tertentu hanya kompeten untuk menjawab problem pada bidang ilmu itu beberapa distingsi itu masih bertahan di antara kita hingga sekarang dan tak sedikit yang akan dengan gigih mempertahankannya akan tetapi salah satu implikasi radikal dari kesuksesan darwinisme yang akan ditarik oleh richard dawkins dengan antusias adalah bahwa segala eksklusivisme ilmiah itu tidak berdasar sama sekali ia radikal karena benar benar tidak ada distingsi kategoris yang ia sisakan perbedaan yang dapat ditarik di antara ilmu hanyalah perbedaan gradual kontinuum ini membuatnya lebih radikal daripada proyek kesatuan ilmu dari positivisme logis dahulu sekalipun yang masih menyisakan separasi ketat antara ilmu formal dan ilmu empiris 1 pada paper ini saya akan menjelaskan mengapa berbagai distingsi yang masih bertahan di antara kita saat ini tidak akan lagi dapat dipertahankan di hadapan fakta fakta baru yang tersingkap berkat darwinisme ada tiga jenis distingsi yang masih populer dipegang yaitu ilmu alam vs ilmu sosio kultural ilmu faktual vs ilmu normatif ilmu formal vs ilmu empiris saya akan singkat membahasnya satu persatu read the rest of this entry posted in sok serius 1 comment membongkar kekeliruan berpikir tentang homo economicus posted by iriwij on march 22 2009 ini merupakan makalah pengantar untuk kuliah umum bertemakan homo economicus yang diberikan di fak filsafat unpar pada 20 maret 2009 membongkar kekeliruan berpikir tentang homo economicus makalah pengantar kuliah homo economicus irianto wijaya homo economicus gambaran tentang manusia yang menjadi basis analisis ilmu ekonomi bukanlah konsep yang diapresiasi oleh kebanyakan orang di luar komunitas ekonom apalagi di negeri ini ia umumnya dianggap memberikan gambaran tentang manusia yang tidak saja jelas jelas keliru tetapi juga berbahaya seperti yang pernah dikeluhkan oleh marmeladov salah satu tokoh dalam novel crime and punishment nya dostoevsky berikut ini compassion is forbidden nowadays by science itself and that s what is done now in england where there is political economy 1 ada kecemasan bahwa dengan berpijak pada asumsi bahwa orang orang itu egois serakah dan materialistis analisis ilmu ekonomi secara tidak langsung sedang berusaha membenarkan sifat sifat tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh karl marx dulu the only wheels which political economy sets in motion are greed 2 malangnya antipati umum terhadap homo economicus di atas sendiri berangkat dari suatu kekeliruan berpikir kekeliruan yang memang hanya bisa disadari dengan kerja pikiran yang sedikit keras read the rest of this entry posted in sok serius 1 comment my article on melintas posted by iriwij on december 27 2008 my article titled apa yang salah dengan demokrasi what is wrong with democracy has been published on melintas vol 24 no 1 april 2008 for more detail about the journal could be viewed at http parahyanganphilosophy blogspot com posted in news leave a comment mencari harapan bagi demokrasi posted by iriwij on november 22 2008 ini paper yg baru aja gw presentasiin pd kuliah umum di fakultas filsafat universitas parahyangan 22 november 2008 political philosophy is related to politics because it must be concerned as moral philosophy need not be with practical political possibilities 1 mari kita mulai dengan membedakan antara kemungkinan logis dan kemungkinan aktual pembedaan keduanya memang tidak dapat dilakukan secara rigid tetapi yang menjadi poin pentingnya adalah bahwa apa yang betul betul dapat kita harapkan selalu ditentukan oleh apa yang memang kita anggap actually possible untuk terjadi merupakan suatu kemungkinan logis bahwa tim sepakbola indonesia akan menjadi juara piala dunia tahun 2010 nanti tetapi saya tidak akan mau bertaruh untuk itu begitu pula dengan demokrasi memang penting untuk menunjukkan misalnya bahwa ia konsisten dengan nilai nilai dasar kita ataupun bahwa ia pada dasarnya attainable sebab ia tidak bertentangan dengan konsepsi kita tentang fitur fitur umum yang esensial dari dunia ini tetapi hal itu barulah menunjukkan bahwa demokrasi tersebut logically possible 2 orang tetap akan kehilangan harapan akan demokrasi kalau menurutnya demokrasi itu bukanlah pilihan yang mungkin diambil pada situasi partikular yang ia diami berdasarkan pengalaman saya cukup banyak di antara kita bahkan di dalam dunia akademis sekalipun yang memegang pandangan bahwa demokrasi itu actually impossible di negeri ini di mana konsekuensinya kepada mereka sekedar berharap akan demokrasi pun menjadi hal yang teramat berat untuk dilakukan pesimisme itu sendiri lambat laun terasa meluas di antara kita di mana otoritas justru makin dituntut untuk semakin otoriter menemukan jalan keluar dari pesimisme tersebut yang dengan sendirinya berarti menyediakan harapan bagi demokrasi saya kira merupakan tantangan yang paling urgen bagi para pelaku filsafat politik di negeri ini sebagian orang mungkin ragu apakah problem itu memang dapat diatasi oleh suatu analisis filosofis namun jika filsafat politik memang punya signifikansi maka itulah kontribusi yang seharusnya dapat diberikan dan apabila untuk itu kita harus merevisi konsepsi filsafat yang kita praktikkan selama ini maka revisi itulah yang harus dilakukan apa sekiranya duduk perkara dari problem dengan harapan bagi demokrasi itu sendiri ada dua komponen persoalan yang terkandung di dalamnya mari kita telaah satu persatu read the rest of this entry posted in sok serius tagged liberalisme 6 comments my teaching for this semester posted by iriwij on september 3 2008 this semester i will join the teaching team for 4 courses at fib ui which are theories of justice with pak donny history of economic thoughts with pak tommy history of chinese philosophy with pak wayan and the philosophy of art with bu embun i m expecting a lot of challenging experiences hehehe if u especially the students have any suggestion or question related to those courses pliz feel free to share it here posted in news 2 comments hinduisme dan buddhisme dua warisan filosofis dari india posted by iriwij on september 2 2008 ini paper yg agak ringan tp gw rasa lumayan berguna abis masi byk org yg campuradukkin hinduisme n buddhisme di dalam usaha memahami karakteristik dari filsafat timur akan sangat membantu jika kita pertama tama membedakan antara budaya timur dan filsafat timur memang lahirnya filsafat timur pasti berasal budaya timur yaitu modus berpengetahuan dan berperilaku yang ditanamkan secara turun temurun pada masyarakat timur tetapi filsafat timur sebagaimana apa yang selalu dilakukan oleh filsafat tidaklah menerima begitu saja apa yang disodorkan secara tradisional ia melakukan kritisisme dan sistematisasi atas tradisi tersebut oleh karena itu saya lihat ketika to thi anh menerangkan bahwa timur itu lebih menekankan intuisi atau hati daripada rasio maka keterangan itu hanya mungkin berlaku bagi budaya timur tetapi bukan filsafat timur filsafat selalu merupakan aktivitas rasional di mana maksud rasional di sini adalah ia memberikan pengetahuan yang terbuka untuk dikritik dan diperdebatkan kita tidak akan bisa berdebat tentang suatu pengetahuan yang intuitif sebab kebenarannya sudah dijamin secara penuh oleh intuisi masing masing pihak read the rest of this entry posted in sok serius tagged filsafat timur 3 comments multikulturalisme the unnecessary evil posted by iriwij on july 25 2008 paper yg dulu gw presentasiin di seminar philosophize everything sapatau ada yg masih pengen ngasi komen saya akan mulai dengan pernyataan yang mungkin akan terasa paradoksal yaitu bahwa apresiasi umum kita terhadap multikulturalitas justru menuntut kita untuk menolak multikulturalisme kalau begitu ide apa yang harus kita pegang jawaban saya simpel yaitu liberalisme jawaban ini saya sadari dapat mengundang dua jenis respon yang pertama adalah bukankah ide multikulturalisme itu sendiri hanyalah derivasi dari liberalisme dan respon jenis satunya lagi adalah bukankah multikulturalisme adalah ide yang lahir untuk mengatasi keterbatasan liberalisme dalam memuaskan apresiasi kita terhadap multikulturalitas perhatikan bahwa kedua respon itu mengeskpresikan pemahaman yang berbeda secara radikal tentang multikulturalisme yang pertama melihatnya semata mata sebagai ekstensi dari logika liberalisme sedangkan yang kedua memandangnya sebagai gagasan yang terpisah dari keseluruhan bangunan konseptual liberalisme terhadap mereka yang memegang pemahaman jenis pertama itu masalah saya hanyalah masalah strategis yakni bahwa penggunaan istilah multikulturalisme justru akan mengaburkan ide yang hendak mereka promosikan di mana orang dapat mencampuradukkan isinya dengan apa yang dipromosikan oleh multikulturalis jenis kedua lebih baik jika mereka para liberal cukup menggunakan nama liberalisme tanpa perlu embel embel multikulturalisme bagaimana dengan cara pandang yang kedua tentang multikulturalisme seterusnya akan saya sebut multikulturalisme saja di mana penganutnya akan saya sebut cukup dengan nama multikulturalis di atas untuk memahami betul isinya kita bisa mulai dengan memeriksa bagaimana klaimnya itu bahwa ia dapat melindungi multikulturalitas secara lebih baik daripada liberalisme mungkin dipertahankan read the rest of this entry posted in sok serius tagged liberalisme 4 comments omong kosong csr posted by iriwij on july 25 2008 keputusan dpr pada 20 juli lalu untuk memindahkan apa yang disebut corporate social responsibility csr dari ranah sebaiknya ke ranah semestinya merupakan sebuah indikasi bahwa para wakil rakyat negeri ini setidaknya untuk sekarang mungkin sudah tidak kekurangan rasa moral tetapi yang pasti masih defisit adalah kecerdasan tujuan yang hendak mereka layani memang dapat diakui mulia yakni meminimalisir kemiskinan tetapi cara yang diambil justru akan menjauhkan kita dari realisasi tujuan tersebut bagaimana itu bisa terjadi pertama tama kita bisa bicara dari level yang paling kasat mata yaitu pada teknis aplikasi kewajiban csr yang ditetapkan dpr secara komprehensif problem jenis ini terdiri dari tiga aspek yakni menyangkut sumber dana dan sasaran csr serta kompetensi pelaku redistribusi sosial yang ditunjuk meskipun saya melihat ada persoalan yang lebih mendalam daripada problem ini saya kira ada baiknya bagi kepentingan publik jika saya terlebih dulu menguraikan dengan tuntas persoalan pada level permukaan ini ditetapkan dalam uu bahwa dana csr dimasukkan sebagai bagian dari biaya produksi ketetapan ini mungkin diambil untuk memastikan supaya seluruh entrepreneur tak peduli apakah mereka sedang untung atau rugi akan membayar untuk csr tetapi yang sesungguhnya akan membayar untuk csr akibat aturan tersebut bukanlah para entrepreneur melainkan para konsumen sebab harga pasti akan dinaikkan untuk mengakomodir biaya csr sebagian orang mungkin akan keberatan dengan klaim pasti itu karena pikir mereka bukankah ada kemungkinan ...
Thumbnail images (randomly selected): * Images may be subject to copyright.GREEN status (no comments)
  • melintas-ff

Verified site has: 31 subpage(s). Do you want to verify them? Verify pages:

1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-31


Top 50 hastags from of all verified websites.

Supplementary Information (add-on for SEO geeks)*- See more on header.verify-www.com

Header

HTTP/1.1 301 Moved Permanently
Server nginx
Date Fri, 10 Jul 2026 23:29:40 GMT
Content-Type text/html
Content-Length 162
Connection close
Location htt????/iriwij.wordpress.com/
Alt-Svc clear
Server-Timing a8c-cdn, dc;desc=cdg, cache;desc=BYPASS;dur=1.0
HTTP/2 200
server nginx
date Fri, 10 Jul 2026 23:29:40 GMT
content-type text/html; charset=UTF-8
vary Accept-Encoding
x-hacker Want root? Visit join.a8c.com/hacker and mention this header.
host-header WordPress.com
link <htt????/public-api.wordpress.com/wp-json/?rest_route=/sites/iriwij.wordpress.com>; rel= htt????/api.w.org/
vary accept, content-type, cookie
link <htt????/wp.me/i7L7>; rel=shortlink
content-encoding gzip
x-ac 4.ams _dfw STALE
alt-svc clear
strict-transport-security max-age=31536000
server-timing a8c-cdn, dc;desc=ams, cache;desc=STALE;dur=2.0

Meta Tags

title="somaphilia"
http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8"
name="robots" content="max-image-preview:large"
name="generator" content="WordPress.com"
property="og:type" content="website"
property="og:title" content="somaphilia"
property="og:description" content="me and my rumblings"
property="og:url" content="htt????/iriwij.wordpress.com/"
property="og:site_name" content="somaphilia"
property="og:image" content="htt????/s0.wp.com/i/blank.jpg?m=1383295312i"
property="og:image:width" content="200"
property="og:image:height" content="200"
property="og:image:alt" content=""
property="og:locale" content="en_US"
property="fb:app_id" content="249643311490"
name="description" content="me and my rumblings"
id="bilmur" property="bilmur:data" content="" data-provider="wordpress.com" data-service="simple" data-site-tz="Etc/GMT-0" data-custom-props='{"logged_in":"0","wptheme":"pub\/andreas09","wptheme_is_block":"0"}'

Load Info

page size29607
load time (s)0.085902
redirect count1
speed download348317
server IP 192.0.78.13
* all occurrences of the string "http://" have been changed to "htt???/"