Meta tags:
Headings (most frequently used words):
kutemui, malaysia, surat, buat, minah, suara, penyajak, pahang, dari, luhur, hati, majalah, tunas, cipta, terbitan, dbp, januari, 2010, malam, baca, puisi, kerohanian, sajian, tahun, baru, bukan, dalam, mimpi, sahaja, petikan, akhbar, the, star, 25, 2009,
Text of the page (most frequently used words):
the (30), teo (21), ini (16), aku (15), and (14), dan (14), dengan (14), tidak (13), yang (11), wei (10), sing (10), book (9), minah (9), comments (7), malay (7), his (7), dari (7), hati (7), literature (6), #kutemui (6), said (6), pahang (6), layak (6), makin (6), books (5), was (5), malaysia (5), dalam (5), masih (5), saya (5), penyajak (5), surat (5), buat (5), 1malaysia (4), najib (4), took (4), for (4), poem (4), that (4), suara (4), warna (4), patik (4), sahaja (4), program (4), orang (4), hari (4), tahun (4), lama (4), puisi (4), 2009 (3), poetry (3), unity (3), kuantan (3), dedicated (3), who (3), about (3), written (3), day (3), itu (3), language (3), were (3), membawa (3), putera (3), mahkota (3), ampun (3), mohon (3), boleh (3), sini (3), bagi (3), sudah (3), 2010 (3), cuma (3), seorang (3), mencari (3), terus (3), sebagai (3), posts (2), academician (2), arts (2), recently (2), with (2), main (2), had (2), complete (2), 000 (2), copies (2), star (2), premiership (2), concept (2), another (2), before (2), title (2), adding (2), hitam (2), putih (2), could (2), school (2), studies (2), has (2), blog (2), authors (2), anak (2), genting (2), three (2), mimpi (2), oleh (2), barat (2), khabar (2), anugerah (2), mula (2), luka (2), tanpa (2), kataku (2), tuanku (2), benang (2), setia (2), agar (2), izin (2), saudara (2), bukan (2), seperti (2), ramai (2), kebudayaan (2), countdown (2), cara (2), kita (2), sama (2), taman (2), budaya (2), bakal (2), roslan (2), lagu (2), kepada (2), baru (2), menulis (2), malah (2), mungkin (2), untuk (2), namun (2), terbitan (2), sesudah (2), sekian (2), warni (2), mata (2), senantiasa (2), abadi (2), menemui (2), sepi (2), kata (2), muda (2), sejati (2), setitis (2), bibir (2), bumi (2), diri (2), menabur (2), luhur (2), berapa (2), bintang (2), izinkan (2), persis (2), seribu (2), antara (2), skip (2), designed, converted, falcon, hive, wordpress, templates, subscribe, atom, older, pens, simon, khoo, many, may, not, have, heard, but, field, respected, educator, completed, entitled, containing, poems, patriotism, themes, showing, five, country, sixth, prime, minister, datuk, seri, tun, razak, penned, foreword, eight, months, anthology, printed, start, hope, will, widely, accepted, represent, new, generation, malaysians, told, interview, after, assumed, spoke, watched, news, next, spent, minutes, penning, down, thoughts, week, tweak, deciding, use, bentangan, also, two, weeks, over, this, lengthier, piece, him, half, adopted, icon, instill, sense, love, national, added, plans, pipeline, hold, concert, december, organised, music, culture, department, would, feature, song, same, born, teaches, teluk, chempedak, father, petty, trader, objections, son, furthering, interestingly, started, primary, education, sjk, pei, chai, form, six, teacher, mohd, che, ibrahim, abdul, rahman, talib, boosted, interest, continued, universiti, putra, under, tutelage, late, othman, kelantan, associate, prof, lim, swee, tin, online, poor, sales, reason, why, there, just, few, chinese, four, other, published, namely, dendang, dunia, gaza, gentingnya, ekspresi, jointly, panel, while, solo, effort, which, sold, hoped, get, endorsed, reading, materials, secondary, students, taking, planned, write, year, petikan, akhbar, saja, ketika, embun, pagi, segar, pantulan, pelangi, timur, cebisan, terpercik, udara, kelopak, senja, mari, berita, khabarnya, dikhianati, berbaur, darah, kemenyan, kulengah, lekas, berjumpa, tiga, selembar, sutera, turunkan, perintah, segera, menjahit, tanya, layakkah, apa, jawabku, jika, ikhlas, setianya, baktinya, budayanya, tatasusilanya, doa, restunya, baiklah, syarat, membakar, maruah, menggenggam, tugas, mengikat, mesti, terlaksana, menjunjung, sumpah, amat, bermakna, supaya, menyedari, tentang, peri, pentingnya, kebangsaan, disambut, tetapi, menyambutnya, sendiri, berharap, membanjiri, menyaksikan, disaji, nanti, menerima, panggilan, daripada, madun, penyanyi, tradisional, rakyat, serta, pengarah, teater, filem, prolifik, tentu, abang, gembira, disangka, diduga, negeri, meneuskan, lepas, mengadakan, pada, 31hb, disember, menyambut, turut, diundang, mendeklamasikan, sajak, berunsurkan, islam, ditadahkan, kesempatan, sejak, kebelakangan, cuti, sekolah, cukup, memanjang, sentiasanya, dipenuhi, kesibukan, alasan, seberapa, maaf, sajian, malam, baca, kerohanian, majalah, tunas, cipta, dbp, januari, melakar, mencorak, mengukir, kerana, telah, memperlihatkan, pudarnya, kian, kabur, melonggokkan, kesenian, menggulungkan, estetika, sisinya, menoktahkan, segalanya, puas, pewarnanya, kekal, permukaan, kalbunya, jua, cari, menggali, gali, pintu, api, tabahkan, diselimuti, bilakah, pencarian, rakanku, usah, kau, berhenti, jihad, teruskan, wahai, semangat, kala, tuhan, berbicara, jalan, benar, kutujui, perlu, bersembunyi, walaupun, demi, meniti, bodohnya, haruskah, peduli, ingin, menjadi, pewarna, diizinkan, menjalankan, rutin, mewarnai, kerdil, bakti, menaruh, budi, tahu, jam, bersatunya, jiwa, kemudaan, kukejar, hanya, pena, kulakarkan, susunan, memang, dinafi, datangnya, angin, mesra, sahabat, menyentuh, kepahlawanan, menyulam, langkah, menyokong, mendorong, sehingga, kini, tak, henti, berpuisi, melukisi, ranum, impi, rahmat, memberkati, tinta, merenjis, daku, gah, menara, mengepalkan, kebanggaan, cepu, menyingkap, hujung, pesanmu, menyuterakan, erti, tegakkan, panji, barangkali, suratku, berjanji, penyair, penggiat, seni, takkan, kusangsi, tembok, batu, bata, sedia, menanti, gentar, akan, laman, kali, 23pm, tempat, bermula, perslah, melankolis, renungan, doakanlah, sidebar,
Text of the page (random words):
kutemui 1 malaysia skip to main skip to sidebar kutemui 1 malaysia di tempat bermula perslah melankolis dan kutemui 1 malaysia dalam renungan untuk terbitan doakanlah surat buat minah by teo wei sing surat buat minah oleh teo wei sing tidak tahu hari ke berapa jam ke berapa bersatunya jiwa kemudaan ini tidak kukejar bintang bintang hanya dengan pena cuma izinkan kulakarkan susunan kata ini buat minah surat ini memang tidak dinafi datangnya angin mesra persis sahabat lama ia menyentuh kepahlawanan seorang penyajak muda menyulam langkah menyokong mendorong hati ke hati dan sehingga kini ku tak henti berpuisi terus melukisi ranum impi buat minah surat ini persis rahmat senantiasa memberkati tinta minah masih merenjis izinkan daku gah di menara puisi mengepalkan kebanggaan di cepu hati menyingkap di hujung pesanmu minah bakal menyuterakan puisi seribu erti tegakkan panji dalam diri barangkali suratku ini buat minah minah aku berjanji sebagai penyajak sebagai penyair sebagai penggiat seni takkan kusangsi antara tembok antara batu bata yang sedia menanti gentar tidak di hati akan ku terus menabur puisi di laman hitam putih ini surat kepada minah mohon izin seribu kali 4 23pm 26 3 2010 0 comments suara penyajak pahang dari luhur hati by teo wei sing sesudah sekian lama aku tidak melakar aku tidak mencorak dan aku tidak mengukir kerana telah memperlihatkan pudarnya warna warni kian kabur dari mata dari mata seorang penyajak yang senantiasa melonggokkan kesenian dan menggulungkan estetika di sisinya sesudah sekian lama menoktahkan segalanya itu puas aku mencari pewarnanya yang kekal abadi tidak di permukaan sahaja malah kalbunya jua makin aku mencari cari makin menemui sepi sepi makin aku menggali gali makin aku menemui pintu api makin aku tabahkan hati makin aku diselimuti bilakah sudah pencarian warna ini kata seorang rakanku teo usah kau berhenti jihad di sini teruskan wahai orang muda dengan semangat sejati di kala tuhan mula berbicara jalan benar kutujui dan tidak perlu aku bersembunyi namun aku masih terus mencari warna warni walaupun cuma setitis demi setitis dari bibir ke bibir masih meniti bodohnya orang ini haruskah aku peduli ingin aku menjadi pewarna bumi diizinkan menjalankan rutin hari mewarnai bumi dengan diri aku yang kerdil ini menabur bakti menaruh budi sejati dan abadi suara penyajak pahang dari luhur hati 0 comments majalah tunas cipta terbitan dbp januari 2010 by teo wei sing 3 comments malam baca puisi kerohanian by teo wei sing 2 comments sajian tahun baru by teo wei sing sudah lama tidak menulis dalam blog ini malah mungkin hari ini sahaja yang ditadahkan kesempatan untuk menulis sejak kebelakangan ini cuti sekolah yang cukup memanjang ini sentiasanya dipenuhi dengan kesibukan namun mungkin itu cuma alasan yang tidak seberapa saya mohon ampun dan maaf di sini hari ini saya menerima panggilan daripada saudara roslan madun penyanyi lagu tradisional dan lagu rakyat serta pengarah teater dan filem yang prolifik sudah tentu abang roslan membawa khabar yang gembira kepada saya tanpa disangka dan diduga tahun ini taman budaya negeri pahang masih meneuskan program seperti tahun lepas dengan mengadakan countdown pada 31hb disember 2009 bagi menyambut tahun baru 2010 saya turut diundang bagi mendeklamasikan sajak yang berunsurkan islam program seperti ini amat bermakna supaya menyedari orang ramai tentang peri pentingnya kebudayaan dan kebangsaan countdown bukan sahaja boleh disambut dengan cara barat tetapi kita boleh menyambutnya dengan cara kita sendiri di sini saya berharap agar orang ramai boleh sama sama membanjiri taman budaya bagi menyaksikan program program kebudayaan yang bakal disaji nanti 0 comments bukan dalam mimpi sahaja by teo wei sing dalam mimpi saja oleh teo wei sing ketika embun pagi masih segar pantulan pelangi dari barat ke timur cebisan warna terpercik ke udara kelopak senja membawa ke mari berita dan khabar khabarnya anugerah dikhianati mula luka berbaur darah kemenyan tanpa kulengah lekas ku berjumpa putera mahkota kataku ampun tuanku patik membawa benang tiga selembar dan sutera setia patik mohon turunkan perintah agar segera patik menjahit luka anugerah tanya putera mahkota layakkah dengan apa jawabku tidak layak jika tidak ikhlas layak dengan setianya layak dengan baktinya layak dengan budayanya layak dengan tatasusilanya dan layak dengan doa restunya putera mahkota baiklah izin dengan syarat membakar maruah menggenggam setia tugas mengikat benang saudara mesti terlaksana kataku ampun tuanku patik menjunjung sumpah 1 comments petikan akhbar the star 25 9 2009 by teo wei sing academician pens malay poetry on unity by simon khoo kuantan many may not have heard of teo wei sing but in the field of malay arts and literature he is a respected educator teo 27 recently completed a book entitled kutemui 1malaysia containing 50 poems with unity and patriotism as the main themes academician teo showing his five poetry books in kuantan recently teo said the book was dedicated to the country s sixth prime minister datuk seri najib tun razak who had penned a foreword in the book i took about eight months to complete the anthology and printed 4 000 copies for a start i hope the book will be widely accepted to represent a new generation of malaysians he told the star in an interview teo said the poem kutemui 1malaysia was written a day after najib assumed the premiership and spoke on the concept i watched the news and the next day i spent about 15 minutes penning down my thoughts on the concept it took me another week to tweak the poem before deciding to use it as the title poem for the book he said adding that another poem dari bentangan hitam putih itu was also dedicated to najib and written two weeks before he took over the premiership this lengthier piece took him half a day to complete teo said the book could be adopted as a unity icon to instill a sense of love for malaysia and the national language the poetry book kutemui 1malaysia dedicated to najib he added that plans were in the pipeline to hold a 1malaysia concert in december organised by a music school and the pahang culture and arts department and would feature a song of the same title as the book born in kuantan teo teaches malay language and literature at sm teluk chempedak his father a petty trader had no objections to his son furthering his studies in malay language and literature interestingly teo started his primary education at sjk c pei chai it was teo s form six teacher mohd che ibrahim at sm abdul rahman talib who boosted his interest in malay literature he continued his studies at universiti putra malaysia under the tutelage of the late s othman kelantan and associate prof dr lim swee tin teo who has an online blog said that poor book sales could be a reason why there were just a few chinese authors in malay literature he has four other published books namely dendang dunia suara anak pahang genting gaza gentingnya genting and ekspresi three of the books were written jointly with a panel of authors while suara anak pahang was a solo effort which sold about 1 000 copies teo said he hoped to get the books endorsed as reading materials for secondary school students taking malay literature adding that he planned to write three books a year 2 comments older posts subscribe to posts atom 2009 designed by wordpress templates converted by falcon hive
|